Tag: alhasil

  • Meresahkan! Pinjol Ilegal Ditaksir Kasih Pinjaman hingga Rp 260 Triliun


    Jakarta

    Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) menyampaikan keresahan atas keberadaan aplikasi-aplikasi pinjaman online (ilegal). Selain merugikan masyarakat, keberadaannya menurunkan kepercayaan terhadap pinjol legal atau yang kini disebut dengan pinjaman daring (pindar).

    Ketua Umum AFPI Entjik S Djafar mengatakan, pokok pembiayaan atau outstanding pinjaman dari pinjol ilegal jauh lebih besar dibandingkan dengan pindar. Tercatat per Juni 2025, outstanding pembiayaan pindar mencapai Rp 83,52 triliun.

    “Outstanding kita itu sekitar Rp 80 triliun. Riset kami, pinjaman ilegal itu ada di antara Rp 230 triliun sampai Rp 260 triliun. Bayangin, mereka lebih banyak,” kata Entjik, dalam Diskusi Publik di Kantor Celios, Jakarta, Senin (11/8/2025).


    Namun angka tersebut telah menurun dibandingkan dengan masa lampau. Entjik berharap, seiring berjalannya waktu masyarakat pengguna pinjol ilegal akan beralih ke pindar yang menurutnya lebih aman dan terjamin.

    “Nah mulai sekitar bulan Februari tahun ini, mulai ada perpindahan. Perpindahan dari pinjol illegal ke pindar. Walaupun memang tidak signifikan tetapi ada,” ujarnya.

    Untuk mewujudkan perpindahan tersebut, salah satu tantangan besarnya ialah literasi masyarakat RI yang terbilang masih cukup rendah. Alhasil, banyak yang terjerat dalam pinjol ilegal berbunga tinggi.

    Entjik juga mendukung rencana pemerintah membuat Peraturan Pemerintah (PP) khusus untuk penindakan tegas terhadap aplikasi-aplikasi pinjol ilegal. Rencana pembentukan PP ini tengah dibahas bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Dengan aturan ini, Entjik berharap agar Komdigi dapat langsung menindak pinjol-pinjol ilegal tersebut dengan melakukan penurunan atau take down, tanpa perlu birokrasi yang panjang dan rumit. Sebab, menurutnya pinjol ilegal sudah sangat meresahkan.

    “Dari AFPI kita itu bersama Komdigi dan Google selalu meeting, mana-mana ini ada laporan-laporan yang bahwa ini pinjol ilegal. Kita laporkan ke Komdigi dan Google di-take down. Itu sudah kita lakukan juga, cuma capek juga Pak,” sambungnya.

    “Tapi saya sih yakin kalau di Komdigi itu ada tim patroli 24 jam yang selalu monitor ini. Mungkin lebih bagus langsung aja di take down aja. Jadi tidak usah pakai jalur formal terlalu panjang, dia sudah makan banyak orang, korban, baru kita take down,” sambungnya.

    Simak juga Video: Utang Warga +62 Naik! Pinjol Rp 83,52 T dan Paylater Rp 31,5 T

    (acd/acd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Jurus Hindari Penipu Jual Beli Rumah



    Jakarta – Memiliki rumah adalah impian semua orang. Namun sayang, tak semua orang punya kemampuan untuk membeli rumah.

    Faktor ekonomi menjadi alasan utamanya. Namun, ada juga yang sudah memiliki uang cukup dan hendak membeli rumah, malah berujung kena tipu. Alhasil, uang hilang, rumah yang diimpikan pun melayang.

    Nah, oleh karena itu, sebelum membeli rumah ada hal-hal yang perlu kamu ketahui. Pasalnya, bila tidak, kita akan kena tipu atau rumah yang kita beli tak sesuai harapan. Apa saja tipsnya? Simak penjelasan tips membeli rumah yang aman dalam infografis berikut ini:

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarang Diperhatikan, Ini Pentingnya Bersihkan Talang Air Secara Rutin


    Jakarta

    Talang air punya fungsi penting dalam sebuah hunian. Air hujan yang turun di atap dapat dialirkan ke bawah melalui talang air. Setelah itu, air akan diarahkan ke saluran atau got untuk dibuang, sehingga tidak memenuhi perkarangan rumah yang bisa menyebabkan genangan.

    Sayangnya, tak semua pemilik rumah mau mengecek kondisi talang air. Padahal bisa saja talang air dipenuhi oleh sampah, ranting, atau daun.

    Apabila talang air jarang dibersihkan maka bisa menyebabkan air mampet. Alhasil, air hujan yang turun di atap tidak bisa mengalir ke bawah dan memicu genangan. Kalau kondisi ini dibiarkan terus menerus maka bisa berdampak pada atap hingga fondasi rumah.


    Maka dari itu penting untuk mengecek dan membersihkan talang air. Lantas, seberapa rutin talang air harus dibersihkan? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Pentingnya Membersihkan Talang Air Secara Rutin

    Talang air yang tersumbat karena sampah dan kotoran membuat air mengalir ke samping dan masuk ke bawah atap, merembes ke loteng, atau bocor lewat celah-celah fondasi. Alhasil, gara-gara talang air mampet membuat atap dan fondasi rumah ikut rusak.

    Dilansir laman Better Homes & Gardens, Kamis (12/6/2025), secara umum membersihkan talang air dilakukan setiap 1-2 kali dalam setahun. Artinya, kamu bisa mengecek kondisi talang air setiap enam bulan sekali.

    Namun, hal ini tergantung dari kondisi lingkungan di rumah. Apabila terdapat pohon tinggi yang tumbuh di halaman, maka detikers harus lebih sering membersihkan talang air minimal 4-5 kali dalam setahun atau setiap dua bulan sekali.

    Selain dibersihkan, sebaiknya periksa juga kondisi talang air apakah ditemukan ada kerusakan seperti bengkok, bolong, atau melengkung. Jika ditemukan kerusakan, segera perbaiki talang air.

    Waktu terbaik untuk membersihkan talang air adalah saat musim kemarau karena jarang terjadi turun hujan. Di musim itu biasanya banyak daun atau ranting yang berguguran sehingga dapat dibersihkan segera. Langkah ini dilakukan agar talang air dapat berfungsi optimal ketika turun hujan.

    Tanda-tanda Talang Air Harus Dibersihkan

    Karena terletak di atap, terkadang pemilik rumah malas untuk mengecek kondisi talang air. Padahal kalau sudah mampet atau rusak, hal itu justru bisa merusak material hunian yang lain.

    Ada tanda-tanda ketika talang air sudah harus dibersihkan. Seperti apa? Cek di bawah ini:

    1. Muncul luapan air ketika turun hujan karena talang air tersumbat oleh daun atau ranting.
    2. Muncul kerusakan pada atap, dinding, halaman, dan fondasi rumah karena talang air meluap sehingga tidak dapat mengalir dengan baik.
    3. Talang air rusak dan berubah bentuk jadi melengkung atau menggantung. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang menumpuk dan tak mampu menahan beban berat.
    4. Muncul berbagai hewan seperti tikus dan nyamuk di talang air. Hal ini bisa mengindikasikan adanya sarang alami seperti daun basah dan ranting pohon.
    5. Terlihat tumpukan daun dan kotoran di talang air. Segera buat rencana untuk membersihkan talang air demi mencegah mampet.

    Itulah alasan penting mengapa talang air perlu dibersihkan secara berkala. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bersihkan Jendela Nggak Bisa Asal, Ini Cara yang Tepat Menurut Ahli


    Jakarta

    Membersihkan jendela merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilakukan secara rutin. Hal ini agar rumah terlihat rapi dan bersih sekaligus merawat jendela agar tetap kinclong.

    Meski begitu, masih ada sejumlah orang yang tak tahu cara membersihkan jendela dengan benar. Alhasil, jendela bukan tampak kinclong tapi malah makin terlihat kotor dan kusam.

    Jika masih bingung bagaimana cara membersihkan jendela yang benar, jangan khawatir. Simak tips bersihkan jendela dengan tepat menurut ahli dalam artikel ini.


    Membersihkan jendela tak sekadar menyemprotkan air dan mengelapnya dengan kain kering. Jika salah dalam prosesnya, jendela bisa tampak semakin kusam.

    Direktur eksekutif Home Care & Cleaning Lab Carolyn Forte membagikan sejumlah cara membersihkan jendela yang tepat. Dilansir situs Good Housekeeping, Rabu (2/7/2025), berikut tipsnya.

    Cara Bersihkan Jendela

    Inilah langkah-langkah untuk membersihkan jendela.

    1. Bersihkan Debu di Jendela

    Langkah yang pertama adalah dengan membersihkan debu yang menempel di kaca, bingkai, hingga sudut-sudut jendela. Kamu bisa membersihkannya dengan kemoceng, kain kering halus, atau vacuum cleaner.

    Jika detikers memakai gorden, lepas gorden tersebut dan segera cuci dengan air dan pewangi.

    2. Bersihkan Kasa Jendela

    Apabila detikers memakai kasa jendela, lepas kasa tersebut dan bersihkan dengan vacuum cleaner atau kemoceng untuk mengangkat seluruh debu. Kasa yang terlihat sangat kotor dapat dicuci dengan air hangat dan sabun, lalu bilas hingga seluruh kotoran yang menempel hilang secara menyeluruh.

    3. Semprot Jendela dengan Cairan Pembersih

    Setelah debu dibersihkan secara menyeluruh, kini saatnya membersihkan jendela dengan cairan pembersih. Semprot cairan dari bagian atas hingga bawah jendela agar bisa bersih secara maksimal.

    4. Bersihkan Jendela Pakai Kain

    Langkah selanjutnya adalah membersihkan jendela menggunakan kain microfiber atau tisu bebas serat. Bersihkan jendela dari bagian atas hingga bawah jendela secara perlahan. Jika ditemukan ada noda membandel, bersihkan lagi dengan cara menyemprotkan cairan dan lap menggunakan kain.

    5. Bersihkan Jendela Bagian Luar

    Membersihkan jendela rumah tak hanya bagian dalamnya saja, tapi juga area luar. Untuk tahapannya tetap sama, yakni bersihkan debu yang menempel, semprot dengan cairan pembersih, kemudian lap kaca dengan kain microfiber secara menyeluruh.

    Kotoran dan debu yang menempel biasanya lebih banyak di bagian jendela luar. Jadi, detikers harus membersihkannya dengan tenaga ekstra.

    6. Keringkan Jendela

    Setelah membersihkan bagian jendela luar dan dalam, keringkan dengan kain microfiber. Cek kembali untuk memastikan tidak ada sisa cairan atau noda yang menempel di jendela.

    7. Pasang Kembali Gorden dan Kasa

    Setelah semuanya dibersihkan, langkah terakhir adalah pasang kembali gorden dan kasa ke jendela dengan tepat.

    Demikian tips membersihkan jendela yang tepat menurut ahli. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Benda Ini Jangan Ditaruh di Bawah AC Kalau Nggak Mau Rusak


    Jakarta

    Meletakkan benda di bawah AC sebenarnya sah-sah saja. Meski begitu, tidak semua benda terbilang aman jika diletakkan di bawah AC langsung.

    AC memang mengeluarkan udara yang dingin sehingga dapat menyejukkan ruangan. Namun, udara dingin itu justru dapat merusak beberapa benda penting. Kalau dibiarkan terus-menerus bisa jadi benda kesayanganmu malah rusak.

    Ingin tahu apa saja benda yang tidak boleh ditaruh di bawah AC? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Benda Ini Jangan Ditaruh di Bawah AC Kalau Nggak Mau Rusak

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, Minggu (6/7/2025), berikut sejumlah benda yang tidak aman jika ditaruh tepat di bawah AC:

    1. Furnitur Besar

    Meletakkan furnitur berukuran besar di bawah AC sangat tidak disarankan. Furnitur seperti lemari atau rak buku diyakini dapat menghalangi udara sejuk untuk mengalir ke seluruh ruangan.

    Alhasil, ruangan tidak akan terasa dingin meski AC sudah diatur ke suhu paling rendah. Jadi, sebelum memasang AC pastikan letaknya tidak di bawah furnitur besar.

    2. Kompor dan Oven

    Peralatan seperti kompor dan oven dapat mengeluarkan suhu panas ketika digunakan. Jika kamu memasang AC di dekat kedua barang tersebut maka harus bekerja lebih ekstra untuk mendinginkan ruangan. Di sisi lain, tagihan listrik bisa membengkak gara-gara harus mengatur suhu AC paling rendah.

    3. Barang Elektronik

    Beberapa orang sering meletakkan barang elektronik seperti TV, komputer, atau konsol game di bawah AC. Alasannya karena udara dingin dari AC dapat mendinginkan benda elektronik tersebut yang terus digunakan hampir setiap hari.

    Padahal, meletakkan barang elektronik di bawah AC justru dapat memengaruhi suhu ruangan. Apalagi jika barang elektronik tersebut terus digunakan selama berjam-jam, selain membuat ruangan terasa hangat sekaligus berisiko merusak barang itu sendiri karena dipakai non-stop.

    4. Tanaman Hidup

    Meletakkan tanaman hidup di bawah AC juga tidak disarankan. Aliran udara dingin dari AC secara langsung bisa berdampak langsung pada kesehatan, pertumbuhan, dan penampilan tanaman hias.

    Padahal tanaman hias dapat hidup di lingkungan yang hangat dan lembap. Udara yang terlalu dingin justru membuat tanaman dehidrasi serta membuat daunnya mengerut, layu, kering, atau berubah warna.

    Itulah empat benda yang jangan ditaruh di bawah AC karena dapat merusaknya. Semoga menambah pengetahuan detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Biopori di Halaman Rumah Bikin Tanah Makin Subur, Ini Manfaatnya


    Jakarta

    Biopori adalah lubang resapan yang diisi dengan sampah organik. Membuat lubang ini di halaman menguntungkan bagi penghuni rumah, lho.

    Penghuni dapat dengan mudah membuat biopori di halaman rumah. Penggiat Lingkungan dan Pendiri Rumah SOPAN Sony Teguh Trilaksono menjelaskan lubang biopori dibuat sedalam 1,2 meter dengan diameter 10 cm menggunakan bor khusus.

    Selanjutnya, pasang casing untuk menahan agar lubang tidak tertutup tanah lagi. Tutup lubang tersebut menggunakan penutup berlubang untuk mencegah tikus masuk.


    Namun, apa saja manfaat mempunyai biopori di pekarangan rumah? Simak penjelasannya berikut.

    Manfaat Bikin Biopori di Halaman Rumah

    Inilah beberapa keuntungan memiliki biopori di halaman rumah.

    1. Menyuburkan Tanah

    Sampah organik yang dimasukkan ke dalam biopori akan berubah menjadi kompos. Kompos tersebut mempunyai kandungan yang dapat menyuburkan tanah.

    “Kita bisa menyuburkan tanaman di sekitarnya yang kita tanam di dekat letak, letaknya lubang biopori,” ujar Sony kepada detikcom di Rumah SOPAN, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi beberapa waktu lalu.

    2. Menyerap Air

    Biopori dapat mempercepat penyerapan air ke dalam tanah. Adanya lubang memudahkan akses air untuk menyerap ke tanah. Alhasil, tanah menjadi lembap dan kandungan air terjaga sehingga tak perlu khawatir kekeringan.

    “Jadi tanah kita kalau bisa dia meresap hujan sebanyak-banyaknya, itu disebutlah kita memanen air hujan. Air hujan nggak bisa dipanen kenapa? Karena nggak ada yang bisa diserap,” jelasnya.

    3. Mencegah Genangan Air

    Jika penyerapan air lancar, air hujan tidak akan menggenangi pekarangan. Hal ini baik karena mencegah genangan, yakni tempat nyamuk berkembang biak.

    “Kalau ada genangan yang lengkung gitu, tidak terserap dengan tanah karena tanahnya keras kan? Nah ini (tempat) malaria (penyebab) demam berdarah itu tidur di situ. Karena (nyamuk) demam berdarah itu kan cuma satu hari bisa berkembang biak,” imbuhnya.

    4. Mengurangi Sampah Organik

    Biopori berfungsi untuk mengurai sampah organik seperti sisa makanan dari dapur. Sony mengatakan lubang tersebut mampu mengurai sampah secara alami dalam kurun waktu beberapa hari saja.

    Itulah beberapa manfaat membuat biopori di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Ini Alasan Charger Ponsel Perlu Dicabut dari Stopkontak Usai Dipakai


    Jakarta

    Setelah selesai mengisi daya ponsel, pemilik terkadang lupa untuk mencabut charger atau pengisi daya dari stopkontak. Hal ini merupakan kebiasaan buruk yang dapat merugikan penghuni rumah lho.

    Jika tidak dicabut dari stopkontak, charger lama-lama akan menjadi panas. Berawal dari situ, masalah pun bisa timbul mulai dari perangkat rusak hingga terjadi kebakaran.

    Apa saja dampak dari meninggalkan charger ponsel terus menancap ke stopkontak? Berikut ini penjelasannya.


    Risiko Charger Tidak Dicabut dari Stopkontak

    Inilah beberapa dampak buruk meninggalkan charger yang tidak dicabut dari stopkontak, dikutip dari Voice7 News.

    1. Boros Listrik

    Charger akan terus menyedot daya listrik meski tidak tersambung ke ponsel. Hal ini adalah pemborosan energi sampai dapat meningkatkan tagihan listrik.

    2. Perangkat Rusak

    Pengisian daya yang terlalu lama membuat adaptor panas. Kalau ada panas berlebih, baik charger maupun baterai ponsel bisa rusak. Alhasil, masa pakai dan kinerja perangkat berkurang.

    3. Kebakaran

    Dalam kasus terburuk, membiarkan charger menempel ke stopkontak bisa menimbulkan percikan api sampai berpotensi terjadi ledakan atau kebakaran. Kondisi ini disebabkan oleh timbunan panas berlebih dari aliran listrik.

    Cara Aman Pakai Charger Ponsel di Rumah

    Supaya charger awet dan tidak terjadi kebakaran, berikut ini cara aman menggunakan charger ponsel di rumah.

    • Jangan mengisi daya ponsel semalaman.
    • Segera cabut charger dari stopkontak saat daya ponsel sudah penuh.
    • Gunakan charger berlisensi dan spesifikasinya cocok dengan ponsel.
    • Isi daya ponsel di tempat dengan ventilasi yang baik.

    Itulah informasi seputar pentingnya mencabut charger ponsel dari stopkontak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanaman Hias Bisa Layu gegara Sering Disiram Air, Ini 4 Cirinya


    Jakarta

    Tanaman hias perlu disiram air agar bisa tumbuh subur. Air juga dapat membantu tanaman agar bisa fotosintesis, menjaga struktur sel tanaman, dan menjaga kelembapan tanah.

    Namun, tidak semua tanaman hias perlu disiram air secara rutin. Ada sejumlah tanaman yang justru bisa cepat layu dan membusuk akibat terlalu sering disiram.

    Kalau tanaman hias milikmu sudah layu tentu tidak akan terlihat cantik lagi untuk dipajang di rumah sehingga perlu diganti dengan tanaman yang baru dan segar.


    Ingin tahu ciri-ciri tanaman layu akibat terlalu sering disiram air? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tanda-tanda Tanaman Hias Layu karena Sering Disiram

    Ada sejumlah tanda-tanda pada tanaman ketika sudah mulai layu dan membusuk akibat terlalu sering disiram air. Dilansir dari situs Southern Living, berikut ciri-cirinya:

    1. Tumbuh Jamur

    Ciri-ciri yang pertama adalah tumbuh jamur di tanaman dan permukaan tanah. Selain jamur, biasanya muncul juga lumut pada tanaman yang terlalu sering disiram air.

    2. Daun Berguguran

    Tanaman yang terlalu sering disiram air bisa menyebabkan daun cepat gugur sebelum waktunya. Jika pemilik tanaman menemukan banyak daun berguguran di halaman rumah, maka bisa menandakan kalau tanaman terlalu sering disiram.

    3. Daun Berwarna Kuning

    Selain gugur, ciri-ciri lainnya adalah daun tanaman mulai menguning, terutama pada daun yang terletak di bagian bawah tanaman. Kondisi ini disebabkan karena tanaman terlalu banyak menyerap air.

    “Hal ini terjadi karena akar tidak dapat menyerap cukup oksigen akibat kelebihan air, sehingga menimbulkan kekurangan nutrisi,” kata ahli hortikultura di Jackson & Perkins, Laura Root.

    4. Batang Membusuk

    Tanda-tanda lain yang bisa dilihat yakni pada batang tanaman. Jika batang terasa lunak, lembek, dan berwarna lebih gelap dari biasanya, maka bisa jadi terserang infeksi jamur atau mengalami pembusukan akar. Batang tanaman yang membusuk juga dapat mengeluarkan bau tidak sedap.

    Dampak Menyiram Tanaman Secara Berlebihan

    Terlalu sering menyiram tanaman tak hanya bikin cepat layu dan membusuk. Laura mengatakan ada beberapa dampak lain yang ditimbulkan jika terlalu sering menyiram tanaman, salah satunya memengaruhi nutrisi tanah.

    “Menyiram tanaman secara berlebihan dapat menghilangkan nutrisi penting dari tanah, sehingga tanaman kekurangan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh subur,” ujarnya.

    Selain itu, kondisi tanah yang selalu basah dapat menjadi padat sehingga mengurangi kemampuannya untuk mengalirkan air dengan baik. Kondisi ini bisa membuat akar tanaman jadi terhambat untuk tumbuh subur.

    Laura menyebut tanaman yang terlalu sering disiram juga dapat diserang oleh jamur, lumut, dan hama. Alhasil, tanaman jadi cepat layu dan tidak terlihat indah lagi.

    “Kondisi tanaman yang basah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan hama seperti jamur dan agas, mereka dapat tumbuh subur dalam kondisi lembap dan basah,” pungkas Laura.

    Itulah ciri-ciri tanaman hias layu akibat terlalu sering disiram air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Waktu Ideal buat Bersihkan AC? Ini Anjurannya


    Jakarta

    AC membuat udara di dalam ruangan menjadi dingin dan segar. Namun, untuk mempertahankan kondisi itu, AC perlu dibersihkan secara berkala.

    Filter AC semakin lama digunakan akan kotor dan berdebu. Jika dibiarkan, kotoran tersebut dapat mengganggu kinerja AC. Alhasil, AC bermasalah dan enggak dingin.

    Meski AC mesti rutin dibersihkan, bukan berarti harus panggil tukang servis setiap bulan ya. Temukan waktu ideal untuk membersihkan AC berikut ini.


    Waktu Ideal buat Bersihkan AC

    Dikutip dari Melbourne Heating & Cooling, pemilik rumah dianjurkan untuk membersihkan AC setiap 3-4 bulan sekali. Hal ini membantu meningkatkan aliran udara serta memastikan AC berfungsi secara efisien.

    Pembersihan secara berkala tak hanya membuat udara dingin, tetapi juga menjaga kualitas udara di rumah. Jika AC kotor, udara yang keluar bisa bercampur dengan debu, kotoran, dan bakteri sehingga dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah.

    Selain membersihkan AC, pemilik perlu mengecek kondisi mesin secara menyeluruh dengan bantuan teknisi profesional. Lakukan pengecekan sebanyak dua kali dalam satu tahun. Langkah ini penting untuk memastikan adanya kerusakan pada komponen AC atau tidak.

    Pertanda AC Harus Dibersihkan

    Kenali tanda-tanda AC sudah saatnya dibersihkan berikut ini.

    1. AC Tidak Dingin

    Kalau AC mulai terasa kurang dingin, bisa saja itu pertanda perlu membersihkan filternya. Sebab, filter AC yang kotor dan tersumbat membuat aliran udara menjadi tidak lancar.

    2. Bau Tak Sedap

    Udara yang keluar dari AC seharusnya terasa sejuk dan tidak berbau. Jika penghuni mencium bau apak, kemungkinan AC kotor dan dipenuhi bakteri dan jamur.

    3. Tagihan Listrik Meningkat

    Perhatikan juga kalau belakangan tagihan listrik meningkat drastis, bisa jadi itu karena AC kotor. AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan udara kalau filternya kotor sehingga energi yang dipakai pun semakin besar.

    Itulah informasi seputar AC kotor yang perlu dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Kiprok? Ini Fungsi dan Ciri-cirinya Saat Sudah Rusak


    Jakarta

    Sepeda motor terdiri dari banyak macam komponen, salah satunya adalah kiprok. Peranti yang satu ini memiliki fungsi penting bagi sistem kelistrikan motor.

    Sama seperti komponen motor lainnya, seiring penggunaan kiprok lama-lama akan rusak dan harus diganti. Jika kamu tak segera mengganti kiprok, hal ini dapat mempengaruhi kelistrikan sepeda motor.

    Lantas, apa fungsi kiprok di sepeda motor? Lalu seperti apa ciri-ciri jika kiprok sudah mulai rusak? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Fungsi Kiprok

    Kiprok atau disebut rectifier regulator adalah komponen kelistrikan di sepeda motor yang memiliki peran krusial. Mengutip laman Suzuki, kiprok berpengaruh besar terhadap keawetan aki motor.

    Fungsi utama kiprok adalah menstabilkan arus dan tegangan yang mengalir dan selanjutnya dialihkan ke aki. Apabila arus listrik ke aki terlalu besar, hal ini menyebabkan over charge.

    Begitu pun dengan arus yang mengalir ke aki terlalu kecil, hal tersebut menyebabkan aki jadi mudah tekor. Oleh sebab itu, tegangan dan arus yang mengalir ke aki perlu seimbang.

    Fungsi lain dari kiprok adalah mengubah arah arus menjadi satu arah. Jadi, arus AC (Alternating Current) yang dihasilkan oleh spul kemudian diubah menjadi arus DC (Direct Current). Hal ini terjadi karena arus yang masuk ke aki harus dalam keadaan arus DC.

    Kiprok juga berfungsi untuk menstabilkan arus ke lampu sepeda motor. Apabila arus yang masuk terlalu berlebih, kiprok dapat mengaturnya secara otomatis agar lampu tidak mudah putus.

    Komponen di Dalam Kiprok

    Dilansir laman Astra Motor, kiprok terdiri dari berbagai macam komponen di dalamnya, yaitu:

    • Resistor
    • Dioda
    • IC
    • Transistor

    Komponen tersebut menjadi penghubung dengan spul dan mengarahkan arus listrik. Apabila terdapat kerusakan di kiprok, hal ini dapat mempengaruhi kelistrikan sepeda motor.

    Ciri-ciri Kiprok Sudah Rusak

    Seperti komponen motor lainnya, seiring waktu kiprok dapat mengalami kerusakan. Hal tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti kurang perawatan atau memang sudah aus sehingga perlu diganti.

    Namun, banyak pengendara yang kurang ngeh kalau kiprok sudah rusak. Lantas, apa ciri-ciri kiprok mulai rusak? Simak di bawah ini:

    1. Lampu Motor Beberapa Kali Mati

    Ciri-ciri kiprok sudah rusak yang pertama adalah lampu motor beberapa kali mati. Biasanya, kondisi ini terjadi saat kamu tengah melaju dalam kecepatan tinggi. Alhasil, kiprok tidak bisa membatasi tegangan arus yang masuk ke lampu dan akhirnya menyebabkan lampu putus.

    2. Sepeda Motor Tiba-tiba Mogok

    Apabila sepeda motor tiba-tiba mogok, hal ini bisa disebabkan oleh kiprok yang sudah rusak. Sebab, kiprok yang berfungsi mengalirkan arus listrik ke aki sudah tidak optimal, sehingga tegangan aki menjadi drop dan sepeda motor bisa mogok bahkan mati total.

    3. Komponen Aki Tekor

    Tanda-tanda selanjutnya adalah komponen aki sudah tekor. Ketika komponen kelistrikan rusak, hal ini membuat input listrik tidak bisa menutup kelistrikan motor secara sempurna.

    Dampaknya, listrik di dalam baterai menjadi terkuras sehingga menyebabkan aki jadi drop. Alhasil, kamu akan kesulitan untuk menyalakan motor, lampu terlihat redup, dan klakson yang mengeluarkan suara sember.

    Tak hanya aki yang tekor, kondisi ini juga terjadi akibat kiprok sudah rusak. Maka dari itu, bila terjadi masalah di kelistrikan jangan terburu-buru mengganti aki, sebaiknya cek dahulu komponen kiprok apakah masih bagus atau sudah aus.

    Itu dia fungsi kiprok pada sepeda motor serta ciri-cirinya saat sudah rusak. Semoga artikel ini dapat membantu detikers agar selalu merawat kiprok.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com