Tag: asam lambung

  • 5 Tips Minum Kopi Nyaman Tanpa Gangguan Asam Lambung


    Jakarta

    Permasalahan bagi penikmat kopi adalah meningkatnya asam lambung bagi mereka yang sensitif. Ternyata ada tips dan cara alternatif agar kopi tak memicu asam lambung.

    Kopi mengandung kafein yang dampaknya cukup kuat terhadap lambung penikmatnya. Salah satu kondisi yang membuat penikmat kopi tak merasa nyaman ada pada peningkatan asam lambung tepat setelah minum kopi.

    Apalagi bagi penderita maag dan perut yang sensitif gejala tak nyaman akan datang lebih parah usai minum kopi. Tetapi tak perlu khawatir. Ada beberapa tips untuk minum kopi tetap nyaman.


    Ahli gizi bernama Andrea Dunn membeberkan beberapa tips dan cara alternatif untuk konsumsi kopi dengan nyaman. “Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir asam yang masuk dan memicu ketidaknyamanan di perut,” ujar Dunn.

    Baca juga: 5 Kejadian Influencer Minta Makan Gratis di Restoran, Bikin Geram!

    Berikut ini 5 tips minum kopi dengan nyaman melansir Cleveland Clinic:

    5 Tips Minum Kopi Nyaman Tanpa Gangguan Asam LambungKopi dengan tingkat kematangan dark roast memiliki kadar kafein dan asam yang lebih rendah. Foto: Getty Images/Yopin Mekkawan

    1. Pilih dark roast

    Sebelum biji kopi diseduh akan melewati beberapa proses pengolahan. Mulai dari fermentasi, pembersihan, hingga pemanggangan yang membuat warnanya tampak cokelat hingga kehitaman.

    Ada beberapa tingkatan dalam memanggang kopi yaitu light roast, medium roast, dark roast, hingga extra dark roast. Proses pemanggangan dan tingkat kematangannya mempengaruhi kandungan kafein di dalam kopinya.

    Pada level dark roast, kandungan kafein sudah berkurang banyak dari kondisinya saat mentah. Selain itu tingkat kematangan ini juga yang paling cocok untuk tetap mendapatkan rasa kopi yang kuat ketika diseduh.

    2. Jenis espresso

    Setelah melalui proses penggilingan, kopi akan masuk dalam tahap penyeduhan. Cara menyeduh kopi juga banyak macamnya, mulai dari kopi yang disaring hingga kopi dengan bahan dasar espresso.

    Bagi penikmat kopi dengan perut yang lebih sensitif disarankan untuk mengonsumsi kopi espresso. Alasannya pada teknik penyeduhan espresso kopi melalui proses yang lebih cepat.

    Sehingga tidak terlalu banyak kafein yang terekstraksi dan masuk ke dalam gelas. Sementara pada kopi saring atau kopi filter membutuhkan waktu yang panjang dan ekstraksi kafein yang lebih maksimal.

    Tips minum kopi lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Pilih cold brew

    Bagi penggemar es kopi yang sensitif tampaknya punya lebih banyak pilihan teknik penyeduhan. Selain disarankan menggunakan espresso, cold brew juga layak dicoba.

    Cold brew merupakan teknik menyeduh kopi dengan air dingin dan durasi yang lebih lama untuk mengekstraksi biji kopi. Pada penyeduhan yang satu ini kopi tidak akan menyentuh suhu yang panas sama sekali.

    Hasilnya kafein pada kopi tidak akan keluar dengan banyak. Rasa kuatnya tetap ada begitu pula rasa alami pada kopi yang biasanya diperkaya dengan rasa buah dan rempah-rempah.

    4. Alternatif kopi rendah asam

    5 Tips Minum Kopi Nyaman Tanpa Gangguan Asam LambungBahkan ad aproduk kopi khusus dengan kadar asam yang lebih rendah sehingga aman di lambung. Foto: Getty Images/Yopin Mekkawan

    Seiring berkembangnya teknologi banyak produk kopi yang dipasarkan. Mulai dari kopi normal hingga kopi decaf yang konon lebih rendah kadar kafeinnya.

    Tetapi tak banyak yang menyadari juga bahwa ada salah satu jenis kopi yang tak kalah aman untuk penderita lambung yang sensitif. Kopi dengan kadar asam yang lebih rendah cocok untuk dikonsumsi tanpa memicu produksi asam lambung dengan cepat.

    “Akhir-akhir ini kamu bisa menemukan banyak merek dan banyak produk kopi yang menawarkan kadar asam paling rendah,” papar Dunn.

    5. Kopi jamur dapat jadi solusi

    Tidak hanya berasal dari buah kopi tetapi inovasi para petani dan peneliti juga menghasilkan kopi jamur. Kopi jamur kini tengah populer sebagai kopi yang lebih sehat daripada kopi biasanya.

    Salah satu manfaat kopi jamur adalah dapat meredakan inflamasi yang terjadi di dalam tubuh. Karena tidak berasal dari tanaman kopi sehingga kadar kafein dan asamnya jauh lebih rendah.

    Selain itu ada juga kopi chicory yang ternyata sudah populer sebagai minuman sehat sejak 1800an. Para nenek moyang percaya seduhan dari tanaman chicory ini memiliki efek yang sama kuat dengan kopi tetapi dengan kadar kafein dan asam yang sangat rendah.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Tips Aman Minum Kopi Untuk Penderita Lambung Sensitif


    Jakarta

    Kandungan asam pada kopi seringkali dikeluhkan menyebabkan gangguan pada lambung. Ternyata begini tipsnya agar minum kopi tetap nyaman bagi lambung.

    Selain kandungan kafein, secara alami kopi memiliki kadar asam yang terbentuk ketika menjadi buah. Bagi sebagian orang dengan perut yang sensitif biasanya akan mengalami beberapa gejala yang tak nyaman setelah minum kopi.

    Keluhan seperti mulas hingga asam lambung yang dirasa naik menimbulkan efek yang mengganggu. Ternyata efek ini tidak ditimbulkan oleh kadar asamnya, melainkan disebabkan oleh kafein di dalam kopi.


    Kandungan kafein tersebut yang kemudian akan memicu produksi asam lambung di dalam perut dan menimbulkan berbagai keluhan seperti yang disebutkan. Tetapi para ahli memiliki tips untuk meracik kopi agar lebih aman untuk lambung.

    Baca juga: 5 Makanan Olahan yang Direkomendasikan Ahli Gizi untuk Dikonsumsi

    Berikut ini 5 tips aman minum kopi untuk lambung menurut Full Coffee Roast:

    5 Tips Aman Minum Kopi Untuk Penderita Lambung SensitifMemilih kopi decaf dapat menjadi soslusi untuk mendapat kopi yang lembut untuk lambung. Foto: Getty Images/photo_Pawel

    1. Ganti ke kopi decaf

    Bagi penderita perut yang sensitif, konsumsi kopi dengan kadar kafein yang tinggi dapat berisiko. Kini ada pilihan kopi decaf yang kadar kafeinnya jauh lebih rendah dibandingkan kopi pada umumnya.

    Minumnya kadar kafein di dalam kopi dapat meminimalisir efek dada panas seperti terbakar akibat peningkatan asam lambung. Kopi decaf memiliki rasa yang tidak berbeda dengan kopi pada umumnya, hanya saja kadar kafeinnya yang lebih rendah.

    Kadar kafein yang rendah juga bukan berarti decaf boleh dikonsumsi lebih banyak, alasannya karena decaf tetap memiliki kandungan asam di dalamnya. Konsumsi kopi tetap dalam batas aman dan tidak berlebihan menjadi cara terbaik.

    2. Tambahkan susu

    Selain menurunkan kadar kafeinnya, menurunkan tingkat asam pada secangkir kopi juga dapat menjadi solusi untuk menghindari gangguan pada perut. Caranya cukup dengan menambahkan susu sapi ke dalam segelas kopi yang sudah diseduh.

    Susu memang mengandung kadar asam juga di dalamnya, tetapi ada efek istimewa yang diberikan. Menambahkan susu ke dalam segelas kopi dapat meredakan efek yang ditimbulkan dari asam kopi di dalam tubuh.

    Untuk sementara para ahli masih menyetujui bahwa efek ini masih hanya bisa didapatkan oleh susu sapi saja. Mengganti susu pada kopi dengan susu nabati belum terbukti memberikan hasil yang serupa.

    Tips aman minum kopi lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Gunakan biji kopi arabika

    Dibandingkan dengan robusta, biji kopi berjenis arabika memiliki kadar kafein dan tingkat keasaman yang lebih rendah. Kafein pada robusta mencapai 2,15% dari berat total sementara arabika hanya 1,77%.

    Bagi penikmat kopi, banyak yang juga memilih arabika karena rasanya disebut lebih manis dan lembut. Jika memilih untuk mengonsumsi arabika, penikmatnya juga dapat mengeksplorasi lebih banyak rasa alami yang ada di dalamnya.

    Dibandingkan robusta, biji kopi arabika juga terbilang lebih mahal berdasarkan harga jualnya di pasaran. Tetapi banyak juga kualitas arabika yang lebih baik untuk ditemukan.

    4. Pilih cold brew

    5 Tips Aman Minum Kopi Untuk Penderita Lambung SensitifDibandingkan penyduhan dengan air panas, cold brew menghasilkan lebih sedikit asam pada kopi. Foto: Getty Images/photo_Pawel

    Kamu penggemar es kopi? Jika rutin minum es kopi dan sering mengalami gangguan pada bagian perut, sepertinya sudah saatnya untuk mencoba racikan cold brew.

    Cold brew merupakan metode ekstraksi kopi menggunakan air dingin dan dilakukan secara perlahan dalam durasi waktu yang lama. Penelitian menunjukkan data bahwa penyeduhan kopi dengan air panas cenderung kan mengeluarkan kadar asam dari biji kopi itu sendiri, sementara tidak dengan penyeduhan dingin.

    Kadar asam yang keluar dari penyeduhan kopi dengan air panas itulah yang kemudian memicu berbagai gangguan pada perut. Cold brew yang dingin juga tidak kalah enak dan menyegarkan untuk diseruput, lho!

    5. Pilih biji kopi dark roast

    Dalam prose pemanggangannya, biji kopi memiliki empat tingkatan. Light roast, medium roast, dark roast, hingga extra dark roast.

    Keempat tingkatan tersebut dibedakan berdasarkan durasi pemanggangan dan tingginya suhu yang digunakan. Hasilnya juga akan terasa pada warna, aroma, dan tingkat keasaman biji kopi setelah dipanggang.

    Biji kopi yang dipanggang hingga level dark roast justru memiliki kadar asam yang lebih rendah. Hal ini lantaran biji kopi telah benar-benar matang sehingga kadar asam dan rasanya akan berbeda dengan biji kopi light roast.

    Baca juga: Nekat Pesan Burger T-Rex, Pria Ini Kaget Lihat Porsinya

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Rebusan Herbal untuk Asam Lambung, Bantu Ringankan Gejalanya


    Jakarta

    Asam lambung adalah kondisi ketika naiknya kadar asam lambung ke kerongkongan. Saat ini terjadi bisa menyebabkan gejala yang tidak nyaman, seperti dada yang terasa terbakar serta mulut yang asam.

    Jika kondisi asam lambung menjadi lebih parah dan terjadi terus-menerus dapat mengarah ke kondisi penyakit refluks gastroesofagus atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

    GERD biasanya dapat diobati dengan obat-obatan medis yang dibeli di apotek. Seperti yang mengandung antasida, penghambat pompa proton, prostaglandin, atau sukralfat.


    Namun, ada pengobatan alami yang dapat mengurangi terjadinya asam lambung dan meringankan gejala yang ditimbulkan sebagaimana dilansir situs Medical New Today. Salah satunya dengan memanfaatkan rebusan herbal.

    Lantas, apa saja bahan herbal yang bisa digunakan sebagai rebusan untuk asam lambung?

    Rebusan untuk Asam Lambung

    Berikut beberapa bahan alami dan herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai rebusan untuk asam lambung:

    1. Jahe

    Penelitian menunjukkan bahwa jahe bisa bantu mengatasi mual, muntah, dan gejala lainnya. Ini lantaran jahe bersifat antiinflamasi alami yang dapat mengurangi pembengkakan, iritasi pada kerongkongan, serta menghambat produksi asam lambung.

    Peneliti menyarankan untuk mengkonsumsi dosis harian jahe sekitar 1.500 miligram. Asupan jahe yang lebih tinggi dapat memiliki efek samping.

    Cara menggunakan jahe sebagai obat asam lambung bisa dengan merebusnya di dalam air atau merendamnya dalam secangkir air panas selama untuk diminum.

    2. Kunyit

    Kunyit mengandung senyawa kurkumin yang memiliki efek antiinflamasi yang tinggi. Dengan mengkonsumsi kunyit disebut bisa mengurangi peradangan pada kerongkongan dan lapisan perut.

    Untuk mengkonsumsinya sebagai obat asam lambung, kunyit dapat direbus dan diminum air rebusannya.

    3. Chamomile

    Menurut sebuah penelitian, chamomile memiliki efek menenangkan dan dapat bantu mengurangi peradangan. Chamomile yang dijadikan secangkir teh bisa meringankan gejala asam lambung atau GERD saat dikonsumsi setelah makan atau sebelum tidur.

    4. Akar Licorice

    Penelitian menyebut bahwa akar licorice mengandung senyawa yang dapat menghambat enzim yang terlibat dalam sekresi asam, yakni enzim H+ / K+ ATPase.

    Selain itu, licorice dapat melindungi kerongkongan dari kerusakan dengan meningkatkan aktivitas lendir. Lendir ini dapat bertindak sebagai penghalang asam di perut dan kerongkongan.

    Dengan begitu, akar licorice bisa dimanfaatkan sebagai rebusan untuk mencegah terjadinya asam lambung.

    5. Madu

    Hasil penelitian menunjukkan madu juga bisa meningkatkan lendir yang menjadi penghalang asam. Tak hanya itu, madu disebut dapat mempercepat penyembuhan pula.

    Madu dapat ditambahkan ke rebusan atau rendaman herbal, sehingga bisa bantu mengobati asam lambung dan kemungkinan rusaknya kerongkongan.

    (fds/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Makanan yang Bagus Dikonsumsi Saat Asam Lambung Naik


    Jakarta

    Penyakit asam lambung banyak diderita orang Indonesia. Saat asam lambung tengah naik, coba redakan dengan konsumsi 10 makanan ini.

    Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung adalah penyakit yang paling dihindari oleh semua orang. Sebab, GERD dapat menimbulkan rasa terbakar di dada hingga nyeri tak tertahankan yang mengganggu aktivitas.

    GERD adalah kondisi yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat produksi asam lambung yang berlebihan. GERD disebabkan oleh melemahnya katup di bagian bawah kerongkongan alias sfingter.


    Ada berbagai cara untuk meredakan gejala GERD, salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan dan minuman tertentu.

    Melansir dari Prevention, asisten profesor kedokteran klinis di Touro College of Osteopathic Medicine di New York, Dr. Niket Sonpal dan ahli nutrisi, Robin Foroutan, ada sejumlah makanan yang bisa meredakan gejala GERD dan mudah ditemukan di dapur.

    Apa saja? Berikut rangkumannya.

    1. Pisang dan apel

    Buah-buahan yang sangat asam, seperti jeruk atau buah beri, sudah dikenal dapat memperparah kondisi asam lambung. Maka dari itu Foroutan menyarankan para penderita GERD untuk mengonsumsi buah-buahan yang lebih lembut, seperti pisang.

    “Makanan yang mudah dicerna tetapi juga tinggi serat adalah kombinasi yang baik untuk mencegah refluks,” kata Foroutan, dikutip Senin (13/11/2023).

    “Buah bagus karena sebagian besar terdiri dari air dan mampu bergerak cepat melewati lambung,” imbuhnya.

    Foroutan dan Sonpal mengatakan bahwa pisang adalah pilihan yang sangat baik karena bersifat menenangkan bagi lambung dan dapat membantu menetralisir asam lambung agar tidak terkumpul di kerongkongan.

    Selain itu, koordinator program bedah metabolik dan bariatrik di Inspira Health, Bradee Rojas, juga merekomendasikan apel untuk meredakan gejala GERD. Menurut Rojas, apel mirip dengan pisang karena rendah asam, tinggi serat, dan banyak kandungan air.

    “Apel mampu bergerak dengan mudah melewati saluran pencernaan. Selain itu, kandungan airnya dapat membantu mengencerkan asam lambung,” jelas Rojas.

    2. Oatmeal

    Ilustrasi OatmealIlustrasi Oatmeal Foto: Getty Images/iStockphoto/gresei

    Di Indonesia, oatmeal terkenal sebagai menu diet. Namun, oatmeal yang kaya serat ternyata sangat ampuh untuk menutup katup di bagian bawah kerongkongan sehingga mencegah naiknya asam lambung.

    “Oatmeal mungkin sangat ampuh karena teksturnya yang kental dapat menutup sfingter esofagus sehingga tidak banyak asam lambung yang “terciprat” ke kerongkongan,” kata Sonpal.

    3. Roti gandum

    Bagi penderita GERD pecinta roti, roti gandum adalah pilihan tepat bagi Anda. Menurut Rojas, roti gandum yang mengandung serat dapat “menyerap” asam lambung dan memberikan rasa lega.

    “Itu sebabnya diet ini juga dikenal sebagai diet BRAT yang sering diresepkan dokter bagi mereka yang baru sembuh dari virus perut atau sejenisnya,” kata Rojas.

    4. Madu

    Di Indonesia, madu cukup digemari karena memiliki rasa manis yang enak. Ternyata, madu juga bisa menjadi makanan yang efektif untuk meredakan gejala GERD karena membantu melapisi tenggorokan.

    “Madu manuka yang dikenal kaya antioksidan dan sifat anti-inflamasi baik untuk meredakan sakit tenggorokan yang dipicu oleh kelebihan asam, terutama jika dicampurkan dengan teh herbal,” ujar Sonpal.

    5. Selada

    Penjelasan soal mencuci selada sebelum dimakanPenjelasan soal mencuci selada sebelum dimakan Foto: Getty Images/iStockphoto

    Selada adalah salah satu jenis sayuran yang paling mudah ditemukan di Indonesia. Bahkan, sayuran ini juga mudah ditemukan di restoran korea dan sering dijadikan pilihan sebagai pendamping makanan utama.

    Menurut Rojas, selada sangat baik dikonsumsi bagi penderita GERD karena mengandung kandungan air yang tinggi sehingga dapat membantu mengencerkan dan menetralkan asam lambung.

    6. Beras merah

    Serupa dengan oatmeal, beras merah juga sering dijadikan pilihan sebagai pengganti nasi putih bagi seseorang yang menjalani diet.

    Selain bisa mengontrol berat badan, ternyata beras merah yang banyak serat juga dapat membantu “menyerap” sebagian asam lambung dan mengurangi refluks. Maka dari itu, Rojas sangat merekomendasikan beras merah bagi penderita GERD.

    7. Jahe

    Di Indonesia, jahe adalah salah satu jenis rempah yang sering diolah sebagai minuman tradisional yang menghangatkan tubuh, seperti wedang, bandrek, bajigur, bir pletok, hingga sekoteng.

    Selain menghangatkan tubuh, jahe ternyata juga dianggap mampu mengurangi gejala naiknya asam lambung.

    “Cobalah untuk membuat teh yang menenangkan dengan menyeduh irisan jahe segar ke dalam air panas atau mengunyah permen jahe tanpa pemanis. Ini mungkin membantu menenangkan perut,” ujar Sonpal.

    8. Alpukat

    alpukatalpukat Foto: Getty Images

    Makanan yang digoreng dan berlemak tinggi sangat sulit dipecah dan dicerna oleh perut. Akibatnya, dua jenis makanan tersebut bisa menjadi pemicu utama GERD.

    “Namun, lemak tak jenuh yang sehat, seperti yang ditemukan pada alpukat bisa membantu mencegah mulas dan menjaga kadar asam tetap sehat,” kata Sonpal.

    9. Melon

    Juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Julie Stefanski, dan Rojas mengatakan bahwa melon dapat “menyegarkan” saluran pencernaan yang meradang sehingga sangat baik dikonsumsi penderita GERD.

    Menurut Stefanski dan Rojas, melon memiliki kandungan air yang tinggi sehingga dapat mengencerkan asam lambung dan membantu pergerakan di sistem pencernaan tanpa menyebabkan iritasi.

    10. Susu rendah lemak

    Serupa dengan yogurt, Rojas mengatakan bahwa susu rendah lemak dapat memberikan lapisan yang menyegarkan pada kerongkongan yang terasa panas akibat asam lambung.

    Selain itu, susu rendah lemak yang bisa menjadi penyangga atau buffer sementara bagi lambung tidak mudah terpengaruh oleh perubahan tingkat keasaman (pH) lingkungannya sehingga tidak memperparah kondisi lambung.

    Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Asam Lambung Naik Tinggi? Redakan dengan 10 Makanan Ini

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Aurel sampai Masuk RS gegara Diet, Aman Nggak Sih Turun 21 Kg dalam 5 Bulan?


    Jakarta

    Artis Aurel Hermansyah mengungkapkan kisah perjuangannya menurunkan berat badan hingga 21 kg hanya dalam waktu 5 bulan. Aurel menceritakan bahwa semua berawal dari komentar-komentar buruk soal bentuk badannya yang ia dapatkan dari netizen.

    Ia menjadi korban perundungan dari netizen karena perubahan bentuk tubuhnya pasca hamil dan melahirkan. Demi mengembalikan bentuk tubuhnya, istri dari Atta Halilintar itu melakukan diet dengan sungguh-sungguh.

    Ia bahkan sempat jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit. Hal tersebut menurutnya terjadi akibat gangguan asam lambung yang dialaminya.


    “Waktu itu sempat turun 18 kilo, tapi karena aku sempat sakit itu aku turun lagi 2 kilo. Jadi totalnya aku turun 21 kilo sih alhamdulillah banget,” kata Aurel saat hadir dalam acara Pagi Pagi Ambyar di TransTV, Jakarta Selatan, dikutip detikcom, Jumat (22/11/2024).

    “Perjuangannya ya sampai masuk rumah sakit, iya memang sempat karena aku ada asam lambung kan. Nah, dokternya waktu itu bilang jangan ngoyo lagi deh sudah cukup,” sambungnya.

    Berkaitan dengan situasi yang dialami oleh Aurel, sebenarnya normal nggak sih berat badan turun hingga 21 kg dalam waktu hanya 5 bulan? Spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK berpendapat idealnya penurunan berat badan yang normal ada di angka 2-4 kg dalam waktu sebulan.

    “Per bulan idealnya turun 2-4 kg. Kalau turun 21 kg selama 5 bulan berarti masih tergolong normal,” kata dr Raissa ketika dihubungi oleh detikcom, Jumat (22/11/2024).

    Meski masih dalam kategori yang normal, penurunan berat badan sebanyak 21 kg dalam waktu 5 bulan tetap tergolong cepat. Oleh karena itu, konsultasi ke dokter gizi tetap perlu dilakukan untuk memeriksa dan memonitor kondisi tubuh selama menjalani program diet.

    Hal ini juga penting untuk mengetahui apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang dapat mengganggu tubuh selama diet dan menjaga proses penurunan berat badan tetap sehat.

    Penurunan berat badan sehat dapat diterapkan dengan jadwal makan yang teratur. dr Raissa menyarankan penerapan gerakan ‘Isi Piringku’ dari Kementerian Kesehatan dengan cara satu piring berisi 1/2 porsi sayur dan buah, 1/4 karbohidrat kompleks, dan 1/4 protein.

    Penting juga untuk menerapkan olahraga secara rutin demi menjaga massa otot, menjaga cairan tubuh, dan istirahat cukup.

    “Defisit kalori sebaiknya dilakukan bertahap ya 500-1.000 kalori per hari. Sebaiknya konsultasi dulu ke dokter gizi,” tandasnya.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Mau Pangkas BB Puluhan Kg? Begini Tips dari Dokter Gizi Biar Nggak Tumbang


    Jakarta

    Aurel Hermansyah menceritakan perjuangan diet yang ia lakukan dalam beberapa bulan terakhir. Aurel berhasil memangkas sebanyak 21 kg dalam waktu hanya 5 bulan saja.

    Aurel mengaku tidak ingin diet dengan metode yang ketat seperti sebelumnya. Suami Atta Halilintar ini menceritakan dirinya sempat masuk rumah sakit ketika menjalani diet.

    Hal tersebut menurutnya juga disebabkan oleh gangguan asam lambung yang dialaminya.


    “Perjuangannya ya sampai masuk rumah sakit, iya memang sempat karena aku ada asam lambung kan. Nah, dokternya waktu itu bilang jangan ngoyo lagi deh sudah cukup,” cerita Aurel di acara Pagi Pagi Ambyar di TransTV, Jakarta Selatan, dikutip detikcom, Jumat (22/11/2024).

    Meskipun menjaga berat badan ideal adalah hal yang baik untuk kesehatan, penurunan berat badan secara drastis juga tidak disarankan. Spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK mengingatkan bahwa penurunan berat badan secara drastis dapat meningkatkan risiko kehilangan massa otot.

    “Risiko jika terlalu cepat (turun berat badannya), bisa kehilangan massa otot, gangguan elektrolit, gangguan pencernaan, dan efek yoyo,” kata dr Raissa ketika dihubungi detikcom, Jumat (22/11/2024).

    Penurunan berat badan yang ideal adalah sebanyak 2-4 kg dalam waktu satu bulan. Dalam kasus Aurel, penurunan berat badan yang dialami oleh putri Anang Hermansyah itu sebenarnya masih masuk dalam kategori normal, namun memang termasuk cepat.

    Untuk orang yang ingin menjalani diet, dr Raissa menyarankan masyarakat untuk melakukan konsultasi dengan dokter gizi. Hal ini perlu dilakukan untuk menetapkan program diet terbaik pada setiap orang dan juga memonitor risiko kesehatan yang mungkin muncul selama menjalani penurunan berat badan.

    Dengan begitu, penurunan berat badan bisa dilakukan secara sehat dan tidak berlebihan.

    “Tipsnya tetap makan dengan jadwal teratur, bisa pakai ‘Isi Piringku’ setengah piring berupa sayur dan buah, 1/4 karbohidrat kompleks, 1/4 protein, tetap rutin berolahraga, jaga cairan tubuh, dan istirahat cukup,” kata dr Raissa.

    “Defisit kalori sebaiknya dilakukan bertahap 500-1000 kalori per hari. Sebaiknya konsultasi dulu ke dokter gizi,” tandasnya.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Sama-sama Air Minum, Apa Sih Bedanya?


    Jakarta

    Banyak yang menganggap air minum dalam kemasan (AMDK) yang dijual di warung-warung dan minimarket sudah pasti air mineral. Jangan terlalu yakin, coba perhatikan baik-baik label di kemasannya.

    Jika dibandingkan, beberapa brand atau merek AMDK yang umum ditemui sehari-hari ternyata punya label berbeda. Ada di labelnya dinyatakan sebagai ‘air mineral‘, dan jika dicermati sebenarnya ada juga yang berlabel ‘air demineral‘.

    Apa bedanya?


    Dua-duanya merupakan ‘air putih’ dalam pengertian awam, atau dalam istilah teknis disebut Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Meski sama-sama bisa diminum, keduanya memiliki perbedaan.

    Air Mineral

    Air mineral merupakan AMDK yang bersumber dari alam, salah satunya dari mata air pegunungan. Karena tidak mengalami proses selain sterilisasi, AMDK jenis ini memiliki kandungan berbagai mineral alami seperti kalsium, magnesium, natrium, dan kalium.

    Mineral-mineral ini tidak hanya memberi rasa khas, tapi dalam kadar tertentu juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Sesuai kandungan yang ada di dalamnya, jenis AMDK ini umumnya mencantumkan keterangan ‘Air Mineral’ atau lebih spesifik ‘Air Mineral Pegunungan’.

    Bahkan ada juga brand air mineral yang secara detail mencantumkan mineral apa saja yang terkandung di dalamnya, berikut kadarnya.

    Air Demineral

    Sementara itu, air demineral adalah air yang telah melewati proses tertentu seperti penyulingan (distilasi) atau deionisasi agar menghilangkan kandungan mineral dan ion. Proses itu menghasilkan air yang sangat murni, tetapi menghilangkan seluruh kandungan mineral alaminya.

    Meski kemasannya mirip seperti air mineral, air demineral umumnya mencantumkan label yang berbeda. Ada yang mencantumkan ‘Air Demineral’, ‘Air Murni’, ataupun ‘Pure Water’.

    Maknanya sama, yakni air yang dimurnikan dari kandungan mineral maupun ion alaminya.

    Bagaimana Membedakan Air Mineral Vs Air Demineral?

    Bagi orang awam, salah satu cara paling mudah adalah dengan melihat label kemasan. Di kemasan air mineral, umumnya tertera tulisan “air mineral”. Klaim label ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian RI No. 78 Tahun 2016. Menurut aturan tersebut, yang dimaksud dengan air mineral adalah AMDK yang mengandung mineral dalam jumlah tertentu tanpa adanya penambahan mineral, oksigen, dan karbondioksida.

    Meski demikian, tidak semua produk air minum mencantumkan label yang menyatakan apakah produk tersebut termasuk ‘Air Mineral‘ atau ‘Air Demineral‘. Beberapa produk yang diklaim sebagai ‘Air Alkali‘ atau ‘Air Minum pH tinggi‘ tidak mencantumkan keduanya.

    Demikian pula di laman registrasi produk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), produk-produk ‘Air Minum pH Tinggi’ juga tidak dinyatakan sebagai ‘Air Mineral’ maupun ‘Air Demineral’.

    Samakah Efeknya di Dalam Tubuh?

    Dalam kadar tertentu, mineral dibutuhkan oleh tubuh manusia. Menurut penelitian tahun 2025 yang terbit di Jurnal Nutrients, mineral seperti magnesium dan kalsium dalam air dibutuhkan untuk menjaga tekanan darah, fungsi otot, serta mendukung kesehatan tulang. Kandungan bikarbonat juga berperan menyeimbangkan pH tubuh dan mencegah asam lambung berlebih.

    Beberapa studi dari Frontiers in Nutrition dari tahun 2022-2024 menunjukkan bahwa konsumsi air mineral secara rutin dapat membantu menurunkan risiko sindrom metabolik dan meningkatkan fungsi ginjal. Bagi orang dengan pola makan rendah mineral, air mineral bisa menjadi tambahan sumber mikronutrien penting yang membantu menjaga keseimbangan elektrolit.

    Bagi mereka yang banyak beraktivitas atau mudah berkeringat, air mineral juga membantu mengembalikan elektrolit yang hilang. Karena itulah air mineral sangat cocok untuk konsumsi harian, baik di rumah, saat olahraga, maupun bekerja di luar ruangan.

    Bagaimana dengan air demineral?

    Meskipun tidak mengandung mineral, bukan berarti air demineral tidak punya manfaat. Terlebih, air demineral memiliki keunggulan dari segi kemurnian dan kebersihannya. Proses pemurnian membuat air ini bebas dari logam berat, klorin, mikroorganisme, maupun senyawa kimia lain yang bisa menimbulkan endapan.

    Karena sifatnya yang sangat murni, air demineral sering digunakan pada alat medis seperti nebulizer, mesin dialisis, serta pada industri makanan dan farmasi agar tidak menimbulkan endapan atau reaksi kimia yang bisa mengubah hasil produk.

    Bagi konsumen, air demineral juga bisa jadi pilihan saat kerja ginjal telah menurun. Air demineral juga baik diminum setelah mengonsumsi makanan yang tinggi mineral. Air demineral bisa menjadi pilihan sementara bila sumber air mineral sulit ditemukan, misalnya saat bepergian.

    Namun, karena tidak mengandung mineral sama sekali, penggunaannya untuk konsumsi jangka panjang tetap tidak direkomendasikan.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Muncul Tren Minum Kopi Americano untuk Bantu Turunkan BB, Beneran Ngaruh?


    Jakarta

    Belakangan ini tren diet minum kopi americano sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Americano adalah minuman kopi pahit yang dibuat menggunakan campuran espresso dan air putih.

    Beberapa orang yang melakukan diet tersebut mengaku americano dapat menjadi salah satu alternatif untuk menahan rasa lapar dan menurunkan berat badan.

    “americano cocok banget buat penahan lapar kalo lagi diet,” akun @fl**no**ew di media sosial X.


    “demi Allah so-soan minum americano jadinya mual lihat makanan (best choice kalo mau diet),” kata netizen lain merasakan hal yang serupa setelah mengonsumsi americano.

    Lantas, benarkah kopi americano bisa membantu menurunkan berat badan? Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengungkapkan bahwa americano bisa menjadi salah satu menu untuk proses penurunan berat badan.

    Hal ini dikarenakan americano memiliki kandungan gula nol persen dan kalori yang sangat rendah, cocok untuk pecinta kopi yang sedang menjalani proses diet dan penurunan berat badan.

    “Boleh dikonsumsi secara rutin asalkan tidak ditambahkan gula, pemanis, dan juga dia tidak memicu terjadinya asam lambung meningkat,” ucap dr Putri ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Meski begitu, dr Putri menegaskan bahwa americano tidak serta merta dapat membuat berat badan seseorang turun. Diet menggunakan americano juga harus tetap diimbangi dengan menjaga asupan kalori harian serta nutrisi yang seimbang.

    Seringkali, masyarakat mengonsumsi kopi dengan tambahan pemanis dan topping secara berlebihan. Hal itu membuat americano bisa menjadi alternatif yang jauh lebih sehat.

    “Selama melakukan diet dengan menggunakan americano ini pola makan harus tetap menyesuaikan kebutuhan kalori hariannya, walaupun itu untuk defisit kalori, dengan komposisi makanan yang seimbang. Untuk waktu yang terbaik, upayakan tidak di atas jam 3 sore agar tidak mengganggu kualitas tidur di malam hari yang juga berperan penting untuk penurunan berat badan,” tandasnya.

    (avk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Muncul Tren Minum Kopi Americano untuk Bantu Turunkan BB, Beneran Ngaruh?


    Jakarta

    Belakangan ini tren diet minum kopi americano sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Americano adalah minuman kopi pahit yang dibuat menggunakan campuran espresso dan air putih.

    Beberapa orang yang melakukan diet tersebut mengaku americano dapat menjadi salah satu alternatif untuk menahan rasa lapar dan menurunkan berat badan.

    “americano cocok banget buat penahan lapar kalo lagi diet,” akun @fl**no**ew di media sosial X.


    “demi Allah so-soan minum americano jadinya mual lihat makanan (best choice kalo mau diet),” kata netizen lain merasakan hal yang serupa setelah mengonsumsi americano.

    Lantas, benarkah kopi americano bisa membantu menurunkan berat badan? Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK, AIFO-K, CBCFF mengungkapkan bahwa americano bisa menjadi salah satu menu untuk proses penurunan berat badan.

    Hal ini dikarenakan americano memiliki kandungan gula nol persen dan kalori yang sangat rendah, cocok untuk pecinta kopi yang sedang menjalani proses diet dan penurunan berat badan.

    “Boleh dikonsumsi secara rutin asalkan tidak ditambahkan gula, pemanis, dan juga dia tidak memicu terjadinya asam lambung meningkat,” ucap dr Putri ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Meski begitu, dr Putri menegaskan bahwa americano tidak serta merta dapat membuat berat badan seseorang turun. Diet menggunakan americano juga harus tetap diimbangi dengan menjaga asupan kalori harian serta nutrisi yang seimbang.

    Seringkali, masyarakat mengonsumsi kopi dengan tambahan pemanis dan topping secara berlebihan. Hal itu membuat americano bisa menjadi alternatif yang jauh lebih sehat.

    “Selama melakukan diet dengan menggunakan americano ini pola makan harus tetap menyesuaikan kebutuhan kalori hariannya, walaupun itu untuk defisit kalori, dengan komposisi makanan yang seimbang. Untuk waktu yang terbaik, upayakan tidak di atas jam 3 sore agar tidak mengganggu kualitas tidur di malam hari yang juga berperan penting untuk penurunan berat badan,” tandasnya.

    (avk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Catat Waktu Makan yang Tepat Agar Berat Badan Turun

    Jakarta

    Mengatur waktu makan ternyata bukan hanya soal kebiasaan, tetapi juga berdampak pada metabolisme tubuh yang berhubungan dengan keberhasilan menurunkan berat badan. Lalu, kapan waktu terbaik untuk makan agar berar badan bisa turun?

    Dikutip dari Eating Well, meskipun tidak ada panduan waktu makan yang pasti dan cocok untuk semua orang, beberapa penelitian menunjukkan bahwa waktu makan tertentu dapat mendukung usaha penurunan berat badan.

    Sarapan

    Saat tidur, tubuh berada dalam kondisi “berpuasa,” dan banyak orang mendapat manfaat kesehatan dari memperpanjang periode puasa ini.


    Para ahli merekomendasikan agar jeda antara makan malam dan makan pertama keesokan harinya berlangsung setidaknya 12 jam untuk mendukung kesehatan, termasuk mengurangi peradangan, meningkatkan fungsi sel, mengurangi stres, dan memperbaiki kesehatan pencernaan, sebagaimana disampaikan dalam tinjauan tahun 2019 pada jurnal Nutrients.

    Ada beberapa cara untuk menerapkan hal ini. Misalnya, jika makan malam selesai pukul 19.00, sarapan bisa dimulai sekitar pukul 07.00.

    Namun, bagi yang menjalani puasa intermiten atau kurang menyukai sarapan, makan malam dapat berakhir pukul 19.00, dan makan pertama hari berikutnya dilakukan setelah pukul 11.00.

    Kedua hal ini dapat membantu penurunan berat badan, baik dengan sarapan rutin maupun dengan puasa intermiten yang melewatkan sarapan. Namun, dua hal penting yang perlu diperhatikan:

    • Pastikan jeda 12 jam antara makan malam dan waktu makan berikutnya tetap terjaga
    • Pastikan untuk memilih makanan yang bergizi dan mengenyangkan

    Makan Siang

    Waktu makan siang mungkin tidak berpengaruh sebesar sarapan atau makan malam terhadap penurunan berat badan.

    Namun, idealnya, makan siang menjadi waktu makan terbesar bersama dengan sarapan (jika dilakukan), sejalan dengan ritme sirkadian tubuh yang lebih efektif dalam mencerna dan mengolah makanan pada awal hari.

    Mengonsumsi sebagian besar kalori di pagi hingga siang hari secara biologis lebih menguntungkan karena tubuh membutuhkan energi untuk aktivitas fisik dan mental pada saat-saat ini.

    Pandangan umum di kalangan ahli kesehatan mendukung makan siang besar untuk membantu memenuhi kebutuhan energi harian yang dibutuhkan saat aktivitas sedang berlangsung.

    Makan Malam

    Waktu makan malam disarankan lebih awal, setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur.

    Menghindari makan larut malam membantu mengurangi keinginan ngemil dan memberi tubuh waktu yang cukup untuk mencerna makanan sebelum beristirahat, sehingga tidur bisa lebih berkualitas.

    Tidur dengan perut yang terlalu kenyang dapat mengurangi kualitas tidur dan mempengaruhi hormon yang berkaitan dengan penurunan berat badan, terutama jika kekurangan tidur terjadi terus-menerus.

    Bagi pengidap asam lambung, tidur dengan perut kenyang juga dapat memperburuk kondisi ini dan mengganggu tidur.

    Menurut penelitian tahun 2021 dalam Current Opinion in Biotechnology, ritme sirkadian tubuh memungkinkan proses pembakaran kalori, pengaturan glukosa, dan pencernaan berjalan lebih efisien di pagi hari.

    Maka dari itu, makan malam lebih awal, misalnya pada pukul 17.00 daripada pukul 20.00, bisa membantu menurunkan berat badan dengan lebih baik melalui penyesuaian waktu makan terhadap jam internal tubuh.

    Mengatur waktu makan malam lebih awal juga memperpanjang periode tanpa makanan di malam hari, yang dapat membantu pembakaran lemak serta mengatur hormon yang mempengaruhi nafsu makan, keinginan makan, dan kadar gula darah.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com