Tag: Anak

  • Berburu Koleksi Sarimbit Keluarga untuk Lebaran di Indonesia Hijabfest 2025

    Bandung

    Bazar tahunan Indonesia Hijabfest 2025 kembali digelar mulai 20 Maret hingga 23 Maret 2025 di Sabuga, Bandung. Kamu bisa menemukan baju sarimbit keluarga untuk Lebaran 2025 di bazar Indonesia Hijabfest!

    Bazar ini menghadirkan lebih dari 100 brand modest fashion. Indonesia Hijabfest Ramadan 2025 menjadi wadah bagi para fashion enthusiast dan pelaku industri untuk mendapatkan koleksi eksklusif dari berbagai brand.

    Saat Wolipop berkunjung ke Indonesia Hijabfest 2025, ada banyak brand yang menawarkan koleksi sarimbit untuk baju Lebaran keluarga. Salah satunya brand Ethica menawarkan koleksi sarimbit, dress dewasa wanita Rp 379 Ribu, baju koko pria dewasa Rp 229 Ribu.


    Koleksi sarimbit keluarga di Indonesia Hijabfest 2025, Sabuga BandungKoleksi sarimbit keluarga di Indonesia Hijabfest 2025, Sabuga Bandung Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.
    Koleksi sarimbit keluarga di Indonesia Hijabfest 2025, Sabuga Bandung.Koleksi sarimbit keluarga di Indonesia Hijabfest 2025, Sabuga Bandung. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Selain itu, ada brand Midi menjual dress wanita dewasa Rp 220 Ribu dan baju anak perempuannya Rp 149 Ribu. Jika membeli satu set harganya menjadi Rp 200 Ribu dan Rp 129 Ribu.

    Brand Midi juga ada koleksi sarimbit wanita dewasa, diskon dari harga Rp 529 Ribu menjadi Rp 459 Ribu. Sedangkan untuk anaknya Rp 259 Ribu.

    Koleksi sarimbit dari Dannis Collection Rp 551 Ribu untuk dress wanita ukuran M, baju koko pria Rp 299 Ribu, baju anak Rp 529 Ribu.

    Wolipop melihat rata-rata brand mengeluarkan koleksi spesial Hari Raya dengan harga yang khusus. Bisa menjadi pilihan kamu untuk sarimbit bersama keluarga saat Lebaran.

    Koleksi sarimbit keluarga di Indonesia Hijabfest 2025, Sabuga BandungKoleksi sarimbit keluarga di Indonesia Hijabfest 2025, Sabuga Bandung Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Lihat juga Video Berburu Sarimbit di GlamLocal, Siap Kompakan Sekeluarga di Hari Raya

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 8 Foto Salma Salsabil Umumkan Sudah Melahirkan, Tampil dengan Hijab Pashmina

    Gresnia Arela Febriani – wolipop

    Senin, 08 Sep 2025 18:30 WIB





    Anda menyukai artikel ini

    Foto pernikahan Salma Salsabil
    Foto: Instagram/@inframe_photo @salmasalsabil12.

    Jakarta

    Setelah lima bulan vakum dari dunia hiburan, penyanyi Salma Salsabil akhirnya kembali menyapa penggemar di panggung Pestapora 2025. Penampilannya bukan hanya menjadi penanda comeback-nya, tetapi juga menjadi momen emosional di mana ia mengumumkan kelahiran anak pertamanya bersama suami, Dimansyah Laitupa. Anaknya bernama Obaid Bahir Raden Laitupa.

    “Ada cinta dan luka yang menjadi sepakat untuk membuat kecewa, tapi ada satu cinta baru saya, dan kalian semua dapat salam dari Obaid Bahir Raden Laitupa,” ucap Salma. Pernyataan itu sontak mengundang riuh tepuk tangan dan sorakan penonton. Salma mengungkapkan bahwa ia telah melahirkan beberapa waktu lalu dan memilih Pestapora sebagai panggung spesial untuk berbagi kabar bahagia tersebut secara langsung kepada publik.

    Salma Salsabil dan Dimansyah Laitupa menikah pada 23 Januari 2025 di Surabaya, kampung halaman jebolan Indonesian Idol itu. Resepsi pernikahan mereka yang digelar pada 26 Januari 2025 dihadiri banyak rekan musisi dan sahabat dekat.


    Setelah menikah, Salma memutuskan untuk hiatus sementara waktu, termasuk membatalkan konser yang seharusnya digelar pada Juli 2025. Dia mempersiapkan diri menyambut kehadiran buah hati pertamanya dengan Dimansyah.

    Seperti apa gaya Salma Salsabil yang umumkan sudah melahirkan anak pertamanya?

    Street Style Berani dengan Hijab Pashmina Hitam dan Outer Grunge

    Halaman 2 dari 9

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”2″ dtr-id=”8101696″ dtr-ttl=”8 Foto Salma Salsabil Umumkan Sudah Melahirkan, Tampil dengan Hijab Pashmina”>

    Street Style Berani dengan Hijab Pashmina Hitam dan Outer Grunge

    Gaya Salma Salsabil ‘Aliyyah.

    Foto: Dok. Instagram @salmasalsabil12.

    Salma mengejutkan penggemar dengan gaya edgy serba hitam-merah, mengenakan inner tie dye dan outer gelap dengan pashmina hitam. Gaya ini ia kenakan saat comeback ke panggung musik.

    Panggung Penuh Energi dengan Pashmina Hitam dan Gaya Rock Chic

    Halaman 3 dari 9

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”3″ dtr-id=”8101696″ dtr-ttl=”8 Foto Salma Salsabil Umumkan Sudah Melahirkan, Tampil dengan Hijab Pashmina”>

    Panggung Penuh Energi dengan Pashmina Hitam dan Gaya Rock Chic

    Gaya Salma Salsabil ‘Aliyyah.

    Foto: Dok. Instagram @salmasalsabil12.

    Tampil percaya diri di atas panggung, Salma membawa nuansa outfit rock dengan pashmina hitam dan jeans yang penuh karakter.

    Eksplorasi Gaya Urban dengan Hijab dan Aksesori

    Halaman 4 dari 9

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”4″ dtr-id=”8101696″ dtr-ttl=”8 Foto Salma Salsabil Umumkan Sudah Melahirkan, Tampil dengan Hijab Pashmina”>

    Eksplorasi Gaya Urban dengan Hijab dan Aksesori

    Gaya Salma Salsabil ‘Aliyyah.

    Foto: Dok. Instagram @salmasalsabil12.

    Dengan latar cahaya merah menyala, Salma menunjukkan sisi powerful-nya di atas panggung, menandai momen penting comeback sekaligus pengumuman sebagai seorang ibu.

    Hijab Segiempat dan Rompi Merah Marun

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”5″ dtr-id=”8101696″ dtr-ttl=”8 Foto Salma Salsabil Umumkan Sudah Melahirkan, Tampil dengan Hijab Pashmina”>

    Gaya klasik bertemu modern Salma memadukan rompi warna marun beraksen rantai dengan hijab segiempat yang dibentuk clean look dan feminin.



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Kisah Wanita Sarjana Peternakan Sukses Bangun Brand Busana dan Hijab Anak

    Jakarta

    Siapa sangka, seorang hijabers lulusan Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran justru menemukan jalannya di dunia bisnis fashion muslim anak. Ia membuktikan bahwa keberanian untuk mulai bisa membuka jalan menuju kesuksesan.

    Berawal dari kebutuhan sederhana, ia berani melangkah merintis bisnis meski dengan modal terbatas, hingga kini karyanya dikenal luas. Ialah Swistya Ardiana atau akrab disapa Tya yang awalnya tak menyangka akan terjun ke dunia fashion muslim anak.

    Tya mulai merintis bisnis pada 2016, berawal dari keinginan sederhana untuk menyediakan busana dan hijab yang nyaman bagi anak-anaknya. Kala itu, ia melihat minimnya pilihan pakaian hijab yang kasual, dinamis, dan sesuai kebutuhan anak aktif.


    Kisah inspiratif, hijabers bernama Swistya Ardiana ini sukses membangun bisnis baju muslim dan hijab anak.Kisah inspiratif, hijabers bernama Swistya Ardiana ini sukses membangun bisnis baju muslim dan hijab anak. Foto: Dok. pribadi Swistya Ardiana

    “Sempat vakum 1,5 tahun karena merasa perlu mempelajari detail pola dan jahitan terlebih dahulu, lalu saya melanjutkan lagi sampai sekarang. Awalnya untuk memenuhi kebutuhan anak-anak saya yang ingin berjilbab sejak kecil. Bersekolah di sekolah Islam Terpadu, dan melihat aktivitas bundanya sehari-hari dengan hijab, membuat mereka ingin mulai berhijab,” ungkap Tya saat berbincang dengan Wolipop baru-baru ini di Senayan City, Jakarta Selatan.

    Saat itu, Tya mengaku kesulitan menemukan daily outfit yang nyaman untuk anaknya. Dari keresahan itu, lahirlah brand yang kini ditekuninya, Little Missmos.

    “Saya yakin ini adalah masalah banyak orangtua yang juga memiliki anak-anak yang mulai ingin berpakaian sopan dan berjilbab. Little Missmos hadir untuk mencoba menjawab solusi tersebut, dan Alhamdulillah saat itu sambutannya sangat baik,” jelas Tya.

    Bermodalkan keberanian, sedikit bahan baku, dan semangat belajar, Tya mulai memproduksi dalam jumlah kecil, lalu memasarkan lewat media sosial. Modal awalnya berjualan hanya cukup untuk membeli beberapa bahan baku.

    “Saya coba produksi dalam jumlah kecil dulu, lalu saya foto dan unggah di sosial media. Dari situ saya mulai belajar bagaimana mengatur keuntungan agar bisa terus berputar. Jadi, bagi saya modal awal bukan hanya soal uang, tapi juga soal keberanian untuk mulai dari kecil,” lanjut Tya.

    Perjalanan Jatuh Bangun Bisnis

    Kelas Modeling.id tampil perdana di Senayan City Fashion Nation dengan membawa tema Runaway Celebration.Brand Litlle Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Kelas Modeling.id.

    Tya mengaku awalnya memulai bisnis seorang diri. Saat brandnya perlahan tumbuh, dia kemudian merekrut tim tak sampai tiga orang.

    “Sekarang jumlah karyawan sudah berkembang sesuai kebutuhan produksi, marketing, dan penjualan. Jadi, jumlah tim memang naik turun menyesuaikan kondisi, tapi yang pasti perlu tetap ditanamkan semangat untuk tumbuh bersama,” jelasnya.

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City.Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Ia melihat peluang karena sesuai dengan target pasar yang ingin ditujunya. Seiring berjalannya waktu, Tya bertemu banyak teman di komunitas-komunitas yang membuatnya paham langkah demi langkah apa yang perlu ditempuh untuk membuat Little Missmos terus bertumbuh.

    Perjalanan membangun Little Missmos tentu tidak selalu mulus. Tya menghadapi beragam tantangan. Namun, ia memilih untuk fokus mencari solusi satu per satu. Diskusi dengan komunitas bisnis, mentor, hingga tim internal menjadi kunci baginya untuk tetap adaptif dan menemukan jalan keluar di tengah ketidakpastian.

    “Satu hal yang mungkin akhirnya saya sadari penuh, menjalankan sebuah bisnis dari nol dengan tujuan ingin terus bertumbuh adalah bahwa di setiap langkahnya berisi tantangan demi tantangan. Mulai dari gagal produksi saat cashflow sedang tidak baik-baik saja, tiba-tiba ditinggal karyawan saat kerjaan sedang banyak-banyaknya, produksi banyak tanpa perhitungan pasti yang akhirnya tidak diserap pasar, atau sebaliknya produksi sedikit ternyata permintaan sangat tinggi sehingga bagian produksi perlu mengejar kekurangan secepat mungkin, dan masih banyak hal-hal tidak terduga lainnya,” ungkap Tya.

    Dalam menghadapi tantangan atau masalah, Tya memecahnya menjadi bagian-bagian kecil agar tidak kewalahan. Strategi ini membantunya lebih fokus menemukan solusi yang realistis dan terukur.

    “Dengan memecah masalah besar menjadi langkah-langkah kecil, saya bisa fokus mencari solusi yang realistis. Tidak jarang saya berdiskusi dengan sesama pelaku bisnis, mentor, atau bahakan cukup dengan tim internal untuk mendapatkan banyak sudut pandang tentang masalah yang saya hadapi. Karena bisnis selalu berubah, saya belajar untuk adaptif. Kalau satu cara tidak berhasil, saya mencoba mencari cara lain,” terangnya.

    Pandemi menurutnya menjadi salah satu ujian berat dalam menjalani bisnis. Penjualan brandnya sempat menurun drastis karena perubahan perilaku konsumen dan channel penjualan online yang berkembang pesat. Meski sempat hampir mati suri, Little Missmos bangkit kembali berkat momentum Lebaran.

    “Ternyata bagaimanapun kondisi sosial distancing saat itu, lebaran tetap menjadi momen yang ditunggu oleh masyarakat Indonesia untuk membeli baju baru, penjualan Little Missmos kembali meningkat, dan kembali memililiki bahan bakar untuk berjalan lagi, sambil terus beradaptasi dengan chennel pernjualan online yang dinamis,” lanjutnya.

    Dari situ, Tya belajar pentingnya menjaga keuangan sehat, fleksibel terhadap tren pasar, serta memperkuat hubungan dengan pelanggan agar bisnis tetap bertahan. Hingga kini, Tya konsisten memproduksi produk untuk busana dan hijab untuk anak. Selain itu, ia juga merambah produk khusus untuk wanita dewasa dengan brand swistya.label.

    Fashion Show Perdana

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City.Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Little Missmos tampil di panggung besar Fashion Nation Senayan City, event tahunan bergengsi yang kali ini berkolaborasi dengan Kelas Modeling. Dalam kesempatan spesial ini, Tya mempersembahkan koleksi terbarunya bertajuk “Pastel Parade”, sebuah rangkaian busana modest untuk anak-anak perempuan yang ingin tampil cantik, casual, nyaman, sekaligus sopan.

    “Ini menjadi pengalaman pertama Little Missmos melakukan fashion show, dan langsung di panggung besar, rasanya luar biasa,” ujar Tya.

    Koleksi Pastel Parade hadir untuk mematahkan stigma bahwa busana modest anak terasa ribet dan membatasi gerak. Dengan potongan yang lebih loose namun tetap rapi, ditambah sentuhan palet pastel yang lembut, setiap outfit memberi kesan ringan, ceria, dan membuat anak lebih percaya diri. Bagi Tya, koleksi ini bukan sekadar busana, melainkan selebrasi kecil untuk hari-hari penuh keceriaan anak-anak.

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City.Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Meski persiapannya terbilang singkat, hanya sekitar satu bulan, Tya dan tim tetap optimis koleksi ini bisa menjadi jawaban kebutuhan fashion anak berjilbab yang sopan tapi tetap menyenangkan.

    “Awalnya sempat gugup karena ini fashion show pertama kami, apalagi skalanya besar. Tapi Alhamdulillah tim Fashion Nation dan Kelas Modeling banyak membimbing, sehingga prosesnya terasa lebih mudah dijalani,” ungkapnya.

    Dalam pagelaran ini, Little Missmos menampilkan tujuh koleksi, yang terdiri dari atasan, long dress, celana hingga rok. Inspirasi desainnya berangkat dari pengalaman pribadi Tya sebagai ibu yang sering kesulitan menemukan outfit sopan, nyaman, dan tetap fashionable untuk anak-anaknya. Dari situlah lahir ide menghadirkan pilihan modest fashion anak yang ringan dipakai, tapi tetap manis dan ceria.

    Lewat koleksi ini, Tya berharap Little Missmos semakin dikenal luas, khususnya sebagai brand yang menghadirkan busana cantik, sopan, dan menyenangkan bagi anak-anak perempuan. “Semoga koleksi ini bisa membuat anak merasa bahagia dengan outfitnya, bebas bergerak, sekaligus tetap anggun,” harapnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Sering Terjadi Celaka, Ini Tips Berkendara di Perumahan



    Jakarta

    Kecelakaan di kawasan perumahan sudah beberapa kali terjadi. Ini tips berkendara untuk menghindari kecelakaan di kawasan pemukiman.

    Kecelakaan fatal yang melibatkan mobil di kawasan perumahan sudah beberapa kali terjadi. Belum lama ini, ada anak balita yang terlindas Toyota Fortuner di dekat rumahnya. Kecelakaan seperti itu bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya ada beberapa kejadian mirip yang melibatkan mobil berukuran besar dan melindas anak kecil.

    “Berbeda dengan jalan raya yang memiliki rambu dan marka jalan lebih lengkap, jalan di area perumahan biasanya lebih kecil serta minim rambu dan marka. Ditambah, adanya potensi masalah tambahan seperti anak bermain di jalan, hewan peliharaan, pedagang keliling, mobil parkir, dan aktivitas lain yang wajib diperhatikan,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000 dalam siaran persnya.


    Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut tips berkendara di kawasan perumahan.

    1. Jangan Ngebut

    Jangan pernah memacu mobil meskipun jalan sepi atau Anda penghuni kompleks tersebut. Ada potensi bahaya seperti anak kecil atau hewan tiba-tiba lari ke jalan. Atur kecepatan berkisar 5-10 km/jam terutama jika jalan kurang lebar dan rawan kecelakaan.

    2. Hati-hati Banyak Gangguan

    Jalan dalam lingkungan perumahan memiliki banyak gangguan yang bisa memicu kecelakaan. Seperti polisi tidur atau persimpangan jalan. Bisa pula keluar-masuk orang atau kendaraan lain dari rumah yang wajib dipantau sepanjang jalan. Kendaraan kecil seperti gerobak tukang sayur juga dapat menghalangi jalan.

    3. Hati-hati Ketika Manuver

    Karena melihat jalan sepi, banyak pengemudi yang tidak memperhatikan situasi, khususnya di persimpangan jalan. Ada pula yang main belok saja dengan sudut tajam yang dapat berbahaya jika dari arah berlawanan ada anak kecil atau kendaraan lain. Berhenti sejenak di persimpangan jalan untuk memastikan situasi aman dan lakukan manuver belok yang normal sesuai aturan lalu lintas.

    Ketika akan belok di jalan yang sempit dan ramai, buka jendela supaya lebih jelas melihat. Tidak ada salahnya mengeluarkan kepala untuk memastikan tidak ada anak kecil di lajur yang akan dilewati. Jangan ragu keluar mobil untuk memastikan situasi aman dan memberikan arahan kepada anak-anak supaya menjauh dari mobil.

    4. Kurangi Kecepatan saat Melihat Anak Kecil

    Meskipun bukan di tengah jalan, segera kurangi kecepatan jika melihat ada anak kecil sedang bermain. Saking asyiknya bermain, mereka bisa berlari ke tengah jalan yang sangat berbahaya andai kamu gagal mengantisipasinya.

    5. Waspada Blind Spot Mobil

    Blindspot sangat mungkin dialami sekalipun mengendarai mobil sedan. Apalagi kalau sedang manuver belok di jalan yang lebarnya terbatas. Khususnya kalau ternyata mobil yang dipakai berukuran besar sehingga menambah area blind spot.

    6. Jaga Jarak Aman

    Senatiasa menjaga jarak aman menjadi salah satu kunci menjaga keamanan di jalan. Misalnya saat kamu ingin mendahului anak yang sedang bermain sepeda. Jangan terlalu dekat saat mengikutinya supaya ada ruang manuver ketika tiba-tiba arah sepeda berubah, atau membunyikan klakson agar si anak menyadari keberadaan mobil. Tetap jaga jarak aman pula ketika akan mendahului gerobak dan kendaraan lain yang melaju pelan di jalan perumahan.

    7. Hargai Warga Sekitar

    Kurangi kecepatan jika melihat ada warga sedang beraktivitas di depan rumahnya. Selain menjaga keselamatan, langkah ini juga untuk mencegah debu berterbangan atau cipratan genangan air, yang akan mengganggu orang lain. Selain itu juga untuk menghormati warga tersebut.

    8. Lupakan Bermain Ponsel

    Jangan bermain ponsel karena bahaya mengintai. Bisa jadi saat memegang ponsel, kamu tidak menyadari ada anak kecil di sekitar dan berujung celaka.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Lagi Musim Liburan Sekolah, Awas Banyak Anak-anak Main di Jalan



    Jakarta

    Di musim liburan sekolah saat ini, banyak anak-anak yang memanfaatkan waktu luangnya untuk bermain. Tak sedikit pula mereka yang bermain di jalanan.

    Mereka bermain di jalanan kompleks perumahan atau bahkan di jalan raya. Untuk itu, pengguna kendaraan bermotor perlu ekstra waspada terhadap ancaman bahaya anak-anak yang bermain di jalan.

    Instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian mengatakan, setiap pengendara sebaiknya memastikan layak di jalan. Sebagai pengguna jalan, kita wajib menjaga keselamatan pengguna jalan lain dan diri sendiri.


    “Kendalikan kecepatan sesuai kondisi lingkungan dan jalan serta jauhkan distraksi. Karena akan banyak kejadian melibatkan anak-anak yang sedang banyak berada di jalan dalam musim liburan mereka,” kata Reza kepada detikOto, Selasa (2/7/2024).

    Menurutnya, di kampung dan di desa serta jalan lintas juga hampir sama, akan banyak anak bermain di jalanan. Mereka kerap asyik bermain dengan teman dan lupa tempat dan menjaga keamanan mereka sendiri.

    “Namanya anak juga memiliki kompetensi terbatas baik dari sisi identifikasi bahaya apalagi antisipasinya. Pandangan mereka juga masih sangat terbatas, maka pastikan mereka melihat Anda dan kendaraan Anda. Jangan tuntut apa pun dari mereka, tetapi antisipatif dengan berikan mereka prioritas dan jadilah pengguna jalan yang berkeselamatan terhadap risiko dari bahaya yang ditimbulkan orang lain di jalan seperti anak-anak,” ujar Reza.

    Reza menceritakan kejadian yang menarik perhatian ketika ibu-ibu bersama anaknya menunggu antrean masuk kendaraan umum tapi diklakson oleh pengguna jalan yang lain.

    “Menyikapi hal ini sebaiknya pada pengemudi dan pengguna jalan lainnya atau bahkan Anda sebagai penumpang antisipatif terhadap ini. Traffic lalu lintas cenderung lega dan sangat mudah untuk tidak menjaga kecepatan. Dan ketika ada rintangan cenderung tidak nyaman dan tidak suka akhirnya niat mengusirnya (dengan klakson) agar tidak ada hambatan di jalan,” sebutnya.

    Padahal, seperti disinggung di atas, pengendara wajib menjaga keselamatan pengguna jalan lain dan diri sendiri.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mengenang Pempek Unyil, Tempat Nongkrong Anak Muda Palembang Tahun 90-an



    Palembang

    Di era tahun 1990-an, anak muda di Kota Palembang pasti tidak asing dengan namanya Pempek Unyil. Inilah tempat nongkrong hits pada masa itu.

    Berlokasi di Jalan Kepandean, daerah 18 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Palembang, Pempek Unyil pernah tersohor menjadi tempat tongkrongan remaja era 80-90an.

    Pada era tahun 80-an dan 90-an, Pempek Unyil merupakan salah satu tempat favorit bujang gadis Palembang untuk nongkrong dan berpacaran, karena tempat ini menyediakan makanan dan minuman khas Palembang.


    Menurut Lusi (50), jika mendengar nama Pempek Unyil dirinya langsung ingat masa-masa remaja yang hampir setiap Minggu ke tempat makan Pempek Unyil bersama suaminya dulu.

    “Seingat saya saat itu tahun 1985an, saya dan suami setiap Minggu ke Pempek Unyil untuk menghabiskan waktu mengobrol dan menikmati makanan beragam jenis Pempek, saat itu saya dan suami masih pendekatan, tempat itu memang terkenal semua remaja Palembang tahun 80-90an itu pasti pernah ke Pempek Unyil,” katanya.

    Lusi menjelaskan harga Pempek Unyil dulu per satu biji Rp 500 dan harga es campur Rp 800. Era itu, Pempek Unyil merupakan tempat tongkrongan pempek yang lumayan mewah.

    “Namun sayang hampir masuk tahun 2000-an Pempek Unyil yang berada di Jalan Kepandean, daerah 18 Ilir berangsur sepi dan akhirnya tutup karena sudah banyak saingan,” ujarnya.

    Sementara itu, Budayawan Palembang Mang Amin mengatakan pada era 80-90an di kawasan Jalan Kepandean selain Pempek Unyil memang ada beberapa tempat kedai pempek yang sangat digemari.

    “Di lingkungan itu memang terkenal dengan pempeknya. Dan pada masa itu Bujang Gadis Palembang berlomba-lomba mengajak pasangan ke lokasi itu karena memang hits untuk tempat muda-mudi, di sana Selain Pempek Unyil, ada juga yang namanya pempek remaja dan pempek taman sari, namun memang Pempek Unyil yang paling terkenal,” katanya.

    Saat ini, di lokasi Pempek Unyil dan beberapa kedai pempek lainnya di Jalan Kepandean, daerah 18 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Palembang yang sempat terkenal tahun 80-90an tinggal kenangan.

    Tidak terlihat lagi bekas ruko jualan Pempek Unyil tersebut kini yang terlihat hanyalah ruko yang berjualan pakaian dan sepatu.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kalau Sayang Anak, Nggak Bakal Nyetir Sambil Pangku Anak



    Jakarta

    Orang tua yang berkendara menggunakan mobil bersama anak harus memikirkan keselamatan bersama. Kebiasaan memangku anak sambil mengemudi mobil harus dihilangkan. Ini menyangkut keselamatan.

    Mungkin masih ada orang tua yang merasa menyayangi anaknya sehingga mengemudi sambil memangku dan memeluk buah hatinya. Namun, cara itu malah mengancam nyawa anak dan orang tuanya.

    MD, Konsultan Dokter & Associate Professor Ashwin Rajenesh membagikan video ketika seorang pengemudi mobil menyetir sambil memangku anaknya. Mobil tersebut sedang melaju di jalan umum seperti terlihat dalam video. Hal ini sangat berbahaya karena anak-anak dan pengemudi dapat mengalami cedera serius jika terjadi kecelakaan.


    “Terlihat menggemaskan. Namun jika terjadi tabrakan dari depan dan kemudian airbag mengembang, tengkorak bayi akan berakselerasi dengan kecepatan ~320 km/jam, 6-8 inci ke dalam rongga dada pria tersebut, dan menewaskan keduanya seketika,” tulisnya menanggapi video tersebut.

    Dijelaskan lebih lanjut, airbag mengembang karena sensor tabrakan yang memicu pengapian natrium azida (NaN3). Reaksi kimia tersebut secara eksplosif melepaskan nitrogen, sehingga menggembungkan airbag. Airbag mengembang 12-18 inci dalam 0,05 detik (50ms) pada kecepatan 320 km/jam.

    Airbag pada mobil merupakan salah satu fitur keselamatan. Namun jika tidak digunakan dengan benar, airbag dapat dengan mudah menjadi senjata. Airbag pada setir biasanya diletakkan di bawah bantalan klakson, dan area tersebut terbuat dari bahan plastik tipis. Hal ini dilakukan untuk memastikan airbag dapat merobek plastik saat mengembang untuk melindungi pengemudi atau penumpang lainnya.

    Sebuah ledakan terjadi di dalam airbag yang membuatnya mengembang. Ini adalah reaksi kimia, dan bahan kimia yang digunakan di dalam airbag disebut natrium azida. Sensor di depan mobil mengirimkan sinyal listrik ke kunci kontak. Panas yang dihasilkan sebagai bagian dari reaksi menyebabkan natrium azida terurai menjadi natrium dan gas nitrogen, yang menggembungkan airbag. Semua ini terjadi hampir seketika.

    Jika masih memangku anak sambil mengemudi, ketika terjadi kecelakaan airbag akan mengenai bagian belakang kepala anak dan ledakannya akan mendorong kepala anak ke dada pengemudi. Selain itu, anak tersebut akan terjepit di antara setir dan pengemudi.

    Untuk menghindari situasi seperti itu, ada baiknya untuk selalu menggunakan kursi anak di dalam mobil dan mengenakan sabuk pengaman setiap saat.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 15 Cara Cegah Anak Rewel di Perjalanan agar Menyenangkan


    Jakarta

    Ketika mengajak anak bepergian dalam perjalanan jauh, orang tua harus menyiapkan banyak hal, termasuk bagaimana agar anak tidak rewel. Anak rewel tentu akan membuat perjalanan kurang nyaman.

    Di sini akan kita ulas 15 cara mencegah anak rewel di perjalanan jauh dengan naik mobil, mulai dari langkah persiapan hingga macam-macam kegiatan yang membuat anak senang di dalam perjalanan.

    Cara Cegah Anak Rewel di Perjalanan

    Berikut ini 15 cara cegah anak rewel di perjalanan jauh naik mobil agar tetap terasa menyenangkan:


    1. Libatkan Anak dalam Perencanaan

    Dikutip dari Fodors Travel, mulailah perencanaan perjalanan dengan melibatkan anak-anak. Beri tahu mereka, perjalanan membutuhkan waktu berapa lama, lewat mana saja, akan mampir di mana, dan sebagainya.

    Jika tujuannya untuk berwisata, berilah gambaran destinasi yang akan dikunjungi, apa saja yang menarik. Perlihatkan dengan gambar dan video. Bagikan juga rencana perjalanan secara detail.

    2. Cek Lokasi Toko Mainan atau Es Krim

    Cek dulu rute perjalanan terbaik. Pertimbangkan untuk melewati tempat yang menarik. Jika memungkinkan, mampir ke toko mainan atau toko es krim di tengah perjalanan agar anak tak bosan.

    3. Bawa Perlengkapan Lengkap

    Berdasarkan laman Road Trip Wanderers, orang tua juga harus mempersiapkan semua perlengkapan anak, terutama jika masih bayi. Jangan sampai kehabisan barang-barang perlengkapan di tengah jalan, misalnya popok dan tisu basah. Siapkan juga pakaian, selimut, alat makan, gendongan bayi, kotak P3K, dan kantong sampah.

    4. Siapkan Susu dan Camilan

    Jika anak terbiasa minum susu, jangan lupa untuk menyiapkannya dalam jumlah cukup. Siapkan juga camilan agar tidak bosan di jalan. Buat bayi, pastikan memilih camilan yang aman agar tidak tersedak.

    5. Bawa Mainan Kesukaan

    Yang juga tak boleh dilupakan adalah mainan kesukaan anak agar mereka tidak bosan duduk lama di dalam mobil. Kamu juga bisa membelikan mainan baru sebelum berangkat. Sehingga anak akan lebih antusias.

    6. Pastikan Anak dalam Kondisi Sehat

    Dilansir dari healthychildren.org, perlu diperhatikan juga kondisi anak sebelum melakukan perjalanan jauh. Kondisi kesehatan anak akan mempengaruhi kenyamanannya dalam perjalanan.

    Jika pada hari keberangkatan anak tiba-tiba tidak sehat, sebaiknya tidak memaksakan untuk berangkat di hari itu.

    Orang tua juga bisa mencegah anak sakit dengan menjaga pola tidur anak, makan teratur, dan tidak melakukan aktivitas melelahkan sejak beberapa hari sebelum jadwal keberangkatan.

    7. Bayi Duduk di Kursi Bayi dan di Belakang

    Balita dan anak kecil disarankan agar duduk di kursi anak yang nyaman dan aman ketika melakukan perjalanan jauh. Mereka harus duduk di belakang dan menggunakan sabuk pengaman khusus anak. Sabuk pengaman dewasa hanya efektif digunakan untuk usia 14 tahun ke atas.

    Jika menggunakan kursi bayi tambahan, letakkan di belakang kursi dan menghadap ke belakang. Hal ini menjaga keamanan anak. Namun jangan diletakkan di kursi dengan airbag.

    8. Beristirahatlah Secara Berkala

    Dalam perjalanan, berhentilah sejenak untuk beristirahat. Lakukan ini secara teratur, yakni 2-3 jam sekali. Ajak anak-anak keluar dari mobil sebentar untuk melakukan peregangan dan menghirup udara segar.

    9. Siapkan Permainan

    Dalam situs Nemours Kids Health, orang tua juga bisa menyiapkan berbagai permainan untuk menghabiskan waktu dan melawan kebosanan. Beberapa permainan yang bisa dicoba seperti permainan kata, tebak-tebakan, permainan kartu, dan sebagainya.

    10. Menyanyi Bersama

    Menyanyi juga menjadi kegiatan menarik selama perjalanan. Siapkan lagu-lagu anak yang membuat mereka ceria. Namun, pastikan musik tidak mengganggu konsentrasi agar perjalanan tetap aman.

    11. Bercerita

    Siapkan juga cerita-cerita menarik yang bisa dibacakan dalam perjalanan. Cari buku bergambar agar anak-anak lebih antusias.

    12. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima

    Selain itu, pastikan juga kondisi kendaraan dalam kondisi prima. Cek oli, bensin, ban, rem, lampu, dan sebagainya agar perjalanan aman. Mobil mogok di jalan sering kali membuat situasi tak nyaman dan bisa membuat anak rewel.

    13. Buat Suhu Mobil Tetap Sejuk

    Dalam perjalanan jauh, terutama pada siang hari, pastikan AC berfungsi. Hal ini agar suhu ruangan tetap sejuk dan nyaman. Beberapa anak mungkin tidak nyaman jika berada di suhu yang panas.

    14. Hindari Bepergian Saat Jam Sibuk

    Di hari libur, kemacetan sering terjadi di rute-rute utama. Hindari bepergian pada jam sibuk. Kemacetan sering kali membuat kita pusing dan membuat anak rewel.

    15. Bersikap Fleksibel

    Jika terjadi hal-hal di luar perkiraan waktu, bersikaplah fleksibel. Tidak masalah waktu molor, asalkan perjalanan tetap nyaman dan menyenangkan.

    Nah, itulah 15 cara cegah anak rewel di perjalanan jauh menggunakan mobil agar tetap terasa menyenangkan.

    (bai/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Tempat Rekreasi di Tengah Kota Purwakarta



    Jakarta

    Taman Surawisesa, salah satu ruang terbuka hijau di Kabupaten Purwakarta, bisa menjadi pilihan untuk bersantai. Sayangnya, masih ada pengunjung yang buang sampah sembarangan.

    Berada di samping Taman Air Mancur Sri Baduga, Taman Surawisesa menjadi tempat yang nyaman untuk beristirahat, berolahraga, dan melakukan kegiatan edukatif bagi anak-anak. Lokasinya yang strategis, hanya 350 meter dari stasiun, memudahkan pengunjung untuk mengakses taman ini dengan berjalan kaki.

    Taman itu juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti toilet dan tempat duduk. Daya tampung taman ini mencapai 1.000-1.500 orang


    Nama Taman Surawisesa diambil dari nama Putera Prabu Siliwangi, dan pemerintah Kabupaten Purwakarta telah menyediakan berbagai fasilitas edukatif di taman ini. Salah satu daya tariknya adalah layar besar yang menayangkan film-film edukatif bertema sosial.

    Teropong ini bisa dioperasikan melalui ponsel pintar berbasis iOS maupun Android, sehingga pengunjung dapat mengamati langit dan belajar tentang astronomi dengan mudah. Selain itu, Taman Surawisesa juga menjadi tempat populer untuk berolahraga.

    Destriani, seorang warga Purwakarta, menjelaskan bahwa taman ini sering digunakan oleh masyarakat untuk jogging, bermain voli, dan senam pagi.

    “Setiap hari biasa, ada yang senam atau anak-anak kecil bermain di lapangan. Kadang juga ada pameran binatang dari komunitas di sini, dan beberapa orang main bola,” ujarnya.

    Meskipun taman ini memiliki banyak fasilitas yang menarik, kebersihan area masih menjadi tantangan. Destriani menambahkan bahwa masih ada sampah yang sering ditemukan di sekitar area panggung. “Ada aja wisatawan yang suka buang sampah sembarangan,” kata dia.

    Namun demikian, taman ini tetap menjadi tujuan wisata yang ramai dikunjungi, terutama oleh wisatawan dari sekitar Jabodetabek yang dapat dengan mudah mencapai Purwakarta dengan kereta dari Stasiun Cikarang dengan biaya perjalanan sebesar Rp 4.000.

    Harga tiket masuk ke Taman Surawisesa adalah gratis, sehingga siapa pun dapat menikmati fasilitas yang disediakan tanpa harus mengeluarkan biaya. Taman ini terus menjadi tempat favorit bagi warga lokal dan wisatawan yang ingin menikmati suasana hijau di tengah kesibukan kota.

    Tertarik untuk mengunjungi Taman Surawisesa? Ajak keluarga atau teman-teman, dan jangan lupa untuk menjaga kebersihan saat berada di sana!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ini Pondok Pesantren Berusia 4 Abad dari Semarang



    Semarang

    Di kota Semarang, berdiri sebuah pondok pesantren yang konon usianya sudah 4 abad alias 400 tahun. Inilah pondok pesantren Luhur Dondong.

    Salah satu pondok pesantren (ponpes) tertua di Indonesia ada di Semarang. Saat ini, usianya dipercaya sudah 4 abad. Ponpes tersebut dikenal dengan nama pondok Luhur Dondong.

    Hingga kini, pondok tersebut dianggap menjadi penolong bagi para perantau di Kota Semarang. Sesuai namanya pondok ini berada di Jalan Dondong, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.


    Di pondok pesantren tertua ini, tampak bangunan yang cukup lawas. Di salah satu sudutnya terdapat kentongan dengan ukuran cukup besar.

    Suasana di pondok itu tampak sepi pada siang hari. Hanya ada beberapa santri pengelola pondok yang bersiap untuk salat zuhur. Salah satunya Ifan Fahrudin (22). Santri asal Kendal itu pun sempat menceritakan sejarah Pondok Luhur Dondong yang jadi pondok tertua di Indonesia.

    “Iya ini masuk pondok tertua di Indonesia. Sejarahnya, pondok ini berdiri sekitar tahun 1.609, didirikan Kiai Syafi’i Pijoro Negoro pada zaman Mataram,” kata Ifan saat ditemui, Rabu (23/10) pekan lalu.

    Pada saat era Sultan Agung itu, lanjut Ifan, Mbah Syafi’i, panggilan Kiai Syafi’i Pijoro Negoro, diutus untuk ikut serta dalam penyerangan di Batavia. Pada saat itu, ia memutuskan untuk singgah ke pesisir Mangkang.

    Mbah Syafi’i yang kerap disebut sebagai Panglima Diponegoro itu pun tak hanya ikut serta dalam peperangan. Ia turut melakukan dakwah hingga mendirikan pondok di Jalan Dondong.

    “Dulu awalnya beliau mendirikan padepokan dulu, dekat laut. Tapi makin lama kemakan zaman sama banjir rob, akhirnya geser ke sini yang lebih aman,” jelasnya.

    Suasana Pondok Luhur Dondong, di Jalan Dondong, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (23/10/2024).Suasana Pondok Luhur Dondong Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

    Santri yang telah menimba ilmu di Pondok Luhur Dondong selama kurang lebih empat tahun itu mengatakan, dua dari lima bangunan pondok kondisinya masih seperti sedia kala. Bangunannya masih menggunakan kayu dengan lantai masih berupa tegel. Pengampunya pun sudah dari generasi ke-7.

    Ifan mengatakan, saat ini hanya ada sekitar 20 santri yang mengaji di Pondok Luhur Dondong. Beberapa dari mereka pun merupakan perantau dari berbagai daerah yang saat ini tengah bekerja di Kota Semarang.

    “Menurut saya pondok ini termasuk pondok yang menolong, untuk menolong orang yang ingin bekerja. Dari pada di kos-kosan yang mahal, mereka bisa tinggal di sini, ikut ngaji,” jelasnya.

    Biasanya, para santri akan bekerja maupun sekolah pada pagi hingga siang hari. Sementara pada sore hingga malam hari, mereka akan memperdalam ilmu keagamaan dengan mengaji.

    “Santri paling jauh ada dari Sulawesi, Serang, Bogor, yang dari Sumatera dulu juga ada. Kebanyakan yang ngaji di sini itu buruh pabrik, tapi anak SMA juga ada,” paparnya.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJateng.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com