Bitcoin (BTC) telah menjadi aset paling diperbincangkan dalam beberapa tahun ini, dimana ia sempat mengalami kenaikan super yang menciptakan banyak sekali miliarder baru, dan menjadi semacam ‘gelembung pecah’ yang menelan banyak sekali uang saat terjatuh dari posisi puncak di $ 20.000 ke posisi $ 3.000-an.
Dan saat ini, orang-orang masih banyak yang optimis memandang crypto utama ini dalam jangka panjang, dimana hal itu salah satunya bisa terlihat dalam sebuah hasil jajak pendapat (polling) di Twitter baru-baru ini.
Sebuah polling yang dibuat oleh pencipta model Stock-to-Flow (S2F) Bitcoin, Plan B, menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan total 26.639 orang:
42,5%-nya percaya bahwa Bitcoin akan berada di bawah level harga saat ini.
Ini diikuti oleh 22,9% yang berpikir harganya akan naik menjadi $ 100.000 sedangkan 17,4% dan 17,2%, masing-masing percaya bahwa harga BTC akan menjadi $ 288.000 dan di atas $ 55.000.
Masing-masing harga pada polling diproyeksikan berdasarkan model S2F Plan B yang digunakan untuk memperkirakan harga Bitcoin dengan mempertimbangkan kelangkaan yang diproyeksikan.
Sekedar informasi, model S2F adalah cara sederhana untuk mengukur seberapa banyak sumber daya yang ada.
Model ini adalah menilai, berapa banyak sumber daya yang beredar dibagi dengan berapa banyak lagi yang masuk ke dalam sirkulasi, katakanlah per tahun, yang hampir sama dengan cara penerkaan untuk komoditas Emas.
Model ini membandingkan Bitcoin dengan sumber daya yang langka seperti emas dan mengingat bahwa jumlah Bitcoin yang ditambang akan mengalami Halving setiap 4 tahun, model S2F semakin tinggi dan itu akan membuatnya lebih berharga dari waktu ke waktu.
Ini adalah dasar optimisme yang didukung oleh model ini yang kemungkinan mendasari hasil polling tersebut.
Tetapi, secara total, ada 42,5% orang yang tidak mempercayai hasil dari pembacaan model S2F dan memilih untuk melihat BTC akan Bearish dari level harga saat ini, jawaban ini pun kemungkinan juga termasuk dengan orang-orang yang belum paham cara kerja S2F.
Secara alaminya, BTC kami rasa akan terbuktikan kemampuannya sebagai aset digital jika mampu mempertahankan interest market ditengah berbagai kondisi, terutama dalam pandemi saat ini. Kita lihat saja.
Hadirnya teknologi blockchain ternyata membawa banyak perubahan dalam kehidupan, dari mulai cryptocurrency seperti Bitcoin hingga ke dunia game. Sudah banyak game berbasis blockchain, salah satunya adalah game Alice crypto yang disebut-sebut mirip dengan Animal Crossing. Di game ini, Anda bisa bermain sambil mengumpulkan aset kepemilikan. Ingin tahu lebih lengkapnya? Simak penjelasannya berikut!
Teknologi Blockchain dan Perluasannya ke Dunia Gaming
Di era sekarang, teknologi blockchain sangat marak digunakan, khususnya dengan hal yang berkaitan dengan dunia cryptocurrency. Cryptocurrency atau yang lebih dikenal dengan aset kripto ini sedang booming dalam beberapa tahun ke belakang, karena dianggap dapat mewadahi aktivitas investasi masyarakat dan membawa keuntungan yang besar.
Selain cryptocurrency, blockchain juga mulai merambah dengan pengembangannya ke dunia game. Penggunaan teknologi blockchain ke dalam dunia gaming dianggap membawa banyak perubahan besar. Hal ini juga mendorong banyak pengembang proyek yang melakukan ekspansi dengan menciptakan game berbasis blockchain, sambil menggabungkan dengan crypto yang juga berbasis blockchain.
Namun, seiring perkembangannya, game berbasis blockchain cenderung bersifat niche dan dirasa kurang berhasil menarik perhatian masyarakat awam, termasuk komunitas gaming yang lebih luas. Hingga akhirnya muncul satu game yang bernama My Neighbor Alice, sebuah game berbasis blockchain yang memiliki daya tarik bagi masyarakat luas.
Kenalan dengan Game Alice Crypto atau My Neighbor Alice
Bagi Anda yang gemar bermain game Animal Crossing, Stardew Valley, hingga Minecraft, game Alice crypto ini pasti cocok untuk Anda mainkan. Game Alice crypto atau yang lebih dikenal dengan nama My Neighbor Alice, merupakan sebuah game yang berbasis teknologi blockchain.
Game yang diciptakan oleh studio game Antler Interactive ini memungkinkan para pemain untuk membangun pulau virtual dan mendekorasinya dengan beragam item yang disediakan di dalam game. Selain itu, pemain juga dapat melakukan aktivitas lain seperti memancing hingga berkebun.
Sekilas, My Neighbor Alice memang memiliki tampilan dan aktivitas serupa dengan game Animal Crossing. Perbedaannya terletak pada elemen keuangan yang terdesentralisasi (DeFi), menyebabkan game ini tergolong lebih niche. Selain itu, item dalam game juga didominasi oleh Non-Fungible Token(NFT) dan dapat dimiliki secara penuh oleh pemain. Bentuk dan tingkatan NFT dalam game juga beragam, seperti aset lahan biasa yang dijual bebas hingga item dekorasi yang limited edition.
My Neighbor Alice dianggap sebagai game blockchain yang bisa menarik masyarakat awam untuk bermain, karena memiliki tampilan dan jalan cerita yang menarik. Ditambah lagi, game ini bisa mewadahi para pemain yang ingin mengoleksi atau memperdagangkan aset kripto berupa NFT. Hingga saat ini, game ini masih dalam tahap pengembangan, rencananya akan selesai dan tersedia untuk umum pada awal tahun 2022.
Sekilas tentang Gameplay dan Cara Bermain My Neighbor Alice
Selayaknya game multiplayer-builder pada umumnya, My Neighbor Alice mengusung tema dunia terbuka, sehingga para pemain dapat secara bebas mengunjungi banyak tempat dan berpindah pulau. Sambil melakukan perjalanan, pemain juga dapat berinteraksi dengan sesama pemain.
Tiap pemain diwakili oleh sebuah avatar yang nantinya bisa didandani sesuai dengan keinginan. Selanjutnya, para pemain dapat langsung membeli sejumlah lahan yang nantinya akan menjadi pulau virtual dan dimiliki sepenuhnya oleh pemain. Selain itu, game juga akan memberikan seperangkat quest atau tugas yang harus diselesaikan. Setelah berhasil, pemain akan diberikan reward oleh game.
Sambil bermain, para pemain juga dapat merancang dan mendekorasi pulau tersebut dengan berbagai aset, seperti bangunan, tanaman, hingga hewan. Nah, setiap aset yang dimiliki pemain inilah yang merupakan NFT, sehingga dapat dijual kembali atau diperdagangkan di marketplace NFT yang ada di dalam game maupun di blockchain lain.
Dalam permainan, pemain dapat memanfaatkan token ALICE yang merupakan token tata-kelola (Governance Token) dari keseluruhan ekosistem game My Neighbor Alice. Terdapat 4 fungsi utama penggunaan token ALICE di dalam game, yaitu sebagai tata-kelola game, pembelian aset di dalam game, serta sebagai reward atas partisipasi pemain di event game dan lama durasi staking.
Jika Anda ingin mendapat profit lebih, Anda bisa menyewakan aset NFT yang dimiliki kepada pemain lain untuk periode tertentu. Selain itu, Anda bisa memilih opsi lain yaitu NFT collateral dan membuat akun anda terasosiasi dengan NFT tertentu. Tujuannya agar Anda bisa mendapatkan sejumlah persentase hasil penjualan NFT tersebut dalam bentuk token ALICE.
Itulah penjelasan mengenai game Alice crypto, game berbasis blockchain dengan cerita yang menarik dan menggunakan NFT sebagai aset dalam game. Seperti yang kita ketahui, NFT sedang booming di Indonesia terutama dalam aspek seni digital. Kini, telah hadir marketplace NFT di Indonesia yaitu TokoMall. Bagi Anda yang ingin menggali lebih jauh tentang serba-serbi NFT, daftarkan diri Anda di TokoMall sekarang!
Tahun 2021 menjadi momentum khusus bagi industri kripto, selain tingkat ketertarikan dari investor yang kian tinggi, instrumen yang hadir pun kian beragam. Salah satu instrumen yang terus menarik perhatian investor adalah aset kripto jenis NFT.
Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan apa itu NFT dan bagaimana instrumen ini berpotensi memberikan cuan yang tinggi bagi para investor. Secara garis besar NFT adalah singkatan non-fungible token.
Berbeda dengan aset seperti mata uang atau aset kripto lainnya seperti Bitcoin dan Etherum yang semuanya bersifat fungible, alias bisa digantikan dengan aset lain dengan nilai satuan yang sama.
Setiap NFT memiliki keunikan dan mengandung detail informasi kepemilikan. Oleh sebabnya saat ini banyak NFT baru bisa digunakan dalam benda-benda yang biasa dimiliki oleh manusia. Seperti lukisan, kartu, benda langka atau benda-benda digital.
Dalam satu tahun terakhir, banyak aset NFT yang berhasil terjual dengan angka yang fantastis. Berikut adalah lima NFT termahal yang pernah dijual.
1. Everydays: 5000 Hari Pertama – $69,3 Juta Dollar Amerika
Everydays : The First 5000 Days. Karya seni, yang dibuat oleh seniman digital terkenal Mike “Beeple” Winkelmann, merupakan kolase 5.000 karya seni Beeple sebelumnya, yang menunjukkan perkembangannya sebagai seniman selama kariernya. NFT ini dibeli melalui proses lelang di rumah lelang seni Christie’s kepada Vignesh “Metakovan” Sundaresan seharga $69,3 juta.
NFT termahal dari CyptoPunks, NFT maker yang populer. CryptoPunks adalah NFT pertama yang dibuat di pasar dan baru booming setelah NFT diluncurkan. sekarang banyak para pemilik koleksi aset CryptoPunks yang menjual koleksi mereka dengan harga jutaan dollar.
3.CryptoPunk #7804 – $7,57 Juta Dollar Amerika
Dylan Field, CEO perusahaan perangkat lunak desain Figma, berada di balik penjualan NFT termahal kedua dalam sejarah yakni CryptoPunk # 7804.
NFT dijual seharga 4.200 pada tahun 2018, pada saat itu bernilai $7,5 juta atau sekitar Rp109,2 Miliar.
4. Crossroads – $6,6 Juta Dollar Amerika
Crossroads berada pada daftar NFT termahal. Crossroads merupakan karya seni dari Beeple, yang juga merupakan kreator dari NFT termahal yang pernah ada.
Berbeda dengan Everydays : The First 5000 Days yang merupakan kompilasi seni, Crossroads merupakan satu karya seni murni yang akhirnya meningkatkan harga jualnya.
5. The First Tweet $2,9 Juta
Versi NFT tweet pertama dari pendiri dan CEO Twitter Jack Dorsey. NFT Ini dilelang sepanjang Maret 2021 dan terjual dengan harga $2,9 juta. NFT ini dibeli oleh CEO Oracle Sina Estav, yang meyakini bahwa membeli NFT ini sama dengan membeli Mona Lisa.
NFT yang merupakan singkatan dari non-fungible token menjadi salah satu instrumen investasi yang kian diminati. Popularitas kripto di beragam belahan dunia turut mendorong hadirnya NFT menjadi sebuah aset unik yang memiliki nilai yang tinggi.
Sebelum melangkah jauh, kita harus memahami apa itu NFT dan bagaimana jenis aset ini berpotensi mendatangkan cuan bagi kita.
Sudah disebutkan di atas bahwa NFT adalah singkatan dari non-fungible token. Kunci dari NFT terdapat pada kata non-fungible. Fungible memiliki arti nilai suatu aset bisa tergantikan dengan benda lain yang memiliki satuan yang sama.
Berbeda dengan aset seperti mata uang atau aset kripto lainnya seperti Bitcoin dan Etherum yang semuanya bersifat fungible, alias bisa digantikan dengan aset lain dengan nilai satuan yang sama.
Yuk kita ambil contoh, satu unit iPhone 12 Pro Max semisal dijual di e-commerce dengan harga Rp 30 juta. Untuk membelinya kita bisa membayarkannya dengan mata uang rupiah, bisa juga dengan aset kripto. Katakan pada artikel ini ditulis Rp 30 juta setara dengan 0,047 bitcoin.
Sementara nilai 1 aset NFT yang dibeli dengan harga Rp 30 juta tidak bisa disamakan dengan sebuah iPhone 12 Pro Max dengan harga yang sama. Kenapa? karena sifat NFT yang merupakan non-fungible, alias tidak bisa tergantikan.
Setiap NFT memiliki keunikan dan mengandung detail informasi kepemilikan. Oleh sebabnya saat ini banyak NFT baru bisa digunakan dalam benda-benda yang biasa dimiliki oleh manusia. Seperti lukisan, kartu, benda langka atau benda-benda digital.
Tentunya kita masih ingat bahwa tweet pertama dari pendiri Twitter Jack Dorsey dibuat dalam bentuk NFT dan laku dijual dengan nilai US$ 2,5 juta.
Salah satu keunikan dari NFT adalah untuk satu aset hanya akan ada satu di dunia. Sisi eksklusif ini tentunya memiliki daya tarik khusus bagi para kolektor. Persis seperti barang-barang unik yang biasa dicari dan direbutkan oleh para kolektor.
Saat ini mekanisme pembelian aset NFT umumnya dilakukan dengan cara melelangnya di sebuah website. Cara ini disebut sebagai suatu cara yang paling efektif untuk memiliki aset digital tersebut.
Kebanyakan NFT dibangun di atas Ethereum blockchain, sehingga menjamin bukti kepemilikan, riwayat perpindahan NFT akan selamanya tercatat di Blockchain.
Pelajari juga tentang sejarah NFT, smart contract dan teknologi NFT dalam video ini:
Pada akhir tahun 2021, tapering populer dibicarakan oleh banyak orang, terutama bagi seorang trader atau investor. Bagaimana tidak? Terjadi pada 2013, tapering adalah hal yang berdampak sangat signifikan dalam pasar finansial bagi banyak negara, terutama negara berkembang. Tapering pada 2013 menyebabkan yield (imbal hasil) SUN meningkat, indeks saham yang melemah, dan nilai tukar Rupiah menurun.
Lalu, apa itu tapering? Dan bagaimanakah dampaknya?
Tapering adalah Kebijakan yang Menguntungkan atau Merugikan?
Tapering adalah suatu kebijakan untuk menghentikan seluruh program stimulus moneter yang dijalankan bank konvensional dalam memulihkan ekonomi. Namun, sebelum beranjak pada tapering, akan lebih mudah kalau berbicara mengenai kebijakan Quantitative Easing (QE) terlebih dahulu.
QE merupakan kebijakan moneter non konvensional dari Bank Sentral ketika kondisi krisis seperti saat ekonomi resesi dengan meningkatkan likuiditas perekonomian untuk mengakselerasi laju pemulihan ekonomi. Contohnya, Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fedyang berusaha merangsang ekonominya yang turun karena dampak Pandemi COVID-19.
Kebijakan QE dilakukan untuk menambah jumlah uang yang beredar dengan menurunkan suku bunga acuan dan mencetak uang yang digunakan untuk memborong aset, seperti obligasi pemerintah dan bank komersial dengan rating bagus. Pembelian dalam jumlah yang besar akan membuat harga aset pendapatan tetap naik, sehingga angka imbal hasil dan borrowing cost bisa turun. Hal ini diharapkan dapat menstimulus orang untuk meminjam uang. Pinjaman uang ini bisa untuk ekspansi usaha atau peningkatan konsumsi yang mendorong ekonomi untuk pulih.
Ketika ekonomi sudah mulai pulih, risiko yang harus dihadapi adalah inflasi. Karena penambahan jumlah uang yang beredar, nilai mata uang turun dan terjadilah inflasi. Nah, tapering kemudian digunakan untuk mengatasi inflasi ini.
Taperingadalahcara untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dengan mengurangi pembelanjaan aset secara bertahap agar nilai mata uang tetap stabil.Tapering bertujuan mengelola stabilitas ekonomi dengan mencegah pasar dari inflasi yang tidak terkendali dan bubble price (gelembung harga).
Dampak Tapering terhadap Aset Kripto
Sebagai salah satu bentuk kebijakan moneter, tapering memiliki dampak bagi beberapa pasar keuangan, seperti saham, forex, dan aset kripto. Namun, pada kali ini kami akan membahas pada aset kriptonya.
Mendorong penguatan nilai aset
Pertama, tapering sebenarnya memiliki dampak positif bagi transaksi aset digital seperti kripto. Anda bisa bayangkan, saat jumlah uang yang beredar dibiarkan terus bertambah, maka inflasi akan meningkat, sehingga menyebabkan nilai aset turun secara signifikan. Maka dari itu, tapering perlu dilakukan untuk mendorong penguatan nilai aset.
Tapering yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat, yakni The Fed berdampak besar karena volume transaksi aset berisiko, seperti kripto dan saham, kebanyakan datang dari negara tersebut.
Taper tantrum
Dengan banyak negara yang menggunakan Dolar Amerika sebagai cadangan devisanya, sehingga menjadikan pengaruh The Fed semakin besar. Maka dari itu, kebijakan tapering dapat memberikan efek taper tantrum, gejolak ekonomi yang mengacu pada kepanikan investor.
Pada 2013, taper tantrum menyebabkan investasi asing yang saat itu mendominasi pasar modal Indonesia memutuskan untuk menarik dananya dalam jumlah yang besar. Hal ini dikarenakan penempatan uang di Amerika akan lebih menguntungkan bagi investor, sebab suku bunga acuan Amerika Serikat akan naik.
Dana asing yang keluar dari Indonesia dalam jumlah besar dan terus menerus sudah pasti akan mengganggu dunia investasi dan keuangan dalam negeri karena pelaku usaha menjadi sangat membutuhkan USD dalam jumlah yang banyak. Jika permintaan dolar AS meningkat secara signifikan, nilainya akan naik dan Rupiah akan terus melemah. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok yang semakin diperparah dengan harga Dolar yang menguat atas Rupiah.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, Indonesia kini menjadi lebih siap dalam menghadapi tapering yang dilakukan The Fed pada akhir tahun kemarin. Tapering adalah momok yang sekarang bisa dihadapi melalui beberapa cara, seperti transaksi berjalan dengan defisit kecil, cadangan devisa tinggi, dan valuasi aset keuangan yang menarik.
Beberapa pihak menilai, tidak ada risiko jangka pendek pada pasar kripto akibat kebijakan, sebab tapering adalah kebijakan yang ditujukan untuk menurunkan inflasi pada mata uang riil. Jadi, Anda tidak perlu ragu lagi untuk bertransaksi aset kripto. Pastikan Anda melakukan trading aset kripto di platform yang tepat seperti Tokocrypto, ya.
Tokocrypto menyediakan semua fitur yang Anda butuhkan untuk melakukan trading secara online, cepat, dan mudah. Untuk mulai berinvestasi aset kripto di Tokocyrpto, kunjungi Website Resmi dan dapatkan informasi lengkap terkait kripto di media sosial Instagram, Twitter, serta blog Tokocrypto. Yuk, selesaikan KYC Anda!
Ethereum (ETH) mencatat penurunan biaya transaksi ke level terendah dalam sepanjang sejarah.
Saat ini, biaya transfer rata-rata hanya $0,41, jauh dibandingkan puncak $15,21 dalam dua tahun terakhir. Dilaporkan Cryptopotato pada Kamis (20/2), penurunan ini memunculkan pertanyaan banyak pihak: apakah ini tanda bearish atau justru peluang investasi?
Terkait dampak positif biaya transaksi Ethereum yang rendah, analisa terbaru dari Santiment mengungkap bahwa rendahnya biaya transaksi Ethereum mengindikasikan jaringan tidak mengalami kemacetan.
Ketika biaya transaksi turun, biasanya pasar sedang berada dalam kondisi tenang atau sedikit bearish. Namun, kondisi ini juga dapat membuka pintu bagi investor baru yang sebelumnya terhalang oleh tingginya biaya gas.
Biaya rendah ini dapat meningkatkan utilitas jaringan Ethereum dengan menarik lebih banyak pengguna kembali ke ekosistemnya. Dalam jangka menengah dan panjang, ini berpotensi mendorong tren harga Ethereum ke arah yang lebih positif.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT). Sumber: Tokocrypto.
Tren Pergerakan Ethereum dan Pasokan di Bursa
Saat ini, jumlah Ethereum yang tersedia di bursa hanya 6,38% dari total pasokan, level terendah sejak awal peluncurannya. Ini menunjukkan bahwa banyak investor lebih memilih menyimpan ETH mereka, mengurangi tekanan jual di pasar.
Meskipun harga ETH masih berkisar antara $2.600 hingga $2.800 sejak awal Februari 2025, ada spekulasi bahwa ETH dapat mengalami kenaikan signifikan setelah melewati level $2.800.
Ethereum juga bersiap untuk upgrade besar berikutnya, Pectra, yang akan menjadi hard fork terbesar dalam sejarahnya. Upgrade ini mencakup berbagai perbaikan, seperti peningkatan efisiensi jaringan, abstraksi akun, dan ekspansi Layer 2.
Dengan meningkatnya batas gas menjadi 36 juta, Ethereum berupaya meningkatkan skalabilitas dan ketahanan terhadap sensor. Meskipun biaya gas yang rendah dapat menjadi sinyal bearish dalam jangka pendek, kondisi ini juga dapat menarik lebih banyak pengguna dan investor ke dalam ekosistem Ethereum.
Ditambah dengan upgrade Pectra dan pengurangan pasokan di bursa, Ethereum berpotensi mengalami pemulihan yang lebih kuat jika kondisi pasar lebih mendukung.
Para investor dan trader pun akan terus memantau perkembangan terbaru sebelum mengambil keputusan strategis mereka.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
PT Bursa Komoditi Nusantara atau Commodity Futur Exchange (CFX) mengumumkan dua anggotanya Pluang melalui mitra PT Bumi Santosa Cemerlang (BSC) dan PT Pintu Kemana Saja (PINTU) resmi memperoleh lisensi penuh sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Pluang dan PINTU menjadi PFAK berlisensi penuh pertama di Indonesia.
Perolehan lisensi ini merupakan bagian dari penerapan aturan yang ditetapkan dalam Peraturan Bappebti Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.
Aturan ini bertujuan untuk memperketat syarat dan standar operasional bagi perusahaan perdagangan aset kripto, dengan fokus pada peningkatan aspek transaksi, keamanan, dan transparansi. Dengan adanya regulasi yang lebih ketat ini, diharapkan industri perdagangan aset kripto dapat beroperasi dengan lebih aman, efektif, dan teratur, sekaligus melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat, termasuk investor
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi dedikasi serta kerja keras yang telah ditunjukkan oleh Pluang dan PINTU. Dengan lisensi penuh ini, mereka tidak hanya memenuhi standar operasional yang tinggi, tetapi juga menunjukkan komitmen mereka dalam menciptakan ekosistem perdagangan aset kripto yang aman dan terpercaya di Indonesia,” kata Direktur Utama CFX, Subani Dalam keterangannya, Minggu (4/8/2024).
Menurutnya keberhasilan ini merupakan tonggak baru bagi industri kripto di Indonesia, menandakan kemajuan signifikan dalam upaya meningkatkan transparansi dan keamanan dalam perdagangan aset kripto. Dengan lisensi penuh ini, Pluang dan PINTU diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna mereka, meningkatkan kepercayaan publik, dan memajukan pertumbuhan industri kripto di tanah air.
Plt. Kepala Bappebti, Kasan, mengatakan pemberian lisensi kepada Pluang dan PINTU merupakan langkah penting dalam optimalisasi ekosistem aset kripto, khususnya dalam penyelenggaraan perdagangan pasar fisik aset kripto di bursa berjangka.
“Bappebti terus mendorong agar kinerja perdagangan aset kripto di Indonesia lebih maksimal sehingga terwujudnya ekosistem aset kripto yang transparan, efektif, dan efisien,” tambahnya.
Dengan adanya regulasi yang ketat dan dukungan penuh dari Bappebti, perdagangan aset kripto di Indonesia kini berada di jalur yang tepat menuju masa depan yang lebih cerah dan lebih aman. Keberhasilan Pluang dan PINTU dalam memperoleh lisensi penuh sebagai PFAK menunjukkan komitmen mereka untuk terus berinovasi dan mematuhi regulasi demi menciptakan ekosistem kripto yang solid.
“Terdapat 13 CPFAK yang telah mendapatkan Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) sedang berproses mendapatkan persetujuan menjadi PFAK. CFX akan terus berkomitmen untuk mendukung anggotanya dalam mencapai standar tertinggi dalam operasional dan kepatuhan regulasi, guna memastikan pertumbuhan industri yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi,” ungkap Subani.
Perdagangan fisik aset kripto terus tumbuh signifikan di Indonesia. Bappebti mencatat nilai transaksi aset kripto pada periode Januari hingga Juni 2024 mencapai Rp 301,75 triliun. 70% volume perdagangan aset kripto di Indonesia berasal dari anggota CFX. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 354,17% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu Rp 66,44 triliun.
Jumlah pelanggan aset kripto terdaftar hingga Juni 2024 kini sudah mencapai 20,24 juta pelanggan, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 430.500 pelanggan per bulan sejak Februari 2021. Saat ini, terdapat 33 perusahaan CPFAK dan 2 PFAK terdaftar.
Nilai pasar kripto secara keseluruhan anjlok pada hari Minggu kemarin hingga US$ 270 miliar atau sekitar Rp 4.347 triliun dalam jangka waktu 24 jam. Hal ini disebabkan karena investor berbondong-bondong menjual aset berisiko seperti bitcoin dan ether.
Dikutip dari CNBC Internasional, Senin (5/8/2024), data CoinGecko menunjukkan, Bitcoin turun hingga 11% dan ether turun 21% dalam waktu 24 jam. Hal ini membuat nilai keseluruhan mata uang kripto anjlok sekitar US$ 270 miliar.
Kondisi ini bertepatan dengan penurunan ekuitas di pasar Asia-Pasifik. Nikkei 225 Jepang anjlok hingga 7%, memperpanjang kerugian yang dimulai minggu lalu, setelah Bank of Japan mengumumkan akan menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam 16 tahun.
Lalu di Amerika Serikat (AS), Nasdaq merosot 3,4% minggu lalu ke wilayah koreksi, mengakhiri tiga minggu terburuk indeks yang sarat teknologi itu sejak September 2022. Saham Amazon dan Nvidia berkontribusi terhadap penurunan tersebut.
“Penurunan saham minggu lalu sebagian terkait dengan laba yang mengecewakan, laporan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, pengangguran yang lebih tinggi, dan sektor manufaktur yang menurun,” tulis CNBC.
Di tengah kondisi tersebut, Federal Reserve AS memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil dan tidak menjanjikan penurunan suku bunga pada bulan September. Suku bunga yang lebih rendah cenderung berkorelasi dengan kinerja yang lebih baik untuk aset berisiko.
Bitcoin Merosot ke Level US$ 54.000
Sementara itu, harga Bitcoin telah mencapai level terendah sejak Februari. Mata uang kripto terbesar di dunia itu diperdagangkan sekitar US$ 54.000 atau sekitar Rp 869,4 juta. Meski demikian, harganya masih mencatatkan kenaikan hampir 23% tahun ini.
Sedangkan harga ether, token asli yang menopang blockchain ethereum, turun menjadi sekitar US$ 2.300 atau setara Rp 37,03 juta dan telah menghapus keuntungannya untuk tahun ini. Token BNB Binance turun lebih dari 15% dan Solana diperdagangkan 10% lebih rendah.
Kondisi hancurnya pasar kripto diproyeksikan akan segera dirasakan oleh basis investor yang lebih luas. Hal ini imbas atas Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui dana yang diperdagangkan di bursa spot baru atau ETF bitcoin spot untuk bitcoin dan ether.
ETF telah melihat ratusan juta dolar mengalir ke koin tersebut. Pada hari Jumat lalu, CNBC melaporkan bahwa Morgan Stanley akan segera mengizinkan 15.000 penasihat keuangannya untuk menawarkan ETF bitcoin kepada kliennya. Ini merupakan langkah pertama di antara bank-bank besar Wall Street untuk mengadopsi kripto ke dalam portofolio investasinya.
Otoritas Jasa Keuang (OJK) mencatat peningkatan nilai transaksi aset kripto pada enam bulan pertama 2024. Transaksi aset kripto tercatat tembus Rp 301,75 triliun pada semester I-2024.
“Tumbuh 354,17% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi dalam konferensi pers secara virtual, Senin (5/8/2024).
Sementara total investor aset kripto sampai Juni 2024 berada dalam tren meningkat dengan total 20,24 juta investor. Angka itu naik dari bulan Mei 19,75 juta investor.
“Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto mengalami perlambatan dari Rp 49,8 triliun pada akhir Mei 2024 menjadi Rp 40,85 triliun di bulan Juni 2024,” terang dia.
Hasan mengatakan jumlah investor aset kripto di Indonesia disebut menjadi yang ketujuh terbesar di dunia. Data itu didapat dari The 2023 Global Crypto Adoption Index.
“Selain itu, dalam perspektif global, Indonesia sebagai negara terbesar kelima yang menunjukan minat besar terkait aktivitas di aset kripto ini,” ucapnya.
Dengan meningkatnya jumlah investor aset kripto, OJK melihat tidak ada pergerseran investor dari pasar saham ke aset kripto. Karena menurut berbagai sumber, investor di aset kripto kebanyakan merupakan investor dengan profil investasi awal.
“Nah karenanya kami melihat tidak sepenuhnya terjadi pergeseran investor dari pasar saham ke pasar kripto. Dalam hal ini karena instrumen baik transaksi investasi sebetulnya memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang tentu dipilih investor,” pungkasnya.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), mencatat perkembangan perdagangan aset kripto di Indonesia yang naik cukup signifikan.
Pada Januari-Juli 2024, total nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 344,09 triliun atau naik 353,94% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Jumlah pelanggan aset kripto juga terus meningkat, hingga data Juli 2024 mencapai 20,59 juta pelanggan.
Sedangkan, nilai pajak aset kripto pada Januari-Juni 2024 tercatat mencapai Rp 331,56 miliar, sehingga total pajak pada Januari 2022-Juni 2024 tercatat Rp 798,84 miliar.
Untuk memperkuat sektor aset kripto nasional, Bappebti menggelar Coinfest Asia 2024 yang telah diadakan di Tabanan, Bali, 22 sampai 23 Agustus 2024. Acara tersebut menjadi ruang bertukar informasi, berkolaborasi, serta menggali inovasi pelaku usaha sektor aset kripto.
Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kasan mengatakan pelaku usaha kripto harus cerdas dalam memanfaatkan berbagai media dan momentum internasional terkait aset kripto. Terlebih, aset kripto merupakan bagian teknologi blockchain yang potensial dan berkembang sangat pesat di pasar global.
“Para pelaku usaha aset kripto dapat memanfaatkan berbagai kegiatan, termasuk Coinfest Asia, untuk bertukar informasi, berkolaborasi, serta menggali inovasi baru blockchain dan teknologi Web3 untuk penguatan sektor aset kripto nasional. Tahun ini adalah kali ketiga Bappebti hadir aktif sebagai salah satu bagian dari Coinfest Asia,” terang Kasan, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (24/8/2024).
Sementara Sekretaris Bappebti, Olvy Andrianita menjelaskan, pengembangan aset kripto di Indonesia harus diarahkan pada adanya kebutuhan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi blockchain, termasuk Web3, dan kebutuhan pasar yang selaras dengan perlindungan masyarakat.
Pemerintah memandang aset kripto sebagai komoditas, sehingga pengaturannya didasarkan pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.
“Untuk itu, Bappebti hadir sebagai regulator yang mengatur tata kelola perdagangan aset kripto, salah satunya melalui pembentukan ekosistem yang lengkap, terdiri dari bursa, lembaga kliring, dan depository. Hadirnya bursa kripto adalah langkah konkret pemerintah untuk mengatur perdagangan aset kripto Indonesia menjadi lebih baik,” tegas Olvy.
Menurut Olvy, ada tiga target utama pengaturan aset kripto yang dilakukan pemerintah. Di antaranya mendorong industri aset kripto untuk berkontribusi maksimal bagi perekonomian Indonesia, menjadikan tata kelola perdagangan aset kripto menjadi lebih tertib dan dipercaya oleh masyarakat melalui optimalisasi aset kripto, serta mengatur produk yang diperdagangkan di pasar aset kripto.
Kemudian, Direktur Utama CFX, Subani menyampaikan, ekosistem aset kripto adalah perpanjangan tangan. pemerintah yang tugasnya mengawal agar para pelaku industri patuh pada regulasi yang ada.
Target utamanya yaitu melindungi masyarakat dan pelanggan serta mendorong agar industri dapat terus bergerak maju dan lebih baik.
“Untuk mendukung hal tersebut, ekosistem aset kripto siap mendukung pemerintah agar kerangka regulasi terus disempurnakan tanpa menghambat pertumbuhan industri,” jelasnya.
Coinfest Asia 2024 dikemas dalam berbagai diskusi panel dengan tema besar ‘Where Innovation Meets. Adoption’ sebagai dukungan kepada pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 8.000 peserta dari berbagai negara ini, turut diselenggarakan pula beberapa side event guna penguatan kolaborasi dan literasi.
Di sela kegiatan, Bappebti bersama bursa kripto bertemu dengan para pelaku usaha untuk mendiskusikan berbagai langkah strategis pengembangan perdagangan aset kripto Indonesia.