Tag: apoteker

  • Beasiswa Djitu Profesi 2025, Dana Pendidikan Apoteker hingga Ners


    Jakarta

    Yayasan Khouw Kalbe membuka pendaftaran Beasiswa Djitu Profesi 2025 hingga 9 September mendatang. Mahasiswa putri daerah Indonesia tengah dan timur dapat mendaftar.

    Beasiswa ini mendukung mahasiswa pendidikan profesi seperti apoteker, bidan, fisioterapi, gizi, perawat, psikologi klinis, dan fisikawan medis. Diharapkan, ketersediaan dan kapasitas para tenaga kesehatan di wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan transmigrasi (4T) dapat meningkat.


    Beasiswa Djitu Profesi berupa biaya pendidikan maksimal Rp 10 juta per semester. Dana tersebut meliputi sumbangan pengembangan institusi (SPI) 1 kali pada semester 1, uang kuliah tunggal/SPP/SKS per semester, dan biaya ujian kompetensi.

    Beasiswa ini juga berupa bantuan penunjang pengembangan kapasitas sebesar Rp 1,2 juta per semester. Penerima beasiswa akan mendapat pelatihan pengembangan kapasitas, melakukan kontribusi untuk Yayasan Khou Kalbe (YKK) Community, dan berjejaring dalam ekosistem ekosistem pembelajaran YKK.

    Berminat mendaftar, detikers? Dirangkum dari panduan resminya, berikut syarat, jadwal, dan cara daftar Beasiswa Djitu Profesi 2025.

    Syarat Beasiswa Djitu Profesi 2025

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Perempuan
    • Belum menikah
    • Berasal dari 22 target provinsi, dibuktikan dengan KTP
    • Mahasiswi aktif semester 1 pendidikan profesi apoteker, bidan, fisioterapi, gizi, perawat (ners), psikologi klinis, dan fisikawan medis di PTN maupun PTS.
    • Khusus mahasiswi pendidikan profesi Poltekkes Kemenkes tidak dapat mengikuti seleksi Beasiswa Djitu Profesi, tetapi akan diarahkan ke program Sehat Profesi.
    • Maksimal durasi pendidikan 4 semester, disesuaikan dengan program studi dan dimulai sejak perjanjian ditandatangani
    • IPK minimal 3.50 saat sarjana atau sarjana terapan, dibuktikan dengan ijazah dan transkrip nilai
    • Aktif terlibat dalam organisasi, lomba atau aktivitas pengembangan diri
    • Memiliki kemampuan kepemimpinan, berinovasi, serta komitmen tinggi untuk berkontribusi positif dalam pengembangan sumber daya di daerah 4T
    • Melengkapi dokumen administratif pendaftaran sesuai persyaratan dan panduan
    • Tergabung dalam Ikatan Alumni YKK setelah lulus
    • Tidak diperkenankan cuti, pindah kampus, pindah program studi, mengalihkan beasiswa, menikah atau hamil di luar nikah selama menerima beasiswa
    • Pemberian Beasiswa dievaluasi setiap akhir periode semester, berdasarkan syarat minimal IPS 3.30 serta partisipasi penuh (100%) dalam kegiatan pengembangan kapasitas, pembekalan pembimbing, mentoring, dan program kontribusi untuk komunitas YKK

      Syarat Daerah Target

    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Utara
    • Gorontalo
    • Sulawesi Barat
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Tenggara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Papua
    • Papua Barat
    • Papua Barat Daya
    • Papua Selatan
    • Papua Tengah
    • Papua Pegunungan
    • NTT
    • NTB
    • Bali

    Syarat Dokumen

    • Hasil scan esai motivasi dan rencana kontribusi pascastudi 250–500 kata, ditulis tangan
    • Video perkenalan diri dan kontribusi usai studi maksimal 2 menit, tidak mengandung unsur SARA, pornografi, kekerasan, dan politik; dapat diambil menggunakan kamera, HP, laptop, dan lainnya
    • Hasil scan KTP dan kartu keluarga, digabungkan dalam 1 dokumen
    • Pasfoto 4×6 cm, format PNG/JPG
    • Curriculum vitae terbaru
    • Hasil scan ijazah/SKL dan transkrip S1/D4, digabungkan dalam satu dokumen
    • Surat keterangan mahasiswa aktif/lolos diterima pada program profesi dari institusi pendidikan masing-masing
    • Surat rekomendasi dari pembimbing akademik/atasan tempat bekerja/organisasi yang terafiliasi sesuai format di https://bit.ly/ContohFormatRekomendasi-DJITUProfesi

    Jadwal Beasiswa Djitu Profesi 2025

    • Pendaftaran: 19 Agustus-9 September 2025
    • Seleksi administrasi: 10-24 September 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 25-26 September 2025
    • Wawancara: 27 September – 12 Oktober 2025
    • Pengumuman hasil seleksi: 15-16 Oktober 2025
    • Pertemuan induksi: 18 Oktober 2025
    • Registrasi ulang: (18-28 Oktober 2025
    • Orientasi: November 2025

    Cara Daftar Beasiswa Djitu Profesi 2025

    Pantau hasil seleksi setiap tahap pada www.yayasankhouwkalbe.org dan akun sosial media YKK @yayasankhouwkalbe. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Cek! Ada Beasiswa Apoteker, Bidan, Fisioterapi, Gizi, Perawat, & Psikolog Klinis



    Jakarta

    Ada pendaftaran Beasiswa Djitu Profesi dibuka Yayasan Khouw Kalbe hingga 25 Agustus 2024 mendatang. Detikers yang ingin menempuh pendidikan profesi apoteker, bidan, fisioterapi, gizi, perawat (ners), dan psikologi klinis bisa mendaftar.

    Dikutip dari panduan resminya, Beasiswa Djitu Profesi bertujuan untuk mengembangkan kompetensi dan kapasitas tenaga kesehatan dari daerah-daerah terpencil di Indonesia. Diharapkan para penerima beasiswa nantinya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas sesuai dengan keahliannya.

    Lulusan pendidikan profesi dengan jenis beasiswa Djitu ini juga diharapkan mengurangi kesenjangan distribusi tenaga kesehatan di penjuru Indonesia dengan penguatan kualitas tenaga kesehatan di daerah terpencil.


    Beasiswa Djitu Profesi terdiri dari komponen beasiswa pendidikan hingga Rp 10 juta per semester dan dana penunjang pengembangan kapasitas dan pembekalan pembimbing sebesar Rp 1,2 juta per semester. Penerima beasiswa juga akan menjalani program pengembangan kapasitas, mentoring, dan pengabdian masyarakat.

    Beasiswa Djitu Profesi 2024

    Syarat Pendaftaran

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)
    2. Perempuan
    3. Usia 22 – 27 tahun
    4. Berasal dari 20 target provinsi, dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP)
    5. Lulusan S1 atau sarjana terapan (D4)
    6. Indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3.50 dari skala 4, dibuktikan dengan ijazah dan transkrip atau pendaftar sedang melanjutkan studi profesi (on-going) maksimum semester 1 pada program Profesi apoteker, bidan, fisioterapi, gizi, perawat dan psikologi klinis
    7. Memiliki jiwa kepemimpinan, inovatif serta komitmen tinggi untuk berkontribusi positif dalam mengembangkan sumber daya di daerahnya

    Syarat Tulisan dan Video

    1. Esai motivasi mengikuti Beasiswa Djitu Profesi dan rencana kontribusi pascastudi sepanjang 350 – 500 kata
    2. Video durasi maksimal 2 menit dengan ketentuan:
      – Menjawab pertanyaan: Siapa kamu dan hal apa yang dapat kamu kontribusikan ke daerahmu setelah studi?
      – Berisi konten informatif, tidak mengandung unsur SARA, pornografi, kekerasan, dan politik.
      – Video dapat dibuat dengan perangkat apapun, baik kamera, handycam, smartphone, dan lain-lain.
      – Unggah video ke Instagram, TikTok, YouTube, atau yang lain
      – Tag akun @yayasankhouwkalbe
      – Gunakan hashtag #YayasanKhouwKalbe #YKK #BeasiswaDJITUProfesi #DJITUProfesi2024
      – Pastikan akun media sosial yang dipakai untuk mengunggah video tidak dikunci dan dapat diakses oleh Yayasan Khouw Kalbe.
    3. Video yang diikutsertakan dalam proses seleksi menjadi hak milik Yayasan Khouw Kalbe dan dapat digunakan sepenuhnya atau sebagian dan tidak terbatas pada seleksi kepesertaan, publikasi di media sosial, dengan mencantumkan sumber video.

    Syarat Daerah

    Pendaftar wajib berasal dari salah satu target provinsi pada program beasiswa ini dibuktikan dengan KTP. Berikut daftarnya:

    1. Kalimantan Barat
    2. Kalimantan Tengah
    3. Kalimantan Timur
    4. Kalimantan Selatan
    5. Kalimantan Utara
    6. Nusa Tenggara Timur (NTT)
    7. Nusa Tenggara Barat (NTB)
    8. Gorontalo
    9. Sulawesi Barat
    10. Sulawesi Tengah
    11. Sulawesi Tenggara
    12. Sulawesi Utara
    13. Maluku
    14. Maluku Utara
    15. Papua
    16. Papua Barat
    17. Papua Barat Daya
    18. Papua Selatan
    19. Papua Tengah
    20. Papua Pegunungan

    Target Bidang Studi

    1. Apoteker
    2. Bidan
    3. Fisioterapi
    4. Gizi
    5. Perawat (NERS)
    6. Psikologi klinis

    Jadwal Beasiswa

    • Pendaftaran: 6-25 Agustus 2024
    • Seleksi administrasi: 1-15 September 2024
    • Pengumuman hasil administrasi: 16 September 2024
    • Seleksi tes wawancara: 17-30 September 2024
    • Pengumuman tes wawancara: 1 Oktober 2024
    • Registrasi ulang: 2-13 Oktober 2024
    • Proses onboarding: 14-25 Oktober 2024
    • Orientasi: 26 Oktober 2024

    Ketentuan Beasiswa

    1. Diberikan selama menjadi mahasiswa, maksimal 4 semester (2 tahun).
    2. Komponen dana pendidikan meliputi:
      – Sumbangan pengembangan institusi (SPI) di awal kuliah
      – SPP, SKS, atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) per semester
      -Biaya ujian kompetensi di semester akhir.
    3. Penerima beasiswa tidak diizinkan untuk mengajukan cuti akademik dengan alasan apapun.
    4. Tidak boleh mengganti pilihan perguruan tinggi selama beasiswa berlangsung.
    5. Jika mengundurkan diri tanpa alasan yang disetujui pihak pemberi beasiswa, maka seluruh dana yang sudah diberikan wajib dikembalikan pada pemberi beasiswa paling lambat 14 hari kerja.

    Penerima beasiswa akan menanggung biaya jika lalai dalam proses pendidikan dan lain-lain, yang berdampak pada panjangnya masa studi lebih dari yang direncanakan.
    Informasi Beasiswa Djitu Profesi 2024 lebih lanjut dapat diakses di laman https://www.yayasankhouwkalbe.org atau klik di sini. Bagaimana detikers, berminat mendaftar beasiswa profesi ini?

    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Penerima PIP Jadi Prioritas Pertama Penerima KIP Kuliah 2025, Kamu Termasuk?



    Jakarta

    Bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tahun ini dibuka kembali bagi mahasiswa. Pendaftarannya dimulai sejak 3 Februari hingga 31 Oktober 2025.

    KIP Kuliah menyasar calon mahasiswa yang memiliki kemampuan ekonomi kurang mampu. Ada beberapa kriteria status ekonomi yang masuk ke dalam daftar prioritas penerima KIP Kuliah.

    Prioritas pertama adalah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) atau pemilik Kartu Indonesia Pintar saat di SMA/SMK/sederajat. Hal ini disampaikan oleh Ketua Pokja Beasiswa Pendidikan Tinggi Puslapdik, Septien Prima Diassari.


    “Kalau tidak memiliki KIP saat di SMA, juga tidak terdaftar di DTKS atau PPKE, serta bukan peserta PKH dan bukan pemilik KKS, masih berpeluang mendapatkan KIP Kuliah dengan melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan kelurahan atau kantor desa,” katanya dikutip dari laman Puslapdik Kemdikbud, Rabu (5/2/2025).

    Kemudian, prioritas berikutnya adalah calon mahasiswa yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial atau bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Percepatan Penghapusan Kemiskinan ekstrim (PPKE) Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

    Kriteria Penerima KIP Kuliah 2025

    Lebih lengkapnya, berikut beberapa kriteria lengkap calon mahasiswa yang bisa menerima bantuan KIP Kuliah 2025:

    1. Memiliki KIP selama masa SMA/sederajat
    2. Berasal dari keluarga yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau penerima bantuan sosial di Kementerian Sosial
    3. Masuk ke dalam kelompok masyarakat miskin/rentan maksimal desil tiga P3KE
    4. Berasal dari panti asuhan/sosial
    5. Jika tidak termasuk ke dalam kriteria-kriteria di atas bisa juga mendaftar dengan syarat:
    – Pendaftaran kotor gabungan orang tua/wali maksimal Rp 4 juta per bulan atau pendapatan gabungan kotor orang tua/wali maksimal Rp 750 ribu
    – Mempunyai ekonomi kurang dengan dibuktikan oleh surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang dikeluarkan oleh pemerintah minimal tingkat desa/kelurahan

    Besaran Bantuan KIP Kuliah 2025

    KIP Kuliah menanggung biaya pendidikan mahasiswa hingga biaya hidup bulanan. Besar biaya pendidikan disesuaikan dengan biaya pendidikan di kampus masing-masing.

    Sedangkan besaran biaya hidup dibedakan menjadi lima klaster, yakni sebagai berikut:

    • Klaster 1: Rp 800.000
    • Klaster 2: Rp 950.000
    • Klaster 3: Rp 1.100.000
    • Klaster 4: Rp 1.250.000
    • Klaster 5: Rp 1.400.000

    Durasi Penerimaan KIP Kuliah 2025

    Adapun durasi KIP Kuliah ini berbeda setiap jenjangnya, yaitu:

    • Maksimal 2 semester untuk D1, program profesi ners, program profesi apoteker, program profesi bidan, dan program profesi guru.
    • Maksimal 4 semester untuk D2, program profesi dokter, program profesi dokter hewan, dan program profesi dokter gigi.
    • Maksimal 6 semester untuk D3.
    • Maksimal 8 semester untuk D4 dan S1.

    Jadwal Seleksi KIP Kuliah 2025

    • Registrasi/pendaftaran akun KIP Kuliah: 3 Februari-31 Oktober 2025
    • Seleksi KIP Kuliah di perguruan tinggi: 1 Juli-31 Oktober 2025
    • Penetapan penerima KIP Kuliah baru: 1 Juli-31 Oktober 2025

    Demikian informasi mengenai penerima prioritas KIP Kuliah tahun ini. Bagi penerima bantuan PIP dan akan daftar SNBP, yuk bisa segera daftar KIP Kuliah 2025!

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah Penerima KIP Kuliah Boleh Pindah Prodi? Cek Jawabannya!


    Jakarta

    Pendaftaran KIP Kuliah 2025 telah dimulai sejak 4 Februari lalu. Pendaftaran beasiswa ini dibuka bagi para lulusan dari tahun 2023, 2024, dan 2025.

    Jika sudah diterima KIP Kuliah dan ternyata tidak cocok dengan program studi (prodi) yang diambil, apakah penerima beasiswa boleh pindah prodi?

    Apakah Penerima KIP Kuliah Boleh Pindah Prodi?

    Dikutip dari Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemdikbud, penerima KIP Kuliah tidak diperbolehkan untuk pindah prodi. Penerima KIP Kuliah juga tidak diizinkan mendaftar KIP Kuliah kembali pada tahun berikutnya, baik di perguruan tinggi yang sama atau yang lainnya.


    Jangka Waktu Pemberian KIP Kuliah 2025

    1. Program Reguler

    • Sarjana: Maksimal 8 semester
    • Diploma 4: Maksimal 8 semester
    • Diploma 3: Maksimal 6 semester
    • Diploma 2: Maksimal 4 semester
    • Diploma 1: Maksimal 2 semester

    2. Program profesi

    • Dokter: Maksimal 4 semester
    • Dokter gigi: Maksimal 4 semester
    • Dokter hewan: Maksimal 4 semester
    • Ners: Maksimal 2 semester
    • Apoteker: Maksimal 2 semester
    • Bidan: Maksimal 2 semester
    • Guru: maksimal 2 semester.

    Sebagai tambahan informasi, mahasiswa penerima KIP Kuliah diperkenankan untuk cuti karena sakit atau alasan lainnya sesuai aturan perguruan tinggi. Namun, hal itu tidak menambah durasi maksimal pemberian bantuan.

    Penerima KIP Kuliah yang berstatus cuti bisa ditetapkan dengan ketentuan yakni biaya yang disalurkan hanya biaya penyelenggaraan pendidikan.

    Syarat Penerima KIP Kuliah

    • Lulusan SMA/SMK/sederajat yang lulus 2023, 2024, 2025.
    • Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur masuk apa pun baik di perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swasta (PTS) pada program studi yang sudah terakreditasi secara resmi dan tercatat di sistem akreditasi nasional perguruan tinggi.
    • Mempunyai potensi akademik baik, tetapi berasal dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus, dengan didukung bukti dokumen yang sah.

    Jadi perlu diingat ya detikers, prodi yang boleh dipilih untuk calon penerima KIP Kuliah adalah prodi yang sudah terakreditasi secara resmi dan kalian tidak boleh pindah prodi.

    (nah/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa ADik 2025 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membuka pendaftaran Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi atau ADik tahun 2025. Periode pendaftaran telah dibuka mulai 2 Mei hingga 31 Mei 2025.

    Beasiswa ADik ditujukan bagi calon mahasiswa yang berasal dari wilayah Papua, daerah khusus yang tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta bagi anak Pekerja Migran Indonesia di luar negeri. Beasiswa ini menanggung penuh pembiayaan kuliah D3 hingga S1.

    Melansir Pedoman Pendaftaran Beasiswa ADik 2025, berikut ketentuan, syarat hingga cara mendapatkan beasiswa ini:


    Sasaran Penerima Beasiswa ADik 2025

    1. Mahasiswa yang berasal dari orang asli Papua atau penerima Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) wilayah Papua
    2. Mahasiswa dari daerah khusus atau penerima Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) wilayah daerah khusus
    3. Anak pekerja migran Indonesia
    4. Penyandang disabilitas.

    Komponen Pembiayaan Beasiswa ADik 2025

    1. Pembebasan biaya kuliah/pendidikan
    2. Bantuan biaya hidup
    3. Bantuan biaya transportasi keberangkatan
    4. Bantuan biaya kedatangan.

    Durasi Pembiayaan Beasiswa ADik 2025

    Program Reguler

    – Sarjana: Maksimal 8 semester
    – Diploma empat (D4): Maksimal 8 semester
    – Diploma tiga (D3): Maksimal 6 semester.

    Program Profesi

    – Dokter: Maksimal 4 semester
    – Dokter gigi: Maksimal 4 semester
    – Dokter hewan: Maksimal 4 semester
    – Psikolog: Maksimal 2 semester
    – Kebidanan: Maksimal 2 semester
    – Apoteker: Maksimal 2 semester
    – Guru: Maksimal 2 semester.

    Syarat Penerima Beasiswa ADik 2025

    Syarat Umum

    • Terdaftar pada sistem beasiswa ADik di https://adik.kemdiktisaintek.go.id
    • Melengkapi data nomor induk kependudukan (NIK), nomor induk siswa nasional (NISN) dan nomor pokok sekolah nasional (NPSN)
    • Lulus seleksi penerimaan mahasiswa bagi pada perguruan tinggi yang ditetapkan Kemendiktisaintek lewat jalur SNBP, SNBT atau Seleksi Mandiri
    • Menyertakan deskripsi diri yang ditulis tangan sendiri oleh siswa pendaftar dan diupload di sistem beasiswa ADik
    • Menyertakan surat persetujuan orang tua/wali dan bersedia melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi
    • Bukan penerima beasiswa yang didanai juga oleh APBN
    • Bersedia menandatangani surat perjanjian kinerja penerima bantuan beasiswa
    • Nilai rata-rata rapor setiap semester untuk seluruh mata pelajaran minimal 75
    • Nilai rata-rata rapor 6 pelajaran yang sesuai dengan jurusan minimal 75
    • Mata pelajaran pendaftar jurusan IPA yang akan dipertimbangkan untuk seleksi KIP Kuliah didasarkan atas nilai matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, kimia, fisika, dan biologi
    • Mata pelajaran pendaftar jurusan IPS yang akan dipertimbangkan untuk seleksi KIP Kuliah didasarkan atas nilai matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, sosiologi, ekonomi, dan geografi
    • Mata pelajaran pendaftar jurusan Bahasa yang akan dipertimbangkan untuk seleksi KIP Kuliah didasarkan atas nilai matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, sastra Indonesia, antropologi, dan salah satu bahasa asing
    • Mata pelajaran pendaftar jurusan SMK yang akan dipertimbangkan untuk seleksi KIP Kuliah didasarkan atas nilai matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan kompetensi keahlian
    • Siswa dapat memilih maksimal dua perguruan tinggi dan dua prodi.
    • Pilihan perguruan tinggi dan prodi menyatakan prioritas pilihan.

    Syarat Khusus Skema Siswa dari Wilayah Papua

    • Warga negara Indonesia
    • Siswa SMA, SMK atau sederajat yang akan lulus pada tahun 2025 atau lulusan tahun sebelumnya
    • Berasal dari orang asli Papua atau penerima Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) wilayah Papua dan menempuh sekolah menengah di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah
    • Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, atau Bali.

    Syarat Khusus Skema Siswa dari Wilayah Khusus 3T

    • Warga negara Indonesia
    • Siswa SMA, SMK atau sederajat yang akan lulus pada tahun 2025 atau lulusan tahun sebelumnya.
    • Berasal dari daerah khusus atau penerima Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan menempuh sekolah menengah di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

    Syarat Khusus Skema Siswa dari Anak Pekerja Migran (Repatriasi)

    • Warga negara Indonesia
    • Siswa SMA, SMK atau sederajat yang akan lulus pada tahun 2025 atau lulusan tahun sebelumnya.
    • Anak pekerja migran Indonesia yang lulus dari sekolah Indonesia atau lembaga pendidikan nonformal di luar negeri.
    • Penerima Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dan menempuh sekolah menengah di Bali, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

    Jalur Seleksi Pendaftaran Beasiswa ADik 2025

    • Jalur seleksi afirmasi pendidikan tinggi yang dilaksanakan PPAPT bersama PT penyelenggara beasiswa ADik
    • Jalur Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB)
    • Bagi peserta lulus SNBP atau UTBK-SNBT
    • Jalur Seleksi Mandiri PT Penyelenggara Beasiswa ADik.

    Cara Daftar Beasiswa ADik 2025

    1. Melakukan pendaftaran di https://adik.kemdiktisaintek.go.id/
    2. Pengajuan sebagai calon pelamar beasiswa dapat dilakukan ke dinas pendidikan daerah setempat (berlaku juga bagi yang lulus SNPMB 2025).
    3. Bagi peserta beasiswa ADEM dapat mendaftarkan diri ke koordinator ADEM setempat.
    4. Siswa mengisi berkas pendaftaran dengan dibantu sekolah atau pihak yang mendaftarkan.
    5. Pihak pemerintah atau yang mendaftarkan siswa melakukan pendaftaran calon penerima juga.
    6. Tim pengelola beasiswa pusat akan melakukan verifikasi dan validasi.
    7. Penentuan penetapan penerima beasiswa dilakukan oleh pemimpin perguruan tinggi.

    Jadwal Seleksi Beasiswa ADik 2025

    • Sosialisasi: 24 April-7 Mei 2025
    • Pendaftaran 2-31 Mei 2025
    • Verifikasi: 1-10 Juni 2025
    • Seleksi: 11-15 Juni 2025
    • Penetapan: 25 Juni 2025
    • Registrasi perguruan tinggi: Juli-Agustus 2025.

    Demikian informasi pendaftaran Beasiswa ADik 2025. Selamat mencoba detikers!

    (cyu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Fun Run Kian Ramai, Demi Gaya Hidup Sehat


    Tangerang

    Fun run belakangan makin ramai seiring naiknya pamor olahraga lari. Ini jadi cara termudah untuk mengkampanyekan hidup sehat.

    Jika selama ini ajang lomba lari yang digelar bertujuan untuk mencatatkan waktu terbaik dan naik podium, fun run memberikan atmosfer berbeda bagi para penikmatnya.

    Biasanya fun run identik dengan lari jarak pendek di bawah 10 KM, kebanyakan 5 KM. Sebab acara ini biasanya digunakan untuk memberikan tutorial soal gaya hidup sehat.


    Salah satunya adalah Pharmaphoria Fun Run 2025 yang digelar di Paramount Petals, Tangerang, Minggu (28/9). Acara fun run ini merupakan kolaborasi antara Paramount Petals dan juga Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Tangerang.

    Bertema ‘Langkah Sehat Bersama Apoteker’, kegiatan ini bertujuan mewujudkan gaya hidup sehat melalui olahraga bersama, sekaligus ajang silaturahmi para apoteker dalam rangka memperingati World Pharmacist Day pada 25 September 2025.

    Rangkaian acara Pharmaphoria Fun Run 2025 terdiri dari olahraga lari 5K dan edukasi kesehatan untuk masyarakat umum. Dengan biaya pendaftaran Rp 175.000 (early bird) dan Rp 225.000 (normal), peserta mendapatkan race pack, jersey, medali finisher, dan kesempatan doorprize.

    Peserta yang terdiri dari apoteker, komunitas farmasi, dan masyarakat umum akan berlari sejauh 5 km mengelilingi boulevard Paramount Petals yang asri dan nyaman, dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan yang terdiri dari Zumba, live music, dan edukasi kesehatan.

    Kegiatan ini juga didukung oleh Bethsaida Hospital dan dimeriahkan band performance, bazaar, dan lainnya.

    “Paramount Petals mendukung kebutuhan masyarakat akan kegiatan publik yang bernilai positif dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjadi latar belakang bagi kami untuk menggelar berbagai kegiatan positif yang terbuka untuk umum secara rutin, mulai dari Petals Urban Market, kompetisi
    olahraga, pesta rakyat, food truck, hingga fun run seperti hari ini,” ujar Chrissandy Dave selaku Direktur Sales & Marketing Paramount Land dalam rilis kepada detikSport.

    “Kiranya kegiatan ‘Pharmaphoria Fun Run 2025’ dapat menjadi sarana untuk membangun gaya hidup sehat, serta ajang hiburan dan interaksi sosial bagi warga dan masyarakat sekitar di ruang terbuka yang asri dan nyaman di Paramount Petals, sesuai komitmen kami dalam menghadirkan kota mandiri yang menyenangkan untuk tinggal dan beraktivitas bagi penghuni maupun masyarakat sekitar.”

    (mrp/pur)



    Sumber : sport.detik.com

  • Kenapa Pernyataan ‘Tak Perlu Ahli Gizi’ Berbahaya?


    Jakarta

    Pernyataan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyebut bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa berjalan tanpa ahli gizi menuai kekecewaan dan banyak komentar dari para netizen khususnya ahli gizi di Indonesia. Template balasan cerita di instagram yang berisi “Pray For Ahli Gizi Indonesia” pun sudah diunggah 28,5 ribu kali.

    Dalam sebuah forum diskusi di Acara Konsolidasi SPPG MBG se-Kabupaten Bandung, ia bahkan menyinggung kemungkinan “mengubah undang-undang” dan menegaskan bahwa anak SMA fresh graduate sekalipun bisa menjalankan tugas ahli gizi di SPPG setelah sertifikasi tiga bulan. Ucapannya memicu reaksi luas, bukan karena sensasional, tetapi karena menyentuh area yang berdampak langsung pada kesehatan jutaan anak Indonesia.

    Program MBG bukan bisnis warung makan. Ini program nasional yang menyasar anak-anak dikelompok usia yang rentan, sedang bertumbuh, dan mudah terdampak oleh kesalahan intervensi gizi. Ketika ada pandangan yang meremehkan peran ahli gizi, publik perlu memahami apa yang sebenarnya dipertaruhkan.


    MBG Bukan Program Makan Gratis, Tapi Intervensi Gizi Nasional

    Tujuan MBG tertuang jelas dalam dokumen Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2025:

    • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
    • Mewujudkan kesejahteraan umum.
    • Mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Dengan tujuan sebesar ini, MBG tidak bisa diperlakukan seperti sekadar “program mengenyangkan perut”. MBG adalah intervensi gizi yang dirancang untuk memperbaiki status gizi, mendukung tumbuh kembang, mempertahankan daya tahan tubuh, serta membentuk kapasitas belajar anak secara optimal.

    Negara-negara maju yang sudah lama menerapkan program yang sama dengan MBG, seperti Jepang yang sudah lama memahami hal ini. Makanan sekolah bukan sekedar mengenyangkan saja, tapi sebagai bagian inti dari strategi pembangunan SDM. Tidak ada satupun dari mereka yang menjalankan program pangan sekolah tanpa melibatkan ahli gizi. Jepang menganggap keamanan pangan dan kualitas gizi anak sekolah adalah isu yang sangat serius.

    Karena itu, wajar publik mempertanyakan ketika ada pejabat yang menyatakan bahwa ahli gizi “tidak diperlukan”.

    Gizi punya efek jangka pendek dan jangka panjang. Kekurangan energi pada jam belajar membuat konsentrasi kabur. Asupan protein yang tidak sesuai memengaruhi perkembangan massa otot, kecerdasan, hingga imunitas. Rasio makronutrien yang timpang bisa membuat anak mudah cemas, sulit fokus, dan lesu. Di sisi lain, menu yang terlalu padat energi tetapi miskin zat gizi dapat mendorong kenaikan berat badan yang tidak sehat. Semuanya saling berkait, dan semuanya menuntut kompetensi profesional.

    Karena itu, ketika tujuan nasional menargetkan kualitas manusia, maka yang harus dikendalikan bukan sekadar keberadaan makanan di atas piring. Yang harus dikendalikan adalah mutu gizi, keamanan pangan, kecukupan asupan, standar porsi, dan risiko klinis. Di titik inilah peran ahli gizi menjadi krusial.

    Dikasih Pelatihan 3 Bulan, SMA Fresh Graduate Bisa Jadi Ahli Gizi?

    “Nanti tinggal Ibu Kadinkes melatih orang, bila perlu di sini (kabupaten) punya anak-anak yang fresh graduate, anak SMA cerdas-cerdas, dilatih tiga bulan, kasih sertifikasi, saya siapkan BNSP untuk sertifikasi, tidak perlu seperti kalian yang sombong seperti ini,” ucap Cucun.

    Tanggung jawab utama ahli gizi yang dicari MBG:

    • Pengembangan Menu: Merancang dan mengembangkan menu untuk menciptakan hidangan yang lezat dan bergizi seimbang.
    • Labelisasi Nutrisi: Melakukan perhitungan dan penyusunan label nutrisi untuk produk makanan.
    • Konsultasi Gizi: Memberikan konsultasi atau informasi gizi kepada pihak terkait (internal/eksternal).
    • Pelatihan & Edukasi: Melaksanakan pelatihan dan edukasi mengenai prinsip-prinsip dasar gizi dan penanganan makanan yang aman (Food Safety).
    • Pengawasan Kualitas (Quality Control): Bertanggung jawab atas pengawasan kualitas makanan yang diproduksi secara keseluruhan.
    • Kepatuhan Peraturan: Memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan peraturan terkait labelisasi nutrisi dan aspek kesehatan pangan.
    • Monitoring & Evaluasi: Melakukan monitoring dan evaluasi kinerja karyawan, khususnya pada bagian persiapan, pengolahan, dan pemorsian makanan.
    • Quality Control Pangan: Melakukan kontrol kualitas akhir (QC) terhadap makanan yang telah diproduksi
    • Pengawasan Sampel Makanan: Bertanggung jawab dalam pengawasan dan pencatatan sampel makanan yang diproduksi setiap hari.

    Semua itu tidak dapat digantikan oleh siapapun dengan pelatihan singkat. Hal tersebut bukanlah tugas yang dapat ditangani dengan sepele tanpa kompetensi formal dan profesional hanya karena dianggap mengganggu jalannya program.

    Ahli Gizi merupakan profesi yang membutuhkan kompetensi dan pendidikan khusus, sesuai dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023, sama seperti Dokter, Apoteker, Psikolog, dan Tenaga kesehatan lainnya. Ahli gizi tidak diartikan sekedar jabatan atau pekerjaan yang bisa diklaim siapa saja karena punya standar kompetensi, kode etik, dan regulasi profesi yang telah diakui dalam sistem kesehatan nasional. Ahli gizi memiliki standar profesi, tanggung jawab, dan peran fundamental dalam kesehatan masyarakat Indonesia.

    Kenapa Ucapan “Tidak Perlu Ahli Gizi” Berbahaya?

    Ucapan tersebut berbahaya bukan hanya karena meremehkan profesi, tetapi karena:

    1. Menghilangkan kontrol ilmiah terhadap program skala nasional

    MBG akan diberikan kepada jutaan anak setiap hari. Tanpa kontrol gizi, menu bisa tidak seimbang, porsi terlalu sedikit atau terlalu besar, dan kandungan mikronutrien penting seperti zat besi atau zinc bisa tidak terpenuhi.

    2. Memicu risiko klinis pada kelompok rentan

    Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terdampak. Dampaknya bisa berupa:

    • Tumbuh kembang terhambat. Menu tanpa perhitungan protein bisa mengganggu perkembangan otak dan otot.
    • Obesitas dini. Energi yang terlalu tinggi tanpa proporsi serat dan mikronutrien bisa menaikkan berat badan secara cepat.
    • Porsi yang tidak sesuai. Anak usia 7 tahun berbeda kebutuhan gizinya dengan anak usia 17 tahun.
    • Alergi yang tidak terpantau. Anak dengan alergi susu, kacang, atau intoleransi laktosa butuh pemantauan khusus.
    • Keracunan makanan. Kontaminasi bakteri yang sering muncul ketika penyelenggaraan makanan yang besar tidak diawasi standar higiennya.

    Anak adalah kelompok dengan risiko klinis tinggi. Kesalahan perhitungan gizi hari ini bisa terlihat efeknya bertahun-tahun ke depan. Karena itu, ketika ada wacana menepikan ahli gizi, pertanyaannya sederhana: apakah negara siap menanggung konsekuensinya?

    3. Mendorong kebijakan tanpa dasar ilmiah

    Lebih berbahaya lagi ketika muncul wacana perubahan undang-undang yang hanya perlu ketokan palu “kita tidak perlu ahli gizi, tidak perlu PERSAGI, yang diperlukan adalah satu tenaga yang mengawasi gizi”. Undang-undang dibuat berdasarkan standar kesehatan dan disiplin ilmu. Mengubahnya hanya agar program bisa berjalan tanpa profesional adalah langkah mundur dalam perlindungan masa depan bangsa.

    4. Membuka peluang pemborosan anggaran negara

    Komposisi menu yang salah dapat membuat anak tetap kekurangan nutrisi meskipun negara sudah mengeluarkan biaya besar. Program akan berjalan, tetapi manfaat tidak tercapai. Akhirnya uang habis, tapi kualitas SDM tidak berubah.

    Alasan Kelangkaan Ahli Gizi SPPG

    Dalam diskusi publik baru-baru ini, Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa Satuan Penanganan Program Gizi (SPPG) mengalami kesulitan dalam mencari ahli gizi.

    Namun, anggapan ini patut dikritisi: kenyataannya, lulusan gizi di Indonesia sangat banyak. Menurut liputan media, ada 131 kampus yang menyelenggarakan program sarjana gizi, 41 kampus vokasi gizi, serta 12 kampus penyelenggara profesi dietisien. Jumlah lulusan gizi tahun 2024 berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 34.553 orang.

    Dengan basis lulusan gizi yang besar, klaim “ahli gizi langka” untuk SPPG seharusnya tidak hanya dilihat dari kuantitas, tetapi juga dari kualitas penempatan dan beban kerja. Banyak ahli gizi yang bekerja di SPPG mengeluhkan:

    • Beban kerja overwork dan overtime. Tiap SPPG hanya ada satu ahli gizi yang ditugaskan menanggung jawabi ribuan porsi di banyak wilayah atau sekolah, lembur untuk merancang menu, melakukan pemantauan gizi, dan laporan rutin.
    • Peran hanya sebagai “syarat formalitas”. Beberapa mitra pelaksana program hanya melihat keberadaan ahli gizi sebagai persyaratan birokrasi, bukan sebagai mitra strategis dalam merancang menu dan pengaturan gizi yang benar-benar sesuai standar. Akibatnya, ahli gizi sulit menjalankan fungsinya secara penuh, seperti menyesuaikan menu gizi berdasarkan data status gizi anak, tanpa intervensi mitra yang kurang memahami aspek ilmiah nutrisi.
    • Hak gaji ahli gizi tidak diberikan tepat waktu. Banyak ahli gizi yang mengeluhkan bahwa gaji tidak diberikan tepat waktu dan seringkali di rapel.

    Hal-hal di atas menunjukkan bahwa masalahnya bukan “kelangkaan ahli gizi”, melainkan sistem penempatan dan pemanfaatan ahli gizi dalam SPPG yang belum optimal.

    Solusi dan Evaluasi Kebijakan

    Untuk memperbaiki kondisi ini, berikut rekomendasi yang seharusnya menjadi bagian dari evaluasi program MBG dan SPPG:

    1. Tambahkan jumlah ahli gizi di setiap SPPG + sistem shifting

    Dengan menambah tenaga ahli gizi per SPPG dan menerapkan sistem kerja bergantian (shifting), beban kerja bisa didistribusikan lebih seimbang. Ahli gizi tidak lagi terbebani lembur terus-menerus dan bisa fokus melakukan fungsi inti seperti perencanaan gizi, pemantauan status gizi anak, dan evaluasi menu.

    Ahli gizi harus diberi otoritas untuk merancang menu MBG sesuai standar gizi tanpa intervensi yang merusak dari mitra non-gizi. Mereka perlu menjadi pengambil keputusan dalam komposisi menu (karbohidrat, protein, mikronutrien), porsi, frekuensi, dan penyesuaian jika status gizi anak berubah. Dengan ini, program tidak hanya “sekedar kenyang”, tetapi benar-benar intervensi gizi yang berbasis data dan ilmu.

    3. Evaluasi reguler dan profesionalisasi peran gizi di SPPG

    Pemerintah dan BGN harus mengevaluasi struktur kerja SPPG secara berkala: apakah rasio ahli gizi terhadap sekolah memadai, apakah tugas mereka terfokus sebagai penyedia menu saja atau juga sebagai pengawas kesehatan gizi, dan apakah mekanisme pelaporan dan akuntabilitas dijalankan dengan transparan. Evaluasi ini harus mendorong profesionalisasi ahli gizi sebagai mitra strategis, bukan pegawai “formalitas”.

    4. Perbaiki sistem perekrutan dan distribusi lulusan gizi

    Karena lulusan gizi banyak, pemerintah perlu membuat kebijakan penempatan yang lebih proaktif, misalnya via kerja sama dengan universitas atau Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), insentif bagi ahli gizi yang bekerja di SPPG di daerah, dan jalur karir yang jelas.

    (up/mal)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera