Tag: australia awards

  • Kabar Baik, Ada Program Mentoring Beasiswa Luar Negeri untuk Santri Indonesia Timur!



    Jakarta

    Nasaruddin Umar Office (NUO) meluncurkan NUO Scholarship Mentoring Program yang dirancang khusus untuk para santri dari kawasan Indonesia Timur. Program ini merupakan pendampingan beasiswa luar negeri.

    Program tersebut bertujuan memberi akses informasi, pendampingan, dan konsultasi intensif untuk 30 peserta yang telah menyelesaikan S1 atau S2. Peserta semuanya berasal dari latar belakang santri serta mewakili keberagaman wilayah dan bidang studi di Indonesia timur, dengan perhatian pada keadilan gender.
    Direktur Program NUO, Darul Ma’arif Asry menyebut program ini merupakan afirmasi strategis untuk mempercepat kualitas sumber daya manusia Indonesia timur, khususnya dari kalangan santri.

    Masih ada banyak tantangan infrastruktur dan akses informasi di kawasan timur Indonesia. NUO bermaksud menjembatani kesenjangan ini dengan mempersiapkan para santri supaya dapat bersaing memperoleh beasiswa dari lembaga-lembaga bergengsi di luar negeri.


    Minat para santri dalam melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri terus meningkat. Hal ini tampak melalui lebih dari 6.000 penerima Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag RI hingga 2025 .

    “Namun, mayoritas dari mereka masih berasal dari Jawa dan Sumatera,” kata Darul dalam sosialisasi NUO Scholarship Mentoring Program pada (28/3/2025).

    Mentor dari Penerima Beasiswa LPDP hingga Fulbright

    Kegiatan mentoring ini digelar secara daring dengan menghadirkan mentor dari kalangan penerima beasiswa luar negeri, termasuk LPDP; Fulbright; Australia Awards; Chevening; Erasmus+; dan sebagainya.

    Materi pembelajaran terdiri dari tiga kelas utama yakni:

    1. Kelas persiapan bahasa: Melatih kemampuan listening, reading, speaking, dan writing untuk menghadapi IELTS, TOEFL, dan lainnya.

    2. Kelas personal statement: Membimbing peserta dalam merancang narasi pribadi yang kuat serta sesuai dengan beasiswa tujuan yang tertulis dalam CV, motivation letter, atau personal statement.

    3. Kelas proposal penelitian: Memberi konsultasi satu per satu tentang proposal riset, negara tujuan, dan kampus yang dituju.

    Pendiri NUO, Prof Nasaruddin Umar menegaskan program ini tak sekadar persiapan teknis, melainkan juga membangun ideologi; penguasaan teknologi; dan spiritualitas.

    “Anak-anak muda inilah yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa bahkan dunia. Maka dari itu, mereka perlu dipersiapkan secara holistik,” ujarnya, dikutip dari keterangan yang diterima detikEdu pada Senin (5/5/2025).

    Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan dukungan.

    “Program ini sangat sejalan dengan semangat LPDP untuk meningkatkan representasi penerima beasiswa dari wilayah Indonesia Timur,” ungkapnya.

    (nah/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Ada Beasiswa Short Course di Australia Plus Tunjangan-Visa, Tertarik Daftar?



    Jakarta

    Australia Awards membuka beasiswa short course di Australia. Program selama dua minggu ini akan dilaksanakan di Australia dan Indonesia dengan pembiayaan penuh.

    Australia Awards merupakan lembaga beasiswa yang menawarkan bantuan pendidikan tinggi hingga fellowship. Kali ini, Australia Awards membuka pendaftaran short course dengan tema Promoting Transparency and Accountability in the Public Sector.

    Short course ini dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, khususnya dalam bidang peradilan dan pelayanan sipil. Peserta akan memiliki kesempatan untuk terlibat dengan para pakar selama program berlangsung.


    Australia Awards akan menanggung biaya kursus, lokakarya pra-kursus dan pascakursus di Indonesia, termasuk biaya mobilisasi dan uang harian selama lokakarya, akomodasi (dalam program Indonesia dan Australia), tiket pesawat pulang pergi (domestik dan internasional), asuransi di Australia (OSHC),serta tunjangan transportasi dan visa.

    Tertarik mendaftar? Simak syarat Short Course Australia Awards 2024 berikut ini seperti dilansir dari laman resminya.

    Syarat Pendaftaran Short Course Australia Awards 2024

    1. Ijazah
    2. Salinan KTP
    3. Surat rekomendasi dari supervisor

    Jadwal Short Course Australia Awards 2024

    • Pre-course workshop di Indonesia: 2-4 Juli 2024
    • Short course di Australia: 19-31 August 2024
    • Post-course workshop di Indonesia: 27 – 29 November 2024

    Informasi lebih lanjut mengenai Short Course Australia Awards 2024 dapat dicek DI SINI.

    (nir/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Pejuang Beasiswa Australia Awards, Simak 4 Tips Ini agar Lolos Seleksi!



    Jakarta

    Beasiswa Australia Awards adalah beasiswa internasional bergengsi yang ditawarkan oleh Pemerintah Australia kepada generasi pemimpin global termasuk warga Indonesia. Beasiswa ini menyediakan program Master dan PhD.

    Selain itu, beasiswa ini banyak diserbu scholarship hunter setiap tahunnya. Dengan demikian, pendaftar perlu mengetahui dan memenuhi semua persyaratan kelayakan yang ada.

    Setelah mengetahui apa saja syaratnya, pendaftar juga harus memperhatikan beberapa hal yang kerap menjadi sebab kegagalan pelamar-pelamar sebelumnya. Selaku Communications & Public Diplomacy Coordinator Australia Awards Indonesia, Ayesha N Zulazmi menjelaskan beberapa tips agar lolos seleksi beasiswa ini. Simak tips-tipsnya berikut ini!


    Tips Lolos Seleksi Beasiswa Australia Awards

    1. Melengkapi Berkas Persyaratan

    Langkah pertama yang harus diperhatikan menurut Ayesha adalah berkas persyaratan. Hal ini menjadi gerbang utama bagi pendaftar agar bisa lolos ke tahapan selanjutnya.

    “Di awal kalau berkasnya kurang lengkap atau tidak sesuai dengan kriteria kami itu gugur by system,” tutur Ayesha di Binus University, Kampus Anggrek, Jakarta Barat, Selasa (27/2/2024).

    2. Pastikan Kesesuaian Dokumen

    Ayesha menambahkan satu hal yang kerap dilupakan oleh pendaftar adalah memastikan kesesuaian dokumen. Contohnya pada sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diterima hanya sertifikat asli tes bukan prediction test.

    “Jadi syarat bahasa Inggris itu bukan nilai prediction test atau tes coba-coba tapi beneran yang sudah diambil dari lembaganya, misalnya IELTS, TOEFL atau British Council, karena ada yang hanya prediction test, dan itu enggak bisa kita terima,” jelasnya.

    “Terus sekarang ijazah perlu dilegalisir. Hal-hal yang kayak gini ini penting sih untuk dicek karena sebenarnya administratif sekali tapi ini salah satu di sistem kami akan dicek satu-satu. Lebih kayak perintilan-perintilan gini sih,” tambahnya.

    3. Tidak Mendaftar saat Deadline

    Walaupun masih ada waktu dua bulan lagi menuju penutupan beasiswa Australia Awards 2025, Ayesha mengingatkan untuk tidak mendaftar di hari terakhir. Pada masa akhir pendaftaran biasanya website banyak yang mengakses sehingga sering terjadi loading.

    “Tipsnya adalah jangan last minute, karena kalau sudah last minute website kan sangat berat karena semua orang upload. Nanti untuk mengecek dokumen yang sudah upload apa belum itu jadi lama biasanya,” kata Ayesha.

    4. Perhatikan Surat Rekomendasi

    Pelamar PhD dan Master by Research wajib menyediakan dua surat rekomendasi akademik. Pelamar Master by Coursework wajib menyediakan satu surat rekomendasi akademik.

    “Kalau misalnya master aja tanpa penelitian itu harus surat rekomendasi akademik saat S1 dan surat rekomendasi dari profesional dari supervisor atau manajer,” kata Ayesha.

    Syarat Daftar Beasiswa Australia Awards 2025

    • Merupakan warga negara Indonesia yang berdomisili dan melamar beasiswa dari Indonesia.
    • Tidak menikah atau bertunangan dengan warga negara atau orang berstatus penduduk tetap Australia atau Selandia Baru, baik pada tahap aplikasi, seleksi, proses mobilisasi atau saat mendapat beasiswa di Australia
    • Tidak sedang mengajukan permohonan visa untuk tinggal di Australia
    • Tidak akan melamar Australia Awards jangka panjang lainnya kecuali jika mereka telah tinggal di luar Australia selama dua kali dari total waktu tinggal di Australia (misalnya, penerima
    • Beasiswa Australia Awards yang sebelumnya pernah studi di Australia selama dua tahun tidak akan memenuhi syarat untuk mendaftar Beasiswa Australia Awards sampai mereka tinggal di luar Australia atau kembali ke Indonesia selama empat tahun)
    • Telah memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.
    • Bukan anggota militer aktif.
    • Dapat memenuhi semua persyaratan Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan untuk bisa pelajar DFAT.
    • Mengisi semua pertanyaan yang relevan pada formulir pendaftaran.
    • Khusus pelamar PhD dan Master by Research, wajib mengisi proposal penelitian di formulir pendaftaran.
    • Apabila mendapatkan beasiswa, maka bersedia dan berkemauan untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris Akademik (EAP) secara purnawaktu (Senin-Jumat dari jam 08.00 hingga 16.00) di Indonesia sebelum studi di Australia.

    Bagaimana detikers, tertarik mencoba beasiswa Australia Awards ini? Jika masih penasaran, bisa langsung lihat ketentuan lengkapnya DI SINI ya.

    (cyu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Beasiswa Australia Awards 2025 Tanpa Batas Umur, Siapa Saja yang Bisa Daftar?



    Jakarta

    Pemerintah Australia membuka pendaftaran beasiswa Australia Awards 2025 hingga 30 April 2024. Beasiswa tanpa syarat batas usia ini dibuka di jenjang S2 dan S3 dengan prioritas area studi health security, stability, dan pemulihan ekonomi.

    Beasiswa Australia Awards ini ditawarkan dalam dua kategori utama, yakni beasiswa Targeted dan Non-Targeted. Kategori Targeted terdiri dari Equity Target Group dan badan Pemerintah Indonesia, seperti dikutip dari laman resminya.

    Kandidat dari Equity Target Group meliputi kelompok perempuan spesifik, penyandang disabilitas, dan orang dari provinsi target equity yakni NTT, NTB, Maluku, Maluku Utara Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Kalimantan Barat, Gorontalo, dan Lampung. Kelompok perempuan spesifik terdiri dari perempuan di sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) dan disadvantaged women.


    Kandidat dari badan Pemerintah RI meliputi PNS asal pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah. Kandidat asal BUMN tidak dapat masuk kategori ini.

    Kategori di atas diharapkan mengarusutamakan kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial, serta mendorong pelamar datang dari latar beragam, termasuk dari kelompok target equity.

    Penerima beasiswa Australia Awards 2025 akan mendapat beasiswa biaya kuliah penuh, ongkos pesawat PP, tunjangan kedatangan, sokongan biaya hidup, program pengenalan akademik, asuransi kesehatan, dukungan akademik tambahan. Tunjangan fieldwork juga disediakan bagi mahasiswa riset dan master by coursework yang memiliki komponen ajib fieldwork.

    Kriteria Pelamar Beasiswa Australia Awards 2025

    1. Mendaftar ke prodi yang sesuai dengan bidang prioritas
    2. IPK minimal:
      – Non-Targeted dan PNS: 2.9 untuk S2 dan 3.0 untuk S3
      – ETG: 2.75 untuk S2 dan 3
    3. Skor kemampuan bahasa Inggris minimal untuk S2:
      – PNS dan ETG: IELTS 6.0, TOEFL ITP 552, TOEFL IBT 80, PTE Acedemic 56
      – Non-Targeted: IELTS 6.5, TOEFL ITP 570, TOEFL IBT 88, PTE Acedemic 61
    4. Skor kemampuan bahasa Inggris minimal untuk S3:
      – ETG: IELTS 5.0, TOEFL ITP 495, TOEFL IBT 63, PTE Acedemic 46
      – PNS &Non-Targeted: IELTS 6.0, TOEFL ITP 552, TOEFL IBT 80, PTE Acedemic 56
    5. Sudah menyelesaikan pendidikan di jenjang sebelumnya
    6. Skor bahasa Inggris berasal dari tes yang dilaksanakan dalam 2 tahun terakhir dari tanggal tutup pendaftaran beasiswa
    7. Tidak mengirimkan TOEFL Prediction
    8. Mengisi form pendaftaran
    9. Bersedia menjalani pelatihan English for Academic Purposes (EAP) penuh waktu, Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 di Indonesia sebelum studi di Australia jika lolos seleksi beasiswa, durasi EAP 6 minggu-6 bulan sesuai kecakapan bahasa Inggris penerima beasiswa
    10. Pendaftar S3 disarankan memiliki surat pendukung dari kampus Australia untuk bidang studi yang akan dipilih

    Lebih lanjut tentang kriteria, syarat, dan pendaftaran beasiswa S2 dan S3 Australia Awards 2025 bisa diakses di australiaawardsindonesia.org atau klik di sini.

    (twu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Beasiswa Australia Awards Indonesia 2024 Dibuka, Kuliah S2 & S3 Gratis!



    Jakarta

    Australia Awards Indonesia kembali membuka pendaftaran beasiswa studi Master dan PhD bagi warga negara Indonesia. Pendaftaran sudah bisa dan dapat dilakukan lewat laman https://www.australiaawardsindonesia.org/ hingga 30 April 2024.

    Beasiswa Australia Awards diperuntukkan bagi warga tertarget yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS), penyandang disabilitas, perempuan dengan latar belakang ekonomi kurang mampu serta warga dari provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Dataran Tinggi, Papua Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Lampung.

    Penerima beasiswa nantinya akan menjalani pendidikan di kampus terbaik di Australia. Mengutip situs resminya, berikut informasi syarat hingga komponen pembiayaan beasiswa Australia Awards bagi warga Indonesia:


    Komponen Pembiayaan Beasiswa Australia Awards

    1. Biaya pendidikan Master/PhD
    2. Biaya akademik tambahan
    3. Biaya hidup
    4. Tiket pesawat pulang pergi
    5. Pelatihan bahasa Inggris sebelum memulai studi di Australia
    6. Tunjangan di Indonesia selama pelatihan pra keberangkatan
    7. Biaya pemeriksaan kesehatan dan rontgen untuk syarat visa belajar
    8. Visa pelajar DFAT dan visa tanggungan pelajar
    9. Overseas Student Health Cover (OSHC)
    10. Pengembangan profesional dan jaringan

    Persyaratan Beasiswa Australia Awards

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Tidak menikah atau bertunangan dengan warga Australia atau Selandia Baru atau penduduk tetap
    • Tidak mengajukan permohonan visa untuk tinggal di Australia
    • Tidak melamar program beasiswa Australia Awards lainnya kecuali mereka telah tinggal di luar Australia selama dua kali total lamanya mereka berada di Australia (misalnya, penerima
    • Australia Awards sebelumnya di Australia selama dua tahun tidak akan memenuhi syarat untuk melamar Beasiswa Australia Awards lainnya sampai mereka tinggal di luar Australia atau kembali ke Indonesia selama empat tahun)
    • Bukan personel militer yang bertugas saat ini
    • Memenuhi persyaratan Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan untuk visa pelajar DFAT
    • Mengisi formulir pendaftaran
    • Bersedia mengikuti pelatihan bahasa Inggris

    Dokumen Persyaratan Beasiswa Australia Awards

    1. Ijazah/transkrip D3, D4 atau S1 untuk pelamar master
    2. Ijazah/transkrip S1 dan S2 untuk pelamar PhD
    3. Hasil IELTS, TOEFL, atau PTE harus terkini (maksimal dua tahun terakhir)
    4. Menyerahkan dua referee report bagi pelamar PhD penelitian dan satu referee report bagi pelamar PhD kursus
    5. Menyerahkan dokumen Nominating Agency Declaration
    6. Berkas-berkas harus disahkan baik oleh lembaga/universitas terkait

    Nah, itulah informasi pembukaan beasiswa Australia Awards Indonesia 2024. Selamat mencoba detikers.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kampus Favorit Pelamar Beasiswa Australia Awards, Ada Tujuanmu Tahun Ini?



    Jakarta

    Beasiswa Australia Awards saat ini masih membuka pendaftaran bagi warga Indonesia yang tertarik kuliah di Negeri Kanguru. Masa pendaftaran beasiswa tersebut dibuka hingga 30 April 2024.

    Dari sekian banyaknya kampus tujuan di Australia, Staf Unit Data Australia Awards, Marselinus Ulu Fahik mengatakan ada lima kampus yang paling banyak diincar pelamar beasiswa tersebut. Ia mengatakan kampus-kampus tersebut banyak dipilih lantaran merupakan institusi riset terbaik.

    “Kami memfasilitasi semua pilihan kampus di Australia, tapi pelamar kebanyakan pilih kampus ini yakni kampus-kampus top research di Australia,” kata Selus di Binus University, Jakarta Barat, Selasa (27/2/2024).


    Lima kampus paling banyak diincar pelamar beasiswa Australia Awards yakni University of Melbourne, University of Sydney, Australian National University, Griffith University, dan Monash University.

    “Jadi ada kampus utama yang menjadi pilihan, tapi kampus-kampus lain juga banyak sih yang dipilih karena fasilitas kampusnya,” tambah Selus.

    Kampus Terbaik di Australia Menurut QS World University Rankings

    1. The University of Melbourne
    2. The University of New South Wales (UNSW Sydney)
    3. The University of Sydney
    4. The Australian National University (ANU)
    5. Monash University
    6. The University of Queensland
    7. The University of Western Australia
    8. The University of Adelaide
    9. University of Technology Sydney
    10. Macquarie University (Sydney, Australia)
    11. RMIT University
    12. University of Wollongong
    13. The University of Newcastle, Australia (UON)
    14. Curtin University
    15. Queensland University of Technology (QUT)
    16. Deakin University
    17. La Trobe University
    18. Griffith University
    19. Swinburne University of Technology
    20. University of Tasmania

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa Australia Awards 2025 Masih Dibuka, Tak Ada Batas Usia!



    Jakarta

    Pemerintah Australia tahun ini kembali menyediakan beasiswa bagi warga Indonesia melalui Australia Awards Scholarship. Pendaftaran beasiswa masih di buka hingga 30 April 2024 mendatang.

    Ayesha, Public Diplomacy Australia Awards Indonesia mengatakan salah satu keunggulan beasiswa Australia Awards adalah tidak dibatasi usia. Siapapun bisa mendaftar beasiswa ini sesuai dengan pilihan program yang tersedia.

    “Tidak ada batasan usia untuk mendaftar. Jadi teman-teman yang sedang menyelesaikan sarjananya dan sebentar lagi mau lanjut S2 atau di sini ada dosen masih bisa,” ujarnya, dalam acara #AUSSIEBANGET Campus Roadshow: Women in Foreign Policy and Governance across Southeast Asia, di Binus University, Selasa (27/2/2024).


    Selain itu, Ayesha menuturkan peserta yang sempat gagal mendaftar beasiswa ini sebelumnya dapat mendaftar kembali di tahun-tahun selanjutnya. Adapun beasiswa Australia Awards ini dibuka setiap satu tahun sekali selama Februari-April.

    “Lalu tidak ada batasan frekuensi untuk mendaftar. Jadi misalnya belum berhasil di kesempatan pertama, maka bisa coba dua-tiga hingga beberapa kali, tidak ada blacklist,” katanya.

    Terdapat dua jenis beasiswa yang disediakan oleh Australia Awards bagi warga negara Indonesia, yakni Master (S2) dan PhD (S3). Apa saja sebenarnya syarat mendaftar beasiswa Australia Awards? Berikut selengkapnya:

    Syarat Daftar Beasiswa Australia Awards 2025

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)

    2. Tidak menikah/bertunangan dengan warga Australia atau Selandia Baru atau penduduk tetap

    3. Tidak mengajukan permohonan visa untuk tinggal di Australia

    4. Tidak melamar program beasiswa Australia Awards lainnya kecuali telah tinggal di luar Australia selama dua kali total lamanya berada di Australia (misalnya, penerima Australia Awards sebelumnya di Australia selama dua tahun tidak akan memenuhi syarat untuk melamar Beasiswa Australia Awards lainnya sampai tinggal di luar Australia atau kembali ke Indonesia selama empat tahun)

    5. Bukan personel militer yang bertugas saat ini

    6. Memenuhi persyaratan Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan untuk visa pelajar DFAT

    7. Mengisi formulir pendaftaran

    8. Bersedia mengikuti pelatihan bahasa Inggris

    Berkas Persyaratan Beasiswa Australia Awards 2025

    1. Ijazah/transkrip D3, D4 atau S1 untuk pelamar master

    2. Ijazah/transkrip S1 dan S2 untuk pelamar PhD

    3. Hasil IELTS, TOEFL, atau PTE harus terkini (maksimal dua tahun terakhir)

    4. Menyerahkan dua referee report bagi pelamar PhD penelitian dan satu referee report bagi pelamar PhD kursus

    5. Menyerahkan dokumen Nominating Agency Declaration

    6. Berkas-berkas harus disahkan baik oleh lembaga/universitas terkait

    Manfaat Beasiswa Australia Awards 2025

    1. Biaya pendidikan Master/PhD

    2. Biaya akademik tambahan

    3. Biaya hidup

    4. Tiket pesawat pulang pergi

    5. Pelatihan bahasa Inggris sebelum memulai studi di Australia

    6. Tunjangan di Indonesia selama pelatihan prakeberangkatan

    7. Biaya pemeriksaan kesehatan dan rontgen untuk syarat visa belajar

    8. Visa pelajar DFAT dan visa tanggungan pelajar

    9. Overseas Student Health Cover (OSHC)

    10. Pengembangan profesional dan jaringan

    Prioritas Penerima Beasiswa Australia Awards 2025

    1. Pegawai Negeri Sipil (PNS)

    2. Penyandang disabilitas

    3. Perempuan dengan latar belakang ekonomi kurang mampu serta warga dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Dataran Tinggi, Papua Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Lampung

    Demikian informasi tentang beasiswa Australia Awards 2025. Untuk informasi lebih lanjutnya, detikers bisa lihat di https://www.australiaawardsindonesia.org/.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa LPDP-Australia Awards Dibuka! Perkuliahan Dimulai Januari 2026


    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI telah resmi membuka Beasiswa LPDP-Australia Awards pada Selasa (18/2/2025). Beasiswa ini merupakan kolaborasi antara LPDP dan Pemerintah Australia.

    Beasiswa menyediakan pendidikan jenjang magister yang akan dimulai 2026. Manfaat yang akan diterima seperti persiapan akademik dan bahasa Inggris sebelum keberangkatan serta pengayaan dan pengembangan profesional untuk mendukung penerima beasiswa selama dan setelah studi.

    “Australia bangga dapat bekerja sama dengan LPDP, yang dibangun di atas sejarah panjang kerja sama pendidikan antara Australia dan Indonesia selama lebih dari 70 tahun,” ujar Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia di Indonesia, Gita Kamath melalui keterangan tertulis, dikutip Selasa (18/2/2025).


    Beasiswa ini menyasar program studi (prodi) yang relevan dengan ekonomi biru, energi hijau/terbarukan, dan teknologi digital/informasi di 22 perguruan tinggi di Australia.

    Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP-Australia Awards

    Beasiswa LPDP-Australia Awards terdiri dari dua tahap yaitu seleksi administrasi dan seleksi substansi. Seperti ini jadwalnya:

    • Pendaftaran: 18 Februari-5 Mei 2025
    • Seleksi administrasi: 6-22 Mei 2025
    • Pengumuman seleksi administrasi: 23 Mei 2025
    • Pengajuan sanggah: 24-25 Mei 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 3 Juni 2025
    • Seleksi substansi I (proses penyaringan peserta wawancara): 4 – 16 Juni 2025
    • Pengumuman shortlisted peserta seleksi substansi II: 17 Juni 2025
    • Seleksi substansi II (pelaksanaan wawancara): 1-4 Juli 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi II: 18 Juli 2025
    • Mulai perkuliahan: Januari 2026.

    Penerima beasiswa nantinya akan diwajibkan kembali dan mengabdi di Indonesia setelah menyelesaikan perkuliahan. Komitmen kembali ke Indonesia, rencana setelah studi, dan rencana kontribusi di Indonesia ditulis dalam 1.500-2.000 kata.

    Komponen Dana yang Diberikan

    Dikutip dari laman resmi LPDP, berikut ini fasilitas yang diberikan:

    1. Dana Pendidikan

    • Dana pendaftaran
    • Tuition fee
    • Dana tunjangan buku
    • Dana penelitian untuk tesis
    • Dana publikasi jurnal internasional
    • Dana seminar internasional.

    2. Dana Pendukung

    • Dana aplikasi visa
    • Dana transportasi
    • Dana kedatangan
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana lomba internasional
    • Dana keadaan darurat.
    • Pre-course departure training
    • Introductory academic program
    • Dana dukung disabilitas
    • Medical check-up ketika membuat visa
    • Supplementary academic support
    • Reunion airfare.

    Informasi selengkapnya mengenai beasiswa ini juga bisa dilihat melalui laman resmi LPDP. Semoga berhasil!

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Beasiswa ke Australia, Siap-siap Kuota Mahasiswa Ditambah!


    Jakarta

    Detikers berminat kuliah dengan beasiswa ke Australia? Kabar baik, Pemerintah Australia akan menambah jumlah penerimaan mahasiswa internasional di Australia tahun depan.

    Kuota mahasiswa internasional akan naik 9 persen menjadi 295.000 orang pada 2026. Sekitar dua pertiga mahasiswa akan dialokasikan untuk perguruan tinggi, sedangkan sepertiga lainnya untuk pelatihan dan sektor vokasi.

    Lebih lanjut, universitas di Australia mulai tahun depan juga wajib menyediakan akomodasi mahasiswa tambahan. Kebijakan ini bertujuan agar mahasiswa Australia maupun internasional dapat menghuni tempat tinggal yang aman dan terjamin.


    Berdasarkan catatan Kedubes Australia, rekor sebanyak 24.000 mahasiswa asal Indonesia belajar di negara kanguru pada 2025.

    “Kami menantikan untuk menyambut lebih banyak warga Indonesia belajar di Australia. Mahasiswa Indonesia menambah nilai bagi kampus-kampus kami dan membantu memperkuat hubungan antara kedua negara kita,” kata Duta Besar Australia Rod Brazier dalam laman Kedutaan Besar Australia di Indonesia, Jumat (8/8/2025).

    Sebagai bagian dari kebijakan ini, universitas negeri di Australia akan dibolehkan mengajukan permohonan untuk menambah alokasi mahasiswa internasional masing-masing pada 2026, khususnya untuk meningkatkan hubungan dengan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lain. Caranya baik melalui penawaran pendidikan, kemitraan, kampus cabang, keterlibatan alumni, dan pemberian beasiswa.

    Sementara itu berdasarkan laman resmi Study Australia, saat ini, beasiswa pendidikan tinggi, hibah, dan bantuan keuangan untuk studi dan riset di negara kanguru ini antara lain disediakan oleh Pemerintah Australia, penyedia layanan pendidikan, organisasi publik, maupun institusi swasta.

    Sejumlah program bahkan merupakan beasiswa penuh, yang meliputi tiket pesawat PP, uang kuliah, biaya hidup, dan lain sebagainya. Jelang peningkatan kuota mahasiswa asal Indonesia dan Asia Tenggara di Australia, yuk, cek beberapa program beasiswa yang bisa dilamar di bawah ini!

    Beasiswa ke Australia

    1. Australia Awards Scholarships – Beasiswa AAS

    Berdasarkan penerimaan 2025, berikut syarat dan jadwal beasiswa tanpa syarat usia jenjang S2 dan S3 dari Pemerintah Australia ini:

    Syarat Beasiswa AAS

    • IPK pelamar S2: 3,0 untuk pegawai Pemerintah Indonesia/umum, 2,75 untuk kelompok sasaran ekuitas; harus sesuai dengan program prioritas
    • IPK pelamar S3: 2,9 untuk pegawai Pemerintah Indonesia/umum, 2,75 untuk kelompok sasaran ekuitas; harus sesuai dengan program prioritas

    Dokumen Beasiswa AAS

    • Ijazah sekolah menengah atau perguruan tinggi
    • Transkrip nilai sekolah menengah atau perguruan tinggi
    • Akta kelahiran
    • KTP
    • Riwayat hidup
    • Tes bahasa Inggris
    • Academic referee
    • Deklarasi badan nominasi
    • Surat keputusan pengangkatan PNS
    • Hasil IELTS, TOEFL, atau PTE
    • Laporan peninjauan akademis

    Jadwal Beasiswa AAS

    • Pendaftaran: Februari-April
    • Pengumuman hasil seleksi dan kandidat wawancara: Juni
    • Wawancara & tes IELTS: Juli
    • Pengumuman hasil akhir: Agustus

    Komponen Beasiswa AAS

    • Biaya kuliah penuh
    • Tiket pesawat PP
    • Tunjangan kedatangan
    • Biaya hidup
    • Program akademik pengantar, meliputi info kehidupan dan studi di Australia
    • Asuransi kesehatan mahasiswa luar negeri
    • Biaya les bahasa Inggris
    • Dukungan akademis tambahan jika perlu
    • Tiket pesawat kerja lapangan untuk program riset atau program kuliah yang memiliki komponen penelitian

    2. Australia for ASEAN Scholarship – Beasiswa Aus4ASEAN

    Berdasarkan penerimaan 2025, bidang studi prioritas beasiswa ini meliputi maritim, konektivitas, ekonomi, kerja sama pembangunan berkelanjutan. Pendaftar beasiswa AAS juga akan dipertimbangkan untuk menerima beasiswa Aus4ASEAN.

    Beasiswa ini dibuka untuk jenjang S2, baik program Master by coursework maupun Master by research. Penerima beasiswa juga akan berpartisipasi pada program ASEAN Emerging Leaders Program yang meliputi kesempatan belajar, berjejaring, dan mengembangkan diri.

    Beasiswa ini diutamakan bagi calon mahasiswa yang sudah mendaftar ke kampus yang turut mendanai program ini bersama Pemerintah Australia. Berikut daftar kampusnya:

    • Australian National University
    • Bond University
    • Deakin University
    • Griffith University
    • Monash University
    • Queensland University of Technology
    • RMIT University
    • Swinburne University of Technology
    • University of Adelaide
    • University of Melbourne
    • University of New South Wales
    • University of Queensland
    • University of Southern Queensland
    • University of Sydney
    • University of Tasmania

    Berdasarkan informasi beasiswa dari University of Southern Queensland (UniSQ), periode pendaftaran beasiswa Aus4ASEAN pada 2024 lalu berlangsung pada 13 Maret-30 April. Komponen beasiswanya meliputi:

    • Tiket pesawat PP
    • Tunjangan kedatangan
    • Uang kuliah penuh
    • Bantuan biaya hidup
    • Program pengenalan akademis
    • Asuransi mahasiswa
    • Dukungan akademis tambahan
    • Tunjangan lapangan untuk mahasiswa riset dan mahasiswa program Master by research
    • Mengikuti the Indo-Pacific Emerging Leaders Program.

    Sementara itu, syarat mendaftar di UniSQ dengan beasiswa Aus4ASEAN yaitu:

    • Skor bahasa Inggris minimal IELTS 6.5
    • Merampungkan kuliah 3 tahun di kampus Australia atau yang setara, dengan opsi:
      – IPK 5 dari 7 atau yang setara, pada bidang yang relevan
      – Merampungkan kuliah jenjang Master program coursework dengan IPK 5 dari 7 atau yang setara, pada bidang yang relevan
    • Penerimaan bergantung pada ketersediaan dan rekomendasi dari supervisor UniSQ.

    3. Beasiswa Short Courses

    Beasiswa pelatihan ini disediakan sebagai bagian Australia Awards in Indonesia. Kursus 2 pekan ini digelar di Australia dan 1-2 lokakarya di Indonesia. Berikut sejumlah contoh kursus yang dibuka:

    • At The Forefront of Film: Screenwriting and Directing, Griffith University, 2024
    • Momen-led MSMEs – Ready to Export, RMIT, 2024
    • Sustainable Finance in Indonesia: Transforming Challenges into Opportunities, University of Technology Sydney, 2024
    • Strengthening the Higher Education Systems in Indonesia, Australian National University, 2025
    • Advancing Indonesia’s Sports Industry: Opportunities and Strategies for Growth, Melbourne Business School, 2025

    Penerima beasiswa Short Course AAI akan mendapat:

    • Lokakarya di Indonesia, sebelum dan sesudah kursus, beserta tiket PP ke lokasi lokakarya di Indonesia
    • Biaya akomodasi
    • Uang saku di Australia dan Indonesia
    • Biaya pendidikan
    • Tiket PP ke lokasi kursus di Australia
    • Visa dan asuransi kesehatan Australia selama durasi short course.

    Jadwal pendaftaran short course Australia Awards in Indonesia berbeda-beda. Pantau berkala infonya di https://www.australiaawardsindonesia.org/.

    4. Beasiswa Research Training Program (RTP)

    Pemerintah Australia juga mendanai beasiswa RTP, yang terdiri dari program gelar research doctorate dan research masters. Sedangkan pendaftarannya dibuka di universitas tujuan masing-masing.

    Pendanaan RTP bersifat fleksibel. Pelajar dapat ditawarkan beasiswa dengan salah satu atau beberapa dari komponen berikut:

    • Pengurangan biaya kuliah
    • Tunjangan hidup
    • Tunjangan terkait biaya tambahan studi

    Sebagai contoh, beasiswa RTP di The University of Sydney terdiri dari RTP Stipend Scholarship dan RTP Fee Offset. Jenis yang pertama dibuka untuk mahasiswa domestik dan internasional, meliputi biaya hidup AUD 41.735 per tahun atau Rp per tahun, tunjangan relokasi, dan tunjangan tesis.

    Sedangkan RTP Fee Offset dibuka untuk mahasiswa internasional. Penerima RTP jenis pertama otomatis juga mendapat beasiswa jenis kedua ini. Komponen beasiswanya meliputi uang kuliah 100 persen hingga 14 periode riset dan asuransi kesehatan mahasiswa luar negeri.

    Jadwal pendaftaran beasiswa RTP di kampus ini terdiri dari beberapa periode riset. Cek infonya dengan klik di SINI.

    5. Beasiswa Kampus Australia Lainnya

    Beasiswa yang disediakan kampus-kampus Australia dapat dicari tahu melalui laman https://search.studyaustralia.gov.au/. Cek jenjang studi, komponen beasiswa, jadwal, dan kriteria penerima beasiswa yang dicari kampus Australia tujuan melalui laman ini.

    Nah, itu dia beberapa jenis beasiswa ke Australia yang bisa dicoba. Yuk, persiapkan diri!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com