Tag: almarhum

  • Turut Berduka, KH Miftachul Ahyar Serukan Kedamaian Pasca Tragedi Driver Ojol



    Jakarta

    Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Miftachul Ahyar, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan salah seorang driver ojek online (ojol) dalam aksi unjuk rasa yang terjadi di Jakarta pada Kamis 28 Agustus kemarin.

    Sebagai pimpinan tertinggi di PBNU, KH. Miftachul Ahyar menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum.

    “Kami keluarga besar Nahdlatul Ulama turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran,” kata KH. Miftachul Ahyar dalam keterangan tertulisnya Jumat, 29 Agustus 2025.


    Menurut Rais Aam, penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional warga negara dan harus dihormati oleh siapapun.

    Namun, Rais Aam PBNU juga meminta semua pihak, terutama aparat dan petugas di lapangan, untuk senantiasa bersikap sabar, bijaksana, dan mengedepankan dialog dalam menangani aksi demonstrasi.

    “Kami minta aparat untuk senantiasa sabar dan menahan diri, agar tidak terjadi benturan yang dapat merugikan semua pihak,” kata dia.

    Dalam kesempatan ini, Rais Aam juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk peserta aksi, untuk tidak bertindak anarkis dan menghindari provokasi yang dapat memperkeruh keadaan. Tragedi ini harus dijadikan pelajaran bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

    Rais Aam menambahkan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus menjadi pedoman bersama: menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan nasional dengan cara-cara yang damai, tanpa kekerasan, dan tanpa provokasi.

    “Perbedaan pendapat harus disalurkan dengan cara yang damai dan bermartabat. Jangan sampai aksi menyuarakan aspirasi justru melahirkan korban jiwa dan merugikan bangsa dan negara,” kata Rais Aam.

    KH Miftachul Ahyar juga meminta seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan untuk ikut menenangkan situasi, tidak terprovokasi, dan tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bersifat anarkis.

    “Mari kita jaga persaudaraan, keamanan, dan ketertiban. PBNU mengajak seluruh warga NU untuk menjadi peneduh di tengah masyarakat,” kata dia.

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Niat dan Bentuk Sedekah untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia


    Jakarta

    Seorang muslim sudah sepatutnya bersedekah kepada mereka yang membutuhkan. Dalam Islam, sedekah menjadi amalan yang dianjurkan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.

    Allah SWT berfirman dalam surah Ali ‘Imran ayat 92,

    لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ ٩٢


    Artinya: “Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.”

    Menukil dari buku Hidup Berkah dengan Sedekah susunan Ustaz Masykur Arif, kata sedekah berasal dari bahasa Arab yaitu shadaqa yang artinya benar atau jujur. Dengan kata lain, sedekah menjadi bukti pembenar bagi keimanan muslim.

    Dari Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-As’ariy RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Suci adalah sebagian dari iman, membaca alhamdulillah dapat memenuhi timbangan. Subhanallah dan alhamdulillah dapat memenuhi semua yang ada di antara langit dan bumi. Salat adalah cahaya, sedekah itu adalah bukti iman, sabar adalah pelita dan Al-Qur’an untuk berhujjah terhadap apa yang kamu sukai ataupun terhadap yang tidak kamu sukai. Semua orang pada waktu pagi menjual dirinya, kemudian ada yang membebaskan dirinya, dan ada pula yang membinasakan dirinya.” (HR Muslim)

    Sedekah untuk Orang yang Sudah Meninggal

    Selain dilakukan oleh orang yang masih hidup, sedekah juga bisa dikerjakan atas nama orang yang telah meninggal dunia. Hal ini tidak bertentangan dengan hadits Rasulullah SAW sebagaimana dikutip dari buku 37 Masalah Populer: Untuk Ukhuwah Islamiyah susunan Abdul Somad.

    Nabi Muhammad SAW bersabda, “Apabila manusia meninggal dunia, maka putuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang mendoakannya.” (HR Muslim)

    Menurut penjelasan dalam buku tersebut, makna dari ‘amal mayat itu terputus’ bukan berarti amal orang lain yang terputus kepada dirinya. Sebagai contoh, doa anak saleh masih terus mengalir sebagai amalan ketika seseorang wafat. Dengan demikian, tidak ada larangan bersedekah untuk orang yang sudah meninggal dunia atau pun atas namanya.

    Turut disebutkan dalam hadits dari Ibnu Abbas RA terkait hukum sedekah atas nama orang yang sudah meninggal,

    (صَحِيحٌ) حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ إِسْحَاقَ، قالَ: حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ أَفَيَنْفَعُهَا إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: ((نَعَمْ)). قَالَ: فَإِنَّ لِي مَخْرَفًا فَأُشْهِدُكَ أَنِّي قَدْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا. هَذَا حَدِيْثٌ حَسَنٌ. وَبِهِ يَقُوْلُ أَهْلُ الْعِلْمِ، يَقُوْلُوْنَ: لَيْسَ شَيْءٌ يَصِلُ إِلَى الْمَيِّتِ إِلَّا الصَّدَقَةُ وَالدُّعَاءُ. وَقَدْ رَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ مُرْسَلًا. قَالَ: وَمَعْنَى قَوْلِهِ إِنَّ لِي مَخْرَفًا يَعْنِي: بُسْتَانًا. [((صَحِيحُ أَبِي دَاوُد)) .]٦٥٦٦): خ

    Artinya: “(Shahih) Dari Ahmad bin Mani, dari Rauh bin Ubadah, dari Zakariya bin Ishaq, dari Amr bin Dinar, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW., “Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia, lalu apakah akan berguna baginya jika saya bersedekah atas namanya?” Rasulullah SAW. menjawab, “Ya, itu berguna baginya.” Laki-laki itu berkata lagi, “Sesungguhnya, saya mempunyai sebidang kebun, maka saya persaksikan dirimu bahwa saya menyedekahkannya atas nama ibuku.”

    Selain itu, dalam hadits lainnya disebutkan bahwa pahala sedekah atas nama orang yang sudah meninggal akan sampai kepadanya. Dari Aisyah RA mengatakan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad SAW:

    “Ibu saya mati mendadak, dan saya yakin seandainya dia bisa bicara, dia bersedekah, apakah ibu saya mendapat pahala, seandainya saya bersedekah untuk ibu saya? Rasulullah menjawab, “Ya ada pahala bagi ibumu.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Niat Sedekah untuk Orang yang Meninggal Dunia

    Tim detikHikmah belum menemukan dalil terkait bacaan niat sedekah untuk orang yang sudah meninggal dunia. Meski demikian, menukil dari buku Jalan ke Hadirat Allah tulisan Syamsul Rijal Hamid ada lafal yang bisa dibaca muslim ketika bersedekah untuk orang tua yang sudah meninggal dunia.

    “Ya Allah, aku berniat menghadiahkan pahala sedekahku ini kepada almarhum bapakku atau almarhumah ibuku.”

    Mengacu pada buku Hidup Berkah dengan Sedekah, niat dalam Islam menjadi ukuran bagi amalan yang dikerjakan muslim. Ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW,

    “Sesungguhnya, segala amal itu hendaklah dengan niat.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Niat yang benar dalam sedekah adalah niat untuk mengeluarkan sedekah semata-mata karena Allah SWT, bukan karena yang lain. Niat sangat berhubungan dengan motivasi dalam diri seseorang untuk mengerjakan sesuatu.

    Mengutip dari kitab Ad-Da’awat Al-Mustajabah wa Mafatih Al-Faraj oleh Imam Al Ghazali yang ditahqiq Muhammad Utsman Al-Khuyst terjemahan Masturi Irham, ada doa yang bisa diamalkan muslim ketika melakukan sedekah. Berikut bacaannya,

    رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Rabbanā taqabbal minnā innaka antas samī’ul ‘alīmu.

    Artinya: “Tuhan kami, terimalah persembahan dari kami. Sungguh Engkau maha mendengar lagi maha mengetahui.”

    Bentuk Sedekah untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia

    Diterangkan dalam Buku Saku Terapi Bersedekah yang disusun Manshur Abdul Hakim, sedekah jariyah menjadi bentuk sedekah yang paling baik untuk orang yang sudah meninggal dunia. Seperti diketahui, sedekah jariyah merupakan sedekah yang pahalanya terus mengalir meski orang tersebut sudah wafat.

    Bentuk atau sarana dari sedekah jariyah itu antara lain membangun masjid, membantu dalam pengembangan ilmu pengetahuan, memberi makan orang mukmin sampai kenyang, memberi minum dan menggali sumur.

    Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah, ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, anak saleh yang ia tinggalkan, mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan, masjid yang ia bangun, rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup, semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati.” (HR Ibnu Majah)

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ziarah Kuburan Sesuai Sunnah Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Ziara kubur merupakan kegiatan yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Dalam pelaksanaannya, muslim bisa membaca doa-doa ziarah kubur sesuai sunnah.

    Kesunnahan ziarah kubur bersandar pada sabda Rasulullah SAW,

    “Sengguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka (sekarang) berziarah lah karena akan bisa mengingatkan kalian kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian.” (HR Muslim)


    Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunnah

    Mengutip buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya H. Hamdan Hamedan, MA, berikut bacaan doa ziarah kubur sesuai sunnah dalam tulisan Arab, latin, dan artinya.

    Doa Ziarah Kubur 1

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ.

    Arab-latin: Assalaamu ‘alaikum ahlad diyaari minal mukminiina wal muslimiina wa innaa insyaa Allaahu la-laahiquuna as alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah.

    Artinya: “Semoga keselamatan tercurah bagi penghuni (kubur) dari kalangan mukmin dan muslim dan kami insyaallah akan menyusul kalian semua. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian.” (HR Muslim)

    Doa Ziarah Kubur 2

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا حَضْرَةَ الْمَرْحُوْمِ … وَيَا أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ وَأَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعُ نَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ أَللَّهُمَّ رَبَّ الْأَرْوَاحِ الْفَانِيَةِ وَالْأَجْسَامِ الْبَالِيَةِ وَالْعِظَامِ النَّخِرَةِ الَّتِي خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِكَ مُؤْمِنَةً اَدْخِلْ عَلَيْهَا رُوْحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنَّا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيُّ لَا يَمُوْتُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

    Artinya: Assalamu ‘alaikum yaa hadratal marhum… wa yaa ahlad diyaari minal mu’miniina wal mu’minaati wal muslimiina wal musli- maati wa innaa insyaa Allahu bikum laahiquuna wa antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un. Nasalullaahal ‘afiyata lanaa wa lakum. Allaahumma rabbal arwaahil faaniyati wal ajsaamil baaliyati wal ‘izhaamin nakhiratil-latii kharajat minad dunyaa wa hiya bika mu’minatun adkhil ‘alaihaa ruuhan minka wa salaaman minnaa laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika- lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu bi-yadikal khair, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Artinya: “Semoga keselamatan bagimu, ke haribaan almarhum, dan keharibaan seluruh penghuni rumah-rumah (kuburan-kuburan), dari golongan orang laki-laki dan perempuan yang beriman dan golongan laki-laki dan perempuan yang beragama Islam. Sesungguhnya kami-jika Allah berkehendak akan bertemu kalian. Kalian mendahului kami, dan kami akan menyusul kalian, kami memohon kesehatan kepada Allah untuk kami dan kalian. Wahai Pemilik roh-roh yang hancur, dan jasad-jasad yang remuk, serta tulang-belulang yang tergerogoti yang keluar meninggalkan dunia dalam keadaan beriman kepada-Mu. Berikanlah mereka ketenangan dan berikanlah kami keselamatan. Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan dan puji-pujian milik-Nya, Dia Maha Menghidupkan dan Mematikan, segala kebaikan berada dalam kekuasaan-Nya, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    Doa Ziarah Kubur Versi 3

    Mengutip buku Surat Yaasiin & Tahlil karya Murodh Nurikhsan, terdapat bacaan doa ziarah kubur yang bisa dibacakan saat berkunjung ke kuburan.

    السّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ والمسلِمَاتِ وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ الله بِكُمْ لاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَة أَنتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لكُمْ تَبَعُ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُمْ وَلَا تَضِلَّنَا بَعْدَهُمْ .

    Arab-latin: Assalamualaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal mu’minaat, wal muslimiina wal muslimaat, wa yarhamullaahul mustaqdimiina minkum wal mustaʼkhiriina wa inna insyaa Allaahu bikum laahiquuna, as-alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyata, antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un. Allaahumma laa tahrimnaa ajrahum wa laa tudhillanaa ba’dahum.

    Artinya: “Keselamatan semoga atas saudara-saudara semua wahai ahli (penghuni) perumahan kubur dari golongan orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan dan yang beragama Islam baik laki-laki maupun perempuan, semoga Allah memberikan rahmat orang-orang yang meninggal terdahulu dan terbelakang dan sesungguhnya kami insyaallah pasti akan menyusul saudara-saudara. Aku mohon kepada Allah keselamatan untuk kami (yang hidup) dan untuk saudara-saudara kalian telah mendahului kami dan kami pasti akan mengikuti kalian. Ya Allah, janganlah Engkau menghalang-halangi pahala mereka pada kami dan jangan pula Engkau menyesatkan kami sepeninggal mereka.”

    Adab Ziarah Kubur

    Mengutip buku Buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani, ada adab-adab yang perlu diperhatikan saat melakukan ziarah kubur, di ataranya yaitu:

    1. Mengucapkan Salam

    Disunnahkan bagi peziarah untuk mengucapkan salam kepada penghuni kuburan muslim. Rasulullah SAW pernah mengucapkan salam dengan bacaan berikut,

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَا حِقُونَ، أَنْتُمْ لَنَ فَرَطٌ ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعْ أَسْأَلُ اللَّهِ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ

    Artinya: “Keselamatan kepada penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin, kami insyaallah akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian semua.” (HR Muslim)

    2. Tidak Memakai Sandal di Pekuburan

    Saat berziarah, hendaknya tak memakai alas kaki saat berjalan di atas pekuburan. Hal ini untuk menghormati penghuni kuburan. Rasulullah SAW bersabda,

    يَا صَاحِبَ السَّبْتِيَتَيْنِ وَيْحَكَ أَلْقِ سِبْتِيَتَيْكَ فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا

    Artinya: “Wahai orang yang memakai sendal, celaka engkau, lepaslah sandal- mu! Lalu orang itu melihat, dan tatkala dia mengetahui (bahwa yang menegurnya adalah) Rasulullah SAW maka dia melepas dan melempar sandalnya.” (HR Abu Dawud)

    Namun, jika pekuburan itu bertanah panas, basah, dan sebagainya, boleh saja memakai sandal.

    3. Membaca Surat Pendek

    Membaca surat pendek bagi yang hadir mendapat pahala, sedangkan bagi mayat akan mendapatkan rahmat.

    4. Mendoakan Mayat

    Rasulullah SAW mendatangi kuburan sahabat-sahabatnya bertujuan mendoakan dan memohon ampun untuk mereka.

    5. Boleh Menangis, tetapi Tidak Berlebihan

    Menangis dalam batas wajar diperbolehkan, karena Rasulullah SAW menangis ketika menziarahi kuburan ibunya.

    Tata Cara Ziarah Kubur

    Dijelaskan dalam buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, tata cara ziarah kubur perlu memperhatikan sejumlah hal.

    Seorang penziarah yang sudah sampai di kuburan hendaknya menghadap ke mayat, lalu mengucapkan salam dan berdoa untuknya, seperti yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits di bawah ini.

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ أَنْتُمْ فَرَطْنَا وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ وَنَسْأَلُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ.

    Artinya: “(Salam sejahtera bagi kalian wahai penghuni kubur dari kalangan kaum Mukminin dan Muslimin, sesungguhnya kami insyaallah akan berjumpра dengan kalian. Kalian telah meninggalkan kami, dan kami akan menyusul kalian. Dan kami memohon kepada Allah untuk memberi keselamatan kepada diri kami dan kalian.” (HR Muslim dan lainnya)

    Waktu Ziarah Kubur

    Menurut penjelasan dalam buku Mari Ziarah Kubur karya Abdurrahman Misno BP, tidak ada waktu khusus untuk berziarah. Berziarah boleh dilakukan kapan saja, pagi, siang, dan malam.

    Rasulullah SAW pernah berziarah pada waktu malam hari, seperti hadits di bawah ini.

    عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَأَرْسَلْتُ بَرِيرَةً فِي أَثَرِهِ لِتَنْظُرَ أَيْنَ ذَهَبَ قَالَتْ فَسَلَكَ نَحْوَ بَقِيعِ الْغَرْقَدِ فَوَقَفَ فِي أَدْنَى الْبَقِيعِ ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ ثُمَّ انْصَرَفَ فَرَجَعَتْ إِلَيَّ بَرِيرَةُ فَأَخْبَرَتْنِي فَلَمَّا أَصْبَحْتُ سَأَلْتُهُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ خَرَجْتَ اللَّيْلَةَ قَالَ بُعِثْتُ إِلَى أَهْلِ الْبَقِيعِ لِأُصَلِّيَ عَلَيْهِمْ

    Artinya: Dari Aisyah RA ia berkata, “Suatu malam Rasulullah keluar, maka aku mengutus Barirah di belakangnya untuk melihat ke mana beliau pergi. Barirah berkata ‘Rasulullah berjalan ke Baqi al-Gharqad, beliau berhenti di bawah al-Baqi, kemudian mengangkat kedua tangannya, lalu pulang. Maka Barirah kembali kepadaku. Setelah tiba waktu pagi, aku bertanya kepada beliau: ‘Ya Rasulullah, keluar ke mana Anda semalam?’ Beliau menjawab ‘Aku telah diutus ke al-Baqi’ untuk mendoakan mereka’.” (HR Ahmad dan an-Nasa’i)

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Khususon Ila Ruhi untuk Ayah, Ibu, dan Orang Lain yang Sudah Meninggal


    Jakarta

    Khususon ila ruhi adalah doa untuk mereka yang sudah meninggal disertai surat Al-Fatihah. Seperti bacaannya, doa ini adalah hadiah bagi ahli kubur agar jenazah mendapat keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

    Ajaran Islam mengingatkan umatnya untuk saling mendoakan dalam tiap kesempatan. Sesuai sabda Rasulullah SAW, doa merupakan amal yang tidak akan terputus.

    Bacaan Doa Khususon Ila Ruhi

    Dikutip dari NU Online, doa khususon ila ruhi disebut juga dengan hadrotin nabiyil mustofa. Doa ini biasa dibacakan saat ziarah atau ketika di rumah ketika teringat pada almarhum dan almarhumah. Berikut adalah contoh bacaan doa khususon ila ruhi yang dibacakan untuk arwah:


    إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ الْفَــاتِحَةُ

    Arab latin: Ila ḫadlratin-nabiyyil-musthafâ sayyidinâ Muḫammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa âlihi wa azwâjihi wa awlâdihi wa dzurriyyâtihi al-fâtiḫah….

    Artinya: “Kepada yang terhormat Nabi Muhammad ﷺ, segenap keluarga, istri-istrinya, anak-anaknya, dan keturunannya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…”

    ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، خُصُوْصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِي وَخُصُوْصًا إِلَى مُؤَسِّسِيْ جَمْعِيَّةِ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ الْفَــاتِحَةُ

    Arab latin: Tsumma ilâ ḫadlrati ikhwânihi minal-anbiya’i wal-mursalîn wal-auliya’i wasy-syuhadâ’i wash-shâlihîn wash-shaḫâbati wat tâbi’în wal-‘ulamâ’il-‘âmilîn wal-mushannifînal-mukhlishîn wa jamî’il-malâikatil-muqarrabîn, khusûshan ilâ sayyidinâsy-syaikh ‘abdil qâdir al-jîlânî wa khushûshan ilâ muassisî jam’iyyah Nahdlatil Ulama, al-fâtiḫah

    Artinya: “Lalu kepada segenap saudara beliau dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi’in, ulama al-amilin (yang mengamalkan ilmunya), ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, terkhusus kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani dan para pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…”

    Ragam Doa Khususon Ila Ruhi untuk Keluarga

    Doa khususon ila ruhi bisa ditujukan untuk ibu, ayah, suami, atau istri yang telah meninggal dunia. Berikut contoh ragam doa khususon ila ruhi untuk anggota keluarga:

    1. Doa Khususon Ila Ruhi untuk Ibu yang Sudah Meninggal

    Latin: Khushuushon ilaa ruuhi ummi (sebut nama almarhumah) binti (sebut nama ayah). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa lahal fatihah.

    Artinya: “Terkhusus untuk ruh ibuku (sebut nama almarhumah) putri dari (sebut nama ayah). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

    2. Doa Khususon Ila Ruhi untuk Ayah yang Sudah Meninggal

    Latin: Khushuushon ilaa ruuhi abii (sebut nama almarhum) bin (sebut nama ayah almarhum). Allahumaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah.

    Artinya: “Terkhusus untuk ruh ayahku (sebut nama almarhum) putra dari (sebut nama ayah almarhum). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

    3. Doa Khususon Ila Ruhi untuk Istri yang Sudah Meninggal

    Latin: Khushuushon ilaa ruuhi zaujatii (sebutkan nama almarhumah) binti (sebutkan nama ayah almarhumah). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafiha wa’fu ‘anhaa, lahal faatihah.

    Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya istriku (sebut nama almarhumah) putri dari (sebut nama ayah almarhumah). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

    4. Doa Khususon Ila Ruhi untuk Suami yang Sudah Meninggal Dunia

    Latin: Khushuushon ilaa ruuhi zaujii (sebutkan nama almarhum) binti (sebutkan nama ayah almarhum). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafiha wa’fu ‘anhaa, lahal faatihah.

    Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya suamiku (sebut nama almarhum) putra dari (sebut nama ayah almarhum). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

    Tata Cara Mengirimkan Doa untuk Ahli Kubur

    Cara mengirimkan doa bagi kerabat yang sudah meninggal bisa dilakukan melalui pelaksanaan tahlilan. Mengutip dari buku Merayakan Khilafiyah Menuai Rahmat Ilahiah oleh Zikri Darussamin dan Rahman M. Ag, berikut panduan bacaan yang harus disertakan dalam tahlilan:

    • Mengawali dengan membaca Al-Fatihah.
    • Membaca surat Yasin.
    • Membaca surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas.
    • Membaca surat al-Baqarah ayat 1-5, 163, 225 (ayat kursi), dan ayat 284.
    • Mengucapkan istighfar.
    • Mengucapkan kalimat tahlil, takbir, tasbih, dan tahmid.
    • Melantunkan shalawat Nabi Muhammad SAW.
    • Membaca asmaul husna.
    • Membaca doa.

    Nah itu dia arti serta ragam bacaan doa khususon ila ruhi yang dapat kamu kirimkan untuk kerabat yang sudah wafat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi detikers.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Kirim Yasin untuk Orang Meninggal dan Bacaan Doanya


    Jakarta

    Surah Yasin adalah surah yang sering kali dibaca sebagai doa untuk orang-orang yang telah meninggal dunia. Begini cara mengirim Yasin untuk almarhum.

    Mengirimkan Yasin untuk orang meninggal bersandar pada riwayat dari Mu’aqqal bin Yasar Ash-Shahabiy RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bacalah surah Yasin untuk orang-orang yang meninggal dunia!” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

    Dalam kitab Ar Ruh karya Ibnul-Qayyim yang diterjemahkan oleh Kathur Suhardi, disebutkan bahwa membaca surah Yasin bisa dilakukan ketika seseorang mendekati ajalnya. Perintah membaca surah Yasin memiliki kesamaan dengan perintah membaca kalimat tahlil la ilaha illallah ketika seseorang berada di ambang kematian.


    Surah Yasin juga mengandung pesan kebahagiaan bagi mereka yang meninggal dunia. Allah SWT berfirman dalam surah Yasin ayat 27-28,

    بِمَا غَفَرَ لِيْ رَبِّيْ وَجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُكْرَمِيْنَ ٢٧ ۞ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى قَوْمِهٖ مِنْۢ بَعْدِهٖ مِنْ جُنْدٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِيْنَ ٢٨

    Artinya: “(bagaimana) Tuhanku mengampuniku dan menjadikanku termasuk orang-orang yang dimuliakan. Setelah dia (dibunuh), Kami tidak menurunkan satu pasukan pun dari langit kepada kaumnya dan Kami tidak perlu menurunkannya.”

    Para arwah merasa bahagia ketika surah Yasin dibacakan untuk mereka. Menurut hadits, surah Yasin adalah inti dari Al-Qur’an yang memiliki keutamaan tersendiri, khususnya ketika dibacakan di dekat seseorang yang tengah menghadapi ajalnya.

    Lalu, bagaimana cara mengirim doa Yasin untuk orang yang sudah meninggal dunia atau wafat?

    Persiapan Membaca Yasin untuk Orang Meninggal

    Sebelum membaca doa Yasin, ada baiknya kita mempersiapkan diri dengan baik agar amalan yang dilakukan terasa lebih khusyuk dan membawa keberkahan. Berikut panduannya yang dikutip dari buku Kamus Al-Qur’an: Quranic Explorer karangan Ali As-Sahbuny:

    1. Berwudu terlebih dahulu sebelum membaca surah Yasin
    2. Memegang Al-Qur’an dengan tangan kanan atau kedua tangan
    3. Membaca di tempat yang bersih seperti masjid, atau rumah
    4. Menghadap kiblat dan berpakaian sopan saat membaca.
    5. Membersihkan mulut dan gigi sebelum membaca
    6. Membaca taawudz (Audzubillahi min asy-syaithani rajim)
    7. Dilanjutkan dengan membaca basmalah (Bismillahirrahmanirrahim)

    Cara Mengirim Yasin untuk Orang Meninggal

    Menurut buku Tuntunan Tanya Jawab Aqidah, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, proses membaca surah Yasin untuk orang yang sudah meninggal diawali dengan bacaan pendahuluan berupa istighfar, tawasul, dan Al-Fatihah. Tawasul sendiri adalah upaya mencari perantara atau wasilah melalui Nabi Muhammad SAW.

    Berikut tata cara membaca surah Yasin untuk orang yang sudah meninggal:

    1. Bacalah istighfar sebanyak tiga kali
    2. Setelah itu, lanjutkan dengan doa tawasul kepada Nabi Muhammad SAW
    3. Dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah
    4. Barulah surah Yasin dapat dibacakan sebagai bagian dari amalan tersebut
    5. Membaca doa setelah membaca surah Yasin
    6. Terakhir, bacalah doa untuk orang yang sudah meninggal

    Bacaan Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia

    Masih mengutip dari sumber yang sama, berikut adalah bacaan doa yang dianjurkan untuk dipanjatkan bagi orang yang telah meninggal dunia.

    لَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

    Allaahummaghfir lahu warham hu wa’aafi hii wa’fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi’madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa’aidz hu min’adzaabil qobri wa adzaabin naar.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskan-lah dan lepaskan-lah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan-lah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran. Dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungi-lah dari siksa kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.”

    Keutamaan Membaca Doa Yasin untuk Orang Meninggal

    Mengirim doa Yasin untuk orang yang sudah meninggal dunia bukan hanya menjadi bentuk penghormatan bagi almarhum, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi mereka yang telah meninggalkan dunia.

    Berikut adalah beberapa keutamaan Mengirim doa Yasin untuk orang yang sudah meninggal dunia menurut Kajian Tafsir Surah Yasin Ibnu Ya’qub: Ulasan Kajian Tafsir Surah Yasin Syekh Hamami Zadah yang ditulis Saiful Bahri:

    1. Meringankan siksa kubur bagi almarhum
    2. Menambah pahala bagi mereka yang tidak termasuk ahli siksa
    3. Membuat kuburan menjadi taman dari taman-taman surga
    4. Menghindarkan kuburan menjadi lubang neraka
    5. Dilipatgandakan pahala bagi yang membacanya
    6. Menghibur dan menenangkan keluarga yang ditinggalkan almarhum

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com