Tag: ApeCoin

  • NGOBRAS Season 2: Bahas Potensi Bullish Fantom & ApeCoin Pekan Ini

    Video NGOBRAS Season 2 kali ini bakal bahas soal Fantom (FTM) dan ApeCoin (APE) yang berpotensi bullish pada pekan ini. Apa saja indikatornya?

    Kondisi market kripto pekan ini cenderung mengalami kenaikan sejak awal pekan atau hari Senin (12/12). Perilisan data inflas AS yang membaik menjadi dorongan kuat untuk market kembali berpotensi bullish.

    Selain kripto big cap, ada beberapa aset altcoin yang berpeluang untuk reli atau mengalami kenaikan, salah duanya Fantom dan ApeCoin. Keduanya diklaim berpotensi naik lebih dari 10 persen.

    Baca juga: Daftar Kripto yang Kehilangan ‘Hype’ di Tahun 2022

    Untuk membahas selengkapnya mengenai aset kripto potensi bullish pekan ini bisa simak video terbaru dari NGOBRAS Season 2: Episode 9. Selain itu, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan Adriansah dari TokoScholar juga akan membahas berbagai berita ter-update seputar dunia kripto dan blockchain.

    Namun, sekali lagi ini konten watchlist dalam video ini bukan rekomendasi atau financial advice. Perlu riset mendalam tentang token atau koin yang disampaikan dalam video NGOBRAS Season 2.

    Langsung saja yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

    https://www.youtube.com/watch?v=dlZn9eiy0hI



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gucci Jadi Brand Besar Pertama Terima Pembayaran Kripto ApeCoin

    Brand fashion mewah, Gucci telah meningkatkan inisiatif Web3-nya dengan mengizinkan aset kripto sebagai salah satu metode pembayaran untuk membeli produknya. ApeCoin (APE) menambah daftar 12 aset digital lain yang diterima untuk pembayaran di toko Gucci.

    Dilansir Cointelegraph, raksasa mode Italia itu menjadi brand besar pertama yang menerima pembayaran dalam bentuk ApeCoin (APE) yang berafiliasi dengan Bored Ape Yacht Club. Langkah ini diumumkan pada hari Senin (1/8) dan dapat memberikan proyek ApeCoin eksposur arus utama yang signifikan bersama dengan membawa utilitas lebih lanjut ke aset kripto.

    Pelanggan Gucci di Amerika Serikat sekarang dapat membeli barang di dalam toko dengan APE, sementara infrastruktur pembayaran akan disediakan oleh BitPay, sebuah perusahaan yang telah membantu nama-nama besar, seperti AMC Theaters menerima pembayaran kripto di masa lalu.

    Ilustrasi brand fashion Gucci. Sumber: Wikimedia Commons.
    Ilustrasi brand fashion Gucci. Sumber: Wikimedia Commons.

    Baca juga: Jaringan Solana Diretas, Dana Investor Diminta Transfer ke CEX

    Industri Kripto Masih Menjanjikan

    Kolektor BAYC tampaknya telah menunjukkan dukungan kuat untuk pergerakan Gucci di industri kripto sejauh ini. Terlepas dari bear market kripto yang sedang berlangsung, brand fashion telah terjun serius ke sektor ini pada tahun ini.

    Pada bulan Februari lalu, Gucci memulai dengan koleksi NFT “SUPERGUCCI” bekerja sama dengan merek mainan vinil SUPERPLASTIC. Bulan berikutnya, Gucci meluncurkan koleksi NFT “Gucci Grail” yang ditargetkan untuk pemilik proyek NFT teratas, seperti BAYC.

    Pada bulan Mei, Gucci mengumumkan rencana untuk menerima 12 aset kripto sebagai metode pembayaran di 111 toko di Amerika Utara. Daftar tersebut termasuk Bitcoin (BTC), Bitcoin Cash (BCH), Ethereum (ETH), Wrapped Bitcoin (WBTC), Litecoin (LTC), Shiba Inu (SHIB), Dogecoin (DOGE), dan lima stablecoin yang dipatok dengan dolar AS.

    Ilustrasi Apecoin (APE). Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi Apecoin (APE). Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Mengenal ApeCoin, Kripto Unik & Eksklusif dari Pendiri NFT Bored Ape Yacht Club

    Harga Apecoin (APE) Naik

    Kemudian, akun Twitter, NBATopShotEast mengeklaim sebagai orang pertama yang membayar item Gucci di ETH di lokasi merek Wooster Street di New York City pada bulan Juli. Dua anggota BAYC lainnya mengaku sebagai orang kedua dan ketiga yang melakukannya.

    Pada saat penulisan, APE dihargai $7,44 setelah memompa 11,4% selama tujuh hari terakhir. APE telah menunjukkan kebangkitan yang kuat akhir-akhir ini, sebagian karena perkembangan positif dalam proyek metaverse, Otherside yang berafiliasi, dengan harga meningkat 49,1% selama sebulan terakhir.

    Kapitalisasi pasarnya saat ini sekitar US$ 2,06 miliar menjadikan APE aset terbesar ke-33 dalam kripto. Namun, APE masih turun 74,8% dari level tertinggi sepanjang masa di US$ 26,70 pada 28 April.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal ApeCoin, Kripto Unik dari Pendiri NFT Bored Ape Yacht Club

    Yuga Labs, startup crypto yang menciptakan salah satu koleksi NFT paling bergengsi di dunia, Bored Ape Yacht Club, telah meluncurkan token kripto mereka sendiri bernama ApeCoin (APE). Token APE sekarang menjadi kenyataan dan dijadwalkan untuk mulai berdagang di platform Tokocrypto.

    Apa itu ApeCoin (APE)?

    Peluncuran token ERC-20 APE terjadi setelah Yuga Labs memperoleh seratus persen hak komersial untuk proyek NFT, CryptoPunks dan Meebits. Yuga Labs tidak akan mengatur ApeCoin, tetapi token akan dioperasikan dan dikendalikan oleh decentralized autonomous organization (DAO) yang disebut ApeCoin DAO.

    Selain itu, organisasi pengelola dana yang disebut APE Foundation akan bertanggung jawab untuk mengawasi, mengatur, dan menjalankan keputusan komunitas. DAO sendiri adalah organisasi otonom terdesentralisasi, komunitas yang menggunakan token blockchain sebagai suara untuk memungkinkan keputusan dibuat secara kolektif.

    Baca juga: Mark Zuckerberg Berambisi Bawa NFT ke Instagram, Kapan?

    Bagaimana Token ApeCoin akan bekerja?

    Pada awalnya, ApeCoin akan digunakan sebagai token dalam game yang diluncurkan Yuga Labs, yakni Benji Bananas. Visi jangka panjang mereka adalah menggunakan penjualan token ini untuk membiayai berbagai proyek fisik dan digital, serta menambahkannya ke layanan lainnya yang beragam.

    Total pasokan ApeCoin secara permanen ditetapkan hanya 1 miliar token, semuanya dicetak sekaligus. Pada hari peluncuran, 17 Maret 2022, 30,25% akan beredar. Persentase ini akan terus meningkat setelah hari peluncuran secara berkala selama periode 48 bulan.

    Dari jumlah tersebut, 9,75% kepemilikan akan diberikan ke Yuga Labs, 14% akan dipegang oleh pelanggan yang terlibat dalam peluncuran token, 8% akan diberikan kepada pendiri Yuga Labs, Wylie Aronow dan Greg Solano dan terakhir 6,25% akan didedikasikan untuk dana amal untuk Jane Goodall Legacy Foundation.

    Pemegang NFT Bored Ape dan Mutant Ape juga dapat mengklaim bagian dari pasokan ApeCoin. Pemegang BAYC dapat mengeklaim sekitar 10.000 APE per NFT BAYC, sedangkan pemegang MAYC hanya dapat mengeklaim sekitar 2.000 APE per NFT.

    Ilustrasi NFT Bored Ape Yacht Club (BAYC).

    Ilustrasi NFT Bored Ape Yacht Club (BAYC).

    Baca juga: Presiden Volodymyr Zelenskyy Legalkan Aset kripto di Ukraina

    Apa yang Membuat ApeCoin (APE) Unik?

    Setiap token akan sama dengan satu suara, memberi wewenang kepada masing-masing pemilik untuk memberikan suara tentang usaha masa depan dan berpartisipasi secara demokratis dalam transaksi.

    Pemegang dapat memberikan suara pada tata kelola dan penggunaan Dana Ekosistem. Memegang token ini jadi satu-satunya persyaratan untuk keanggotaan di ApeCoin DAO seperti yang dikatakan oleh perusahaan.

    ApeCoin juga memberikan akses ke bagian tertentu dari Ekosistem yang eksklusif, seperti game dan layanan terbatas. Untuk pengembang pihak ketiga, ApeCoin adalah alat untuk berpartisipasi dalam ekosistem dengan memasukkan ApeCoin ke dalam layanan, game dan proyek lainnya.

    Sejak diluncurkan April 2021 lalu, Bored Ape Yacht Club telah menjadi nama terbesar di dunia NFT, dengan penjualan jutaan dolar dan daftar pemilik selebriti yang terus bertambah. Yuga Labs sekarang sedang dalam pembicaraan untuk investasi jutaan dolar, dan baru minggu lalu mengakuisisi dua nama terbesar lainnya di NFT — CryptoPunks dan Meebits — untuk memperluas portofolionya.

    Ilustrasi token kripto ApeCoin (APE).

    Ilustrasi token kripto ApeCoin (APE).

    Menurut laporan The Verge, BAYC mungkin fokus pada dunia kripto, tetapi tampaknya berorientasi pada game dan media lain ke depan. Dan meskipun mungkin tidak mengontrol ApeCoin, peluncuran token dapat memposisikan Bored Ape Yacht Club sebagai pusat dari dunia game blockchain yang lebih luas.

    ApeCoin (APE) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto menghadirkan aset kripto baru, ApeCoin (APE). Tokocrypto menjadi exchange resmi pertama di Indonesia yang menghadirkan perdagangan APE.

    Trading APE/USDT, APE/BUSD dan APE /BTC dapat dilakukan mulai tanggal 17 Maret 2022 pukul 21.30 WIB. Kini pengguna dapat melakukan deposit/setoran APE di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

    Baca juga: The Fed Naikan Suku Bunga, Market Kripto Tetap Perkasa

    DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nasib Ape Coin (APE) dan Metaverse Otherside

    Cukup menarik membaca sejumlah fakta-fakta tentang Ape Coin (APE) pasca kucuran dana Rp6,5 triliun dari perusahaan ventura Andreesen Horowitz (a16z) ke YugaLabs. Pencinta APE juga menanti datangnya metaverse “Otherside” pada April 2022 ini. Menarikkah metaverse yang akan dihuni oleh “kera-kera sakti” ini?

    Selama sepekan terakhir, harga kripto Ape Coin (APE) tumbuh lebih dari 46 persen. Ketika artikel ini ditulis, Sabtu (23/4/2022) pukul 22.43 WIB, harga APE membuncah di kisaran US$16,87 per APE, tumbuh 18,17 persen dalam 24 jam terakhir. Ketika itu, APE memimpin di 100 besar versi Coinmarketcap.

    Menguatnya harga APE di tengah-tengahnya lesunya pasar kripto mengarahkan publik pada spekulasi, bahwa pecinta APE sedang menantikan metaverse “Otherside” yang segera diluncurkan pada bulan ini. Spekulator benar-benar memanfaatkan “event” ini sebagai hype demi meraih keuntungan pendek.

    Patut dicatat di sini di tengah penguatan hebat ini, dari 100 besar pemegang APE, mereka mengendalikan sekitar 52 persen dari total pasokan beredar APE (284.843.750 APE dari 1 miliar APE). Hodler APE (berdasarkan address) ketika artikel ini ditulis mencapai 48.570.

    Ancang-ancang metaverse itu sebenarnya sudah digaungkan pada 19 Maret 2022 lalu di Twitter YugaLabs dan disusul pengumuman investasi US$450 juta (Rp4,5 triliun) dari Andreesen Horowitz (a16z). Metaverse Otherside juga diterakan di situs YugaLabs sebagai bagian dari produk unggulan mereka, termasuk penyebutan “The Yugaverse runs on ApeCoin”.

    Baca juga: Market Kripto: Nilai Bitcoin Merana Terus Tertekan, Apa Penyebabnya?

    APE Coin, YugaLabs dan Metaverse Otherside

    Pangkal metaverse Otherside tidak bisa dilepaskan dari popularitas NFT Bored Ape Yacht Club dan Mutant Ape Yacht Club. Kedua proyek NFT itu memang digarap sangat serius oleh YugaLabs, mengantongi nilai milyaran rupiah di OpenSea dan mendapatkan dukungan dari sejumlah sejumlah selebritas papan atas.

    Lantas, pada 17 Maret 2022 muncullah ApeCoin (APE), token biasa yang diterbitkan di blockchain Ethereum. Hingga detik ini YugaLabs enggan dikaitkan sebagai si empunya proyek APE itu, karena publik menafsirkannya sebagai bagian erat dengan dua NFT popular mereka.

    Mudah bagi publik menafsirkan itu, karena puluhan bursa kripto bersedia memperdagangkannya, seperti raksasa Binance, Coinbase, Huobi dan lain sebagainya.

    Ketika artikel ini ditulis, APE yang bersimbol tengkorak kera itu berada di peringkat ke-32 versi Coinmarketcap, cukup mencerminkan tingkat likuditas yang baik dengan nilai pasar mencapai US$5 juta.

    Ditambah lagi, di Twitter, YugaLabs kerap menggunggah sejumlah konten terkait proyeknya dan APE, termasuk soal metaverse Otherside disematkan di akun mereka.

    Dugaan bahwa YugaLabs adalah benar di balik ApeCoin diperkuat dengan “bocornya” slide presentasi yang memaparkan tentang proyek YugaLabs dan sejumlah rencananya. Di slide itu, secara gamblang dituliskan bahwa metaverse menjadi bagian rencana utama di masa depan yang akan memadukan proyek NFT mereka. Bernada gimmick pemasaran, disebutkan bahwa mereka tidak membuat metaverse, melainkan “metaRGP”, sejenis game daring. YugaLabs tidak mengakui bahwa slide itu dibuat oleh pihaknya.

    Di atas itu semua, “metaverse” saat ini jadi mantra sekaligus “madu” bagi proyek-proyek terkait NFT, gaming, kripto, DeFi dan segala macam turunannya.

    Baca juga: Twitter Akan Pakai USDC dan Teknologi Polygon (MATIC), Bermitra dengan Perusahaan Dukungan Elon Musk

    Persaingan yang semakin ketat adalah kata kunci lain di sini, termasuk oleh metaverse Shiba Inu, Pavia di Cardano, termasuk besutan Zilliqa, yakni Metapolis. Semuanya itu ingin mendapatkan sedikit kue cuan yang sudah mantap dirasakan oleh metaverse Decentraland (MANA), termasuk TheSandbox yang digunakan sebagai medium promosi oleh perusahan ternama seperti HSBC.

    Pada ujungnya, dana untuk promosi dan pemasaran amat penting untuk mendorong metaverse Otherside dan harga APECoin naik lebih tinggi.

    Investasi si raksasa Andreesen Horowitz mungkin memegang peranan penting di sini, berkontribusi menambahkan nilai perusahaan YugaLabs menjadi US$4 miliar.

    Asal tahu saja ada puluhan proyek kripto yang didukung oleh Andreesen Horowitz ini, di antaranya adalah Near, Maker, OpenSea, UniSwap, Dapper hingga Chia (milik mantan pendiri BitTorrent).

    Lantas, apakah metaverse Otherside benar-benar menawarkan “dunia lain” yang menarik setelah dihuni oleh karakter kera-kera sakti? [ps]

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com