Tag: Aster

  • Ternyata ini Fitur Unggulan Aster yang Bikin Hype dan Dilirik Trader!

    Aster baru-baru ini mencuri perhatian karena digadang-gadang bisa menjadi pesaing Hyperliquid, salah satu Decentralized Exchange (DEX) terbesar di dunia kripto.

    Kira-kira apa saja fitur unggulan yang membuat Aster mendapat atensi serta hype komunitas dan dukungan dari KOL besar seperti Changpeng Zhao (CZ)? Simak ulasan fitur-fitur dari Aster DEX!

    Baca juga: Apa Itu Aster (ASTER)? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Aster Perpetual

    Aster memiliki fitur trading perpetual atau dalam komunitas kripto sering disebut dengan futures trading. Fitur ini menawarkan ekosistem trading derivatif berbasis order book dengan likuiditas tinggi menawarkan spread tipis dan biaya trading rendah untuk perdagangan kontrak perpetual. 

    Pengguna bisa mengakses berbagai strategi trading seperti long, short, dan hedging secara efisien dengan infrastruktur perpetual Aster yang menggabungkan teknologi dari merger Astherus dan APX Finance, memberikan keunggulan privasi, eksekusi cepat, serta opsi grid trading otomatis bagi pengguna pro. Semua transaksi tetap on-chain, transparan, dan bebas manipulasi MEV.

    Yang menarik dari fitur perpetual Aster adalah opsi yang memungkinkan para trader menggunakan leverage hingga 100x, jauh lebih tinggi daripada pesaingnya, Hyperliquid yang hanya memiliki opsi hingga 40x.

    1001x Leverage

    Terpisah dari fitur perpetual biasa, fitur 1001x di Aster DEX memberikan pengalaman trading perpetual dengan leverage ekstrem hingga 1001x melalui likuiditas on-chain (ALP Pool). Segala transaksi tercatat secara transparan di blockchain dan tetap efisien berkat integrasi oracle harga dari Chainlink, Pyth Network, dan Binance Oracle. 

    Dalam fitur 1001x leverage ini, kamu bisa memilih untuk trading menggunakan fitur perpetual atau prediction. Cocok untuk para degen yang memiliki profile risiko trading yang tinggi.

    Berbeda dengan perpetual yang memberi kamu fleksibilitas penuh untuk membuka dan menutup posisi kapan saja, prediction berfokus pada arah harga dalam jangka waktu tertentu seperti 5, 15, 30 menit, dan 1 jam.

    Dukungan Multi-Chain

    Aster membuka akses lintas ekosistem, mulai dari BNB Chain, Ethereum, Solana, hingga Arbitrum. Sehingga likuiditas dari berbagai blockchain tersebut membuat para trader memiliki lebih banyak pilihan aset yang bisa digunakan untuk trading dan membuka peluang arbitrase. 

    Ini juga mempermudah para penggunanya untuk melakukan transfer aset dan posisi margin karena bisa dijalankan native antar chain tanpa harus repot bridging manual, yang biasanya membutuhkan waktu dan biaya tambahan.

    Trading Saham (RWA)

    Tidak hanya aset kripto, dalam DEX Aster, kamu juga bisa melakukan trading saham secara terdesentralisasi.

    Inovasi ini menjadikan Aster sebagai salah satu pionir DEX yang menghadirkan akses ke pasar tradisional dalam format Web3, sehingga trader bisa mengelola portofolio kripto dan saham dalam satu platform.

    Hidden Orders

    Fitur yang satu ini dapat membantu untuk membuat pengguna Aster anonim dan sulit untuk dilacak aktivitas tradingnya.

    Selain anonim, fitur hidden orders dapat membantu trader untuk terhindar dari risiko front-running dan sandwich attack, secara sederhana mekanisme ini memungkinkan Aster untuk menyembunyikan detail penting seperti ukuran dan jenis order (long/short) hingga ketika eksekusi order benar-benar terjadi. 

    Bagi para whale yang biasa melakukan transaksi dalam jumlah besar, fitur ini bisa menjadi solusi untuk menjaga strategi agar mereka tetap anonim dan membantu terhindar dari manipulasi pasar.

    Sebagai contoh, kamu mungkin pernah mendengar nama James Wynn, trader yang biasa menghebohkan komunitas kripto karena transaksi tradingnya yang besar. Nah, dengan fitur hidden orders, para whale tidak usah takut lagi ketauan publik saat mendaftarkan order pembelian atau penjualannya, sebelum order benar-benar dieksekusi.

    Mekanisme Buyback dari Hasil Revenue

    Melalui halaman dokumen resminya, Aster memperkenalkan sistem buyback dari hasil pendapatan protokol. Melalui program ini, sebagian pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas platform akan digunakan untuk membeli kembali token Aster di pasar. 

    Tak hanya itu, hasil buyback tersebut juga dialokasikan sebagai insentif reward governance, yang bertujuan mendorong keterlibatan komunitas dalam proses tata kelola terdesentralisasi. 

    Dengan mekanisme seperti ini maka mintat dan stabilitas harga token Aster dalam jangka panjang bisa terjaga.

    Optimistic Execution, Fraud Proof, dan Prospek Zero-Knowledge

    Transaksi blockchain yang sering kali dipandang lebih ‘lama’ daripada transaksi di centralized web2 membuat Aster harus berinovasi dengan fitur baru, yakni dengan model optimistic execution, dimana semua transaksi dianggap valid hingga ada yang membuktikan sebaliknya melalui fraud proof

    Hal ini diklaim dapat membuat proses trading di Aster berlangsung cepat. Lebih jauh, pengembangan ke arah integrasi zero-knowledge proofs di masa depan juga sudah diwacanakan, demi menambah tingkat keamanan dan efisiensi sekaligus mengurangi ketergantungan pada proses verifikasi manual yang rawan delay.

    Fitur Aster Earn menjadi magnet tersendiri bagi para pemburu yield farming dan staking. Soalnya, dengan fitur ini pengguna dapat memperoleh imbal hasil, mulai dari staking USDF, BTC, CAKE hingga BNB. 

    Penarikan imbal hasil bisa dilakukan kapan saja, tanpa proses klaim manual, sementara kontrol keamanan tetap diawasi mitra kustodian terpercaya seperti Ceffu.

    USDF sendiri adalah sebuah stablecoin hasil kolateralisasi dengan cara minting dari stablecoin USDT, USDF ini nantinya dapat dimasukkan ke dalam fitur earn menjadi asUSDF untuk memberi yield bagi para holder-nya. 

    Sebagai insentif tambahan, mint dan staking USDF membuka kesempatan untuk meraih multiplier point hingga 20× sebagai syarat untuk airdrop ekosistem Aster di masa mendatang. Jika kamu ingin menarik USDF ini, kamu juga bisa di-redeem kembali menjadi USDT dengan rasio ± 1:1.

    Aster Chain

    Saat ini token Aster masih beroperasi di jaringan BNB Smart Chain (BEP-20), namun roadmap proyek ini menunjukkan ambisi yang lebih besar. Tim Aster berencana meluncurkan Aster Chain, sebuah blockchain layer-1 independen yang dikembangkan untuk meningkatkan skalabilitas, privasi, dan efisiensi transaksi.

    Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Aster sebagai pesaing serius bagi platform besar seperti Hyperliquid yang juga telah beroprasi di jaringan blockchainnya sendiri.

    Baca juga: Aster Airdrop Tahap 2 Dimulai, Cek Cara Dapat dan Klaimnya

    Bagaimana Cara Membeli Aset Kripto ASTER?

    Kamu bisa membeli Aster melalui bursa kripto seperti Tokocrypto dengan langkah-langkah yang sederhana seperti masuk ke akun Tokocrypto, mencari pasangan perdagangan ASTER/USDT, lalu menempatkan order pembelian sesuai kebutuhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aster Airdrop Tahap 2 Dimulai, Cek Cara Dapat dan Klaimnya

    Aster DEX kembali mengguncang dunia kripto dengan pengumuman resmi fase baru kampanye airdrop mereka. Setelah sukses besar di dua tahap pertama, proyek ini bersiap meluncurkan “Aster Dawn”, tahap ketiga yang menjanjikan sistem hadiah lebih adil, anti-abuse, dan tanpa penguncian token.

    Dilaporkan Cryptopolitan, fase terbaru ini dimulai 6 Oktober dan akan berlangsung selama lima minggu, melanjutkan momentum besar yang membuat Aster kini dianggap sebagai salah satu pesaing paling serius dalam lanskap decentralized exchange (DEX) global.

    320 Juta Token Dibagikan di Tahap 2

    Tahap kedua airdrop Genesis resmi berakhir hari ini, 5 Oktober, pukul 23:59 UTC.
    Sebanyak 4% dari total pasokan $ASTER, sekitar 320 juta token, telah disiapkan untuk distribusi. Nilainya berpotensi mencapai ratusan juta dolar, tergantung harga pasar saat klaim dibuka.

    Mulai 10 Oktober, pengguna dapat memeriksa kelayakan mereka melalui pemeriksa airdrop resmi, berdasarkan poin Rh yang dikumpulkan dari aktivitas seperti volume perdagangan, posisi terbuka, dan penggunaan aset hasil seperti asBNB atau USDF.

    Baca juga: Token OG Melonjak 17%: Didorong Esports dan Komunitas Web3

    Klaim token akan dibuka 14 Oktober, tanpa vesting atau penguncian. Artinya, penerima bisa langsung memperdagangkan atau menyimpan token mereka. Tapi hati-hati, token yang tidak diklaim sebelum 17 Oktober akan dikembalikan ke dana ekosistem.

    “Kalau tidak diklaim, hilang selamanya,” tulis tim Aster dengan nada tegas di X (Twitter).

    Tahap 3: Lebih Ketat, Lebih Adil, dan Lebih Menguntungkan

    Tahap ketiga akan menghadirkan sejumlah pembaruan besar yang membedakannya dari dua tahap sebelumnya.
    Salah satunya adalah filter anti-penyalahgunaan (anti-wash trading) untuk memastikan hadiah jatuh ke tangan trader sejati, bukan bot atau pelaku manipulatif.

    Selain itu, hadiah perdagangan spot akan diperkenalkan bersama sistem skor multidimensi dan pengganda simbol khusus. Ada juga fitur booster tim, yang memungkinkan kelompok trader bersaing secara adil untuk meraih insentif lebih besar.

    Sementara itu, program rujukan standar tetap di angka 10%, namun trader aktif dengan volume tinggi dapat mengajukan peningkatan tingkat rujukan dan mendapatkannya hanya dalam beberapa jam setelah disetujui.

    Aster DEX Tantang Dominasi Pasar Hyperliquid

    Dalam beberapa bulan terakhir, nama Aster DEX semakin mencuat di antara para pemain besar seperti Hyperliquid dan Aevo. Pendekatannya yang inovatif dalam distribusi hadiah dan sistem insentif membuat banyak analis percaya proyek ini bisa memecah duopoli Tether dan Circle dalam menghasilkan pendapatan DeFi.

    Meski ada risiko tekanan jual dari sistem tanpa penguncian, Aster optimistis mampu menjaga stabilitas harga berkat pendapatan mingguan lebih dari $120 juta yang siap digunakan untuk buyback token di pasar terbuka.

    Semua mata kini tertuju pada 10 Oktober, tanggal di mana pemeriksa kelayakan airdrop akan resmi diluncurkan, dan menjadi penentu langkah besar Aster berikutnya.

    Dengan mekanisme baru, sistem transparan, dan potensi hadiah besar, Aster DEX kembali jadi sorotan utama di musim airdrop kali ini. Bagi pengguna lama, ini saatnya mengecek apakah Anda termasuk yang beruntung, dan bagi pendatang baru, fase ketiga mungkin menjadi peluang emas untuk ikut berburu $ASTER.

    Baca juga: Harga Celo Meroket 30% Sehari! Sinyal Bullish dan Kebangkitan DeFi


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Aster (ASTER)? Panduan Lengkap untuk Pemula

    Aster (ASTER) adalah platform decentralized exchange (DEX) yang menggabungkan perdagangan spot, perpetual futures, dan tokenized stock dalam satu ekosistem on-chain.

    Dengan dukungan dari YZi Lab dan endorsement langsung dari tokoh besar seperti CZ Binance, Aster berhasil mencuri perhatian investor kripto global sekaligus menantang langsung Hyperliquid sebagai platform DEX yang lebih dulu booming.

    Apa itu Aster?

    Aster adalah sebuah platform decentralized exchange (DEX) yang menggabungkan perdagangan spot dan perpetual futures hingga 1001x dalam satu platform on-chain yang sepenuhnya dilakukan tanpa custodian melalui smart contract.

    Aster tidak hanya memberikan akses untuk trading dan investasi aset kripto, namun juga saham dalam bentuk tokenized stock (RWA). Inovasi ini memungkinkan kamu untuk membeli saham global, seperti Apple atau Tesla, sebagai token yang bisa diperdagangkan layaknya aset kripto.

    Dengan dukungan YZi Lab (sebelumnya Binance Labs) Aster berhasil merebut perhatian investor kripto dengan kenaikan mencapai lebih dari 1000% dari sejak awal rilis.

    Fungsi Token Aster

    Alokasi token Aster. Sumber: docs.asterdex

    Token Aster berfungsi sebagai mata uang kripto asli yang menggerakkan seluruh ekosistem Aster. Dengan total pasokan sebesar 8 miliar token, Aster memainkan berbagai peran penting di dalam platform seperti:

    • Sebagai token tata kelola (Governance): Dengan memiliki token Aster, pemegang token memiliki hak suara dalam pembaruan protokol, perubahan jaringan, dan keputusan strategis yang mempengaruhi masa depan platform. 
    • Potongan biaya trading: Pengguna yang menyimpan dan menggunakan token Aster akan mendapatkan potongan biaya transaksi di pasar spot maupun perpetual.
    • Reward staking: Pengguna dapat melakukan staking Aster untuk mendapatkan imbalan sambil mendukung keamanan jaringan dan proses tata kelola.

    Selain kegunaan di atas, ada juga mekanisme deflasi token yang dapat mengurangi pasokan token di pasar, dengan pembelian kembali (buyback) secara berkala yang didanai dari pendapatan platform. Maka dengan semakin tingginya volume perdagangan dan pendapatan yang meningkat, dapat berpotensi memberikan kenaikan seiring waktu ke depannya.

    Baca juga: Airdrop Aster Airdrop Tahap 2 Dimulai, Cek Cara Dapat dan Klaimnya

    Fitur Utama DEX Aster

    Spot

    Fitur spot di Aster

    Aster menghadirkan pengalaman spot trading yang modern dan efisien, memungkinkan pengguna membeli dan menjual aset kripto secara langsung dengan harga pasar terbaik. Fitur spot trading pada Aster menggunakan antarmuka order book dengan likuiditas tinggi, biaya perdagangan yang sangat rendah, dan beragam tools trading.

    Perpetual Mode

    Gambar fitur perpetual Aster dengan maksimum leverage 100x

    Di Aster, mode perpetual dirancang khusus untuk trader derivatif yang menginginkan fleksibilitas dan fitur lanjutan. Perpetual Mode memanfaatkan order book dengan likuiditas tinggi, menawarkan spread tipis dan fee rendah untuk perdagangan kontrak perpetual. 

    Pengguna bisa mengakses berbagai strategi trading seperti long, short, dan hedging secara efisien. Infrastruktur perpetual Aster yang menggabungkan teknologi dari merger Astherus dan APX Finance, memberikan keunggulan privasi, eksekusi cepat, serta opsi grid trading otomatis bagi pengguna pro. Semua transaksi tetap on-chain, transparan, dan bebas manipulasi MEV.

    Baca juga: Pengertian dan Contoh Kasus MEV Bot

    1001x

    Fitur Perpetual dengan leverage 1001x untuk para degen

    Aster membedakan dirinya dengan menyediakan opsi leverage hingga 1001x, salah satu tertinggi di industri DEX saat ini. Dalam fitur 1001x leverage ini, kamu bisa memilih untuk trading menggunakan fitur perpetual atau prediction. Cocok untuk para degen yang memiliki profile risiko trading yang tinggi.

    Gambar fitur Prediction di Aster DEX

    Berbeda dengan perpetual yang memberi kamu fleksibilitas penuh untuk membuka dan menutup posisi kapan saja, prediction berfokus pada arah harga dalam jangka waktu tertentu seperti 5, 15, 30 menit, dan 1 jam.

    Pengaruh Dukungan CZ dan Hype Komunitas

    Salah satu komentar CZ yang membuat para investor FOMO

    Changpeng Zhao (CZ), pendiri Binance, secara terang-terangan mendukung perkembangan Aster melalui akun pribadi X (Twitter) miliknya pada tanggal 17 September 2025, sebelum Aster listing di bursa pasar besar.

    Dukungan langsung dari (CZ) ini membentuk hype tinggi di kalangan komunitas dan investor kripto, harga Aset pun langsung meroket lebih dari 1000% dan membuat volume transaksi, serta adopsi Aster DEX dibanjiri oleh pengguna baru.

    Tak hanya CZ, banyak influencer hingga tokoh CT (crypto twitter) pun ikut meramaikan hype ini. Salah satunya Youtuber muda terkenal, MrBeast yang kedapatan membeli Aster sebesar $114.000.

    Meskipun MrBeast sempat membantah melalui akun X pribadinya, data dari Arkham Intelligence justru menunjukkan pola akumulasi yang jelas terbukti.

    Selain MrBeast, tokoh CT lain seperti MartyParty (@martypartymusic) juga ikut mengamplifikasi dengan thread analisis yang menyoroti posisi Aster di ekosistem BNB Chain, sementara SpotOnChain memantau wallet tersebut secara real-time, memicu diskusi tentang “whale moves” yang bisa mendorong harga ke $2+ jika sentimen tetap positif.

    Secara keseluruhan, dukungan silang dari CZ, MrBeast (meski kontroversial), dan CT telah mengubah Aster dari proyek niche menjadi spotlight DeFi. Namun, investor disarankan waspada karena dengan tingginya hype, maka volatilitas juga biasanya menjadi tinggi dan bisa berujung koreksi jika whale dump terjadi.

    Bagaimana Cara Menggunakan Aster?

    Sebelum kamu mencoba menggunakan Aster, pastikan kamu telah memiliki aset kripto yang ada di jaringan yang didukung oleh Aster, seperti jaringan BNB Chain, Ethereum, Arbitrum dan Solana. Aset tersebut bisa berupa stablecoin, atau native token dari masing-masing jaringan tersebut.

    Caranya kamu cukup membeli aset-aset tersebut di Tokocrypto lalu membuat hot wallet seperti Binance Wallet, Meta Mask, Trust Wallet atau wallet lainnya. Setelah itu kamu hanya perlu mengirimkan aset yang tadi kamu telah beli di Tokocrypto ke dalam wallet tersebut dengan mengikuti tutorial yang ada di sini: Cara Transfer Crypto Lewat Jaringan Blockchain di Tokocrypto.

    Jika sudah maka kamu bisa mengikut beberapa langkah berikut untuk mencoba menggunakan Aster:

    1. Masuk ke https://www.asterdex.com/en
    1. Klik “Launch app
    1. Pilih jaringan blockchain yang ingin kamu gunakan dan klik “Connect wallet
    1. Lakukan konfirmasi melalui wallet yang kamu gunakan
    1. Setelah itu kamu bisa langsung menggunakan semua fitur yang tersedia di Aset DEX

    Kesimpulan

    Dengan kombinasi fitur yang menarik bagi para trader, hype komunitas, kegunaan token yang jelas, hingga mekanisme buy back yang bisa membuat harga semakin tinggi, Aster (ASTER) telah menjadi salah satu DEX paling menarik di industri kripto saat ini.

    Meski potensi keuntungannya tinggi, investor tetap disarankan untuk memahami risiko volatilitas dan strategi manajemen aset sebelum mencoba.

    Mulai perjalanan investasi dan trading kripto yang aman dan mudah dengan menggunakan bursa kripto terpercaya dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan seperti Tokocrypto, nikmati biaya trading 0% dengan fitur beli atau jual sekarang!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli 

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aktivitas Turun 99%, ASTER Masih Punya Peluang Reli Besar?

    Harga ASTER (sebelumnya Astherus) telah merosot hampir 70% dari puncak pasca peluncuran di level US$2,41. Penurunan ini terjadi di tengah meredupnya euforia awal dan turunnya aktivitas pengguna secara drastis. Meski demikian, sejumlah indikator teknikal dan pergerakan whale menunjukkan potensi pembalikan arah yang signifikan.

    Aktivitas Pengguna dan Volume Perdagangan Ambruk

    Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan penurunan tajam dalam partisipasi pengguna sejak peluncuran token pada September 2025. Jumlah alamat aktif harian yang berinteraksi dengan Astherus Vault di BNB Chain sempat mencapai 29.062 pada 24 September, namun per 19 Februari turun menjadi hanya 146 alamat. Ini berarti terjadi penurunan sekitar 99,5% dalam aktivitas harian.

    Volume perdagangan di decentralized exchange (DEX) BNB Chain juga mengalami kontraksi besar. Dari puncak US$327,75 juta, volume harian kini hanya berada di kisaran US$17,31 juta, turun sekitar 94,7%. Penurunan ini mencerminkan melemahnya partisipasi pasar serta berkurangnya permintaan on-chain.

    Meski demikian, total alamat unik yang pernah berinteraksi dengan protokol terus meningkat hingga mencapai 572.252 alamat. Selain itu, pada 19 Februari, total deposit tercatat sebesar US$11,8 juta dari hanya 146 wallet, atau rata-rata sekitar US$80.000 per wallet. Hal ini menunjukkan partisipasi ritel memang turun, tetapi investor bernilai besar masih aktif.

    Menariknya, sejak token generation event (TGE), tidak tercatat adanya penarikan dana harian dari vault, mengindikasikan bahwa modal yang telah masuk belum keluar dari sistem.

    Sinyal Bullish dari Indikator Teknikal

    Di tengah pelemahan fundamental jangka pendek, grafik 12 jam menunjukkan terbentuknya bullish divergence antara 7 Desember hingga 14 Februari. Harga mencetak lower low, sementara indikator RSI membentuk higher low. Pola ini biasanya menandakan tekanan jual mulai melemah dan potensi pembalikan mulai terbentuk.

    Selain itu, indikator exponential moving average (EMA) menunjukkan kemungkinan crossover bullish, di mana EMA 20 periode mendekati persilangan di atas EMA 100 periode. Jika terjadi, ini dapat menjadi sinyal awal penguatan momentum harga.

    Struktur harga juga membentuk pola inverse head-and-shoulders, yang dikenal sebagai pola pembalikan bullish. Neckline pola ini berada di sekitar US$0,79, yang kini menjadi level kunci untuk menentukan arah berikutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, muncul anomali antara sentimen publik yang negatif dengan perilaku whale yang optimis. Jika ASTER mampu menembus resistensi kritis di /usr/bin/bash.79, target breakout mencapai .46 (rally 85%).

    “Ini adalah pertarungan klasik antara kapitulasi retail dan keyakinan modal besar yang memposisikan diri untuk pembalikan tren,” analisisnya.

    Baca juga: ASTER di $0,70, Aster Umumkan 0% Maker Fee untuk Semua Market

    Whale Terus Akumulasi di Tengah Sentimen Negatif

    Data Santiment menunjukkan wallet besar yang memegang antara 100 juta hingga 1 miliar ASTER telah meningkatkan kepemilikan dari 2,75 miliar menjadi 2,96 miliar token sejak awal Februari. Whale berukuran menengah (1 juta–10 juta ASTER) juga menambah kepemilikan dari 262,48 juta menjadi 278,96 juta token.

    Namun, sentimen pasar justru memburuk. Skor sentimen positif turun dari 10,39 pada 12 Februari menjadi mendekati nol. Hal ini menunjukkan meningkatnya kritik dan persepsi negatif terhadap menurunnya aktivitas platform.

    Perbedaan antara akumulasi whale dan sentimen ritel ini kerap muncul menjelang titik balik harga besar, meskipun belum menjamin terjadinya pembalikan dalam waktu dekat.

    Level Kunci yang Tentukan Arah 85% Rally atau Lanjut Turun

    Level US$0,79 menjadi titik krusial. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level ini, target resistensi berikutnya berada di US$0,92, US$1,06, dan US$1,29, dengan target penuh di sekitar US$1,46. Kenaikan menuju US$1,46 akan mencerminkan potensi reli sekitar 85% dari harga saat ini.

    Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$0,68, struktur bullish mulai melemah. Penurunan lebih dalam di bawah US$0,39 akan membatalkan pola pembalikan dan mengonfirmasi tekanan bearish berlanjut.

    Saat ini, ASTER berada di titik penentuan. Meski aktivitas pengguna dan sentimen melemah tajam, akumulasi whale serta sinyal teknikal menunjukkan kemungkinan pemulihan masih terbuka. Pergerakan berikutnya di atas US$0,79 atau di bawah US$0,39 akan menjadi penentu arah jangka panjang token ini.

    Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ASTER di $0,70, Aster Umumkan 0% Maker Fee untuk Semua Market

    Aster mengumumkan kebijakan baru dengan memangkas biaya maker menjadi 0% di seluruh market yang tersedia di platformnya. Kebijakan ini akan berlaku mulai 2 Februari pukul 12.00 UTC dan diterapkan tanpa persyaratan volume transaksi.

    Langkah tersebut berarti pengguna yang menyediakan likuiditas di pasar Aster tidak lagi dikenakan biaya transaksi. Aster menyatakan bahwa kebijakan ini berlaku untuk semua market, sehingga setiap trader yang menempatkan order maker bisa bertransaksi tanpa membayar biaya tambahan.

    0% Maker Fee Berlaku Tanpa Syarat Volume

    Dalam pengumumannya, Aster menegaskan bahwa kebijakan 0% maker fee tidak memerlukan syarat tertentu, termasuk batas minimal volume perdagangan. Dengan skema ini, pengguna ritel maupun institusi dapat menikmati keuntungan yang sama selama mereka berperan sebagai penyedia likuiditas.

    Aster menekankan bahwa setiap pihak yang menambah kedalaman pasar atau memasang order di order book tidak perlu membayar biaya, karena seluruh biaya maker telah dihapus sepenuhnya.

    Dorong Likuiditas dan Persaingan Bursa Kripto

    Kebijakan penghapusan maker fee dinilai dapat meningkatkan aktivitas perdagangan serta mendorong pertumbuhan likuiditas di platform. Dengan biaya maker nol, spread harga berpotensi menjadi lebih rapat, sementara order book bisa menjadi lebih dalam karena semakin banyak pengguna terdorong untuk memasang order.

    Langkah ini juga mencerminkan strategi kompetitif di tengah persaingan bursa kripto global yang semakin ketat, di mana penurunan biaya menjadi salah satu cara utama untuk menarik pengguna dan meningkatkan volume transaksi.

    Harga ASTER Bergerak di Kisaran $0,70

    Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Di sisi pasar, token Aster (ASTER) tercatat diperdagangkan di sekitar $0,705 dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,75 miliar. Volume perdagangan 24 jam berada di kisaran $103,81 juta.

    Meski mengalami penurunan sekitar 2,8% dalam 24 jam terakhir, ASTER masih mencatat kenaikan sekitar 7,3% dalam sepekan terakhir.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah ‘Zero-Fee’ ini adalah strategi agresif untuk menyedot likuiditas dan market maker dari kompetitor.

    “Bagi token ASTER, ini bisa menjadi katalis bullish jangka pendek karena peningkatan volume platform, namun perlu dipantau dampaknya terhadap revenue jangka panjang,” jelasnya.

    Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ASTER Naik ke $0,70, Aster Chain Mainnet Resmi Meluncur Maret

    Aster, decentralized perpetual exchange yang disebut mendapat dukungan dari pendiri Binance Changpeng Zhao (CZ), mengumumkan rencana peluncuran mainnet layer-1 miliknya, Aster Chain, pada Maret 2026. Pengumuman tersebut disampaikan melalui platform X pada Rabu, sebagai bagian dari roadmap Aster untuk tahun 2026.

    Dilaporkan Crypto Briefing, peluncuran mainnet ini akan menjadi langkah besar bagi Aster, yang sebelumnya telah menjalankan testnet pada awal Februari 2026 setelah melewati tahap uji coba whitelisted pada akhir 2025. Tim menyebut testnet tersebut telah menarik lebih dari 50.000 partisipan sebelum memasuki fase produksi penuh melalui mainnet.

    Fokus Infrastruktur Baru dengan Fitur Privacy-First

    Menurut tim Aster, peluncuran Aster Chain dirancang untuk memperkuat infrastruktur platform dengan menghadirkan jaringan khusus yang mendukung produk-produk on-chain Aster. Selain itu, jaringan layer-1 ini juga ditujukan untuk mendukung pengembang melalui tools builder serta menyediakan integrasi fiat on/off-ramp.

    Aster Chain disebut membawa pendekatan privacy-first, yang menjadi salah satu fokus utama pengembangan jaringan tersebut.

    Baca juga: Aster Resmi Rilis Testnet L1, Harga ASTER Naik 17% ke $0,55

    Upgrade DEX: Governance, Staking, hingga Real-World Asset Trading

    Selain peluncuran mainnet, Aster juga menyatakan bahwa tahun 2026 akan difokuskan untuk peningkatan DEX secara community-driven. Sejumlah inisiatif yang disiapkan meliputi sistem governance berbasis native token, staking untuk meningkatkan partisipasi pengguna, serta perluasan fitur trading berbasis aset dunia nyata.

    Aster menargetkan ekspansi ke produk real-world assets (RWA), termasuk pasar perpetual berbasis saham (stock perpetual markets). Langkah ini dinilai dapat memperluas penawaran synthetic trading Aster, tidak hanya terbatas pada aset kripto.

    Harga ASTER Menguat ke $0,70

    Di tengah pengumuman tersebut, token Aster (ASTER) tercatat menguat sekitar 9% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran $0,70. Kapitalisasi pasar ASTER berada di level sekitar $1,73 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai sekitar $278 juta.

    Dalam tujuh hari terakhir, ASTER tercatat naik sekitar 29%, meski dalam 90 hari terakhir masih mengalami penurunan lebih dari 33%. Total suplai maksimum ASTER tercatat sebesar 8 miliar token, sementara suplai beredar saat ini berada di angka sekitar 2,48 miliar token.

    Dengan peluncuran mainnet yang dijadwalkan pada Maret, pasar kini menunggu detail lebih lanjut terkait implementasi fitur privacy-first serta bagaimana Aster akan mengembangkan ekosistem DEX dan produk derivatifnya sepanjang 2026.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dengan fokus pada inovasi fitur trading seperti TWAP dan privasi on-chain, Aster mencoba membedakan diri dari kompetitor DEX tradisional yang mulai jenuh.

    “Ekspansi roadmap ini sangat krusial untuk menarik trader profesional yang membutuhkan eksekusi cepat namun tetap menjaga anonimitas dan keamanan aset mereka secara desentralisasi,” analisanya.

    Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aster Resmi Rilis Testnet L1, Harga ASTER Naik 17% ke $0,55

    Proyek blockchain Aster resmi meluncurkan testnet publik untuk jaringan layer-1 (L1) miliknya yang diberi nama Aster Chain. Peluncuran ini menjadi langkah besar Aster dalam membangun ekosistem blockchain yang dirancang khusus untuk mendukung perdagangan perpetual decentralized exchange (perp DEX) dengan kapasitas tinggi.

    Aster menargetkan peluncuran mainnet pada kuartal I (Q1) 2026, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan perp DEX on-chain yang terus mencetak rekor sepanjang 2025.

    Aster Chain Fokus Perp Trading Super Skalabel dan Privasi

    Dalam pengumumannya, Aster menyebut Aster Chain sebagai blockchain layer-1 kustom yang dirancang untuk menghadirkan sistem perdagangan perpetual yang ultra-scalable. Jaringan ini juga dikembangkan dengan fitur privasi untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan keamanan pengguna.

    Peluncuran testnet dilakukan secara publik, sehingga komunitas dan pengembang kini dapat mulai mencoba infrastruktur Aster Chain sebelum masuk tahap mainnet.

    Langkah ini dilakukan di tengah pertumbuhan eksplosif volume perdagangan perpetual DEX, yang pada 2025 dilaporkan telah mencapai angka triliunan dolar.

    Harga ASTER Naik 17% dalam 24 Jam

    Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Bersamaan dengan kabar peluncuran testnet, token ASTER mencatat lonjakan harga signifikan. Berdasarkan data perdagangan terbaru, ASTER diperdagangkan di level sekitar $0,556 atau naik 17,05% dalam 24 jam terakhir.

    Token tersebut sempat bergerak pada rentang harga harian dengan level terendah di $0,415 dan tertinggi mencapai $0,562.

    Kapitalisasi pasar ASTER saat ini tercatat sekitar $1,37 miliar, menempatkannya di peringkat #49 aset kripto populer. Sementara volume perdagangan 24 jam mencapai sekitar $301 juta.

    ASTER Masih Turun dalam 30-90 Hari Terakhir

    Meski mengalami lonjakan harian, kinerja harga ASTER dalam jangka menengah masih menunjukkan tekanan. Dalam 30 hari terakhir, ASTER turun sekitar 25,24%, kemudian melemah 41,39% dalam 60 hari, dan turun 46,93% dalam 90 hari terakhir.

    Secara mingguan, ASTER juga masih mencatat penurunan sekitar 8,14%.

    Token ASTER memiliki suplai beredar sebesar 2,48 miliar, dari total maksimum suplai 8 miliar. Kapitalisasi pasar fully diluted tercatat berada di kisaran $4,43 miliar.

    Mainnet Q1 2026 Jadi Target Besar Aster

    Peluncuran testnet ini menjadi sinyal bahwa Aster serius membangun infrastruktur layer-1 untuk mendukung ekosistem perdagangan derivatif terdesentralisasi. Jika target mainnet Q1 2026 tercapai, Aster Chain berpotensi menjadi salah satu jaringan baru yang bersaing di sektor blockchain khusus perp trading yang kini sedang berkembang pesat.

    Dengan meningkatnya minat terhadap perp DEX dan adopsi derivatif kripto on-chain, Aster Chain diproyeksikan akan menjadi proyek yang diperhatikan pasar menjelang 2026.

    Menurut Tim Reserach Tokocrypto, strategi “First to List” untuk aset panas seperti $WARD adalah cara efektif bagi DEX baru untuk mencuri pangsa pasar. Kompetisi trading memberikan insentif tambahan bagi trader untuk mencoba likuiditas platform.

    Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Skill 70 Manusia vs 30 AI Diuji di AI Trading Showdown Season 2 Aster DEX

    Aster DEX, platform decentralized perpetual exchange (perp DEX) generasi baru yang didukung oleh YZi Labs, kembali menyita perhatian dengan meluncurkan Season 2 dari Human vs AI Trading Showdown atau yang dikenal sebagai AI Trading Battle.

    Kompetisi ini berlangsung di Aster Chain testnet selama 7 hari penuh (22–29 Januari 2026), mempertemukan 70 trader manusia melawan 30 agen AI dalam arena trading on-chain yang transparan.

    Total prize pool mencapai $150.000 dan menjadi $200.000 jika Tim Manusia berhasil mengalahkan Tim AI berdasarkan ROI tim secara agregat.

    AI Trading Showdown Season 2 Aster DEX

    Kompetisi Human vs AI Season 2 diluncurkan untuk menguji jaringan Aster Chain Testnet, sekaligus menguji strategi, intuisi, dan disiplin antara manusia dan AI.

    Setiap peserta, baik 70 trader manusia maupun 30 agen AI akan diberi modal virtual 10,000 USDT + 10,000 $ASTER untuk diperdagangkan pada pair populer seperti BTC/USDT, ETH/USDT, SOL/USDT, XRP/USDT, dan ASTER/USDT.

    Dalam pertandingan ini, AI yang bertanding merupakan agen canggih yang dibekali dengan situation awareness real-time, diperkuat model terbaru seperti GPT-5, Gemini, DeepSeek, dan Grok. Sementara itu, trader manusia dipilih ketat berdasarkan performa 60 hari terakhir, termasuk mereka yang dikenal agresif dalam memanfaatkan momentum pasar.

    Di Season 1 kemarin, manusia mendominasi leaderboard individu dengan PNL spektakuler dan rotasi cepat ke aset spekulatif seperti ENA, XPL, atau PUMP. Namun secara keseluruhan, AI menang telak dengan ROI lebih stabil dengan AI -4.48% dan manusia -32.22%, zero liquidation dibanding dengan 43% pada manusia, dan preservasi modal jauh lebih baik.

    Baca juga: DeepSeek Buat Porto Naik 2x di Alpha Arena, Trader Manual Tumbang di Hadapan AI?!

    Detail Hadiah AI Trading Showdown Season 2 Aster DEX

    Total prize pool kompetisi ini mencapai $150.000 dan akan meningkat menjadi $200.000 jika Tim Manusia berhasil mengalahkan Tim AI berdasarkan ROI tim secara agregat. 

    Hadiahnya sendiri dibagi dalam beberapa kategori: Top Human PnL Champion berhak atas $30.000, sementara tim dengan ROI tertinggi akan berbagi $50.000, atau $100.000 jika kemenangan diraih oleh manusia. 

    Sementara tim yang kalah tetap memperoleh $20.000 sebagai bentuk apresiasi partisipasi. Distribusi hadiah dilakukan secara proporsional sesuai kontribusi PnL positif masing-masing peserta, sehingga setiap trader yang mencetak keuntungan akan mendapatkan bagian sesuai performanya.

    Baca juga: Bisakah AI Trading Crypto Dimulai dengan Modal Kecil?

    Update Klasemen

    Hingga tanggal 28 Januari, sehari sebelum penutupan dari pertandingan ini, baik Manusia maupun AI secara total mengalami kerugian, dengan detail sebagai berikut:

    • Manusia mencatat ROI -22.02% dengan total kerugian sekitar -$250K.
    • AI lebih stabil dengan ROI -10.25% dan kerugian jauh lebih kecil, sekitar -$49K.

    Meskipun secara keseluruhan kedua kubu Maunusia dan AI mengalami kerugian, beberapa di antaranya berhasil meraih keuntungan:

    • Trader manusia seperti @coupon_ichigo, @Crypto_He, dan @SkylineETH berhasil mencetak total PNL positif di kisaran $16K–$18K.
    • Dari sisi AI, @nofA_ai dan @MoneyLord menonjol dengan PNL positif $15K–$15.5K.

    Selain digunakan untuk mencoba Aster Chain testnet, dan lihainya Manusia vs Ai dalam melakukan trading, ternyata pertandingan ini juga semakin interaktif dan accessible bagi komunitas luas dengan dukungan seperti:

    • Prediction markets: terbuka di Polymarket, Opinion Labs, dan 0xProbable, para spkulator bisa bisa bertaruh siapa pemenangnya.
    • Copy-trading AI: via Hyperbot, SOON SVM, Echosync, dan SIANEXX, trader biasa bisa melakukan mirror strategi AI yang tengah bertanding, sehingga membuka peluang bagi pemula untuk mencoba memanfaatkan AI.
    • Leaderboard real-time dan replay trade tersedia di situs resmi Aster DEX testnet, memberikan transparansi penuh.

    Baca juga: Bagaimana Volatilitas Crypto Mempengaruhi Performa AI Trading?

    Penutup

    Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Sejauh ini ujicoba dari testnet Aster DEX melalui AI Trading Showdown Season 2 dianggap sukses karena mampu berjalan lancar, menghadirkan engagement baru, dan menyediakan data nyata untuk riset lanjutan di ekosistem DeFi. Bersamaan dengan itu, harga Aster juga naik sekitar 15% dalam 7 hari terakhir.

    Bagi kamu yang ingin mencoba berinteraksi langsung dengan ekosistem Aster, tokennya juga sudah tersedia di berbagai platform exchange lokal seperti Tokocrypto, dapatkan potongan biaya trading 20% untuk setiap trade dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!

    Dengan tinggal beberapa hari tersisa, kira-kira apakah manusia bisa comeback ataukah AI kembali membuktikan superioritasnya di market? Pantau terus update terbarunya di Tokonews atau kunjungi langsung Aster DEX testnet untuk update terbaru.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aster Pangkas Suplai 97%: Strategi Baru Lawan Inflasi Token

    Aster mengambil langkah drastis dalam mengubah struktur tokenomics dengan memangkas emisi token hingga sekitar 97%.

    Keputusan ini diambil dengan menghentikan skema monthly ecosystem unlock yang sebelumnya mencapai 78,4 juta ASTER per bulan, dan menggantinya dengan model distribusi baru berbasis staking-only rewards.

    Langkah ini langsung menjadi perhatian pasar karena berpotensi menciptakan tekanan suplai yang jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

    Baca Juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX

    Emisi Turun Drastis

    Dalam struktur baru, distribusi token ASTER kini dibatasi hanya sekitar 450.000 ASTER per epoch mingguan.

    Menurut laporan Cryptobriefing, jika dihitung dalam skala bulanan, angka ini berkisar antara 1,8 juta hingga 2,25 juta ASTER.

    Bandingkan dengan model lama yang mencapai puluhan juta token per bulan, perubahan ini jelas sangat signifikan.

    Penurunan emisi sebesar ini mengindikasikan tekanan jual dari token unlock berkurang drastis, inflasi token menurun tajam, sehingga potensi kelangkaan meningkat

    Dalam bahasa sederhana, Aster mencoba menciptakan supply shock melalui kebijakan tokenomics yang lebih ketat.

    Peralihan ke Staking-Only Rewards

    Model baru ini juga menandai perubahan arah insentif dalam ekosistem Aster.

    Alih-alih mendistribusikan token secara luas melalui unlock rutin, proyek kini hanya memberikan reward kepada pengguna yang aktif melakukan staking.

    Pendekatan ini memiliki beberapa tujuan, seperti mendorong partisipasi jangka panjang, mengurangi spekulasi jangka pendek, dan menjaga stabilitas harga.

    Namun, model ini juga membawa tantangan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara partisipasi pengguna dan likuiditas pasar.

    Dampak ke Dinamika Pasar

    Pemangkasan emisi biasanya dianggap sebagai sinyal bullish karena mengurangi tekanan suplai. Dalam kasus Aster, dampaknya bisa cukup signifikan mengingat skala pemotongan yang mencapai 97%.

    Beberapa efek yang mungkin terjadi akibat perubahan tokenomics ini utamanya pada harga yang berpotensi menguat akibat berkurangnya suplai baru.

    Pasalnya, volatilitas menurun jika tekanan jual berkurang dan minat staking meningkat karena menjadi satu-satunya sumber reward

    Namun, penting untuk dicatat bahwa pengurangan suplai saja tidak cukup untuk menjamin kenaikan harga.

    Perspektif Industri: Bullish Tapi Perlu Validasi

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah ini jelas memberikan dampak positif dari sisi suplai, namun tetap membutuhkan validasi dari sisi permintaan.

    “Ini perubahan tokenomics yang jelas bullish ke sisi suplai karena tekanan inflasi bulanan dipotong brutal tanpa perlu narasi muluk-muluk. Tapi pasar tetap akan menilai apakah staking-only rewards cukup buat menjaga partisipasi dan likuiditas ASTER, karena supply shock yang sehat tidak otomatis berarti demand ikut muncul,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Secara tidak langsung, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada respons pasar.

    Tantangan: Likuiditas dan Partisipasi

    Salah satu risiko utama dari model staking-only adalah potensi penurunan likuiditas di pasar.

    Jika terlalu banyak token terkunci dalam staking, maka volume perdagangan bisa menurun, spread harga bisa melebar, dan akses keluar-masuk posisi menjadi lebih sulit.

    Selain itu, proyek juga harus memastikan bahwa reward staking cukup menarik untuk menjaga partisipasi pengguna.

    Jika tidak, ekosistem bisa mengalami penurunan aktivitas meskipun suplai berkurang.

    Supply Shock vs Demand Reality

    Konsep supply shock memang menarik secara teori, namun dalam praktiknya tetap harus diimbangi dengan pertumbuhan demand.

    Beberapa faktor yang akan menentukan keberhasilan strategi ini antara lain adalah adopsi proyek secara keseluruhan; penggunaan token dalam ekosistem; dan kepercayaan komunitas.

    Tanpa faktor-faktor tersebut, pengurangan suplai bisa jadi hanya memberikan dampak sementara.

    Baca Juga: ASTER di $0,70, Aster Umumkan 0% Maker Fee untuk Semua Market

    Langkah Aster memangkas emisi token hingga 97% menjadi salah satu perubahan tokenomics paling agresif dalam waktu terakhir.

    Dengan beralih ke model staking-only rewards, proyek ini berusaha menciptakan ekosistem yang lebih stabil dan berorientasi jangka panjang.

    Namun, seperti yang diingatkan pelaku industri, keberhasilan strategi ini tidak hanya ditentukan oleh pengurangan suplai, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan permintaan yang berkelanjutan.

    Ke depan, pasar akan memantau apakah kombinasi antara supply shock dan mekanisme staking ini mampu benar-benar meningkatkan nilai dan utilitas ASTER secara nyata.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com