Tag: ayam goreng legendaris

  • Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun


    Tangerang

    Di Tangerang banyak restoran legendaris yang enak, salah satunya Ayam Tjap Banteng. Ayam goreng berbalut rempah ini sudah ada sejak tahun 1958.

    Kuliner atau tempat makan legendaris memang tak pernah lekang oleh waktu. Banyak tempat makan legendaris yang akhirnya memutuskan untuk membuka cabang sampai mengubah tampilan tempat makannya menjadi lebih nyaman dan modern.

    Konsep inilah yang diterapkan oleh restoran Ayam Tjap Benteng. Sesuai dengan namanya tempat makan ini terkenal dengan menu ayam goreng. Ayam gorengnya berempah dan dikenal sejak puluhan tahun lalu di kawasan Pluit, Jakarta Utara.


    Setelah sukses selama 66 tahun, akhirnya restoran ayam goreng legendaris ini membuka cabang di kawasan Pasar Lama, Tangerang dengan konsep yang lebih modern di Mr. Hungry.

    Berikut beberapa menu andalan yang wajib dicoba di Ayam Tjap Benteng.

    Detail Informasi Ayam Tjap Benteng
    Nama Tempat Makan Ayam Tjap Benteng
    Alamat Jl. Kisamaun No. 225 (Lantai 3), Pasar Lama, Tangerang
    No Telp 081298156219
    Jam Operasional 11.00
    21.00
    Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Ayam Goreng Tradisional
    Fasilitas
    • Indoor Outdoor Dining
    • Parking Space

    1. Ayam Goreng Peranakan

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Jika melihat sejarahnya, restoran Ayam Goreng Tjap Benteng ini pertam kali dibuka di Muara Karang, Pluit, Jakarta Utara pada tahun 1958. Konsep awalnya cukup sederhana, yaitu menjual ayam goreng dengan resep keluarga turun temurun.

    Nama Tjap Banteng sendiri ternyata diadaptasi dari makanan komunita swarga keturunan China Benteng. Jadi dari bumbu dan cara mengolahnya, ayam goreng ini memiliki banyak pengaruh dari kuliner peranakan yang sudah bertahan selama empat generasi.

    Ciri khas ayam goreng di sini menggunakan ayam penjantan, ukurannya tidak sebesar ayam negeri tapi dagingnya tetap empuk dan tidak terlaluliat seperti ayam kampung.

    2. Menggunakan Banyak Rempah

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Berbeda dengan ayam goreng yang biasanya hanya diungkep dengan bumbu kuning. Ayam goreng tjap Banteng dimasak dengan teknik ungkep, memakai sedikit air dan dilakukanselama satu jam lebih.

    Agar rasa ayam gorengnya gurih dan umami, ayam pejantan diungkep dengan rempah seperti kunyit, kemiri, lengkuas, cabe, bawang merah hingga bawang putih serta beberapa rempah daun. Setelah itu baru ayam digoreng sampai garing dan renyah.

    Tak ketinggalan ayam goreng disajikan dengan serutan halus lengkuas muda yang harum semerbak. memberi tekstur renyah dan gurih pada ayam. Per potong ayam goreng harganya Rp 28.000, kalau mau beli satu ekor lengkap dengan nasi uduknya harganya Rp 185.000.

    3. Cita Rasa Ayam Goreng Legendaris

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Jika bersantap di Ayam Tjap Benteng,paduan yang pasadalah ayam goreng dan nasi uduk. Nasinya pulen dengan wangi daun salam dan serai yang enak. Tersedia menu Paket Goreng Koening (Rp 50.000), yang terdiri dari potongan dada atau paha ayam, dilengkapi dengan nasi uduk, tahu, tempe sampai sayur asem.

    Ayam goreng disajikan dengan sambal kacang dan sambal bawang yang diberi air jeruk nipis yang segar. Potongan daging ayamnya cukup besar meski menggunakan ayam pejantan.

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Saat disobek, teksturnya garing di bagian luar dengan daging ayam yang lembut juicy. Bukan tipe ayam goreng basah ala Sunda. Gurih rempah bumbunya meresap sempurna, terasa sedap di setiap suapan.

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Dicocol dengan racikan sambal kacangnya yang tidak terlalu pedas, ayam goreng ini makin sedaprasanya. Nasi uduk yang harum dan pulen jadi pelengkap yang sempurna.

    4. Menu Pelengkap di Ayam Tjap Benteng

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Selain sambal kacangnya yang enak, sebagai lauk pelengkap ada sayur asem. Kuahnya tidak terlalu kental tapi rasa asam dan gurihnya pas. Isiannya ada jagung manis, labu siam,dan kacang panjang.

    Ada juga sate usus dan sate kulit ayam (Rp 6.927) yang digoreng garing buat pelengkap makan ayam dan nasi uduk. Jangan lewatkan juga Sambal Cabe Pete Udang (Rp 15.585) yang berupa tumisan udang kecil, rajangan cabe merah besar, pete dan bawang merah. Pedas segar rasanya!

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Kakau tak mau pesan ayam goreng, di gerai Ayam Tjap Benteng versi modern ini juga ada menu lainnya dengan harga terjangkau. Salah satunya Nasi Goreng Spesial (Rp 30.000) yang tak kalah enak. Juga ada Ketupat Sayur, Semur Jengkol, hingga Tahu Semur dengan harga mulai dari Rp 9.000 saja.

    Ayam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 TahunAyam Tjap Banteng : Gurih Harum! Ayam Goreng Berempah Legendaris 66 Tahun Foto: detikFood

    Setiap harinya Ayam Tjap Benteng cabang Pasar Lama Tangerang buka dari jam 11.00 – 21.00. Tersedia area makan outdoor dan indoor yang nyaman dan pembayarannya sudah bisa non tunai.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurih Mantap! Ayam Goreng Jumbo Khas Solo Langganan Pejabat


    Jakarta

    Sajian ayam goreng berbumbu khas Solo yang manis gurih patut dicoba. Selain rasanya enak, ayam goreng ini juga berukuran jumbo yang bikin puas menikmatinya.

    Ayam goreng selalu menjadi lauk favorit untuk makan siang. Kamu bisa menemukan banyak tempat makan ayam goreng yang enak. Salah satunya di kawasan Jakarta Pusat bernama Ayam Ancur.

    Ayam Ancur ini sangat populer di kawasan jalan Juanda. Lokasinya berdekatan dengan Istana Negara, hanya sekitar 4 menit berkendara.


    Ayam Ancur, ayam goreng khas Solo berukuran jumboAyam Ancur, ayam goreng khas Solo berukuran jumbo Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Menu andalan Ayam Ancur ini tentu saja ayam goreng. Dinamakan ancur, karena ayamnya digeprek atau dimemarkan saat disajikan. Seporsinya disajikan bersama lalapan, sambal, dan tempe goreng.

    Sayangnya, saat kami berkunjung menunya hanya ada ayam goreng saja. Menu tongseng hingga bakmi Jawa yang mereka biasa tawarkan sedang tak tersedia.

    Saat pesanan tiba, menu ayam goreng ini menyita perhatian kami. Pasalnya, ayam goreng itu memiliki potongan yang jumbo.

    Rupanya Ayam Ancur ini menggunakan potongan ayam pejantan besar yang biasa digunakan untuk menyajikan soto. Meskipun besar tetapi teksturnya dagingnya sangatlah empuk.

    Proses mengungkep ayam itu juga cukup lama sekitar 3 jam. Tak heran kalau ayam goreng itu memiliki tekstur yang lembut.

    Saat mencicipi dagingnya pada suapan pertama, kami sangat menikmatinya. Bumbu pada dagingnya meresap dan terasa gurih.

    Ayam Ancur, ayam goreng khas Solo berukuran jumboAyam Ancur, ayam goreng khas Solo berukuran jumbo Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Paling nikmat ketika ayam goreng itu dicocol ke sambal Hijau. Pedas dari sambalnya terasa nendang di lidah, agak berminyak karena memang ditambahkan minyak panas ketika membuatnya.

    Ayam goreng ini memang teman makan nasi yang pulen. Porsinya yang besar ini dijamin bikin puas.

    Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau, yaitu Rp 29.000 per potong ayamnya. Sedangkan, nasi putih dijual terpisah seharga Rp 9.000.

    Ayam Ancur, ayam goreng khas Solo berukuran jumboAyam Ancur, ayam goreng khas Solo berukuran jumbo Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Ternyata Ayam Ancur ini ayam goreng favorit banyak pejabat. Mereka juga kerap menjadi langganan nasi kotak untuk para pejabat di Sekretariat Negara. Kami mengetahuinya, karena saat itu mereka sedang mengerjakan ratusan pesanan nasi kotak untuk Sekretariat Negara.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’


    Jakarta

    Di Tangerang ada rumah makan berusia puluhan tahun terkenal dengan menu ayam goreng dan bakarnya. Tak ketinggalan sambal terasinya yang mantap.

    Menu ayam goreng dan ayam bakar memang jadi ‘comfort food’ banyak orang. Di setiap restoran, rumah makan hingga warung tenda banyak menyajikan kedua menu ini.

    Kalau sedang berada di kota Tangerang, wajib untuk mampir ke rumah makan Ayam Goreng dan Ayam Bakar Borobudur yang ada di JL. MT. Haryono, Tangerang.


    Rumah makan ini sudah berdiri ada tahun 1992 atau , konsisten dengan menu ayam bakar dan ayam gorengnya yang menggunakan ayam kampung enak.

    Berikut beberapa menu andalan yang wajib dicoba di sini.

    1. Rumah Makan Ayam Goreng Legendaris

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    Berlokasi di jalan raya MT. Haryono, tak sulit untuk menemukan rumah makan yang satu ini. Di tepi jalan tampak plang kuning dengan tulisan Ayam Goreng/Bakar ‘BOROBUDUR’. Rumah makan sederhana ini berdiri di bangunan yang mirip seperti rumah lama.

    Area tempat makannya luas dan mampu menampung ratusan pengunjung dalam satu waktu. Menilik sejarahnya, rupanya rumah makan Borobudur ini pertama kali didirikan oleh Aliong di tahun 1992.

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    “Dulu orangtua saya yang mendirikan ini di tahun 1992. Dari awal lokasinya sudah di sini, memang kami sempat pindah ke seberang jalan tapi karena waktu itu bangunan ini sedang direnovasi,” ungkap Manggara Sintong selaku anak dan penerus dari rumah makan Borobudur ke detikFood (24/05).

    Sintong meneruskan usaha ini sejak tahun 2015 silam, meski begitu semua resep dan racikan makanan di sini masih menggunakan pakem resep dari sang ayah.

    2. Hanya Menggunakan Ayam Kampung

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    Sintong bercerita bahwa sang ayah merintis restoran ayam goreng ini tanpa ada background di dunia kuliner. Hanya saja sang ayah suka kulineran dan mencicipi makanan di berbagai kota.

    Inspirasi munculnya rumah makan ayam goreng ini tak lepas ketika Aliong kulineran di Glodok dan menemukan tempat makan ayam goreng yang enak. Berbekal dengan keahlian dan pengetahuannya, Aliong akhirnya berhasil menciptakan resep ayam goreng yang enak dan sesuai dengan seleranya.

    “Menu andalan kami tentu saja ayam gorengnya ya. Kami hanya pakai ayam kampung yang masih muda, terus kami ungkep cukup lama agar bumbunya meresap dan teksturnya itu tidak alot. Besar api juga kita kontrol agar tingkat kematangan ayam ini sempurna,” ungkap Sintong.

    3. Ayam Goreng dan Ayam Bakar Legendaris

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    “Satu ekor ayam goreng dan ayam bakar harganya Rp 92.000. Bisa dimakan untuk 3-4 orang. Banyak pelanggan di sini yang bilang ketagihan sama kremesan dari ayam goreng kita. Begitu juga dengan bumbu ayam bakar kita yang tidak dominan kecap tapi sedikit kemerahan,” lanjut Sintong.

    Benar saja rasa ayam goreng di sini memang juara. Paduan kremesan yang sudah gurih, ditambah dengan bumbu ungkep kuning rahasia ala Borobudur yang menyerap sampai ke serat daging.

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    Tak lupa cocolan sambal terasinya yang menjadi ikon di rumah makan ini. Tipe sambal terasi yang sedikit manis, tidak terlalu pedas tapi menyempurnakan rasa umami dari ayam goreng tersebut.

    Begitu juga dengan rasa ayam bakarnya, karena diungkep dalam waktu yang lama jadi daginnya mudah terlepas dari tulangnya. Rasa ayam bakarnya unik karena ada sensasi rasa pedas, manis dan asam layaknya saus BBQ.

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    “Kalau ayam goreng ciri khasnya di kremes, kalau ayam bakar kami memang di bumbu olesannya yang kami racik sendiri. Sambal terasinya pun kami olah dengan resep milik keluarga,” sambung Sintong.

    4. Sayur Asam dan Tahu Tempe yang Enak

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    Bukan hanya menjual ayam goreng dan ayam bakar saja, tapi rumah makan Borobudur ini juga terkenal dengan menu sayur asemnya yang bikin nagih.

    Seporsi sayur asem di sini harganya Rp 15.000 bisa disantap untuk dua orang. Untuk isiannya sebenarnya standar, ada labu, jagung hingga kacang tanah. Namun letak spesialnya terdapat pada tambahan asem Jawa yang cukup banyak sehingga warna kuah sedikit keruh dan asam segar.

    “Memang di sini sayur asemnya kita tambahkan asam Jawa yang cukup banyak. Ada pelanggan yang suka, tapi tak sedikit juga yang komplain katanya keaseman. Kembali lagi sebenarnya ke selera masing-masing ya,” tutur Sintong.

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    Untuk tahu dan tempe pun semuanya diracik dengan bumbu ungkep pilihan. Mereka rupanya sudah langganan dengan pemasok tahu dan tempe selama puluhan tahun untuk menjamin kualitas tahu dan tempe yang disajikan.

    5. Pelanggan dari Mana-mana

    Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala 'Borobudur'Gurihnya Juara! Ayam Kampung Goreng dan Bakar Legendaris ala ‘Borobudur’ Foto: detikFood

    “Rumah makan ini karena sudah cukup lama berdiri memang pelanggan dan pembelinya ada dari mana-mana. Kalau untuk nama Borobudur sendiri sebenarnya kami terinspirasi dari candi Borobudur, harapannya semoga rumah makan ini dapat bertahan seperti Borobudur,” tutur Sintong.

    Ketika ditanya gaya makanan di sini, Sintong menuturkan bahwa makanan yang disajikan lebih ke arah masakan Sunda. Jadi jelas rasanya berbeda dengan ayam goreng serta ayam bakar khas Jawa.

    Sementara untuk para pelanggannya kebanyakan yang datang sudah langganan lebih dari sepuluh tahun. Salah satunya Pak Subeng, pria berusia 65 tahun ini sudah berlangganan di rumah makan Borobudur sejak 15 tahun yang lalu.

    “Rumah saya kan di Bintaro, nah saya sering ke sini buat makan siang sendiri. Biasanya saya ke sini sama istri saya, cuma karena istri saya sedang pergi jadi saya makan ke sini sendirian. Untuk menu makanan yang saya suka pastinya ayam goreng ya, tapi kadang pesan juga ayam bakar. Sama yang tak boleh ketinggalan itu sayur asemnya. Sayur asem di sini enak dan beda dari tempat lain,” pungkas Pak Subeng.

    Selain menu di atas, rumah makan ini juga menjual sop buntut, usus goreng, karedok, gurame goreng hingga udang goreng mentega. Semua makanan dan minuman di sini halal.

    Setiap harinya rumah makan ini buka dari jam 08.00 – 21.00. Tidak tersedia di aplikasi online, jadi hanya bisa pesan langsung di tempat.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Hidden Gem! Ayam dan Bebek Goreng Serundeng Bumbu Bali di Dalam Gang


    Jakarta

    Di Jalan Pintu Air Pasar Baru ada warung makan hidden gem yang lokasinya di dalam gang. Mereka menawarkan ayam dan bebek goreng serundeng dengan bumbu Bali spesial!

    Tempat makan di Pasar Baru Jakarta tidak sebatas di dalam jalanan utama Pasar Baru atau di Pasar Atom saja, tetapi juga di area sekitarnya seperti di Jalan Pintu Air.

    Di jalanan ini, kamu bisa menemukan tempat makan ayam dan bebek goreng yang unik. Mereka tidak memakai bumbu hitam ala Madura, tetapi menggunakan racikan bumbu khas Bali.


    Tidak hanya bumbu Balinya yang spesial, tetapi serundeng hingga sambalnya juga terkenal bikin pelanggan ketagihan.

    Meskipun tempatnya ‘tersembunyi’, tetapi warung makan ini ramai dipadati pelanggan. Kebanyakan yang datang juga orang-orang perkantoran yang bekerja di sekitar kawasan Pasar Baru.

    Penasaran dengan kelezatan nasi ayam dan bebek goreng ini, detikFood ikut mencobanya. Kami memesan nasi ayam, bebek, dengan sate-satenya yang komplet. Kami juga sempat berbincang dengan pemiliknya yang punya kisah menarik di balik warung makannya ini.

    1. Berawal dari hobi makan bebek

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiWarung ini menawarkan hidangan ayam dan bebek goreng serundeng yang pakai bumbu Bali spesial. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Warung ini merupakan usaha Andi. Dahulu ia kerja di bidang yang berbeda dari sekarang. Sampai suatu saat Andi merasa sangat jenuh dengan pekerjaannya, lalu memutuskan untuk usaha ini.

    Warung makan ini pun ia dirikan pada tahun 2011. Awalnya Andi hanya menawarkan hidangan bebek goreng saja, tidak ada ayam dan sate-satean lengkap seperti sekarang.

    Ide usahanya ini juga muncul akibat rasa hobi. Andi mengaku hobi makan bebek dan sering berkeliling makan bebek.

    Suatu hari ia makan bebek di Indramayu, Jawa Barat dan menemukan warung makan itu menawarkan bebek pedas. Dari situ ia pun memiliki ide untuk buka usaha nasi bebek.

    “Dari situ akhirnya saya buka usaha nasi bebek, tapi saya gak mau disamakan dengan nasi bebek Madura. Akhirnya coba bikin nasi bebek bumbu Bali.” ujarnya.

    2. Lokasinya di dalam gang

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiWarung makannya memang tidak begitu kelihatan dar luar karena lokasinya ada di dalam gang seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Warung Ayam Bebek Serundeng Bang Andi lokasinya cukup tersembunyi karena memang berada di dalam gang jalan Pintu Air Pasar Baru.

    Tidak jauh dari area masuk Jalan Pintu Air kamu bisa menemukan tempat makan yang bentuknya tidak seperti warung atau restoran pada umumnya. Bahkan, tidak ada plang atau papan nama sebagai pertanda.

    Namun, tidak perlu khawatir salah tempat karena lokasinya tepat di depan gang. Kalau sudah bisa melihat pelanggan makan di pinggir jalan atau kompor-kompor berjejer, di situlah keberadaan ayam bebek serundeng ini.

    Warung makannya memang tidak luas, hanya menempati gang kecil pinggir jalan. Awalnya, mereka juga tidak berencana untuk membuka area dine-in di gang tersebut.

    Area gang cuma dijadikan dapur untuk memasak. Sedangkan mereka menjualnya pakai gerobakan di depan Hotel Classic. Namun, setelah beberapa bulan jualan, mereka mendapat banyak peminat dari karyawan yang berlalu lalang di depan gang tersebut.

    Andi, pemilik warung mengungkap, banyak karyawan yang meminta agar mereka membuka layanan makan di area gang tersebut. Akhirnya Andi inisiatif untuk membuka layanan makan langsung di tempat.

    Seiring berjalannya waktu, menurut Andi, pengunjung yang datang pun lebih ramai di gang daripada di gerobakan depan Hotel Classic.

    Area makannya memang kecil, hanya ada satu mejja panjang menempel di dinding gang, dan 2 atau 3 meja di depan gang. Kurang lebih hanya bisa ditempati oleh 10 orang.

    Mereka buka Senin-Sabtu, minggu dan tanggal merah tutup. Buka mulai pukul 10.30 – 16.00. Namun, mereka buka lagi gerobakan di depan hotel Classic mulai pukul 16.30 – 21.00 WIB.

    3. Bumbu Bali yang jadi daya tarik

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiKeunikan dari ayam dan bebek goreng di tempat ini yaitu penambahan bumbu Bali seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Meskipun lokasinya tersembunyi, tetapi warung ayam dan bebek ini rupanya memiliki banyak penggemar. Sebab, ayam dan bebek goreng yang mereka tawarkan dimasak dengan bumbu Bali.

    Andi punya saudara orang Bali, mereka akhirnya saling berbagi ide terkait bumbu tersebut.

    “Saya punya saudara orang Bali. Terus saya tanya kalau mau diadakan bumbu, kalau misalnya dia punya resep masakan Bali saya pengen dijadiin bumbu bisa gak. Akhirnya saya dikasih resepnya dan jadi bumbu Bali ini,” jelas Andi kepada detikFood (05/06/24).

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiSelain bumbu Bali, di sini juga menyediakan serundeng yang spesial. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bumbu Balinya juga sengaja tidak dibuat pedas karena menurut Andi tidak semua pelanggan suka masakan pedas.

    Selain bumbu Bali, hal yang banyak digemari pelanggan di sini yaitu serundeng. Andi mengaku serundengnya dibuat dengan kelapa yang benar-benar tua sehingga hasilnya lebih gurih.

    Omzet hingga kenikmatan ayam dan bebek gorengnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Raih omzet Rp 40 juta per bulan

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiDalam satu bulan, jika ramai, penjualannya bisa mendapat omzet sampai Rp 40 juta. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Keunikan dan kelezatan ayam dan bebek goreng membuat warung makan milik Andi selalu ramai pembeli.

    Andi mengaku setiap hari bisa menghabiskan sekitar 20 ekor untuk potongan ayam besar dan 15 ekor untuk ayam potongan kecil. Sedangkan bebeknya bisa habis 15 ekor per hari.

    Soal omzet, Andi mengaku jika warung nya sedang ramai, bisa menyentuh angka Rp 35 sampai Rp 40 juta. Sebenarnya omzet ini lebih kecil dibandingkan sebelum pandemi. Namun, sudah cukup lumayan meningkat dibandingkan kondisi ketika pandemi melanda.

    “Dulu itu lebih besar lagi karena lebih rame. Pandemi merosot banget, dari ayam 30 dan bebek 15, jadi ayam 5 bebek cuma 3. Jatoh banget kan,” jelas Andi.

    Setelah pandemi redup, usahanya mulai naik kembali tetapi tetap tidak bisa seperti sebelum pandemi. Andi pun merasa terbantu oleh konten kreator, meskipun keadaannya belum bisa membalikkan keadaan seperti dulu.

    5. Nikmatnya nasi ayam dan bebek goreng serundeng bumbu Bali

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiBegini tampilan ayam goreng serundeng bumbu Bali yang ditawarkan oleh warung makan tersebut. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Detikfood memesan dua porsi nasi ayam goreng dan bebek goreng yang dilengkapi dengan sate usus goreng dan perkedel.

    Untuk ayam, mereka punya dua pilihan potongan, yaitu potongan besar dan potongan kecil. Harga untuk nasi dengan sepotong ayam kecil dibanderol (Rp 16.000) dan ayam besar (Rp 21.000).

    Untuk saat ini, ayam yang digunakan adalah ayam broiler. Kalau ada pengunjung yang request ayam kampung, barulah mereka menyiapkannya dengan ayam kampung.

    “Untuk saat ini sih pake ayam broiler. Tapi kalau ada yang pesen ayam kampung baru kita gorengin ayam kampung,” ujar Andi.

    Setelah memesan, ayam yang sudah diungkep dengan bumbu kuning ini kemudian digoreng langsung. Disajikan dengan nasi, sambal bawang dan sambal ijo, serundeng, dan bumbu bali.

    Rasa ayam gorengnya seperti ayam goreng pada umumnya. Namun, digoreng sampai tingkat kematangan yang pas. Ayamnya baru terasa berbeda ketika dimakan dengan bumbu Bali, serundeng, dan sambal.

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiKalau ini hidangan bebek gorengnya yang juga tidak kalah enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bumbu Balinya memang tidak pedas, tetapi terasa aroma dan rasa rempah-rempahan, seperti kencur dan kunyitnya cukup terasa. Meskipun memang sentuhan rasa rempahnya sangat ringan. Adapun sedikit sentuhan pedas dari bumbu Bali itu.

    Untuk serundengnya punya butiran halus dan garing. Rasa kelapanya juga tidak begitu kuat, tetapi ada sentuhan rasa manis gurih yang datang dari serundeng tersebut.

    Bebek gorengnya tidak kalah enak karena memang dimarinasi dengan bumbu Bali, baru digoreng. Mereka hanya punya satu potongan bebek yang dibanderol dengan harga Rp 20.000 sudah termasuk nasi.

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiNasi ayam dan bebeknya pun dilengkapi dengan sambal bawang merah dan sambal ijo. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tekstur dagingnya lembut dan kenyal. Bebeknya tidak mau amis dan bumbu Balinya meresap sampai ke dalam daging.

    Sate ususnya juga garing dan tidak bau. Begitupun dengan perkedelnya yang punya rasa kentang cukup kuat, teksturnya lembut, dengan rasa gurih yang pas.

    Kalau baru buka, menu-menu pelengkap lainnya masih komplet, mulai dari bakwan jagung, tahu, tempe, perkedel, sate usus, sate ati ampela, sate ceker, dan masih banyak lagi.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Raos Pisan! Ayam Goreng dan Prasmanan Sunda Sejak 1989


    Jakarta

    Berasal dari Bogor, tempat makan prasmanan ala Sunda ini bertahan sejak tahun 1989. Menu andalannya ayam goreng hingga nasi liwet daun kemangi.

    Restoran Ayam Goreng Fatmawati pertama kali berdiri di Kota Bogor pada tahun 1989 sebagai restoran yang mengangkat masakan khas Nusantara, lebih tepatnya masakan rumahan khas Sunda.

    Di tengah kemunculan banyak kafe dan resto kekinian, restoran ini tetap konsisten mempertahankan cita rasa tradisional Indonesia. Ayam Goreng Fatmawati bahkan telah membuka banyak cabang di berbagai kota, termasuk Jakarta.


    Ciri khas restoran Ayam Goreng Fatmawati terletak pada konsep prasmanan semi self-service, yang memudahkan pelanggan memilih langsung aneka lauk yang telah dimasak setengah matang dan akan digoreng kembali saat dipesan. Hidangannya diolah dengan bumbu rempah asli Indonesia tanpa bahan pengawet. Jadi rasanya tetap otentik dan segar.

    Menu andalan yang paling digemari adalah Ayam Goreng Kuning yang gurih dan renyah. Selain itu, tersedia juga sate udang, pepes teri, tempe orek balado, nasi liwet kemangi, serta aneka sambal dan lalapan segar yang bisa diambil sepuasnya. Kisaran harga makanannya pun masih terjangkau, dari Rp 6.000 saja.

    Berikut beberapa makanan favorit di Ayam Goreng Fatmawati:

    Detail Informasi Ayam Goreng Fatmawati
    Nama Tempat Makan Ayam Goreng Fatmawati
    Alamat Jl. DI. Panjaitan No.16 2, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur.
    No Telp (021) 8560684
    Jam Operasional 08.00-17.00
    Estimasi Harga Rp 20.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Masakan Sunda
    Fasilitas
    • Parkir
    • Pembayaran Non Tunai

    1. Restoran Prasmanan Ala Sunda

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang JakartaMenu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta Foto: detikFood

    Cabang Ayam Goreng Fatmawati di Cipinang, Jakarta Timur menghadirkan nuansa sederhana dan tradisional ala rumah makan Sunda ala tempo dulu. Namun jangan salah, pilihan menunya luar biasa lengkap. Pengunjung akan disambut dengan meja panjang berisi aneka makanan prasmanan yang bisa dipilih sesuai selera.

    Menu andalannya Ayam Goreng Kuning yang gurih dan renyah. Selain itu tersedia aneka lauk seperti Ayam Bakar, gepuk, sate udang dan cumi, pepes jamur, tempe orek, teri kacang, sayur asem, hingga nasi liwet kemangi. Untuk nasi liwet disajikan langsung dalam satu kastrol.

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang JakartaAneka sambal di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta. Foto: detikFood

    Lauk-lauk yang ada di prasmanan disiapkan setengah matang, lalu digoreng ulang saat dipesan, menjamin kehangatan dan kerenyahan saat dimakan.

    Selain itu ada juga area prasmanan isi makanan yang sajikan makanan matang, isinya ada anek sayuran tumis, teri kacang sampai orek balado. Pengunjung juga bisa mengambil aneka sambal dan lalapan segar sepuasnya secara gratis.

    2. Nasi Liwet Kemangi dan Ayam Goreng Kuning

    Menu Pepes dan Aneka Makanan di Ayam Goreng FatmawatiNasi Liwet dan lauk Ayam Kuning Favorit di Ayam Goreng Fatmawati. Foto: detikFood

    Salah satu menu makanan yang paling banyak dipesan di sini adalah Ayam Goreng Kuning (Rp 22.000/ per potong). Berbeda dengan restoran ayam goreng lainnya yang kebanyakan menggunakan ayam kampung, kalau di sini pakainya ayam pejantan.

    Tapi rasanya tak kalah gurih dari ayam kampung. Apalagi ayamnya sudah diungkep pakai bumbu kuning khas Ayam Goreng Fatmawati. Ayam digoreng garing ditambahkan serundeng lengkuas yang menambah rasa gurihnya.

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta Seporsi nasi liwet ini disajikan menggunakan kastrol ukuran sedang dan isiannya banyak. Foto: detikFood

    Menu ini cocok disantap dengan Nasi Liwet Teri (Rp 41.000). Seporsi nasi liwet ini disajikan menggunakan kastrol ukuran sedang dan isiannya banyak bisa untuk 2-4 orang. Bagian dalam nasi liwetnya penuh dengan teri Medan, irisan cabe rawit dan daun kemangi yang menambah aroma harum. Dijamin rasa ayam kuningnya semakin gurih saat dimakan dengan nasi liwet ala Sunda ini.

    3. Aneka Pepes hingga Gepuk

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang JakartaMenu pepes jamurnya yang menggunakan jamur kancing di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta Foto: detikFood

    Karena ukuran ayam gorengnya yang kecil, kebanyakan pengunjung di sini memilih lauk lebih dari satu. Salah satu yang tak kalah populer dari ayamnya, ada lauk Gepuk Sapi (Rp 22.000), Pepes Teri (Rp 18.000), dan Pepes Jamur (Rp 10.000).

    Untuk menu gepuknya digoreng garing, tapi tekstur daging sapinya tak alot sama sekali. Rasanya pun kombinasi dari rasa manis dan gurih khas gepuk Sunda. Begitu juga dengan menu pepesnya yang dibakar sebentar agar tetap hangat saat dimakan.

    Menu Pepes dan Aneka Makanan di Ayam Goreng FatmawatiLauk Gepuk Sapi di Ayam Goreng Fatmawati, Foto: detikFood

    Menu pepes terinya tampil berbeda karena menggunakan teri Medan berukuran kecil dan tambahan parutan kelapa yang diberi bumbu kuning. Jadi rasanya asin dari teri, tapi ada sentuhan rasa manis dari kelapa.

    Terakhir menu pepes jamurnya yang menggunakan jamur kancing, diiris kecil dan ditumis dengan sambal dan irisan cabe merah. Rasanya cukup pedas dan bikin nafsu makan bertambah saat disantap dengan nasi liwet.

    4. Gorengan dan Menu Makanan Rumahan

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang JakartaMenu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta Foto: detikFood

    Tak lengkap rasanya menyantap nasi liwet tanpa tambahan gorengan dan makanan pelengkap. Di Ayam Goreng Fatmawati, menu gorengan seperti tahu dan tempe (Rp 4.000) serta Bakwan Jagung (Rp 6.000) jadi menu pelengkap primadona. Semuanya digoreng sampai garing dan rasanya enak.

    Begitu juga dengan menu makanan rumahan yang juga jadi ciri khas dari Ayam Goreng Fatmawati. Ada Orek Tempe (Rp 13.000) dengan bumbu balado manisnya yang medok dan tak pelit bumbu.

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang JakartaMenu Orek Tempe dan Teri Kacang di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta Foto: detikFood

    Kemudian ada juga lauk Teri Kacang (Rp 25.000), sedikit mahal tapi sebanding dengan kualitasnya yang menggunakan teri Medan. Selain itu semua menu makanan rumahan ini bisa diambil sepuasnya dan sebanyak mungkin jadi terhitungnya tetap murah jika untuk dimakan bersama-sama.

    Selain menu di atas, Ayam Goreng Fatmawati juga punya menu andalan lainnya seperti Sayur Asem, Ayam Bakar, Ikan Goreng, Paru Goreng dan masih banyak lagi dengan kisaran lauk utama dari Rp 20.000.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com