Jakarta –
Sering kali kita merasa sangat menginginkan makanan tertentu sampai ngiler usai melihat video makan atau tampilan makanan di restoran. Ternyata hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah.
Tak hanya saat menonton video mukbang, bahkan melihat gambar makanan atau sekadar memikirkannya pun bisa membuat air liur membanjiri mulut. Ahli kimia Hadi Fares menjelaskan bahwa air liur memiliki berbagai fungsi, salah satunya yang paling relevan adalah membantu proses makan.
Dilansir Mental Floss, air liur berfungsi melumasi makanan, membantu proses mengunyah, serta memungkinkan kita mengecap rasa. Selain itu, air liur mengandung enzim yang memulai proses pencernaan bahkan sebelum makanan ditelan.
Produksi air liur dikendalikan oleh sistem saraf yang bekerja secara otomatis, tanpa perlu disadari. Produksi ini dapat dipicu oleh bau, rasa, atau bahkan gerakan otot rahang.
Saat Anda melihat, mencium, atau memikirkan makanan, otak mengirim sinyal ke pusat saliva utama yang berada di medula oblongata. Selanjutnya, otak melepaskan neurotransmitter seperti asetilkolin dan norepinefrin, yang kemudian mengaktifkan saraf untuk memberi perintah kepada kelenjar ludah agar memproduksi air liur.
Kelenjar ludah utama terletak di dekat gigi atas, di bawah lidah, dan di dasar mulut. Sementara itu, kelenjar ludah minor tersebar di bibir, bagian dalam pipi, serta lapisan mulut dan tenggorokan.
Dalam bahasa Inggris, kondisi “ngiler” disebut mouth watering, yang secara harfiah menggambarkan keadaan di mana mulut benar-benar dipenuhi air liur.
Air liur sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu lendir dan serosa. Air liur lendir memiliki konsistensi kental, lengket, dan penuh mukus. Sementara itu, air liur serosa hampir seluruhnya terdiri dari air, dan inilah yang membanjiri mulut saat Anda mencium, melihat, atau memikirkan makanan enak.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Ternyata Ini Alasan Ilmiah Lihat Makanan Bisa Langsung Ngiler”
(yms/adr)
![]() |
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
4 Alasan Ilmiah di Balik Hubungan Seks Terasa Nikmat
Jakarta – Setiap orang merasakan kenikmatan yang berbeda saat berhubungan seks. Bagi sebagian orang, seks dan kenikmatan bersifat sangat fisik, dan orgasme adalah kenikmatan tertinggi. Orgasme juga dapat berbeda setiap kali berhubungan seks. Sebagian orang dapat meningkat perlahan dan menjadi lebih intens, sementara yang lain lebih singkat, cepat, dan tetap penuh kenikmatan. Lantas, apa yang membuat hubungan seksual terasa nikmat?
Baik pria maupun wanita dapat merasakan kenikmatan yang luar biasa saat berhubungan seks. Penis dan vagina masing-masing memiliki jaringan yang kaya dengan ujung saraf, yang menjadi bengkak karena darah dan sangat sensitif selama gairah dan orgasme. Namun, wanita lebih mungkin mengalami masalah mencapai orgasme karena berbagai alasan.
Meskipun seks melibatkan organ vital, kenikmatan yang sebenarnya berasal dari zat kimia otak dan indra yang meningkat. Berbagai tahap seks menyebabkan perubahan fisik yang mengaktifkan zat kimia otak dan menyebabkan sensasi yang intens. Dikutip dari Medicinenet, baik pria maupun wanita mengalami beberapa fase. Tetapi, memang tidak selalu dengan urutan yang sama. 1. Fase desire atau hasratTahap pertama seks dan kenikmatan adalah hasrat, yang juga dikenal sebagai libido. Ini adalah dorongan dan naluri alami untuk berhubungan seks, yang dapat dipengaruhi oleh suasana hati, pikiran, dan hormon. Tubuh Anda berubah secara fisik, yang meliputi:
2. Fase Arousal atau gairahSelama fase ini, perubahan fisik menjadi lebih intens saat merasa bergairah. Sensitivitas indra yang ada di tubuh meningkat, dan otot-otot menegang seirama saat berusaha mencapai orgasme. Seseorang mungkin mengalami hal berikut:
3. Fase orgasmeOrgasme adalah puncak dari siklus seks. Itu terjadi saat otot-otot rileks setelah serangkaian kontraksi. Biasanya hanya berlangsung beberapa detik, tetapi bisa lebih lama bagi sebagian orang dan merupakan periode kenikmatan yang paling intens. Pada fase ini, seseorang akan merasakan:
4. Fase ResolusiSelama fase ini, tubuh mulai kembali normal. Endorfin membanjiri darah, dan orang tersebut mulai merasa senang, hangat, dan terkadang mengantuk. Beberapa wanita masih sensitif dalam fase ini dan dapat dirangsang untuk mencapai lebih banyak orgasme dan kenikmatan. Tetapi, para pria biasanya membutuhkan waktu. Tidak semua orang mencapai orgasme setiap saat, dan orgasme bukan hanya sekedar rasa kenikmatan fisik. Saat otak melepaskan endorfin, seseorang mendapatkan sensasi alami yang memicu kondisi mental yang membahagiakan. (sao/naf) Image : unsplash.com/ Spacejoy |
