Tag: austria

  • Masih Banyak yang Salah Gunakan Pipa, PVC Bukan untuk Air Panas!



    Jakarta

    Masalah salah pilih jenis pipa ternyata masih sering terjadi di masyarakat. Banyak yang menggunakan satu jenis pipa untuk semua kebutuhan, padahal setiap jenis pipa punya fungsi yang berbeda.

    Salah satu kesalahan paling umum adalah penggunaan pipa PVC untuk air panas, padahal pipa tersebut tidak dirancang untuk tahan suhu tinggi. Hal ini menjadi perhatian serius dari produsen sistem perpipaan Rucika dalam ajang IndoBuildTech 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang.

    “Masih banyak masyarakat yang belum paham fungsi masing-masing pipa. Misalnya, PVC digunakan untuk air panas, padahal itu berisiko karena tidak tahan suhu tinggi,” ujar Reynard Natamihardja, Corp. Brand Management & Activation Dept. Head Rucika, dalam keterangannya Senin (7/7/2025).


    Rucika menyebut, edukasi soal pemilihan pipa yang tepat masih menjadi PR besar dalam industri konstruksi dan properti. Sebab, kesalahan memilih pipa bisa berdampak pada kebocoran, kerusakan sistem air, hingga biaya perbaikan yang membengkak.

    Untuk menjawab tantangan itu, Rucika tak hanya pamer produk, tapi juga menyelenggarakan sejumlah sesi edukatif di booth mereka selama pameran. Mulai dari talkshow bersama arsitek Atelier Riri, hingga diskusi santai dengan para content creator.

    Di IndoBuildTech 2025, Rucika juga memperkenalkan sejumlah produk terbaru yang dirancang khusus sesuai kebutuhan proyek modern. Salah satunya adalah Rucika Kelox PE-RT Multilayer, sistem pipa untuk air panas dan dingin bertekanan yang dikembangkan bersama Ke Kelit dari Austria.

    “Pipa ini sudah menggunakan teknologi PUSH FIT, sistem sambungan tanpa las atau lem yang lebih cepat dan efisien saat pemasangan,” jelas Reynard.

    Selain itu, ada juga Fosetpol, tiang keran berdesain estetis hasil kerja sama dengan Maezawa dari Jepang. Fosetpol cocok digunakan di area luar rumah seperti taman atau carport, dan diklaim tahan cuaca hingga 30 tahun.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Erasmus Mundus MAPP Buka Pendaftaran, Kuliah S2 di 4 Kampus


    Jakarta

    Erasmus Mundus Masters Program in Public Policy (MAPP) membuka pendaftaran beasiswa untuk calon mahasiswa 2026. Beasiswa yang disediakan di Erasmus Mundus MAPP merupakan bagian dari program beasiswa Erasmus Mundus Joint Master (EMJM) 2026.

    Beasiswa EMJM adalah beasiswa bersama pada program-program yang digelar konsorsium institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara di Eropa dan luar Eropa. Beasiswa ini diperuntukkan bagi calon pelajar asal negara dunia ketiga untuk studi jenjang magister (S2).

    Konsorsium adalah kelompok yang terdiri dari setidaknya 3 institusi pendidikan di 3 negara Eropa yang diseleksi oleh Komisi Eropa (European Communion), badan eksekutif Uni Eropa.


    Pada beasiswa Erasmus Mundus MAPP, konsorsium dan perkuliahan digelar oleh Central European University (CEU), Austria; International Institute of Social Studies, Belanda; Institut Barcelona D’Estudis Internacionals, Spanyol; dan University of York, Inggris.

    Penerima beasiswa akan belajar tentang kebijakan publik global dan Eropa, ekonomi politik dan pembangunan, serta tata kelola dan pembangunan. Setiap semester, mahasiswa akan menjalani mobilisasi ke kampus selanjutnya.

    Beasiswa Erasmus Mundus MAPP

    Berikut komponen beasiswa Erasmus Mundus MAPP yang disokong melalui program beasiswa EMJM:

    • Pembebasan uang kuliah penuh
    • Tunjangan 1.400 euro (Rp 26,8 juta) per bulan atau setara dengan 33.600 euro (Rp 644,63 juta) selama 24 bulan untuk membantu kebutuhan biaya perjalanan, visa, kedatangan, biaya hidup, dan biaya lain-lain.

    Jadwal Beasiswa Erasmus Mundus MAPP

    Jadwal beasiswa EMJM berbeda-beda sesuai program studi. Berikut jadwal beasiswa untuk Erasmus Mundus MAPP.

    • Pendaftaran: hingga 10 Desember 2025 pukul 23.59 CET (11 Desember 2025 pukul 4.59 WIB)
    • Pengumuman hasil seleksi termasuk beasiswa EMJM gelombang 1: 14 April 2026
    • Batas waktu sanggah hasil seleksi: 20 April 2026
    • Batas waktu pengiriman transkrip akademik: 31 Juli 2026

    Syarat Erasmus Mundus MAPP

    • Lulusan S1 minimal dalam 3 tahun dari perguruan tinggi yang terakreditasi
    • IPK minimal 3,17 dari 4,00; B+, atau yang setara
    • Boleh melamar jika sudah pernah memperoleh gelar magister dengan syarat IPK minimal 3,17 dari skala 4,00, tetapi diutamakan belum pernah S2
    • Menyertakan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan batas skor:
      – TOEFL iBT: 95
      – IELTS: 7
      – Cambridge C2: C2 atau lebih tinggi
      – Cambridge C1 Advanced: C1 atau lebih tinggi
      – Duolingo English Test: 130 atau lebih
    • Batas waktu berlaku skor bahasa Inggris yakni 2 tahun untuk TOEFL, IELTS, dan Duolingo; serta 5 tahun untuk Cambridge
    • Diutamakan memiliki pengalaman kerja relevan, tetapi tidak wajib
    • Tidak menggunakan AI dalam menyusun motivation letter.

    Informasi lebih lanjut tentang pendaftaran beasiswa Erasmus Mundus MAPP 2026 bisa diakses di https://www.mundusmapp.org/ dan https://bit.ly/ErasmusCatalogue. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/nah)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Ada Beasiswa PhD dan Post Doctoral ke Austria untuk 2025, Minat Daftar?



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Austria menawarkan beasiswa pendidikan dan penelitian bagi warga Indonesia. Beasiswa ini berlaku untuk program sarjana, pascasarjana, PhD dan post doctoral (postdoc).

    Detikers bisa mencoba program Full PhD Grant, Postdoc Grant, Music Practice Grant atau Short-term Research Grant. Selain sokongan dana pendidikan dan penelitian, beasiswa juga menunjang biaya hidup selama di Austria.

    Khusus bagi yang ingin melamar beasiswa Music Practice Grant, pendaftaran dibuka hingga 15 Desember 2024. Sementara yang berminat mengambil Full PhD Grant dan Postdoc Grant batas pendaftaran masih sampai Maret 2025.


    Adapun yang akan memilih program penelitian singkat pendaftaran dibuka selama 2-9 bulan sebelum pelamar melakukan kunjungan ke universitas tujuan. Apa saja persyaratan untuk bisa daftar beasiswa ini?

    Mengutip laman Dikti Kemendikbudristek, berikut informasi lengkapnya:

    1. Program Short Term Research Grant

    Beasiswa untuk program Short Term Research Grant berlaku untuk jangka 1-2 bulan. Penerima beasiswa akan mendapatkan tunjangan 1.300 Euro per bulan dan subsidi perjalanan hingga 1.200 Euro.

    Pilihan Program Studi

    • Ilmu pengetahuan alam
    • Ilmu teknik
    • Kedokteran
    • Kesehatan
    • Ilmu pertanian
    • Ilmu sosial
    • Humaniora

    Syarat Daftar

    • Pelamar Postdocs maksimal berusia 45 tahun (jika sedang mengasuh anak dapat diperhitungkan).
    • Mempunyai kemampuan bahasa Inggris dan Jerman yang baik
    • Pelamar tidak boleh pernah tinggal/belajar/menjalani penelitian/pekerjaan akademis di Austria pada tahun terakhir, enam bulan sebelum menerima hibah.
    • Pelamar yang tinggal secara permanen di Austria atau yang telah menyelesaikan pendidikan akademisnya terutama di Austria tidak berhak untuk mendaftar.
    • Mengirim lamaran online lewat laman https://www.scholarships.at/
    • Mempunyai surat rekomendasi dari supervisor di universitas pilihan di Austria
    • Surat rekomendasi tersebut dapat hanya dapat diterbitkan oleh peneliti atau dosen yang terafiliasi dengan universitas anggota ASEA-UNINET Austria dan yang memegang “Venia Docendi”, misalnya seorang Profesor Penuh atau Associate
    • Mempunyai surat rekomendasi dari koordinator ASEA-UNINET di universitas Austria yang bekerja sama
    • Mempunyai surat rekomendasi dari koordinator ASEA-UNINET di universitas ASEAN yang bekerja sama.
    • Mempunyai surat rekomendasi dari koordinator nasional ASEA-UNINET negara anggota ASEAN
    • Surat rekomendasi tidak boleh lebih dari enam bulan pada saat melamar.
    • Salinan paspor
    • Sertifikat PhD serta terjemahan bahasa Inggris atau Jerman.

    2. Program Full Ernst Mach Grant

    Jenis beasiswa ini menawarkan beasiswa untuk studi PhD penuh, penelitian pasca doktoral dan untuk studi di bidang praktik musik di universitas anggota ASEA-UNINET di Austria. Durasi beasiswa bisa berlaku hingga tiga tahun.

    Pilihan program yang bisa diambil dalam skema beasiswa full ini antara lain ilmu pengetahuan alam, ilmu teknik, kedokteran manusia, kesehatan, ilmu pertanian, ilmu sosial, dan humaniora.

    Full PhD Grant

    • Kelompok sasaran: Mahasiswa pascasarjana yang ingin menyelesaikan program doktor/PhD penuh di Austria dan memenuhi persyaratan untuk masuk dan yang telah menyelesaikan studinya di universitas di luar Austria
    • Durasi: 36 bulan
    • Manfaat hibah: 1,300 Euro per bulan, subsidi biaya perjalanan hingga 1,200 Euro, dan subsidi mobilitas sebesar 300 Euro per bulan

    Postdoc Grant

    • Kelompok sasaran: Postdocs yang terlibat dalam pengajaran dan penelitian di anggota ASEA-UNINET universitas di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, atau Vietnam
    • Durasi: 4 – 9 bulan
    • Manfaat hibah: 1,300 Euro per bulan dan subsidi biaya perjalanan hingga 1,200 Euro

    Music Practice Grant

    • Kelompok sasaran: Sarjana (atau lebih tinggi) di bidang praktik musik (instrumental dan vokal pertunjukan, komposisi, dan konduktor)
    • Durasi: 9 bulan
    • Manfaat hibah: 1,300 Euro per bulan dan subsidi biaya perjalanan hingga 1,200 Euro

    Syarat Daftar

    • Pelamar sarjana dan pascasarjana maksimal berusia 35 tahun, sedangkan postdoc maksimal 45 tahun.
    • Mempunyai kemampuan baik dalam bahasa Inggris dan Jerman
    • Mengirim lamaran online lewat laman http://www.scholarships.at/
    • Mengajukan proposal penelitian bidang musik dokumen berupa CV & bukti pendaftaran audisi
    • Surat rekomendasi dari supervisor di universitas tuan rumah di Austria (bagi pelamar Music Practice Grant berupa letter of endorsement dari universitas musik Austria setelah proses audisi selesai)
    • Dua surat rekomendasi dari dosen universitas
    • Salinan paspor
    • Sertifikat kelulusan universitas serta terjemahan bahasa Inggris atau Jerman.
    • Setelah dilakukan pemeriksaan persyaratan formal dan evaluasi lamaran oleh para ahli, kandidat akan diundang untuk wawancara pribadi (tatap muka)

    Itulah informasi beasiswa PhD dan Postdoc di universitas Austria. Ayo coba daftar!

    (cyu/cyu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Indonesia-Austria 2025 Khusus Dosen Dibuka Lagi, Ada Tunjangan Keluarga!



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) 2025. Beasiswa ini diberikan khusus kepada dosen di bawah binaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerian Diktisaintek) yang ingin melanjutkan pendidikan jenjang doktor (S3) di kampus Austria.

    Dibuka hingga 1 Maret 2025 mendatang, pendaftaran IASP dilakukan melalui http://beasiswadosen.kemdikbud.go.id/. Setiap tahunnya, beasiswa ini membuka kuota hingga 15 penerima dengan bidang studi atau penelitian yang fokus pada Ilmu Pengetahuan Alam, Teknik, Kedokteran, Ilmu Kesehatan, Pertanian, Ilmu Sosial dan Humaniora, serta Seni.

    Siap mendaftar? Berikut informasinya dikutip dari laman Ditjen Diktiristek, dan Austria’s Agency for Education and Internationalisation, Selasa (29/10/2024).


    Syarat Beasiswa IASP 2025

    Adapun syarat yang harus dipenuhi calon awardee beasiswa IASP 2025 yakni:

    1. Dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kementerian Diktisaintek
    2. Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN)
    3. Memiliki surat izin dari pemimpin perguruan tinggi asal (untuk dosen perguruan tinggi negeri) dan/atau dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah masing-masing (untuk dosen PTS)
    4. Memiliki gelar magister (S2) dengan tahun kelulusan maksimal 5 tahun pada tahun pendaftaran
    5. Belum memiliki gelar doktor (S3) dan tidak sedang menempuh pendidikan jenjang doktor (on-going)
    6. Memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan ketentuan skor minimal yaitu: TOEFL iBT 90; atau TOEFL ITP 550; atau IELTS 6,5, yang masih berlaku (maksimal dua tahun terakhir)
    7. Mempunyai usulan penelitian yang telah disetujui calon pembimbing/supervisor di perguruan tinggi Austria
    8. Berusia maksimal 35 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran
    9. Memiliki CV dalam bahasa Inggris
    10. Memiliki 2 buah surat rekomendasi akademik berbahasa Inggris
    11. Memiliki paspor yang masih berlaku minimal 1 tahun
    12. Memiliki Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dan tidak bersyarat (unconditional) dari perguruan tinggi tujuan atau dari calon pembimbing/supervisor di perguruan tinggi tujuan
    13. Memiliki ijazah dan transkrip nilai pendidikan program magister dalam bahasa Inggris sesuai dengan aslinya
    14. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan dokter rumah sakit pemerintah
    15. Pelamar yang berstatus suami/istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh supervisor yang sama.

    Manfaat Beasiswa IASP 2025

    • Biaya pendidikan hingga akhir
    • Tunjangan hidup bulanan sebesar EUR 1.150 atau sekitar Rp 19.543.560 (per kurs hari ini sebesar Rp 16.994)
    • Tiket pesawat dengan biaya maksimum EUR 1.000 atau sekitar Rp 16 juta
    • Tunjangan transportasi bulanan sebesar EUR 80 atau sekitar Rp 1,3 juta
    • Tunjangan keluarga bulanan maksimal sebesar EUR 250 atau Rp 4,2 juta untuk pasangan dan tambahan EUR 250 atau Rp 4,2 juta untuk maksimal satu anak. Tunjangan keluarga diberikan di tahun ke-2 dan ke-3 mahasiswa.

    Pendaftaran masih dibuka hingga bulan Maret 2025. Informasi lebih lengkap bisa lihat di sini atau mengunjungi tautan https://grants.at/en/. Selamat mendaftar!

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Fakta Gunung Carstensz di Tanah Papua


    Jakarta

    Puncak Cartenz di Pegunungan Jayawijaya, Papua Tengah menjadi perhatian setelah dua pendaki perempuan, Elsa Laksono dan Lilie Wijayati, meninggal dunia pada Sabtu (1/3). Berikut fakta-fakta Gunung Carstensz.

    Lilie dan Elsa diduga tewas akibat hipotermia saat perjalanan turun dari puncak. Selain Lilie dan Elsa, tiga pendaki yang melakukan pendakian bersama mereka juga mengalami hipotermia. Mereka adalah Indira Alaika, Alvin Reggy Perdana, dan Saroni. Indira dkk selamat.

    Pendakian itu dilakukan oleh 20 orang dari operator yang berbeda. Rombongan itu terdiri dari lima pemandu, tujuh pendaki Indonesia, enam pendaki asing, dan dua pendaki dari Taman Nasional Lorentz.


    Pendakian Gunung Carstensz bukan pendakian seperti gunung-gunung lain di Indonesia. Pendakian gunung tertinggi di Indonesia itu membutuhkan kemampuan tambahan, yakni penggunaan tali sebagai pengaman saat nak atau pun turun. Para pendaki juga dituntut melakukan dengan cepat dan cermat karena cuaca mudah berubah.

    Untuk mengetahui tentang Gunung Carstensz, berikut rangkuman fakta gunung dengan ketinggian 4884 mdpl yang dirangkum dari berbagai sumber:

    7 fakta Gunung Carstensz:

    1. Lokasi Gunung Cartenz

    Gunung Cartenz berada di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Indonesia. Gunung itu termasuk dalam kawasan Pegunungan Jayawijaya yang membentang di bagian tengah Pulau Papua.

    Meski terletak di daerah tropis yang identik dengan suhu panas dan kelembapan tinggi, puncak gunung ini justru tertutup salju abadi. Fenomena langka tersebut menjadi daya tarik sekaligus keajaiban alam yang memikat banyak pendaki dari berbagai penjuru dunia.

    2. Ketinggian Gunung Cartenz

    Berdasarkan informasi dari situs resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Gunung Cartenz memiliki ketinggian sekitar 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).

    Gunung ini juga dikenal sebagai puncak tertinggi di Indonesia, Australia, dan kawasan Oseania. Selain itu, Cartenz Pyramid termasuk dalam Seven Summits, yaitu tujuh puncak tertinggi di masing-masing benua yang menjadi tujuan impian bagi para pendaki di seluruh dunia.

    Puncak Cartenz juga dikenal dengan sebutan Carstensz Pyramid karena bentuknya yang menyerupai piramida. Carstensz Pyramid terdiri dari tiga puncak terkenal, yakni Puncak Jaya dengan ketinggian 4.884 meter, Puncak Trikora setinggi 4.730 meter, dan Puncak Mandala dengan ketinggian 4.640 meter. Ketiga puncak itu berada di bagian barat dataran tinggi Jayawijaya.

    3. Keajaiban Salju Tropis di Gunung Carstenz

    Gunung Carstenz menjadi salah satu dari lima lokasi di garis khatulistiwa yang diselimuti salju. Empat gunung lain adalah Sierra Nevada di Pegunungan Andes, Gunung Kenya, Gunung Kilimanjaro, dan Ruwenzori di Afrika.

    Adanya salju abadi di puncak menjadikan Cartenz Pyramid sebagai kawasan pergunungan kars yang memiliki nilai penting, baik bagi Indonesia maupun dunia.

    Selain itu, kehadiran salju dan gletser es di puncaknya semakin memperindah panorama alam di sekitarnya. Pada tahun 1992, luas salju di Puncak Jaya diperkirakan mencapai 3.300 hektare.

    Pegunungan kars di Papua secara umum membentang di pematang Perbukitan Tengah dengan ketinggian antara 3.000 hingga 4.500 meter di atas permukaan laut. Wilayah ini menunjukkan betapa luasnya penyebaran kawasan kars di Indonesia.

    4. Satu dari World Seven Summits

    Selain menjadi puncak tertinggi di Indonesia, Carstensz Pyramid juga masuk dalam daftar World Seven Summits. Puncak-puncak tertinggi di dunia ini mewakili setiap benua.

    World Seven Summits terdiri dari Kilimanjaro di Afrika, Gunung Elbrus di Eropa, Denali di Amerika Utara, Gunung Aconcagua di Amerika Selatan, Evereset di Asia, Vinson Massif di Antartika, Kosciuszko di Australia, dan Puncak Jaya di Oseania.

    5. Nama Orang Belanda

    Sebutan Carstensz diambil dari nama seorang pendaki gunung asal Belanda, Jan Carrstenszoon, yang melihat gunung itu pada 1623 dan yakin ada salju di puncak gunung itu. Laporannya sempat ditertawakan.

    Hingga kemudian, pada 1909, Hendrikus Albertus Lorentz, yang juga meneer Belanda bisa membuktikan bahwa salju di gunung itu nyata. Dia menjumpai salju setelah mencapai Pegunungan Tengah dalam sepuluh kali percobaan.

    Sebelumnya, gunung itu bernama Nemangkawi dalam bahasa Amungkal. Puncak Jaya juga memiliki sebutan lain, yaitu Ngga Pulu, di mana “Ngga” berarti gunung.

    6. Pendakian Pertama ke Puncak Jaya

    Puncak Jaya baru didaki pada 1962 oleh sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Heinrich Harrer, seorang pendaki gunung Austria. Ekspedisi itu melibatkan tiga anggota ekspedisi lainnya, yakni Robert Philip Temple, Russell Kippax, dan Albertus Huizenga.

    Philip Temple dari Selandia Baru, adalah yang paling berpengalaman berurusan dengan Puncak Carstensz. Dia sudah membuat banyak ekspedisi pendakian Carstensz dan merintis rute pendakian ke pegunungan itu.

    Dia menemukan beragam jalur alternatif menuju puncak bersalju, sekaligus membuat peta rute perjalanan tersebut. Namun karena kehabisan dana dan logistik, ia tidak berhasil mewujudkan impiannya menaklukkan Puncak Carstensz. Selanjutnya, ia malah bergabung dalam tim Harrer dan menjadi penunjuk jalan.

    Dia berhasil mengantar tim Harrer menginjakkan kaki di puncak gunung bersalju tersebut, meskipun akhirnya nama Harrer yang terpahat sebagai orang yang pertama menundukkan Puncak Carstensz.

    7. Pendakian Tim Indonesia

    Pada 1963, di tahun yang sama Papua bergabung dengan Indonesia, puncak itu berganti nama menjadi Puncak Soekarno, setelah itu kemudian diganti menjadi Puncak Jaya. Namun, di kalangan pendaki, nama Carstensz masih sering digunakan.

    Pendakian pada 1963 itu dilakukan dalam sebuah ekspedisi Cendrawasih dengan tiga pendaki, yaitu Fred Athaboe, Sudarto, dan Sugirin.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Reaksi Santai Alaba Terus Dirumorkan Bakal Tinggalkan Madrid


    Madrid

    David Alaba terus dirumorkan bakal meninggalkan Real Madrid. Bek asal Austria itu menanggapinya dengan santai.

    Alaba kerap diganggu cedera di Madrid. Los Blancos kabarnya siap dilepas musim panas ini. Pemain berusia 33 tahun itu menyebut kabar tersebut bohong.

    “Saya sudah cukup lama berada di dunia sepakbola; rumor adalah bagian dari permainan,” Alaba, melansir Yahoo! Sports.


    “Untungnya, saya tidak terlalu memikirkan hal-hal seperti itu terlalu lama. Saya sering tertawa tentang hal itu karena tidak ada yang benar, semuanya bohong,” ungkap mantan pemain Bayern tersebut.

    David Alaba didatangkan Real Madrid secara gratis dari Bayern Munich pada 2021. Digadang-gadang bersinar, ia malah kerap diusik cedera.

    Alaba tercatat sudah absen lebih dari 100 pertandingan akibat cedera, dari ACL hingga lutut. Kontraknya sendiri baru akan habis tahun depan.

    Total, David Alaba baru bermain 116 kali. Ia turut menyumbang 5 gol dan 9 assist, serta jadi bagian saat Real Madrid juara dua gelar LaLiga dan di Liga Champions.

    (yna/mrp)



    Sumber : sport.detik.com

  • WSG Tirol Vs Real Madrid: Los Blancos Menang 4-0


    Innsbruck

    Real Madrid melakoni laga uji coba pertama sekaligus terakhir musim panas ini. Menghadapi klub Austria, WSG Tirol, Los Blancos menang 4-0.

    Madrid menghadapi Tirol di Stadion Tivoli Neu, Innsbruck, Rabu (13/8/2025) dini hari WIB. Madrid menurunkan skuad terbaiknya termasuk bek kiri barunya Alvaro Carreras dan trio Kylian Mbappe, Vinicius Junior serta Brahim Diaz di depan.

    Madrid tampil agresif sejak menit awal dan membuka keunggulan pada menit ke-10 lewat Eder Militao. Umpan silang Diaz disambut tandukan Militao sambil membelakangi gawang dan melesak ke pojok atas.


    Tiga menit kemudian giliran Mbappe yang membuat gol untuk mengubah skor jadi 2-0. Umpan terobosan Arda Guler menemui Mbappe di kotak penalti dan usai memutar badan, dia langsung menembak ke pojok kiri atas.

    Madrid memimpin 2-0 di babak pertama. Masuk di babak kedua, Madrid baru bisa menambah gol pada menit ke-59 lewat gol kedua Mbappe. Bola terobosan Aurelien Tchouameni didapat Mbappe yang langsung menusuk ke kotak penalti.

    Tanpa kesulitan Mbappe menaklukkan Adam Stejskal di bawah mistar Tirol. Madrid tak mengendurkan serangan sekalipun sudah unggul tiga gol.

    Rodrygo yang menggantikan Vinicius pada menit ke-62 memastikan kemenangan 4-0 Madrid pada menit ke-81. Mbappe melakukan step over di kotak penalti dan memberikan bola kepada Rodrygo di sisi kiri, yang langsung menghujamkan ke tiang jauh.

    Madrid setelah ini masih melanjutkan sesi pramusimnya sebelum balik ke Spanyol untuk persiapan laga pekan perdana LaLiga 2025/2026 kontra Osasuna, Rabu (20/8/2024) dini hari WIB.

    (mrp/adp)



    Sumber : sport.detik.com

  • Barca Selesai Tur Asia, Madrid Baru Mulai Pramusim


    Valdebebas

    Real Madrid baru memulai pramusim pada awal pekan ini, atau 15 hari jelang laga melawan Osasuna di jornada pertama LaLiga 2025-26. Mampukah mereka segera nyetel di tengah keterbatasan waktu?

    Seperti diumumkan situs resmi klub, anggota skuad Madrid telah melapor ke Valdebebas untuk memulai pramusim pada Senin (4/8/2025). Kylian Mbappe dkk menjalani tes medis di pagi hari lalu memulai latihan pada sore hari.

    Pramusim Madrid sedikit terlambat dibanding tim-tim lain karena mereka berlaga di Piala Dunia Antarklub sampai 9 Juli lalu. El Real melaju sampai semifinal sebelum dihentikan Paris Saint-Germain.


    ESPN melaporkan bahwa dalam kesepakatan kolektif yang berlaku di Liga Spanyol, para pemain berhak mendapat libur minimal 21 hari. Sehingga itu menjawab mengapa Madrid baru memulai pramusim pada pekan ini.

    Madrid dijadwalkan hanya menjalani satu laga uji coba, yakni melawan WSG Tirol di Austria pada 12 Agustus. Tepat sepekan setelahnya, mereka langsung menjamu Osasuna di pekan pertama LaLiga.

    El Real sebetulnya telah meminta agar pertandingan tersebut ditunda karena merasa tak cukup waktu untuk menyiapkan tim jelang laga tersebut, namun ditolak oleh Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) karena tak ada aturan tertulis yang menerapkan syarat minimum waktu untuk menyiapkan fisik dan taktik jelang musim baru.

    Dengan demikian, waktu dua pekan yang dimiliki Madrid dinilai cukup untuk menyiapkan tim. Skuad yang ada saat ini juga tak banyak berubah sejak turnamen bulan lalu. Hanya Luka Modric dan Lucas Vazquez yang pergi dan diganti Alvaro Carreras serta Franco Mastantuono.

    Madrid dikabarkan tak mempertimbangkan untuk merekrut pemain lagi di sisa bursa transfer musim panas ini, kecuali ada pemain yang pergi. Bersama pelatih Xabi Alonso, mereka akan kembali memburu trofi mayor yang gagal diraih pada musim lalu.

    Kondisi Madrid sangat kontras dengan rival domestik mereka, Barcelona yang sudah merampungkan tur pramusim ke Asia dan menjalani tiga laga dalam 10 hari. Tim asuhan Hansi Flick tidak ambil bagian di Piala Dunia Antarklub 2025.

    (adp/bay)



    Sumber : sport.detik.com