Tag: ancaman

  • Tanda-tanda Laptop Anda Kena Malware Berbahaya, Periksa Sekarang!

    Jakarta

    Malware merupakan perangkat lunak yang digunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk mencuri informasi dari korbannya. Tujuannya adalah untuk menipu dan menjual informasi korban kepada pihak lain.

    Untuk menghindari hal tersebut, Anda perlu menginstall aplikasi antivirus untuk melindungi perangkat. Selain itu, Anda juga perlu mengamati tanda-tanda aneh dari Laptop yang digunakan.

    Dirangkum dari PC Mag, Jumat (8/11/2024), berikut tanda laptop Anda terkena malware:


    1. Banyak Iklan Pop-up

    Perangkat dengan malware akan dipenuhi dengan iklan pop-up. Namun, Anda harus bisa membedakan, karena tidak semua iklan berisi malware. Jika berasal dari program tidak resmi, iklan yang muncul tidak bisa diblokir sama sekali.

    2. Browser Menggiring ke Situs Palsu

    Waspada jika browser membawa Anda ke situs yang sebenarnya tidak ingin dikunjungi. Beberapa kasus, tidak bisa dikenali sama sekali. Sebagai contoh, Trojan Perbankan dapat mengalihkan ke situs palsu yang sama seperti bank asli.

    Jika sudah merasa curiga, Anda dapat masuk ke pengaturan dan menonaktifkan atau hapus ekstensi yang tidak dikenali. Jangan sampai tertipu, karena rekening Anda dapat terkuras habis.

    3. Peringatan Menakutkan

    Sejumlah kasus mendistribusikan program antivirus palsu ke dalam sistem korban. Pelaku akan menggunakan unduhan drive-by atau lainnya untuk memasukkan antivirus palsu tersebut.

    Tahap selanjutnya, pelaku akan menampilkan peringatan menakutkan yang seakan mengancam keamanan perangkat korban.

    Umumnya, kejahatan siber menyebar di media sosial akan membuat postingan atau DM palsu berisi tautan berisi malware.

    5. Pesan Ancaman Malware

    Jika malware telah berhasil masuk pada perangkat, Anda akan mendapatkan pesan berisi ancaman tentang data dan PC yang ditahan oleh pelaku. Kemudian, mereka akan meminta tebusan untuk mengembalikan data yang dicuri. Selain itu, beberapa pelaku juga sering mengaku dari lembaga keamanan, seperti FBI dan menyatakan perangkat melakukan aktivitas jahat.

    6. Alat Sistem Dimatikan

    Jika Anda mendapat pesan saat alat telah dinonaktifkan oleh administrator, tandanya malware telah masuk ke dalam perangkat.

    7. Komputer Nampak Normal

    Laptop terlihat normal dapat dikatakan sebagai tanda yang paling menakutkan. Pasalnya, tidak ada tanda aneh yang membuat kita curiga tentang keberadaan malware.

    Itu dia 7 tanda laptop anda terkena malware. Untuk keamanan, alangkah baiknya detikers mengeceknya, ya. Semoga bermanfaat!

    *Artikel ini ditulis oleh Dita Aliccia Armadani, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (fay/rns)



    Sumber : inet.detik.com

  • Ciri HP Terkena Malware dan Cara Mengatasinya

    Jakarta

    Perangkat elektronik dan ponsel, rentan terhadap serangan malware yang dapat mengancam privasi dan keamanan data pribadi. Malware pada handphone (HP) bisa datang dalam berbagai bentuk, seperti virus, trojan, atau spyware yang dapat merusak sistem, mencuri informasi, atau bahkan merusak perangkat itu sendiri.

    Sekedar diketahui, dilansir dari laman resmi CSIRT Kementerian Pertahanan, Malware adalah singkatan dari Malicious Software. Program tersebut dirancang dengan tujuan untuk merusak dengan menyusup ke sistem komputer. Malware dapat menginfeksi banyak komputer dengan masuk melalui email, download internet, atau program yang terinfeksi.

    Malware bisa menyebabkan kerusakan pada sistem komputer dan memungkinkan juga terjadi pencurian data / informasi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri HP yang terinfeksi malware dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasinya.


    Ciri HP Terkena Malware

    Pengguna ponsel kerap tidak menyadari adanya bahaya hingga dampak negatif malware dalam gawainya. Perubahan performa, adanya aplikasi yang tidak bisa dihapus, atau munculnya iklan yang tidak diinginkan, bisa menjadi tanda-tanda awal bahwa ponsel terinfeksi.

    Malware ini bisa berupa virus, trojan, spyware, adware, atau ransomware yang sering kali disebarkan melalui aplikasi pihak ketiga yang tidak terpercaya, link phishing, atau jaringan Wi-Fi publik yang rentan. Tujuan malware biasanya bisa pencurian data pribadi, akses informasi sensitif seperti kata sandi dan nomor rekening bank, hingga merusak sistem operasi ponsel. Berikut penjelasan ciri-cirinya.

    1. Ada Peringatan

    Ponsel pasti mulai mendeteksi, begitu ada virus yang masuk ke perangkatnya. Sama seperti tubuh, ada tanda keanehan pada ponsel, hingga peringatan keras sebagai tanda adanya virus yang menginfeksi perangkat.

    2. Antivirus Tak Berfungsi

    Virus malware menjadi musuh berbahaya dan mengancam perangkat yang kamu miliki, termasuk smartphone yang saat ini kamu pegang. Kalau virusnya begitu kuat, bahkan software antivirus yang digunakan pun tidak lagi berfungsi.

    Smartphone atau ponsel pintar, harusnya jadi alat komunikasi yang bisa membantu kita sehari-hari. Tapi gegara malware, kemampuan ponsel canggih pun jadi menurun.

    Terjadi penurunan dalam kecepatan pengoperasian perangkat secara signifikan. Bisa jadi semakin lemot, atau aplikasi tiba-tiba tertutup dan gawai sulit digunakan. Istilahnya, biasa disebut hang atau freeze.

    4. Memori Selalu Penuh

    Gawai pintarmu sebetulnya sudah punya cukup memori. Tapi sayang, tiba-tiba tanpa sadar ruang penyimpanan di perangkat handphonemu sudah cepat penuh.

    Ada penurunan yang signifikan dan tidak terduga pada bagian memori. Ini bisa jadi pertanda malware mulai mengancam. Virus dalam bentuk aplikasi, tak bisa dihapus dan menempati setiap ruang penyimpanan atau storage.

    5. Handphone Tak Bisa Digunakan

    Saat malware sudah semakin parah dan banyak, handphone yang kamu gunakan bisa berhenti berfungsi. Bukan sekedar hang atau freeze lagi, tapi bahkan tidak berfungsi sama sekali.

    Cara Mengatasi Perangkat yang Kena Malware

    Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai tanda-tanda infeksi malware, kamu dapat menjaga ponsel tetap aman dan terhindar dari ancaman yang semakin canggih dan berbahaya. Namun jika malware sudah terlanjur menginfeksi ponselmu, ada langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengamankan perangkat dari malware. Dilansir dari laman Google, berikut caranya:

    1. Mengaktifkan Google Play Protect

    Caranya mudah. Pertama, buka aplikasi Google Play, kemudian ketuk ikon Profile. Lanjut ke Tap Protect > Settings > aktifkan atau matikan Scan apps with Play Protect.

    2. Update Perangkat

    Pastikan untuk selalu melakukan update perangkat ketika tersedia. Kalau kamu tidak menemukan notifikasi karena dimatikan, kamu bisa masuk ke Settings > System > System update. Nanti akan terlihat status update untuk dilanjutkan.

    3. Hapus Aplikasi Mencurigakan

    Kalau mesin pencarianmu menggunakan Google Chrome, uninstall ekstensi browser Chrome yang tidak diperlukan, tidak terpercaya, atau berasal dari sumber di luar Chrome Web Store. Jika menggunakan browser lain, periksa pusat bantuannya atau settings, dan uninstall aplikasi yang tidak jelas asalnya.

    Penting untuk menghapus atau uninstall aplikasi yang tidak penting, tidak terpercaya, sumbernya dari pihak ketiga, atau luar Google Play Store. Untuk menghapusnya, lakukan langkah Settings > Apps & notifications > See all apps > klik aplikasi yang ingin di-uninstall > Uninstall.

    4. Checkup Keamanan

    Kini, pastikan gawaimu bersih dari malware, melalui mesin pencarian. Buka ponsel atau tablet Android, buka browser web seperti Chrome.

    Masuk ke myaccount.google.com/security-checkup. Nantinya, akan diarahkan untuk memperbaiki masalah keamanan di akun. Ikuti langkah yang ada.

    Terakhir, pastikan kamu lebih berhati-hati saat mengunjungi situs tak resmi dan jangan sembarang klik link tidak terpercaya. Langkah tersebut bisa jadi salah satu cara sederhana menghindari malware. Semoga berhasil!

    (aau/fds)



    Sumber : inet.detik.com

  • Ganti Alamat Email Kamu! Ini Alasannya

    Jakarta

    Pengguna Gmail disarankan untuk mengganti alamat email mereka di 2025. Mengapa hal ini perlu dilakukan?

    Saran ini muncul setelah Federal Bureau of Investigation (FBI) mengeluarkan peringatan terkait ancaman cyber yang berpotensi meningkat menjelang liburan.

    Menurut FBI, meskipun Google mengklaim telah memblokir lebih dari 99,9% spam, phishing, dan malware di Gmail, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk mencegah ancaman cyber.


    Seperti dikutip dari Forbes, FBI menganggap penggantian alamat email sebagai langkah tambahan untuk meningkatkan keamanan pengguna.

    Sementara itu, Google sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kewajiban pengguna Gmail untuk mengganti alamat email.

    Sebelumnya, Google justru mengumumkan kebijakan penghapusan akun Gmail yang tidak aktif selama lebih dari dua tahun mulai 1 Desember 2023. Langkah ini bertujuan mencegah pencurian identitas yang berpotensi membahayakan.

    Google menyatakan tengah memperkuat pertahanan cyber untuk melindungi lebih dari 2,5 miliar pengguna Gmail.

    Salah satu inovasinya adalah penerapan model kecerdasan buatan (AI) terbaru, termasuk teknologi Large Language Model (LLM) yang dirancang untuk mendeteksi phishing, malware, dan spam. Namun, firma keamanan cyber McAfee memperingatkan bahwa perkembangan AI memiliki dampak ganda.

    AI dapat digunakan untuk melawan serangan cyber, tetapi penjahat cyber juga dapat memanfaatkannya untuk menciptakan serangan yang semakin sulit terdeteksi.

    Menurut Mailmodo, pesan spam saat ini mencapai lebih dari 46,8% dari total email yang beredar.

    Hal ini mendorong banyak perusahaan untuk mencari alternatif komunikasi yang lebih aman, seperti menggunakan platform instant messaging seperti Teams dan Slack.

    Untuk melindungi alamat email, beberapa langkah dapat dilakukan, antara lain:

    1. Jangan Membagikan Alamat Email Secara Sembarangan

    Apple, misalnya, telah menghadirkan fitur Hide My Email yang memungkinkan pengguna menyembunyikan alamat email asli mereka.

    2. Gunakan Alamat Email Acak dan Unik

    Membuat alamat email acak dapat membantu menjaga privasi, terutama saat mendaftar di situs web atau aplikasi.

    Google juga mengikuti langkah ini dengan mengembangkan fitur serupa bernama Shielded Email, yang terdeteksi melalui pembedahan APK oleh Android Authority pada November lalu.

    Cara Mengganti Alamat Email di Gmail

    Sebelum mengganti alamat email, pastikan apakah alamat email Anda dapat diubah atau tidak. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Buka aplikasi Setelan di perangkat Anda.

    2. Klik Google, lalu pilih Nama Anda dan Kelola Akun Google Anda.

    3. Pilih Info Pribadi di bagian atas.

    4. Pada bagian Info Kontak, pilih Email > Email Akun Google.

    Jika opsi untuk mengubah email tidak tersedia, hal ini kemungkinan karena alamat email Anda berakhiran @gmail.com (tidak dapat diubah) atau menggunakan akun Google melalui kantor, sekolah, atau grup lain, sehingga memerlukan bantuan administrator.

    Jika alamat email Anda dapat diganti, ikuti langkah-langkah berikut:

    1. Klik Edit.

    2. Masukkan alamat email baru yang belum terdaftar di akun Google lain.

    3. Ikuti petunjuk yang muncul di layar.

    4. Setelah selesai, Google akan mengirimkan tautan verifikasi ke alamat email baru Anda. Buka email tersebut dan klik tautannya untuk menyelesaikan proses penggantian.

    Dengan mengikuti langkah-langkah ini, keamanan akun Gmail Anda dapat lebih terjamin. Tetap waspada terhadap ancaman cyber dan selalu perbarui sistem keamanan secara berkala.

    *Artikel ini ditulis oleh Dita Aliccia Armadani, peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom.

    (rns/afr)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Aktifkan Fitur Baru iPhone yang Cegah Pencuri Akses Data Penting

    Jakarta

    Kalau iPhone milikmu dicuri, kamu tak cuma kehilangan perangkat, tetapi ada resiko lebih besar yakni bocornya data pribadi dalam perangkatmu. Makin canggihnya teknik pencurian, membuat pelaku tidak hanya dapat mengambil iPhone secara fisik, tetapi juga berusaha menguasai dan mendapat akses ke akun dan informasi sensitif.

    Tapi, sebetulnya gawai canggih keluaran Apple ini menyediakan alat mencegah ancaman yang mungkin terjadi. Salah satu fitur terbaru yang dirilis dalam pembaruan iOS adalah Stolen Device Protection.

    Fitur ini dirancang untuk mencegah pencuri, dengan membatasi akses ke pengaturan penting. Perangkat akan otomatis mewajibkan autentikasi tambahan, jika digunakan di lokasi yang tidak dikenal.


    Dengan mengaktifkan fitur keamanan yang tersedia di iPhone, pengguna bisa mempersulit pencuri dalam mengakses perangkat dan data di dalamnya.

    Apa Itu Stolen Device Protection?

    Mungkin masih banyak pengguna yang belum tahu, kalau pada awal tahun 2024 Apple meningkatkan fitur keamanannya. Seperti biasa, secara bertahap Apple memang menyediakan pembaruan software untuk optimalisasi perangkat secara bertahap.

    Dimulai sejak pembaruan iOS 17.3 (terkini iOS 18.3), Apple menyediakan Stolen Device Protection. Fitur ini diklaim mampu memberikan perlindungan ekstra terhadap iPhone, agar tidak mudah disalahgunakan jika jatuh ke tangan pencuri.

    Apple menghadirkan Stolen Device Protection sebagai respons terhadap meningkatnya kasus pencurian iPhone yang semakin canggih. Dengan mengaktifkan Stolen Device Protection, pengguna mendapatkan lapisan perlindungan tambahan.

    Cara Kerja Stolen Device Protection

    Fitur Stolen Device Protection, akan mewajibkan autentikasi menggunakan Face ID atau Touch ID untuk tindakan tertentu yang bersifat sensitif. Selain itu, jika pemilik iPhone tidak berada di lokasi yang dikenali (seperti rumah atau kantor), beberapa tindakan akan dibatasi.

    Seperti mengubah passcode, mengganti kata sandi Apple ID, atau menonaktifkan fitur ini akan dikenai jeda waktu selama satu jam sebelum perubahan dapat dilakukan. Berikut dua cara kerja pembatasan pada fitur Stolen Device Protection, dilansir dari laman resmi Apple:

    1. Autentikasi Biometrik dengan Face ID atau Touch ID

    Beberapa tindakan penting, seperti mengakses kata sandi dan informasi kartu kredit yang tersimpan, memerlukan autentikasi menggunakan Face ID atau Touch ID. Tidak ada opsi alternatif dengan kode sandi, sehingga hanya pemilik iPhone yang bisa mengakses fitur-fitur ini.

    2. Penundaan Aktivitas Keamanan

    Tindakan sensitif seperti mengubah kata sandi akun Apple, akan diberi jeda waktu satu jam sebelum meminta autentikasi Face ID atau Touch ID untuk kedua kalinya. Kalau iPhonemu dicuri, fitur ini bisa memberi peluang si pemilik asli untuk menandai perangkat sebagai hilang dan menjaga keamanan akun Apple miliknya.

    Namun, jika iPhone digunakan di lokasi yang sudah dikenali seperti rumah atau kantor, langkah-langkah tambahan ini tidak diperlukan. Kamupun bisa tetap menggunakan kode sandi seperti biasa. Tapi, pemilik bisa mengatur Stolen Device Protection jika ingin selalu meminta autentikasi tambahan, meskipun berada di lokasi yang dikenali.

    Cara Aktifkan Stolen Device Protection pada iPhone

    Mengutip laporan dari laman Wall Street Journal, saat ini pencuri tidak hanya mengambil perangkat secara fisik tetapi juga bisa mengakses data sensitif dan bahkan mencuri uang dari korban. Modus yang sering digunakan para pencuri adalah teknik social engineering, atau rekayasa sosial untuk memperoleh passcode iPhone sebelum mencurinya.

    Dengan mengetahui kode tersebut, pencuri dapat membuka kunci perangkat, mengganti kata sandi Apple ID, hingga menonaktifkan fitur Find My agar pemilik tidak bisa melacak atau menghapus data dari jarak jauh. Padahal, banyak pengguna iPhone menyimpan informasi penting seperti kata sandi media sosial, akun perbankan, dan detail kartu kredit di iCloud Keychain atau fitur autofill Safari.

    Sayangnya, semua data ini dapat diakses hanya dengan menggunakan passcode atau kata sandi Apple ID. Meskipun fitur keamanan seperti Face ID dan Touch ID sudah diaktifkan, pencuri tetap bisa menggunakan passcode sebagai alternatif untuk mengakses informasi tersebut.

    Agar risiko kehilangan data dan akses akun dapat diminimalkan setelah iPhone dicuri, pengguna disarankan untuk segera mengaktifkan fitur Stolen Device Protection. Berikut caranya:

    1. Pastikan software iPhone sudah diperbarui ke iOS 17.3.
    2. Buka aplikasi Settings atau Pengaturan.
    3. Pilih menu Face ID & Passcode.
    4. Masukkan passcode iPhone.
    5. Temukan opsi Stolen Device Protection, lalu aktifkan dengan mengetuk toggle.

    Namun, sebelum mengaktifkan fitur ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

    • Autentikasi dua faktor untuk Apple ID harus sudah diaktifkan.
    • Perangkat harus memiliki passcode, Face ID, atau Touch ID yang dapat dikonfigurasi melalui menu Face ID & Passcode.
    • Fitur Find My dan Familiar Locations juga harus diaktifkan. Pengguna dapat mengaktifkannya dengan masuk ke Settings > Apple ID > Find My.

    Nah, itulah tadi informasi tentang Stolen Device Protection. Dengan langkah-langkah di atas, kamu bisa meningkatkan keamanan iPhone dan mengurangi risiko pencurian data jika perangkat mereka jatuh ke tangan yang salah. Semoga membantu!

    (aau/fds)



    Sumber : inet.detik.com

  • Jangan Pakai Aplikasi Ilegal, Ini Cara Punya Dua Akun WhatsApp di Satu HP

    Jakarta

    Satu akun WhatsApp terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan komunikasi sehari-hari. Bisa jadi kamu memerlukan akun tambahan yang terpisah misalnya antara WhatsApp khusus untuk urusan pekerjaan, keluarga, atau bisnis.

    Beberapa orang mencari cara melalui perangkat WhatsApp yang bisa sembarang didownload dengan berselancar. Padahal, aplikasi yang bukan resmi dari WhatsApp berpotensi bahaya!

    Kamu bisa kok menggunakan dua akun WhatsApp dalam satu ponsel, tanpa repot menginstal aplikasi kloning ilegal yang bisa memakan ruang penyimpanan dan berbahaya untuk ruang privasimu. Cara ini juga lebih aman karena kamu tidak perlu mengandalkan aplikasi pihak ketiga, yang berpotensi membawa malware atau masalah keamanan lainnya.


    Seberapa Bahaya Aplikasi Ilegal WhatsApp?

    Biasanya, aplikasi tambahan yang ilegal akan menawarkan beberapa fitur yang nampak lebih menarik, tetapi ada bahaya yang mengancam dari segi keamanan. Percakapan online-mu tidak terenkripsi, sehingga peretas bisa melihat percakapan pengguna, ada risiko disusupi malware, hingga ancaman blokir karena melanggar Terms of Service WhatsApp.

    Aplikasi WhatsApp tidak resmi biasanya dibuat oleh pengembang pihak ketiga. Dilansir dari laman resmi WhatsApp, tidak direkomendasikan penggunaan aplikasi ilegal karena keamanan dan perlindungan data tidak bisa terjamin.

    Kalau kamu menggunakan aplikasi tidak resmi, ada risiko besar yang bisa mengancam privasi dan keamanan perangkatmu. Aplikasi semacam ini bisa saja membawa malware berbahaya yang dapat mencuri data pribadi atau bahkan merusak HP kamu.

    Selain itu, tidak ada jaminan bahwa data atau pesan yang kamu kirim seperti file atau lokasi, akan tetap aman dan rahasia. Bahkan, akun kamu bisa saja diblokir sementara atau bahkan permanen oleh WhatsApp.

    Supaya tetap aman, sangat disarankan kamu selalu pakai aplikasi WhatsApp resmi. Saat ini, WhatsApp menyediakan dua aplikasi resmi yakni WhatsApp dan WhatsApp Business yang bisa diunduh langsung dari situs web resmi atau toko aplikasi.

    Sekedar diketahui, WhatsApp tidak menampilkan iklan baik di aplikasi maupun di layanan bantuannya. Jadi, kalau kamu melihat iklan, bisa jadi kamu sedang menggunakan aplikasi tidak resmi.

    Cara Memiliki Dua Akun WhatsApp dalam Satu HP

    Nah, berikut ini beberapa cara aman dan praktis yang bisa kamu coba untuk menggunakan dua akun WhatsApp dalam satu perangkat tanpa bantuan aplikasi kloning. Ada beberapa metode yang bisa kamu pilih untuk mengaktifkan dua akun WhatsApp di satu perangkat. Berikut penjelasannya:

    1. Pakai WhatsApp Business

    Saat ini, WhatsApp menyediakan dua aplikasi resmi yakni WhatsApp dan WhatsApp Business. Kamu bisa menggunakan aplikasi WhatsApp Business, menggunakan nomor yang berbeda meski masih dalam satu perangkat.

    Aplikasi resmi ini dirancang untuk mendukung komunikasi bisnis, namun tetap bisa digunakan layaknya WhatsApp biasa. Jadi, kalau tujuanmu ingin punya dua WhatsApp untuk pribadi dan bisnis, kamu bisa mengaturnya dengan unduh satu aplikasi resminya.

    Caranya hampir sama seperti saat mendaftar WhatsApp:

    • Unduh dan instal WhatsApp Business dari Play Store atau App Store.
    • Tekan Agree & Continue.
    • Lanjutkan proses pendaftaran nomor baru.
    • Masukkan kode verifikasi.
    • Lengkapi profil akun bisnis kamu seperti nama dan foto profil.

    2. Gunakan Fitur Dual Messenger di HP Samsung

    Bagi pengguna Samsung, kamu bisa menggandakan aplikasi WhatsApp lewat fitur Dual Messenger. Biasanya, fitur ini bisa dimanfaatkan untuk aplikasi perpesanan seperti WhatsApp dan Telegram. Caranya cukup mudah:

    • Masuk ke menu Settings.
    • Pilih Advanced Features.
    • Buka opsi Dual Messenger.
    • Aktifkan tombol di samping WhatsApp sampai berwarna hijau.
    • Setelah proses selesai, kamu bisa login ke akun WhatsApp kedua.

    3. Manfaatkan Dual Apps di HP Xiaomi

    Pengguna ponsel Xiaomi bisa memanfaatkan fitur Dual Apps, yang memungkinkan penggandaan hampir semua aplikasi, termasuk WhatsApp. Berikut caranya:

    • Buka Settings.
    • Pilih Apps.
    • Masuk ke menu Dual Apps.
    • Aktifkan tombol di samping WhatsApp.
    • Setelah WhatsApp kedua terinstal, daftarkan nomor lain seperti biasa.

    Nah itulah beberapa cara mudah untuk menggunakan dua akun WhatsApp dalam satu ponsel tanpa perlu aplikasi tambahan atau ilegal. Selamat mencoba!

    (aau/fds)



    Sumber : inet.detik.com

  • Samsung Galaxy Punya Fitur Antimaling Baru, Ini Cara Aktifkannya

    Jakarta

    Samsung terus memperkuat keamanan perangkatnya. Melalui pembaruan One UI 7, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini memperkenalkan fitur antimaling terbaru yang dirancang untuk melindungi pengguna Galaxy dari pencurian dan perampokan, bahkan dalam skenario berisiko tinggi.

    Fitur-fitur keamanan baru ini hadir pertama kali di Galaxy S25 series pada Februari lalu, dan kini mulai digulirkan ke lebih banyak perangkat Galaxy sepanjang 2025. Pembaruan ini menunjukkan komitmen Samsung dalam menciptakan sistem perlindungan yang lebih pintar dan tangguh.


    Fitur Antimaling di One UI 7

    Samsung membenamkan berbagai sistem keamanan canggih di One UI 7, termasuk Theft Protection-lapisan perlindungan baru yang bekerja otomatis saat mendeteksi ancaman.

    Berikut beberapa fitur andalannya:

    1. Theft Detection Lock

    Menggunakan machine learning, fitur ini mengenali gerakan mencurigakan yang mengindikasikan pencurian. Begitu terdeteksi, layar akan langsung dikunci secara otomatis.

    2. Offline Device Lock

    Jika ponsel terputus dari jaringan seluler atau Wi-Fi untuk jangka waktu tertentu, sistem akan mengunci layar. Fitur ini mencegah pencuri memanfaatkan mode offline untuk menghindari pelacakan.

    3. Remote Lock

    Pengguna bisa mengunci perangkat Galaxy dari jarak jauh melalui situs Samsung Find, cukup dengan login menggunakan akun Samsung dan mengikuti proses verifikasi.

    Fitur Baru: Identity Check dan Security Delay

    Selain itu, One UI 7 juga memperkenalkan fitur Identity Check, yang akan meminta autentikasi biometrik ketika pengguna melakukan perubahan pada pengaturan keamanan di lokasi asing atau mencurigakan.

    Jika ada upaya untuk menghapus data biometrik, sistem akan mengaktifkan Security Delay-yaitu jeda waktu selama 1 jam sebelum perubahan diterapkan. Tujuannya, memberi waktu bagi pengguna untuk mengunci perangkat melalui perangkat lain seperti tablet atau laptop yang terhubung.

    Cara Mengaktifkan Fitur Antimaling di HP Samsung

    Review Galaxy Z Fold 6 Enche
    Galaxy Z Fold 6. Foto: Enche Tjin

    Untuk mengaktifkan fitur-fitur ini, pengguna cukup mengikuti langkah berikut:

    1. Buka Pengaturan > Keamanan dan Privasi
    2. Pilih menu Perlindungan Perangkat
    3. Aktifkan opsi Theft Detection Lock, Offline Lock, dan Remote Lock
    4. Pastikan fitur Find My Mobile sudah aktif dan terhubung dengan akun Samsung

    Cara Lacak dan Kunci HP Galaxy dari Jarak Jauh

    1. Jika perangkat hilang atau dicuri, kamu bisa langsung mengakses layanan Samsung Find:
    2. Kunjungi findmymobile.samsung.com
    3. Login dengan akun Samsung yang terdaftar di perangkat
    4. Pilih perangkat yang ingin dilacak
    5. Lihat lokasi terakhir perangkat di peta
    6. Aktifkan opsi seperti:
      • Ring: Membunyikan perangkat meskipun dalam mode senyap
      • Track Location: Melacak lokasi secara real-time
      • Extend Battery Life: Mengaktifkan mode hemat daya
      • Lock: Mengunci perangkat dan menampilkan pesan khusus di layar kunci

    Perangkat yang Sudah Dapat Fitur Ini

    Selain Galaxy S25 series, pembaruan fitur antimaling ini juga telah tersedia di sejumlah perangkat flagship Samsung seperti:

    • Galaxy S24 series
    • Galaxy Z Fold6 dan Z Flip6
    • Galaxy Z Fold5 dan Z Flip5
    • Galaxy S23 dan S22 series

    Samsung juga berencana memperluas pembaruan ini ke lebih banyak perangkat Galaxy lainnya dalam waktu dekat.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Analis soal Peningkatan Fitur AI di Samsung S25 Series
    [Gambas:Video 20detik]
    (afr/afr)



    Sumber : inet.detik.com

  • Bumi ‘Diserang’ dari Luar Angkasa? Pakar IPB Ingatkan Pertahanan Planet


    Jakarta

    Jatuhnya meteor di Cirebon, Jawa Barat menjadi pengingat bahwa ruang angkasa tidak sekosong dan setenang yang orang kira. Ada potensi bahaya dari ruang angkasa yang bisa sewaktu-waktu berdampak pada manusia di Bumi.

    Hal tersebut diungkapkan Guru Besar Fisika Teori IPB University, Prof Husin Alatas.

    “Ruang angkasa dipenuhi objek yang bergerak dalam kecepatan tinggi. Ketika salah satu di antaranya keluar dari orbit stabilnya dan kemudian tertarik oleh gravitasi Bumi, maka potensi tumbukan menjadi nyata,” jelasnya, dikutip dari laman IPB University, Kamis (16/10/2025).


    Ancaman Langit

    Kepunahan Massal

    Ia mencontohkan, 66 juta tahun lalu, asteroid raksasa yang menghantam Semenanjung Yucatan, Meksiko menyebabkan kepunahan dinosaurus.

    Merespons peristiwa tersebut, lembaga-lembaga angkasa luar dunia seperti Badan Antariksa AS (NASA) mengembangkan sistem pertahanan planet agar dampaknya tidak terulang.

    “Misi Double Asteroid Redirection Test (DART) yang berhasil mengubah orbit asteroid pada 2022 menjadi tonggak utama dalam upaya perlindungan Bumi,” kata Husin.

    Kelumpuhan Listrik dan Sistem Komunikasi

    Sementara itu, aktivitas Matahari seperti letupan besar atau solar flare yang mengirimkan partikel bermuatan tinggi dapat melumpuhkan jaringan listrik serta sistem komunikasi di Bumi. Salah satunya terjadi di Quebec, Kanada, sehingga mengalami listrik padam massal berjam-jam pada 1989. Ia mengatakan, kendati medan magnet Bumi melindungi manusia, kekuatannya tebatas.

    “Angin Matahari ekstrem bisa menembus dan memicu kerusakan sistem teknologi modern,” jelasnya.

    Sistem Navigasi Terganggu

    Sampah antariksa yang bertambah setiap tahun juga menurutnya menjadi salah satu ancaman. Berdasarkan data Badan Antariksa Eropa (ESA), ada sekitar 26.000 puing besar berukuran lebih dari 10 cm di antariksa, sedangkan 1,2 juta objek sampah lainnya berukuran lebih dari 1 cm, yang juga dapat menimbulkan kerusakan.

    Husin menjelaskan, ribuan serpihan logam dan puing satelit di orbit dapat menabrak wahana antariksa aktif. Alhasil, tabrakan ini mengganggu sistem navigasi global.

    Radiasi Kosmik

    Ledakan bintang supernova atau fenomena galaksi jauh bisa memicu radiasi kosmik dengan energi tinggi. Kendati jauh, Husin mengatakan, partikel berenergi sangat tinggi dari ledakan atau fenomena tersebut tetap menimbulkan bahaya bagi astronaut dan satelit di luar orbit rendah.

    Pengampu mata kuliah teori relativitas tersebut menambahkan, berdasarkan keterangan sejumlah astronom, bintang Betelgeuse di konstelasi Orion menunjukkan tanda-tanda akan meledak.

    Dikutip dari laman Science NASA, bintang super raksasa merah-oranye ini adalah bintang terbesar di alam semesta. ‘Letusan’ Betelgeuse pada 2019 memuntahkan massa ke angkasa luar dengan bobot beberapa kali lipat Bulan.

    Pada musim gugur 2019 tersebut, cahaya Betelgeuse sempat tiba-tiba meredup drastis sekitar 60 persen, kendati cerah lagi pada April 2020. Momen peredupan itu diduga astronom sebagai fase pra-supernova atau sebelum meledak.

    Pentingnya Riset Pertahanan Planet

    Dari ancaman di atas, ia menegaskan potensi ancaman dari langit dalam waktu dekat dapat berupa tumbukan asteroid berukuran sedang, badai Matahari ekstrem, serta paparan radiasi kosmik.

    Husin menilai, kemajuan teknologi pemantauan dan kolaborasi internasional saat ini mampu mendeteksi risiko lebih dini. Selaras dengan peningkatan kesadaran global terhadap ancaman luar angkasa tersebut, ia mengajak masyarakat ilmiah dan pemerintah untuk memperkuat riset pertahanan planet.

    “Perlindungan Bumi bukan hanya dilakukan dari dalam, tetapi juga dari luar. Menjaga rumah kita berarti memahami dan mengantisipasi ancaman dari semesta,” ucapnya.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengemis dengan Visa Umrah Meningkat, Saudi Perketat Aturan untuk Jemaah Pakistan



    Jakarta

    Arab Saudi memperingatkan Pakistan terkait penduduknya yang kedapatan menjadi pengemis di Tanah Haram. Hal ini berdasarkan meningkatnya jumlah warga negara Pakistan yang datang ke Arab Saudi dengan visa umrah namun merajalela menjadi pengemis.

    Melansir Hindustan Times (26/9/2024) pihak berwenang Saudi meminta pemerintah Pakistan segera mengambil tindakan untuk menghentikan aksi mengirim warganya dengan visa umrah. Pasalnya, kebanyakan warga Pakistan yang datang dengan visa umrah ini kemudian menjadi pengemis.

    Kementerian Haji Saudi secara resmi memperingatkan tentang meningkatnya jumlah pengemis yang memasuki Arab Saudi dengan visa umrah yang dimaksudkan untuk para jemaah haji. Para pejabat Saudi khawatir bahwa tindakan orang-orang ini merusak reputasi para jemaah Pakistan.


    Arab Saudi telah memperingatkan bahwa jika situasi itu tidak terkendali, hal itu dapat berdampak negatif pada jamaah umrah dan haji Pakistan.

    Menindaklanjuti hal ini, Kementerian Agama Pakistan berencana memperkenalkan “Undang-Undang Umrah” untuk mengatur agen perjalanan yang memfasilitasi perjalanan umrah. Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi meyakinkan Duta Besar Saudi Nawaf bin Said Ahmed Al-Malki bahwa tindakan tegas akan dilaksanakan dan Badan Investigasi Federal (FIA) telah ditugaskan untuk memimpin tindakan tersebut.

    Tahun lalu, Menteri Luar Negeri Pakistan Arshad Mahmood mengemukakan bahwa beberapa negara telah menyatakan kekhawatiran tentang perilaku beberapa warga negara Pakistan, khususnya yang berkaitan dengan etika kerja, sikap, dan keterlibatan dalam kegiatan kriminal.

    Dikabarkan Gulf Insider, Pada bulan Mei lalu, pemerintah Saudi mengeluarkan peraturan yang melarang jemaah melaksanakan ibadah haji tanpa visa khusus. Peraturan ini menetapkan denda sebesar 10.000 Riyal (sekitar Rp 40,3 juta) dan ancaman deportasi bagi jemaah yang melanggar.

    Merujuk laporan yang dirilis tahun lalu, 90 persen pengemis yang ditangkap di luar negeri adalah warga Pakistan.

    Pada September tahun lalu, sebanyak 16 orang yang diduga pengemis ditangkap di bandara Karachi dan diturunkan dari pesawat tujuan Arab Saudi. Mereka ditangkap setelah dihentikan dan diinterogasi oleh petugas FIA.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com