Tag: asic

  • Regulasi Ketat! ASIC Incar Finfluencer Kripto

    Regulator sekuritas Australian Securities and Investments Commission (ASIC) mengeluarkan peringatan tegas kepada investor muda terkait penggunaan finfluencer dan chatbot berbasis AI dalam pengambilan keputusan investasi, khususnya di sektor kripto.

    Langkah ini diambil setelah survei terbaru menunjukkan bahwa sekitar 23% generasi muda di Australia (Gen Z) kini telah memiliki aset kripto, menandakan meningkatnya adopsi di kalangan investor pemula.

    Namun di balik tren tersebut, muncul kekhawatiran besar terkait cara mereka mengambil keputusan finansial.

    Baca Juga: X Buka Kembali Iklan Kripto, Influencer Wajib Pasang Label Khusus

    Media Sosial dan AI Jadi Sumber Utama Keputusan Finansial

    Data survei yang dilansir dari Cointelegraph mengungkap perubahan signifikan dalam perilaku investor muda:

    • 63% responden menggunakan media sosial sebagai panduan keuangan
    • 52% mempercayai finfluencer dalam memberikan rekomendasi
    • 18% menggunakan platform AI untuk keputusan investasi
    • 64% bahkan mempercayai AI sebagai sumber saran finansial

    Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap sumber non-tradisional, seperti influencer dan AI, telah melampaui pendekatan konvensional seperti penasihat keuangan profesional.

    Bagi regulator, tren ini menimbulkan risiko besar, terutama karena tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar yang valid atau sesuai dengan profil risiko individu.

    ASIC Tegaskan Batasan Nasihat Keuangan

    ASIC menegaskan bahwa pemberian nasihat keuangan personal tidak bisa dilakukan sembarangan. Di Australia, aktivitas tersebut harus dilakukan oleh pihak yang memiliki lisensi resmi.

    Dalam beberapa kasus, regulator bahkan telah mengambil tindakan terhadap influencer yang mempromosikan produk berisiko tinggi, memberikan rekomendasi spesifik tanpa lisensi, dan menyesatkan investor melalui konten promosi.

    Langkah ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap promosi investasi kini semakin ketat, terutama di era digital.

    AI Masuk Radar Regulasi

    Tidak hanya finfluencer, penggunaan AI dalam investasi juga menjadi perhatian serius.

    Chatbot dan platform AI yang memberikan rekomendasi investasi berpotensi masuk dalam kategori personal financial advice jika:

    • Memberikan saran spesifik
    • Menyesuaikan rekomendasi dengan profil pengguna
    • Mendorong tindakan investasi tertentu

    Jika memenuhi kriteria tersebut, maka layanan AI juga wajib mematuhi aturan lisensi yang sama seperti penasihat keuangan manusia.

    Regulasi Masuk ke Era Digital

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa langkah ASIC ini merupakan bentuk regulasi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

    “Pesannya ke industri jelas: kalau exchange, influencer, atau tool AI mulai memberi rekomendasi yang terlalu spesifik tanpa payung lisensi, ASIC siap menganggapnya sebagai personal financial advice dan menyeretnya ke wilayah enforcement,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa batas antara edukasi dan nasihat kini semakin diawasi secara ketat.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Langkah ASIC berpotensi membawa dampak signifikan bagi berbagai pihak dalam ekosistem kripto:

    1. Influencer Harus Lebih Hati-hati

    Konten edukasi harus dibedakan dengan jelas dari rekomendasi investasi.

    2. Platform AI Perlu Kepatuhan Regulasi

    Pengembang AI harus memastikan produknya tidak melanggar aturan advice tanpa lisensi.

    3. Exchange Lebih Selektif dalam Promosi

    Bursa kripto perlu memastikan bahwa kampanye pemasaran tidak melanggar regulasi.

    Risiko bagi Investor Muda

    Bagi Gen Z, penggunaan finfluencer dan AI memang memberikan kemudahan akses informasi. Namun, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

    • Informasi yang tidak terverifikasi
    • Konflik kepentingan dari influencer
    • Rekomendasi AI yang tidak mempertimbangkan kondisi personal

    Tanpa pemahaman yang cukup, keputusan investasi dapat menjadi spekulatif dan berisiko tinggi.

    Baca Juga: Korea Selatan Wajibkan Influencer Kripto Bongkar Portofolio

    Peringatan ASIC menandai fase baru dalam regulasi industri kripto, di mana fokus tidak hanya pada platform dan produk, tetapi juga pada sumber informasi yang memengaruhi keputusan investor.

    Dengan meningkatnya peran finfluencer dan AI, batas antara edukasi dan nasihat finansial menjadi semakin kabur.

    Regulator kini berusaha memastikan bahwa inovasi tetap berjalan tanpa mengorbankan perlindungan investor.

    Bagi pelaku industri, pesan ini jelas: di era digital, siapa pun yang memberi rekomendasi investasi—baik manusia maupun mesin—harus siap tunduk pada aturan yang sama.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Rekomendasi Aplikasi Crypto Terpercaya 2025


    Jakarta

    Pada tahun 2025, pasar keuangan global memperlihatkan dinamika yang menarik. Walaupun dibayangi oleh ketidakpastian terkait tarif dan kebijakan makroekonomi, performa pasar cryptocurrency tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid.

    Menurut data TradingView, hingga 3 September 2025, Bitcoin (BTC) telah mencatat kenaikan sebesar 18,6%, sementara Ethereum (ETH) meningkat 28,6% sepanjang tahun berjalan.

    Bitcoin bahkan berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa sebanyak empat kali dalam tahun ini. Selain itu, kapitalisasi pasar crypto secara keseluruhan juga meningkat sebesar 18,2% pada periode yang sama.


    Tren serupa juga tercermin dari aliran dana institusi. Sejak peluncuran ETF (Exchange Traded Fund) Bitcoin pada 2024, yang kemudian diikuti oleh ETF Ethereum dan ETF Solana, semakin banyak investor institusional yang masuk ke pasar aset digital. Berdasarkan data Farside Investors, total dana institusi yang masuk ke Bitcoin melalui ETF telah mencapai $54,5 miliar, diikuti oleh Ethereum sebesar $13,4 miliar, dan Solana $190,4 juta (per 3 September 2025).

    Situasi ini menciptakan peluang baru bagi para trader dan investor untuk memanfaatkan perkembangan pasar, terutama di sektor cryptocurrency. Bagi investor di Indonesia, perkembangan positif ini membuka berbagai peluang investasi. Namun, untuk dapat merespons peluang dengan optimal, pemilihan aplikasi crypto yang tepat menjadi faktor kunci agar proses investasi berjalan cepat dan efisien.

    Pilihan aplikasi crypto di Indonesia pun semakin beragam. Meski demikian, aspek keamanan dan regulasi harus menjadi prioritas utama agar transaksi tetap aman dan nyaman.

    Ulasan berikut membandingkan lima aplikasi crypto terpopuler yang digunakan di Indonesia. Dengan mempertimbangkan tren adopsi teknologi finansial serta kebutuhan akan platform yang aman, efisien, dan mudah diakses, artikel ini bertujuan membantu pembaca mengevaluasi pilihan aplikasi crypto yang paling sesuai dengan preferensi dan tujuan investasi masing- masing.

    1. Pluang

    Pluang semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu aplikasi crypto terdepan di Indonesia. Dengan ekosistem investasi yang luas dan jumlah pengguna lebih dari 12 juta, platform ini hadir sebagai solusi investasi digital yang aman, berizin, dan diawasi langsung oleh Bappebti serta OJK.

    Lewat satu aplikasi, pengguna bisa mengakses lebih dari 1.000 produk investasi-mulai dari aset crypto, saham Amerika dan ETF, emas, reksa dana, hingga crypto futures dan opsi saham Amerika-dengan biaya kompetitif.

    Fitur & Keunggulan

    – Jual beli 360+ aset crypto populer seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), Pepe, dan Altcoin lainnya mulai dari Rp10.000 dengan pair IDR maupun USD/USDT.

    – Trading crypto futures 130+ coin dengan leverage hingga 25X. Dengan fitur ini, trader dapat bertransaksi melebihi modal yang dimiliki, sehingga peluang keuntungan bisa meningkat signifikan.

    – Pro Features: advanced order, take profit, dan stop loss, ditambah akses gratis ke web trading berbasis TradingView untuk analisis teknikal yang lebih akurat.

    – Kirim dan terima aset crypto kapan saja. Transfer token populer antar platform via Binance Smart Chain (BSC) mulai dari Rp6.300, terima aset tanpa biaya.

    – Pluang Academy dengan video dan artikel edukasi investasi ringkas dan relevan.

    Dari sisi keamanan dan kepatuhan, Pluang beroperasi melalui PT Bumi Santosa Cemerlang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin OJK untuk aset crypto . Seluruh transaksi tercatat di CFX dan KKI, sementara produk Crypto Futures difasilitasi oleh PT PG Berjangka yang berlisensi Bappebti. Pluang bermitra dengan Fireblocks untuk menjamin keamanan transfer dan penyimpanan aset digital.

    Catatan Risiko

    Meski berada dalam pengawasan regulator, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas tinggi aset crypto.

    2. eToro

    eToro adalah platform investasi global yang menawarkan akses ke saham, ETF, komoditas, dan kripto melalui konsep social trading. Platform ini diawasi oleh regulator internasional seperti FCA, CySEC, dan ASIC, namun belum berada di bawah lisensi OJK.

    Fitur & Keunggulan

    – 70+ aset kripto tersedia

    – CFDs (non-US, leverage)

    – Web & mobile app

    – CopyTrader, social trading, Smart Portfolios, riset pasar

    – Recurring deposits tersedia

    – Akun demo

    Platform ini cocok bagi investor pemula maupun berpengalaman yang ingin memanfaatkan social trading sekaligus mengakses berbagai instrumen global dalam satu aplikasi.

    Catatan Risiko

    eToro belum mengantongi izin PAKD dari OJK, yang berarti transaksi kripto di platform ini bisa menimbulkan masalah pajak dan perlindungan konsumen bagi pengguna di Indonesia.

    3. Webull

    Webull adalah platform trading global yang menyediakan akses ke berbagai produk investasi seperti saham, indeks, komoditas, futures, serta kripto. Platform ini diawasi oleh sejumlah regulator internasional, namun hingga kini belum berada di bawah pengawasan OJK untuk produk kripto.

    Fitur & Keunggulan

    – Akses pembelian dan penjualan aset crypto melalui layanan Webull Pay di wilayah tertentu.

    – Mendukung trading futures pada komoditas, indeks, dan aset crypto.

    – Platform web dan desktop penuh fitur, tersedia juga aplikasi mobile.

    – Mendukung trading saham, ETF, opsi saham, lengkap dengan charting tools, price alerts, paper trading, dan trading di luar jam pasar.

    – Program cash management dengan APY menarik untuk dana nganggur.

    Platform ini cocok bagi investor yang mencari aplikasi trading komprehensif dan terpercaya, lengkap dengan sejumlah instrumen investasi dan tools analisa canggih.

    Catatan Risiko

    Webull belum memiliki izin resmi PAKD dari OJK untuk perdagangan aset kripto, sehingga transaksi di platform ini berpotensi menimbulkan persoalan pajak maupun perlindungan konsumen di Indonesia.

    4. Bybit

    Bybit adalah platform exchange kripto global yang berbasis di Dubai yang diawasi oleh regulator internasional, namun belum berada di bawah lisensi OJK. Platform ini menawarkan akses aset kripto dan menjadi salah satu bursa derivatif yang menawarkan futures berjangka (perpetual contracts) dan leverage tinggi.

    Fitur & Keunggulan

    – 500+ coins: Akses ke ratusan aset kripto populer dan altcoin

    – Termasuk perpetual futures dengan leverage hingga 200×

    – Otomatisasi trading dan tiru strategi trader handal

    – Order Types & Tools: Termasuk Market, Limit, Conditional orders, Trailing Stop, serta tools manajemen risiko

    Platform ini cocok bagi trader yang membutuhkan opsi leverage tinggi dan fleksibilitas trading.

    Catatan Risiko

    Risiko pasar cukup tinggi, terutama pada produk derivatif. Ditambah, absennya izin PAKD dari OJK membuat transaksi kripto di Bybit berpotensi menimbulkan persoalan pajak serta lemahnya perlindungan konsumen.

    5. Coinbase

    Coinbase adalah platform exchange dan dompet aset kripto asal Amerika Serikat. Platform ini merupakan salah satu bursa kripto dengan reputasi keamanan tinggi serta diawasi oleh berbagai regulator global terkemuka, namun belum berada di bawah lisensi OJK.

    Fitur & Keunggulan

    – 300+ aset kripto tersedia luas bagi pengguna

    – Coinbase Wallet, staking, recurring buys, integrasi DeFi

    – Jenis Order & Tools: Limit, Market, Stop-Limit, OCO (one-cancels-the-other), TWAP (time-weighted average price); Futures (hingga 20× leverage), margin, grid trading, copy trading

    – Yield / Staking

    Platform ini cocok bagi investor yang menginginkan akses luas ke aset digital dan berbagai opsi investasi (termasuk leverage dan staking).

    Catatan Risiko

    Coinbase belum berizin PAKD dari OJK, sehingga transaksi kripto di platform ini bisa menimbulkan masalah pajak dan perlindungan konsumen di Indonesia.

    Tips Memilih Aplikasi Crypto

    – Pastikan aplikasi berizin dan diawasi regulator seperti OJK atau Bappebti.

    – Pertimbangkan biaya transaksi, minimum deposit, dan fitur yang sesuai kebutuhan.

    – Pilih aplikasi dengan keamanan data dan dana yang jelas.

    – Manfaatkan akun demo atau fitur edukasi sebelum mulai investasi riil.

    – Sesuaikan pilihan dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda.

    Kesimpulan

    Di tengah pertumbuhan pesat industri aset digital di Indonesia, setiap aplikasi crypto menawarkan nilai tambah yang berbeda. Namun, investor tetap perlu memperhatikan aspek keamanan, biaya transaksi, serta kepatuhan regulasi sebelum mengambil keputusan.

    Sepanjang 2025, Pluang terlihat menonjol sebagai salah satu platform investasi terdepan berkat ekosistem produk yang lengkap, biaya kompetitif, serta dukungan regulasi yang kuat. Komitmen Pluang terhadap literasi finansial dan penyediaan fitur edukasi juga memperkuat posisinya di pasar, sekaligus merefleksikan arah perkembangan industri investasi digital di Tanah Air.

    Bagi investor, penting untuk mengevaluasi kebutuhan dan profil risiko pribadi sebelum berinvestasi. Manfaatkan fitur edukasi maupun akun demo yang tersedia agar lebih siap dalam mengambil keputusan investasi.

    (akn/ega)



    Sumber : finance.detik.com