Tag: asset kripto

  • Begini Perkembangan Harga Sumo Coin dan Karakteristiknya

    Kini, banyak koin atau token dari aset kripto hadir dengan fungsinya masing-masing. Salah satu aset kripto yang banter adalah Sumo Coin. Koin ini menarik perhatian karena digadang-gadang memiliki fitur yang sangat aman, sehingga dapat terhindar dari hacker maupun peretas pihak ketiga. 

    Simak terus artikel ini untuk mengetahui apa itu Sumo Coin, perkembangan harga beserta karakteristiknya!

    Apa itu Sumo Coin?

    Sumo Coin atau koin yang memiliki simbol SUMO adalah koin asli fork Monero yang terkenal dengan keamanannya. Dilansir dari Coinmarketcap, supply maksimal dari Sumo Coin sebesar 88.888.888 koin. Adapun koin yang sudah beredar di pasar (09/12/2021) adalah sebesar 39.974.417,19 SUMO dari 46.674.417 juta koin yang sudah tertambang. Dan ya, SUMO menyediakan sekitar 10% untuk cadangan pengembangannya di masa depan. 

    Karakteristik Sumo Coin

    Karakteristik Sumo coinSUMO yang digadang-gadang menjadi sebagai salah satu koin yang aman ini bukanlah tanpa sebab. Hal ini didukung karena beberapa karakteristik yang ia miliki. 

    Lantas apa yang menjadikan Sumo Coin aman?

    1. Ring CT

    Dilansir dari website resmi Sumo Coin, koin ini dibuat dengan menghadirkan pengaturan Ring Confidential Transactions (Ring CT) dengan ukuran ring size minimal 49 (48 campuran) untuk menyembunyikan sumber maupun jumlah yang ditransfer. Nah, hal inilah yang membuat SUMO mempunyai tingkat privasi yang tinggi.

    Kemudian transaksi seperti alamat pengirim, alamat penerima, dan jumlah transaksi yang ada otomatis terenkripsi serta disamarkan secara otomatis. Hal ini membuat transaksi yang berjalan di blockchain SUMO tak bisa terlacak. 

    2. Fitur Desentralisasi

    Selanjutnya, sejalan dengan visi Satoshi Nakamoto, dimana aset kripto itu terdesentralisasi dan bisa dipercaya, Sumo Coin pun memiliki fitur desentralisasi. Dimana transaksi yang berlangsung akan dikonfirmasi oleh konsensus terdistribusi dan kemudian transaksi ini akan tercatat selamanya di blockchain miliknya sendiri, sehingga SUMO tak memerlukan jasa pihak ketiga. 

    3. Fitur Privasi Bawaan

    Terakhir, karakteristik SUMO adalah fungible, dengan fitur privasi bawaan. Artinya koin ini sepadan seperti uang fisik yang tidak ada diketahui dari mana uang tersebut berasal serta jumlah uang yang ditransfer. Hal tersebut memungkinkan koin ini tak akan masuk ke dalam daftar hitam pihak manapun karena keterkaitannya dengan transaksi sebelumnya. 

    Baca Juga: Ketahui Teknik Pump and Dump Crypto dan Cara Menghindarinya

    Perkembangan Harga Sumo Coin Selama 3 Bulan Terakhir

    Sumokoin

    Source: Coinmarketcap

    Setidaknya ketika kami menuliskan artikel ini (09/12/2021), SUMO berada di 1497 berdasarkan peringkat di Coinmarketcap. Adapun untuk harga per koinnya sendiri, SUMO mengalami harga yang fluktuatif. 

    Pada September (17/9/21), SUMO sendiri sempat berada di harga tertingginya yakni Rp1.718,39. Namun, selang 5 hari setelahnya SUMO mengalami bearish dan berada di harga Rp877,95. Nah, setelah terus mengalami bearish di minggu terakhir September hingga pertengahan bulan Oktober, SUMO berhasil bullish kembali dan berada di harga tertingginya Rp2.322,56 di Jumat (22/12/2021). Walaupun setelahnya SUMO mengalami bearish, di minggu kedua bulan November (14/11/21), SUMO kembali mengalami naik dan mencapai Rp1.513,83.

    Walaupun harganya terus mengalami fluktuatif, SUMO sendiri memiliki keunggulan sebagai koin dengan tingkat privasi yang tinggi. Selain itu, sama dengan Bitcoin, SUMO pun bisa di-mining juga, namun bedanya prosesnya lebih mudah dibanding Bitcoin. 

    Itulah serba-serbi dari Sumo Coin yang patut Anda ketahui. Tak hanya SUMO saja, ada banyak aset kripto yang bisa beli. Nah, untuk investasi ataupun trading-nya, yuk, lakukan hanya di www.tokocrypto.com. Tunggu apalagi? Segera selesaikan KYC Anda! Ingin belajar dulu? Gabung dengan grup Telegram dari Tokocrypto sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketahui Perbedaan Trading Binary dan Trading Aset Kripto

    Sejak tahun 2009 hingga sekarang, kemunculan bitcoin menjadi salah satu aset kripto yang paling populer. Sebagai mata uang digital, bitcoin kerap dijadikan sebagai alat pembayaran pada beberapa negara tertentu, instrumen investasi, dan objek trading. Tidak hanya trading bitcoin, trading binary juga sedang naik daun dan kerap diperbincangkan. Sebenarnya, apa perbedaan trading binary dengan trading aset kripto? Mari kita bahas lebih lanjut.

    Apa itu Trading Binary?

    Trading binary merupakan mekanisme dimana seseorang akan mendapat keuntungan atau kerugian pada sebuah investasi berdasarkan ketepatan dalam memprediksi naik turunnya nilai aset dalam periode waktu yang sudah disepakati sebelumnya. Istilah ini berasal dari Amerika Serikat dan populer di Eropa.

    Jika berhasil memprediksi kenaikan nilai aset pada akhir periode waktu, pemain akan mendapat keuntungan sekitar 80% dari modal. Sedangkan jika prediksinya salah, pemain akan mengalami kerugian.

    Istilah-istilah dalam Trading Binary

    Terdapat beberapa istilah dalam trading binary yang harus diketahui sebelum memulainya, diantaranya adalah:

    Call adalah opsi yang diambil pemain apabila nilai aset yang diprediksi akan mengalami kenaikan pada periode waktu yang ditentukan.

    Put adalah kebalikan dengan opsi call, pemain menggunakan opsi put ketika nilai aset diprediksi mengalami penurunan dalam periode waktu yang telah ditentukan.

    Sesuai dengan harfiahnya, profit merupakan kondisi dimana pemain berhasil menebak kenaikan nilai aset pada periode tertentu dan keuntungan tersebut otomatis bertambah pada uang deposit. 

    Loss adalah ketika pemain tidak berhasil menebak nilai aset maka deposit akan berkurang sesuai dengan jumlah deposit yang ditentukan pada awal trading.

    Expiry time merupakan istilah untuk akhir dari periode waktu yang telah ditentukan sebelum memulai trading binary. Jadi ketika sudah mencapai batas expiry time, maka transaksi yang telah diprediksi akan tertutup otomatis.

    Perbedaan Trading Binary dan Trading Aset  Kripto

    Setelah mengetahui definisi serta istilah yang digunakan para trading binary, berikut beberapa perbedaan antara trading binary dengan trading aset kripto:

    • Penggunaan Ukuran Trading

    Dalam trading binary, ukuran trading yang digunakan bergantung kepada nilai kapital. Pemain bisa mengambil 5%-20% dari balance akun trading untuk dijadikan kapital.

    Sedangkan trading aset kripto menggunakan satuan 1 USDT. USDT merupakan stablecoin yang setara dengan 1 dollar.

    Pada trading binary, dikenakan biaya trading kurang lebih sebesar 15-20% dari modal jika Anda mendapat keuntungan. Untuk trading aset kripto, biaya trading yang dikenakan tergantung kepada kebijakan platform jual beli itu sendiri, berkisar 0.1%-0.2% atau lebih.

    Untuk trading binary, pemain tidak benar-benar membeli nilai aset. Melainkan hanya menebak apakah akan terjadi peningkatan atau penurunan nilai aset. Hal itulah yang menentukan untung rugi yang didapat.

    Sedangkan trading aset kripto, pemain melakukan pembelian nilai aset sesuai dengan jumlah yang diinginkan.

    Penutupan posisi pada trading binary tidak sama dengan trading aset kripto, karena pemain hanya menunggu sampai batas waktu yang telah ditentukan (expiry time). Lain halnya dengan trading aset kripto, pemain dapat menutup posisi secara manual apabila harga yang digunakan untuk trading tidak sesuai dengan prediksi.

    Dalam trading binary, pemain dapat melakukan deposit melalui local bank transfer atau kartu kredit dan lain-lain. Sedangkan untuk melakukan trading aset kripto, pemain harus mempunyai wallet untuk mengkonversikan rupiah ke USDT atau aset kripto lain.

    Setelah mengetahui perbedaan trading binary dan jual beli aset kripto, penting untuk diketahui bahwa Anda disarankan untuk mengedukasi diri sebelum membeli atau menjual digital asset. 

    Jika Anda tertarik dengan trading aset kripto, Anda bisa memulainya di Tokocrypto karena telah terdaftar secara resmi di Indonesia! Segera kunjungi Tokocrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 5 Manfaat Fitur Order Book Tokocrypto!

    Sebagai trader pemula, tentulah Anda sering mengalami kesalahan dalam menentukan harga jual atau beli saat trading aset kripto. Tidak jarang juga jika Anda pernah mengalami kerugian karena harga pasar yang secara tiba-tiba mengalami kenaikan atau penurunan. Kini Anda tidak lagi perlu khawatir, karena Anda hanya perlu memanfaatkan fitur order book yang telah disediakan oleh Tokocrypto!

    Kenali Fitur Order Book Tokocrypto

    Selain fitur private trading dan listing 5 stable coin, Tokocrypto memiliki fitur lainnya yang memberikan kemudahan untuk Anda sebagai trader pemula yaitu, fitur order book.

    Fitur order book pada Tokocrypto adalah fitur untuk untuk melakukan penawaran harga jual atau beli aset kripto pada harga tertentu sesuai dengan yang Anda inginkan. Melalui fitur order book ini, transaksinya hanya akan terjadi ketika menyentuh pada angka yang telah kita tentukan tersebut, sehingga Anda tidak harus selalu memantau kondisi harga terus-menerus.

    Dalam order book di Tokocrypto, terdapat istilah taker dan maker. Taker adalah sebutan untuk trader yang melakukan jual atau beli aset kripto dengan harga yang telah tersedia. Sedangkan maker adalah sebutan untuk trader yang melakukan transaksi jual atau beli dengan menggunakan harga yang diinginkan. 

    Setelah mengetahui cara bekerja fitur order book di atas, mari berkenalan dengan manfaat yang akan Anda rasakan ketika menggunakan fitur tersebut!

    Manfaat Order Book di Tokocrypto

    1. Mempermudah dalam Penyusunan Trading Plan

    Dengan fitur ini, Anda akan mengalami kemudahan dalam menyusun strategi trading setelah menganalisa pergerakan arah pasar.

    Tak hanya itu, fitur order book ini mempermudah para trader pemula. Jadi, jika Anda adalah trader pemula, Anda juga bisa sambil mempelajari penyusunan strategi yang tepat untuk melakukan trading.

    2. Mendapatkan Harga Terbaik

    Setelah Anda menganalisa pergerakan arah pasar, Anda dapat langsung mempraktikan strategi yang Anda susun dengan menentukan harga sesuai dengan keinginan Anda.

    Dengan fitur order book dan strategi trading yang tepat, Anda akan mendapatkan harga yang terbaik. Anda juga dapat meminimalisir risiko, jika secara tiba-tiba harga tersebut mengalami perubahan yang tidak diinginkan. Hal yang Anda perlu lakukan hanya meletakkan pesan order aset kripto.

    3. Trading dengan Nyaman Tanpa Rasa Khawatir

    Anda dapat langsung meletakkan order jual di bawah harga beli ataupun meletakkan order jual di atas harga beli sebagai target tanpa harus khawatir jika terjadi penurunan dan kenaikan pada harga pasar.

    Selain itu, jika Anda adalah trader pemula, fitur ini membantu Anda meminimalisir kerugian yang sering dialami oleh trader pemula.

    4. Menghemat Waktu

    Jika Anda melakukan day trading, fitur ini mempermudah Anda untuk melakukan aktivitas lainnya. Bahkan Anda dapat melakukannya sambil bekerja sehari-hari tanpa perlu selalu berada di depan layar saat trading selama 24 jam.

    5. Trading Terasa Menyenangkan

    Keempat manfaat yang Anda rasakan di fitur inilah yang menjadikan pengalaman trading Anda akan terasa menyenangkan. Selain itu, dengan kemudahan yang ditawarkan oleh fitur order book dari Tokocrypto, Anda tidak perlu takut untuk memulai trading jika belum memiliki portofolio.

    Anda juga dapat bebas memilih ingin menjadi taker atau maker sesuai kebutuhan. Anda juga mendapatkan kebebasan untuk membeli atau menjual aset kripto sesuai dengan harga yang Anda inginkan.

    Nah, itulah manfaat order book yang ada di Tokocrypto. Segera rasakan manfaat fitur order book yang tersedia Tokocrypto dan jangan lupa untuk download aplikasinya di playstore atau appstore! Salam to the moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Airdrop Crypto dan Perbedaannya dengan Bounty Crypto

    Seperti peribahasa “Banyak jalan menuju Roma”, koin dan token kripto juga bisa diperoleh dengan banyak cara bahkan secara gratis. Beberapa cara yang paling diminati adalah melalui airdrop crypto dan bounty crypto. Sudah banyak proyek kripto ternama yang mengadakan program tersebut, yaitu dengan membagikan sejumlah aset kripto bagi para peserta. 

    Namun, meski seringkali dianggap sama, keduanya adalah dua hal yang berbeda, lho! Eits, sebelum membahas perbedaan antara keduanya, mari pahami pengertian, cara kerja, juga jenisnya dari masing-masing program berikut ini!

    Apa Itu Airdrop Crypto?

    Airdrop crypto merupakan sebuah kegiatan membagikan sejumlah aset kripto kepada peserta secara cuma-cuma, dikirimkan secara langsung menuju wallet tanpa dikenakan biaya apapun. Sebenarnya, airdrop adalah teknik marketing yang dilakukan oleh penerbit suatu proyek aset kripto, yang umumnya masih dalam tahap awal atau merintis. 

    Tujuan dari airdrop sendiri adalah untuk memberikan awareness dan menarik investor terhadap aset kriptonya. Selain itu, airdrop juga bisa bertujuan sebagai penghargaan bagi para investor yang sejak awal sudah berinvestasi aset kripto tersebut, sambil terus mendesentralisasikan distribusi token. 

    Jenis Airdrop Crypto

    Meski begitu, tidak semua airdrop crypto terjadi begitu saja. Terdapat beberapa jenis airdrop yang sering ditemukan dalam dunia kripto, yaitu:

    1. Standard Airdrop

    Jenis airdrop ini merupakan yang paling sederhana, di mana sejumlah aset kripto tersebut baru bisa diperoleh peserta setelah melakukan pendaftaran di proyek kripto. Misalnya dengan mendaftar ke newsletter seperti pada airdrop Ontology (ONT) di tahun 2018. Selain itu, Tokocrypto juga pernah mengadakan TTC Airdrop pada tahun 2019 dengan syarat registrasi akun di Tokocrypto dan gabung di grup Telegram Tokocrypto.

    2. Exclusive Airdrop

    Seperti namanya, jenis airdrop satu ini dikelola oleh suatu komunitas media sosial atau website yang sudah memiliki banyak audiens. Sehingga, proyek kripto akan “menitipkan” program airdrop miliknya di situs tersebut, contohnya  pada situs Airdrop Rating.

    3. Bounty Airdrop

    Di sisi lain, ada juga jenis airdrop di mana peserta diharuskan untuk melakukan beberapa aktivitas promosi mengenai proyek kripto di media sosial. Misalnya posting ajakan untuk ikut serta dalam kampanye dari proyek kripto tersebut.

    4. Holder Airdrop

    Jenis airdrop satu ini mengharuskan para peserta untuk hold atau menginvestasikan sejumlah aset terlebih dulu, baru bisa mendapatkan airdrop seperti pada airdrop Uniswap (UNI) dan 1inch pada 2020 lalu.

    Apa Itu Bounty Crypto?

    Airdrop crypto & Bounty crypto

    Sementara itu, bounty crypto adalah kegiatan pembagian aset kripto bagi para peserta yang telah berhasil menyelesaikan task tertentu oleh penerbit proyek kripto tersebut. Bentuk task serta jumlah hadiah yang diberikan bergantung pada peraturan yang dimiliki oleh masing-masing proyek kripto. 

    Bounty sendiri memiliki dua tujuan, yang pertama untuk mengumpulkan massa, sehingga pada saat Initial Coin Offering atau ICO, proyek kripto bisa memperoleh keuntungan yang besar. Tujuan lainnya adalah untuk memberikan insentif bagi para pihak yang berjasa terhadap keberlangsungan proyek setelah ICO.

    Baca juga: Apa itu ICO (Initial Coin Offering)? Dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Jenis Bounty Crypto

    Sama halnya dengan airdrop, terdapat beberapa jenis bounty yang umum ditemukan di dalam dunia kripto, yaitu:

    1. Social Media Bounty

    Seperti namanya, jenis bounty ini mengharuskan peserta mempromosikan mengenai ICO dari proyek kripto di media sosial, seperti Twitter maupun Facebook. Nantinya, dilakukan penilaian untuk menentukan jumlah reward berdasarkan engagement sesuai dengan kebijakan penerbit proyek, misalnya dengan melihat jumlah Like atau Retweet.

    2. Blog Writing Bounty

    Jenis bounty yang satu ini cocok untuk para blogger yang mempunyai audiens yang besar. Pasalnya, mereka bisa mengikuti bounty dengan membuat tulisan mengenai ICO dari yang akan digelar mendatang. Sama seperti Social Media Bounty, jenis ini juga dinilai berdasarkan engagement pada blog.

    3. Forum Bounty

    Forum Bounty adalah jenis bounty yang populer yang diadakan sebelum ICO. Seperti namanya, bounty ini terbuka bagi anggota forum Bitcointalk. Penilaian dilakukan dengan melihat seberapa banyak peserta mem-posting signature ICO yang diluncurkan oleh sebuah proyek kripto.

    4. Bug Bounty

    Berbeda dengan ketiga jenis bounty sebelumnya yang diadakan sebelum ICO, Bug Bounty diadakan setelah ICO. Jenis yang satu ini diadakan khusus bagi para developers untuk menguji dan mendeteksi apakah terdapat bug pada sistem blockchain proyek tersebut atau tidak, seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh exchange Bitrue.

    5. Translation Campaign Bounty

    Jenis bounty yang satu ini juga digelar setelah ICO. Sebab, bounty ini mewajibkan pesertanya untuk menerjemahkan dokumen penting dari proyek kripto ke dalam bahasa lain, agar persebaran informasi menjadi lebih luas. Umumnya, dokumen tersebut berupa white paper hingga situs resmi dari proyek. Jenis bounty ini tentunya menyasar para peserta yang punya keahlian sebagai penerjemah bahasa. 

    Perbedaan Antara Airdrop Crypto dan Bounty Crypto

    Perbedaan Antara Airdrop Crypto dan Bounty Crypto

    Meski airdrop dan bounty terkesan serupa jika dilihat dari pengertiannya, keduanya merupakan dua hal yang berbeda. Berikut adalah perbedaan dari keduanya:

    1. Jenis Task

    Pada airdrop, terdapat beberapa program yang mengharuskan peserta untuk menyelesaikan task, dengan tingkat kesulitan yang cenderung rendah. Misalnya, peserta hanya perlu melakukan posting promosi mengenai proyek kripto di media sosial.

    Sementara, task dalam program bounty biasanya membutuhkan keahlian khusus dari peserta untuk menyelesaikannya. Ambil contoh Bug Bounty yang hanya bisa diikuti oleh ahli komputer saja, tidak bisa diikuti sembarang orang. Sehingga, bounty sifatnya tidak hanya sebagai upaya promosi saja, melainkan juga pengembangan komunitas kripto.

    2. Jumlah Partisipasi

    Baik airdrop maupun bounty biasanya dilakukan dalam satu periode waktu tertentu. Namun, pada airdrop, peserta hanya bisa berpartisipasi sebanyak satu kali saja. Sementara untuk bounty, peserta bisa terus berpartisipasi selama kampanye bounty tersebut berlangsung, mengingat task yang dimiliki juga lebih rumit.

    Itulah penjelasan mengenai perbedaan airdrop crypto dan bounty crypto. Keduanya bisa menjadi pilihan Anda dalam mendapatkan passive income dari aset kripto. Akan tetapi, pastikan Anda selalu waspada dan melakukan riset mengenai programnya sebelum berpartisipasi, ya. Karena tidak sedikit penipuan Rug Pull yang mengatasnamakan airdrop maupun bounty

    Nah, untuk informasi dan edukasi lainnya seputar dunia aset kripto, segera kunjungi Tokonews dan gabung dengan grup Telegram dari Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com