Tag: Amerika

  • Konflik Cina dan Amerika Diprediksi Menguntungkan Pasar Crypto

    Presiden Joe Biden, nampaknya akan membawa Amerika kembali mengalami “perang dingin” dengan Cina akibat beberapa hal.

    Saat ini salah satu fokus utama terdapat pada ranah teknologi yang mulai menarik perhatian pasar crypto.

    Konflik Cina dan Amerika Menyangkut Teknologi

    Menurut pendiri Ethereuem, Vitalik Buterin, konflik menyangkut komputer dan aplikasi telepon genggam pintar ini akan menguntungkan pasar crypto ke depannya. Ia menyatakan,

    “Tidak dapat dipungkiri bahwa konflik ini, walau akan berpengaruh pada kondisi perekonomian dan kondisi masyarakat global, akan berdampak positif pada pasar crypto.”

    Pernyataan tersebut mereferensikan kondisi pemerintahan Amerika saat ini yang secara agresif terus menyerang Cina melalui beberapa pernyataan.

    Sebelumnya, kabinet Donald Trump, presiden Amerika sebelum Biden, menghabiskan empat tahun terus menyerang perusahaan teknologi Cina.

    Baca juga: China Masih Mendominasi Pasar Bitcoin

    Trump selalu menyatakan bahwa perusahaan teknologi adalah virus trojan besar untuk pemerintahan Cina dan melarang tersebarnya WeChat di Amerika.

    Selain itu, Trump juga memaksa perusahaan Cina bernama ByteDance untuk menjual TikTok.

    Ia juga menetapkan kebijakan tarif pada kartu grafis dari Cina yang membuat peredarannya berkurang di Amerika.

    Pandangan dari Pendiri Ethereum

    Vitalik Buterin percaya bahwa apa yang dilakukan Amerika dari masa Trump hingga Biden adalah langkah yang salah untuk perekonomian Amerika. Ia menyatakan,

    “Secara dasar, jika strategi untuk menanggapi kekhawatiran terhadap perusahaan teknologi Cina adalah dengan menyerang Cina, maka Amerika akan sangat rentang terhadap perusahaan non-teknologi Cina dan siapapun yang melakukan hal yang sama.”

    Niat awal Amerika dalam menetapkan kebijakan tarif dan pelarangan adalah untuk menjaga keamanan, privasi, dan menyempitnya lapangan kerja untuk rakyat lokal.

    Namun menurut Buterin pandangan ini salah akibat justru menghilangkan aspek perlindungan akibat terlalu tingginya sentralisasi dan proteksionisme.

    Menurutnya akibat terlalu tinggi sentralisasi, mata uang crypto akan diuntungkan.

    Hal ini disebabkan adanya desentralisasi yang diberikan oleh crypto sebagai cara layak untuk melindungi rakyat.

    Baca Juga: Memasuki Tahun Kerbau, BTC Mampu Menembus Area Resistensi

    Pasar Crypto Diuntungkan

    Buterin menjelaskan pandangannya dengan perumpamaan dimana terjadi tiga orang yang terjebak dalam perkelahian dimana A lebih handal dari B dan B lebih handal dari C.

    Ia menjelaskan bahwa yang akan menang dalam perkelahian tersebut adalah C, akibat A dan B mengetahui mereka sepantaran dan akan menyerang satu sama lain, meninggalkan C.

    Menurutnya, mata uang crypto adalah pihak C tersebut dalam perkelahian dimana A dan B adalah Amerika dan Cina yang memiliki dampak besar terhadap perekonomian dunia.

    Vitalik menyadari bahwa apa yang ia sampaikan tidak dapat dipermudah dengan satu perumpamaan tersebut akibat permasalahan ini yang sangat rumit.

    Namun, mengingat Cina dan Amerika akan memiliki kemampuan untuk memantau pergerakan masyarakat satu sama lain dengan satelit, desentralisasi akan muncul menjadi pemenang.

    Hal ini disebabkan teknologi yang terdesentralisasi akan beroperasi secara mandiri tanpa pemerintah dan juga perusahaan besar sehingga menjadi alternatif terbaik.

    Karena pada akhirnya semua akan ditentukan oleh konsumen yaitu masyarakat yang pada akhirnya menggerakkan perekonomian dunia.

    Lama-kelamaan akan terjadi kejenuhan dari sentralisasi yang terjadi, dimana pusat berada di Amerika dan Cina.

    Sehingga desentralisasi dari crypto akan memberikan penyembuhan dari kejenuhan tersebut.

    Terutama dengan semakin banyak yang menganggap konflik kedua negara tidak bermanfaat untuk perekonomian global, bahkan merugikannya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menebak Sikap Presiden AS Joe Biden Terkait Cryptocurrency

    Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden dikabarkan sedang mempertimbangkan perintah eksekutif untuk agen federal yang mengharuskan mereka mempelajari industri kripto dan membuat rekomendasi tentang pengawasan cryptocurrency.

    Tidak mengherankan bahwa pemerintah AS sekarang memberikan perhatian khusus terhadap kripto. Sikap terhadap mata uang digital seperti Bitcoin di seluruh dunia sangat bervariasi, mulai dari kecurigaan langsung, larangan penambangan kripto di China, hingga negara seperti El Salvador yang menambahkan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. 

    Meskipun El Salvador masih menggunakan dolar AS, Bitcoin juga digunakan di sana. Bahkan, El Salvador sedang merencanakan cara untuk menambang Bitcoin menggunakan energi dari sumber vulkanik.

    Perintah eksekutif dari Presiden Biden itu nantinya akan mencakup Departemen Keuangan, Departemen Perdagangan, Lembaga Sains dan Badan Keamanan Nasional. Selain itu juga meminta agensi untuk mempelajari berbagai macam aspek industri dan memperjelas tanggung jawab yang dimiliki berkaitan dengan industri kripto dan blockchain

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Nasib Tether Usai Didenda 41 Juta Dolar AS oleh CFTC

    Potensi kripto di Amerika Serikat

    Untuk Amerika Serikat, cryptocurrency seperti Bitcoin, Ethereum, dan mata uang kripto lainnya berpotensi untuk penggunaan ilegal, dan memperdagangkan untuk menghindari kewajiban pajak. Pada tahun 2020, Departemen Keuangan AS mengusulkan aturan baru untuk transaksi kripto, bahwa transfer senilai lebih dari $10.000 wajib hukumnya untuk dilaporkan ke IRS.

    Departemen Keuangan AS juga mengatakan bahwa cryptocurrency sudah menimbulkan masalah yang signifikan dengan kemungkinan aktivitas ilegal yang semakin meluas, termasuk penghindaran pajak. Hal ini terjadi karena keuntungan dalam koin seperti Bitcoin akan secara efektif dihitung sebagai pendapatan dan harus dilaporkan pada pengembalian pajak individu atau perusahaan.

    Kantor Pengawas Keuangan Mata Uang (OCC), Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) dan Federal Reserve, tiga regulator bank federal telah membentuk “ Sprint Team ” untuk mengoordinasikan gugus tugas mereka terkait kripto pada awal tahun ini.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Bank Spanyol Tertarik Tawarkan Aset Kripto ke Nasabahnya

    Gugus tugas yang bekerja untuk Presiden AS Biden juga akan mempertimbangkan laporan yang merekomendasikan Kongres memberlakukan undang-undang dalam membuat peraturan khusus untuk penerbit stablecoin, agar memperlakukan entitas ini sama seperti bank. Federal Reserve dan Bank Sentral AS juga akan merilis laporan tentang stablecoin dan token aset digital yang nilainya dipatok ke aset lain, seperti dolar AS dan mata uang digital bank sentral (CBDC).

    Sementara itu, Bank Sentral Eropa mengkonfirmasi awal tahun ini bahwa mereka sedang menjajaki kemungkinan mata uang euro digital sendiri. Mata uang virtual lintas batas yang didasarkan pada klaim langsung terhadap bank sentral itu sendiri. European Central Bank (ECB) menekankan, dengan tujuan meyakinkan pengguna bahwa dana tersebut tidak akan keluar dari pasar.

    Penambangan Bitcoin yang Semakin Masif

    Saat ini Amerika Serikat menjadi negara penambang Bitcoin terbesar di dunia setelah China melakukan pelarangan terhadap penggunaan Kripto di negaranya. 

    Pada akhir Agustus 2021, Amerika Serikat sudah menyumbang 35,4 persen tingkat hash global, ukuran kekuatan komputasi yang digunakan untuk menambang mata uang kripto. Menurut sebuah studi oleh Cambridge Center for Alternative Finance hasil tersebut lebih dari dua kali lipat aktivitas yang tercatat sejak bulan April 2021.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Mengenal Cryzen, Platform Trading Kripto yang Bawa Cuan

    Lonjakan pangsa kripto di Amerika Serikat telah didorong oleh langkah China yang melakukan pengetatan aturan cryptocurrency guna mengendalikan risiko keuangan. Pada awal Bitcoin diluncurkan tahun 2009, negara Asia adalah basis utama bagi para penambang terbesar yang memanfaatkan listrik murah dari pembangkit listrik tenaga batu bara dan air.

    Ada kemungkinan besar bahwa penambangan Bitcoin rahasia masih dilakukan di China, tetapi dialihkan melalui jaringan pribadi virtual yang membuat komputer seolah-olah beroperasi di negara lain. Peningkatan terbaru dalam tingkat hash di Irlandia dan Jerman kemungkinan merupakan hasil dari penambang yang menggunakan VPN atau server proxy. 

    Di Kazakhstan, tingkat hash sudah mencapai 18,1% pada Agustus 2021, naik dari 8,2% sejak April 2021, sementara di Negara Rusia tumbuh menjadi 11%, dari 6,8% pada periode yang sama.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mungkinkah Bitcoin Jadi Mata Uang Nasional AS?

    Seperti yang ramai menjadi pemberitaan belakang ini, Microstrategy menginvestasikan cadangan kas mereka menjadi Bitcoin dalam jumlah yang tak tanggung-tanggung, total senilai $ 425 juta dalam BTC.

    Langkah perusahaan yang berbasis di AS ini bertujuan untuk berlindung dari inflasi dan meyakini Bitcoin sebagai lindung nilai yang andal, bahkan lebih dari pada emas yang sudah menjadi favorit industri selama beberapa dekade terakhir.

    Secara lebih dalam, keterlibatan cryptocurrency dengan ekonomi AS menggema sejak salah satu pendiri Morgan Creek Digital, Jason Williams, memposting pendapatnya di Twitter.

    “Amerika Serikat akan menjadi negara pertama yang mengadopsi #Bitcoin sebagai mata uang nasionalnya,” tweet Jason Williams dilansir dari zycrypto.

    Namun, hampir semua balasan tweet ini tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

    Baca Juga: Harga Bitcoin di Level Ini Harus Dijaga, Akankah Bears Menembusnya?

    Lantas, mungkinkah Bitcoin menjadi mata uang nasional AS?

    Sampai saat ini, tidak ada negara di dunia yang menjadikan Bitcoin sebagai mata uang nasional. Bahkan, AS pun masih dalam tahap awal memberlakukan pedoman peraturan.

    Tapi, sudah ada jalur alternatif yang membuat Bitcoin jadi dominan dan menjadi mata uang negara, yaitu dengan cara adopsi eksternal dari investor institusi dan perusahaan teknologi tradisional terkemuka.

    Investor tumbuh 2x lebih besar menjelang pergantian tahun 2019 ke tahun 2020, sehingga tahun 2020 ini membuktikan Bitcoin sebagai penyimpanan nilai yang lebih baik.

    Investor berlomba mengunci aset mereka menjadi bentuk penyimpanan yang paling aman, sejak fase awal kekakuan politik antara AS dan pemerintah China – jauh sebelum pandemi melanda secara global.

    Saat pemilihan presiden AS, USD berada di titik terlemahnya. Hal ini menjadi salah satu faktor alami yang mendorong investor memilih emas, perak, dan aset di pasar saham.

    Selain itu, pencetakan dolar berulang untuk stimulus ekonomi juga membuat investor yang ingin memerangi inflasi dengan mengamankan aset keras dan nilai mata uang digital mulai menjadi tren pilihan.

    Secara mengejutkan, kinerja Bitcoin sebagai mata uang kripto yang dominan memiliki kinerja YTD sebesar 64%, sementara emas mencapai puncaknya pada 28%, dan perak pada 49%.

    Kemudian Microstrategy menjadi perusahaan yang merealisasikan cadangan Bitcoin yang besar tetapi bukan untuk dijual. Termasuk institusi yang berpusat pada kripto seperti Grayscale juga mengalami peningkatan investasi.

    Kesimpulan

    Untuk saat ini mungkin tidak karena negara tidak bisa mengontrol Bitcoin. Sebuah pemerintahan tidak suka dengan namanya terdesentralisasi, mereka harus mengontrol. Ini adalah sifat sebuah negara.

    Bitcoin jadi mata uang nasional di negara mana pun di dunia adalah hal yang mungkin terjadi di masa depan. Tanpa adopsi nasional, Bitcoin masih berharga secara inheren.

    Baca Juga: 4 Alasan Kenapa Kamu Harus Upgrade ke Tokocrypto 2.0



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga SOL, ADA, XRP Naik Setelah Trump Umumkan Cadangan Kripto

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengeluarkan perintah eksekutif yang mengarahkan pembentukan Cadangan Strategis Kripto.

    Tidak hanya berfokus pada Bitcoin (BTC), cadangan ini juga akan mencakup altcoin utama seperti XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA). Pengumuman ini langsung memicu lonjakan harga altcoin di pasar kripto.

    Cadangan Strategis Kripto untuk Membuat Amerika Hebat Lagi

    Dalam pengumuman yang disampaikan melalui platform X, Trump menegaskan bahwa Cadangan Kripto AS bertujuan untuk mengangkat industri aset digital setelah, menurutnya, “bertahun-tahun diserang secara korup oleh Pemerintahan Biden.”

    Dilaporkan Coingape, Trump juga menginstruksikan Kelompok Kerja Presiden mengenai Pasar Aset Digital untuk segera menyusun strategi implementasi cadangan tersebut.

    “Cadangan Kripto AS akan mengangkat industri penting ini setelah bertahun-tahun diserang secara korup oleh Pemerintah Biden, itulah sebabnya Perintah Eksekutif saya tentang Aset Digital mengarahkan Kelompok Kerja Presiden untuk bergerak maju pada Cadangan Strategis Kripto yang mencakup XRP, SOL, dan ADA,” kata Trump melalui akun X resminya.

    Cadangan ini diyakini menjadi langkah awal Trump dalam upayanya menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia. Meskipun detail teknis belum sepenuhnya diungkapkan, diperkirakan Bitcoin (BTC) akan mengambil porsi terbesar, sementara XRP, SOL, dan ADA akan mendapatkan bagian signifikan dalam cadangan tersebut.

    Para ahli memperkirakan bahwa Strategic Reserve ini akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2025, dengan rincian lebih lanjut akan dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kripto Gedung Putih yang akan datang.

    Harga XRP, SOL, dan ADA Meroket

    Grafik Harga Harian Cardano (ADA). Sumber: TradingView.
    Grafik Harga Harian Cardano (ADA). Sumber: TradingView.

    Pasar kripto merespons cepat terhadap pengumuman ini dengan lonjakan harga yang signifikan:

    • XRP mengalami kenaikan drastis sebesar 32% hanya dalam beberapa menit setelah pengumuman.
    • Solana (SOL) melonjak 22%, memperkuat posisinya di antara altcoin teratas.
    • Cardano (ADA) menjadi pemenang terbesar dengan kenaikan spektakuler 63,14%, akhirnya menembus batas psikologis $1 setelah lama mengalami tekanan harga.
    • Bitcoin (BTC) juga mencatat kenaikan, meskipun lebih moderat, sebesar 7%, kembali ke $90.000 setelah sebelumnya turun di bawah $80.000.

    Altcoin lainnya juga mendapat dorongan positif dari kebijakan ini. Beberapa aset yang mencatat kenaikan signifikan meliputi:

    Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto mengalami lonjakan besar, melampaui angka $1 triliun setelah pengumuman tersebut.

    Keputusan Trump untuk membentuk Cadangan Strategis Kripto menandai langkah besar dalam regulasi dan adopsi kripto di Amerika Serikat. Dengan rencana ini, AS berpotensi menjadi pusat keuangan digital global, serta memberikan kepercayaan tambahan bagi investor dan pelaku industri kripto.

    Sementara pasar masih menanti rincian lebih lanjut, lonjakan harga altcoin menandakan bahwa para pelaku pasar menyambut baik kebijakan ini sebagai momentum bullish yang kuat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank of America Bersiap Luncurkan Stablecoin USD

    Bank of America (BofA), salah satu bank terbesar di Amerika Serikat, mengumumkan rencana untuk meluncurkan stablecoin yang didukung oleh dolar AS.

    Langkah ini diklaim sebagai strategi untuk menyelaraskan diri dengan kebijakan Donald Trump, yang telah menyebut dirinya sebagai “presiden kripto.”

    Stablecoin sebagai Langkah Strategis

    CEO Bank of America, Brian Moynihan, mengungkapkan bahwa pihaknya akan memasuki pasar stablecoin jika peraturan AS mengizinkan. Dalam acara di Washington, DC, Moynihan menyatakan bahwa stablecoin adalah masa depan dan kemungkinan besar akan dikaitkan dengan rekening deposito dolar AS.

    DIlaporkan Cryptopolitan, dengan investasi tahunan sekitar $4 miliar dalam teknologi baru dan tambahan $8 hingga $9 miliar untuk pengoperasiannya, Bank of America terus memperkuat posisinya dalam inovasi perbankan digital. Keberhasilannya dalam digitalisasi terlihat dari adopsi awal aplikasi perbankan mobile dan peluncuran asisten AI, Erica, pada 2018.

    Menanggapi Kritik Trump dan Isu Debanking

    Bank of America sempat mendapat kritik tajam dari Trump, yang menuduh bank-bank besar AS melakukan “debanking” terhadap kelompok konservatif.

    Moynihan menepis tuduhan ini dengan menekankan bahwa banknya melayani semua pihak, tetapi juga mengakui bahwa regulasi yang ketat membuat perbankan harus berhati-hati.

    Debanking juga menjadi isu di dunia kripto. Moynihan menyoroti kebijakan regulator yang melarang bank untuk bekerja sama dengan perusahaan kripto tanpa izin eksplisit, yang hampir mustahil diperoleh.

    Isu ini mencuat dalam sidang Komite Perbankan Senat yang dipimpin oleh Senator Cynthia Lummis, seorang pendukung industri kripto.

    Regulasi Stablecoin dan Peran Washington

    Ilustrasi market dolar AS. Foto: Reuters.
    Ilustrasi market dolar AS. Foto: Reuters.

    Di tengah perdebatan ini, pemerintahan Trump sedang merancang regulasi baru untuk stablecoin.

    David Sacks, yang kini menjabat sebagai penasihat Gedung Putih untuk kebijakan AI dan kripto, menegaskan bahwa administrasi berkomitmen meloloskan undang-undang yang memberikan kepastian regulasi bagi aset digital. Ia berharap regulasi ini dapat diselesaikan dalam enam bulan ke depan.

    Beberapa tokoh kunci seperti Senator Tim Scott, Perwakilan French Hill, dan Senator John Boozman telah menyatakan dukungan terhadap RUU stablecoin yang diusulkan oleh Senator Bill Hagerty.

    RUU ini bertujuan menciptakan kerangka regulasi yang jelas untuk stablecoin, yang selama ini dikaitkan dengan aset dunia nyata seperti dolar AS.

    Masa Depan Stablecoin Berbasis Dolar

    Sementara itu, Vance Spencer dari Framework Ventures menyoroti adanya upaya pemain domestik AS untuk membatasi penerbit stablecoin internasional dari mengakses pasar keuangan AS.

    Ia mengkritik kebijakan ini sebagai bentuk proteksi yang justru dapat menghambat dominasi dolar di pasar global.

    Komisioner SEC, Hester Peirce, yang kini memimpin Satgas Kripto, menegaskan bahwa tujuan regulasi harus tetap menjaga keseimbangan antara perlindungan investor dan inovasi. Satgas ini akan fokus pada berbagai aspek kripto, termasuk staking, pinjaman kripto, serta regulasi lintas batas.

    Dengan semakin intensnya perdebatan tentang regulasi stablecoin, langkah Bank of America untuk memasuki pasar ini menunjukkan bahwa bank besar tidak ingin tertinggal dalam adopsi teknologi keuangan terbaru. Namun, semua akan bergantung pada bagaimana Washington menyusun regulasi yang memberikan kepastian hukum bagi industri kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Siapa Itu Jerome Powell dan Kenapa Pidatonya Selalu Ditunggu?

    Mungkin kamu sering kali mendengar nama Jerome Powell selama beberapa bulan sekali, terutama ketika menjelang FOMC atau pengumuman pengumuman kebijakan suku bunga The Fed.

    Tapi, sebenarnya siapa sih Jerome Powell ini? Dan kenapa setiap pidatonya selalu ditunggu oleh para investor terutama investor kripto? Simak penjelasan mengenai siapa itu Jerome Powell lebih lengkap di bawah ini yuk!

    Siapa Jerome Powell?

    Jerome Powell adalah Ketua Federal Reserve (The Fed), bank sentral Amerika Serikat, pertama kali menjabat sejak 2018 dan kembali diperpanjang masa jabatannya pada 2022.

    Ia lahir di Washington D.C. pada Februari 1953, Powell memiliki latar belakang sebagai pengacara, bankir investasi, serta pernah menjabat di Departemen Keuangan AS di era Presiden George H.W. Bush. 

    Sebagai pemimpin Federal Open Market Committee (FOMC), Powell berperan penting dalam menentukan arah kebijakan moneter, termasuk suku bunga dan pengendalian inflasi, yang berdampak langsung pada pasar global, nilai tukar dolar, saham, hingga aset kripto.

    Baca juga: Apa Itu FOMC Calendar? Panduan Investor Memahami Jadwal dan Pernyataan FOMC

    Kenapa Pidatonya Selalu Ditunggu?

    Karena memegang jabatan sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed), lembaga yang menentukan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Pidato Powell sering kali ditunggu oleh para investor ketiga menyangkut acara yang berkaitan dengan kebijakan yang akan diambil ke depannya, seperti FOMC dan Jackson Hole.

    Pidatonya sering kali ditunggu sebab setiap kata yang diucapkan bisa menjadi sinyal penting bagi investor, pelaku pasar, hingga pemerintah di seluruh dunia. 

    Misalnya, interpretasi investor seperti:

    • Jika Powell bernada hawkish, artinya The Fed masih akan menaikkan suku bunga demi menekan inflasi. Biasanya, pasar saham dan kripto akan turun karena biaya pinjaman naik dan likuiditas berkurang.
    • Jika Powell bernada dovish, pasar akan bereaksi positif karena sinyal bahwa kebijakan moneter akan longgar, mendorong lebih banyak aliran dana ke aset berisiko.

    Bahkan dalam dunia investasi, di media sosial reaksi terhadap pidatonya bahkan sering disebut sebagai “Powell Effect” — fenomena di mana pasar global bergerak signifikan hanya dalam beberapa menit setelah ia berbicara.

    Dampaknya terhadap Pasar Kripto

    Meskipun The Fed tidak memiliki hubungan langsung dengan kripto, arah kebijakan suku bunga yang ditetapkan Powell berpengaruh besar terhadap Bitcoin dan altcoin. Saat suku bunga tinggi misalnya, investor cenderung menjauhi aset spekulatif dan memilih instrumen yang lebih aman. Sebaliknya, ketika Powell memberi sinyal pelonggaran kebijakan, minat terhadap kripto biasanya melonjak.

    Contohnya pada tahun 2020–2021, ketika The Fed menurunkan suku bunga ke hampir 0% dan mencetak uang besar-besaran untuk stimulus pandemi. Likuiditas melimpah itu menjadi bahan bakar utama bagi reli besar di pasar kripto dan saham global.

    Kesimpulan

    Jerome Powell adalah figur paling berpengaruh dalam ekonomi dunia modern. Sebagai Ketua The Fed, setiap kata yang diucapkan bisa mempengaruhi arah pasar global, mulai dari Wall Street, pasar kripto, bahkan hingga pasar saham di Indonesia.

    Pidatonya selalu ditunggu karena menjadi cerminan arah kebijakan moneter Amerika Serikat, yang pada akhirnya menentukan seberapa besar arus modal bergerak di seluruh dunia. Dalam dunia ekonomi yang saling terhubung seperti sekarang, memahami “bahasa Powell” menjadi salah satu cara untuk mengetahui arah pergerakan ekonomi global ke depannya.

    Baca juga: Siapa Peter Todd yang Diduga Satoshi Nakamoto di Dokumenter HBO?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Melania Ikut Rilis Meme Koin, Harga Kripto Trump Langsung Anjlok


    Jakarta

    Donald Trump telah meluncurkan koin meme atau kripto jelang pelantikannya menjadi Presiden Amerika Serikat (AS). Namun, harga meme koin Trump langsung anjlok pasca istrinya, Melania ikut meluncurkan kripto.

    Saat peluncuran, koin meme Trump telah menembus 20 teratas kripto berdasarkan kapitalisasi pasar mencapai US$ 14 miliar. Kini perhatian pasar tengah bergeser ke kripto milik Ibu Negara AS. Pengumuman juga disampaikan Melania melalui akun resmi X.

    “Meme resmi Melania sudah tayang. Anda dapat membeli $melania sekarang,” kata Melania di media sosial X, dikutip dari Forbes, Senin (20/1/2025).


    Harga koin Melania melonjak hingga lebih dari US$ 5 dan memberinya kapitalisasi pasar lebih dari US$ 5 miliar. Sementara koin Trump disebut telah merosot tajam.

    Menurut data on-chain, meme koin Trump anjlok sekitar 40%, anjlok karena para pedagang berebut untuk membeli koin baru,

    “Ini sungguh gila. Kurang dari 48 jam yang lalu, Donald Trump meluncurkan $trump yang baru saja menghapus kapitalisasi pasar sebesar $7,5 miliar dalam 10 menit. Dalam beberapa menit menjelang peluncuran token Melania Trump, kami melihat pesanan jual besar-besaran dalam $trump,” kata analis di The Kobeissi Letter memposting ke X.

    Simak juga Video: Trump Tunjuk Eks Kepala Paypal Jadi Pimpinan AI-Kripto Gedung Putih

    [Gambas:Video 20detik]

    (ada/rrd)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis baca koran
    ilustrasi sumber : unsplash.com / adeolu eletu
  • Living Lab Ventures Kucurkan Investasi Ratusan Juta Dolar AS hingga 2024


    Jakarta

    Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital dari Sinar Mas Land mengklaim telah menggelontorkan investasi ratusan juta dolar Amerika Serikat untuk pembiayaan modal ventura. Namun, mereka tidak merinci jumlah pasti dari total pendanaan yang telah digelontorkan.

    Partner Living Lab Ventures Bayu Seto mengatakan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari strategi agresif perusahaan untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem yang ada di Indonesia.

    “Kita juga baru established kan ya, tapi total investasi kita ada di triple digit of millions dolar sampai sekarang,” katanya di The Hub Sinar Mas Land, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/5/2025).


    Meskipun iklim investasi sedang tidak menentu dan banyak pelaku pasar cenderung menahan diri untuk melakukan investasi, Bayu mengatakan LLV tetap menggeber pembiayaan modal. Hal ini dilakukan lantaran pembiayaan ini tidak hanya pada tercermin dari valuasi startup yang mereka danai, tetapi juga dari perubahan nyata yang terjadi di lapangan.

    “Yang mana artinya dengan single balance itu, very aggressive. Karena kita melihat dampaknya bukan di valuasinya aja nih. Tapi impact ke si kotanya udah jauh lebih dari itu,” katanya.

    Dengan pendanaan tersebut, Bayu mengatakan adanya perputaran ekonomi secara langsung, mulai dari terbukanya lapangan pekerjaan, dan meningkatnya aktivitas komersial.

    “Adanya job creation. Dan yang menarik dampaknya bukan hanya ke portfolio kita. Komersial area jadi naik gitu kan ya,” jelas dia.

    Bayu menambahkan, dalam sisa waktu 2025 ini pihaknya juga akan terus melakukan pembiayaan ke sejumlah startup di berbagai sektor. Adapun jumlahnya sekitar beberapa juta dolar lagi.

    “Kita punya target kita deploy beberapa juta dolar lagi di tahun ini,” katanya.

    Simak juga Video: Gubernur Lemhannas: Rebana Berpotensi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

    (kil/kil)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis uang dolar
    ilustrasi sumber : unsplash.com / adam nir
  • Terkuak Biang Kerok Kripto Rontok


    Jakarta

    Transaksi kripto mengalami tekanan berat jelang akhir tahun. Tekanan ini terjadi imbas kombinasi sejumlah sentimen, baik arus keluar dana ETF Bitcoin (BTC), tekanan jual investor, hingga makro ekonomi global.

    Pelemahan ini pun terjadi pada transaksi kripto di Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto melemah 24,53% secara bulanan dari Rp 49,29 triliun di bulan Oktober 2025 menjadi Rp 37,20 triliun pada November 2025.

    Kemudian secara tahunan, transaksi aset kripto juga turun 19,72% atau terkoreksi sebesar Rp 109,76 triliun. Adapun rinciannya, total nilai transaksi aset kripto hingga November 2025 sebesar Rp 446,77 triliun dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 556,53 triliun.


    CEO Tokocrypto Calvin Kizana menjelaskan penurunan transaksi ini terjadi seiring runtuhnya Bitcoin (BTC) yang mencatat bulan terburuk kedua sepanjang 2025.

    Pada November, harga Bitcoin terkoreksi lebih dari 17% akibat kombinasi arus keluar dana ETF Bitcoin, melemahnya permintaan institusional, dan tekanan jual dari investor jangka pendek.

    “Tekanan pasar global semakin besar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperluas kebijakan tarif terhadap China pada 10 Oktober 2025, yang memicu penilaian ulang risiko di pasar global. Volatilitas berlanjut hingga November dan diperparah oleh penutupan pemerintahan AS yang memecahkan rekor, sehingga memperketat likuiditas di pasar keuangan tradisional,” jelas Calvin dalam keterangan tertulis, Kamis (18/12/2025).

    Selain itu, arus dana institusional BTC juga melemah yang tercermin dalam data SoSo Value, di mana ETF Bitcoin di Amerika Serikat (AS) mengalami arus keluar dana sebesar US$ 3,48 miliar sepanjang November.

    Kondisi ini mempengaruhi sentimen investor domestik, yang cenderung mengambil posisi wait and see menjelang akhir tahun.

    Sementara berdasarkan transaksi di Tokocrypto hingga November 2025, total nilai transaksi tercatat mendekati Rp150 triliun. Capaian ini mencerminkan tingginya minat dan partisipasi pengguna meskipun pasar global tengah berada dalam fase koreksi.

    “Kami melihat pasar kripto global memang sedang berada dalam fase koreksi yang berdampak pada psikologi investor, termasuk di Indonesia yang cenderung bersikap wait and see menjelang akhir tahun. Namun, minat terhadap aset kripto tetap kuat,” pungkasnya.

    Simak juga Video: Modus Pria Bandung Bobol Situs Kripto London Rp 6,6 M

    (ahi/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Tiket Konferensi Kripto Tembus Rp 13 M Gara-gara Donald Trump


    Jakarta

    Calon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menjadi bintang dalam acara penggalangan dana kampanye di Nashville, Tennessee. Acara ini digelar di sela-sela acara Bitcoin 2024, dengan harga tiket tertinggi US$ 844.600 atau setara Rp 13,68 miliar per orang (kurs Rp 16.200).

    Bitcoin 2024 merupakan sebuah konferensi tahunan yang dianggap sebagai tempat pertemuan penggemar kripto terbesar di AS. Acara ini akan digelar pada 27 Juli 2024.

    Melansir CNBC Internasional, Senin (22/7/2024), tiket kelas atas, termasuk kursi di meja bundar dengan Trump, diberi Harga senilai US$ 844.600 atau setara Rp 13,68 miliar.


    Harga tersebut dipatok sesuai dengan jumlah donasi maksimum bagi individu untuk diberikan kepada Trump dan komite penggalangan dana gabungan terbesar Partai Republik, yang dikenal sebagai Komite Trump 47.

    Sedangkan kelas di bawahnya, dipatok seharga US$ 60.000 atau sebesar Rp 972 juta per orang, sedangkan untuk paket pasangan senilai US$ 100.000 atau Rp 1,62 miliar per pasangan. Besaran tersebut sudah termasuk foto dengan mantan presiden AS itu.

    Disebutkan, Trump telah menandatangani kontrak untuk menjadi headline pertemuan Music City Center sesaat sebelum dia selamat dari percobaan pembunuhan pada 13 Juli lalu.

    Di sisi lain, dalam beberapa bulan terakhir Trump telah memposisikan dirinya sebagai kandidat presiden yang pro-crypto, kebalikan dari pendiriannya sebelumnya selama berada di Gedung Putih.

    Pada April lalu, Trump meluncurkan koleksi token non-fungible (NFT) terbarunya di blockchain Solana. Sejak saat itu, ia semakin banyak membuat komentar bullish terhadap kripto.

    Tim kampanye Trump bahkan menerima sumbangan mata uang digital, dan dia secara pribadi berjanji untuk membela hak-hak mereka yang memilih untuk menyimpan sendiri koin mereka. Hal ini berarti, mereka tidak bergantung pada entitas terpusat seperti Coinbase untuk menyimpan token mereka.

    Sementara itu, setelah pertemuan di klub Mar-a-Lago di Florida dengan sekitar selusin eksekutif penambangan bitcoin yang menjanjikan uang tunai dan suara kepadanya, Trump menyatakan bahwa semua bitcoin di masa depan akan dicetak di AS, jika ia kembali ke Gedung Putih.

    Pada hari Senin lalu, calon presiden dari Partai Republik ini telah menunjuk Senator Ohio JD Vance sebagai pasangannya. Langkah ini dipandang oleh banyak orang sebagai kemenangan bersih untuk sektor kripto. Vance telah menganjurkan regulasi kripto yang lebih longgar.

    Hal ini sangat kontras dengan Gedung Putih Biden, yang secara konsisten mengambil pendekatan skeptis terhadap regulasi kripto. Di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden, Komisi Sekuritas dan Bursa telah melakukan tindakan terhadap sektor ini.

    (shc/hns)



    Sumber : finance.detik.com