Tag: anaknya

  • 8 Foto Salma Salsabil Umumkan Sudah Melahirkan, Tampil dengan Hijab Pashmina

    Gresnia Arela Febriani – wolipop

    Senin, 08 Sep 2025 18:30 WIB





    Anda menyukai artikel ini

    Foto pernikahan Salma Salsabil
    Foto: Instagram/@inframe_photo @salmasalsabil12.

    Jakarta

    Setelah lima bulan vakum dari dunia hiburan, penyanyi Salma Salsabil akhirnya kembali menyapa penggemar di panggung Pestapora 2025. Penampilannya bukan hanya menjadi penanda comeback-nya, tetapi juga menjadi momen emosional di mana ia mengumumkan kelahiran anak pertamanya bersama suami, Dimansyah Laitupa. Anaknya bernama Obaid Bahir Raden Laitupa.

    “Ada cinta dan luka yang menjadi sepakat untuk membuat kecewa, tapi ada satu cinta baru saya, dan kalian semua dapat salam dari Obaid Bahir Raden Laitupa,” ucap Salma. Pernyataan itu sontak mengundang riuh tepuk tangan dan sorakan penonton. Salma mengungkapkan bahwa ia telah melahirkan beberapa waktu lalu dan memilih Pestapora sebagai panggung spesial untuk berbagi kabar bahagia tersebut secara langsung kepada publik.

    Salma Salsabil dan Dimansyah Laitupa menikah pada 23 Januari 2025 di Surabaya, kampung halaman jebolan Indonesian Idol itu. Resepsi pernikahan mereka yang digelar pada 26 Januari 2025 dihadiri banyak rekan musisi dan sahabat dekat.


    Setelah menikah, Salma memutuskan untuk hiatus sementara waktu, termasuk membatalkan konser yang seharusnya digelar pada Juli 2025. Dia mempersiapkan diri menyambut kehadiran buah hati pertamanya dengan Dimansyah.

    Seperti apa gaya Salma Salsabil yang umumkan sudah melahirkan anak pertamanya?

    Street Style Berani dengan Hijab Pashmina Hitam dan Outer Grunge

    Halaman 2 dari 9

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”2″ dtr-id=”8101696″ dtr-ttl=”8 Foto Salma Salsabil Umumkan Sudah Melahirkan, Tampil dengan Hijab Pashmina”>

    Street Style Berani dengan Hijab Pashmina Hitam dan Outer Grunge

    Gaya Salma Salsabil ‘Aliyyah.

    Foto: Dok. Instagram @salmasalsabil12.

    Salma mengejutkan penggemar dengan gaya edgy serba hitam-merah, mengenakan inner tie dye dan outer gelap dengan pashmina hitam. Gaya ini ia kenakan saat comeback ke panggung musik.

    Panggung Penuh Energi dengan Pashmina Hitam dan Gaya Rock Chic

    Halaman 3 dari 9

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”3″ dtr-id=”8101696″ dtr-ttl=”8 Foto Salma Salsabil Umumkan Sudah Melahirkan, Tampil dengan Hijab Pashmina”>

    Panggung Penuh Energi dengan Pashmina Hitam dan Gaya Rock Chic

    Gaya Salma Salsabil ‘Aliyyah.

    Foto: Dok. Instagram @salmasalsabil12.

    Tampil percaya diri di atas panggung, Salma membawa nuansa outfit rock dengan pashmina hitam dan jeans yang penuh karakter.

    Eksplorasi Gaya Urban dengan Hijab dan Aksesori

    Halaman 4 dari 9

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”4″ dtr-id=”8101696″ dtr-ttl=”8 Foto Salma Salsabil Umumkan Sudah Melahirkan, Tampil dengan Hijab Pashmina”>

    Eksplorasi Gaya Urban dengan Hijab dan Aksesori

    Gaya Salma Salsabil ‘Aliyyah.

    Foto: Dok. Instagram @salmasalsabil12.

    Dengan latar cahaya merah menyala, Salma menunjukkan sisi powerful-nya di atas panggung, menandai momen penting comeback sekaligus pengumuman sebagai seorang ibu.

    Hijab Segiempat dan Rompi Merah Marun

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”5″ dtr-id=”8101696″ dtr-ttl=”8 Foto Salma Salsabil Umumkan Sudah Melahirkan, Tampil dengan Hijab Pashmina”>

    Gaya klasik bertemu modern Salma memadukan rompi warna marun beraksen rantai dengan hijab segiempat yang dibentuk clean look dan feminin.



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Lagi Musim Liburan Sekolah, Awas Banyak Anak-anak Main di Jalan



    Jakarta

    Di musim liburan sekolah saat ini, banyak anak-anak yang memanfaatkan waktu luangnya untuk bermain. Tak sedikit pula mereka yang bermain di jalanan.

    Mereka bermain di jalanan kompleks perumahan atau bahkan di jalan raya. Untuk itu, pengguna kendaraan bermotor perlu ekstra waspada terhadap ancaman bahaya anak-anak yang bermain di jalan.

    Instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian mengatakan, setiap pengendara sebaiknya memastikan layak di jalan. Sebagai pengguna jalan, kita wajib menjaga keselamatan pengguna jalan lain dan diri sendiri.


    “Kendalikan kecepatan sesuai kondisi lingkungan dan jalan serta jauhkan distraksi. Karena akan banyak kejadian melibatkan anak-anak yang sedang banyak berada di jalan dalam musim liburan mereka,” kata Reza kepada detikOto, Selasa (2/7/2024).

    Menurutnya, di kampung dan di desa serta jalan lintas juga hampir sama, akan banyak anak bermain di jalanan. Mereka kerap asyik bermain dengan teman dan lupa tempat dan menjaga keamanan mereka sendiri.

    “Namanya anak juga memiliki kompetensi terbatas baik dari sisi identifikasi bahaya apalagi antisipasinya. Pandangan mereka juga masih sangat terbatas, maka pastikan mereka melihat Anda dan kendaraan Anda. Jangan tuntut apa pun dari mereka, tetapi antisipatif dengan berikan mereka prioritas dan jadilah pengguna jalan yang berkeselamatan terhadap risiko dari bahaya yang ditimbulkan orang lain di jalan seperti anak-anak,” ujar Reza.

    Reza menceritakan kejadian yang menarik perhatian ketika ibu-ibu bersama anaknya menunggu antrean masuk kendaraan umum tapi diklakson oleh pengguna jalan yang lain.

    “Menyikapi hal ini sebaiknya pada pengemudi dan pengguna jalan lainnya atau bahkan Anda sebagai penumpang antisipatif terhadap ini. Traffic lalu lintas cenderung lega dan sangat mudah untuk tidak menjaga kecepatan. Dan ketika ada rintangan cenderung tidak nyaman dan tidak suka akhirnya niat mengusirnya (dengan klakson) agar tidak ada hambatan di jalan,” sebutnya.

    Padahal, seperti disinggung di atas, pengendara wajib menjaga keselamatan pengguna jalan lain dan diri sendiri.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kalau Sayang Anak, Nggak Bakal Nyetir Sambil Pangku Anak



    Jakarta

    Orang tua yang berkendara menggunakan mobil bersama anak harus memikirkan keselamatan bersama. Kebiasaan memangku anak sambil mengemudi mobil harus dihilangkan. Ini menyangkut keselamatan.

    Mungkin masih ada orang tua yang merasa menyayangi anaknya sehingga mengemudi sambil memangku dan memeluk buah hatinya. Namun, cara itu malah mengancam nyawa anak dan orang tuanya.

    MD, Konsultan Dokter & Associate Professor Ashwin Rajenesh membagikan video ketika seorang pengemudi mobil menyetir sambil memangku anaknya. Mobil tersebut sedang melaju di jalan umum seperti terlihat dalam video. Hal ini sangat berbahaya karena anak-anak dan pengemudi dapat mengalami cedera serius jika terjadi kecelakaan.


    “Terlihat menggemaskan. Namun jika terjadi tabrakan dari depan dan kemudian airbag mengembang, tengkorak bayi akan berakselerasi dengan kecepatan ~320 km/jam, 6-8 inci ke dalam rongga dada pria tersebut, dan menewaskan keduanya seketika,” tulisnya menanggapi video tersebut.

    Dijelaskan lebih lanjut, airbag mengembang karena sensor tabrakan yang memicu pengapian natrium azida (NaN3). Reaksi kimia tersebut secara eksplosif melepaskan nitrogen, sehingga menggembungkan airbag. Airbag mengembang 12-18 inci dalam 0,05 detik (50ms) pada kecepatan 320 km/jam.

    Airbag pada mobil merupakan salah satu fitur keselamatan. Namun jika tidak digunakan dengan benar, airbag dapat dengan mudah menjadi senjata. Airbag pada setir biasanya diletakkan di bawah bantalan klakson, dan area tersebut terbuat dari bahan plastik tipis. Hal ini dilakukan untuk memastikan airbag dapat merobek plastik saat mengembang untuk melindungi pengemudi atau penumpang lainnya.

    Sebuah ledakan terjadi di dalam airbag yang membuatnya mengembang. Ini adalah reaksi kimia, dan bahan kimia yang digunakan di dalam airbag disebut natrium azida. Sensor di depan mobil mengirimkan sinyal listrik ke kunci kontak. Panas yang dihasilkan sebagai bagian dari reaksi menyebabkan natrium azida terurai menjadi natrium dan gas nitrogen, yang menggembungkan airbag. Semua ini terjadi hampir seketika.

    Jika masih memangku anak sambil mengemudi, ketika terjadi kecelakaan airbag akan mengenai bagian belakang kepala anak dan ledakannya akan mendorong kepala anak ke dada pengemudi. Selain itu, anak tersebut akan terjepit di antara setir dan pengemudi.

    Untuk menghindari situasi seperti itu, ada baiknya untuk selalu menggunakan kursi anak di dalam mobil dan mengenakan sabuk pengaman setiap saat.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ladies, Ini Tips Nyetir Aman dari Rifat Sungkar



    Jakarta

    Image perempuan sebagai ‘clumsy driver‘ di jalanan begitu kental. Banyak meme yang menertawakan bagaimana kecerobohan perempuan di jalanan yang membuat siapa pun mengurut dada di jalanan.

    Rifat Sungkar, pembalap Indonesia yang juga Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia memberikan sejumlah tips untuk para perempuan supaya menyetir dengan aman dan selamat di jalanan. Salah satu tipsnya adalah menyadari kecepatan kendaraan dan fokus mengemudi.

    “Laki-laki dan perempuan punya hak yang sama di jalanan. Tapi secara alami perempuan itu lebih tidak sensitif mengenai kecepatan. Jadi dia lebih tidak bisa men-judge ini pelan atau kencang. Jadi hal itu yang harus lebih diperhatikan,” kata Rifat dalam acara ‘girls trip’ bersama Mitsubishi Destinator di Bali.


    “Untuk bisa mendapatkan sensitivitas itu, awareness terhadap jalanan itu harus menjadi full-time job, nggak bisa part-time job. Kenapa saya bilang cewek itu suka part-time job? Karena mereka adalah multitasking. Sambil nyetir bisa dandan, sambil makan, sambil masang sepatu, dan kadang-kadang terima telepon. Tapi ketika berkendara, tolong itu semua diringkas menjadi full-time job,” lanjutnya.

    Teruntuk para bunda yang berkendara bersama anak-anak, Rifat mengingatkan ada budaya yang harus dibiasakan dalam berkendara bersama keluarga. Yaitu menyadari bagaimana posisi anak terhadap fitur keamanan di mobil.

    “Anak-anak yang umurnya di bawah 12 tahun, sangat disarankan untuk duduk di belakang. Karena banyak yang nggak tahu perangkat keselamatan seperti airbag untuk anak-anak yang tulangnya belum kuat, itu terkadang akan menjadi senjata yang berbahaya kalau tidak tahu cara penggunaannya,” ujar Rifat.

    “Posisi duduk depan untuk anak-anak, tinggi badan itu sangat menentukan posisi safety belt. Kalau posisi safety belt yang masih belum pas (belt mengenai wajah anak), jangan anaknya duduk depan walaupun dia sudah umurnya cukup. Lalu juga posisi duduk anak yang terlalu ke depan, juga berbahaya karena airbag itu kalau keluar tuh ada kembangan yang sangat besar. Airbag itu meledak lebih dari 200 km per jam, jadi kalau dia (anak) ketabrak sama airbag, bukannya menyelamatkan tapi justru bisa membahayakan,” papar Rifat.

    Selanjutnya dia menjelaskan jika anak-anak duduk di belakang tetap harus memakai safety belt.

    “Banyak orang menganggap safety belt hanya untuk duduk depan aja, padahal enggak. Karena depan itu masih ada pijakan kaki, masih ada pegangan, sedangkan di belakang tuh nggak ada. Jadi kalau ada apa-apa jangan merasa terlindungi dengan bangku depan. Itu akan menjadi tembok kalau terjadi sesuatu,” tutupnya.

    (sym/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cerita Pulau Samosir dan Danau Toba, Kisah Legenda Ucok Samosir


    Jakarta

    Pulau Samosir dan Danau Toba adalah destinasi wisata prioritas Indonesia karena keindahan alamnya. Di baliknya ada kisah legenda terbentuknya kedua spot wisata populer itu yang sudah dikenal masyarakat lokal.

    Salah satunya adalah kisah legenda Ucok Samosir yang mengawali terbentuknya Pulau Samosir dan Danau Toba. Dikutip dari buku Legenda Danau Toba dan Pulau Samosir dari Heny V Tinneke, cerita rakyat dari Sumatra Utara ini termasuk populer.

    Kisah Terbentuknya Pulau Samosir dan Danau Toba

    Dahulu hidup seorang pemuda bernama Tigor Samosir di wilayah yang kini dikenal sebagai Sumatra Utara. Dia hidup sebatang kara dan sangat ulet bekerja mengolah sawah peninggalan orang tuanya. Tidak heran hasil panen Tigor selalu sangat baik.

    Pada suatu waktu, kampung Tigor terkena musim kemarau panjang hingga mengalami gagal panen. Hewan peliharaan Tigor dan warga kampung lain juga perlahan mati karena kehausan. Tigor akhirnya putar otak untuk bertahan hidup.

    Setelah berpikir, Tigor mengambil jala di samping rumahnya dan bertekad mencari ikan. Dia mengajak warga kampung lain yang disambut gembira. Mereka bersama-sama menyiapkan jala untuk menangkap ikan demi menyambung hidup.

    Usaha mencari ikan berbuah manis, namun tidak dalam waktu lama. Ikan perlahan sulit ditangkap, hingga warga kampung satu per satu mulai meninggalkan rumah mencari penghidupan yang lebih baik. Namun Tigor bersikukuh tetap tinggal di kampungnya dan berusaha lagi.

    Pada suatu malam ketika mencari ikan, Tigor kaget bukan kepalang. Ikan yang ditangkap ternyata bisa bicara dan minta dilepas. Ikan ajaib itu berjanji mengabulkan semua permintaan Tigor asal dikembalikan ke air. Tigor menyanggupi dan meminta tangkapan yang banyak untuk dibawa pulang.

    Bantuan ini dikabulkan beberapa kali, hingga kabar baik yang dialami Tigor terdengar warga kampung. Warga yang tadinya merantau perlahan kembali ke rumahnya berharap bisa mendapatkan ikan melimpah seperti Tigor. Harapan tersebut menjadi kenyataan, setelah Tigor mengajari cara menangkap ikan sesuai petunjuk ikan ajaib.

    Seiring waktu, Tigor dan ikan ajaib menjalin hubungan baik hingga dipanggil jelita. Keduanya menikah dan memiliki seorang anak bernama Ucok Samosir. Keadaan keluarga dan kampung Tigor makin baik dengan berakhirnya musim kemarau panjang.

    Seiring waktu, terjadi perubahan pada karakter Tigor menjadi lebih pemarah dan sering membentak. Puncaknya adalah ketika Tigor memarahi anaknya karena telat mengantarkan makan siang. Tigor menyebutnya sebagai anak ikan. Ucok lantas pulang dan mengadu pada ibunya.

    Jelita yang mendapat kabar tersebut merasa kaget dan termenung. Pasalnya, Tigor pernah berjanji tidak akan menyinggung asal mula Jelita pada anaknya. Jika dilanggar, Jelita dan Ucok akan meninggalkan Tigor.

    Sadar akan kesalahannya, Tigor pulang dan memohon pada Jelita dan Ucok agar jangan pergi. Namun keduanya tetap melangkah pergi. Jejak kaki keduanya mengeluarkan air hingga terjadi banjir bandang. Banjir ini menenggelamkan Tigor dan seisi kampung. Sedangkan Ucok dan Jelita menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.

    Kini, banjir bandang dari tapak kaki Ucok dan Jelita menjadi Danau Toba. Sementara, dataran tinggi tempat Ucok dan Jelita mengungsi dikenal sebagai Pulau Samosir. Nama Samosir adalah penghormatan bagi Tigor dan keluarganya.

    Kisah Pulau Samosir dan Danau Toba masih diceritakan antar generasi serta sangat dikenal masyarakat. Pulau Samosir yang terkenal indah bahkan menjadi salah satu spot wisata ikonik Indonesia.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cara Cek Lokasi Anak Secara Real Time Lewat HP


    Jakarta

    Orang tua kadang kuatir anaknya main kemana dan kenapa belum pulang ke rumah. Nah, Anda bisa mengecek lokasi anak secara real time lewat HP.

    Untuk mencari keberadaan anak Anda dibantu lewat teknologi, syarat utamanya adalah si buah hati membawa smartphone bersamanya. Dari situ kita bisa mengecek posisinya dengan lebih mudah.

    Anak Anda pasti punya aplikasi WhatsApp dan Google Maps di ponselnya. Ini sudah cukup untuk memantau lokasi mereka. Dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Senin (21/7/2025) ini dia caranya:


    Mengetahui lokasi anak dengan Live Location WhatsApp

    WhatsApp punya fitur live location untuk memberi lokasi pemilik akun secara real time. Cara mengetahui lokasi anak lewat WhatsApp di HP adalah sebagai berikut

    1. Minta anak Anda membuka aplikasi WhatsApp dan buka chat dengan orang tua yang akan diajak berbagi fitur Live Location. Kemudian klik simbol paperclip di sudut kanan bawah dan pilih opsi lokasi.
    2. Cara selanjutnya adalah berbagi lokasi terkini dan pilih berapa lama akan menerapkan fitur Live Location. Pada bagian keterangan, anak Anda juga bisa memasukkan pesan.
    3. Orang tua sebagai penerima pesan dapat melihat langsung lokasi pengirim (anak). Begitu juga ketika berpindah tempat.

    Fitur ini akan berhenti otomatis jika waktunya sudah habis atau dihentikan sendiri.

    Mengetahui lokasi anak menggunakan Google Maps

    Google Maps dapat dipakai untuk melacak lokasi anak, selain untuk navigasi biasa. Simak caranya di bawah ini:

    1. Minta anak untuk membuka aplikasi Google Maps dan klik logo akun yang ada di pojok kanan atas. Kemudian, pilih berbagi lokasi.
    2. Klik mulai untuk menunjukkan lokasi pada orang tua. Durasi berbagi lokasi juga dapat ditentukan terlebih dahulu atau dinonaktifkan.
    3. Pilih WhatsApp serta kontak orang tua yang hendak dikirimi informasi. Maka, lokasi terkini sudah bisa diketahui.

    Itulah cara mengetahui lokasi anak secara real time. Selamat mencoba!

    (fay/hps)



    Sumber : inet.detik.com

  • Baru Diresmikan Pramono Anung, Ini Kondisi Taman Bugar Sekarang


    Jakarta

    Gubernur Provinsi Jakarta Pramono Anung meresmikan Taman Bugar di Duri Kepa, Jakarta Barat pada Selasa (30/9/2025). Taman dilengkapi banyak wahana dan sarana untuk kegiatan fisik segala usia serta ramah disabilitas.

    detikTravel berkesempatan mengunjungi Taman Bugar pada Sabtu (4/10/2025) sore ketika sudah tidak terlalu terik. Area seluas 2.150 meter2 tersebut dipadati anak-anak yang bermain dan berlari ke seluruh penjuru taman.

    Taman Bugar di Duri Kepa, Jakarta BaratTaman Bugar di Duri Kepa, Jakarta Barat (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Fasilitas favorit anak-anak adalah lapangan serbaguna yang bisa digunakan untuk futsal, voli, dan bulu tangkis. Sebagian asyik main bola, sedangkan yang lain istirahat atau sekadar ngobrol bersama teman.


    “Suasana tamannya asyik, kita senang bisa main bola, balap lari, bulu tangkis di sini,” kata Alfi yang sedang duduk di pinggir lapangan sebelum melanjutkan permainan bersama teman-temannya.

    Selain lapangan, wahana lain juga dipenuhi anak-anak yang aktif bermain bersama orang tua atau teman sebaya. Beberapa wahana yang dipadati anak-anak berusia 3-12 tahun ini adalah perosotan, panjat tali, dan monkey bar.

    Menurut Dar, salah satu pengunjung yang sedang menemani anaknya bermain, kehadiran Taman Bugar disambut positif dang sangat bermain. Tempat ini menjadi arena bermain, rekreasi, dan interaksi anak dari segala usia serta orang dewasa.

    “Saya disini ngawasin anak lagi main. Pertama kali ke sini liat tamannya bagus, luas, banyak tempat bermainnya, dan anak-anak bisa berinteraksi sama teman-temannya,” kata Dar.

    Menurut Cutet, kontraktor sekaligus penjaga kebersihan Taman Bugar, pengunjung Taman Bugar berbeda sepanjang hari. Anak-anak biasanya memenuhi taman di sore hari, sedangkan orang dewasa datang selepas jam kantor.

    “Ramainya mulai dari pagi sampai sore, tapi biasanya ada warga yang ke sini malam. Kalau hari biasa, anak-anak bermain di taman itu setelah pulang sekolah,” kata Cutet.

    Sedangkan saat libur akhir pekan, Taman Bugar bisa ramai sepanjang hari. Aktivitas sedikit menurun di siang hari saat matahari bersinar makin terik. Di sore hari, warga setempat atau dari area lain sekitar Jakarta kembali meramaikan Taman Bugar.

    Jam Buka Taman Bugar dan Kebersihannya

    Taman Bugar di Duri Kepa, Jakarta BaratTaman Bugar di Duri Kepa, Jakarta Barat (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Terkait jadwal buka Taman Bugar, Cutet mengatakan belum ada jadwal pasti dari pemerintah provinsi. Taman Bugar bisa diakses setiap saat, asal jangan terlalu malam atau dini hari.

    “Sementara belum ada ketentuan jam operasional dari dinas terkait dan pemprov. Warga masih bebas keluar masuk taman. Paling kalau sudah malam ada warga, ditegur aja,” kata Cutet.

    Cutet yang juga bertanggung jawab pada kebersihan taman mengatakan, saat ini dia bertugas menyiram dan melakukan pembersihan rutin. Tugas ini dia jalankan, sampai ada penunjukan petugas baru dari pemprov atau pihak terkait.

    (row/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ayah Lamine Yamal Dinilai Bisa Rusak Karier Anaknya


    Jakarta

    Mounir Nasraoui, ayahnya Lamine Yamal dinilai bisa rusak karier sang anak. Mounir diminta jangan banyak berulah, biar Yamal bisa fokus penuh di lapangan.

    Hal itu diungkapkan oleh eks striker Timnas Spanyol, Dani Guiza. Dilansir dari BeIN, Guiza gerah melihat ulah Mounir Nasraoui yang terlalu ‘ikut campur’ dalam kariernya Lamine Yamal.

    “Lamine memang hebat, tetapi ayahnya harus minggir sedikit demi kebaikan anak itu sendiri. Dialah yang bermain sepak bola, bukan ayahnya,” cetusnya.


    Belakangan ini, diketahui Mounir Nasraoui minta tuntutan banyak ke Barcelona buat Lamine Yamal. Itu termasuk kenaikan gaji sampai minta fasilitas jet pribadi.

    Pihak klub banyak mengiyakan. Sebabnya, Yamal adalah wonderkid yang sedang bersinar dan diproyeksi jadi bintang masa depan.

    Dani Guiza meminta Mounir Nasraoui untuk memberikan Lamine Yamal ruangnya sendiri di klub. Sebab faktor non-teknis, bisa saja merusak penampilan pemain di lapangan.

    “Dia bisa menjadi salah satu yang terbaik di dunia, tetapi jika orang-orang di sekitarnya tidak membantu, dia bisa terhambat. Pikirannya bergerak cepat di usia itu,” Guiza memperingatkan.

    “Ayahnya harus minggir demi kebaikan anak itu sendiri,” tegasnya.

    (aff/rin)



    Sumber : sport.detik.com

  • Dear Ortu, Jangan Malas Bawa Anak Imunisasi! Ini Alasan Tak Cukup Sekali Suntik


    Jakarta

    Ketua Satgas Imunisasi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Dr dr Hartono Gunardi SpA(K) mengungkapkan alasan mengapa imunisasi yang dijalani anak harus dilakukan secara berulang. Ia menuturkan salah satu tantangan dalam memenuhi cakupan imunisasi di Indonesia adalah keengganan orang tua untuk memberikan imunisasi secara berulang.

    Berdasarkan survei yang dilakukan UNICEF Nielsen pada 2023, disebutkan 37,7 persen orang tua enggan membawa anaknya imunisasi karena takut suntik lebih dari satu kali.

    Prof Hartono menjelaskan proteksi dari vaksin akan memicu peningkatan kekebalan yang disebut dengan respons primer. Seiring waktu, proteksi akan menurun dan perlu diperbarui.


    “Kekebalan tersebut meningkat tapi selama beberapa lama dia akan menurun lagi oleh karena itu dia perlu diberikan antigen yang kedua yang akan menimbulkan pembentukan antibodi yang lebih cepat dan lebih tinggi daripada antibodi sebelumnya,” ujar Prof Hartono ketika ditemui awak media, di Jakarta Selatan, Rabu (15/10/2025).

    “Orang tua sering kali bertanya kok imunisasi nggak ada habis-habisnya, ya jadi diulang-ulang terus,” sambungnya.

    Lalu, mengapa dosis imunisasi yang dibutuhkan tidak sekalian diberikan di waktu awal dan harus diberi jeda waktu? Prof Hartono menjelaskan tubuh membutuhkan waktu untuk ‘mempelajari’ antibodi yang masuk melalui imunisasi.

    Setelah dipelajari, imunisasi booster digunakan untuk memperkuat sistem pertahanan yang ada.

    “Seperti kita melatih pelajaran, nggak bisa anak itu diajar sekaligus matematika yang sampai integral gitu ya. Nggak bisa, jadi harus satu-satu,” ujar Prof Hartono.

    “Demikian juga sistem tubuh itu belajar pelan-pelan. Karena tadi kita lihat satu antigen dia sedikit naik-naiknya, belum lengkap antibodinya, belum cukup untuk jangka panjang. Akhirnya itu mereka diulang. Banyak ulangannya, semakin tinggi antibodi yang terbentuk dan semakin lama perlindungannya,” tandasnya.

    (avk/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Kemenkes Ungkap 800 Ribu Lebih Anak RI ‘Zero Dose’ Imunisasi, Inikah Pemicunya?


    Jakarta

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi sama sekali atau zero-dose di Indonesia masih tinggi. Pada tahun ini, tercatat ada sekitar 836.789 anak di Indonesia yang masih zero-dose.

    Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan dengan tahun 2024 dengan 973.378 kasus, tapi jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 dengan 372.965 kasus.

    Hal ini cukup memprihatinkan mengingat pemberian imunisasi rutin sesuai jadwal memiliki peran penting untuk pencegahan penyakit pada anak dan mengantisipasi munculnya wabah atau kejadian luar biasa (KLB).


    “Saat ini kita menduduki peringkat keenam, di dunia untuk negara yang jumlah anaknya belum mendapatkan imunisasi,” ujar Direktur Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine, ketika ditemui awak media di Jakarta Selatan, Rabu (15/10/2025).

    Prima mengungkapkan ada total ada ratusan KLB yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2025 hingga pekan ke-36. Ini meliputi 66 KLB campak pasti di 52 kabupaten/kota, 198 KLB pertusis di 133 kabupaten/kota, dan 57 KLB difteri di 50 kabupaten/kita.

    Ia mengatakan kelengkapan imunisasi ini harus terus dikejar. Kalau anak sudah terlanjur terkena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), maka penanganannya akan lebih berat. Terlebih, belum ditambah risiko penyebaran yang lebih luas.

    “Kalau kena ya bisa menularkan kepada anak-anak lain di sekitarnya. Kalau anak-anak yang nggak diimunisasi berkumpul di satu tempat, tentu nggak terbentuk kekebalan kelompoknya. Oleh karena itu, tempat daerah itu akan sangat mungkin atau mendapat kejadian luar biasa, wabah dalam konteks kecil, tapi itu sudah wabah,” sambungnya.

    Berkaitan dengan masih tingginya angka zero-dose pada anak-anak di Indonesia, Prima menyebut masih ada keraguan soal vaksinasi di tengah masyarakat. Meski edukasi terkait manfaat imunisasi terus digencarkan, ada banyak juga pemahaman yang menentang imunisasi.

    Berdasarkan survei yang dilakukan UNICEF Nielsen pada tahun 2023, sebanyak 12 persen persen orang tua takut dengan efek samping sehingga enggan membawa anak imunisasi. Beberapa faktor lain yang juga memengaruhi meliputi takut disuntik lebih dari satu kali, jadwal imunisasi tidak pas, tidak ada ongkos, akses sulit, hingga merasa imunisasi tidak ada manfaatnya.

    “Adanya keraguan vaccine hesitancy masyarakat. Karena mereka bingung di satu pihak mereka mendapat kabar pentingnya imunisasi, tapi di lain pihak, gencar juga orang-orang yang menyuarakan ‘hati-hati dengan imunisasi’, ‘yakin imunisasi bikin sehat?’. Kita perlu bergandengan tangan untuk bisa membuat keraguan di masyarakat ini berubah menjadi kepastian,” tandasnya.

    Berikut lima wilayah dengan angka zero-dose tertinggi di Indonesia:

    1. Jawa Tengah – 158.941 kasus
    2. Jawa Timur – 79.973 kasus
    3. Sumatera Utara – 66.886 kasus
    4. Jawa Barat – 55.936 kasus
    5. Lampung – 41.169 kasus

    (avk/suc)



    Sumber : health.detik.com