Tag: aus

  • Ciri-ciri Stop Kontak yang Harus Segera Diganti, Bisa Dicek Tanpa Tukang



    Jakarta

    Stop kontak merupakan instalasi listrik yang berguna sebagai titik hubung antara peralatan elektronik dengan arus listrik di rumah. Masa pakai stop kontak cukup lama terutama apabila kondisinya masih bagus.

    Usia pemakaian stop kontak bisa singkat apabila menemukan tanda-tanda kerusakan. Hal tersebut bisa terlihat dengan mata telanjang, tanpa perlu memanggil tenaga ahli.

    Menurut Technical Sales PT Hager Electro Indonesia Mochammad Nurcholis tanda-tanda stop kontak harus diganti adalah ketika bagian lubang tempat masuknya steker ada yang meleleh, tidak lagi bulat sempurna.


    “Jadi di listrik itu namanya stop kontak, dia (steker dengan sub-connector di dalam stop kontak) kan harus menjepit. Nah jepitan itu harus kencang. Kalau nggak kencang itu bisa menimbulkan panas di area yang terpapar tadi (bahan stop kontak yang isolator biasanya terbuat dari plastik). Namanya plastik kan ada titik lebur. Ada panas, dia jadi seperti meleleh kadang-kadang,” jelas Nurcholis saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    Apabila sudah meleleh, stop kontak harus segera diganti karena dapat menyebabkan korsleting listrik hingga kebakaran.

    “Harus diganti karena kalau semakin panas nanti bisa mengakibatkan kebakaran. Makanya material yang dipakai (stop kontak) itu (harus) fire retardant, plastiknya. Apa itu fire retardant? Jadi fire retardant itu adalah material plastik yang kalau dibakar lelehannya itu tidak menjadi sumber api,” ungkapnya.

    Penyebab Stop Kontak Meleleh

    Nurcholis menjelaskan alasan terjadinya panas berlebih di dalam stop kontak hingga menyebabkan dindingnya meleleh karena kualitas stop kontak yang kurang bagus sehingga ketika bertemu dengan ujung steker tidak pas dan menimbulkan celah serta panas berlebih.

    “Kalau menurut saya dari material sendiri yang kurang berkualitas. Jadi kan dia harus menjepit istilahnya. Nah jepitannya ini sudah mulai berkurang. Sudah aus,” ujarnya.

    Kemudian, kabel yang tidak sesuai standar seperti kabel tembaganya terlalu sedikit atau yang kapasitasnya tidak pas dengan arus listrik di rumah juga bisa menyebabkan stop kontak meleleh.

    “Ada pengaruhnya secara dialektika (penalaran). Pasti ada namanya drop voltage atau apa. Jadi ada juga pengaruhnya. Jadi material kabelnya juga harus bagus,” sebutnya.

    Ia membantah anggapan penyebab stop kontak rusak karena terlalu lama menyolokkan kabel di dalamnya.

    Cara memastikan stop kontak tersebut memiliki kualitas yang bagus minimal sudah memiliki logo SNI di produknya. Selain itu, pilih material yang benar-benar aman, yakni tahan terhadap api dan arus listrik. Nurcholis menyebut bahan stop kontak yang bagus adalah Bayer Polycarbonate atau Bayer PC dan di dalamnya terdapat kuningan.

    Itulah tanda-tanda dan cara mencegah stop kontak rusak, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pagar Rumah Susah Digeser? Ini Solusinya biar Tak Seret


    Jakarta

    Pernahkah kesulitan menggeser pagar? Bagian rel seret sehingga susah membuka pagar rumah.

    Model pagar sepertinya ini sebenarnya praktis untuk dibuka tutup. Namun, kalau roda dan relnya tidak dirawat, lama-lama bisa seret.

    Jika sudah seperti ini, bagaimana cara memperbaikinya? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Perbaiki Pagar Geser yang Seret

    Inilah beberapa metode yang bisa dicoba biar buka tutup pagar menjadi mudah, dikutip dari Bay Area Lions Gate.

    1. Bersihkan Rel

    Kotoran bisa menumpuk pada rel sehingga pagar sulit bergeser. Jika itu kondisinya, bersihkan rel menggunakan sapu atau peniup daun.

    Penghuni rumah juga bisa menyikat rel menggunakan air dan sabun. Jangan lupa untuk membilas dan mengeringkan rel sebelum dipakai ya.

    2. Sejajarkan Pagar dengan Rel

    Pagar juga bisa seret karena posisinya tidak sejajar dengan rel. Periksa kesejajaran pagar dan rel, lalu perbaiki kalo tidak sesuai.

    Cara periksanya dengan menutup pagar, lalu ukur jarak antara pintu pagar dan tiang di kedua sisi. Pengukuran harus sama, jika tidak, sesuaikan pintu gerbang hingga sejajar.

    3. Ganti Roda yang Aus

    Selain itu, roda yang sudah rusak atau aus bisa jadi penyebab pagar susah dibuka. Pastikan roda dalam kondisi baik. Kalau roda rusak, segera ganti dengan yang baru ya.

    4. Beri Pelumas

    Gunakan pelumas untuk membantu pagar meluncur dengan mulus. Semprotkan pelumas berbasis silikon pada rel secara teratur.

    5. Kencangkan Baut dan Sekrup

    Terakhir, pastikan semua baut dan sekrup terpasang dengan kencang. Baut dan sekrup yang longgar membuat pagar bergoyang dan tidak stabil.

    Itulah beberapa cara untuk mengatasi pagar geser yang seret. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lampu Sering Berkedip? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Lampu terkadang bisa berkedip dalam beberapa situasi. Kedap-kedip di sini maksudnya lampunya mati-nyala berulang kali.

    Padahal, tidak ada yang bermain dengan sakelar lampu. Nah, sebenarnya lampu kedap-kedip bisa menandakan suatu masalah.

    Lalu, kenapa lampu berkedip ya? Berikut ini penjelasannya.


    Penyebab Lampu Berkedip

    Inilah beberapa alasan lampu mati-nyala sendiri, dikutip dari Family Handyman.

    1. Soket Harus Diganti

    Jika lampu berkedip, bisa saja ada kerusakan pada soket. Soket adalah tempat untuk memasang bohlam. Setelah sudah lama digunakan, soket dapat mengalami kerusakan atau korosi karena sering terkena panas.

    2. Sakelar Tidak Serasi

    Sakelar berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan lampu. Kemungkinan sakelar tidak serasi atau tidak kompatibel kalau lampu sampai berkedip. Sebaiknya, pastikan aliran kedua benda itu setara sebelum membelinya.

    3. Sirkuit Kelebihan Beban

    Lampu dapat berkedip ketika aliran listrik kelebihan beban. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh terlalu banyak perangkat elektronik dinyalakan secara bersamaan sehingga sirkuitnya kelebihan beban.

    4. Masalah Kabel

    Nah, kalau kedipan terjadi pada semua lampu di rumah, berarti ada masalah pada panel listrik.

    5. Sakelar Sudah Lama

    Terakhir, sakelar yang sudah berumur membuat lampu berkedip. Sakelar yang termakan usia dapat terpengaruh kualitasnya. Fungsinya menurun karena pegas sudah aus atau ada sambungan kabel yang kendur. Hal ini mempengaruhi sinyal yang diterima lampu.

    Itulah penyebab lampu berkedip. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Amankah Ganti Oli Mobil Lebih Cepat dari Biasanya? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Oli mesin mobil harus diganti secara berkala. Apabila detikers jarang mengganti oli mesin, hal tersebut dapat mempengaruhi performa mobil hingga bahkan memicu sejumlah kerusakan.

    Sedikit informasi, oli mesin berfungsi untuk melindungi komponen dalam mesin yang saling bergesekan saat mobil berjalan. Penggunaan oli dapat menjaga komponen agar tidak cepat aus, tahan lama, dan performa mesin tidak cepat menurun.

    Dilansir situs Auto 2000, pada umumnya oli mesin mobil perlu diganti setiap interval 10.000 Km atau enam bulan sekali. Namun, frekuensi mengganti oli mesin juga tergantung dari mana yang lebih dulu tercapai, apakah hitungan jarak tempuh atau waktu.


    Akan tetapi, apakah boleh jika mengganti oli mesin sebelum mencapai batas kilometer yang telah ditentukan? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Apakah Aman Mengganti Oli Mesin Mobil Lebih Cepat?

    Masih mengutip Auto 2000, sebenarnya sah-sah saja jika detikers mengganti oli mesin mobil lebih cepat dari biasanya. Namun, sebaiknya pertimbangankan lebih dulu sebelum benar-benar memutuskan untuk mengganti oli mesin lebih cepat dari yang telah ditentukan.

    Adapun hal-hal yang membuat detikers perlu mengganti oli mesin lebih cepat, di antaranya:

    1. Menggunakan Jenis Oli Non Sintetis

    Kebanyakan oli mesin yang dijual di pasaran telah mengusung teknologi sintetis. Namun, ada juga sejumlah oli yang non sintetis.

    Jika kamu menggunakan oli non sintetis, disarankan untuk segera mengganti oli ketika sudah mencapai 5.000 Km. Sebab, penggunaan oli non sintetis memiliki daya tahan yang lebih rendah sehingga cepat menguap, mudah teroksidasi, dan struktur molekulnya yang tidak rata.

    2. Melalui Jalan dengan Medan yang Berat

    Jika kamu menggunakan mobil hanya untuk berkendara di perkotaan, tentu tak harus buru-buru mengganti oli mesin. Lain halnya jika kamu melalui jalur menanjak dan medan yang berat setiap hari, sudah sepatutnya untuk lebih sering mengganti oli mesin.

    Soalnya, mesin mobil harus bekerja lebih keras dan selalu berada di putaran tinggi. Alhasil, mesin jadi lebih cepat panas sekaligus mempengaruhi fungsi oli dalam melumasi mesin.

    Apabila oli mesin tak diganti secara berkala, dikhawatirkan bisa menyebabkan degradasi pada komponen mesin. Tak hanya mempengaruhi performa mobil, tetapi juga bisa memicu kerusakan yang merembet ke bagian lainnya.

    3. Mengangkut Beban yang Berat

    Jika mobil detikers sering membawa beban berat, seperti mengangkut barang atau penumpang, maka disarankan untuk lebih cepat mengganti oli mesin. Beban yang berat juga dapat mempengaruhi kinerja mesin karena harus bekerja lebih ekstra untuk menghasilkan tenaga besar.

    4. Melalui Jalanan yang Panas dan Berdebu

    Apakah mobil detikers sering melalui jalanan yang suhunya panas dan berdebu? Jika iya, maka dianjurkan untuk lebih cepat mengganti oli dari waktu yang ditentukan.

    Sebab, suhu udara yang panas dapat mempengaruhi kondisi mesin, salah satunya bisa memicu overheat. Jika mesin sudah terlalu panas maka oli tidak dapat berfungsi dengan optimal.

    5. Sering Melalui Jalanan Macet

    Ketika melintasi jalanan yang macet, tentu detikers akan lebih sering stop and go. Kondisi ini ternyata dapat mempengaruhi kualitas oli mesin, soalnya komponen mesin akan terus berputar walaupun mobil lebih banyak berhenti dan sedikit berjalan.

    Jika tetap mengganti oli mesin sesuai jarak tempuh interval, dikhawatirkan kondisi oli sudah buruk sehingga tak bisa melumasi komponen mesin secara optimal. Maka dari itu, sebaiknya ganti oli mesin lebih cepat demi menjaga performa mobil tetap oke.

    Itu dia lima hal yang bisa menjadi pertimbangan untuk mengganti oli mesin mobil lebih cepat. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Begini Cara Mengatasi Drat Baut Dol dan Karatan


    Jakarta

    Drat baut dol merujuk pada kondisi uliran sekrup yang mulai longgar. Kondisi ini berisiko menurunkan fungsi dan kinerja kendaraan, hingga mengancam keselamatan pengendara.

    Jika menemui kondisi drat baut dol, pengendara tentu harus segera memperbaikinya. Selain dol atau longgar, masalah lain yang kerap terjadi pada baut adalah karatan. Berikut beberapa cara mengatasi drat baut dol dan karatan.

    Cara Mengatasi Drat Baut Dol

    Dirangkum dari laman Suzuki, berikut ini cara mengatasi uliran baut yang longgar:


    1. Gunakanlah kunci ring berpenampang segi enam dan jangan menggunakan kunci bergerigi.
    2. Jika mungkin, gunakanlah obeng untuk menyambung kunci agar kunci bisa lebih panjang sehingga lebih mudah digunakan.
    3. Pasanglah kunci pada baut yang sudah dol tersebut, lalu pukul-pukul beberapa kali menggunakan palu. Hal ini dilakukan agar lubang kunci bisa masuk dan mencengkeram baut.
    4. Tapi jika baut sudah terlalu keras, detikers bisa memukul tepat di kepala baut untuk membantu kunci ring agar bisa mencengkeram baut.
    5. Putar kuncinya berlawanan arah jarum jam sambil menekan secara perlahan agar baut ikut berputar.
    6. Jika berhasil, maka posisi baut akan berputar sedikit demi sedikit. Lanjutkan sampai dengan bautnya terlepas.

    Cara Mengatasi Drat Baut Karatan

    Karatan dapat diatasi dengan menghilangkan lebih dulu noda pada baut. Berikut langkah lengkapnya:

    1. Pertama-tama, bersihkan permukaan mur dan baut terlebih dahulu jika kotor. Bersihkan menggunakan sikat.
    2. Beri pelumas pada bagian kepala baut dengan minyak rem. Lalu oleskan juga ke bagian tubuh baut lewat celah-celahnya.
    3. Diamkan sekitar 15-30 menit agar minyak rem bisa meresap.
    4. Coba lepaskan mur dan baut menggunakan kunci yang sesuai. Putar mur bolak-balik dengan sedikit tekanan.
    5. Saat memutar mur, lakukan pelan-pelan agar baut tidak menjadi gundul yang membuatnya susah dilepas.
    6. Jika bautnya sudah bisa berputar, cukup putar terus secara perlahan sampai benar-benar lepas.

    Penyebab Drat Baut Dol dan Karatan

    Lantas apa saja yang menyebabkan drat baut dol dan karatan? Berikut penjelasan yang dirangkum dari situs Honda Bintang Motor dan Suzuki:

    • Pemasangan baut secara sembarangan, misalnya miring. Ini bisa membuat baut rusak.
    • Pemasangan baut terlalu kendur membuatnya mudah lepas. Jika terlalu kencang bisa membuat drat atau ulirnya aus atau dol.
    • Terjadi proses oksidasi pada mur atau baut yang menyebabkan karatan. Misalnya karena sering kehujanan, udara lembap, dll. Cara merawatnya adalah dengan membersihkan komponen dan memberinya pelumas.
    • Pemakaian spare part yang tidak standar juga bisa membuat baut menjadi dol karena terlalu dipaksakan.
    • Memasangkan baut dengan mur yang tidak sesuai atau mur bekas juga bisa menyebabkannya cepat berkarat dan sulit dilepas.

    Nah, itulah beberapa cara mengatasi drat baut dol dan karatan. Dengan mengetahui penyebabnya, maka lakukan perawatan dengan baik agar drat baut tidak dol atau karatan.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Tips Merawat Ban Motor agar Tetap Awet dan Tidak Cepat Botak


    Jakarta

    Ban merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah kendaraan. Apabila ban mengalami kerusakan, seperti bocor atau sudah botak, maka bisa mengganggu kenyamanan berkendara.

    Jika ban motor detikers sudah botak, itu tandanya sudah harus diganti dengan yang baru. Jangan sampai telat menggantinya karena sangat berbahaya dan berisiko menyebabkan kecelakaan.

    Setelah menggantinya dengan ban yang baru, detikers harus rutin merawatnya agar ban tidak cepat botak. Sebab, harga ban motor sendiri juga tidak murah.


    Lantas, bagaimana cara merawat ban motor agar tetap awet dan tidak cepat botak? Simak tipsnya dalam artikel ini.

    Tips Merawat Ban Motor Tetap Awet dan Tidak Cepat Botak

    Ada sejumlah cara dalam merawat ban motor agar tetap awet dan tidak cepat botak. Dilansir situs Astra Oto Shop, berikut beberapa tipsnya:

    1. Cek Tekanan Angin Ban

    Tips yang pertama adalah dengan rutin mengecek tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan. Sebab, tekanan angin yang tepat dapat membantu menjaga performa ban motor sekaligus mencegah ban cepat botak.

    Kalau tekanan angin ban kurang dapat menyebabkan aus pada sisi kanan dan kiri ban. Sementara itu, tekanan angin yang terlalu tinggi mengakibatkan aus di bagian tengah ban.

    2. Pilih Ban yang Sesuai dengan Kendaraan

    Saat membeli ban, pastikan kamu memilih ukuran yang sesuai dengan tipe sepeda motor. Usahakan untuk tidak menaikkan ukuran (upsize) ban karena dapat mempengaruhi daya cengkeram, kenyamanan, dan kestabilan saat berkendara.

    3. Cek Kondisi Ban Secara Rutin

    Selain mengecek tekanan angin ban, detikers juga wajib memeriksa kondisi ban. Perhatikan apakah ban dalam kondisi baik atau ditemukan ada kebocoran kecil.

    Selain itu, perhatikan juga indikator keausan pada ban. Jika sudah terlihat keausan yang cukup signifikan, maka sebaiknya segera ganti dengan ban yang baru.

    4. Membersihkan Ban

    Mencuci motor tak hanya sekadar bagian bodinya saja yang kinclong, tapi bagian ban juga harus dibersihkan secara berkala. Bersihkan ban motor dari batu atau kerikil yang terselip di sela-sela alur ban, serta debu dan kotoran yang menempel.

    Saat mencuci ban, hindari menggunakan bahan kimia yang keras karena berisiko dapat merusak permukaan ban. Jadi, cukup gunakan sabun dan air bersih untuk membersihkannya.

    5. Jangan Membawa Muatan yang Berlebihan

    Tips selanjutnya adalah memperhatikan beban yang dibawa saat mengendarai sepeda motor. Pastikan tidak melebihi batas beban maksimal karena bisa membuat ban cepat botak, muncul retakan halus, bahkan mengalami pecah.

    Untuk mengantisipasi adanya kerusakan, detikers bisa melakukan pengecekan terhadap ban motor setiap 10.000 km atau membawanya ke bengkel resmi terdekat.

    6. Perhatikan Siklus Pergantian Ban

    Perlu diingat bahwa ban juga memiliki usia pakai. Pada umumnya, siklus pergantian ban motor sekitar 12-15 bulan untuk ban depan, sementara bagian ban belakang sekitar 10-12 bulan. Namun, usia pakai bisa lebih cepat jika kamu mengendarai motor setiap hari atau sering melalui jalanan yang rusak.

    Itu dia enam tips merawat ban motor agar tetap awet dan tidak cepat botak. Semoga membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Penyebab Shockbreaker Motor Keras dan Cara Bikin Empuk Kembali


    Jakarta

    Shockbreaker merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor. Sebab, shockbreaker berfungsi sebagai peredam getaran atau guncangan saat berkendara.

    Shockbreaker akan berguna jika kamu melalui jalanan berlubang atau melewati polisi tidur. Soalnya, shockbreaker dapat meredam getaran sehingga kamu tetap stabil ketika mengendarai motor.

    Apabila shockbreaker rusak, maka tidak dapat meredam guncangan sehingga dapat mengganggu kenyamanan berkendara. Selain itu, badan jadi terasa pegal-pegal akibat guncangan atau getaran ketika melewati jalanan rusak.


    Salah satu solusinya adalah dengan membeli shockbreaker yang baru. Namun, ada beberapa kasus shockbreaker baru masih terasa keras dan kurang empuk.

    Lantas, apa yang menyebabkan shockbreaker keras? Lalu bagaimana caranya membuatnya kembali empuk? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Penyebab Shockbreaker Motor Keras

    Ada sejumlah penyebab shockbreaker motor terasa keras dan bikin tidak nyaman saat berkendara. Dilansir situs Astra Oto Shop, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Tekanan Udara Terlalu Tinggi

    Faktor yang pertama karena tekanan udara terlalu tinggi. Perlu diketahui, setiap shockbreaker motor memiliki rekomendasi tekanan udara yang disarankan oleh pabrikan. Jika tekanan melebihi batas, maka shockbreaker akan terasa kaku dan kurang nyaman saat melibas jalanan berlubang.

    2. Setelan Kurang Sesuai

    Setelan shockbreaker yang kurang sesuai juga bisa menjadi penyebabnya. Pada umumnya, shockbreaker memiliki sejumlah opsi penyetelan, seperti kompresi dan perpanjangan yang harus disesuaikan dengan pengendara serta kondisi jalan yang dilalui.

    3. Aus

    Penyebab berikutnya karena komponen internal shockbreaker mengalami kerusakan atau aus, seperti di bagian segel, per, atau batang shockbreaker. Kerusakan ini dapat mengurangi fungsi shockbreaker untuk menyerap guncangan secara optimal.

    4. Kualitas Oli Shockbreaker

    Kualitas oli juga bisa mempengaruhi kinerja shockbreaker saat melalui jalanan berlubang. Sebab, penggunaan oli yang tidak cocok atau kualitasnya rendah bisa memicu shockbreaker terasa lebih keras.

    5. Butuh Waktu Penyesuaian

    Jika sudah mengganti shockbreaker yang baru tapi masih terasa keras, mungkin butuh waktu untuk mencapai fungsi yang optimal. Dalam beberapa kasus, hal ini disebabkan komponen di dalam shockbreaker masih butuh beradaptasi.

    Namun, jika shockbreaker masih terasa keras setelah penggunaan dalam waktu cukup lama, kamu perlu mengeceknya kembali. Segera bawa motor ke bengkel tempat memasang shockbreaker dan sampaikan keluhan kepada mekanik agar bisa dicari solusinya.

    Cara Membuat Shockbreaker Empuk Kembali

    Ketika shockbreaker motor detikers terasa keras, jangan panik dulu. Ada sejumlah cara untuk membuat shockbreaker kembali empuk dan nyaman. Simak di bawah ini:

    1. Pastikan Shockbreaker Terpasang dengan Benar

    Cobalah untuk mengecek posisi shockbreaker, apakah sudah terpasang dengan benar sesuai spesifikasi yang dianjurkan oleh pabrikan atau tidak. Pastikan semua komponen terpasang dengan benar dan tidak ada bagian yang terkunci atau terjepit.

    2. Cek Standar Tingkat Kekerasan Shockbreaker

    Sejumlah jenis shockbreaker memiliki pengaturan tingkat kekerasan yang bisa disesuaikan. Cek kembali apakah tingkat kekerasan shockbreaker sudah disetel dengan benar atau belum.

    Jika memungkinkan, cobalah atur tingkat kekerasan shockbreaker sesuai dengan kenyamanan detikers saat berkendara. Kamu juga bisa setel shockbreaker sesuai kondisi jalan yang sering dilalui setiap hari.

    3. Cek Tekanan Udara Shockbreaker

    Jika jenis shockbreaker motor kamu menggunakan udara sebagai medium peredamnya, pastikan tekanan udara di dalamnya sudah sesuai dengan rekomendasi pabrik.

    Soalnya, tekanan udara yang terlalu terlalu tinggi dapat mempengaruhi kenyamanan berkendara karena terasa keras. Maka dari itu, tekanan udara pada shockbreaker harus disesuaikan dengan standarnya.

    4. Cek Kondisi Shockbreaker

    Periksa juga shockbreaker motor secara detail dan pastikan tidak mengalami aus atau rusak. Beberapa komponen seperti per, seal, atau bushing yang rusak dapat menyebabkan shockbreaker tidak berfungsi secara optimal dan terasa keras.

    Kalau shockbreaker sudah rusak, maka sudah saatnya untuk menggantinya dengan yang baru. Oh ya, pastikan membeli shockbreaker sesuai dengan spesifikasi motor kamu.

    Itu dia penyebab shockbreaker keras dan cara mengatasinya agar kembali empuk. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Cara Bedakan Oli Yamalube Asli dan Palsu


    Jakarta

    Hati-hati peredaran oli palsu di kalangan pengguna kendaraan bermotor. Pabrikan punya cara preventif untuk bisa memastikan keaslian oli yang bisa dilakukan oleh para konsumen.

    Marketing Planning & Promotion Part of Division Manager PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Novianto Kurniawan, mengatakan salah satu langkah untuk mengetahui keaslian pelumas atau oli merek Yamalube terdapat sebuah kode barang (barcode) yang bisa dipindai (di-scan). Apabila dipindai, kode barang tersebut akan terhubung ke laman resmi Yamalube.

    “Ya, sebenarnya kita sama-sama tahu banyak juga. Kita dari Yamaha sudah ada teknologi yang di dalam botol itu sendiri untuk bisa mengidentifikasikan itu oli asli,” kata Novianto belum lama ini di Sentul, Bogor, Jawa Barat.


    Botol Yamalube dirancang dengan label yang sulit untuk dipalsukan. QR Code unik itu berada di balik label dengan cara membuka labelnya. Dari situ, konsumen bisa langsung mengecek keaslian oli tersebut.

    “Kita ada campaign itu sobek label, dan scan QR Code,” kata dia.

    “Botol Yamalube label depannya bisa disobek, dan di belakangnya ada QR Code unik yang bisa di-scan.” jelasnya lagi.

    Teknologi ini sudah diterapkan pada seluruh jajaran produk oli Yamalube mulai dari Super Matic, Power Matic, Matic Motor, RS4GP, Super Sport, Sport Motor, 2T Motor, XP-50, Gold Motor dan Silver Motor.

    Kerugian Pakai Oli Palsu

    Pemalsuan oli berdampak kerugian terhadap pemilik merek resmi dan konsumen yang menggunakan merek oli palsu. Tentunya pemakaian oli palsu dalam waktu jangka panjang juga akan merugikan konsumen terutama kerusakan pada mesin kendaraan.

    Berikut ini beberapa dampak penggunaan oli palsu:

    – Pelumasan tidak optimal: akibat dari kualitas oli yang buruk, proses pelumasan menjadi tidak optimal, sehingga gesekan akan lebih mudah terjadi.
    – Risiko mesin rusak: oli palsu yang digunakan dalam jangka panjang dapat menyebabkan mesin macet dan rusak.
    – Mesin cepat panas: akibat pelumasan tidak optimal, mesin juga akan mudah panas jika menggunakan oli palsu.
    – Komponen cepat aus: karena gesekan yang semakin berat dan terjadi panas, maka komponen bisa cepat aus.
    – Biaya perbaikan tinggi: jangan sampai karena tergiur harga oli palsu yang murah, kendaraan justru rusak dan memakan biaya perbaikan yang jauh lebih tinggi.

    (riar/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ketahui Fungsi Kampas Ganda Motor Matic dan Penyebab Cepat Aus


    Jakarta

    Sepeda motor matic terdiri dari berbagai komponen penting, salah satunya kampas ganda. Sayangnya, beberapa pemilik motor matic mungkin ada yang belum tahu fungsi dari kampas ganda.

    Kampas ganda pada motor matic memiliki fungsi yang krusial. Apabila komponen ini sudah aus atau mulai tipis, maka bisa mempengaruhi akselerasi motor.

    Lantas, apa saja fungsi kampas ganda motor matic? Lalu apa saja penyebab komponen ini cepat aus? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Fungsi Kampas Ganda Motor Matic

    Dilansir situs Astra Honda, berikut sejumlah fungsi kampas ganda pada motor matic:

    1. Menyalurkan Tenaga

    Fungsi yang pertama adalah untuk menyalurkan dan memutus tenaga putaran mesin dan CVT depan ke belakang secara sentrifugal. Maksudnya, saat puli sekunder berputar maka secara otomatis kampas kopling juga berputar.

    Putaran kampas ganda dapat menghasilkan gaya sentrifugal, sehingga membuat kampas bergerak keluar. Alhasil, kampas ganda bisa terhubung ke mangkok kopling, yang mana kedua komponen tersebut akan bergesekan ketika motor mulai berjalan.

    2. Menentukan Akselerasi

    Kampas ganda juga berfungsi dalam menentukan akselerasi dan kenyamanan berkendara. Ketika kampas ganda mengalami keausan, maka tenaga yang dihasilkan akan semakin kecil.

    Ketika RPM tinggi, hal ini membuat gaya sentrifugal pada kampas ganda, sehingga dapat menekan rumah kopling semakin tinggi. Kemudian motor matic berakselerasi menyalurkan tenaga dari putaran mesin.

    Penyebab Kampas Ganda Motor Matic Cepat Aus

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan kampas ganda motor matic cepat mengalami aus. Mengutip catatan detikOto, berikut penyebabnya:

    1. Sering Melalui Jalanan Menanjak

    Penyebab yang pertama karena terlalu sering melintasi jalanan menanjak atau turunan, sehingga kampas akan cepat aus. Saat menanjak, kampas bergesekan dan memakan tapak kampas, akibatnya kampas ganda jadi termakan setengah.

    2. Sering Membawa Beban Berat

    Kampas ganda juga bisa cepat aus karena sering digunakan untuk membawa beban berat melebihi kapasitas yang dianjurkan. Hal itu membuat v-belt bekerja semakin berat, sehingga menyebabkan kampas aus dan v-belt cepat rusak.

    3. Sering Berkendara di Kemacetan

    Sering menahan gas saat motor berhenti juga bisa menyebabkan kampas ganda cepat aus. Hal itu terjadi karena kampas bergesekan dan menahan rumah komponen tersebut supaya ban motor tidak bergerak.

    Hal ini kerap terjadi saat berkendara di kemacetan atau melalui tanjakan. Maka dari itu, lebih baik kamu mengerem jika harus berhenti di jalan yang menanjak.

    Demikian penjelasan mengenai fungsi kampas ganda motor matic dan penyebab cepat aus. Semoga artikel ini dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Komponen Mobil yang Perlu Diperiksa Sebelum Mudik



    Jakarta

    Mudik lebaran adalah momen spesial bagi banyak orang. Namun, perjalanan jauh bisa menjadi tantangan jika kendaraan tidak dalam kondisi prima. Maka itu, supaya mudik lebih nyaman dan aman, pastikan kendaraan siap menempuh perjalanan dengan melakukan servis dan pengecekan komponen penting sebelum berangkat. Apa saja ya komponen mobil yang perlu diperiksa sebelum digunakan untuk mudik?

    Dijelaskan Product Manager PT Denso Sales Indonesia (DSIA) Ivana Stella, ada empat komponen mobil yang harus dicek sebelum Anda melakukan perjalanan mudik. Empat komponen tersebut meliputi busi, AC, wiper, hingga klakson.

    1. Busi


    Pastikan mesin dalam kondisi prima dengan busi berkualitas. Perjalanan panjang membutuhkan performa mesin yang stabil. Salah satu komponen penting yang perlu dicek adalah busi. Busi yang bagus dan terawat bisa menghasilkan pembakaran sempurna, meningkatkan efisiensi bahan bakar, serta menjaga akselerasi tetap responsif. Dengan busi yang berkualitas optimal, kendaraan akan lebih bertenaga dan hemat BBM, sehingga perjalanan mudik semakin lancar tanpa kendala.

    2. Filter AC

    Udara kabin yang bersih bikin perjalanan lebih nyaman berjam-jam di dalam mobil. Tapi perjalanan bisa terasa melelahkan, terutama jika udara di dalam kabin tidak segar. Oleh karena itu, penting untuk mengganti filter AC kabin sebelum perjalanan jauh. Filter kabin atau filter AC harus mampu menyaring debu, polutan, dan bakteri sehingga udara di dalam mobil tetap bersih dan sehat. Dengan udara lebih segar, perjalanan akan terasa lebih nyaman bagi seluruh penumpang, terutama anak-anak, serta lansia.

    3. Wiper

    Pastikan visibilitas maksimal dengan wiper yang optimal. Hujan bisa datang kapan saja, terutama saat melewati jalur pegunungan atau daerah dengan curah hujan tinggi. Wiper yang aus atau tidak berfungsi optimal dapat mengurangi visibilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan. Wiper harus memiliki daya sapuan yang presisi dan tahan lama, memastikan kaca depan tetap bersih dan visibilitas tetap terjaga. Jangan lupa cek cairan washer agar kaca tetap jernih saat melintasi area berdebu.

    4. Klakson

    Gunakan klakson yang jernih dan responsif untuk komunikasi di jalan saat mudik, jalanan akan dipadati kendaraan. Klakson menjadi alat komunikasi penting untuk memberi isyarat kepada pengendara lain. Klakson harus memiliki suara yang jelas dan responsif, membantu Anda berkomunikasi dengan pengendara lain secara lebih efektif. Gunakan klakson dengan bijak untuk memberi tanda, terutama saat melintas di jalur yang ramai atau menyalip kendaraan lain.

    “Jangan lupa untuk selalu servis kendaraan di bengkel resmi agar perjalanan lebih tenang, khususnya sebelum melakukan perjalanan mudik. Teknisi profesional dan produk asli akan memastikan kendaraan dalam kondisi terbaik. Saat ini DSIA memiliki jaringan 115 dealer & bengkel resmi, 21 jaringan dealer spareparts, dan 33 jaringan servis diesel di seluruh Indonesia,” ungkap Candra Sangkaya selaku Department Manager – Service Network DSIA.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com