Tag: atlet

  • Lapangan Softball GBK, Spot Nongkrong Baru di Jakarta



    Jakarta

    Siapa sangka, Lapangan Softball GBK yang merupakan tempat berlatih atlet softball, kini menjelma jadi spot nongkrong favorit para anak muda.

    Lapangan Softball GBK menawarkan pengalaman nongkrong yang unik dan berbeda dari biasanya. Cocok untuk kamu yang ingin melepaskan penat dari kesibukan sehari-hari.

    Untuk menuju ke sini traveler bisa masuk melalui gate D atau pintu 6 dekat halte TransJakarta Gelora Bung Karno.


    Tak ada persyaratan khusus untuk masuk ke tempat ini. Lokasinya yang strategis dan nuansa yang berbeda dari tempat nongkrong lainnya, membuat Lapangan Softball GBK cocok untuk me time atau ngumpul bareng bestie.

    Berdasarkan pengamatan detikTravel, area tribun semakin sore semakin ramai dipenuhi pengunjung sambil membawa semangkuk bakso di tangannya. Betul, jika nongkrong di sini traveler juga harus coba bakso di kantin bawah seharga Rp 15 ribu untuk teman nongkrong kamu.

    Lapangan Softball GBKLapangan Softball GBK (Natasha Kayla Ananta/detikTravel)

    Ismi, salah satu pengunjung yang baru pertama kali ke Lapangan Softball GBK, takjub dengan pemandangan dan suasana di kawasan ini.

    “Kebetulan sering lari di GBK jadi sering lewat, tapi baru tau kalau dibuka untuk umum. Ini pertama kali,” kata Ismi saat diwawancara beberapa waktu lalu.

    “Enak sih, suasananya enak, adem, meskipun semioudoor, banyak tempat duduk, lightingnya bagus, pemandangannya bagus, bisa sambil liat ini (permainan softball) juga,” Ismi melanjutkan.

    Bibah, pengunjung asal Bandung, juga memilih lokasi ini sebagai tempat refreshingnya di kala datang ke Jakarta.

    “Ini ke Jakarta nyari referensi skripsi, tadi abis dari Perpusnas, ini pertama kali ke sini tapi sebelumnya udah pernah ke GBK,” kata Bibah.

    Lapangan Softball GBKLapangan Softball GBK Foto: Natasha Kayla Ananta/detikTravel

    Terlihat beberapa muda mudi yang sehabis olahraga di GBK langsung menuju ke spot ini untuk bersantai dan menikmati suasana sore di sana. Selain itu, ada juga pekerja kantor yang menyempatkan waktunya untuk duduk dan bercengkrama sebentar di kawasan ini.

    Selain memiliki spot yang estetik dengan pemandangan gedung tinggi Jakarta, tempat ini juga memiliki banyak tempat duduk tribun yang melimpah. Cocok untuk traver yang ingin duduk-duduk santai sambil menikmati sore hari dengan spot foto gedung tinggi Jakarta.

    Sambil nongkrong, traveler juga bisa lihat latihan atau pertandingan softball ataupun baseball. Jika tertarik untuk main softball di lapangannya, traveler bisa menghubungi club yang sedang bermain untuk menanyakan informasi atau download aplikasi ‘Kuyy!’.

    Setelah registrasi, terdapat berbagai informasi pelatihan dan pertandingan di sana. Pastikan memilih ‘training’ jika traveler sekadar ingin belajar main softball. Di sana, terdapat detail informasi tentang lokasi, jam, biaya registrasi, dan sebagainya.

    Biaya registrasinya hanya Rp 85 ribu per orang dengan durasi main dua jam. Setelah mengisi data diri, traveler bisa melakukan pembayaran melalui beberapa metode pembayaran yang tersedia di sana.

    Waktu terbaik untuk ke sini adalah sore hari pukul 17.00 WIB. Selain bisa menikmati suasana langit orange sunset, kawasan ini juga masih belum terlalu ramai pengunjung sehingga lebih leluasa untuk bersantai ataupun berfoto.

    (wsw/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ini 4 Cara Mudah Pergi ke Bundaran HI dengan Kendaraan Umum


    Jakarta

    Bundaran Hotel Indonesia atau disebut juga Bundaran HI merupakan salah satu tempat ikonik di Jakarta. Tempat ini selalu ramai dalam momen tertentu, misalnya saat malam tahun baru atau car free day (CFD).

    Wisatawan dari dalam maupun luar negeri bisa mengunjungi Bundaran HI dengan menggunakan kendaraan umum, mulai dari KRL Commuter Line, TransJakarta, MRT, hingga LRT. Lokasinya yang berada di pusat kota membuat Bundaran HI sangat mudah diakses.

    Lantas, bagaimana cara pergi ke Bundaran HI dengan menggunakan transportasi umum? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara ke Bundaran HI dengan Kendaraan Umum

    Ada banyak cara bagi travelers yang ingin berkunjung ke Bundaran HI dengan transportasi umum. Berikut moda transportasi yang bisa kamu gunakan untuk bisa sampai ke Bundaran HI:

    1. KRL Commuter Line

    Cara yang pertama adalah dengan menggunakan KRL Commuter Line. Bagi kamu warga Depok, Tangerang, ataupun Bekasi sudah bisa jalan-jalan ke pusat kota dengan mudah dan cepat.

    Untuk bisa sampai di Bundaran HI, travelers harus menaiki KRL tujuan Cikarang – Angke atau Cikarang – Kampung Bandan, kemudian turun di Stasiun Sudirman.

    Setibanya di Stasiun Sudirman, travelers perlu berjalan kaki sekitar 900 meter atau 15 menit untuk bisa sampai di Bundaran HI.

    2. TransJakarta

    Jika tidak mau berjalan kaki terlalu jauh, sebaiknya pilih moda transportasi TransJakarta (TJ). Sebab, ketika keluar dari halte TJ, kamu sudah disambut oleh Patung Selamat Datang yang berada persis di depannya.

    Caranya adalah dengan naik TransJakarta dan turun di Halte Bundaran HI Astra. Adapun sejumlah rute TJ yang berhenti di halte tersebut, yakni:

    • Rute 1: Blok M – Kota
    • Rute 6A: Ragunan – Balai Kota via Kuningan
    • Rute 6B: Ragunan – Balai Kota via Semanggi
    • Rute 9D: Pasar Minggu – Tanah Abang.

    3. MRT

    Selain menggunakan TransJakarta dan KRL, pilihan lainnya adalah dengan menaiki MRT. Sama seperti menggunakan TJ, detikers tak perlu berjalan kaki terlalu jauh karena MRT akan berhenti di Stasiun Bundaran HI Bank DKI.

    Adapun rute MRT saat ini baru hanya satu, yakni tujuan Lebak Bulus – Bundaran HI. Jadi, kamu bisa naik di stasiun MRT mana saja yang terdekat dari lokasi kamu, tapi pastikan mengarah ke Bundaran HI ya!

    4. LRT

    Cara lain untuk bisa sampai di Bundaran HI adalah menggunakan LRT. Bagi kamu warga Cibubur dan Bekasi yang ingin jalan-jalan ke pusat kota Jakarta, bisa banget mengandalkan transportasi umum yang satu ini.

    Untuk bisa sampai ke Bundaran HI, travelers harus menaiki LRT menuju Stasiun Dukuh Atas. Setelah itu, kamu perlu berjalan kaki sekitar 1,5 km atau 20 menit untuk bisa sampai di sana.

    Daya Tarik Bundaran HI

    Daya tarik utama dari Bundaran HI adalah karena menjadi salah satu ikon kota Jakarta. Selain itu, di tengah bundaran terdapat sebuah patung bernama Patung Selamat Datang.

    Mengutip situs Badan Sertifikasi Kadin DKI Jakarta, Patung Selamat Datang merupakan monumen sepasang manusia yang tengah menggenggam bunga dan melambaikan tangan. Patung itu dibangun untuk menyambut para tamu negara dan atlet yang datang ke pentas olahraga Asian Games ke-4 pada 1962.

    Untuk bisa menikmati suasana di sekitar Bundaran HI, travelers disarankan naik ke anjungan Halte Bundaran HI. Setibanya di anjungan, kamu bisa melihat lanskap Patung Selamat Datang serta gedung-gedung bertingkat yang keren dan estetik.

    Itu tadi penjelasan mengenai empat cara pergi ke Bundaran HI dengan menggunakan transportasi umum. Semoga dapat membantu travelers!

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Depok Open Space, Ruang Terbuka Gratis Biar Warga Depok Nggak Miskin Gerak



    Depok

    Tempat kumpul warga Depok pelan-pelan bertambah. Selain alun-alun, ada Depok Open Space (DOS) yang bisa jadi pilihan.

    DOS diresmikan pada Desember tahun 2023 di tanah seluas 2.444 meter persegi, tepat di depan Walikota Depok. DOS dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti taman air mancur, taman bermain anak, dua tribun, panggung dan perpustakaan mini.

    Saat dikunjungi detikTravel beberapa waktu lalu, DOS tampak ramai oleh pengunjung. Kebanyakan adalah anak sekolah yang sedang memanfaatkan fasilitas jogging track. Langit tampak mendung, namun pengunjung berdatangan untuk sekadar lari sore.


    Pak Bambang, seorang guru budaya dari Sekolah Master Indonesia mengajak anak muridnya untuk melakukan jalan sore. Ia begitu bersyukur dengan adanya fasilitas ini.

    Depok Open SpaceDepok Open Space Foto: (Agung Pambudhy/detikFoto)

    “Semenjak Covid, anak-anak ini jadi ‘miskin gerak’. Kami ke sini untuk ganti suasana selain di sekolah, biar anak-anak juga punya pengalaman,” ucapnya.

    Selain fasilitas lapangan, ia juga kerap membawa murid-muridnya ke perpustakaan mini. Di sana mereka diedukasi untuk lebih melek dengan dunia lewat buku.

    Depok Open SpaceDepok Open Space Foto: (Agung Pambudhy/detikFoto)

    Lapangan makin ramai, sekelompok anak laki-laki terlihat latihan di bagian tribun. Ternyata mereka adalah atlet muda Depok. Fajar (16), Reyvan (16) dan tiga temannya asyik melatih koordinasi tubuh di sana.

    Tak berapa lama, rintik hujan membasahi bumi. Semua berlarian ke area teduh yang tersedia di pinggir lapangan. Di sana, tim detikTravel mengobrol dengan kelompok atlet muda itu.

    Depok Open SpaceDepok Open Space Foto: (Agung Pambudhy/detikFoto)

    “Kami jarang ke sini sebenarnya, tapi lumayan enak kok di sini,” kata Fajar.

    Atlet yang tergabung dengan PB PASI (Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) itu mengatakan bahwa tanggal 24 Mei mereka akan berangkat untuk berlomba di tingkat kota.

    “Di sini enak, tapi belokannya terlalu tajam terus lebarnya nanggung,” ungkap Reyvan. Dalam pandangan atlet, lapangan jogging ini masih perlu diperbesar lagi, agar bisa dipakai oleh semua kalangan.

    Depok Open SpaceDepok Open Space Foto: (Agung Pambudhy/detikFoto)

    Maklum, sampai saat ini Depok belum memiliki lapangan standar untuk atlet atletik, sehingga ia dan teman-temannya cukup sulit untuk latihan secara profesional.

    “Karpet track-nya udah enak kok buat lari, tapi nanggung buat sprint. Nggak ada tanda start-finish dan panjang lintasan,” jawabnya lengkap.

    Depok Open SpaceDepok Open Space Foto: (Agung Pambudhy/detikFoto)

    Terakhir ada Indah (30) dan Amel (25), sebagai warga sipil mereka sangat senang degan adanya DOS. Mereka biasa datang ke sana untuk lari sore.

    “Fasilitasnya udah bagus, tapi toiletnya jauh harus ke masjid,” ucap Indah.

    DOS beralamat di Jl. Margonda Raya No.54, Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok. Ruang terbuka ini buka 24 jam setiap hari.

    Depok Open SpaceDepok Open Space Foto: (Agung Pambudhy/detikFoto)

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ini Bedanya Sarapan Atlet dan Orang Biasa Menurut Ahli Diet


    Jakarta

    Pola makan atlet dan orang biasa ternyata memiliki perbedaan. Begitu juga dengan sarapan yang dikonsumsi oleh para atlet. Beberapa ahli diet mengungkapkannya.

    Sarapan memang perlu dilakukan untuk menunjang energi yang akan digunakan seharian penuh. Tentunya harus yang memiliki asupan gizi seimbang. Namun, atlet dan orang biasa tetap memiliki perbedaan dalam konsumsinya.

    Dilansir dari Huffpost (3/8), atlet profesional memiliki tipe sarapan masing-masing. Hal ini diungkapkan oleh Brittany Dunn, ahli diet untuk Philadelphia Eagles, menu yang dikonsumsi atlet sangat bervariasi dibedakan berdasarkan olahraga yang mereka tekuni.


    “Saya pernah bekerja dengan seorang atlet yang lebih suka 2 telur rebus dan roti panggang selai kacang serta kopi, atlet lain lebih suka semangkuk acai dan sayuran tumis, atlet lainnya memesan 2 sandwich dan kentang goreng untuk sarapan,” ungkap Dunn.

    Mengenai zat gizi makro dan mikro, Dunn mencatat bahwa semua sarapan ini memberikan manfaat nutrisi bagi setiap atlet. “Karakteristik sarapan atlet yang kontras sangat dipengaruhi oleh preferensi dan pola makan pribadi, lamanya waktu antara waktu makan dan sesi latihan berikutnya, komposisi tubuh, dan olahraga,” ungkapnya.

    Bagaimana Kebutuhan Kalori Sarapan Atlet?

    menu sarapan atlet vs orang biasamenu sarapan atlet vs orang biasa Foto: Getty Images/iStockphoto

    Secara umum, atlet profesional perlu mengonsumsi lebih banyak kalori daripada orang biasa. Hal ini mengingat jumlah energi yang mereka gunakan dalam olahraga dan juga membantu pemulihan mereka.

    Dunn mengungkapkan kalau atlet bernama Michael Phelps dikabarkan mengonsumsi 12.000 kalori sehari saat berlatih. Dunn juga pernah bekerja dengan atlet yang membutuhkan smoothie pemulihan 1.000 kalori pasca latihan, serta 3-4 kali makan tambahan sepanjang hari.

    “Tujuannya di sini adalah agar atlet dapat mempertahankan komposisi tubuh dan menyediakan bahan bakar untuk mendukung kebutuhan latihan dan energi,” kata Dunn.

    Penjelasan lainnya ada di halaman berikut…

    Pola Makan Atlet Profesional Vs Orang Biasa

    Mengingat kebutuhan kalori atlet profesional yang lebih tinggi, tak jarang kalau mereka makan 5 bahkan 8 kali sehari. Tentunya dengan campuran makanan lengkap, shake, dan camilan. Mereka perlu mengonsumsi banyak makanan, terutama karbohidrat.

    Dr. Marc Bubbs, ahli gizi performa dengan portofolio atlet profesional dan Olimpiade serta penulis ‘Peak 40’ menjelaskan, “Kita benar-benar perlu memberi banyak bahan bakar kepada atlet, jadi kita suka memberi mereka jus atau bahkan permen yang bertujuan untuk mereka lebih lapar.”

    Sedangkan, untuk masyarakat umum jangan seperti itu. Orang biasa tak dianjurkan mengonsumsi makanan yang membuat sering lapar atau terlalu banyak kepadatan energi.

    Bubbs juga menambahkan kalau atlet pria yang pernah dilatihnya membutuhkan kalori sekitar 4.000 kcal setiap harinya. Sementara rekomendasi umum untuk orang biasa adalah 2.000 kcal per hari.

    Menu Sarapan Atlet Vs Orang Biasa

    menu sarapan atlet vs orang biasamenu sarapan atlet vs orang biasa Foto: Getty Images/iStockphoto

    Bubbs juga mencontohkan menu sarapan yang dikonsumsi. Jika biasanya orang biasa membuat smoothies dengan racikan air, bubuk protein, dan buah berry, atlet profesional tak menggunakan air. Mereka akan menambahkan jus buah dan tambahan buah lain, seperti mangga, nanas, dan pisang untuk kandungan karbohidratnya.

    Contoh lain yang diberikan Bubbs adalah semangkuk yogurt tawar dengan buah berry dan kacang-kacangan, yang merupakan sarapan yang padat untuk orang kebanyakan yang tidak terlalu banyak karbohidrat atau lemak, dan banyak protein. Untuk menambah asupan karbohidrat, atlet profesional mungkin menambahkan irisan pisang, muesli, dan sirup maple.

    (yms/yms)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Lily Banse

  • Doa Ibu Tanpa Henti Iringi Veddriq hingga Raih Emas Olimpiade Paris 2024



    Jakarta

    Veddriq Leonardo meraih emas di Olimpiade Paris 2024 pada cabang olahraga panjat tebing. Sang ibu, Rosita Hamzah, mengungkap kegigihan putranya itu dan dukungan doanya yang tanpa henti.

    Sejak siang sebelum Veddriq berlaga di final, Rosita terus berdoa untuk kemenangan putra ketiganya itu.

    “Udah dari siang tadi jam 2 sambil masak ibu udah nangis terus. Ndak nyangka ya. Berdoa supaya abang mengharumkan bangsa Indonesia dan membawa emas buat Indonesia. Selalu berdoa setiap detik buat Veddriq,” kata Rosita di kediamannya, di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (8/8/2024) malam, seperti dilansir Antara.


    Rosita mengungkap Veddriq sejak awal memiliki keinginan kuat untuk bisa tembus Olimpiade. Putranya itu kemudian meminta doa dari sang ibu.

    “Karena impiannya itu, ‘Ma doa terus ya Ma, abang pengen ke Olimpiade, abang pengen ke Olimpiade’. ‘Ya mama terus doain Bang, biarkan Abang nggak minta mama doakan,” ujar Rosita diiringi isak tangis.

    Di mata Rosita, Veddriq adalah anak yang sangat gigih dan teguh pendirian. Ia terus berlatih bahkan pada kondisi yang tidak bagus.

    “Jika dia mengatakan A, maka harus A. Dan setiap hari bahkan di saat ada kebakaran hutan di Kalimantan, ia tetap berlatih di bawah kabut asap yang memenuhi langit Kalimantan,” kata Rosita.

    Dilansir detikSport, Veddriq mengukir catatan emas untuk Indonesia di speed cabor panjat tebing usai mengalahkan atlet China Wu Peng di Final Olimpiade Paris 2024, Kamis (8/8/2024) siang waktu setempat. Atlet 27 tahun itu mencatatkan waktu 4,75 detik saat bertanding di Le Bourget Climbing Venue.

    Prestasi Veddriq ini menjadi emas pertama Indonesia di Olimpiade Paris 2024. Emas selanjutnya berhasil diraih Rizki Juniansyah pada cabor angkat besi dengan total mengangkat beban 354 kg.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com