Tag: andy nugroho

  • Berapa Angpau Lebaran untuk Keponakan dan Tetangga?

    Jakarta

    Angpau Lebaran adalah sebutan untuk sejumlah uang yang diberikan pada saudara dan kerabat saat Idul Fitri. Tradisi angpau Lebaran biasa diterapkan pada anak-anak atau remaja yang belum bekerja.

    Besaran angpau Lebaran biasanya bergantung pada kebijakan pemberi uang. Namun, pemberi biasanya ingin angpau Lebaran diberikan dalam jumlah yang tidak terlalu besar atau kecil.

    Berapa Angpau Lebaran untuk Keponakan dan Tetangga?

    Besarnya uang angpau bergantung pada beberapa faktor, misal usia kedekatan dengan pemberi. Semakin dekat keponakan dan tetangga pada pemberi, biasanya angpau makin besar.


    • Keponakan jauh: Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu.
    • Keponakan dekat: Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.
    • Tetangga: Rp 2 ribu hingga Rp 20 ribu.

    Tentunya jumlah ini bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial pemberi serta jumlah tetangga dan keponakan yang hendak diberi angpau. Jangan sampai tradisi angpau memberatkan pihak yang ingin memberi uang Lebaran.

    Tips Membagi Angpau Lebaran

    Bagi detikers yang masih bingung soal jumlah angpau Lebaran, tips dari penjelasan Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari Asad, dan Perencana keuangan Andy Nugroho ini mungkin bisa membantu.

    1. Jumlah Terbesar untuk Orang Tua

    Pemberian kepada orang tua bisa dalam bentuk apa saja, salah satunya adalah uang. Jika memberikan uang untuk orang tua, tentu jumlahnya paling besar. Baru setelahnya bisa dibagi untuk keponakan dan lain-lain.

    “Pertama kita biasanya kasih orang tua, nah itu biasanya yang paling gede. Terus yang kedua siapa nih? misalnya kakak-adik sudah pada kerja ngapain dikasih? jadi kasih ke yang belum kerja, biasanya keponakan sih. Atau misalnya punya adik yang masih kecil belum kerja, mau dikasih boleh. Jadi berdasarkan level keluarga aja,” kata Teja berdasarkan catatan detikcom.

    2. Sesuaikan Kebiasaan di Kampung

    Soal nominal, sebetulnya tidak ada aturan yang mengikat. Hal ini bisa disesuaikan dengan kebiasaan di kampung. Sebab kebiasaan di kota besar bisa berbeda dengan di desa.

    “Misalnya kasih keponakan Rp 50 ribu pantes nggak? Tapi ternyata di kalau di kampung kasih Rp 5 ribu sudah cukup, kasih Rp 20 ribu sudah cukup, gimana tuh? Jadi tergantung situasi,” terang Teja.

    3. Beri Berdasarkan Usia dan Kedekatan

    Selanjutnya, detikers bisa memberikan angpau berdasarkan usia, misalnya dibedakan sesuai jenjang sekolah. Selain itu, juga dibedakan berdasarkan kedekatan, misalnya paling besar untuk anak sendiri, kemudian keponakan, sedangkan anak tetangga paling sedikit.

    “Itu juga kadang ada yang serba salah tuh, ada yang masih TK, SD, SMP, SMA. Kalau TK dikasih Rp 1.000 dua puluh biji (Rp 20 ribu) seneng tuh, kalau SMA dikasih Rp 1.000 dua puluh biji marah-marah nanti,” tambahnya.

    4. Sesuaikan Budget

    Terakhir dan terpenting adalah detikers harus menyesuaikan dengan budget. Angpau ini biasanya diberikan dari uang THR pemberi yang hendak dihabiskan atau diambil sebagian.

    Disarankan agar jumlah pemberian tidak berdasarkan gengsi. Hal ini justru bisa melebihi anggaran, bahkan malah harus berutang untuk menutup kekurangan tersebut.

    (bai/row)



    Sumber : finance.detik.com

  • Ini Rekomendasi Investasi Jika Gajimu Rp 6 Juta Seperti Kaluna


    Jakarta

    Kaluna, tokoh utama dalam film Home Sweet Loan memiliki gaji Rp 6 juta per bulan mampu memiliki tabungan Rp 330 juta dalam 7 tahun. Dirinya menabung Rp 4 Juta tiap bulannya di rekening bank. Ternyata masih ada tempat berinvestasi yang paling ideal untuk menambah nilai uangmu detikers, ini rekomendasinya!

    Perencana Keuangan Andy Nugroho mengatakan bahwa untuk berinvestasi itu kita harus membuat skala prioritas dengan membagi kedua hal mana membedakan kebutuhan dan keinginan.

    “Kebutuhan seperti kos, makan, internet, dan transportasi itu kebutuhan dan kalau keinginan itu seperti kita pengin jalan-jalan misalnya. Pokoknya jangan dibalik, pentingin kebutuhan dulu baru keinginan,” kata Andy saat dihubungi detikcom, Jumat 11/10/2024.


    Menurutnya, idealnya berinvestasi itu 10% dari penghasilan kita. Misal dengan gaji Rp 6 juta itu nominal yang dapat diinvestasikan sebesar RP 600 ribu.

    “Ada empat tempat yang ideal untuk investasikan uangmu diantaranya reksadana, pasar saham, logam mulia, dan obligasi negara ritel (ORI),” kata Andy.

    Jika di reksadana, menurutnya lebih aman dan murah karena reksadana itu dibelinya mulai dari Rp 100.000 di aplikasi fintech. Adapun menginvestasikannya di pasar saham dengan memerhatikan fundamental perusahaannya.

    Apabila di logam mulia itu menurutnya juga ideal mengingat konsepnya juga sama seperti menabung namun lebih prospektif. Terakhir ada obligasi negara ritel (ORI) yang bisa masuk mulai dari satu jutaan.

    “Misalnya kita punya 4 juta per bulan, udah masukin ke (ORI) aja. Itu nanti kita bakal dapet bunganya lebih tinggi daripada deposito. Tapi perlu dicatat, kalo investasi itu sesuai profil kita kan ada yang agresif, moderat, dan konservatif. Kita mesti paham diri kita, baru kemudian kita cari produk yang sesuai dengan profil psiko kita itu,” tutupnya.

    Simak: Gaji UMR, Cukup Nggak Sih Buat Hidup Enak?

    [Gambas:Video 20detik]

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com