Tag: altcoin season

  • Bitcoin Cenderung Sideways, Market Kripto Masuk Altseason?

    Market aset kripto kembali mengalami performa yang lesu secara keseluruhan pada pekan pertama April 2022 ini. Bitcoin masih dalam kondisi sideways, sehingga market cenderung masuk altcoin season atau altseason.

    Kondisi market langsung mendadak “sakit” ini merupakan imbas dari Bank Sentral Amerika atau The Fed yang menegaskan kembali sikap hawkish di risalah rapat yang dirilis Rabu (6/4) waktu setempat.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan sikap The Fed yang semakin agresif menjadi sentimen negatif bagi pasar kripto. Kenaikan suku bunga The Fed akan mengurangi likuiditas di pasar keuangan dan membuat arus modal masuk ke aset kripto semakin berkurang, karena investor mengurangi minat ke aset tersebut.

    “Perilisan risalah rapat The Fed itu cukup disayangkan mengingat aset kripto seharusnya bisa melaju kencang seiring akumulasi yang dilakukan investor sejak beberapa pekan lalu. Terlebih saat ini sudah memasuki periode awal kuartal yang menjadi sentimen positif untuk masuk ke investasi kripto,” kata Afid.

    jenis altcoin yang menarik perhatian
    Ilustrasi aset kripto altcoin.

    Baca juga: Satu Tahun TKO: #SiapLebih Hadirkan Banyak Manfaat dan Utilitas Proyek Kripto Lokal

    Sentimen positif yang seharusnya bisa membuat market kripto reli pada pekan lalu, datang dari Microstrategy yang mengumumkan telah menambah lagi dana kelolaan Bitcoin sebanyak 4.100 BTC atau senilai $ 190 juta. kemudian, Luna Foundation Guard (LFG) juga ikutan memborong BTC senilai $ 230 juta. Namun, dua kabar ini tak berpengaruh signifikan ke market.

    Bulan April Jadi Altcoin Season?

    Afid melihat saat ini market kripto sudah memasuki musim altcoin atau altcoin season. Periode ini terjadi di mana koin-koin kripto alternatif, selain Bitcoin mengalami kenaikan performa karena harga dan volume perdagangannya meningkat.

    “Sebenarnya kita lihat ini sudah masuk altcoin season. Karena lihat sudah banyak altcoin-altcoin yang digilir nih pumping bergantian. Seperti Biswap (BSW) yang pekan ini mengalami kenaikan hampir 100%. Kita lihat Bitcoin sedang mengalami stagnan dan altcoin pumping,” ungkap Afid.

    investor crypto memegang bitcoin
    Ilustrasi aset kripto altcoin.

    Baca juga: Perusahaan Induk Facebook, Meta Ingin Rilis Aset Kripto “Zuck Bucks”?

    Lebih lanjut, Afid menerangkan jika dilihat dari data Bitcoin dominance chart di laman CoinMarketCap, BTC hanya menguasai 40%. Artinya dari total market cap yang ada sekitar 60% masuk ke altcoin.

    Saat ini nampak para investor membeli altcoin dengan sebagian dari keuntungan yang mereka dapatkan melalui penjualan BTC, yang secara alami dapat menyebabkan harga berbagai altcoin naik. Faktor pendorong lainnya di balik altcoin season adalah tingginya minat pada sejumlah altcoin yang memiliki fundamental yang baik, seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), Solana (SOL), Cardano (ADA), Kava (KAVA) dan NEAR Protocol (NEAR).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal 5 Altcoin yang Diklaim Punya Kinerja Bagus di Awal 2022

    Jika kembali ke tahun 2010, aset kripto yang terlintas di benak Anda sudah pasti adalah Bitcoin. Kini, satu dekade telah berlalu dan sudah semakin banyak aset kripto lain yang lahir. Aset kripto yang hadir setelah Bitcoin ini dikenal dengan julukan “altcoin” dan terdiri dari banyak jenis yang bisa dipilih. 

    Sebelum melihat apa saja jenis altcoin yang ada, ketahui dulu yuk apa sebenarnya pengertian dari altcoin itu! 

    Apa itu Altcoin?

    Kata “altcoin” berasal dari gabungan dua kata, yaitu ‘alternative’ dan coin’, di mana definisi altcoin sendiri berarti koin atau aset kripto yang bisa dijadikan alternatif selain Bitcoin (BTC). Sebenarnya, framework yang digunakan oleh altcoin tidak jauh berbeda dengan Bitcoin. Hanya saja, banyak altcoin yang dengan sengaja dilengkapi dengan fitur-fitur yang tidak ada pada Bitcoin.

    Sebagai contoh, kini sudah ada jenis altcoin yang menggunakan mekanisme Proof of Stake (PoS), di mana mekanisme penambangan ini dianggap lebih efisien dan eco-friendly. Selain itu, ada juga yang memberikan penawaran khusus bagi para pemiliknya berupa ekuitas, layaknya saham di pasar modal.

    Dengan melakukan pendekatan yang berbeda dengan Bitcoin, altcoin semakin digemari khalayak hingga membentuk pasarnya sendiri. Bahkan, ada waktu-waktu tertentu di mana pasar aset kripto dikuasai oleh altcoin berkat performanya yang memuaskan. Peristiwa ini lah yang seringkali disebut dengan ‘Altcoin Season’.

    Baca juga: Apa itu Altcoin Seasons?, Yuk Kenalan Dengan Istilah Trading Ini

    5 Jenis Altcoin

    contoh jenis altcoin

    Setelah membaca penjelasan mengenai altcoin di atas, apakah Anda penasaran apa saja jenis altcoin yang ada di pasar? Sebenarnya, altcoin sangat beragam jenisnya bergantung dengan tujuan dan cara kerjanya. Meski begitu, terdapat 5 jenis altcoin yang paling umum ditemukan di pasar nih, yaitu:

    1. Stablecoin

    Stablecoin merupakan aset kripto yang dirancang untuk bekerja mengikuti harga aset yang lain, seperti Dollar AS (USD), Euro, emas, hingga sesama aset kripto lainnya. Tujuannya adalah agar volatilitas yang kerap terjadi di pasar bisa berkurang dan membuat harga dari stablecoin terus stabil. Oleh karena itu, banyak orang yang lebih memanfaatkan stablecoin sebagai tabungan dibandingkan sebagai instrumen investasi.

    Beberapa stablecoin besar di antaranya adalah Tether (USDT), MakerDao (DAI), hingga USD Coin (USDC). Hal ini dibuktikan dengan adanya perusahaan e-payment besar dunia seperti Visa dan Mastercard yang mengizinkan transaksi di jaringan pembayaran miliknya menggunakan stablecoin USDC pada 2021 lalu.

    Baca juga: Yakin Tidak Berminat Investasi Dollar? Mari Simak Caranya!

    2. Mining-based

    Jenis altcoin selanjutnya adalah mining-based yang berarti aset kripto yang baru bisa diperoleh lewat proses mining atau penambangan, dengan menggunakan mekanisme Proof of Work (PoW). Proses penambangan ini mencakup aktivitas verifikasi transaksi yang terdapat dalam blockchain dengan cara memecahkan teka-teki matematika. Lalu, penambang yang berhasil akan diberikan reward berupa sejumlah aset kripto.

     Contoh altcoin yang dikategorikan sebagai mining-based antara lain adalah Litecoin (LTC), Monero (XMR), dan ZCash (ZEC). Pada awal kemunculannya, Ethereum (ETH) juga sempat termasuk ke dalam jenis altcoin mining-based sebab masih menggunakan mekanisme PoW.

    3. Staking-based

    Staking-based altcoin berarti aset kripto yang baru bisa diperoleh lewat proses staking dengan mekanisme Proof of Stake (PoS). Proses staking hampir mirip dengan mining yaitu bertujuan akhir untuk memverifikasi transaksi yang ada pada blockchain. Bedanya, pengguna yang melakukan staking sudah lebih dulu memiliki aset kripto untuk kemudian disimpan dan dikunci. Jika berhasil terverifikasi, nantinya pengguna akan mendapatkan reward tambahan.

    Beberapa altcoin dengan jenis staking-based adalah Ethereum (ETH) yang baru-baru ini berpindah ke mekanisme PoS dan juga Peercoin (PPC).

    Baca juga: Kenali Perbedaan Proof of Work dan Proof of Stake

    4. Security token

    Security token berarti aset kripto yang memang sengaja disambungkan dengan perusahaan ataupun bisnis, mirip dengan sekuritas yang diperdagangkan di pasar modal. Security token juga menawarkan ekuitas seperti bentuk kepemilikan perusahaan hingga dividen. Makanya, security token umumnya diluncurkan bersamaan saat Initial Coin Offering (ICO) untuk menambah daya tarik suatu proyek kripto.

    Hal inilah yang dilakukan oleh Exodus, sebuah perusahaan penyedia wallet aset kripto yang berhasil menjalankan Regulation A Tier 2 offering atau yang dikenal dengan ‘Reg A+’ pada Maret 2021 lalu, melansir CoinDesk. Exodus berhasil menjual saham sejumlah 75 juta USD yang bisa dikonversi menjadi sebuah aset kripto di platform Algorand.

    jenis jenis altcoin5. Utility token

    Jenis altcoin yang terakhir yaitu utility token. Utility token adalah aset kripto yang diluncurkan untuk menjalankan suatu jaringan kripto. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti digunakan untuk membeli item atau service, hingga membayar tagihan atau biaya yang dikenakan dalam jaringan. 

    Meski sekilas mirip dengan security token, jenis altcoin yang satu ini tidak menawarkan ekuitas bagi para pemiliknya, karena pada dasarnya bersifat untuk crowdfunding. Contoh altcoin yang digolongkan sebagai utility token adalah Cardano (ADA), Filecoin (FIL), dan RippleNet (XRP).

    Baca juga: Kenali jenis jenis stable coin

    5 Altcoin yang Menarik Perhatian Selama Awal 2022

    jenis altcoin yang menarik perhatian

    Lantas, apa saja sih, altcoin yang wajib diwaspadai sepanjang tahun 2022 berkat performa yang memukau di awal tahun? Yuk, simak daftarnya berikut ini!

    1. Ethereum (ETH)

    Altcoin pertama yang menarik perhatian selama awal 2022 masih diduduki oleh ETH, nih. Bagaimana tidak, aset kripto kedua terbesar setelah Bitcoin ini terus menunjukkan performa yang sangat baik. Terbukti per tanggal 15 Februari 2022, harga satu kepingnya mencapai 3,032.14 USD atau sekitar Rp43,346,56 mengutip dari CoinMarketCap. Sejak awal kemunculannya, ETH telah mengalami kenaikan harga hingga hampir 30,000 persen, lho!

    Akan tetapi, kenaikan harga yang fantastis ini tentunya bukan tanpa alasan. Sebab, dalam perjalannya Ethereum kerap melakukan pengembangan dan pembaruan fitur pada blockchain. Seperti mekanisme PoS yang dijalankan, smart contract, hingga potensinya di dunia NFT. Alhasil, hal tersebut berpengaruh pada kualitas yang menambah nilai dari Ethereum itu sendiri. 

    2. Tether (USDT)

    Altcoin yang juga menarik perhatian di awal 2022 ini adalah USDT. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, USDT berkiblat kepada harga Dollar AS dan juga Euro. Dengan demikian, volatilitas yang dimiliki altcoin ini cenderung lebih rendah dibandingkan dengan altcoin yang lain. Hal ini yang membuat banyak investor mempertahankannya.

    Saat ini, harga USDT berada di angka 1 USD atau sekitar Rp14,295,70, dikutip dari CoinMarketCap. Setelah sebelumnya sempat menyentuh 1.0026 USD pada 11 Februari lalu, tidak menutup kemungkinan harga USDT akan kembali meningkat meskipun tidak sedrastis jenis altcoin lain.

    3. Cardano (ADA)

    Selanjutnya ada altcoin ADA yang menarik perhatian di awal 2022. Setelah bersinar di sepanjang tahun 2021, ADA masih terus diminati oleh para investor aset kripto. Dapat dilihat dari harga per kepingnya saat ini, yaitu 1.07 USD atau sekitar Rp15.296,40 mengutip CoinMarketCap. Jika dibandingkan dengan harga awal kemunculannya, terjadi peningkatan lebih dari 5 persen.

    Hal ini disebabkan oleh Cardano yang dianggap eco-friendly berkat mekanisme PoS yang digunakan. Cardano juga dianggap lebih aman karena pengembangannya dilakukan secara peer-reviewed oleh para ahli. Selain itu, smart contract yang baru-baru ini diluncurkan Cardano juga semakin menambah daya tarik altcoin yang satu ini. 

    4. Solana (SOL)

    SOL juga menjadi salah satu altcoin yang membuka tahun 2022 dengan performa yang baik. Tercatat saat ini harga satu keping SOL adalah senilai 101.46 USD atau sekitar Rp1.455.182,71, dilansir dari CoinMarketCap. Angka ini tergolong spektakuler, karena jika dibandingkan pada saat pertama kali diluncurkan, SOL hanya bernilai 0.77 USD saja.

    Altcoin yang satu ini memiliki banyak kelebihan, di antaranya adalah mendukung penggunaan De-Fi, dApps, dan juga smart contract. Selain itu, blockchain Solana juga rajin melakukan pengembangan dan mencetak penemuan baru. Tak heran hingga kini, SOL masih terus diminati oleh para investor.

    5. Terra (LUNA)

    Altcoin terakhir yang juga menarik perhatian di awal tahun 2022 adalah LUNA. Harga LUNA mengalami peningkatan besar-besaran jika dibandingkan dengan awal peluncurannya di Januari 2021 lalu. Jika saat itu LUNA hanya bernilai 0.64 USD, mengutip CoinMarketCap, kini harga per kepingnya telah mencapai 55.04 USD atau sekitar Rp787.157,31 lho!

    Hal yang membuat altcoin ini masih menjadi buah bibir di kalangan investor adalah karena semakin banyak pula pengguna yang menggunakan platform Terra. Dengan banyaknya pengguna tersebut, nilai LUNA juga ikut meningkat, bersamaan dengan partner-nya yaitu Terra stablecoin di mana salah satunya adalah TerraUSD (UST).

    Gimana? Sudah mulai paham kan mengenai pengertian dan jenis altcoin yang ada di pasaran? Untuk informasi lain mengenai aset kripto hingga tips and trick trading, Anda bisa mengunjungi Tokonews dan gabung dengan Komunitas Tokocrypto, ya. 

    Yuk, segera selesaikan KYC Anda dan langsung investasi altcoin di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dominasi Bitcoin Melesat: Menganalisis Masa Depan Altcoin Season

    Tweet kontroversial picu pergeseran besar di pasar kripto – Bitcoin makin dominan, altcoin mulai tertekan.

    Sebuah cuitan dari akun analis kripto ternama, @KookCapitalLLC, membuat heboh jagat kripto pada 21 April 2025. Dalam pernyataannya, ia menyebut dominasi Bitcoin bisa terus meningkat tanpa batas, bahkan bisa menandai akhir dari era musim altcoin. Klaim ini langsung menggetarkan komunitas, dan ternyata… pasar pun merespons cepat.

    Bitcoin Melesat, Dominasi Menanjak

    Dilaporkan Blockchain News, tak lama setelah cuitan itu muncul, dominasi Bitcoin melonjak ke 62,4%, naik 2% hanya dalam sehari. Harga BTC pun ikut terdorong naik, mencapai $85.000, alias naik 3,5% dalam 24 jam. Volume perdagangan pun membludak—$45 miliar untuk BTC/USD, naik tajam dari $38 miliar sehari sebelumnya.

    Ini bukan hanya angka-angka biasa. Ini adalah sinyal bahwa para investor besar sedang mengalihkan fokus kembali ke Bitcoin, meninggalkan altcoin yang selama ini menjadi bintang alternatif.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 22 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 22 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Altcoin Season 2025: Benarkah Sudah Dimulai?

    Ethereum dan Altcoin Lain Terseret Arus

    Sementara Bitcoin berpesta, altcoin malah mulai kelimpungan. Ethereum, misalnya, turun 1,5% ke level $3.200 dan volume perdagangannya anjlok 20% menjadi $12 miliar. Ini menunjukkan pergeseran nyata: para pedagang mulai mengurangi eksposur ke altcoin, dan memilih memperkuat posisi di Bitcoin.

    Metrik on-chain juga ikut mendukung narasi ini. Alamat aktif Bitcoin melonjak 10% menjadi 1,2 juta—tanda jelas meningkatnya minat dan aktivitas jaringan. Sementara itu, likuiditas altcoin kian menipis.

    Analisis Teknikal: Apakah BTC Terlalu Panas?

    Dari sisi teknikal, situasinya makin menarik. RSI Bitcoin berada di 72, artinya sudah masuk zona jenuh beli—ada kemungkinan koreksi dalam jangka pendek. Namun, MACD menunjukkan sinyal bullish, memperkuat momentum kenaikan. Indikator Hash Ribbon juga menegaskan bahwa kekuatan jaringan Bitcoin terus meningkat.

    Di sisi lain, Ethereum tampak lemah. RSI-nya hanya di angka 45, menandakan sentimen pasar masih netral, bahkan cenderung dingin. Volume perdagangan pasangan altcoin seperti ETH/BTC dan LTC/BTC juga mengalami penurunan 10-15%.

    Apa Artinya Ini untuk Investor?

    Apakah musim altcoin benar-benar berakhir? Belum tentu. Tapi satu hal jelas: dominasi Bitcoin kembali menguat, dan ini bisa memengaruhi strategi investasi secara besar-besaran. Investor mungkin perlu mulai mengevaluasi kembali porsi altcoin dalam portofolionya—karena saat ini, sentimen pasar sedang jelas berpihak pada Bitcoin.

    Baca juga: 4 Alasan Mengapa Altcoin Season Masih Akan Terjadi


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Alasan Mengapa Altcoin Season Masih Akan Terjadi

    Setelah mengalami periode penurunan yang tajam, pasar kripto kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan, dengan altcoin mulai mengungguli Bitcoin. Dominasi Bitcoin yang mulai menurun menjadi indikasi kuat bahwa musim altcoin mungkin akan segera datang. Beberapa altcoin teratas seperti Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), dan Binance Coin (BNB) menunjukkan kenaikan yang signifikan, menandakan momentum positif bagi investor.

    Peringatan Musim Altcoin: Tanda-tanda Pergeseran Pasar

    Sejumlah analis memperkirakan bahwa musim altcoin sudah semakin dekat. Analis terkemuka, Ted, menyatakan bahwa lonjakan altcoin di tahun 2024 hanyalah pemanasan sebelum altseason besar yang akan memecahkan rekor pada tahun 2025. Ia menyoroti beberapa faktor yang dapat menjadi pendorong utama, termasuk potensi persetujuan ETF altcoin, peningkatan jaringan Ethereum, serta fitur staking ETF Ethereum.

    Dukungan terhadap pandangan Ted datang dari analis CryptoGoos yang menyatakan bahwa pola historis menunjukkan altcoin mengalami lonjakan besar pada tahun 2017 dan 2021. Tren ini diperkirakan akan berulang pada tahun 2025. Sementara itu, analis Shib Spain menyoroti bahwa musim altcoin utama biasanya terjadi pada bulan Februari, dan tren ini kemungkinan besar akan kembali terjadi.

    Lalu, apa saja faktor utama yang mendukung terjadinya musim altcoin kali ini? Berikut adalah empat alasan utama:

    1. Persetujuan ETF Altcoin yang Semakin Dekat

    Sejumlah manajer aset telah mengajukan proposal untuk meluncurkan ETF altcoin dan saat ini tengah menunggu persetujuan regulasi. Beberapa altcoin yang masuk dalam daftar ETF yang diajukan termasuk XRP, Solana, Litecoin, Dogecoin, dan Cardano.

    Menurut analis Bloomberg, Eric Balchunas dan James Seyffart, peluang persetujuan ETF Litecoin mencapai 90%, menjadikannya yang paling berpeluang mendapatkan lampu hijau dari regulator. ETF lainnya seperti Dogecoin, Solana, dan XRP juga memiliki peluang besar dengan tingkat probabilitas masing-masing 75%, 70%, dan 65%.

    Selain itu, dengan pemerintahan yang lebih mendukung aset kripto, peluang persetujuan ETF altcoin semakin meningkat. Sentimen positif ini berkontribusi terhadap ekspektasi bahwa musim altcoin akan segera terjadi.

    2. Peningkatan Ethereum yang Mendorong Ekosistem Altcoin

    Ethereum, sebagai pemimpin altcoin, terus berinovasi untuk memperkuat ekosistemnya. Baru-baru ini, Ethereum mengumumkan peningkatan Pectra yang dijadwalkan untuk diuji coba pada 24 Februari di testnet Holesky, 5 Maret di Sepolia, dan rilis mainnet pada 8 April.

    Selain itu, Bursa Efek New York (NYSE) telah mengajukan proposal untuk memperkenalkan fitur staking di ETF spot Ethereum melalui Grayscale dan sedang menunggu persetujuan dari SEC. Langkah ini semakin memperkuat ekspektasi bahwa musim altcoin akan mendapatkan momentum lebih besar dalam beberapa bulan mendatang.

    Grafik siklus altseason.
    Grafik siklus altseason.

    3. Altcoin Teratas Menunjukkan Performa Kuat

    Altcoin utama tetap menunjukkan kekuatan dan tren bullish meskipun pasar kripto masih berfluktuasi. Ethereum saat ini diperdagangkan di harga $2.690, naik 2,06% dalam seminggu terakhir. XRP mencatat lonjakan signifikan sebesar 12% dalam tujuh hari terakhir. Sementara Solana mengalami sedikit penurunan, Binance Coin (BNB) tetap mencatat pertumbuhan lebih dari 5% dalam seminggu terakhir.

    Kinerja positif dari altcoin besar ini menjadi indikator bahwa sentimen pasar sedang bergeser ke arah positif, yang berpotensi memicu lonjakan altcoin dalam waktu dekat.

    4. Tren Historis Menunjukkan Siklus Musim Altcoin

    Jika melihat pola historis, altcoin cenderung mengalami lonjakan besar setelah Bitcoin mencapai puncak siklusnya. Seperti yang terjadi pada tahun 2017 dan 2021, lonjakan altcoin terjadi setelah fase bullish Bitcoin mencapai titik tertinggi.

    Analis pasar melihat pola ini kembali terjadi dalam beberapa bulan mendatang, dengan banyak yang memperkirakan bahwa altseason besar akan dimulai pada awal 2025. Faktor fundamental yang mendukung ekosistem altcoin saat ini semakin memperkuat kemungkinan terjadinya pola serupa.

    Kesimpulan

    Musim altcoin bukan sekadar spekulasi, melainkan didukung oleh berbagai faktor fundamental yang kuat. Dengan adanya potensi persetujuan ETF altcoin, peningkatan ekosistem Ethereum, performa positif altcoin utama, serta tren historis yang mendukung, musim altcoin tampaknya hanya tinggal menunggu waktu. Bagi investor dan pelaku pasar, momentum ini bisa menjadi peluang besar untuk meraih keuntungan dalam dunia kripto yang terus berkembang.

    Baca juga: Tren Bitcoin 17-21 Februari 2025: Waktunya TP-TP By Hoteliercrypto


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Season Index Sentuh Zona 63, Beri Sinyal Awal Bullish?

    Pasar kripto kembali diwarnai spekulasi soal datangnya “Altcoin Season”. Data terbaru dari CMC Altcoin Season Index menunjukkan skor 63/100, sedikit turun dari posisi minggu lalu di 70, tetapi masih mengindikasikan potensi dominasi altcoin yang semakin dekat.

    Bagaimana Altseason Terjadi?

    Secara historis, Bitcoin (BTC) selalu menjadi pemicu awal. Saat BTC mengalami reli besar, investor baru masuk dengan antusias. Namun, setelah beberapa waktu, perhatian mereka mulai beralih ke altcoin dengan harapan imbal hasil yang lebih tinggi.

    Contohnya pada pasar bullish 2021, BTC naik 59%, sementara altcoin rata-rata melesat hingga 174%. Pola ini terulang kembali pada 2024 pasca terpilihnya Donald Trump, di mana 20 dari 50 altcoin terbesar berhasil mengungguli Bitcoin.

    Saat ini, dominasi Bitcoin di pasar berada di 58,8%, turun cukup tajam dari puncaknya di Juni (66%), tetapi tetap jauh lebih tinggi dibandingkan fase-fase altseason sebelumnya.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Altcoin Season Index ke 67: Investor Lirik ARB dan PEPE Jelang Q4 2025

    Peran Faktor Makroekonomi

    Selain pergerakan BTC, lingkungan makroekonomi juga menjadi penentu. Kebijakan bank sentral, khususnya Federal Reserve (The Fed), sangat memengaruhi selera risiko investor.

    • Penurunan suku bunga → meningkatkan likuiditas → mendorong investor masuk ke aset berisiko, termasuk altcoin.
    • Kenaikan suku bunga → memperketat likuiditas → altcoin cenderung melemah.

    Pada September 2025, The Fed sudah melakukan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini, membuka peluang altcoin untuk bangkit, meski arah kebijakan ke depan masih penuh ketidakpastian.

    FOMO dan Antusiasme, Bahan Bakar Altseason

    Altseason juga identik dengan antusiasme besar dan Fear of Missing Out (FOMO). Lonjakan harga memecoin seperti Shiba Inu (SHIB) pada 2021 adalah contoh nyata bagaimana euforia mendorong harga naik secara masif.

    Biasanya, Google Trends akan menunjukkan lonjakan pencarian kata “altcoin” pada fase awal altseason. Peningkatan percakapan di media sosial juga menjadi sinyal kuat bahwa fase euforia mulai menguasai pasar.

    Indeks Musim Altcoin: Alat Pantau Utama

    Metrik Altcoin Season Index pada 30 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 30 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Indeks ini menilai apakah altcoin mengungguli Bitcoin dalam kurun 90 hari. Jika lebih dari 75 dari 100 altcoin utama outperform BTC, maka fase Altseason resmi dimulai.

    • Saat ini: 63/100
    • Kemarin: 66/100
    • Minggu lalu: 70/100
    • Bulan lalu: 58/100

    Meski sempat menyentuh ambang batas Altseason (75) pada pertengahan September, tren berbalik sebelum benar-benar mengonfirmasi musim altcoin penuh. Namun, jika melihat tren historis Desember 2024, ketika indeks mencapai 87, potensi pengulangan masih terbuka lebar.

    Baca juga: Altcoin Ranking 400-an Tapi Volume $200 Juta? Ya LISTA!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Season Index ke 67: Investor Lirik ARB dan PEPE Jelang Q4 2025

    Altcoin Season Index mencapai level 67/100, menunjukkan semakin kuatnya dominasi altcoin terhadap Bitcoin menjelang kuartal IV (Q4) 2025.

    Kondisi ini menandakan rotasi likuiditas mulai bergerak dari Bitcoin menuju aset kripto alternatif. Sejumlah analis menyoroti Arbitrum (ARB), PEPE, dan MAGACOIN FINANCE sebagai altcoin dengan prospek positif di periode tersebut.

    Apa Itu Indeks Musim Altcoin?

    Metrik Altcoin Season Index pada 29 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 29 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Indeks Musim Altcoin mengukur seberapa banyak altcoin yang berkinerja lebih baik daripada Bitcoin dalam periode tertentu. Jika nilainya di bawah 50, Bitcoin dianggap lebih dominan. Pada level 50–70, altcoin mulai menunjukkan daya saing. Begitu melewati angka 70, pasar biasanya memasuki fase dominasi altcoin.

    Dengan posisi di angka 67, pasar dinilai berada pada fase transisi menuju dominasi penuh altcoin. Secara historis, fase ini kerap menjadi pemicu kenaikan signifikan di sejumlah aset kripto alternatif.

    Arbitrum (ARB) — Stabil di Tengah Pertumbuhan Layer-2

    Ilustrasi Arbitrum Foundation. SUmber: Arbitrum Foundation.
    Ilustrasi Arbitrum Foundation. Sumber: Arbitrum Foundation.

    Baca juga: Altcoin Season Index Tembus Level Kritis, BTC Tergeser?

    Arbitrum tercatat sebagai salah satu solusi Layer-2 Ethereum dengan ekosistem yang matang. Proyek ini berfokus pada pengurangan biaya transaksi dan peningkatan kapasitas jaringan. Aktivitas pengembangnya solid, ditambah nilai total terkunci (TVL) yang tinggi, menjadikan ARB sebagai salah satu proyek Layer-2 paling mapan.

    Harga ARB pada Q4 diperkirakan akan bergerak di kisaran $1,70 – $2,40. Potensinya dinilai stabil, cocok bagi investor yang mengutamakan pertumbuhan konsisten ketimbang lonjakan cepat.

    PEPE — Meme Coin yang Tetap Bertahan

    PEPE masih menjadi salah satu koin meme dengan likuiditas yang terjaga. Dukungan komunitas yang kuat membuat PEPE tetap relevan di tengah persaingan ketat di pasar meme coin. Meski pertumbuhan awal yang spektakuler sudah berlalu, koin ini tetap dianggap memiliki daya tarik.

    Harga PEPE pada Q4 diproyeksikan bergerak antara $0,0000012 – $0,0000020, menawarkan potensi keuntungan meskipun lebih terbatas dibandingkan proyek baru.

    Ilustrasi aset kripto, Pepe (PEPE). Sumber: Pepe.
    Ilustrasi aset kripto, Pepe (PEPE). Sumber: Pepe.

    Kesimpulan

    Dengan Indeks Musim Altcoin yang kini berada di level 67/100, pasar kripto menunjukkan tanda-tanda pergeseran dominasi dari Bitcoin ke altcoin. ARB dipandang sebagai aset stabil, PEPE tetap relevan di segmen meme coin, sementara MAGACOIN FINANCE muncul sebagai kandidat dengan potensi pertumbuhan agresif.

    Q4 dinilai sebagai periode krusial yang bisa membuka peluang baru bagi investor untuk memanfaatkan momentum altseason.

    Baca juga: Altcoin Ranking 400-an Tapi Volume $200 Juta? Ya LISTA!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Season Hampir Tiba! Indeks Meledak ke Level Kritis

    Pasar kripto sedang memanas! Altcoin Season Index kini mendekati ambang batas berbahaya yang bisa menandai dimulainya altseason penuh, sementara Solana mencetak reli besar hingga menyalip Binance Coin (BNB) dalam kapitalisasi pasar. Namun, di balik euforia ini, analis memberi peringatan serius: hati-hati, déjà vu Desember 2024 bisa terulang!

    Indeks Altcoin Makin Panas

    Altcoin Season Index melonjak ke level 72, hanya sedikit di bawah level 75 yang menandakan resmi dimulainya altseason. Minggu lalu indeks masih di 68, tetapi lonjakan cepat ini membuat trader kembali optimis dengan masa depan altcoin.

    Ethereum berhasil menembus $4.600, XRP kembali ke $3,00, Dogecoin stabil di atas $0,28, dan Cardano melesat ke $0,90. Namun bintang utamanya adalah Solana (SOL), yang naik 17% dalam seminggu terakhir hingga menyentuh $248. Dengan kapitalisasi pasar $135 miliar, Solana kini resmi melampaui Binance Coin dan menjadi kripto terbesar kelima di dunia.

    Metric Altcoin Season Index pada tanggal 17 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metric Altcoin Season Index pada tanggal 17 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Altcoin Kecil Ikut Bikin Geger

    DIlaporkan Crypto News, bukan hanya kripto besar yang bersinar. Token-token kecil seperti MYX Finance melonjak hampir 45%, sementara MemeCore dan OKB juga mencatatkan lonjakan signifikan. Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya selera risiko investor, yang semakin percaya diri bahwa altseason sebentar lagi akan dimulai.

    Peringatan Analis: Déjà Vu Desember 2024?

    Meski euforia terasa di seluruh pasar, analis tetap mengingatkan bahaya. Menurut Maartunn, peneliti di CryptoQuant, kondisi saat ini sangat mirip dengan Desember 2024, tepat sebelum koreksi besar yang menjatuhkan pasar 30% di awal 2025.

    Ia menyoroti bahwa Open Interest altcoin melonjak, sementara Bitcoin stagnan. Ketidakseimbangan ini bisa menjadi tanda bahaya, apalagi jika ditambah faktor eksternal seperti kebijakan makroekonomi atau pengumuman regulasi mendadak.

    “Kita pernah melihat ini sebelumnya. Bukan berarti hasilnya sama, tapi Anda harus tahu di mana pintu keluar Anda,” ujar Maartunn.

    Ia bahkan mengibaratkan situasi saat ini seperti permainan kursi musik: ketika musik berhenti, tidak semua orang bisa duduk dengan nyaman.

    Apakah Altseason Kali Ini Nyata atau Hanya False Start?

    Meski reli altcoin saat ini mengesankan, beberapa analis menilai masih terlalu dini untuk menyebut ini sebagai altseason penuh. Tanpa dukungan institusional yang kuat atau jika volatilitas global meningkat, reli ini bisa berakhir cepat.

    Namun, jika momentum terus terjaga, kita bisa segera melihat musim altcoin terbesar sejak 2021. Hari-hari ke depan akan menjadi penentu: apakah pasar benar-benar memasuki altseason atau hanya jebakan bullish semu.

    Baca juga: Altcoin Season 2025: Benarkah Sudah Dimulai?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indeks Altcoin Season Masih di Angka 46, Pasar Kripto Didominasi Bitcoin

    Pasar kripto masih berada dalam fase dominasi Bitcoin atau Bitcoin Season. Data terbaru menunjukkan Indeks Altcoin Season berada di level 46 per 23 Agustus 2025 pukul 00.30 UTC. Angka ini menandakan kurang dari 75 persen altcoin mengungguli Bitcoin dalam 90 hari terakhir, sehingga belum memenuhi syarat untuk disebut sebagai Altcoin Season.

    Indeks Musim Altcoin sendiri merupakan metrik yang digunakan untuk mengukur kinerja 100 aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, tidak termasuk stablecoin dan wrapped token. Jika 75 persen altcoin mencatatkan performa lebih baik dari Bitcoin, barulah pasar memasuki fase Altcoin Season.

    Baca juga: Dominasi Bitcoin Melesat: Menganalisis Masa Depan Altcoin Season

    Dominasi Kuat Bitcoin

    Meski naik tujuh poin dari hari sebelumnya, indeks 49 masih menunjukkan dominasi kuat Bitcoin. Beberapa faktor disebut menjadi pendorong, antara lain ketidakpastian pasar global, siklus halving Bitcoin yang memicu reli harga, serta meningkatnya minat institusional setelah persetujuan ETF Bitcoin.

    Situasi ini membuat banyak altcoin bergerak terbatas, sementara Bitcoin tetap menguat dan mempertahankan pangsa pasar lebih besar.

    Para analis menilai, investor dapat menyesuaikan strategi portofolio dengan memperbesar porsi Bitcoin, sembari tetap memantau peluang dari proyek altcoin yang memiliki fundamental kuat. Indikator lain yang perlu diperhatikan untuk tanda awal rotasi modal adalah penurunan dominasi Bitcoin, peningkatan volume perdagangan altcoin, dan penguatan Ethereum terhadap Bitcoin.

    Hingga saat ini, pasar kripto masih menunggu pergeseran tren menuju Altcoin Season.

    Baca juga: Altcoin Season 2025: Benarkah Sudah Dimulai?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Altcoin Terbaik dengan Utilitas Nyata Berdasarkan Pendapatan Jaringan

    Bayangkan kamu ingin menginvestasikan uang yang kamu miliki ke sebuah perusahaan di dunia nyata. Tentu kamu akan memilih perusahaan yang punya manfaat nyata, pelanggan aktif, dan pendapatan stabil, bukan? Nah, prinsip yang sama berlaku di dunia kripto.

    Aset kripto khususnya altcoin, bukan hanya koin dengan tujuan spekulatif, melainkan sebuah perusahaan dengan produk dan utilitas nyata—tapi tidak semua altcoin memiliki utilitas nyata banyak diantaranya hanya naik karena hype, sehingga kamu harus lebih teliti dalam membeli.

    Artikel ini akan membahas 5 altcoin terbaik dengan utilitas nyata berdasarkan pendapatan jaringan, agar kamu terhindar dari koin yang sekadar hype tanpa manfaat nyata.

    Apa Itu Altcoin dengan Utilitas Nyata?

    Altcoin dengan utilitas nyata adalah kripto selain Bitcoin yang memiliki fungsi spesifik dan relevan dalam ekosistem blockchain atau dunia nyata—bukan hanya sekadar alat spekulasi, tetapi dirancang untuk menyelesaikan masalah, mendukung aplikasi, atau memperkuat infrastruktur digital.

    Utilitas nyata ini seperti:

    • Sebagai alat untuk biaya transaksi jaringan, seperti Ethereum, Solana, dan BNB.
    • Menjadi infrastruktur aplikasi DeFi atau Web3, seperti Chainlink, Uniswap, dan Jupiter.
    • Memfasilitasi pembayaran lintas negara, seperti XRP, Tron, dan Monero.

    Altcoin semacam ini lebih berpotensi bertahan lama karena memiliki kegunaan nyata, bukan hanya didorong oleh spekulasi harga—sehingga akan sangat cocok untuk kamu yang ingin melakukan investasi secara berkala dengan metode Dollar Cost Averaging (DCA) di aplikasi Tokocrypto. Simak 5 altcoin terbaik dengan utilitas nyata tersebut di bawah ini.

    Baca juga: Altcoin Terbaik untuk Strategi DCA (Dollar Cost Averaging)

    5 Altcoin Terbaik dengan Utilitas Nyata Berdasarkan Pendapatan Jaringan

    Berikut lima altcoin terbaik dengan utilitas nyata, dipilih berdasarkan pendapatan harian tertinggi yang mereka hasilkan dari aktivitas jaringan dan penggunaan riil di ekosistem Web3 dan DeFi dalam satu tahun terakhir.

    Tron (TRX)

    Tron (TRX) ada pada urutan pertama dengan pendapatan jaringan terbesar di ketegori Blockchain Layer-1 dalam satu tahun terakhir. Sumber data: Token Terminal.

    Tron (TRX) dipakai luas untuk mengirim stablecoin, terutama USDT, karena biaya transaksi rendah dan kecepatan tinggi. Banyak orang memakai Tron untuk remitansi internasional dan pembayaran lintas negara.

    Siapa pun bisa mengirim USDT berbasis Tron (TRC-20) dari satu wallet ke wallet lain hanya dengan biaya beberapa sen—jauh lebih murah dibanding jaringan Ethereum.

    Berdasarkan data Token Terminal, Tron menghasilkan $3.6 miliar revenue dalam 365 hari terakhir, mendominasi 74,5% market share blockchain L1. Angka ini jauh di atas Ethereum ($742 juta) dan Solana ($391 juta).

    Baca juga: Tron (TRX): Raja Transaksi Altcoin yang Makin Tak Terbendung

    Ethena (ENA)

    Ethena (ENA) ada pada urutan ke empat menurut pendapatan jaringannya dalam satu tahun terakhir di ketegori Penerbit Stablecoin. Sumber data: Token Terminal.

    Ethena (ENA) meluncurkan USDe, stablecoin berbasis yield yang nilainya stabil terhadap dolar dan bisa menghasilkan imbal hasil. Pengguna bisa mendapatkan USDe dengan menyetorkan kripto (misalnya ETH atau USDT) ke protokol Ethena. Stablecoin ini lalu bisa dipakai untuk trading, disimpan, atau dimasukkan ke DeFi untuk memperoleh yield tambahan.

    Secara data, Ethena masuk top-4 penerbit stablecoin dengan pendapatan jaringan tertinggi yakni sebesar $141 juta dalam setahun terakhir—mencerminkan tingginya adopsi stablecoin Ethena di berbagai protokol. Posisi ini menjadikannya salah satu proyek stablecoin dengan model yield-bearing yang menarik, memberikan alternatif bagi investor di luar stablecoin konvensional.

    AAVE (AAVE)

    AAVE (AAVE) ada pada urutan pertama dengan pendapatan jaringan terbesar di ketegori Lending dalam satu tahun terakhir. Sumber data: Token Terminal.

    AAVE adalah protokol pinjam-meminjam kripto tanpa bank dimana pengguna bisa meminjam aset kripto dengan jaminan (collateral), atau sebaliknya, meminjamkan aset untuk dapat bunga. Yang menarik, semuanya transparan lewat smart contract.

    AAVE meraup $112 juta revenue dari bunga pinjaman dan biaya protokol dalam 365 hari terakhir, setara 68,7% pangsa pasar lending. Besarnya pendapatan ini membuktikan utilitas DeFi yang nyata: menyediakan likuiditas tanpa bank.

    Baca juga: Apa itu Alt Season Index dan Bagaimana Cara Membacanya?

    Arbitrum (ARB)

    Arbitrum (ARB) ada pada urutan ke dua menurut pendapatan jaringannya dalam satu tahun terakhir di ketegori Blockchain Layer-2. Sumber data: Token Terminal.

    Arbitrum (ARB) adalah blockchain layer-2 yang digunakan untuk menjalankan aplikasi Ethereum dengan biaya lebih rendah. Banyak dApp DeFi dan NFT yang menggunakan Arbitrum sebagai solusi dari gas fee Ethereum yang terbilang mahal.

    Arbitrum mencatat $19,8 juta revenue setahun terakhir, dalam kategori Layer-2 Arbitrum berada di posisi kedua setelah Base ($76 juta) yang belum memiliki token sendiri. Meski lebih kecil, angka ini membuktikan banyak aplikasi DeFi dan NFT yang  aktif di jaringan Arbitrum berkat biaya transaksi rendah dan kecepatan yang tinggi.

    Aethir (ATH)

    Aethir (ATH) ada pada urutan ke tujuh menurut pendapatan jaringannya dalam satu tahun terakhir di ketegori Infrastruktur Jaringan Web3. Sumber data: Token Terminal.

    Sebagai jaringan desentralisasi GPU cloud, Aethir (ATH) menyediakan infrastruktur penting untuk AI, gaming, dan aplikasi Web3 sehingga developer memiliki opsi murah selain menggunakan AWS atau Google Cloud.

    Dari data Token Terminal, Aethir masuk top-10 proyek infrastruktur dengan pendapatan $55,6 juta dalam 365 hari, menempati 6% market share. Revenue tinggi menegaskan utilitas nyata ATH sebagai salah satu infrastruktur web3 yang patut di lirik.

    Baca juga: Altcoin Terbaik Saat Bitcoin Turun: Diversifikasi Saat Pasar Lesu

    Di Mana Bisa Beli Altcoin Terbaik dengan Utilitas Nyata?

    Semua altcoin yang disebutkan di atas—mulai dari Tron (TRX), Ethena (ENA), AAVE (AAVE), Aribitrum (ARB), hingga Aethir (ATH) dapat kamu beli di Tokocrypto dengan aman dan mudah mulai dari deposit Rp50.000.

    Bagi investor pemula maupun berpengalaman, Tokocrypto menawarkan fitur DCA (Dollar-Cost Averaging) yang memungkinkan kamu membeli aset kripto secara rutin dengan nominal yang sama di waktu tertentu, tanpa perlu khawatir soal fluktuasi harga harian.

    Berikut  langkah-langkah untuk melakukan pembelian dengan DCA di Tokocrypto:

    1. Masuk ke menu “DCA”
    2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
    3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
    4. Atur pembelian berkala harian, Mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
    5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Illuvium Bangkit: Token ILV Melejit 100% dalam Sebulan

    Dunia kripto kembali dikejutkan oleh lonjakan harga Illuvium (ILV), token yang sempat terlupakan di tengah ketatnya persaingan sektor GameFi dan metaverse.

    Dalam 24 jam terakhir, ILV melesat lebih dari +63,72%, menjadikannya salah satu aset kripto dengan performa terbaik minggu ini.

    Dengan harga terkini sebesar $20,70 per ILV, kapitalisasi pasar Illuvium kini mencapai $130,74 juta USD.

    Lebih mencengangkan lagi, volume perdagangan hariannya menyentuh angka $182,88 juta USD, menandakan kembali bangkitnya minat investor terhadap proyek yang berbasis game blockchain ini.

    Pergerakan harga Illuvium (ILV/USDT) pada Selasa, 5 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Illuvium (ILV/USDT) pada Selasa, 5 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: GameFi Terpanas: 3 Token Gaming Teratas yang Siap Meledak di 2025

    Lonjakan Harga Spektakuler

    Kinerja Illuvium selama beberapa waktu terakhir sangat mengesankan, terutama bila dilihat dari data historis harga berikut:

    • Hari ini: +63,72% atau naik $8,02
    • 7 hari terakhir: +40,74%
    • 30 hari terakhir: +103,73%
    • 60 hari terakhir: +70,91%
    • 90 hari terakhir: +51,02%

    Reli tajam dalam sebulan terakhir menjadikan ILV sebagai salah satu aset GameFi yang kembali mencuat ke permukaan, setelah sebelumnya sempat tenggelam bersama turunnya minat pasar terhadap proyek metaverse.

    Apa Itu Illuvium?

    Illuvium adalah game blockchain berbasis Ethereum yang menggabungkan unsur RPG dan strategi dengan pengalaman visual berkualitas tinggi.

    Pemain dapat menjelajahi dunia terbuka, menangkap makhluk digital bernama Illuvials, serta bertarung dengan pemain lain dalam mode PvP dan PvE.

    ILV sebagai token utama digunakan untuk berbagai fungsi dalam ekosistem, termasuk:

    • Staking dan reward
    • Biaya transaksi dalam game dan marketplace NFT
    • Pengambilan keputusan melalui governance DAO

    Illuvium juga dikenal karena kualitas grafisnya yang sangat tinggi berkat penggunaan Unreal Engine, menjadikannya salah satu proyek GameFi dengan pendekatan AAA (high-end game development).

    Dari Harga Terjun Bebas ke Rebound

    Satu hal yang mengejutkan adalah fakta bahwa ILV sempat menyentuh harga tertinggi sepanjang masa (ATH) sebesar $2,868.95 di puncak bull market 2021.

    Kini, dengan harga hanya $20.70, ILV masih berada jauh dari level tertingginya, turun lebih dari 99% dari puncaknya.

    Namun, justru penurunan ekstrem ini menjadi daya tarik bagi investor spekulatif yang melihat potensi rebound atau setidaknya profit jangka pendek dari pergerakan harga yang volatil.

    Volatilitas Tinggi: Peluang atau Perangkap?

    Walau performa harga terlihat fantastis, ILV juga mengalami koreksi -6.06% dalam satu jam terakhir, menandakan tingginya volatilitas pasar.

    Ini bisa menjadi peluang profit cepat, tapi juga meningkatkan risiko kerugian bagi investor yang tidak siap menghadapi fluktuasi tajam.

    Rentang harga dalam 24 jam terakhir sangat lebar:

    • Tertinggi: $23.14
    • Terendah: $12.54

    Pergerakan cepat ini menunjukkan bahwa minat pasar sangat aktif, kemungkinan didorong oleh kabar positif seputar pengembangan game Illuvium, kemitraan baru, atau listing di bursa ternama.

    Apa yang Mendorong Kenaikan ILV?

    Beberapa faktor yang diduga mendorong lonjakan harga ILV antara lain:

    1. Peluncuran fitur atau gameplay baru dalam platform Illuvium yang meningkatkan antusiasme komunitas gamer Web3.
    2. Staking pool dan reward program baru yang mendorong investor menyimpan ILV lebih lama.
    3. Sentimen positif sektor GameFi yang perlahan pulih di tengah kejenuhan proyek DeFi dan AI.
    4. Spekulasi pasar jangka pendek, didorong oleh teknikal breakout dari level support psikologis $10–$12.

    Data Pasar Tambahan

    • Peringkat Kripto Global: #298
    • Sirkulasi saat ini: 6.32 juta ILV
    • Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya: $186,69 juta
    • Volume perdagangan 24 jam: $183,34 juta

    Masih belum ada data resmi untuk total pasokan maksimum, meskipun suplai beredar dan kapitalisasi menunjukkan ruang pertumbuhan signifikan.

    Baca Juga: GameSquare Alokasikan $100 Juta untuk Ethereum Treasury

    Dengan lonjakan harga lebih dari 100% dalam 30 hari, ILV membuktikan bahwa sektor GameFi belum mati. Namun apakah kebangkitan ini didukung oleh fundamental atau sekadar spekulasi, masih harus dilihat dari perkembangan proyek dalam beberapa minggu ke depan.

    Investor disarankan untuk tetap berhati-hati, mengingat volatilitas tinggi dan Kinerja Illuvium selama beberapa waktu terakhir sangat mengesankan, terutama bila dilihat dari data historis harga berikut jauhnya ILV dari harga tertingginya.

    JjNamun bagi mereka yang percaya pada masa depan gaming berbasis blockchain, Illuvium tetap menjadi salah satu proyek paling menjanjikan dalam ruang Web3 saat ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com