Tag: algoritma

  • Yuk, Cari Tau Lebih Lengkap Tentang Bitcoin Gold Wallet

    Sebagai aset kripto pertama dan terbesar di dunia, Bitcoin telah mengalami hard fork beberapa kali. Salah satunya menghasilkan sebuah koin bernama Bitcoin Gold Wallet. Meskipun berhubungan, koin ini berbeda dengan Bitcoin, lho. Tertarik untuk membelinya? Eits, sebelum itu, ketahui informasi selengkapnya terlebih dahulu, yuk!

    Kenalan dengan Bitcoin Gold, Altcoin Hasil dari Hard Fork Bitcoin

    Bitcoin Gold merupakan aset kripto yang diluncurkan pada 24 Oktober 2017, sebagai altcoin dari hasil hard fork Bitcoin. Hard fork merupakan kegiatan pengembangan dan perubahan aset kripto yang sudah ada, dengan menciptakan sebuah produk turunan yang baru. 

    Umumnya, hard fork dilakukan untuk meningkatkan skala sebuah cryptocurrency seiring semakin bertumbuhnya para pelanggan. Namun, hard fork Bitcoin yang menghasilkan Bitcoin Gold ini dilakukan atas keinginan para pendirinya untuk membuat Bitcoin kembali terdesentralisasi.

    Jika membahas lebih dalam, pembentukan Bitcoin Gold ternyata tidak terlalu berkaitan dengan sistem yang terdesentralisasi. Alasannya justru berhubungan dengan proses mining. Para pengembang Bitcoin Gold ingin mengadopsi algoritma mining yang bisa memudahkan proses mining, sehingga dapat dilakukan dalam skala besar. Tak terkecuali para miner dengan perangkat komputer rumahan.

    Seiring perjalanannya, harga Bitcoin Gold mengalami perkembangan yang cukup besar. Dilansir dari Coindesk, harga satu koin Bitcoin Gold per tanggal 9 September 2021 mencapai 67.53 USD dengan volume trading sebesar 70.94 juta USD. Namun, layaknya aset kripto, tingkat volatilitas dari Bitcoin Gold tetap tidak dapat dihindari. Para investor tetap membutuhkan strategi khusus dalam menghadapi naik-turunnya harga koin ini.

    Dalam jangka panjang, Bitcoin Gold akan terus melakukan pengembangan yang berkaitan dengan smart contract dan Blockchain, seperti jaringan fiat-crypto yang terdesentralisasi. Area pengembangan lainnya juga termasuk dApps beserta infrastruktur dari ekosistem Bitcoin Gold itu sendiri.

    Perbedaan Mendasar antara Bitcoin dan Bitcoin Gold

    Walaupun Bitcoin Gold memiliki keterkaitan dengan Bitcoin, terdapat perbedaan mendasar yang dapat terlihat dari kedua koin kripto tersebut, yaitu:

    Sistem mining yang digunakan oleh Bitcoin adalah Proof of Work (PoW), sama halnya dengan yang digunakan oleh Bitcoin Gold. Perbedaannya terletak pada algoritma mining yang digunakan. Bitcoin menggunakan algoritma SHA256, sementara Bitcoin Gold menggunakan algoritma Equihash. Algoritma Equihash diciptakan dan dikembangkan oleh para pengembang Bitcoin Gold dalam mendukung aktivitas mining.

    Perbedaan lainnya terdapat pada perangkat keras yang digunakan untuk mining. Para penambang Bitcoin membutuhkan perangkat bernama Application-Specific Integrated Circuit (ASIC), yaitu sebuah sirkuit yang terintegrasi secara khusus dengan aplikasi. Meskipun sangat canggih, perangkat ini juga dikenal mahal dan boros.

    Sementara itu, para penambang Bitcoin Gold hanya memerlukan perangkat yang berbasis Graphics Processing Unit (GPU). Kehadiran Bitcoin Gold tentu membuka kesempatan bagi orang-orang dengan perangkat komputer rumahan untuk ikut serta dalam aktivitas mining.

    Cara Mendapatkan Bitcoin Gold

    Selain lewat mining, cara sederhana yang bisa dilakukan untuk memperoleh Bitcoin Gold adalah dengan membelinya. Bitcoin Gold bisa diperoleh melalui pembelian, layaknya cryptocurrency pada umumnya. Hingga kini, Bitcoin Gold sudah tersedia di berbagai exchange jual-beli aset kripto yang terpercaya dan sudah teregulasi Bappebti, salah satunya adalah Tokocrypto.

    Nah, lewat Tokocrypto, Anda sudah bisa mengantongi sejumlah Bitcoin Gold hanya dengan 4 langkah saja, yaitu:

    Pertama, Anda harus membuat akun di aplikasi Tokocrypto terlebih dahulu. Di tahap ini, Anda hanya perlu memasukkan nama lengkap, alamat email yang aktif, beserta password.

    • Lengkapi Data Diri dan Verifikasi

    Setelah berhasil, Anda masuk ke tahap yang disebut dengan Know Your Customer (KYC). Pada tahap ini, Anda dapat mengisi data diri sesuai dengan identitas yang Anda miliki. Jika data sudah lengkap, maka selanjutnya Anda akan diarahkan untuk melakukan verifikasi. Tujuannya adalah untuk memastikan data yang Anda input sudah benar dan sesuai.

    Selanjutnya, Anda bisa langsung deposit dana fiat dengan mentransfer ke wallet melalui transfer bank virtual account, dengan minimal deposit sebesar Rp50.000. Dana tersebut kemudian akan diubah secara otomatis oleh sistem Tokocrypto ke dalam bentuk BIDR. 

    Jika Anda sudah punya aset kripto dan ingin melakukan deposit kripto, Anda juga bisa mengirimkannya ke dalam wallet Tokocrypto. Jadi, Anda hanya tinggal memilih koin yang ingin didepositkan, lalu pilih juga jaringan yang akan digunakan. Pastikan koin dikirim ke alamat yang terdapat pada akun Tokocrypto Anda, ya.

    Di Tokocrypto, Bitcoin Gold (BTG) dapat diperdagangkan dengan BTC, BUSD, dan USDT. Dengan demikian, dana yang terdeposit harus dikonversikan menjadi satu dari ketiga koin pasangan BTG tersebut. Misalnya, Anda sudah memiliki sejumlah dana (BIDR) pada wallet Anda. Untuk membeli BTG, Anda harus konversi BIDR tersebut menjadi BTC, dengan cara membeli sejumlah BTC menggunakan BIDR. 

    Pembelian ini dilakukan pada menu “Buy/Sell”, lalu Anda perlu pilih BTC dan klik tombol “Buy”, kemudian isi nominal sesuai dengan keinginan Anda. Setelah Anda berhasil memiliki BTC, barulah Anda bisa membeli BTG menggunakan BTC tersebut dengan tata cara yang sama.

    Namun, jika Anda sudah memiliki sejumlah BTC sejak awal, maka Anda dapat langsung menggunakannya untuk membeli BTG dengan nominal yang Anda inginkan.

    Ternyata, Bitcoin Gold Wallet (BTG) bisa diperoleh dengan cara yang amat mudah, bukan? Sebelum berinvestasi, pastikan Anda sudah memiliki strategi yang tepat dan disertai dengan manajemen risiko yang baik, ya. Untuk informasi seputar BTG dan aset kripto lainnya, kunjungi situs www.tokocrypto.com dan media sosial Tokocrypto di Instagram dan Twitter.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dari Narasi Baru Web3 hingga Keruntuhan Akibat Algoritma

    Artikel ini disusun oleh Tim Riset Tokocrypto sebagai bagian dari kajian mendalam terhadap tren baru di industri kripto dan Web3, khususnya fenomena Information Finance (InfoFi) yang sempat mengalami pertumbuhan eksplosif sebelum akhirnya runtuh akibat perubahan algoritma platform terpusat.

    Awal Mula InfoFi: Ketika Informasi Menjadi Aset Finansial

    InfoFi, sebuah konsep monetisasi informasi yang pertama kali diperkenalkan oleh Vitalik Buterin, muncul di tengah perubahan cara manusia memandang perhatian, pengetahuan, dan interaksi digital. Dalam InfoFi, informasi tidak lagi sekadar konsumsi pasif, melainkan diperlakukan sebagai aset finansial yang dapat menghasilkan nilai ekonomi melalui insentif kripto dan distribusi algoritmik, terutama di platform seperti X.

    Namun, pertumbuhan pesat ini menyimpan kerentanan. Ketika algoritma berubah dan akses dibatasi, ekosistem InfoFi runtuh dalam waktu singkat. Kejadian ini membuka satu pertanyaan besar: sebenarnya apa itu InfoFi, dan sejauh mana model ini dapat bertahan?

    Apa Itu InfoFi?

    InfoFi atau Information Finance adalah konsep yang menggabungkan teknologi AI dan blockchain untuk mengubah informasi menjadi sumber pendapatan. Dalam praktiknya, InfoFi berdiri di atas tiga pilar utama:

    1. Info as a Service
      Data dan preferensi pengguna diolah menjadi informasi bernilai yang dapat diakses pihak lain, dengan imbalan langsung bagi pemilik data tersebut.
    2. Info as a Platform
      Informasi menjadi fondasi platform digital yang menghubungkan pengguna, kontributor, dan konsumen data dalam satu ekosistem insentif.
    3. Info as an Asset
      Informasi diperlakukan sebagai aset yang dapat diperdagangkan, dinilai, dan dispekulasikan layaknya instrumen finansial lainnya.

    Dari kerangka ini, InfoFi kemudian berkembang ke berbagai sektor dengan karakteristik yang berbeda-beda.

    Sektor-Sektor dalam Ekosistem InfoFi

    Beberapa sektor utama yang membentuk ekosistem InfoFi antara lain:

    • Yap-to-Earn
      Model yang memberi insentif kepada pengguna untuk membuat dan membagikan konten berkualitas. Proyek populer di sektor ini meliputi Kaito, Galxe, dan Cookie3.
    • Prediction Market
      Platform yang memperdagangkan prediksi atas hasil peristiwa di masa depan, seperti Polymarket dan Kalshi.
    • Reputation Market
      Ekosistem yang mengubah reputasi dan kontribusi pengguna menjadi aset yang dapat dinilai dan diperdagangkan, contohnya GiveRep dan Ethos.
    • Data & Analytics
      Platform yang mengumpulkan serta menganalisis data on-chain dan off-chain untuk menghasilkan insight, seperti Dexu AI dan Elfa AI.
    • Attention Market
      Model yang menjadikan perhatian dan interaksi pengguna sebagai aset yang terukur dan dapat dimonetisasi, diwakili oleh Loudio dan Noise.

    Euforia Monetisasi InfoFi

    InfoFi mulai mendapat sorotan besar setelah Crypto Winter 2022, ketika pasar kripto kehilangan momentum dan membutuhkan narasi baru yang lebih berkelanjutan. Sejak 2023, meningkatnya kebutuhan akan model keterlibatan pengguna yang konsisten—serta pesatnya perkembangan AI—membuat InfoFi terasa relevan dan menjanjikan.

    Media sosial seperti X pun berubah menjadi pusat riset informal. Postingan, diskusi, hingga insight individual dapat langsung dikonversi menjadi pendapatan. Bagi banyak pengguna, InfoFi menawarkan jalan pintas: berbagi informasi, lalu dibayar.

    TL;DR 🕵️
    InfoFi berkembang pesat sebagai cara baru memonetisasi informasi melalui insentif kripto.

    Baca juga: Digital Assets Treasury: Paradigma Baru Cadangan Strategis Perusahaan

    Proyek-Proyek InfoFi yang Mendominasi

    Beberapa nama besar sempat mendominasi narasi InfoFi:

    • Kaito
      Mempopulerkan model Yap-to-Earn dan mencatat Total Value Distributed (TVD) lebih dari $116 juta, menjadikannya ekosistem terbesar di sektor ini.
    • Cookie DAO
      Berfokus pada infrastruktur data dan insentif partisipasi melalui sistem Snaps, meskipun pada akhirnya insentif langsung ke InfoFi dihentikan.
    • Galxe
      Berevolusi dari platform questing menjadi infrastruktur pertumbuhan Web3 melalui Starboard, dengan lebih dari 150 ribu posting dan 230 juta views.

    Awal Mula Perubahan Algoritma

    Ketergantungan InfoFi terhadap satu platform utama—X—menjadi titik lemah yang krusial. Distribusi konten, arus pengguna, hingga sistem insentif seluruhnya terpusat di satu ekosistem.

    Ketika X mencabut akses API untuk aplikasi yang memberi imbalan atas posting, dengan alasan maraknya spam dan konten AI, fondasi InfoFi pun goyah. Model insentif yang dibangun di atas platform terpusat runtuh hampir seketika.

    Keruntuhan InfoFi Pasca Perubahan Algoritma

    Dampaknya terjadi dengan cepat dan masif. Harga token InfoFi seperti Cookie dan Kaito anjlok, nilai NFT terkait merosot, dan minat ritel menghilang dalam waktu singkat.

    Peristiwa ini menegaskan bahwa InfoFi versi awal tidak memiliki keberlanjutan jangka panjang. Kejatuhan ini bukan sekadar koreksi pasar, melainkan penutupan satu siklus penuh dari sebuah eksperimen ekonomi digital.

    Bagaimana Nasib InfoFi Selanjutnya?

    Meski banyak token InfoFi mengalami penurunan signifikan dalam kurun satu tahun, hal ini tidak serta-merta menandakan kematian InfoFi. Justru, fase ini dapat menjadi titik refleksi.

    Ke depan, InfoFi berpotensi berevolusi ke model yang lebih matang—dengan penekanan pada kualitas informasi, sistem reputasi pengguna, dan kontribusi bernilai jangka panjang. Kunci keberlanjutannya terletak pada satu hal penting: mengurangi ketergantungan pada platform terpusat seperti X.

    Kesimpulan

    InfoFi membuktikan bahwa monetisasi informasi dapat tumbuh sangat cepat melalui insentif kripto. Namun, tanpa desain ekonomi yang matang dan kemandirian dari platform terpusat, model tersebut rapuh dan mudah runtuh.

    Bagi industri Web3, kisah InfoFi adalah pelajaran berharga: bukan hanya soal memberi insentif, tetapi membangun fondasi yang berkelanjutan.

    Baca juga: Mengenal APRO: Penghubung Data Dunia Nyata ke Blockchain


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com