Tag: amazon

  • Bitcoin Sudah Senilai Apple dan Amazon?

    Beragam prediksi harga Bitcoin akhir-akhir ini dilemparkan tanpa konteks. Menanggapi hal itu, kanal berita AmbCrypto membahas pencapaian Bitcoin dibandingkan dengan nilai aset tradisional, seperti nilai saham Apple dan Amazon.

    Hal pertama adalah kemiripan Bitcoin dengan emas. Kapitalisasi pasar serta rasio stock to flow emas lebih tinggi daripada Bitcoin. Untuk mencapai kapitalisasi pasar yang sama, maka harga Bitcoin perlu berada di angka US$600 ribu per BTC.

    Kinerja Bitcoin mengalahkan emas selama tahun 2020. Sejak awal tahun, Bitcoin meningkat 7,5 kali lebih tinggi dibanding emas. Kendati demikian, bukan berarti Bitcoin sepenuhnya menang atas emas.

    Data dari Bloomberg memberikan arus masuk modal ke Exchangetraded Products (ETP) emas dan Bitcoin. Sesuatu terjadi pada musim panas 2020 saat arus masuk emas tiba-tiba longsor dan arus masuk Bitcoin meroket.

    Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa Bitcoin lebih diminati dibanding emas. Tetapi, hal tersebut juga bisa berarti sebagian modal yang keluar dari ETP emas masuk ke Bitcoin, kendati belum pasti.

    Jika Bitcoin mencapai harga US$600 ribu, maka kapitalisasi pasarnya lebih besar dari neraca Bank Sentral AS, aset yang dikelola perusahaan investasi BlackRock, kekayaan Jeff Bezos, valuasi Apple, Amazon, Microsoft dan lainnya.

    Tetapi hal tersebut mungkin sulit dicapai, atau butuh waktu lama dan bukan merupakan jaminan. Angka yang lebih realistis adalah Bitcoin US$100 ribu per BTC. Target ini sudah diprediksi banyak analis dan investor pasar aset kripto.

    Jika Bitcoin berhasil tiba di harga tersebut, artinya adopsi Bitcoin sudah menginfiltrasi beragam lapisan dibanding saat ini. Bitcoin akan melampaui kekayaan Jeff Bezos, kapitalisasi pasar JP Morgan, Facebook, Microsoft, Amazon, PayPal, Visa, Google, Tesla dan lainnya.

    Di masa depan, bukan tidak mungkin kanal-kanal berita akan melaporkan Bitcoin telah melampaui kapitalisasi pasar aset atau perusahaan tertentu. Fundamental Bitcoin semakin kuat, tetapi soal skalabilitas [lambat dan transaksi sedikir per detik–] belum dipecahkan sepenuhnya.

    Kendati demikian, skalabilitas bukanlah prioritas, sebab Bitcoin menjadi standar emas untuk disimpan sebagai alat simpan nilai, bukan sebagai sistem transfer dana setara VISA. Jika Bitcoin berhasil mencapai skalabilitas on-chain, adopsi Bitcoin sebagai alat tukar dan unit perhitungan akan terjadi secara alamiah.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Siap-siap! Amazon Akan Segera Masuk ke Pasar Kripto

    Selain Tesla, Apple, dan juga Coca-Cola yang sudah menerima jenis pembayaran melalui bitcoin, kini dikabarkan Amazon juga mulai menerima pembayaran melalui bitcoin.

    Awal minggu ini surat kabar London City A.M. menuliskan bahwa Amazon berencana menerima pembayaran bitcoin mulai akhir tahun ini. Tidak hanya itu, raksasa ritel buatan Jeff Bezos ini pun tengah mempersiapkan token mereka sendiri yang rencananya akan diluncurkan pada 2022 mendatang. 

    Isu tersebut semakin kuat dengan kabar yang menyebutkan bahwa Amazon telah memposting lowongan pekerjaan untuk posisi cryptocurrency dan juga blockchain lead. Pencarian untuk dua posisi ini semakin menunjukkan keseriusan Amazon pada pasar cryptocurrency seperti Bitcoin.

    Baca Juga: Ketahui Jenis-Jenis Investasi Jangka Pendek yang Menguntungkan 

    Dilansir dari CNBC Indonesia, Andy Jassy CEO Amazon yang kala 2017 lalu menjabat sebagai CEO Amazon Web Service, mengatakan bahwa pada sat itu Amazon tengah mengawasi dengan cermat perkembangan cryptocurrency.

    Unit usaha Amazon yang bergerak di teknologi cloud sebelumnya sudah merilis layanan managed blockchain. Namun sampai hari ini, Amazon belum menerima pembayaran dalam bentuk aset kripto apa pun.

    Meskpun begitu di tahun 2013 lalu Amazon merilis Amazon Coins yang bisa digunakan oleh para penggunanya untuk membeli konten game dan aplikasi.

    Tampaknya di bawah kendali Andy Jassy yang menggantikan Jeff Bezos pada bulan lalu dari posisi CEO, Amazon akan mulai agresif memasuki pasar cryptocurrency. Terlebih di Amerika Serikat seperti yang diberitakan oleh Investopedia, ada sekitar 36% pelaku UKM di Amerika Serikat yang menerima bitcoin sebagai salah satu metode pembayaran.

    Kepercayaan masyarakat terhadap inovasi dan teknologi blockchain semakin kuat. Terlebih beragam raksasa ritel dan teknologi sudah melakukan hal serupa. Apple yang mengumumkan bahwa para penggunanya bisa membeli Bitcoin lewat Apple Pay. Dan Coca-Cola yang sudah memiliki 2.000 mesin penjual otomatis yang menerima bitcoin sebagai opsi pembayaran di Australia dan Selandia Baru.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ava Labs Gandeng Amazon Percepat Adopsi Blockchain, AVAX Naik 16%

    Ava Labs, tim di belakang jaringan platform smart contract, Avalanche (AVAX), telah bermitra dengan Amazon Web Services (AWS) untuk mempercepat adopsi blockchain secara meluas.

    Ava Labs menjelaskan kemitraan ini bertujuan untuk mendekatkan teknologi blockchain ke perusahaan, kelembagaan, dan pemerintah. Dalam pengumumannya, AWS akan mendukung jaringan Avalanche dan ekosistem aplikasi terdesentralisasi (dapp).

    “Kritisnya, operator node Avalanche dapat berjalan di AWS Govcloud untuk kasus penggunaan kepatuhan Fedramp – kemampuan vital dan prasyarat untuk perusahaan dan pemerintah,” detail pengumuman hari Rabu (11/1).

    Kemitraan

    Baca juga: GALA Naik 140% Seminggu, Dorong Token Kripto Game dan NFT Bersinar

    Pendiri dan CEO Ava Labs, Emin Gün Sirer, mengatakan kolaborasi itu adalah hal yang besar dan dibandingkan dengan pengumuman blockchain lain yang melibatkan AWS. Dia bersikeras bahwa kemitraan ini “bermakna.”

    “Ini bukan hanya ‘pengumuman kemitraan AWS.’ Mari saya jelaskan dalam bahasa Inggris sederhana. Di masa lalu, rantai lain telah membayar AWS untuk meng-hosting beberapa node, dan (telah) menyatakan ini sebagai ‘mitra AWS dengan Beberapa Rantai.’ Pada kenyataannya, ‘Some Chain’ membayar AWS — mereka adalah klien AWS. Tidak ada kemitraan yang berarti,” katanya.

    Howard Wright, VP dan kepala global Kata startup AWS, menjelaskan kemampuan baru yang dibawa oleh Avalanche, memungkinkan perusahaan untuk tumbuh.

    “Kami sangat senang menambahkan inovator seperti Ava Labs ke jaringan mitra kami dan mendukung alat baru untuk infrastruktur dan ekosistem Avalanche, membantu memperluas penerapannya ke geografi dan segmen pelanggan baru,” ungkapnya.

    Ilustrasi aset kripto Avalanche (AVAX). Sumber: Binance Academy.
    Ilustrasi aset kripto Avalanche (AVAX). Sumber: Binance Academy.

    Baca juga: Bappebti dan Aspakrindo Sinergi Pengembangan Perdagangan Kripto

    Token asli Avalanche, AVAX, melonjak mengikuti berita tersebut, naik 16,2 persen lebih tinggi terhadap dolar AS. AVAX sempat diperdagangkan dengan harga antara US$ 12,31 hingga US$ 14,83 per unit selama 24 jam terakhir.

    Statistik tujuh hari menunjukkan bahwa AVAX naik 29,1 persen, dan market cap AVAX saat ini adalah yang terbesar ke-19, mencapai US$ 4,51 miliar pada Kamis (12/1) pukul 08:00 WIB.

    Meskipun naik pesat setelah pengumuman AWS, AVAX masih turun 89 persen dari level tertinggi sepanjang masa US$ 144,96 pada 21 November 2021 lalu. Seperti Solana (SOL), Avalanche (AVAX) telah mendapat pukulan besar selama crypto winter.

    AVAX pernah menjadi pesaing aset kripto sepuluh besar, ia berjuang untuk mempertahankan posisi di bawah ambang batas ke-20.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Masuk Bisnis Web3, Amazon Bakal Rilis NFT Marketplace pada April 2023

    Perusahaan teknologi raksasa, Amazon mantap merambah bisnis di dunia web3. Dilaporkan Amazon akan merilis platform NFT marketplace pada bulan April mendatang.

    Amazon telah lama menguasai dunia e-commerce. Perusahaan milik Jeff Bezos itu mengungkap rencana untuk meluncurkan NFT marketplace sendiri. Rencana awal yang diresmikan pada Januari lalu, menyebutkan bahwa marketplace tersebut masih dalam pengembangan.

    Namun, detail pasti kapan pasar akan diluncurkan dan siapa yang akan memimpin inisiatif tersebut pada awalnya tidak tersedia. Menurut data terbaru yang dibagikan oleh The Big Whale, Amazon NFT marketplace akan diluncurkan pada 24 April 2023.

    Amazon NFT Marketplace

    Amazon bakal rilis NFT marketplace pada April 2023. Sumber: Watcher Guru.
    Amazon bakal rilis NFT marketplace pada April 2023. Sumber: Watcher Guru.

    Baca juga: Nayib Bukele: Bitcoin Tingkatkan 95% Ekonomi Pariwisata El Salvador

    Platform baru ini awalnya hanya dapat diakses oleh pengguna Amerika Serikat melalui tab “Amazon Digital Marketplace” di situs web. Negara lain secara bertahap akan segera dapat mengakses pasar.

    Pasar dilaporkan akan diluncurkan lebih awal; namun ditunda karena berbagai alasan, termasuk jatuhnya FTX. Masuknya Amazon ke ranah NFT terjadi pada saat popularitas NFT tidak mencapai puncaknya.

    Menurut detail yang diungkapkan oleh sumber yang mengetahui masalah tersebut, raksasa e-commerce tersebut akhirnya mempersiapkan diri untuk memulai perjalanan NFT-nya. Pasar NFT baru juga akan fokus pada game berbasis blockchain untuk pengguna, di mana mereka bisa mendapatkan aset digital sebagai imbalannya.

    Barang Fisik

    Selain itu, Amazon meletakkan dasar untuk memberi pelanggannya kemampuan untuk membeli NFT yang terkait dengan aset dunia nyata yang dikirimkan ke depan rumah mereka, menurut tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.

    ilustrasi stok nft
    Ilustrasi NFT.

    Baca juga: Daftar Aset Kripto yang Berkinerja Baik di Februari 2023

    Pembeli Amazon, misalnya, akan dapat membeli NFT berorientasi mode yang diikat ke celana jeans – dan membayar dengan kartu kredit, kata sumber, sama seperti pembelian Amazon lainnya.

    Langkah tersebut merupakan peningkatan yang signifikan dari langkah awal raksasa e-niaga tersebut dalam mengembangkan platform NFT , langkah yang sebelumnya dilaporkan oleh Blockworks. Dan perusahaan berencana untuk memberi tahu setiap pelanggan Amazon Prime – setidaknya di AS – tentang inisiatif koleksi digitalnya setelah ditayangkan, kata dua sumber tambahan.

    Niat Amazon adalah untuk membuat beberapa jenis blockchain pribadi, kata beberapa sumber — menambahkan bahwa tidak jelas apakah itu dapat terjadi melalui percabangan dari protokol yang ada. Beberapa sumber mengatakan itu juga tidak pasti, sepengetahuan mereka saat publikasi, apakah token Amazon akan menjadi bagian dari kesepakatan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Microsoft dan Amazon Berencana Tambahkan Bitcoin di Portofolionya

    Microsoft akan membuat keputusan penting tentang investasi Bitcoin pada 10 Desember di rapat pemegang saham. Amazon menerima usulan untuk mempertimbangkan Bitcoin di rapat tahunan pemegang saham 2025. Investasi Bitcoin oleh Microsoft dan Amazon menunjukkan tren yang semakin kuat untuk adopsi institusional Bitcoin sebagai aset strategis.

    Microsoft Pertimbangkan Investasi Bitcoin pada Rapat Pemegang Saham

    Menurut Cryptodnes, Pemegang saham Microsoft akan membuat keputusan penting pada 10 Desember terkait usulan investasi perusahaan dalam Bitcoin.

    • Usulan ini diajukan oleh sebuah think tank (suatu badan ahli yang memberikan saran dan ide tentang masalah politik atau ekonomi tertentu) yang percaya bahwa Bitcoin bisa menjadi pelindung nilai terhadap inflasi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
    • Meski Bitcoin semakin populer di kalangan institusi besar, dewan Microsoft masih skeptis karena sifat spekulatif Bitcoin dan kebijakan investasi perusahaan yang sudah ada.

    Amazon Akan Bahas Bitcoin di Rapat Pemegang Saham 2025

    Berdasarkan informasi dari akun Tim Kotzman, Amazon juga menjadi sorotan setelah menerima usulan untuk menilai penambahan Bitcoin dalam keuangan perusahaan di rapat tahunan pemegang saham 2025.

    • Usulan ini diajukan oleh National Center for Public Policy Research, yang meminta Amazon untuk mempertimbangkan Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangannya.
    • Saat ini, belum ada keputusan resmi dari Amazon, tetapi ini menandai langkah besar yang menunjukkan minat institusi besar terhadap Bitcoin.

    Mengapa Bitcoin Jadi Perhatian Microsoft dan Amazon?

    Bitcoin semakin dianggap sebagai aset yang penting di tengah ketidakpastian global, menarik perhatian dua raksasa teknologi ini.

    • Nilai Bitcoin yang terus meningkat telah menarik banyak institusi besar karena dianggap sebagai aset pelindung nilai terhadap inflasi.
    • Meski sifat Bitcoin masih spekulatif, keputusan Microsoft dan Amazon untuk mempertimbangkannya bisa membuka jalan bagi adopsi yang lebih luas di kalangan perusahaan besar lainnya.

    Kesimpulan dan Analisis

    Pertimbangan Amazon dan Microsoft ini menunjukkan bahwa Bitcoin semakin menjadi bagian penting dari percakapan institusional, meskipun masih ada resistensi karena sifatnya yang spekulatif. Dengan investasi Bitcoin oleh Microsoft dan Amazon dalam pembahasan, langkah ini dapat menjadi katalis utama untuk adopsi yang lebih luas di masa depan.

    Baca juga: CPI AS Jadi Perhatian Utama, Pakar Prediksi Bitcoin Tembus $112.926


    Ikuti terus berita terbaru seputar Bitcoin dari Tokonews. Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    Sebagai contoh untuk menyicil Bitcoin kamu bisa menggunakan fitur DCA. Atau jika kamu mau langsung menukar aset kripto dengan aset kripto lain, fitur Beli/Jual sangat praktis untuk digunakan.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jajal Web3, Google Akan Saingi Amazon dan Microsoft

    Divisi komputasi awan Google mengumumkan bahwa mereka sedang membangun unit baru untuk menjajal pengembangan Web3 dan bersiap menjadi rival AWS Amazon dan Microsoft Azure yang lebih dulu masuk ke internet generasi ketiga tersebut.

    Google memutuskan masuk ke Web3 untuk mendukung pengembangan blockchain dan aplikasi berbasis blockchain yang semakin meningkat di industri kripto. Kebutuhan ini berkembang bersamaan dengan aktivitas dan adopsi Web3 dalam sektor ekonomi tradisional.

    Wakil Presiden Google Cloud, Amit Zavery, dalam email-nya menjelaskan sementara sebagian besar dunia masih dalam tahap menjajaki Web 3.0, bagi Google ini adalah pasar dengan potensi ekonomi luar biasa. Zevery menyatakan banyak pengguna Google yang memintanya agar Google meningkatkan dukungan untuk teknologi Web3 terkait kripto.

    Google Kembangkan Kartu Bitcoin (BTC)
    Ilustrasi Google dan Bitcoin. FOto: Getty Images.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

    Dengan membawa unit Web3 ke front line-nya, Google ingin menjadikan Google Cloud sebagai pilihan platform nomor satu bagi pengembangan blockchain. Google Cloud adalah rangkaian layanan komputasi awan mesin pencari. Semua proyek terkait Google berjalan di Google Cloud.

    Zavery menambahkan bahwa Google akan menempatkan dirinya sebagai penyedia teknologi untuk aplikasi atau entitas berbasis blockchain secara keseluruhan. Sedangkan search engine-nya belum menjadi peserta langsung di bidang kripto.

    Sementara CEO Google, Sundar Pichai, menyebut industri blockchain sebagai sesuatu yang “menarik dan kuat”. Google percaya bahwa aplikasi blockchain akan menemukan jalannya ke dalam layanan dan industri keuangan tradisional seperti yang dapat dilakukan Web3.

    Baca juga: Tiga Alasan Kenapa Harga Aset kripto Turun di Awal Mei 2022

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Amazon Optimis Tentang Masa Depan Aset Kripto dan NFT

    Dunia aset kripto dan NFT ternyata menarik perhatian CEO Amazon, Andy Jassy. Bos baru Amazon yang menggantikan Jeff Bezos itu optimis tentang prospek bisnis industri aset digital di masa depan.

    Dikutip Cointelegraph, Jassy mengatakan bahwa meskipun dia tidak memiliki aset kripto atau NFT, dia optimis tentang prospek industrinya. Dia pun mengakui sejauh ini belum mau menambahkan mekanisme pembayaran menggunakan kripto dalam waktu dekat.

    “Kami tidak mungkin dalam waktu dekat menambahkan kripto sebagai mekanisme pembayaran dalam bisnis ritel kami, tetapi saya percaya seiring waktu bahwa Anda akan melihat crypto menjadi lebih besar. Saya berharap NFT akan terus tumbuh sangat signifikan,” ungkap Jassy selama wawancara dengan CNBC.

    Ilustrasi e-commerce, Amazon.
    Ilustrasi e-commerce, Amazon. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun, Investor Mulai Jenuh?

    Amazon Cari Talenta Ahli Kripto dan Blockchain

    Secara khusus, mengenai penjualan NFT oleh Amazon, Jassy mengisyaratkan mungkin ada kesempatan besar mengenai hal tersebut. Pada November lalu, Cointelegraph melaporkan bahwa Amazon mempekerjakan tenaga ahli yang memahami ekosistem kripto dan aset digital secara keseluruhan.

    Kemudian, lowongan pekerjaan yang sama juga baru-baru ini di-posting Amazon. Tanggung jawab pekerjaan tersebut dituntut mampu menentukan pesan khusus industri dan jaminan yang secara efektif mengomunikasikan proposisi nilai AWS (Amazon Web Service) untuk solusi aset digital dalam layanan keuangan.

    Ilustrasi mengenal berbagai kelebihan aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: LINE Luncurkan Platform Marketplace NFT, Bakal Ekspansi ke Indonesia?

    Kapan Belanja di Amazon Pakai Kripto?

    Terlepas dari optimisme Jassy mengenai dunia kripto dan NFT, ia menegaskan kembali sikap perusahaan dari Juli tahun lalu bahwa Amazon mungkin tidak akan menambahkan crypto sebagai mekanisme pembayaran dalam bisnis ritelnya.

    Sejauh ini Amazon belum memberikan lampu hijau mengenai pembayaran menggunakan aset kripto atau membuka platform untuk marketplace NFT. Di antara perusahaan teknologi e-commerce besar, Shopify telah menjadi yang terdepan dalam adopsi kripto.

    Shopify mengumumkan awal bulan April 2022 ini bahwa mereka akan menerima Bitcoin (BTC) sebagai pembayaran di platform melalui The Lightning Network dan Strike. Namun, langkah tersebut juga memicu skeptisisme dari pengguna, dengan beberapa menunjukkan konsekuensi pelanggaran hukum yang tidak melalui proses KYC (Know Your Costumer).

    Baca juga: Review Aplikasi Kriptoversity, Belajar Kripto dan Blockchain Bisa Dapat Cuan



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kripto Anjlok US$ 270 M, Bitcoin Sempat Jatuh ke Level US$ 54.000


    Jakarta

    Nilai pasar kripto secara keseluruhan anjlok pada hari Minggu kemarin hingga US$ 270 miliar atau sekitar Rp 4.347 triliun dalam jangka waktu 24 jam. Hal ini disebabkan karena investor berbondong-bondong menjual aset berisiko seperti bitcoin dan ether.

    Dikutip dari CNBC Internasional, Senin (5/8/2024), data CoinGecko menunjukkan, Bitcoin turun hingga 11% dan ether turun 21% dalam waktu 24 jam. Hal ini membuat nilai keseluruhan mata uang kripto anjlok sekitar US$ 270 miliar.

    Kondisi ini bertepatan dengan penurunan ekuitas di pasar Asia-Pasifik. Nikkei 225 Jepang anjlok hingga 7%, memperpanjang kerugian yang dimulai minggu lalu, setelah Bank of Japan mengumumkan akan menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam 16 tahun.


    Lalu di Amerika Serikat (AS), Nasdaq merosot 3,4% minggu lalu ke wilayah koreksi, mengakhiri tiga minggu terburuk indeks yang sarat teknologi itu sejak September 2022. Saham Amazon dan Nvidia berkontribusi terhadap penurunan tersebut.

    “Penurunan saham minggu lalu sebagian terkait dengan laba yang mengecewakan, laporan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, pengangguran yang lebih tinggi, dan sektor manufaktur yang menurun,” tulis CNBC.

    Di tengah kondisi tersebut, Federal Reserve AS memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil dan tidak menjanjikan penurunan suku bunga pada bulan September. Suku bunga yang lebih rendah cenderung berkorelasi dengan kinerja yang lebih baik untuk aset berisiko.

    Bitcoin Merosot ke Level US$ 54.000

    Sementara itu, harga Bitcoin telah mencapai level terendah sejak Februari. Mata uang kripto terbesar di dunia itu diperdagangkan sekitar US$ 54.000 atau sekitar Rp 869,4 juta. Meski demikian, harganya masih mencatatkan kenaikan hampir 23% tahun ini.

    Sedangkan harga ether, token asli yang menopang blockchain ethereum, turun menjadi sekitar US$ 2.300 atau setara Rp 37,03 juta dan telah menghapus keuntungannya untuk tahun ini. Token BNB Binance turun lebih dari 15% dan Solana diperdagangkan 10% lebih rendah.

    Kondisi hancurnya pasar kripto diproyeksikan akan segera dirasakan oleh basis investor yang lebih luas. Hal ini imbas atas Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui dana yang diperdagangkan di bursa spot baru atau ETF bitcoin spot untuk bitcoin dan ether.

    ETF telah melihat ratusan juta dolar mengalir ke koin tersebut. Pada hari Jumat lalu, CNBC melaporkan bahwa Morgan Stanley akan segera mengizinkan 15.000 penasihat keuangannya untuk menawarkan ETF bitcoin kepada kliennya. Ini merupakan langkah pertama di antara bank-bank besar Wall Street untuk mengadopsi kripto ke dalam portofolio investasinya.

    (shc/das)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Bitcoin Terus Meroket Pecahkan Rekor, Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Harga koin kripto Bitcoin terus melambung tinggi. Bahkan baru-baru ini melewati rekor tertinggi sepanjang sejarah di kisaran US$ 93.000 atau Rp 1.472.190.000 (Rp 1,47 miliar jika dihitung dalam kurs Rp 15.830 per dolar AS).

    Tidak hanya nilai jualnya yang terus bertambah, kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini sudah menembus lebih dari US$ 1,77 triliun atau Rp 28.019,1 triliun. Kondisi ini membuat Bitcoin melampaui kapitalisasi pasar perak (US$ 1,70 triliun atau Rp 26.911 triliun) sebagai aset terbesar ke-8 di dunia.

    Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin hanya berada di bawah emas (US$ 17,23 triliun), Nvidia (US$ 3,63 triliun), Apple (US$ 3,4 triliun), Microsoft (US$ 3,16 triliun), Google (US$ 2,2 triliun), Amazon (US$ 2,2 triliun), dan Saudi Aramco (US$ 1,79 triliun) dalam peringkat aset terbesar dunia.


    CEO sekaligus pendiri Indodax, Oscar Darmawan, mengatakan pergerakan pasar Bitcoin yang terus meningkat ini sebagian besar didorong oleh pembelian institusional dan arus kas masuk ke ETF Bitcoin yang terus berlanjut.

    “Pencapaian kapitalisasi pasar Bitcoin yang kini menembus US$ 1,77 triliun adalah bukti semakin diterimanya aset digital ini di kancah global sebagai alternatif investasi yang potensial,” jelas Oscar dalam keterangan resminya, Minggu (17/11/2024).

    “Lonjakan harga Bitcoin yang melewati level US$ 93.000 mencerminkan tingginya minat institusi besar terhadap kripto sebagai salah satu aset utama dalam portofolio investasi,” sambungnya lagi.

    Selain itu optimisme atas kemenangan Donald Trump sebagai Presiden baru AS, yang dikenal dengan sikap pro-kripto, turut mendukung kepercayaan para investor bahwa regulasi yang lebih mendukung aset digital ini akan segera hadir.

    “Saya melihat adanya potensi besar dalam regulasi yang mendukung industri kripto seperti Financial Innovation and Technology for the 21st Century Act (FIT 21) dan Financial Innovation Act (FIA) dalam kebijakan Amerika, dan juga kebijakan baru mengenai perpindahan regulasi ke OJK di Indonesia di 2025,” papar Oscar.

    “Dukungan regulasi yang positif akan memperkuat perkembangan pasar dan mengurangi risiko yang dihadapi oleh para investor kripto,” terangnya lagi.

    Menurutnya selain faktor-faktor tadi, faktor pendorong lainnya seperti sentimen inflasi juga memberikan dampak pada pergerakan harga Bitcoin. Misalkan saja pada Rabu (13/11) kemarin saat inflasi di AS tercatat sebesar 2,6% YoY atau naik dari periode sebelumnya yang sebesar 2,4%.

    Kenaikan sebesar 0,2% ini sebetulnya masih dalam perhitungan konsensus, sehingga seharusnya kenaikan inflasi ini memberikan pandangan positif terhadap dolar. Namun, kripto Bitcoin justru mengalami kenaikan dan berhasil mencapai all-time high (ATH), mencerminkan antusiasme investor terhadap adopsi Bitcoin di tengah kondisi ekonomi saat ini.

    “Dengan inflasi tinggi, Bitcoin dianggap sebagai aset yang dapat melindungi nilai dan menarik investor yang mencari alternatif investasi yang lebih stabil dibandingkan aset tradisional yang bisa terdampak penurunan nilai akibat inflasi,” katanya.

    Karena itu, Oscar optimis bahwa Bitcoin masih memiliki ruang untuk tumbuh lebih jauh, terutama jika didukung oleh kerangka regulasi yang lebih jelas dan penerimaan publik yang terus meningkat.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Ini Pergerakan Harga Bitcoin yang Sempat Melonjak hingga 40%


    Jakarta

    Harga bitcoin sempat mencetak rekor tertinggi pada Jumat pekan lalu yaitu tercatat US$99.000 atau lebih dari Rp1,5 miliar. Kenaikan ini membawa kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi di atas US$1,9 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai US$52 miliar. Lonjakan harga Bitcoin mencerminkan momentum bullish yang terus berlanjut sejak awal bulan, meski ketika mayoritas altcoin mengalami penurunan.

    Kenaikan nilai Bitcoin menjadikannya aset terbesar ke-7 di dunia, melampaui silver yang berada di peringkat ke-9 dengan kapitalisasi pasar US$ 1,7 triliun. Saat ini, Bitcoin (US$ 1,9 triliun) berada di bawah emas (US$ 18,13 triliun), Nvidia (US$ 3,5 triliun), Apple (US$ 3,4 triliun), Microsoft (US$ 3 triliun), Amazon (US$ 2,07 triliun), dan Google (US$ 2,02 triliun) dalam daftar aset terbesar di dunia.

    Adapun salah satu pendorong utama kenaikan Bitcoin adalah laporan mengenai Trump Media and Technology Group yang sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi perusahaan perdagangan kripto Bakkt.


    Berita ini memicu ekspektasi bahwa kebijakan pro-kripto akan diterapkan di bawah kepemimpinan Donald Trump. Faktor lainnya yang mendorong lonjakan harga ini adalah peluncuran produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin dari BlackRock, iShares Bitcoin Trust (IBIT), yang mencatat nilai perdagangan sebesar US$1,9 miliar pada hari pertama.

    Selain itu, peluncuran platform aset digital Goldman Sachs Group Inc. memberikan sentimen positif tambahan. Di sisi lain, CEO Coinbase, Brian Armstrong, bertemu Presiden terpilih Donald Trump (19/11) untuk membahas penunjukan pejabat pemerintahan baru.

    Pertemuan ini semakin memperkuat harapan akan kebijakan pro-kripto yang mendukung pertumbuhan industri. Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024 juga berperan besar dalam mengangkat harga Bitcoin.

    Sejak diumumkan pada 6 November 2024, harga Bitcoin telah melonjak lebih dari 40%. Janji Trump untuk mendorong regulasi yang ramah kripto dan menjadikan Bitcoin sebagai cadangan aset nasional memicu optimisme di pasar. CEO INDODAX, Oscar Darmawan, memberikan pandangan yang mendalam tentang momentum ini.

    “Ketika kita melihat berita seperti Trump Media yang berniat mengakuisisi Bakkt dan pertemuan dengan Brian Amstrong, ini bukan hanya tentang ekspansi bisnis. Ini adalah langkah strategis yang memperkuat Bitcoin sebagai pilar utama di ekosistem ekonomi digital global. Kombinasi ini memberikan kejelasan arah yang sangat signifikan terhadap masa depan industri,” ujar Oscar dalam siaran pers, Kamis (28/11/2024).

    Dia menjelaskan ETF Bitcoin dari BlackRock menjadi tonggak sejarah yang menunjukkan bahwa lembaga-lembaga besar semakin meyakinkan bahwa Bitcoin lebih dari sekadar aset digital, tetapi juga alat diversifikasi portofolio jangka panjang.

    Oscar juga mengatakan bahwa kemenangan Trump di pemilu AS 2024 membawa dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar perubahan regulasi. “Kebijakan pro-kripto yang dijanjikan Trump menciptakan harapan bahwa Bitcoin dapat bertransisi menjadi aset strategis, bahkan mungkin sebagai cadangan nasional. Ini adalah langkah revolusioner yang menunjukkan pengakuan terhadap nilai intrinsik Bitcoin dalam konteks ekonomi global,” jelasnya.

    Di tengah dominasi Bitcoin, Oscar juga menggarisbawahi tantangan yang dihadapi altcoin. “Penurunan pada Ether dan altcoin lainnya memperlihatkan bahwa investor saat ini lebih cenderung memilih Bitcoin sebagai aset utama. Ini adalah refleksi dari kepercayaan pada Bitcoin yang terus meningkat di tengah ketidakpastian pasar,” ungkapnya.

    Dengan momentum ini, INDODAX berkomitmen untuk terus mendorong adopsi Bitcoin di Indonesia. “Kami tidak hanya melihat rekor harga ini sebagai pencapaian, tetapi juga sebagai peluang untuk mengedukasi pasar tentang pentingnya memiliki akses yang aman dan transparan ke aset digital. Melalui langkah ini, kami ingin menjadikan INDODAX sebagai gerbang utama investasi kripto di Indonesia,” ujar Oscar.

    Saksikan juga video: Jokowi Kaget Ada yang Belajar Robotik, Bitcoin hingga AI di UNU Yogya

    [Gambas:Video 20detik]

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com