Tag: alergi kulit

  • Waspada! Konsumsi 7 Makanan Ini Bisa Picu Biduran dan Gatal-gatal


    Jakarta

    Konsumsi beberapa makanan menyebabkan alergi kulit. Karenanya untuk yang punya masalah alergi kulit, penting untuk membatasi atau bahkan tidak mengonsumsi makanan berikut ini.

    Pola makan punya peranan penting untuk kesehatan, termasuk urusan kesehatan kulit. Konsumsi beberapa jenis makanan ternyata bisa memicu reaksi kulit.

    Respon imun tubuh yang terjadi menyebabkan gejala seperti gatal-gatal, eksim, biduran, dan dermatitis kontak. Kondisi ini terjadi, terutama pada mereka yang memang memiliki alergi kulit.


    Penyebabnya beragam seperti struktur protein dalam tubuh seseorang, kandungan histamin, atau kehadiran bahan pemicu alergi (alergen) dan bahan tambahan pada makanan.

    Mengutip Times of India (9/3/2024), berikut 7 makanan yang bisa memicu munculnya alergi kulit. Sebaiknya batasi atau hindari konsumsinya oleh mereka yang merupakan penderita alergi kulit atau kulit sensitif.

    1. Kerang

    Kerang rebusFoto: Getty Images/iStockphoto/trainman111

    Kerang adalah jenis seafood yang cepat memicu alergi kulit. Kerang mengandung protein yang bisa memicu kemunculan alergi pada individu yang sensitif.

    Protein dalam kerang itu dikenali sebagai ‘penjajah asing’ oleh sistem imun tubuh hingga memicu gejala seperti gatal-gatal dan biduran pada kulit seseorang.

    2. Kacang-kacangan

    Makanan pemicu alergi kulit selanjutnya, kacang-kacangan. Bahan nabati ini mengandung protein allergenic yang bisa menyebabkan reaksi pada kulit di tubuh orang yang rentan.

    Protein dalam kacang bisa mendorong respon imun yang akhirnya menyebabkan gejala seperti eksim dan biduran. Karenanya perhatikan betul konsumsi kacang bagi mereka penderita alergi.

    3. Susu sapi

    Ciri-ciri Susu Sapi Segar Sudah BasiFoto: Getty Images/iStockphoto/oykuozgu

    Susu sapi mengandung protein seperti casein dan whey yang memicu reaksi alergi pada beberapa orang. Gejala pada kulit termasuk eksim atau biduran bisa muncul karena respon imun tubuh pada protein tersebut.

    Hati-hati mengonsumsi susu sapi, baik yang segar maupun yang kemasan. Sebaiknya hindari jika memang sudah tahu bahwa susu sapi memicu reaksi alergi pada kulit.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    4. Kedelai

    Kacang kedelai mengandung protein yang bisa bereaksi berlawanan dengan alergen lain, hingga memicu alergi kulit pada orang yang sensitif.

    Alergi kedelai bisa menghasilkan gejala gatal-gatal, biduran, atau eksim bergantung pada konsumsi jenis dan jumlah produk kacang kedelai tersebut.

    5. Gandum

    Penjelasan soal nutrisi nasi putih dan roti gandumFoto: Getty Images/iStockphoto

    Gandum ditemukan pada berbagai produk makanan berbahan tepung. Hati-hati mengonsumsinya karena gandum mengandung gluten yang dapat memicu reaksi alergi pada beberapa orang.

    Gejalanya bakal terlihat pada kulit seperti biduran, eksim, atau dermatitis. Herpetiformis atau ruam kulit kronis sangat gatal yang terdiri dari benjolan dan lepuhan juga bisa terjadi sebagai bentuk respon imun tubuh pada protein gandum.

    6. Ikan

    Beberapa jenis ikan mengandung protein pemicu alergi yang bisa membuat alergi semakin parah pada mereka yang rentan. Konsumsi ikan bisa menyebabkan gejala pada kulit seperti gatal-gatal, biduran, dan eksim.

    7. Biji wijen

    Biji wijen untuk onde-onde mini.Foto: iStock

    Biji wijen juga mengandung protein alergen yang bisa memunculkan reaksi alergi pada individu yang sensitif. Gejala seperti biduran, gatal-gatal, dan dermatitis kontak bisa terjadi pada paparan terhadap biji wijen.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Cara Membasmi Tungau Kasur Tanpa Vacuum Cleaner



    Jakarta

    Tungau adalah salah satu serangga yang berukuran sangat kecil yang biasanya hidup dan berkembang biak di tempat tidur. Kasur yang terlihat bersih belum tentu bebas tungau yang bisa menimbulkan penyakit.

    Mengganti seprai secara rutin bisa membasmi tungau di tempat tidur. Tungau juga biasanya bisa dibasmi menggunakan vacuum cleaner yang menggunakan sinar UV.

    Namun, ada juga cara-cara lain yang bisa membasmi tungau tanpa vacuum cleaner. Apa saja?


    Sebelum membahasnya, penting untuk diketahui apa bahaya dari tungau dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan.

    Meski ukurannya kecil, tungau bisa menggigit berbagai bagian tubuh manusia, seperti leher, wajah, tangan, perut, hingga kaki.

    Gigitan tungau bisa menimbulkan sejumlah gejala, di antaranya gatal pada area yang digigit, munculnya benjol kemerahan, serta iritasi kulit. Efek terburuknya, gigitan tungau bisa memicu gejala kesehatan, seperti scabies atau kudis, eksim, alergi kulit, asma, dan gangguan tidur.

    Cara Membersihkan Tungau di Kasur Tanpa Vacuum Cleaner

    1. Sesuaikan suhu ruangan

    Tungau menyukai tempat lembab. Inilah mengapa penting untuk mengatur suhu ruangan agar hewan kecil ini tidak semakin nyaman dan berkembangbiak. Pastikan kamar tidur memiliki aliran udara yang baik, kamu juga bisa menggunakan dehumidifier.

    2. Gunakan cara alami

    Kamu juga bisa memanfaatkan garam sebagai solusi untuk membasmi tungau. Caranya cukup dengan menyemprotkan larutan garam ke bagian yang kira-kira dihinggapi tungau lalu tunggu beberapa saat. Alternatif lainnya bisa dengan menggunakan minyak lavender.

    3. Cuci seprai dengan air panas

    Hal yang bisa dilakukan untuk membasmi tungau adalah dengan rutin mencuci perlengkapan tidur seperti sprei dan sarung bantal guling dengan air panas. Kamu juga bisa menambahkan deterjen anti-bakteri agar tungau benar-benar mati total dan mencegah perkembangbiakannya muncul.

    4. Jemur kasur

    Sinar matahari bisa membuat tungau mati. Ini juga cara lain yang bisa kamu lakukan tanpa perlu menggunakan vacuum cleaner. Kamu bisa menjemur kasur di bawah paparan sinar matahari agar kelembaban kasur berkurang serta membunuh tungau. Sebelumnya, pastikan cuaca tidak terlalu panas sehingga tidak akan merusak kasur.

    5. Semprot disinfektan

    Cara terakhir membersihkan tungau di kasur tanpa vacuum cleaner adalah menggunakan cairan disinfektan di area kamar atau di area hewan ini bersarang. Kandungan zat kimia dalam cairan tersebut bisa efektif membunuh tungau serta mencegah serangga kecil ini muncul kembali.

    Demikianlah beberapa cara yang bisa kamu diterapkan untuk membersihkan tungau di kasur tanpa vacuum cleaner. Semoga informasinya bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Langsung Pakai! Ini Alasan Pentingnya Mencuci Sprei Baru



    Jakarta

    Ini Alasan Sprei Harus Dicuci Sebelum Dipakai

    Mengganti sprei baru di kasur tidak bisa sembarangan. Meski sprei baru terlihat bersih, tapi sebelum dipakai harus dicuci terlebih dahulu ya.

    Menurut pakar binatu Patric Richardson, seperti dikutip dari Southern Living, apapun perlengkapan tidur harus dicuci sebelum digunakan, termasuk seprai. Hal ini dikarenakan masih ada sejumlah bahan kimia yang mungkin masih tertinggal di kain.


    “Kain sering dilapisi sesuatu agar tetap rapi dan bersih saat disimpan. Hal ini yang dapat mengiritasi kulit,” kata Richardson.

    Selain itu, seprai yang dikemas pada kantong plastik dan disimpan di rak mungkin sudah kotor. Kotoran dan debu terperangkap di antara lipatan-lipatan tersebut.

    Bagaimana Jika Sprei Baru Tidak Dicuci

    Jika kamu tidak mencuci seprai baru sebetulnya kamu akan baik-baik saja. Namun, bahan kimia yang tadi melapisi seprai dapat berpotensi menyebabkan reaksi alergi pada kulit apalagi jika kamu memiliki kulit sensitif. Misalnya, bahan kimia formaldehida dapat menyebabkan dermatitis dan asma dalam jangka pendek. Selain itu, seprai akan lebih nyaman dan lembut jika sering dicuci. Maka, mencuci seprai sebelum digunakan juga membuat kamu lebih nyaman.

    Cara Mencuci Sprei Baru

    Pisahkan seprai dengan pakaian lain agar memastikan seprai tidak kusut karena tersangkut kain lain.

    Periksa label untuk mengetahui petunjuk pencucian. Misal, seprai berbahan kain katun dapat dicuci menggunakan suhu panas sementara kain halus seperti linen dan sutra perlu suhu yang lebih dingin.

    Cuci dengan sabun atau deterjen. Bisa juga tambahkan soda kue atau cuka untuk campuran.

    Keringkan di dalam mesin pengering kemudian di bawah sinar matahari.

    Seberapa Sering Mencuci Sprei?

    Setelah pencucian awal, biasakan cuci seprai setiap minggu untuk menghilangkan alergen dan bakteri. Kulit kita mengeluarkan minyak dan mengelupas di malam hari. Selain itu, keringat, debu, dan losion wajah semua terkumpul di seprai saat kita tidur. Sehingga, menjadi tempat perkembangbiakan bakteri.

    Jangan hanya seprai, perhatikan peralatan tidur lain seperti sarung bantal dan selimut untuk dicuci sebelum digunakan.

    Itulah ulasan mengenai pentingnya mencuci seprai baru sebelum digunakan. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Mandi Terasa Pengap Setiap Usai Dipakai? Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Salah satu permasalahan yang kerap ditemui di kamar mandi adalah kelembapan. Hal ini menyebabkan siapa pun yang masuk ke dalamnya merasa pengap dan pasti memicu pertumbuhan jamur.

    Salah satu biang keroknya adalah kamar mandi tersebut tidak memiliki ventilasi udara. Di dalamnya, tidak ada pertukaran udara yang baik sehingga uap dan udara lembap tersebut tidak bisa terdorong keluar.

    Cara mengatasi kamar mandi seperti ini bukan hanya dengan rajin membersihkannya. Sebab, kejadian serupa akan kembali terjadi setiap kamar mandi selesai digunakan.


    Dilansir The Spruce, berikut cara mengatasi kamar mandi pengap dan lembap.

    1. Kamar Mandi Harus Kering

    Salah satu penyebab kamar mandi selalu terasa pengap dan lembap adalah bagian dalam kamar mandi selalu basah dan banyak genangan. Untuk mengeringkan pasti lebih lama karena tidak memiliki ventilasi udara.

    Untuk mempercepat pengeringannya, setiap setelah mandi keringkan dahulu dinding, lantai, dan barang-barang di kamar mandi. Meskipun tidak kering sempurna, area basah tersebut bisa mengering lebih cepat.

    2. Hindari Meletakkan Handuk Basah di Dalam

    Handuk basah tidak boleh disimpan di dalam kamar mandi. Hal ini dikarenakan handuk juga bisa memicu udara lembap dan pertunjukan jamur. Selesai dipakai, sebaiknya handuk digantung di luar rumah atau dijemur agar tidak ada jamur yang berkembang dan lebih aman dipakai tanpa perlu takut dapat memicu alergi kulit.

    3. Pasang Exhaust Fan

    Salah satu solusi untuk mengeringkan kamar mandi yang tidak memiliki ventilasi adalah memakai exhaust fan di dinding atau atap. Kipas angin ini berfungsi untuk menarik udara lembap. Setelah kamar mandi selesai digunakan biarkan kipas bekerja selama 20-30 menit. Untuk menyalakannya bisa otomatis seperti saat lampu kamar mandi dihidupkan atau saat pintu dibuka.

    4. Buka Jendela atau Pintu

    Apabila tidak memiliki kipas angin, selalu buka pintu setelah kamar mandi selesai digunakan. Uap air di dalamnya tidak akan menumpuk dan terperangkap.

    5. Ganti Shower dengan Pancuran Rendah

    Bagi yang memakai shower yang bisa diatur suhunya, hati-hati perangkat tersebut bisa menjadi salah satu penyebab kamar mandi sering lembap. Hal ini dikarenakan air hangat yang digunakan bisa menghasilkan uap panas. Untuk mencegah kamar mandi selalu pengap setelah digunakan, ganti posisi shower ke lokasi yang lebih pendek agar uap yang dihasilkan tidak begitu banyak.

    6. Kurangi Durasi Mandi

    Bagi pengguna shower yang bisa diubah suhu airnya, sebaiknya tidak mandi terlalu lama karena uap yang dihasilkan juga akan semakin banyak.

    7. Pakai Dehumidifier Portabel

    Saat ini sudah tersedia alat khusus untuk menyerap kelembapan bernama dehumidifier. Alat ini layaknya penyedot udara kotor, cukup diletakkan di ruangan yang agak lembap, dalam 24 jam di tangki penampungan air akan terlihat jumlah air yang sudah terserap.

    Itulah beberapa cara mengatasi kamar mandi yang lembap, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 6 Makanan yang Picu Alergi Kulit dan Bikin Makin Parah


    Jakarta

    Makanan yang dapat memicu alergi kulit bisa dihindari jika tak ingin kondisi semakin parah. Di antaranya ada telur, kacang kedelai, hingga seafood.

    Alergi kulit kerap ditandai dengan ruam kemerahan di beberapa area tubuh. Biasanya muncul di sekitar lengan, leher, dan wajah.

    Penyebab alergi ini memang bisa dikarenakan faktor biologis, tapi beberapa jenis makanan juga bisa menjadi pemicu timbulnya alergi pada kulit. Dikutip dari Times of India, ada sekitar 6 makanan yang sebaiknya dihindari.


    Beberapa makanan tersebut bisa memicu alergi berdasarkan struktur protein, kandungan histamin, hingga zat aditif lainnya.

    Berikut 6 makanan yang dapat memicu timbulnya alergi kulit:

    1. Kerang

    Bake seafood on the charcoal fire of the barbecue stoveBake seafood on the charcoal fire of the barbecue stove Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock

    Kerang atau seafood laut yang bercangkang lain diketahui mengandung protein yang dapat memicu reaksi alergi pada mereka yang sensitif. Kandungan tersebut dapat menyebabkan gejala penyakit kulit, seperti gatal-gatal. Reaksinya bisa langsung dirasakan tubuh atau menunggu beberapa waktu.

    2. Kacang-kacangan

    Banyak orang yang alergi terhadap kacang-kacangan. Reaksi alerginya bisa berupa ruam pada kulit hingga membuat gangguan pernapasan yang berakibat fatal.

    Kacang-kacangan yang dimaksud adalah kacang tanah, kacang kedelai, dan lainnya. Hal ini dikarenakan kacang-kacangan mengandung protein alergen yang mengakibatkan gejala eksim dan gatal-gatal.

    3. Susu Sapi

    Susu sapi juga mengandung protein seperti kasein dan whey. Dua kandungan tersebut dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Gejala yang muncul berupa eksim atau gatal-gatal yang merupakan respon imun terhadap zat protein itu.

    Makanan pemicu alergi lain ada di halaman selanjutnya…

    4. Telur

    fried eggs isolated on white backgroundfried eggs isolated on white background Foto: Getty Images/iStockphoto/Magone

    Bagi sebagian orang yang sensitif, telur juga dapat menyebabkan reaksi alergi. Ini karena telur mengandung protein, seperti ovomucoid dan ovalbumin. Reaksi alergi kulit yang mungkin timbul dari konsumsi telur adalah eksim dan gatal-gatal.

    5. Ikan

    Selain seafood bercangkang, ikan juga termasuk makanan yang mungkin menyebabkan alergi pada seserorang. Ini dapat terjadi karena kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terdapat protein ikan, seperti parvalbumin, tropomiosin, dan lainnya.

    Alergi kulit yang dikarenakan ikan juga bisa dipicu bukan dari konsumsinya, melainkan karena menghirup asap atau uap saat memasaknya. Hal ini disebabkan oleh pelepasan protein pada ikan saat dimasak.

    6. Biji Wijen

    Biji wijen kerap ditambahkan pada makanan untuk mempercantik hidangan. Penggunaan lainnya bisa ditambahkan sebagai pelengkap hidangan, karena dapat menambah rasa gurih.

    Protein juga terkandung dalam biji wijen. Bagi mereka yang sensitif, tubuh akan menghasilkan antibodi lgE yang memicu pelepasa histamin dan zat kimia lain. Sehingga reaksi alergi terasa pada tubuh.

    (yms/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective