Tag: APT

  • Aptos Usulkan Hard Cap 2,1 Miliar APT dan Gas Fee Naik 10x

    Blockchain layer-1 Aptos mengajukan proposal pembaruan tokenomics besar-besaran yang berpotensi mengubah struktur ekonomi jaringannya.

    Menurut laporan Coincu pada Sabtu (21/2), proposal tersebut mencakup penetapan batas suplai keras (hard cap) sebesar 2,1 miliar APT, kenaikan biaya gas hingga 10 kali lipat, penurunan imbal hasil staking menjadi sekitar 2,6% per tahun, serta rencana pembelian kembali token (buyback) dari pasar.

    Langkah ini menandai pergeseran strategi Aptos dari model berbasis subsidi emisi menuju pendekatan yang lebih menekankan kelangkaan dan performa jaringan.

    Baca Juga: Token Kripto Aptos (APT) Capai Harga Tertinggi Sepanjang Masa

    Hard Cap untuk Kendalikan Inflasi

    Salah satu poin utama dalam proposal ini adalah penerapan hard cap 2,1 miliar APT.

    Selama ini, suplai APT bersifat inflasioner melalui distribusi imbalan staking dan insentif ekosistem.

    Dengan batas maksimal suplai, Aptos berupaya memberikan kepastian terhadap potensi dilusi di masa depan.

    Hard cap menjadi elemen penting dalam membangun narasi kelangkaan, terutama di tengah persaingan blockchain layer-1 yang semakin kompetitif.

    Mekanisme Burn Mirip EIP-1559

    Proposal ini juga memperkenalkan mekanisme pembakaran biaya gas yang mirip dengan sistem yang diperkenalkan oleh Ethereum melalui EIP-1559.

    Dalam skema tersebut, sebagian biaya transaksi akan dibakar secara permanen, sehingga mengurangi suplai token yang beredar.

    Dengan throughput jaringan Aptos yang tinggi, mekanisme ini berpotensi menciptakan tekanan deflasi jika aktivitas transaksi meningkat.

    Kenaikan biaya gas sebesar 10x menjadi bagian dari strategi ini.

    Meski terdengar signifikan, basis biaya Aptos sebelumnya sangat rendah, sehingga transaksi tetap tergolong terjangkau bagi pengguna.

    Staking Reward Turun ke 2,6%

    Sebagai bagian dari restrukturisasi ekonomi, imbal hasil staking akan diturunkan menjadi sekitar 2,6% per tahun.

    Penyesuaian ini bertujuan mengurangi tekanan inflasi dari distribusi emisi token.

    Model sebelumnya yang menawarkan reward lebih tinggi efektif untuk menarik partisipasi awal. Namun dalam jangka panjang, emisi besar dapat menciptakan tekanan jual berkelanjutan di pasar.

    Dengan reward yang lebih rendah, Aptos berusaha menyeimbangkan antara keamanan jaringan dan stabilitas harga token.

    Tambahan Buyback Pasar

    Selain mekanisme burn berbasis gas, Aptos juga merencanakan program buyback token APT dari pasar terbuka.

    Strategi ini dapat menciptakan permintaan langsung terhadap token dan memperkuat sentimen positif di kalangan investor.

    Buyback sering dipandang sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap nilai token, meski efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

    Bergantung pada Pertumbuhan Throughput

    Pergerakan harga Aptos (APT/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Aptos (APT/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keberhasilan model tokenomics baru ini sangat bergantung pada pertumbuhan penggunaan jaringan.

    “Aptos mencoba beralih dari model subsidi emisi menuju kelangkaan berbasis performa jaringan. Meskipun biaya gas naik 10x, basis awalnya yang sangat rendah membuat transaksi tetap terjangkau. Keberhasilan model deflasi ini sepenuhnya bergantung pada apakah pertumbuhan throughput jaringan mampu melampaui laju emisi tahunan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, jika volume transaksi dan adopsi aplikasi di jaringan Aptos meningkat signifikan, pembakaran token bisa melampaui distribusi emisi dan menciptakan efek deflasi bersih.

    Sebaliknya, jika aktivitas stagnan, tekanan inflasi tetap berpotensi terjadi meskipun reward staking telah diturunkan.

    Baca Juga: Wyoming Pilih Solana dan Aptos Sebagai Kandidat Stablecoin

    Ujian Baru bagi Aptos

    Proposal ini hadir di tengah ketatnya persaingan antar blockchain layer-1 dalam menarik developer dan likuiditas.

    Dengan model ekonomi yang lebih disiplin dan berorientasi pada kelangkaan, Aptos berupaya memperkuat daya tarik jangka panjangnya.

    Jika disetujui oleh komunitas, pembaruan tokenomics ini dapat menjadi titik balik penting bagi Aptos, sekaligus menjadi eksperimen besar apakah model deflasi berbasis performa jaringan mampu menjadi standar baru di industri blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Candi Prambanan Terletak di Mana? Ini Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Bukanya


    Jakarta

    Prambanan merupakan kompleks candi terbesar di Jawa. Dibangun pada abad ke-9 masehi, candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah.

    Arsitektur di kompleks candi begitu indah, sehingga menarik minat wisatawan berkunjung. Tak heran jika Prambanan menjadi salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Lantas, di mana letak Candi Prambanan?

    Candi Prambanan Terletak di Mana?

    Kompleks Candi Prambanan berada di Dusun Karangasem, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah. Letaknya kurang lebih 17 km timur laut Yogyakarta. 50 km barat daya Surakarta, dan 120 km selatan Semarang, persisi di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.


    Menurut laman Pemkab Sleman, Candi Prambanan memang berada di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Sleman. Namun pintu masuk kompleks Candi Prambanan berada di wilayah administrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

    Ada Apa Saja di Candi Prambanan?

    Ada 3 halaman yang dibatasi pagar keliling. Menurut laman Dinas Kebudayaan DIY, berikut beberapa candi yang ada di halaman I (pusat):

    1. Candi Siwa

    Candi Siwa adalah candi terbesar di Kompleks Candi prambanan. Ukurannya 34 mx 34 m x 47m dan menghadap ke arah timur. Candi ini berada di tengah-tengah diapit oleh Candi Brahma dan Candi Wisnu. Pada candi ini terdapat relief yang menceritakan Ramayana, mulai dari samping kiri pintu masuk candi,

    2. Candi Brahma

    Candi Brahma berukuran lebih kecil dari Candi Siwa. Berada di selatan Candi Siwa ukurannya 20 mx 20 mx 37 m dan menghadap ke arah timur. Pada candi ini, terdapat pula pahatan relief candi Ramayana yang merupakan lanjutan dari Candi Siwa

    3. Candi Wishnu

    Candi Wishnu ada di sebelah utara Candi Siwa dengan ukuran yang sama dengan candi Brahma. Pada pagar langkan, ada relief Kresnayana yang bercerita tentang Krisna sebagai penjelmaan Dewa Wishnu.

    4. Candi Nandi

    Candi Nandi berada di depan Candi Siwa dengan arah hadap ke barat. Ukurannya 15 mx15 mx 25 m. Wisatawan bisa menemukan relief mengenai Dewa Surya dan Candra.

    5. Candi Garuda (Candi A)

    Candi A berada di depan Candi Wishnu. Ruangan candi kosong dan tidak ditemukan arca.

    6. Candi Angsa (Candi B)

    Candi B berada di depan Candi Brahma dan menghadap ke barat. Ukurannya 13 m x 13m x 22 m. Sama seperti candi A, di dalam ruangan tidak ditemukan arca apapun.

    7. Cand Apit

    Ada dua candi apit di Kompleks Candi Prambanan. Candi Apt pertama berdiri di sebelah utara dekat pintu masuk utara. Sementara, candi Apit kedua berada di selatan dekat pintu masuk sebelah selatan. Dilihat dari arsitekturnya, candi ini mempunyai bentuk yang sama dengan candi utama, namun ukurannya lebih kecil.

    8. Candi Kelir

    Terdapat empat candi kelir di yang ada di depan keempat pintu masuk menuju halaman utama Candi Prambanan. Candi ini mempunyai ruangan, namun tidak ada tangga masuk ke ruangan tersebut.

    9. Candi Sudut

    Seperti namanya, candi Sudut berada di sudut-sudu halaman utama Kompleks Candi Prambanan. Ada empat candi Sudut di kompleks ini. Sama seperti Candi Kelir, ada ruangan di candi ini, tapi tidak ada tangga menuju ke sanaa.

    Pada halaman II terdapat 224 Candi Perwara dengan rincian, deret pertama 58, deret kedua 60, deret ketiga 52, dan deret keempat 44. Tidak semua candi dalam kondisi utuh. Sementara pada halaman III tidak ditemukan candi.

    Harga Tiket Masuk Candi Prambanan

    Harga tiket masuk Candi Prambanan terbagi menjadi reguler dan terusan. Wisatawan akan dikenai biaya tambahan jika ingin menyewa kendaraan untuk mengelilingi kompleks Candi. Mengutip laman Instagram Taman Wisata Candi Prambanan, berikut hargannya:

    Tiket Reguler

    Dewasa (>10 tahun) Rp 50.000
    Anak-anak (3-10 tahun) Rp 25.000

    Tiket Terusan Prambanan-Borobudur

    Dewasa (>10 tahun) Rp 80.000
    Anak-anak (3-10 tahun) Rp 40.000

    Tiket Terusan Prambanan-Ratu Boko

    Dewasa (>10 tahun) Rp 85.000
    Anak-anak (3-10 tahun) Rp 40.000

    Wisatawan bisa menjelajahi Kompleks Candi Prambanan dengan kendaraan yang bisa disewa. Berikut daftar harganya:

    • Sepeda Single/Double: Rp 20.000
    • Segway: Rp 20.000
    • Otoped: Rp 20.000-Rp 35.000
    • Sepeda Listrik: Rp 30.000
    • Tayo: Rp 20.000

    Jam Buka Candi Prambanan

    Ticket Counter Candi Prambanan dibuka setiap mulai pukul 6.30 – 17.00 WIB. Untuk hari Senin, kunjungan hanya bisa dilakukan di halaman II.

    Itulah informasi mengenai letak Candi Prambanan, beserta macam-macam candi, harga tiket, dan jam operasionalnya. Jangan lupa untuk update informasi mengenai ketersediaan layanan terkait destinasi ini ya.

    (elk/row)



    Sumber : travel.detik.com