Tag: arah

  • 4 Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Kalau Mau Renovasi Rumah Tanpa Arsitek



    Jakarta

    Merenovasi rumah menggunakan arsitek mungkin menjadi keinginan banyak orang. Namun, ada saja kendalanya, misalnya terkait dengan biaya.

    Lalu, apa yang harus dilakukan kalau mau merenovasi rumah tanpa arsitek?

    Founder Studio Piksat, Pikat Satriadji memberikan beberapa tips bagi kalian yang ingin merenovasi rumah tanpa bantuan arsitek. Pertama, banyak belajar.


    “Mau nggak mau harus belajar. Kita cari tahu tren-tren sekarang seperti apa, kita cari tahu (rumah) apa yang kita mau itu harus diapain, referensi cari yang banyak, gali semuanya,” tuturnya kepada detikcom.

    Kedua, jangan terlalu percaya dengan orang lain. Ketiga, harus sabar dan diskusikan dengan orang di rumah. Hal itu dilakukan agar hasil rumah yang direnovasi sesuai dengan yang diharapkan.

    “Jadi ketika mau nge-hire kontraktornya atau mandornya atau tukang bangunannya ini, si yang punya rumah bisa menjelaskan dengan lebih detail ke si tukangnya ini, ‘mas saya mau bikin ini begini, nanti pakai ini ya’,” kata Pikat.

    “Misalnya ‘mas kalau pakai ini panas, mending pakai ini aja’ ‘enggak tapi saya baca gini gini gini’ kan jadi ada counternya, tidak hanya percaya dari satu arah,” sambungnya.

    Keempat, rencanakan dengan matang, mulai dari desain yang diinginkan hingga budget yang akan dikeluarkan. Dengan rencana yang matang serta eksekusi yang tepat, tentunya renovasi rumah yang diinginkan bisa tercapai, tanpa harus ‘nyasar’ ketika melakukannya.

    “Jadi tetap ditulis semuanya, coba direncanakan sebaik mungkin, sebisanya, atau mungkin punya temen yang punya pengalaman renovasi rumah gitu kan, (bisa) tukar pikiran. Sabar dulu aja,” paparnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Semua Punya Plus-Minus, Begini Cara Tentukan Arah Hadap Rumah Terbaik



    Jakarta

    Saat membangun atau membeli rumah, hal yang perlu dicek atau ditanyakan adalah mengenai arah hadap rumah. Informasi tersebut berguna untuk mengetahui apakah rumah mendapat pencahayaan yang pas.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan manfaat dari adanya sinar matahari yang masuk ke rumah adalah untuk mencegah kelembapan dan sebagai bahan disinfektan alami yang ampuh membunuh bakteri di rumah.

    Kedua hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan hanya mengandalkan lampu. Semakin banyak akses masuk cahaya, bukan hanya rumah yang terawat, melainkan penghuninya juga bisa lebih sehat.


    Dengan mengetahui arah hadap rumah, penghuni jadi tahu lokasi yang tepat untuk menjemur bayi di pagi hari. Selain itu, arah hadap rumah juga membantu untuk penentuan letak jemuran berada.

    Banyak yang mengatakan arah hadap timur sangat ideal karena mendapat cahaya matahari pagi. Apakah benar begitu?

    Agen real estat di Douglas Ellima, Christa Kenin, menyebutkan untuk menentukan arah hadap patokannya adalah posisi pintu masuk utama dan fasad depan. Kemudian, cek waktu cahaya matahari lebih banyak menyorot.

    Apabila rumah tersorot matahari langsung pada pagi hari dan lebih adem saat sore hari, berarti rumah tersebut menghadap ke timur. Jika sebaliknya, rumah menghadap ke barat.

    Agen Coldwell Banker Warburg Steven Gottlieb mengungkapkan berdasarkan pengalamannya, banyak pelanggan menyukai rumah yang menghadap selatan. Hal ini berarti cahaya matahari pagi dan sore bisa masuk ke rumah melalui jendela samping.

    “Banyak orang menginginkan rumah yang mendapatkan banyak cahaya alami, sehingga paparan sinar matahari dari arah Selatan sering dianggap sebagai nilai jual yang menarik dan diinginkan,” katanya seperti dikutip dari Better Homes and Gardens, pada Rabu (10/9/2025).

    Kemudian, ada beberapa konsumen yang menyukai rumah menghadap ke utara karena cahaya yang masuk ke rumah jauh lebih lembut. Rumah jadi tidak terlalu panas sepanjang hari tetapi tetap terang hingga sore.

    Di luar itu, menurutnya tidak ada aturan arah hadap rumah yang paling baik. Semua dikembalikan pada selera dan kebutuhan pemilik rumah. Bagi rumah yang berdempetan, tidak memiliki jendela kanan dan kiri, lebih baik memilih rumah menghadap timur atau barat.

    “Ini soal preferensi pribadi. Setiap individu punya ekspektasi berbeda untuk ruang rumah mereka. Misalnya, dalam budaya India, rumah yang menghadap ke utara dikaitkan dengan kemakmuran dan keberuntungan, sementara rumah yang menghadap ke timur melambangkan kesehatan dan keharmonisan. Menurut Vastu Shastra, sistem arsitektur Hindu tradisional yang didasarkan pada teks-teks kuno, arah rumah terbaik adalah timur laut, karena dikaitkan dengan dewa kekayaan,” ujarnya.

    Itulah pertimbangan ketika memilih arah hadap rumah yang baik, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Daya Tarik, Tiket Masuk, Jam Buka, Rute


    Jakarta

    Broadway Alam Sutera yang berada di kawasan The Flavor Bliss adalah salah satu tempat nongkrong favorit anak muda masa kini. Tempat ini dibuat unik dan mirip dengan Broadway Street yang ada di New York.

    The Flavor Bliss Alam Sutera yang luasnya mencapai 6,5 hektare sebelumnya sudah membuat area The Plaza dan RING-O. Pada 2020, The Flavor Bliss menciptakan area Broadway.

    Lantas apa sih yang membuat Broadway menarik? Simak dulu artikel ini untuk mengenal lebih jauh apa itu Broadway Alam Sutera, lengkap dengan daya tarik, tiket masuk, jam buka, dan rute menuju lokasi tersebut.


    Daya Tarik Broadway Alam Sutera

    Berikut ini sederet daya tarik Broadway Alam Sutera yang dirangkum dari situs dan akun Instagram resmi The Flavor Bliss:

    1. Konsep Ala Broadway New York

    Konsepnya mirip dengan Broadway yang populer sebagai kawasan Theater District di New York, Amerika Serikat. Misalnya terdapat pintu masuk bioskop lawas dan jalur pedestrian dengan bangunan khas di kanan kirinya, Saat malam hari, lampu-lampu kuning tampak menghiasi kawasan ini.

    2. Banyak Spot Foto

    Salah satu yang paling diminati oleh pengunjung adalah berfoto-foto di kawasan Broadway. Selain berfoto dengan latar belakang bangunan khas, ada juga tulisan Broadway berwarna-warni, mural estetik, hingga papan petunjuk jalan yang Instagramable.

    3. Makan Ringan hingga Berat

    Selain nongkrong bersama kawan, detikers bisa sambil kulineran. Ada banyak pilihan makanan, baik yang ringan maupun berat. Beberapa pilihan makanannya adalah kopi, coklat, teh, churros, martabak, pasta, sushi, pempek, soto betawi, es krim, dan durian,

    4. Banyak Event

    Yang juga bikin orang tertarik datang ke sini adalah banyak event menarik. Sering kali The Flavor Bliss mengundang penyanyi atau band untuk tampil di Broadway, seperti Sal Priadi, Ten2Five, dan Teddy Adhitya.

    5. Fasilitas

    Sebagai tempat umum, fasilitas di sini sudah lengkap, seperti mushola dan toilet. Tak hanya itu, bagi kalian yang cuma ingin jalan-jalan juga disediakan tempat duduk umum.

    Tiket Masuk dan Jam Buka Broadway Alam Sutera

    Saat awal-awal dibuka, masuk ke kawasan Broadway ini dikenakan tiket masuk Rp 30 ribu. Dengan biaya tersebut, pengunjung bisa memperoleh voucher yang dapat digunakan untuk berbelanja di tenant Broadway.

    Namun berdasarkan informasi di Instagram resmi, syarat tersebut telah diubah. Berikut ini tiket masuk dan jam operasional Broadway Alam Sutera:

    • Harga tiket masuk: gratis
    • Jam buka: Setiap hari pukul 07.00-22.00 WIB.

    Lokasi dan Rute Broadway Alam Sutera

    Lokasi Broadway berada di kompleks The Flavor Bliss, yakni di Jalan Alam Sutera Boulevard, Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

    Dari Jakarta Pusat, jaraknya sekitar 27 km menggunakan jalur tol atau ditempuh sekitar 1 jam 10 menit. Jika dari Monas, detikers harus melintas ke arah utara untuk masuk ke jalur Tol Jakarta-Tangerang.

    Sampai di Km 15, keluar tol lewat jalur kiri menuju Jalur Sutera Timur. Kemudian melewati Jalan Sutera Boulevard, masuk ke Jalan Alam Sutera, kemudian ambil kiri ke arah Broadway.

    Nah, itulah tadi informasi lengkap mengenai Broadway Alam Sutera, lengkap dengan daya tarik, tiket masuk, jam buka, lokasi dan rutenya.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mengejar Lumba-lumba di Laut Bali Utara



    Jakarta

    Aktivitas seru yang selalu diminati wisatawan di Bali Utara adalah melihat lumba-lumba. Dari atas kapal, traveler bisa melihat mamalia pintar itu berenang berkelompok, lho.

    Traveler datang saja ke Pantai Lovina. Bila ditempuh dari Bandara i Gusti Ngurah Rai, butuh waktu sekitar 2,5-3 jam dengan jarak hampir 100 km dengan mobil menuju titik ini.

    Adapun waktu untuk melihat lumba-lumba berenang ini adalah pagi hari. detikTravel berkesempatan juga naik kapal dari Lovina Beach Club.


    Kami berangkat pada pukul 06.00 Wita di hari Sabtu (11/8/2024) pagi. Setelah 10 menit kapal melaju, kami melihat puluhan perahu lain juga datang dari arah berbeda menuju titik melihat lumba-lumba.

    Kagetnya saya ternyata ramai sekali yang bersemangat melihat lumba-lumba di Lovina. Mungkin saat itu lebih seratus perahu motor melaju membawa turis.

    Perahu yang kami naiki ini mampu membawa 15 orang. Mengenakan life jacket, kami berpegangan ke perahu supaya tetap stabil melewati ombak.

    Pantauan detikTravel, perahu lain yang datang juga membawa 2-7 turis di dalamnya. Jadi bisa bayangkan betapa ramainya ratusan kapal ini ‘berburu lumba-lumba’ yang menggemaskan itu.

    Setelah 25 menit di laut, barulah kami melihat titik punggung beberapa ekor lumba-lumba. Teriakan turis yang terlalu bersemangat saling bersautan di tengah deru kapal.

    Namun lumba-lumba ini hanya muncul sekilas saja. Ya hanya 3 detik lalu tak muncul lagi.

    Perahu kami pun terus melaju, begitu juga dengan ratusan perahu lain. Para pengemudi mencoba mencari titik lain untuk memuaskan penumpang nya yang haus menonton lumba-lumba.

    Sekitar 10 menit kemudian, muncullah beberapa lumba-lumba di belakang perahu kami. Sungguh kami excited dan merasa beruntung sekali mendapatkan momen ini. Namun 3 detik kemudian, kawanan lumba-lumba itu hilang.

    Dari ratusan perahu yang melaju, kami salah satu penumpang yang beruntung bisa bertemu lumba-lumba. Tak patah arang, perahu-perahu lain pun masih mencoba menuju titik lain.

    Namun setelah 10 menit, tak jua ada penampakan kawanan lumba-lumba tersebut. Lalu kami memutuskan untuk kembali ke pantai.

    Berapa biaya Dolphin tour di Lovina Beach Club?

    Traveler yang ingin merasakan sensasi yang sama, hanya perlu membayar Rp 125.000 nett/pax, untuk dewasa dan minimal 10 pax ( untuk 1 kapal). Bagi yang membawa anak-anak 1-2 tahun gratis.

    Selain melihat lumba-lumba, di sini juga ada aktivitas seru lainnya seperti snorkeling, jet ski, shark boat hingga frenzy boat dan memancing.

    Untuk pemesanan traveler bisa melakukan secara online. Untuk kemudahan, disarankan traveler untuk menginap juga di hotel terdekat karena kapal berangkat pagi hari.

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Namanya Karang Hantu, tapi Penampakannya Malah Mirip Sungai Amazon



    Ciamis

    Nama obyek wisata di Ciamis ini Karang Hantu, tapi penampakannya tak seseram namanya. Justru pemandangan di sini malah mirip sungai Amazon.

    Setelah Bendungan Leuwikeris diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Kabupaten Ciamis kini memiliki destinasi wisata baru. Pesona keindahan bendungan Leuwikeris itu bisa dilihat dari obyek wisata Karang Hantu, Ciamis.

    Genangan Bendungan Leuwikeris itu meliuk-liuk bak Sungai Amazon yang diapit dengan pepohonan hijau. Destinasi ini pun cocok untuk healing hingga kemping anak-anak muda.


    Lokasi Karang Hantu

    Obyek Wisata Karang Hantu berada di Lingkungan Sinar Mawar, Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis. Lokasinya memang cukup tersembunyi, namun cukup dekat dari pusat perkotaan Ciamis.

    Untuk menuju lokasi, dari perkotaan Ciamis ambil jalur menuju Kelurahan Cigembor. Setelah di simpang Jalan Sinar Cigembor, masuk dan ikuti jalan tersebut hingga melihat petunjuk arah yang telah dipasang oleh warga.

    Sayangnya, untuk menuju lokasi hanya bisa diakses menggunakan sepeda motor. Sedangkan yang menggunakan mobil harus berjalan kaki beberapa ratus meter untuk sampai di lokasi obyek wisata Karang Hantu.

    Pihak Kelurahan Cigembor pun rencananya akan mengajukan pembangunan jalan beton untuk menuju akses obyek wisata Karang Hantu di tahun 2025 mendatang. Mengingat saat ini akses jalan ke lokasi tersebut masih tanah.

    “Rencana akan diajukan untuk pembangunan jalan beton di tahun 2025. Warga juga sudah membentuk pokdarwis,” ujar Nandro, Lurah Cigembor.

    Destinasi Ini Mulai Ditata Warga

    10 Hari setelah penggenangan bendungan Leuwikeris dilakukan, destinasi ini langsung ditata oleh warga setempat. Masyarakat sekitar pun nampak antusias menata area wisata hingga memperbaiki akses jalan menuju lokasi secara gotong royong.

    Bahkan warga juga kini telah membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Sedikit demi sedikit sarana prasarana di obyek wisata tersebut mulai dibangun.

    Mulai dari spot selfie, menara Selfie yang terbuat dari bambu dengan latarbelakang waduk Leuwikeris. Ada juga sarana lainnya seperti toilet, tempat duduk di sejumlah titik hingga warung-warung dan area parkir. Namun bangunan tersebut dibangun secara semi permanen.

    Warung-warung di obyek wisata tersebut juga menyediakan paket nasi liwet dengan harga mulai dari Rp 100 ribu tergantung pesanan. Ada juga jajanan makanan ringan dan aneka minuman.

    Tidak ada tarif tiket untuk masuk ke area wisata tersebut. Pengunjung cukup mengeluarkan uang parkir sebesar Rp 2 ribu atau memberikan sumbangan di kotak sumbangan yang tersedia di lokasi.

    Nampak puluhan pengunjung sudah berada di lokasi tersebut untuk menikmati keindahan genangan dari bendungan terbesar di Ciamis itu.

    Meski proses penggenangan baru berjalan setengahnya, keberadaan Bendungan Leuwikeris sudah menunjukan manfaatnya bagi masyarakat.

    “Tau ada tempat wisata ini dari medsos. Tempatnya enak, adem banyak pohon-pohon. Pemandangan waduknya bagus seperti Sungai Amazon,” ujar Desi, warga Handapherang yang berkunjung bersama keluarganya.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jarak Aman saat Berkendara di Jalan Raya, Pengemudi Wajib Tahu!


    Jakarta

    Jarak aman saat berkendara adalah rentang jarak yang harus diperhatikan antara kendaraan satu dengan kendaraan lain. Jarak antara kendaraan merupakan ruang yang tersedia antara kendaraan satu dengan kendaraan lain.

    Jarak aman akan memberikan waktu untuk menghadapi situasi tak terduga, seperti perubahan arah kendaraan di depan kita ataupun rem mendadak. Berapa jarak aman saat berkendara?

    Jarak Aman saat Berkendara

    Jarak aman merupakan jarak yang diambil untuk antisipasi kendaraan lain. Sementara, jarak minimal adalah jarak terdekat di masing-masing kendaraan.


    Dikutip dari buku Budaya Berkendara di Jalan Raya karya Joko Subroto berikut adalah jarak minimal dan jarak aman berkendara berdasarkan kecepatan:

    • Kecepatan 30 km/jam: Jarak aman 30 meter dengan jarak minimal 15 meter.
    • Kecepatan 40 km/jam: Jarak aman 40 meter dengan jarak minimal 20 meter.
    • Kecepatan 50 km/jam Jarak aman 50 meter dengan jarak minimal 25 meter.
    • Kecepatan 60 km/jam: Jarak aman 60 meter dengan jarak minimal 40 meter.
    • Kecepatan 70 km/jam: Jarak aman 70 meter dengan jarak minimal 50 meter.
    • Kecepatan 80 km/jam: Jarak aman 80 meter dengan jarak minimal 60 meter.
    • Kecepatan 90 km/jam: Jarak aman 90 meter dengan jarak minimal 70 meter.
    • Kecepatan 100 km/jam: Jarak aman 100 meter dengan jarak minimal 80 meter.

    Jarak aman terdiri dari 3 unsur, yakni aman dengan kendaraan di depan, samping, dan di belakang.

    1. Jarak aman dengan kendaraan di depan bertujuan untuk memberi waktu yang cukup agar kita bisa mengurangi kecepatan, serta mendapat ruang cukup dalam mengerem dengan aman.
    2. Jarak aman dengan kendaraan di samping, bermanfaat untuk mengantisipasi kemungkinan kendaraan berubah jalur. Contohnya, saat keluar dari persimpangan atau mobil keluar dari parkir.
    3. Jarak aman dengan motor atau kendaraan di belakang berguna untuk menghindar dari tabrakan dari belakang.

    Cara Menjaga Jarak aman Berkendara

    Dikutip dari Astra Daihatsu, berikut adalah langkah-langkah untuk menjaga jarak aman berkendara:

    1. Gunakan Aturan 3 Detik (3-Second Rule)

    Aturan 3 detik berguna untuk mengukur jarak aman kendaraan. Pertama, ilih suatu objek yang dilewati kendaraan di depan, kemudian hitung waktu yang dibutuhkan kendaraan kamu untuk mencapai objek itu (setelah kendaraan di depannya melewati objek).

    Idealnya, kita perlu punya 3 detik waktu reaksi. Hal itu akan memberikan cukup ruang bagi kita dalam merespon kendaraan. Terutama kalau kendaraan di depan tiba-tiba berhenti.

    2. Nyalakan Klakson atau Lampu

    Kalau sekiranya kendaraan di belakang kamu terlalu dekat, kamu bisa memberikan tanda dengan menggunakan lampu rem atau klakson. Hal ini bertujuan untuk memberi tahu kendaraan yang di belakang agar menjaga jarak.

    3. Jaga Jarak di Kondisi Khusus

    Pastikan untuk meningkatkan jarak aman ketika cuaca buruk atau jalan yang licin. Pasalnya, rem akan lebih sulit merespons di permukaan yang licin.

    4. Kurangi Kecepatan di Kepadatan Lalu Lintas

    Cara ini bertujuan agar kita bisa punya waktu dan ruang yang cukup untuk merespons perubahan dalam alur lalu lintas.

    Kondisi untuk Meningkatkan Jarak Aman Berkendara

    Sejatinya menjaga jarak aman harus selalu dilakukan dalam kondisi apa pun. Berdasarkan Buku Petunjuk tata cara Berlalu Lintas (Highway Code) Kemenhub, penting bagi pengemudi untuk menjaga jarak aman antara kendaraan dengan kendaraan di depan, terutama pada saat:

    • Saat waktu hujan
    • Permukaan jalan licin
    • Pendakian yang aman
    • Mengemudikan kendaraan berat atau sedang menarik gandengan atau tempelan.

    Jangan lupa pastikan detikers selalu mengecek kecepatan kendaraan, untuk tahu jarak minimal dan mengukur jarak aman berkendara dengan kendaraan lainnya di jalan raya.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Sensasi Tanjakan Langit di Lembang yang Tak Lagi Sama



    Bandung Barat

    Beberapa waktu lalu, viral ‘Tanjakan Langit’ di Lembang yang bikin pesepeda ‘angkat tangan’. Tapi sayang, sekarang tanjakan itu sudah kehilangan sensasinya.

    ‘Tanjakan Langit’ di daerah Cijengkol, Desa Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sempat jadi primadona para penghobi sepeda di Bandung Raya.

    Tanjakan tersebut bisa dibilang istimewa karena konturnya yang menanjak curam dari sisi bawah. Sementara dari sisi atasnya juga menurun sangat curam.


    Namun tak diketahui berapa kemiringan sudut tanjakan tersebut, sebab tak pernah ada yang mengukur dengan metodologi ilmiah.

    Tanjakan yang menyambungkan Kampung Teropong Bintang, Desa Gudang Kahuripan, dengan Kampung Areng, Desa Lembang, itu punya ceruk yang adak dalam di bagian tengah. Bahkan untuk sekadar jalan kaki, pasti membuat ngos-ngosan.

    Sejak beberapa tahun belakangan, tanjakan yang juga dikenal dengan nama Tanjakan Cijengkol itu dikerubuti oleh pesepeda dari berbagai daerah. Mereka sengaja datang demi menjajal tanjakan tersebut.

    Bentuk Tanjakan Langit Sekarang Sudah Berubah

    Namun kini ada yang berbeda dengan bentuk tanjakan tersebut. Jalan di bagian puncaknya, terutama sebelah kiri dari arah bawah yang terkenal sangat mendongak, sudah dibangun fondasi beton.

    Tapi di bagian atas, di tembok sebuah bangunan berwarna biru masih terlihat jejak ketenaran tanjakan langit itu, dengan tulisan ‘Bintang Uphill Road, Taklukkan Tanjakannya Ceritain Rasanya’.

    “Iya sekarang jalannya sudah dibangun, belum tahu buat apa nantinya. Cuma memang jadi lebih sempit,” kata Yana, warga setempat, Minggu (29/9/2023).

    Warga Beraktivitas di Tanjakan Langit Lembang yang bentuknya sudah berubahBentuk Tanjakan Langit Lembang sekarang sudah berubah Foto: Whisnu Pradana

    Hal itu berimbas pada menurunnya kunjungan pesepeda ke wilayah tersebut. Sebab daerah Cijengkol mendadak ramai disatroni lantaran pesepeda penasaran menjajal tanjakan tersebut.

    “Ya sekarang mah enggak terlalu ramai, cuma ada beberapa yang masih datang. Kagetnya pas datang karena sekarang jadi sempit tanjakannya,” kata Yana yang sudah tinggal puluhan tahun di tempat tersebut.

    Menurut Yana, tak ada larangan pesepeda datang ke tempat tersebut. Namun terkadang, mereka justru membahayakan. Contohnya, menyimpan sepeda sembarangan saat sedang beristirahat.

    “Ya kalau buat warga, mau datang terus sepedahan ke sini silakan. Cuma jangan membahayakan, jadi parkir sepeda terus istirahat itu di pinggir. Kalau diam di tanjakan seperti dulu, kan bahaya. Kasihan mobil atau motor yang bawa barang dari bawah, kesulitan,” kata Yana.

    Tanjakan Langit Cijengkol di LembangBentuk Tanjakan Langit Cijengkol di Lembang dulu Foto: ( Whisnu Pradana/detikcom)

    Kini tanjakan itu kembali seperti dulu. Hanya rutin dilintasi kendaraan warga yang beraktivitas. Seperti Yana, yang biasanya membawa kayu bakar dan hasil tani menuju pasar maupun ke rumahnya.

    “Ya ini akses utama buat warga, meskipun curam. Kalau enggak lewat ini, ada jalan lain cuma mutar. Harus hati-hati kalau lewat sini. Tapi kalau warga kan sudah terbiasa, apalagi sekarang jalannya sudah mulus, diaspal swadaya warga,” ujar Yana.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Taman Wisata Alam Gunung Pancar, Akses Sempit dengan Beragam Destinasi



    Sentul

    Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar, Sentul, Bogor jadi sasaran wisatawan yang ingin healing dari hiruk-pikuk Jakarta. Sayang, jalanan menuju Gunung Pancar sempit.

    Dengan banyaknya destinasi di kawasan tersebut memudahkan pengunjung untuk memilih destinasi mana yang akan mereka pilih. Destinasi di wilayah Sentul itu memang jadi pilihan alternatif masyarakat di wilayah sekitar untuk berlibur dengan waktu terbatas.

    detikTravel berkunjung ke TWA Gunung Pancar pada Sabtu (5/10/202) pagi. Saat itu, jalan tol Jakarta – Bogor lancar sehingga hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan.


    Sesampainya di gerbang masuk TWA Gunung Pancar banyak pengunjung yang melakukan trekking. TWA Gunung Pancar memang banyak diminati pengunjung sebagai destinasi untuk trekking santai.

    Untuk traveller yang ingin berkunjung ke kawasan itu dan mencoba beberapa destinasi di sana perlu berhati-hati saat dalam perjalanannya, terlebih menggunakan kendaraan roda empat. Karena, jalanan yang kecil serta kontur jalanan yang berkelok-kelok, juga naik-turun diperlukan ekstra konsentrasi.

    Saat detikTravel berada di kawasan itu pun beberapa kali harus menepikan kendaraan sejenak untuk memberikan jalan pada kendaraan dari arah berlawanan. Di sepanjang jalan di TWA Gunung Pancar itu juga terdapat beberapa destinasi seperti pemandian air panas hingga area hutan pinus.

    Di sana juga terdapat deretan warung-warung yang bisa didatangi pengunjung untuk menikmati alam Gunung Pancar. Selain pemandian air panas serta hutan pinus, di kawasan juga terdapat gua yang biasa jadi tujuan trekking oleh pengunjung atau ke Bukit Paniisan.

    “Kalau Gunung Pancar tahu, tapi kalau daerah ini baru pertama ke sini. Lihat dari sosial media juga bagus tempatnya buat foto,” kata Ara, salah satu pengunjung, kepada detikTravel di area Gua Agung Garunggang.

    Bagi pengunjung yang ingin bermain air juga di kawasan ini pengunjung bisa menikmatinya semisal di area Curug Leuwi Asih. Atau bisa sekadar bermain air di aliran Sungai Ciherang.

    Selama perjalanan pemandangan alam di kawasan tersebut cukup hijau, banyak pepohonan serta kebun-kebun milik warga. Udara sejuk juga menjadi kenikmatan tersendiri bagi pengunjung yang datang ke kawasan ini.

    Untuk bisa masuk ke kawasan Taman Wisata Alam Gunung Pancar ini pengujung akan dikenakan biaya Rp 5.000 per orang di hari kerja dan Rp 7.500 di akhir pekan serta hari libur. Kemudian untuk bisa menikmati destinasi lainnya pengunjung akan dikenakan biaya yang berbeda.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daya Tarik, HTM, dan Jam Buka


    Jakarta

    Kebun Teh Kaligua adalah destinasi agrowisata yang berada di Brebes, Jawa Tengah. Kebun Teh Kaligua termasuk perkebunan peninggalan kolonial Belandha lho.

    Agrowisata ini menawarkan udara segar dan pemandangan memukau hamparan teh hijau yang memanjakan mata. Selain menikmati kebun teh, berbagai aktivitas menarik juga bisa pengunjung lakukan.

    Kebun Teh Kaligua beralamat di di Desa Pandansari, tepatnya di Jl. Kaligua No. 6, Sawah, Ladang, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.


    Letaknya berada pada 20 km sebelah timur kota Kecamatan Bumiayu, atau 15 km dari pertigaan Kaligua (dekat Flyover Kretek). Setelah sampai di Bumiayu, traveler bisa menuju lokasi Kaligua lewat panduan Google Maps.

    Dari catatan perjalanan detikTravel, jika traveler dari arah utara (Tegal), maka bisa memilih jalur Tegal – Purwokerto. Sesampai pertigaan Kaligua, belok ke kanan dengan menempuh jarak sekitar 15 km.

    Untuk rute ke sini, traveler juga bisa memakai panduan dari Google Maps. Jika dari Jakarta Pusat, traveler bisa berkendara melalui tol Jakarta – Cikampek, lanjut tol Cikopo – Palimanan, lalu ke Jl. Tol Palimanan – Kanci, terus lanjut ke Jalan Tol Trans Jawa, ambil jalan keluar menuju Pajegan. Kemudian, traveler ambil Jl. Pejagan – Bumiayu ke Jl. Pandansari di Sawah, Gunung, Ladang dan ikuti rute hingga sampai titik lokasinya.

    Daya Tarik Wisata Kebun Teh Kaligua

    1. Menikmati Pemandangan dan Menjelajah Kebun Teh

    Agrowisata Kebun Teh KaliguaAgrowisata Kebun Teh Kaligua. (Imam Suripto/detikcom)

    Kebun Teh Kaligua terletak di lereng Gunung Slamet, oleh karena itu pengunjung yang datang akan dimanjakan dengan latar Gunung Slamet dan panorama alam di sekitarnya.

    2. Melihat Produksi Teh

    Traveler juga berkesempatan melihat proses pembuatan teh khas Kaligua. Mulai dari proses pelayuan daun, penggilingan, hingga proses akhir. Jangan lupa untuk mencoba menikmati kesegaran teh hitam khas Kaligua langsung di tempatnya.

    3. Melihat Sunrise

    Kawasan Kebun Teh Kaligua Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah, memiliki spot yang indah untuk berswafoto. Tempat itu adalah puncak Sakub yang memiliki ketinggian 2050 mdpl dan berhawa dingin.Kawasan Kebun Teh Kaligua Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah, memiliki spot yang indah untuk berswafoto. Tempat itu adalah puncak Sakub yang memiliki ketinggian 2050 mdpl dan berhawa dingin. (Imam Suripto/detikcom)

    Wisata Kaligua berada di ketinggian antara 1.500 – 2.050 mdpl, dengan suhu udara berkisar antara 4-20 derajat celcius. Di kawasan ini traveler bisa berburu sunrise di pagi hari dari puncak sakub di ketinggian 2.050 mdpl (titik tertinggi di kawasan kebun teh Kaligua).

    Dari catatan detikTravel, traveler yang akan menuju puncak Sakub, disarankan berangkat dari vila sekitar pukul 04.30. Supaya setiba di lokasi bisa menikmati sunrise di ufuk timur.

    Perjalanan dari tempat penginapan (vila) di sana, menempuh waktu sekitar 55 menit. Selama menempuh perjalanan, traveler bisa menikmati pemandangan indah hamparan kebun teh dan segarnya udara alam pegunungan.

    4. Spot Foto

    Kebun teh di BrebesSalah satu spot foto di Kebun Teh Kaligua, Brebes. (Imam Suripto/detikcom)

    Aktivitas menarik yang bisa dilakukan di sini yaitu hunting foto. Kamu bisa sepuasnya mengabadikan momen di sini, karena setiap sudut di kebun teh akan menawarkan pemandangan yang Instagramable.

    5. Camping

    Di sana juga tersedia area berkemah. Dengan begitu, traveler bisa ajak keluarga atau kerabat berpiknik dan berkemah di sana.

    Harga Tiket Masuk Kebun Teh Kaligua 2024

    Dari Informasi yang disampaikan akun Instagram @wisataagrokaligua, harga tiket masuk kawasan Kebun Teh Kaligua adalah Rp 20.000 per orang. Tarif ini berlaku di weekday dan weekend.

    Jam Operasional Kebun Teh Kaligua

    Agrowisata Kebuh Teh Kaligua buka setiap hari mulai dari jam 08.00 – 16.30 WIB.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cara ke Mall Alam Sutera dengan Transportasi Umum dari Jabodetabek


    Jakarta

    Mall Alam Sutera bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu di akhir pekan. Terutama bagi detikers yang tinggal di Kota Tangerang atau Tangerang Selatan, mal ini mudah dijangkau, yakni di Jalan Jalur Sutera Barat, Kecamatan Pinang, Tangerang, Banten..

    Bagi detikers yang tinggal di kawasan Jabodetabek, tidak usah bingung. Kalian bisa hangout ke Mall Alam Sutera naik transportasi umum. Cara ke Mall Alam Sutera dengan transportasi umum yang paling mudah adalah menggunakan kereta rel listrik (KRL).

    Dalam artikel ini akan kita ulas cara ke Mall Alam Sutera dengan transportasi umum KRL dari Jakarta, Bogor/Depok, dan Cikarang/Bekasi.


    Rute ke Mall Alam Sutera Naik KRL

    Jika naik KRL, detikers nantinya harus turun di Stasiun Tanah Tinggi atau Stasiun Rawa Buntu. Setelah itu dapat melanjutkan perjalanan naik angkutan umum lainnya.

    Ada beberapa opsi menuju ke sana, tergantung daerah asalmu. Berikut rute ke Mall Alam Sutera naik KRL dari berbagai daerah:

    1. Dari Jakarta Pusat (Tanah Abang)

    • Dari Jakarta Pusat, detikers bisa naik KRL dari Stasiun Tanah Abang jurusan Tanah Abang-Rangkasbitung.
    • Turun di Stasiun Rawa Buntu, yakni stasiun keenam setelah Stasiun Tanah Abang.
    • Dari Stasiun Rawa Buntu, detikers keluar menuju halte Rawa Buntu untuk naik angkot B04 dan turun di Warung Mangga 1, kemudian naiklah ojek dengan jarak sekitar 2 km.
    • Jika tak ingin naik angkot, detikers bisa langsung naik ojek dari Stasiun Rawa Buntu dengan jarak sekitar 13 km.

    2. Dari Jakarta Barat (Duri)

    • Dari Jakarta Barat, detikers bisa naik KRL dari Stasiun Duri dengan jurusan Duri-Tangerang.
    • Turun di Stasiun Tanah Tinggi, yakni stasiun kesembilan setelah Stasiun Duri.
    • Dari Stasiun Tanah Tinggi, detikers bisa jalan kaki 450 meter ke Pasar Induk Tanah Tinggi, kemudian naik angkot B07 dan turun di Warung Mangga 2, kemudian naiklah ojek dengan jarak sekitar 2 km.
    • Jika tak ingin naik angkot, detikers bisa langsung naik ojek dari Stasiun Tanah Tinggi dengan jarak sekitar 10 km.

    3. Dari Jakarta Selatan/Timur (Jatinegara/Manggarai)

    • Dari Jakarta Timur, detikers bisa naik KRL dari Stasiun Jatinegara yang mengarah ke Stasiun Manggarai.
    • Jika kalian dari Jakarta Selatan, bisa langsung naik KRL dari Stasiun Manggarai.
    • Selanjutnya kalian bisa transit di Stasiun Tanah Abang naik KRL jurusan Tanah Abang-Rangkasbitung.
    • Turun di Stasiun Rawa Buntu.
    • Dari Stasiun Rawa Buntu, detikers keluar menuju halte Rawa Buntu untuk naik angkot B04 dan turun di Warung Mangga 1, kemudian naiklah ojek dengan jarak sekitar 2 km.
    • Jika tak ingin naik angkot, detikers bisa langsung naik ojek dari Stasiun Rawa Buntu dengan jarak sekitar 13 km.

    4. Dari Jakarta Utara

    • Dari Jakarta Utara, detikers bisa naik KRL dari Stasiun Tanjung Priok atau Ancol.
    • Turun di Stasiun Kampung Bandan, pindah ke KRL arah Manggarai.
    • Turun di Stasiun Duri, pindah ke KRL jurusan Duri-Tangerang.
    • Turun di Stasiun Tanah Tinggi.
    • Dari Stasiun Tanah Tinggi, detikers bisa jalan kaki 450 meter ke Pasar Induk Tanah Tinggi, kemudian naik angkot B07 dan turun di Warung Mangga 2, kemudian naiklah ojek dengan jarak sekitar 2 km.
    • Jika tak ingin naik angkot, detikers bisa langsung naik ojek dari Stasiun Tanah Tinggi dengan jarak sekitar 10 km.

    5. Dari Bogor/Depok

    • Jika berangkat dari arah Bogor/Depok, detikers bisa naik KRL Lintas Bogor jurusan Bogor-Jakarta Kota.
    • Turun di Stasiun Manggarai, pindah ke KRL arah Tanah Abang. Turun di Stasiun Tanah Abang.
    • Selanjutnya kalian bisa naik KRL jurusan Tanah Abang-Rangkasbitung.
    • Turun di Stasiun Rawa Buntu.
    • Dari Stasiun Rawa Buntu, detikers keluar menuju halte Rawa Buntu untuk naik angkot B04 dan turun di Warung Mangga 1, kemudian naiklah ojek dengan jarak sekitar 2 km.
    • Jika tak ingin naik angkot, detikers bisa langsung naik ojek dari Stasiun Rawa Buntu dengan jarak sekitar 13 km.

    6. Dari Cikarang/Bekasi

    • Jika detikers berangkat dari arah Cikarang/Bekasi, maka naiklah KRL Lintas Cikarang jurusan Jatinegara-Manggarai, lanjutkan hingga Tanah Abang.
      Turu
    • n di Stasiun Tanah Abang, lanjutkan dengan naik KRL jurusan Tanah Abang-Rangkasbitung.
    • Turun di Stasiun Rawa Buntu.
    • Dari Stasiun Rawa Buntu, detikers keluar menuju halte Rawa Buntu untuk naik angkot B04 dan turun di Warung Mangga 1, kemudian naiklah ojek dengan jarak sekitar 2 km.
    • Jika tak ingin naik angkot, detikers bisa langsung naik ojek dari Stasiun Rawa Buntu dengan jarak sekitar 13 km.

    Nah, itulah tadi cara ke Mall Alam Sutera dengan transportasi umum KRL. Jangan segan bertanya kepada petugas KRL mengenai rute kalian untuk memastikan kalian tidak salah jalan.

    (bai/row)



    Sumber : travel.detik.com