Tag: alpaca

  • Mengapa Harga Alpaca Finance (ALPACA) Tiba-Tiba Melonjak?

    Token Alpaca Finance (ALPACA) menjadi sorotan pasar kripto setelah mencatat lonjakan harga spektakuler lebih dari 400% dalam waktu singkat — hanya beberapa jam setelah pengumuman penghapusan pencatatan dari Binance.

    Dari Anjlok 90% ke Lonjakan 422%

    Dilaporkan Coinpedia, pengumuman Binance pada 24 April tentang rencana delisting ALPACA dan tiga token lainnya langsung menekan harga token ini. Dalam hitungan jam, ALPACA jatuh hingga lebih dari 90%, menyentuh titik nadir di sekitar $0,18. Banyak pelaku pasar menganggap itu adalah akhir dari token ini.

    Namun, pasar justru memberikan kejutan. Dalam waktu kurang dari sehari, ALPACA melonjak hingga $0,95, menandai kenaikan sekitar 422%. Kenaikan drastis ini dipicu oleh fenomena short squeeze, di mana trader yang bertaruh terhadap harga harus menutup posisi mereka akibat lonjakan mendadak — yang justru mendorong harga semakin tinggi.

    Efek Short Squeeze dan Spekulasi Pasar

    Setelah pengumuman delisting, banyak pedagang melakukan short selling, meyakini harga ALPACA akan terus turun. Namun, ketika harga mulai naik secara tiba-tiba, mereka terpaksa melakukan pembelian kembali untuk membatasi kerugian. Pembelian massal ini memicu lonjakan harga lebih lanjut.

    Fenomena ini menciptakan efek bola salju di tengah pasar kripto yang memang sedang dalam fase menguat, dengan Bitcoin stabil di sekitar $95.000. Kondisi ini membuat trader jangka pendek melirik aset berkapitalisasi kecil seperti ALPACA demi peluang cuan cepat.

    Pergerakan harga Alpaca (ALPACA/USDT) pada Kamis, 1 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Alpaca Finance (ALPACA/USDT) pada Kamis, 1 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Binance Umumkan Delisting, Harga ALPACA Melejit Naik 71%

    Perdagangan Volatil dan Ketidakpastian Ke Depan

    Sejak 24 April, pergerakan harga ALPACA sangat fluktuatif: sempat turun 52%, lalu naik 171% dalam satu hari. Pergerakan liar terus berlanjut selama beberapa hari, bahkan sempat naik 245% dalam satu sesi sebelum kembali terkoreksi.

    Pada 29 April, Binance melakukan penyesuaian terhadap batas tingkat pendanaan (funding rate) ALPACA menjadi ±4%. Langkah ini kembali memicu antusiasme pasar dan memperkuat reli spekulatif menjelang penghapusan pencatatan yang dijadwalkan pada 2 Mei.

    Apa Selanjutnya untuk ALPACA?

    Meskipun lonjakan harga ALPACA terlihat mengesankan, sebagian besar analis sepakat bahwa reli ini lebih didorong oleh spekulasi jangka pendek dibandingkan kekuatan fundamental proyek. Dengan jadwal delisting dari Binance yang sudah di depan mata, masa depan ALPACA masih penuh ketidakpastian.

    Namun satu hal yang jelas: reli ini menjadi pengingat bahwa di dunia kripto, bahkan kabar negatif seperti penghapusan pencatatan bisa membuka peluang — jika dimainkan dengan strategi yang tepat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Umumkan Delisting, Harga ALPACA Melejit Naik 71%

    Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia, mengumumkan akan menghapus atau delisting empat token dari platformnya: Alpaca Finance (ALPACA), PlayDapp (PDA), Wing Finance (WING), dan Viberate (VIB).

    Keputusan ini merupakan bagian dari evaluasi rutin Binance terhadap aset-aset yang terdaftar, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti volume perdagangan, likuiditas, aktivitas tim pengembang, dan kepatuhan terhadap regulasi.

    Baca Juga: Tokocrypto Akan Menghapus Perdagangan ALPACA, PDA, VIB, dan WING pada 02 Mei 2025

    Anomali ALPACA

    Kontan saja, pengumuman delisting oleh Binance ini langsung memicu reaksi pasar yang beragam, terutama untuk ALPACA.

    Alih-alih mengalami penurunan seperti yang umum terjadi setelah pengumuman delisting, harga ALPACA justru melonjak tajam sebesar 71,3% hanya dalam waktu singkat.

    Kenaikan harga yang mengejutkan ini menimbulkan banyak pertanyaan dan spekulasi di kalangan pelaku pasar.

    Latar Belakang Delisting ALPACA

    Binance secara rutin melakukan evaluasi terhadap aset-aset yang terdaftar di platformnya. Dalam evaluasi ini, Binance menilai berbagai faktor seperti:

    • Volume perdagangan dan likuiditas
    • Stabilitas dan keamanan proyek
    • Tingkat pengembangan proyek dan aktivitas tim
    • Reputasi publik dan kepatuhan terhadap regulasi

    Dalam pengumuman terbarunya, Binance menyatakan akan menghapus empat token dari pasar spot: ALPACA, PDA (PlayDapp), WING (Wing Finance), dan VIB (Viberate). Seluruh perdagangan untuk token-token tersebut akan dihentikan mulai 2 Mei 2025, dengan penarikan terakhir diizinkan hingga 4 Juli 2025.

    Kenaikan Harga yang Tidak Lazim

    Umumnya, ketika suatu token diumumkan akan didelisting dari bursa utama seperti Binance, harga token tersebut akan jatuh karena likuiditas dan akses pasar menjadi sangat terbatas.

    Namun, ALPACA mencatatkan anomali: dalam beberapa jam setelah pengumuman, harga token ini meroket hingga 71,3%.

    Kenaikan tersebut menciptakan kebingungan di kalangan investor dan analis. Sementara tiga token lainnya — PDA, WING, dan VIB — mengalami penurunan harga masing-masing lebih dari 25%, ALPACA malah mencetak salah satu kenaikan harga tertajam minggu ini di pasar kripto.

    Apa yang Mendorong Lonjakan Ini?

    Terdapat beberapa teori yang mencoba menjelaskan fenomena ini:

    1. Aksi Spekulatif: Sebagian pelaku pasar menduga lonjakan ini didorong oleh spekulan yang melihat potensi pump jangka pendek setelah delisting. Dengan pasokan yang terbatas dan volume perdagangan yang terkonsentrasi, harga ALPACA bisa dengan mudah digerakkan oleh sedikit volume beli yang besar.
    2. Short Squeeze: Ada kemungkinan trader yang memasang posisi short pada ALPACA terjebak dalam short squeeze — situasi ketika harga tiba-tiba naik tajam, memaksa mereka membeli kembali token tersebut untuk menutup posisi, sehingga mendorong harga makin tinggi.
    3. Migrasi ke Bursa Alternatif: Meski Binance akan menghapus ALPACA, token ini masih tersedia di beberapa bursa lain. Investor yang tetap percaya pada proyek ini mungkin melakukan akumulasi dengan harapan proyek akan bertahan dan berkembang di luar Binance.
    4. Psikologi Pasar: Dalam beberapa kasus, pengumuman buruk justru dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menciptakan hype sesaat. Lonjakan tajam ini bisa jadi bagian dari pola “pump and dump” yang masih kerap terjadi di pasar kripto.

    Apa Itu Alpaca Finance?

    Alpaca Finance adalah protokol yield farming leverage yang dibangun di atas jaringan BNB Chain. Protokol ini memungkinkan pengguna meminjam aset dan melakukan yield farming dengan leverage tinggi.

    ALPACA juga mendukung produk keuangan terdesentralisasi (DeFi) lainnya seperti staking dan strategi investasi otomatis.

    Namun, dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas pengembangan dan adopsi Alpaca tampak stagnan. Volume perdagangan harian menurun drastis dan komunitas mulai sepi.

    Hal ini kemungkinan besar menjadi alasan Binance memutuskan untuk menghapus ALPACA dari platformnya.

    Risiko Bagi Investor

    Meski lonjakan harga terlihat menggoda, investor harus waspada terhadap potensi koreksi tajam.

    Dengan delisting dari Binance, likuiditas ALPACA akan sangat berkurang, membuatnya rentan terhadap volatilitas ekstrem dan manipulasi harga.

    Selain itu, proyek yang kehilangan eksposur dari bursa utama umumnya kesulitan mempertahankan kepercayaan komunitas dan daya tariknya bagi pengembang dan investor baru.

    Baca Juga: Binance Megadrop Sambut Lista DAO, Harga Diramal 11 USDT

    Kenaikan harga ALPACA sebesar 71,3% setelah pengumuman delisting dari Binance adalah sebuah anomali yang menyoroti sifat tidak terduga pasar kripto.

    Meskipun spekulasi dan aksi pasar bisa mendorong harga naik dalam jangka pendek, investor disarankan tetap berhati-hati dan mengedepankan analisis fundamental sebelum terjun ke dalam aset yang berisiko tinggi seperti ini.

    ALPACA mungkin berhasil mencuri perhatian untuk sementara waktu, tetapi keberlanjutan proyek dan nilai jangka panjangnya masih menjadi tanda tanya besar di tengah ketidakpastian pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com