Tag: al –

  • Apa Itu Keluarga Sakinah dalam Islam? Ini Definisi, Syarat, dan Cara Mewujudkannya



    Jakarta

    Memiliki keluarga yang sakinah tentu jadi dambaan setiap pasangan suami istri. Keluarga yang sakinah menjadi kunci kebahagiaan kehidupan pasangan.

    Dalam Islam, dalil mengenai tujuan pernikahan untuk menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah tersemat dalam surat Ar Rum ayat 21.

    وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


    Arab latin: Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja’ala bainakum mawaddataw wa raḥmah, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir,”

    Definisi Keluarga Sakinah

    Disebutkan dalam buku bertajuk Pernikahan Sakinah Mencegah Perceraian oleh Dr Hj Riadi Jannah Siregar MA, kata sakinah berasal dari kata sakana yang artinya diam atau tenang setelah terguncang dan sibuk.

    Sementara itu, seorang ahli bahasa yang bernama Al-Jurjani mengatakan bahwa makna sakinah berarti adanya ketentraman dalam hati di saat datangnya sesuatu yang tidak terduga.

    Jadi, jika kedua makna digabungkan maka pengertian keluarga sakinah adalah keluarga yang tenang, tentram, penuh kebahagiaan, dan sejahtera baik secara lahir atau batin, serta tidak gentar dalam menghadapi ujian kehidupan rumah tangga.

    Adapun, mengutip dari jurnal Karakteristik Keluarga Sakinah dalam Islam tulisan Siti Chadijah, keluarga sakinah diartikan sebagai keluarga yang berawal dari rasa cinta (mawaddah) yang dimiliki oleh suami dan istri, kemudian berkembang menjadi kasih sayang (rahmah) antar setiap anggota keluarga hingga tercipta ketenangan dan kedamaian hidup.

    Cara Membangun Keluarga yang Sakinah

    Mengacu pada sumber yang sama, yaitu buku Pernikahan Sakinah Mencegah Perceraian, terdapat sejumlah strategi yang dapat diterapkan untuk membagun keluarga sakinah, antara lain yaitu:

    1. Menanamkan nilai-nilai akidah dalam keluarga, agar senantiasa taat dalam memahami agama.

    2. Memberikan contoh tentang akhlak yang terpuji, khususnya dari orang tua ke anak-anak mereka. Bagi keluarga sakinah, akhlak terpuji ini merupakan dasar penting untuk menjadi contoh bagi keluarga yang lain.

    3. Memberikan kesadaran mengenai kedudukan, hak, dan kewajiban, bagi suami dan istri. Hal ini agar pasangan suami istri mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik dan adil.

    4. Menanamkan keharmonisan dalam hubungan suami istri, agar mereka senantiasa hidup rukun dan mesra.

    5. Menanamkan pola hidup hemat dan sederhana, dengan membuat perencanaan penggunaan uang yang teratur.

    Syarat Keluarga Sakinah

    Menurut Murwani Yekti Prihati SAg MSI dalam bukunya yang berjudul Mencapai Keluarga Sakinah, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar tercipta keluarga sakinah, berikut pemaparannya.

    • Diawali dengan pernikahan yang Islami
    • Dalam keluarga ada mawaddah dan rahmah
    • Hubungan antara suami istri harus atas berdasarkan saling membutuhkan
    • Rasulullah juga bersabda tentang empat faktor yang menjadi sumber kebahagiaan keluarga, yaitu suami istri yang setia, saleh dan salehah, anak-anak yang berbakti kepada orang tuanya, serta lingkungan sosial yang sehat dan rezeki yang dekat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bercinta di Bulan Puasa, Awas Asam Lambung kalau Masih Kekenyangan!


    Jakarta

    Puasa di bulan Ramadan, bukan sekedar tidak makan dan minum. Berhubungan seks juga tidak diperbolehkan saat menjalani puasa. Jika ingin melakukan hubungan seks di bulan puasa, pasangan harus memperhatikan beberapa hal.

    Memilih waktu yang tepat saat berhubungan seks adalah cara yang dapat dilakukan oleh pasangan agar tidak mengganggu ibadah berpuasa. Berhubungan seks sebenarnya mempunyai manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh karena seks dapat membakar kalori yang ada.

    Namun, melakukan hubungan seks dianjurkan setelah berbuka puasa dengan keadaan perut tidak kosong dan tidak penuh karena hal ini dapat memicu mual dan muntah. Maka dari itu, waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seks adalah pukul 20.00, saat tubuh sudah berenergi kembali.


    Jika pasangan memaksakan diri untuk melakukan hubungan seks setelah makan dengan keadaan perut yang penuh, maka hal ini dapat meningkatkan asam lambung sehingga timbul rasa terbakar pada perut dan dada.

    Dikutip dari berbagai sumber mengenai tips berhubungan seks saat bulan puasa:

    1. Memangkas durasi

    Sebenarnya, tubuh tidak cukup berenergi saat seharian berpuasa. Melakukan hubungan seks dipercaya dapat membakar kalori, maka dari itu dianjurkan untuk seks setelah buka puasa dan makanan telah turun yaitu pukul 20.00.

    Pasangan dianjurkan untuk melakukan hubungan seks dengan durasi yang cepat untuk mendapatkan jam tidur yang ideal. Meski dengan durasi singkat, tapi jika dilakukan dengan tepat tidak mengganggu kenyamanan saat berhubungan seks. Seks dengan durasi cepat juga karena tubuh harus beristirahat yang cukup untuk mempersiapkan sahur.

    2. Melakukan pemanasan

    Sebaiknya, pasangan melakukan kesepakatan mengenai posisi yang akan dilakukan saat berhubungan seks. Hal ini dapat membantu pasangan untuk orgasme lebih cepat dan seks yang efektif dapat membuat tubuh menjadi santai sehingga tidur pun akan lebih berkualitas. Beberapa posisi seks yang berpotensi mencapai orgasme dengan cepat yang dapat dilakukan oleh pasangan seperti posisi woman on top, misionaris, doggy style, dan standing sex.

    NEXT: Jangan lupa mandi wajib

    3. Menjaga asupan gizi

    Tubuh membutuhkan asupan gizi yang sama setiap harinya, saat sahur dan puasa dipastikan untuk mengkonsumsi asupan vitamin, karbohidrat, mineral, protein dan serat saat buka maupun sahur dalam jumlah yang seimbang. Pemenuhan dalam asupan gizi inilah yang membantu meningkatkan energi saat berhubungan seks. Namun, perlu adanya konsultasi dengan dokter untuk memilih suplemen yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

    4. Kurangi kontak fisik dengan pasangan saat siang hari

    Melakukan kontak fisik dengan pasangan justru membuat gairah seks memuncak, hal ini menyebabkan puasa menjadi batal. Selain itu, kurangi obrolan yang memancing pasangan untuk bergairah dan pastikan pasangan untuk menjaga kesehatannya selama berpuasa.

    Saat siang hari, alihkan pikiran anda dengan melakukan ibadah yang dapat melipatgandakan pahala puasa seperti sholat sunnah atau membaca Al-Qur’an.

    5. Mandi wajib setelah berhubungan seks

    Setelah melakukan hubungan seks, mandi wajib adalah hal yang tidak diperbolehkan untuk ditunda, ketika pasangan menunda mandi wajib justru berujung pada lupa. Dalam menjalankan ibadah sholat dan puasa, tubuh harus dalam keadaan suci dan bersiap menjalani puasa sehari penuh.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy