Tag: aluminium foil

  • Pasang Alumunium Foil di Jendela Bikin Rumah Adem, Begini Caranya



    Jakarta

    Tinggal di negara tropis sudah menjadi hal lumrah rumah terasa panas, tetapi saat cuaca ekstrem, kondisi ini tentu membuatmu tidak nyaman.

    Cuaca yang panas ini mungkin bisa diatasi dengan mengandalkan angin yang masuk ke rumah, penggunaan kipas angin atau AC. Namun untuk rumah yang tidak menggunakan alat pendingin ruangan tidak menyelesaikan masalah. Sebagai gantinya, kamu bisa mencoba menggunakan aluminium foil.

    Aluminium foil bisa lebih efektif menghalau panas masuk ke dalam rumah jika dipasang di jendela. Hal ini dikarenakan permukaan aluminium foil dapat memantulkan sinar matahari dan panas dari luar.


    Mengutip situs The Federal Emergency Management Agency (FEMA) yang berdomisili di Amerika Serikat aluminium foil efektif menghalau panas matahari dan pemasangannya dapat dilakukan sendiri tanpa tenaga ahli.

    “Kamu dapat membuat rumah tetap sejuk dengan menutupnya jendela Anda dengan penutup seperti reflektor jendela yakni karton berlapis aluminium foil untuk memantulkan panas kembali ke luar,” tulis FEMA.

    Anggota Kelompok Penelitian Bangunan dan Sistem Perkotaan di Laboratorium Nasional di Oak Ridge Mahabir Bhandari, juga mengungkapkan karton yang sisi terluarnya dilapisi aluminium foil efektif mendinginkan rumah dalam situasi darurat. Cara ini dapat lebih efektif jika aluminium foil dipasang di luar dan tidak terhalang kaca jendela.

    Namun perlu diketahui aluminium yang menerima panas matahari langsung akan mengalami konduksi dan bisa berdampak pada kaca yang ikut menjadi panas, maka dari itu di tengah keduanya perlu ada karton yang menghalau perpindahan panas tersebut.

    Apakah kaca kurang efektif menghalau panas dibandingkan aluminium foil? Menurut Mahabir Bhandari kaca dapat menyerap sekaligus memantulkannya sehingga tetap dapat membuat dalam rumah panas saat cuaca panas.

    Selain aluminium foil, dia juga menyarankan penggunaan kaca film yang ditempelkan pada kaca jendela. Jika menggunakan kaca film yang membuat pandangan kaca lebih gelap, kamu boleh membuka jendela agar sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Aluminium Foil Bisa Dipakai pada Bangunan Juga Lho, Ini Fungsi-Jenisnya


    Jakarta

    Aluminium foil umumnya digunakan untuk membungkus makanan. Namun, ternyata aluminium foil juga bisa digunakan pada bangunan lho.

    Pada bangunan, aluminium foil dapat berfungsi sebagai insulasi, yaitu untuk mengatur suhu di dalam bangunan agar tetap stabil. Dalam catatan detikcom, aluminium foil juga bisa memantulkan sinar matahari sehingga membantu menjaga suhu dalam bangunan tetap nyaman.

    Menurut seorang profesional kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, aluminium foil bisa digunakan sebagai isolator di rumah karena memiliki kemampuan yang baik untuk membuat ruangan terasa lebih sejuk dan menghadang hawa panas.


    “Kalau ingin meredam panas saya rekomendasikan menggunakan aluminium foil di atap rumah. Untuk harga per meter biasanya Rp 100.000,” kata Panggah kepada detikcom, Rabu (6/9/2023) lalu.

    Di sisi lain, saat musim hujan, aluminium foil juga bisa berfungsi untuk menahan air hujan agar tidak masuk ke bawah atap. Dengan demikian, kamu tidak perlu khawatir rumah bocor karena rembesan air hujan tidak akan masuk ke dalam rumah melalui atap maupun dinding.

    Jenis-Jenis Aluminium Foil

    Dilansir dari BLKP, berikut ini beberapa jenis aluminium foil yang kerap digunakan dalam konstruksi.

    Woven Foil

    Aluminium foil jenis ini memiliki bobot yang ringan dengan bahan dasar serat plastik. Woven foil juga memiliki UV Protection untuk meminimalisir sinar UV yang masuk ke dalam rumah.

    Bubble Foil

    Aluminium foil jenis memiliki lapisan berbentuk gelembung-gelembung pada seluruh sisi permukaannya. Bubble foil ini bisa meredam bising dan meredam suhu panas.

    Foam Foil

    Aluminium foil jenis ini memiliki lapisan lembaran foam di kedua sisinya. Foam foil memiliki bobot yang lebih berat dan tebal yang dinilai cocok untuk konstruksi atap pabrik karena dapat meminimalisir panas dan suara dari luar.

    Harga Aluminium Foil

    Harga Aluminium foil berbeda-beda tergantung dari jenis hingga mereknya. Berikut ini informasi yang sudah detikcom himpun dari e-commerce.

    Harga Woven Foil

    Sekitar Rp 270 ribu – Rp 500 ribu per rol. Dimensinya beragam, umumnya sekitar 1,2 m x 50 m.

    Harga Bubble Foil

    Harga bubble foil juga beragam, tergantung bentuknya, ada yang single side ada juga yang double side. Harganya sekitar Rp 260 ribu – Rp 800 ribu per rol. Umumnya dengan dimensi 1,2 m x 25 m.

    Harga Foam Foil

    Harga foam foil juga berbeda-beda tergantung ukuran dan merek yang dibeli. Harganya sekitar Rp 305 ribu – Rp 850 ribu per rol. Ukurannya sekitar 1,2 m x 25 m, ada juga yang 1,2 m x 30 m.

    Sebagai informasi, kamu juga bisa membelinya dengan ukuran per meter sesuai dengan kebutuhan.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh! Bahan Ini Bikin Kucing Liar Ogah Buang Kotoran di Halaman Rumah



    Jakarta

    Pernahkah rumah kamu kedatangan kucing liar yang mengganggu? Nggak cuma mencuri makanan, hewan satu ini suka bikin geram karena kerap meninggalkan kotoran di halaman rumah.

    Mungkin kamu sudah sering mengusir kucing, tetapi tidak membuahkan hasil. Kucing itu tetap saja datang ke pekarangan rumah kamu.

    Sebenarnya ada berbagai cara untuk menjaga rumah agar tidak dihampiri kucing. Nah, ternyata cangkang telur bisa digunakan buat bikin kucing ogah didekati kucing, lho.


    Dilansir dari House Digest, cangkang telur dapat mengusir kucing dari pekarangan rumah. Caranya gampang, kamu hanya perlu meremukkan cangkang telur menjadi potongan kecil.

    Eits, tapi jangan terlalu kecil ya. Kemudian, potongan cangkang telur itu kamu sebarkan di halaman rumah. Adapun jumlah pecahan cangkang telur dapat kamu sesuaikan dengan luas halaman rumah.

    Pecahan cangkang telur tersebut membuat pekarangan rumah terasa tajam ketika diinjak. Hal ini membuat kucing tidak dapat berjalan di atasnya.

    Sebab, kucing tidak menyukai permukaan tajam lantaran membuat mereka merasa tidak nyaman. Dengan begitu, cangkang telur dapat dengan mencegah kucing mendekati rumah kamu.

    Ada banyak permukaan yang tidak disukai kucing. Permukaan itu termasuk aluminium foil, permukaan lengket, dan permukaan kasar seperti cangkang telur. Pecahan cangkang telur dapat dapat menusuk bantalan kaki kucing.

    Selain itu, kucing lebih menyukai permukaan tanah yang lembut dan berbutir untuk menutupi kotorannya, seperti pasir. Pecahan cangkang telur yang telah disebar di atas tanah rumah ini membantu membuat kucing tidak bisa menggali tanah. Alhasil, kucing akan mencari tempat lain untuk buang kotoran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Trik Gunakan Alumunium Foil di Rumah


    Jakarta

    Aluminium foil adalah kertas khusus yang dibuat sebagai pembungkus makanan. Selain itu, aluminium foil juga bisa sebagai alas penyimpan makanan agar awet. Namun, tidak hanya untuk makanan, aluminium foil juga bisa dimanfaatkan dengan cara yang berbeda, loh.

    Dikutip dari situs The Spruce, ada cara mudah memanfaatkan aluminium foil untuk berkebun, mengecat, atau bahkan membersihkan perabotan.

    Mencuci Panci

    Panci dan wajan kotor memang perlu penggosokan secara ekstra agar dapat menghilangkan noda mengendap yang membandel. Namun, hal itu bisa diatasi dengan aluminium foil.


    Pakar Pembersihan Rumah Tangga Petya Holevich, merekomendasikan menggunakan selembar aluminium foil. Caranya ambil selembar aluminium foil lalu diremas menjadi berbentuk bola. Tambahkan sabun cuci piring dan air ke panci atau wajan lalu gosok seperti memakai spons.

    Mengasah Gunting

    Jika di rumah ada gunting yang sudah tumpul, jangan langsung dibuang. Holevich menyarankan asah gunting menggunakan aluminium foil. Caranya lipat selembar aluminium foil lalu potong-potong menggunakan gunting. Hal ini dapat membantu menajamkan bilah gunting.

    Membersihkan Sendok dan Garpu

    Sendok dan garpu berbahan stainless steel atau perak bisa dibersihkan dengan aluminium foil. Holevich memberikan langkah-langkahnya, yaitu lapisi sebuah wadah dengan aluminium foil, lalu letakkan sendok dan garpu atau peralatan makan lainnya. Masukkan air mendidih beserta garam atau soda kue. Maka, noda-noda dari sendok atau garpu akan berpindah ke aluminium foil. Selain itu, dapat membuat peralatan tersebut menjadi lebih berkilau.

    Pencegah Karat

    Beberapa benda di rumah ada yang terbuat dari besi atau bahan berkarat, misalnya peralatan berkebun. Agar tidak cepat berkarat, bungkus dan lapisi gagang pada peralatan tersebut dengan aluminium foil. Hal ini akan menjaga peralatan dari kelembapan.

    Pembatas Cat

    Aluminium foil dapat membantu agar proses mengecat rumah bisa jadi lebih rapi. Misalnya, membungkus gagang pintu atau benda-benda lain agar tidak terciprat noda cat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Trik Ajaib Aluminium Foil di Rumah, Bisa Bikin Gunting Tajam Lagi!



    Jakarta

    Aluminium foil adalah kertas khusus yang dibuat sebagai pembungkus makanan. Selain itu, aluminium foil juga bisa sebagai alas penyimpan makanan agar awet. Namun, tidak hanya untuk makanan, aluminium foil juga bisa dimanfaatkan dengan cara yang berbeda, loh.

    Dikutip dari situs The Spruce, ada cara mudah memanfaatkan aluminium foil untuk berkebun, mengecat, atau bahkan membersihkan perabotan.

    Mencuci Panci

    Panci dan wajan kotor memang perlu penggosokan secara ekstra agar dapat menghilangkan noda mengendap yang membandel. Namun, hal itu bisa diatasi dengan aluminium foil.


    Pakar Pembersihan Rumah Tangga Petya Holevich, merekomendasikan menggunakan selembar aluminium foil. Caranya ambil selembar aluminium foil lalu diremas menjadi berbentuk bola. Tambahkan sabun cuci piring dan air ke panci atau wajan lalu gosok seperti memakai spons.

    Mengasah Gunting

    Jika di rumah ada gunting yang sudah tumpul, jangan langsung dibuang. Holevich menyarankan asah gunting menggunakan aluminium foil. Caranya lipat selembar aluminium foil lalu potong-potong menggunakan gunting. Hal ini dapat membantu menajamkan bilah gunting.

    Membersihkan Sendok dan Garpu

    Sendok dan garpu berbahan stainless steel atau perak bisa dibersihkan dengan aluminium foil. Holevich memberikan langkah-langkahnya, yaitu lapisi sebuah wadah dengan aluminium foil, lalu letakkan sendok dan garpu atau peralatan makan lainnya. Masukkan air mendidih beserta garam atau soda kue. Maka, noda-noda dari sendok atau garpu akan berpindah ke aluminium foil. Selain itu, dapat membuat peralatan tersebut menjadi lebih berkilau.

    Pencegah Karat

    Beberapa benda di rumah ada yang terbuat dari besi atau bahan berkarat, misalnya peralatan berkebun. Agar tidak cepat berkarat, bungkus dan lapisi gagang pada peralatan tersebut dengan aluminium foil. Hal ini akan menjaga perlatan dari kelembapan.

    Pembatas Cat

    Aluminium foil dapat membantu agar proses mengecat rumah bisa jadi lebih rapi. Misalnya, membungkus gagang pintu atau benda-benda lain agar tidak terciprat noda cat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Jadi Lebih Sejuk dan Anti Bocor, Ini Fungsi Tersembunyi Aluminium Foil



    Jakarta

    Aluminium foil selama ini identik dengan pembungkus makanan. Namun ternyata, bahan berwarna perak ini juga punya fungsi lain yang penting untuk rumah, terutama di bagian atap.

    Mengutip dari BLKP, aluminium foil memiliki fungsi utama sebagai material insulasi, yaitu mengatur suhu di dalam bangunan agar tetap stabil. Ketika dipasang di bawah atap, aluminium foil dapat memantulkan panas matahari sehingga suhu di dalam rumah tetap sejuk meski cuaca terik.

    Dengan begitu, penghuni rumah tak perlu terus menyalakan pendingin ruangan seperti AC atau kipas angin. Selain membuat rumah lebih nyaman, cara ini juga bisa membantu menghemat listrik.


    Tak hanya saat panas, aluminium foil juga berfungsi ketika musim hujan tiba. Lapisan ini mampu menahan air hujan agar tidak merembes ke bawah atap dan masuk ke dalam rumah. Dengan begitu, risiko atap bocor atau dinding lembap bisa dihindari.

    Bagi yang tertarik memasang aluminium foil di rumah, ada beberapa jenis bahan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, antara lain:

    • Aluminium Foil Woven Laminated: dilapisi kain rajut untuk kekuatan dan ketahanan tambahan.
    • Aluminium Foil Bubble Laminated: memiliki lapisan gelembung udara untuk meningkatkan efektivitas insulasi panas.
    • Aluminium Foil Foam Laminated: dilapisi busa untuk meningkatkan kemampuan isolasi termal dan membantu meredam suara.

    Dengan pemasangan yang tepat, aluminium foil bukan hanya membuat rumah terasa lebih adem, tapi juga melindunginya dari rembesan air hujan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah Aman Masak dengan Aluminium Foil? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Aluminium foil kerap dijadikan lapisan wadah atau penutup makanan sebelum dimasak. Menggunakannya bisa bikin hasil masakan berbeda, tetapi apakah aman untuk kesehatan?

    Aluminium foil merupakan lembaran logam dengan ketebalan mulai dari 0,2 mm yang biasa digunakan untuk memasak dan menyimpan makanan.

    Dalam hal masak, aluminium foil biasanya dipakai untuk membungkus makanan yang akan dipanggang atau dibakar. Sering juga dipakai sebagai lapisan loyang untuk kue yang akan dipanggang. Penggunaan aluminium foil ini diyakini mampu menjaga kelembaban bahan makanan selama proses memasak.


    Sedangkan jika digunakan untuk menyimpan makanan, lembaran logam ini bisa menghalangi masuknya oksigen, cahaya, bau, dan kuman ke dalam makanan. Membuat kualitas makanan terjaga lebih lama.

    Bahkan, aluminium foil juga berfungsi sebagai insulator yang menjaga suhu makanan agar tetap panas atau dingin.

    Meskipun begitu, baru-baru ini rumor yang beredar menyebut bahwa memasak dengan aluminium foil bisa menimbulkan risiko. Pasalnya, tubuh bisa menyerap aluminium yang meresap ke dalam makanan saat dimasak.

    Namun, apakah benar aluminium ini berisiko bahaya? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari huffpost.com (05/11/2024).

    1. Tingkat keamanan aluminium untuk masak

    Keren! Aluminium Foil Ini Dirancang Maksimal untuk Memanggang UbiSecara umum, aluminium sebenarnya aman digunakan, asalkan digunakan pada suhu oven yang dianjurkan. Foto: Sora News 24

    Darin Detwiler, ketua Program Keamanan Pangan Asosiasi Kesehatan Lingkungan Nasional di universitas Northeastern menyebut bahwa aluminium foil pada umumnya aman untuk digunakan dalam memasak pada suhu oven biasa.

    Mesk demikian, aspek lainnya juga perlu dipertimbangkan.

    Dalam salah satu penelitian yang disebut situs HuffPost, memasak makanan asam atau asin pada suhu tinggi bisa membuat aluminium larut ke dalam makanan.

    David juga menjelaskan bahwa biasanya aluminium yang masuk ke dalam makanan berjumlah kecil. Namun, jika sering mengonsumsi makanan tersebut, asupan ini bisa berpotensi membahayakan kesehatan.

    Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat mencatat bahwa aluminium dapat digunakan hingga suhu 204 derajat Celcius.

    Untuk meminimalkan perpindahan aluminium ke masakan, ilmuwan pangan bernama Jessica Gavin menyarankan untuk menghindari masak atau menyimpan makanan asam atau asin dalam aluminium foil dalam jangka waktu lama. Sebab, hal ini bisa menimbulkan logam pada masakan dan lobang pada aluminium foil.

    2. Kebanyakan orang konsumsi sedikit aluminium

    Aluminium foilUmumnya orang-orang mengonsumsi aluminium dalam jumlah sedikit. Foto: Getty Images/iStockphoto/IngaNielsen

    Penting untuk dipahami bahwa setiap orang biasanya hanya mengonsumsi sedikit aluminium setiap hari.

    Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, rata-rata orang di negara tersebut hanya mengonsumsi antara 7 hingga 9 miligram aluminium setiap hari melalui makanan mereka.

    Meskipun demikian, aluminium ini tidak akan keluar tubuh dengan cepat melalui feses dan urin.

    Selain dari makanan, aluminium ini sebenarnya juga bisa berasal dari produk-produk, seperti kosmetik, obat-obatan, dan antiperspirant. Menghirup partikel tersuspensi di udara atau dari air minum.

    Meskipun penggunaan sesekali memiliki risiko minimal, konsumsi jumlah tinggi telah dikaitkan dengan masalah kesehatan, terutama bagi mereka yang punya masalah ginjal.

    Menurut ahli Sims, biasnya aluminium yang dipakai dalam oven dengan suhu di bawah 204 derajat Celcius masih aman. Namun, ketika dimasak dalam jangka waktu lama pada suhu sangat tinggi, migrasi aluminium ini berpotensi meningkat. Hal ini pun tidak disarankan oleh FDA.

    Alternatif lain dari aluminium dapat dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Alternatif aluminium yang lebih aman

    Jika khawatir aluminium akan meresap ke dalam makanan saat dimakan, kamu bisa beralih ke bahan lainnya.

    Menurut Sims, jika perlu memanggang pada suhu 204 derajat Celcius, lebih baik gunakan loyang yang tahan terhadap suhu tersebut.

    Alternatif lainnya yaitu dengan menggunakan wadah kaca yang umumnya tidak reaktif atau tidak akan meleburkan bahan kimia atau zat lain ke dalam makanan yang dimasak.

    Namun, perlu diingat, selama tidak memasak makanan asin atau asam pada suhu tinggi, memasak dengan aluminium foil tidak terlalu berisiko untuk kesehatan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Apakah Aluminium Foil Aman Dipakai Lebih dari Sekali?


    Jakarta

    Aluminium foil serbaguna karena bisa dipakai untuk membungkus makanan atau mencegah makanan terkontaminasi. Namun, apakah aluminium boleh dipakai berulang?

    Aluminium foil merupakan lembaran tipis logam aluminium yang sering digunakan dalam memasak. Fungsinya mulai dari membungkus makanan, menjaga kelembaban dan panas, serta membantu proses pematangan lebih cepat.

    Aluminium foil juga dapat digunakan untuk melapisi loyang, mencegah makanan menempel, dan menjaga makanan tetap hangat atau dingin.


    Meskipun memiliki banyak manfaat, tetapi ada hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan aluminium foil untuk memasak. Termasuk apakah aluminium foil itu bisa dipakai ulang atau tidak.

    Melansir realsimple.com (27/02/2025), berikut penjelasan apakah aluminium foil boleh dipakai ulang atau tidak.

    1. Apakah boleh menggunakan kembali aluminium foil?

    Aluminium foilAluminium foil bisa digunakan kembali asalkan kondisinya masih bersih dan tidak rusak. Foto: Getty Images/iStockphoto/IngaNielsen

    Menurut ahli gizi Sue A. James, aluminium foil bisa digunakan kembali untuk keperluan masak asalkan masih dalam kondisi bagus.

    Meskipun mungkin ada keraguan tentang penggunaan kembali peralatan dapur ini, tetapi jika aluminium foil bebas dari sisa makanan, benda ini bisa digunakan kembali.

    Bahkan, aluminium foil aman digunakan kembali meski beberapa titik sudah lebih gelap atau berubah warna. Perubahan warna ini dianggap tidak berbahaya dan tidak berdampak negatif.

    2. Cara membersihkan aluminium foil

    aluminium foilAluminium foil yang sudah dipakai bisa dibersihkan dengan cara dicuci lalu dikeringkan. Foto: Getty Images

    Jika ingin menggunakan aluminium foil yang sudah dipakai, kamu bisa membersihkannya dulu sebelum digunakan kembali.

    “Cara terbaik untuk membersihkan aluminium foil adalah dengan mencucinya dengan sabun dan air,” jelas James.

    Namun, jika hanya ada noda sedikit, menurut ahli ini aluminium foil tidak perlu dicuci. Jika sudah dicuci, aluminium foil sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu. Gunakan kembali aluminium foil untuk membungkus makanan kering atau makanan yang tidak asam.

    Cara menggunakan kembali aluminium foil bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Cara menggunakan kembali aluminium foil

    Aluminium foilAluminium yang sudah dipakai bisa dimanfaatkan kembali untuk keperluan masak lainnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/IngaNielsen

    Aluminium foil dapat digunakan kembali untuk berbagai keperluan dapur dan rumah.

    Lembaran ini dapat digunakan untuk menutupi sisa makanan, memanaskan kembali makanan dalam oven, atau melapisi wajan untuk mencegah hal tidak terduga.

    Aluminium yang sudah dipakai bisa digunakan kembali dengan cara digulung dan dipelintir sampai menjadi cincin. Lalu dijadikan baki kukusan atau digunakan sebagai pembungkus untuk membantu melindungi makanan hangat dalam kotak makan siang.

    Aluminium foil juga bisa diremas dan digunakan untuk mengikis sisa makanan dari wajan besi dan peralatan makan kaca.

    4. Kapan harus membuang aluminium foil?

    Meskipun bisa digunakan kembali, tetapi aluminium foil tidak bisa digunakan selamanya. Jika sudah sobek atau sangat kotor, lebih baik aluminium foil dibuang. Aluminium foil yang bentuknya berubah juga sebaiknya dibuang.

    Hindari menggunakan aluminium foil untuk membungkus atau menyimpan makanan bersifat asam, seperti lemon atau cuka. Sebab, bisa merusak lapisan aluminium dan menyebabkan kontaminasi makanan. Jika sudah terlanjur, sebaiknya aluminium foil tersebut tidak digunakan kembali.

    Sebenarnya alat masak ini bisa didaur ulang jika bersih dan dibentuk bola padat. Beberapa daerah memiliki fasilitas daur ulang untuk aluminium foil.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Catat! 5 Makanan yang Tidak Boleh Dimasak Pakai Aluminium Foil


    Jakarta

    Aluminium foil memang bisa dimanfaatkan untuk makanan, tapi jenis makanan tertentu sebaiknya tidak dimasak menggunakan aluminium foil karena berisiko bahaya.

    Dalam proses memasak atau membungkus makanan, aluminium foil sering digunakan. Lembaran logam dengan ketebalan rata-rata sekitar 0,2 mm ini mudah dilipat dan digulung sehingga praktis untuk membungkus makanan.

    Selain itu, aluminium foil juga bisa menjaga kelembapan bahan makanan selama proses memasak. Bahkan aluminium foil bisa menjadi insulator, artinya mampu menjaga suhu makanan, baik panas maupun dingin agar tidak cepat berubah.


    Dengan kemampuannya tersebut, tidak heran aluminium foil sering menjadi pilihan. Sayangnya, tidak semua makanan cocok dengan aluminium foil.

    Bridget Wood, RD, LD, CDCES mengungkap, “Saat memasak dengan aluminium foil pada suhu tinggi, terutama dengan makanan asam atau pedas, Anda perlu lebih berhati-hati karena menggunakan aluminium foil dapat menyebabkan lebih banyak aluminium berpindah ke dalam makanan.”

    Dilansir dari realsimple.com pada Selasa, (4/2/2025), berikut 5 jenis makanan yang tidak boleh dimasak dengan aluminium foil.

    1. Makanan yang akan dimasak dalam microwave

    kesalahan yang kerap dilakukan saat menggunakan microwaveJangan memasukkan makanan dalam aluminium foil ke dalam microwave karena bisa menyebabkan microwave rusak. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Jika ingin memasak atau menghangatkan makanan menggunakan microwave, sebaiknya jangan gunakan aluminium foil. Aluminium foil yang terkena sinar microwave dapat menyebabkan percikan api bahkan kebakaran. Menyebabkan kerusakan permanen pada microwave.

    Sisa makanan juga sebaiknya tidak disimpan dalam aluminium foil karena tidak kedap udara. Lebih disarankan menyimpan sisa makanan dalam wadah kaca atau wadah yang aman jika dimasukkan ke dalam microwave.

    2. Tomat, lemon, atau makanan asam

    lemonMakanan asam, seperti tomat atau lemon juga sebaiknya tidak dimasak pakai aluminium foil. Foto: iStock

    Makanan asam tidak cocok dimasak atau dibungkus dengan aluminium foil. Misalnya tomat, buah-buahan citrus seperti lemon, atau masakan yang menggunakan cuka asam.

    Wood menjelaskan makanan asam dapat menyebabkan lebih banyak aluminium foil meresap ke dalam makanan. Meningkatkan asupan aluminium foil yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan jika dikonsumsi dari waktu ke waktu.
    .
    Mulai dari menimbulkan iritasi lambung sampai memicu masalah neurologis. Karenanya makanan asam seperti ini lebih baik disimpan dalam wadah kaca atau keramik yang lebih aman dan netral.

    Makanan lain yang tidak boleh dimasak pakai aluminium foil bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Hidangan asin

    Sama seperti asam, garam juga bisa menyebabkan aluminium meresap ke dalam makanan. Hidangan apa pun yang mengandung garam dalam jumlah besar di dalamnya tidak boleh dimasak menggunakan aluminium foil. Memasak makanan asin dengan aluminium foil hanya akan membuah natrium klorida (garam) bereaksi dengan ion aluminium.

    Ilmuwan pangan Jessica Gavin juga menyarankan untuk menghindari menyimpan makanan asin dengan aluminium foil dalam jangka waktu lama. Sebab, bisa menimbulkan logam pada masakan.

    4. Makanan yang dimasak pakai api besar

    aluminium foilJika membakar makanan dengan api besar, sebaiknya hindari penggunaan aluminium foil. Foto: Getty Images

    Jika berencana memasak makanan pakai api besar, sebaiknya hindari menggunakan aluminium foil.

    Memang kertas logam ini tidak mudah meleleh sampai suhu lebih dari 537 derajat celcius, tetapi tidak disarankan untuk memakainya dalam masakan yang dimasak pada suhu lebih dari 204 derajat celcius.

    Di atas suhu 200 derajat celcius, logam di dalam aluminium foil dapat meresap ke dalam makanan. Jika ingin membuat kentang panggang, lebih baik jangan dibungkus atau dilapisi dengan aluminium foil.

    5. Seafood

    seafoodIkan atau seafood lainnya juga sebaiknya tidak dimasak pakai aluminium foil. Foto: Shutterstock/

    Cara populer memasak seafood yaitu dengan menggunakan alas aluminium foil. Namun, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Food Science and Nutrition, aluminium foil dapat meresap ke dalam seafood. Logam yang meresap ke dalam seafood membuat proteinnya berubah.

    Aluminium foil juga tidak baik dipakai untuk membungkus seafood atau makanan lain karena tidak cukup baik menjaga oksigen agar tidak masuk ke dalam makanan. Kondisi ini bisa menyebabkan bakteri justru tumbuh dalam makanan dan membuatnya tidak layak dikonsumsi.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com