Tag: ayam goreng

  • Gurih Mantap! Ayam Goreng Jumbo Khas Solo Langganan Pejabat


    Jakarta

    Sajian ayam goreng berbumbu khas Solo yang manis gurih patut dicoba. Selain rasanya enak, ayam goreng ini juga berukuran jumbo yang bikin puas menikmatinya.

    Ayam goreng selalu menjadi lauk favorit untuk makan siang. Kamu bisa menemukan banyak tempat makan ayam goreng yang enak. Salah satunya di kawasan Jakarta Pusat bernama Ayam Ancur.

    Ayam Ancur ini sangat populer di kawasan jalan Juanda. Lokasinya berdekatan dengan Istana Negara, hanya sekitar 4 menit berkendara.


    Ayam Ancur, ayam goreng khas Solo berukuran jumboAyam Ancur, ayam goreng khas Solo berukuran jumbo Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Menu andalan Ayam Ancur ini tentu saja ayam goreng. Dinamakan ancur, karena ayamnya digeprek atau dimemarkan saat disajikan. Seporsinya disajikan bersama lalapan, sambal, dan tempe goreng.

    Sayangnya, saat kami berkunjung menunya hanya ada ayam goreng saja. Menu tongseng hingga bakmi Jawa yang mereka biasa tawarkan sedang tak tersedia.

    Saat pesanan tiba, menu ayam goreng ini menyita perhatian kami. Pasalnya, ayam goreng itu memiliki potongan yang jumbo.

    Rupanya Ayam Ancur ini menggunakan potongan ayam pejantan besar yang biasa digunakan untuk menyajikan soto. Meskipun besar tetapi teksturnya dagingnya sangatlah empuk.

    Proses mengungkep ayam itu juga cukup lama sekitar 3 jam. Tak heran kalau ayam goreng itu memiliki tekstur yang lembut.

    Saat mencicipi dagingnya pada suapan pertama, kami sangat menikmatinya. Bumbu pada dagingnya meresap dan terasa gurih.

    Ayam Ancur, ayam goreng khas Solo berukuran jumboAyam Ancur, ayam goreng khas Solo berukuran jumbo Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Paling nikmat ketika ayam goreng itu dicocol ke sambal Hijau. Pedas dari sambalnya terasa nendang di lidah, agak berminyak karena memang ditambahkan minyak panas ketika membuatnya.

    Ayam goreng ini memang teman makan nasi yang pulen. Porsinya yang besar ini dijamin bikin puas.

    Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau, yaitu Rp 29.000 per potong ayamnya. Sedangkan, nasi putih dijual terpisah seharga Rp 9.000.

    Ayam Ancur, ayam goreng khas Solo berukuran jumboAyam Ancur, ayam goreng khas Solo berukuran jumbo Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Ternyata Ayam Ancur ini ayam goreng favorit banyak pejabat. Mereka juga kerap menjadi langganan nasi kotak untuk para pejabat di Sekretariat Negara. Kami mengetahuinya, karena saat itu mereka sedang mengerjakan ratusan pesanan nasi kotak untuk Sekretariat Negara.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurih Renyah! Gorengan Khas Taiwan Hidden Gem di Jakarta


    Jakarta

    Di dalam gang daerah Jelambar, ada restoran yang menawarkan jajanan khas Taiwan. Pilihannya mulai dari crispy chicken hingga tempura goreng yang diberi bumbu pedas otentik.

    Jajanan kaki lima, terutama gorengan khas Taiwan mungkin belum banyak ditemui di Jakarta dan sekitarnya. Sekalipun ada, pilihannya kurang bervariasi.

    Namun, ternyata ada gerai makanan di daerah Jakarta Barat yang menawarkan gorengan khas Taiwan. Namanya Salt and Pepper yang berlokasi di daerah Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.


    Gerainya memang nyempil di dalam gang, tetapi mereka selalu ramai dipadati pengunjung.

    Di sini tersedia berbagai macam jajanan khas Taiwan, mulai dari XXL Crispy Chicken, Mix Veggies, hingga otak-otak khas Taiwan. Tidak hanya jajanan, ada juga pilihan nasi, seperti rice bowl hingga nasi goreng yang bisa dicoba.

    Menu-menu khas Taiwan di sini juga diracik dengan bumbu dan dimasak dengan teknik seperti di Taiwan asli. Alhasil, cita rasa dan sensasinya begitu otentik.

    DetikFood membuktikan kenikmatan jajanan Taiwan hidden gem di Jelambar ini. Begini pengalaman kami!

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan Salt and Pepper
    Alamat Salt and Pepper Jl.Jelambar Selatan XVI no.2A, Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jakarta, Indonesia 1146
    No Telp +62 897-8883-968
    Jam Operasional Selasa – Minggu : Sesi I 10.00 – 14.00 / Sesi II 17.00 – 21.00
    Estimasi Harga Rp 20.000 – Rp 39.000
    Tipe Kuliner Jajanan Taiwan
    Fasilitas
    • Tempat makan indoor
    • Toilet

    1. Jajanan Taiwan dengan cita rasa otentik

    Salt and PepperSalt and Pepper menawarkan sejumlah menu jajanan dan ricebowl ala Taiwan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Salt and Pepper merupakan sebuah gerai makanan yang menawarkan jajanan khas Taiwan. Kurang lebih ada 9 variasi jajanan atau snack yang bisa dipesan satu porsi atau digabung (mix) antara yang satu dengan lainnya.

    Variasi jajanannya mulai dari XXL Crispy Chicken, Sistagor, Tempura, Money Bag, Spring Roll, French Fries, Beef Sausages, Fishball, dan Salmon Ball.

    Semua camilan ini diolah dengan cara digoreng, kemudian ditaburi dengan bumbu pedas gurih khas Taiwan. Harganya dibanderol mulai dari Rp 12.000 sampai Rp 38.000.

    Uniknya, mereka juga punya pilihan sayuran yang digoreng. Bisa pesan Mixed Veggies seharga Rp 33.000 atau bisa pesan satu-satu. Pilihannya terdiri atas jagung, baby corn, kacang panjang, dan kembang kol.

    Bagi yang mencari makanan lebih mengenyangkan, ada pilihan rice bowl dengan berbagai macam lauk juga. Mulai dari Rice Bowl Crispy Chicken, Beef sausages, Fish ball, dan Salmon Ball.

    Harga per porsi rice bowl dibanderol mulai dari Rp 25.000 sampai Rp 28.000. Semuanya bisa ditambah dengan telur dengan biaya tambahan seharga Rp 5.000.

    2. Dua sesi pemesanan

    Salt and PepperBegin bagian depan gerai Salt and Pepper. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Salt and Pepper merupakan bisnis kuliner yang sudah berdiri sejak 2018. Namun, mereka sempat beberapa kali pindah tempat sampai akhirnya menetap di Jelambar ini.

    Letak gerai Salt and Pepper cukup nyempil di dalam gang daerah Jelambar. Tidak jauh dari gang, kamu bisa langsung menemukan sebuah pintu rumah dengan plang bertuliskan bahasa Mandarin.

    Masuk ke pintu tersebut, kamu sudah bisa langsung melihat ada sejumlah meja dan kursi di area luar. Untuk pemesanannya, bisa langsung ke area dalam dan langsung memesan di kasir.

    Namun, tidak seperti gerai makanan pada umumnya, di sini mereka menerapkan sistem batch atau sesi. Karena permintaan yang semakin melonjak, Salt and Pepper pun buka setiap Selasa-Minggu dengan sesi satu setiap pukul 10.00 – 14.00. Sedangkan sesi dua setiap pukul 17.00 – 21.00.

    Salt and PepperTerdapat area makan, meja dan kursi di gerai ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Oleh karena itu, sebelum datang langsung ke tempat, disarankan untuk bertanya terlebih dahulu terkait stok menu. Bisa juga dipantau melalui Instagram story mereka @saltpepper.id.

    Jika memang tidak mau kehabisan stok, kamu bisa memesannya melalui nomor WhatsApp (+62 897-8883-968) terlebih dahulu. Karenanya bisa disiapkan dan disisihkan stoknya.

    Kenikmatan camilan Taiwan hingga ricebowlnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Gurih renyah XXL Crispy Chicken dan Tempura

    Salt and PepperBegini tampilan XXL Crispy Chicken dan tempura yang ditawarkan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Camilan khas Taiwan di tempat ini dibuat dengan resep dan teknik memasak khas Taiwan. Pemiliknya bernama Aming sempat bekerja di Taiwan. Ia dulunya bekerja di gerai street food di Taiwan, sehingga tidak heran jika jajanan di sini punya rasa yang otentik dan enak.

    Salah satu yang paling banyak dipesan di sini adalah XXL Crispy Chicken. Kami tentu mencoba ayam goreng Taiwan ini yang dibanderol dengan harga Rp 38.000.

    Selain crispy chicken, kami juga memesan Tempura goreng (Rp 20.000). Kami meminta ayam dan tempuranya digabung dan disajikan dalam satu tempat saja.

    Tidak hanya soal rasa, teknik memasak di sini pun mengikuti teknik di Taiwan. Ayam dibalur tepung sudah dipotong sebelumnya, baru digoreng menggunakan minyak panas. Sehingga matangnya merata tekstur renyahnya juga merata.

    Keunikan lainnya, mereka juga menggorengnya dengan tambahan daun basil sehingga terdapat aroma yang lebih keluar dan segar.

    Setelah digoreng, barulah ayam dan tempura ini dibumbui. Bumbunya juga sangat sederhana. Hanya garam, lada, bawang putih dan jika ingin pedas, ditambah dengan cabai bubuk.

    Meskipun bumbunya sederhana, tetapi rasa gurih pedasnya tetap keluar. Ayam gorengnya sendiri punya tekstur yang sangat renyah di bagian luar, tetapi dagingnya tidak kering.

    Tempuranya mirip seperti otak-otak ikan, tetapi aroma ikannya tidak amis. Dipadukan dengan bumbu sederhana ini memang sangat cocok. Takaran bumbunya juga sangat pas antara gurih garam dan rasa pedas gurih dari lada dan bubuk cabainya.

    Selain harum dari basil, tercap juga aroma bawang putihnya, tetapi sangat ringan sehingga tidak meganggu.

    Usai makan satu, dijamin ketagihan ingin menghabiskannya.

    4. Mix veggies dan rice bowl yang nikmat

    Salt and PepperAdapun Mix Veggies yang tidak kalah niikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain crispy chicken dan tempura, jangan lupa memesan mix veggies (Rp 33.000). Dalam satu porsinya sudah lengkap ada jagung, jagung muda, kembang kol, dan kacang panjang yang sudah dipotong atau dirisi menjadi lebih kecil.

    Sayuran ini pun langsung digoreng begitu saja lalu dibumbui. Bumbunya juga terdiri dari garam, bawang putih, lada, dan cabai bubuk. Sayuran goreng ini cocok menjadi alternatif bagi yang ingin makan sayur dengan sensasi berbeda.

    Rasa asli dari sayurannya tetap terasa, tetapi teksturnya renyah. Karenanya sensasinya seperti makan camilan renyah saja. Bumbunya membuat sayuran ini terasa semakin nikmat.

    Salt and PepperKalau ingin yang lebih kenyang, bisa beli ricebowl mereka. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Jika ingin yang lebih mengenyangkan, bisa pesan ricebowl. Kami memesan ricebowl beef sausage dengan tambahan telur.

    Mereka menggunakan sosis premium yang diiris tipis kemudian digoreng dengan daun basil dan diberi bumbu. Disajikan dengan telur tambahan sayuran berbumbu dan telur mata sapi.

    Rasanya sebenarnya sama dengan gorengan Taiwan lain, tetapi rasa gurihnya lebih ringan karena dimakan bersama nasi dan telur.

    Kami merasa puas mencicipi berbagai menu khas Taiwan di sini. Selain karena harganya terjangkau, rasanya juga enak, dan porsinya besar.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Kuliner Murah di Area Menteng Jakpus, Mulai Rp 25.000 per Porsi


    Jakarta

    Kuliner di Menteng tak selalu mahal. Ada banyak pilihan makanan enak seharga mulai Rp 25.000 per porsi. Menunya nasi gandul hingga ayam goreng.

    Banyak yang mengira kuliner di kawasan Menteng, Jakarta Pusat selalu mahal dan mewah. Padahal, ada banyak tempat makan enak dengan harga ramah di kantong.

    Mulai dari warung legendaris sampai kantin sederhana, semua punya cita rasa yang tak kalah menggoda. Beberapa di antaranya bahkan jadi langganan pekerja kantoran sekitar.


    Dengan harga Rp 25.000 per porsi, kamu bisa menikmati seporsi makanan komplet. Pilihan menu yang disajikan pun bervariasi, dari nasi gandul, mie ayam, sampai ayam goreng unik.

    Berikut rekomendasi kuliner enak dan terjangkau di Menteng, Jakarta Pusat:

    1. Nasi Gandul Khas Pati

    Rekomendasi kuliner di Menteng JakpusNasi Gandul Khas Pati Foto: Google Review/III

    Pencinta kuliner khas Jawa Tengah bisa mampir ke Nasi Gandul Khas Pati. Warung sederhana ini selalu ramai saat jam makan siang.

    Menu utamanya nasi gandul dengan daging sapi empuk dan kuah santan cokelat gurih manis. Seporsinya disajikan di atas daun pisang lengkap dengan sambal dan bawang goreng.

    Rasanya gurih legit dengan aroma rempah yang khas. Harganya sekitar Rp30.000 per porsi, cocok buat penggemar masakan Jawa yang kangen cita rasa kampung halaman.

    Nasi Gandul Khas Pati
    Jalan H. Agus Salim No.30 B, RT.1/RW.1, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
    Telepon: 0813-8495-6420
    Jam buka: 6.30-21.00

    2. Kantin Rujak Cingur Pak Hadi

    Kantin Rujak Cingur Pak Hadi menyajikan kuliner khas Surabaya yang bisa jadi alternatif makan siang. Suasana warungnya santai dengan nuansa Jawa Timur yang terasa hangat.

    Menu andalan di sini adalah rujak cingur spesial yang disajikan dengan potongan cingur sapi, tauge, kangkung, bengkuang, timun, mangga muda, tahu dan tempe goreng, disiram bumbu petis kental.

    Seporsi biasanya dibanderol sekitar Rp 28.000-Rp 30.000. Rasanya gurih manis khas Jawa Timur dengan sentuhan petis yang harum, tekstur cingur kenyal, tapi empuk.

    Kantin Rujak Cingur Pak Hadi
    Jalan K.H. Wahid Hasyim No.48B, RT.14/RW.6, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
    Telepon: 0811-1829-685
    Jam buka: 9.00-21.00

    3. Mie Ayam Gondangdia

    Rekomendasi kuliner di Menteng JakpusMie Ayam Gondangdia. Foto: Instagram/@miegondangdia68

    Pencinta mie ayam pasti sudah tak asing dengan Mie Ayam Gondangdia. Tempat makan mie ayam ini populer jadi langganan banyak publik figur. Seporsi mie ayamnya dibanderol mulai Rp 25.000.

    Seporsi mie ayam di sini menggunakan mie keriting yang agak tebal. Kemudian disajikan dengan topping ayam kecap manis, jamur, dan kuah kaldu gurih hangat.

    Rasanya autentik, mienya kenyal berpadu dengan bumbu kaldu ayam yang dominan, topping ayam manis kecap dan jamur memberi sensasi klasik.

    Mie Ayam Gondangdia
    Jalan RP. Soeroso No.36, RT.15/RW.5, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10350
    Jam buka: 9.00-21.00

    4. Warung Ayam Afrika

    Berada di Jalan Kebon Sirih Timur, Warung Ayam Afrika buka 24 jam untuk santapan pagi hingga dini hari. Menawarkan ayam goreng yang renyah, gurih, dan ukurannya besar.

    Ayam gorengnya empuk, disajikan dengan bawang bombai goreng melimpah dan sambal merah spesial. Sambal khas campuran kemiri, bawang putih, dan paprika memberi sensasi pedas hangat yang bikin nagih.

    Harga seporsi ayam goreng dan nasi dibanderol Rp 20.000. Selain itu, di sini ada menu nasi goreng kambing yang smokey. Harga per porsinya berkisar Rp 50.000.

    Warung Ayam Afrika
    Jalan Kb. Sirih Tim. Dalam No.2, RT.3/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
    Telepon: 0815-8686-1692
    Jam buka: 9.00-00.00

    5. Rumah Makan Ibu Ida

    Rekomendasi kuliner di Menteng JakpusRumah Makan Ibu Ida. Foto: Instagram/@rumahmakanibuidacutmutia

    Rumah Makan Ibu Ida menghadirkan konsep prasmanan ala Sunda dengan ratusan pilihan lauk. Salah satu menu yang jadi andalan di sini adalah ayam gorengn.

    Ayam gorengnya dibanderol Rp 17.000. Ayamnya empuk, karena menggunakan jenis ayam kampung. Bumbu kuningnya yang gurih dan berempah meresap hingga ke bagian dalam.

    Selain itu, ada menu pindang bandeng, sate telur puyuh, dan sayur tumis. Jangan lupa juga untuk menikmati pilihan sambal hingga lalapan segar.

    Rumah Makan Ibu Ida
    Jalan Cut Mutia No.1, RT.10/RW.5, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
    Telepon: 0812-1133-3137
    Jam buka: 8.00-22.00

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Kenyang Makan Nasi Uduk ‘AYCE’ dengan Pilihan 35 Lauk Enak


    Jakarta

    Di Jakarta Barat, ada tempat makan yang menyajikan nasi uduk ‘AYCE’ dengan puluhan lauk enak. Ini rekomendasinya!

    Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap di Tanjung Duren, Jakarta Barat, menjadi salah satu destinasi kuliner yang memadukan cita rasa autentik Betawi dengan konsep makan modern yang menarik.

    Sejak dibuka, restoran ini langsung mencuri perhatian pencinta nasi uduk berkat konsep All You Can Eat (AYCE) atau makan sepuasnya. Di sini pengunjung bisa menambah nasi uduk, sambal, dan lalapan sepuasnya yang jarang ditemui di warung nasi uduk lain.


    Dengan sistem nasi uduk prasmanan, pengunjung bisa menikmati nasi uduk sampai kenyang, lengkap dengan pilihan sambal dan lalapan segar. Sementara itu, aneka lauk di etalase kaca bisa jadi pilihan.

    Pilihannya lebih dari 35 jenis lauk, dari ayam goreng sampai tumisan yang menjadi daya tarik utama. Suasana makan yang santai, baik di area indoor maupun outdoor, membuat warung nasi uduk ini cocok untuk makan bersama keluarga atau teman.

    Berikut menu yang menarik untuk dicoba di Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap:

    Detail Informasi Nasi Uduk Dan Ayam Goreng Lahap
    Nama Tempat Makan Nasi Uduk Dan Ayam Goreng Lahap
    Alamat Jl. Tanjung Duren Raya No.66, Kec. Grogol petamburan, Jakarta Barat.
    No Telp 0811-8108-199
    Jam Operasional 10.00 – 22.00
    Estimasi Harga Rp 25.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Nasi Uduk Betawi
    Fasilitas
    • Cashless
    • Indoor and Outdoor dining

    1. Makan Nasi Uduk Sepuasnya

    Aneka menu lauk dan nasi uduk enak di Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap di Tanjung Duren, Jakarta Barat,Aneka menu lauk dan nasi uduk enak di Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Foto: detikFood

    Ramai diulas banyak food vlogger hingga masuk ke stasiun televisi, Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap di Tanjung Duren memang jadi pilihan tempat makan kenyang dengan harga yang masih ramah di kantong.

    Meski area restorannya tidak terlalu besar, tapi suasananya tetap nyaman. Ada area indoor yang dilengkapi AC atau outdoor yang berada di bagian depan tempat makan.

    Sistemnya di sini prasmanan, pengunjung bisa langsung memilih aneka lauk yang ingin dicoba. Menu andalannya dari Ayam Goreng Lahap, Empal, Tahu Pletok, Sate Udang sampai Oseng Paru dengan kisaran harga dari Rp 10.000.

    2. Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap

    Aneka menu lauk dan nasi uduk enak di Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Nasi Uduk AYCE di Ayam Goreng Lahap di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Foto: detikFood

    Penyajian nasi uduk di sini masih pakai cara tradisional ala Betawi, yaitu nasi uduk dibungkus daun pisang dan dibentuk kerucut sebagai ciri khasnya. Satu porsi nasi uduk memang tidak terlalu banyak, tapi karena konsepnya ambil sepuasnya jadi pengunjung hanya perlu membayar Rp 10.000 saja untuk menu Nasi Uduk Free Flow.

    Pilihan lauknya yang paling populer di sini ada Ayam Goreng Lahap (Rp 26.400), menggunakan ayam kampung dengan bumbu ungkep manis gurih ala Lahap.

    Aneka menu lauk dan nasi uduk enak di Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Ayam Goreng Lahap. Foto: detikFood

    Semua menu dihangatkan dan digoreng kembali, jadi semuanya tersaji panas. Di meja terdapat berbagai pilihan sambal yang bisa diambil sepuasnya dari sambal bawang, sambal tomat, sambal terasi sampai sambal kacang ada di sini.

    Aneka menu lauk dan nasi uduk enak di Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap di Tanjung Duren, Jakarta Barat,Aneka sambal. Foto: detikFood

    Untuk rasa nasi uduknya tipe yang gurih dan harum layaknya nasi uduk Betawi, begitu juga dengan Ayam Goreng Lahap yang istimewa karena rasanya berbeda dengan ayam ungkep kuning. Di sini karakter rasa manis gurihnya justru jadi pelengkap yang legit saat makan nasi uduk.

    3. Menu Pelengkap Teman Makan Nasi Uduk

    Aneka menu lauk dan nasi uduk enak di Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap di Tanjung Duren, Jakarta Barat,Aneka menu lauk dan nasi uduk enak di Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Foto: detikFood

    Jangan lupa pesan pelengkap lainnya untuk teman makan nasi uduk seperti Bihun Goreng (Rp 9.000), Krecek (Rp 11.000) dan Tahu Pletok (Rp 10.000/ isi 3).

    Untuk ketiga lauk ini, rasanya mirip masakan rumahan, sehingga membuat paduan rasa nasi uduk semakin enak dan meriah.

    Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap di Tanjung Duren, Jakarta Barat,Nasi Uduk dan Ayam Bakar serta Sate Udang. Foto: detikFood

    Bagi yang tak suka ayam goreng, menu Ayam Bakar Lahap (Rp 26.000) bisa menjadi pilihan. Menggunakan bumbu oles yang memiliki paduan rasa manis, asin, dan gurih. Tekstur daging ayamnya tetap juicy dan enak disantap dengan nasi uduk.

    4. Lauk Empal dan Oseng Paru

    Aneka menu lauk dan nasi uduk enak di Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap di Tanjung Duren, Jakarta Barat,Aneka menu lauk dan nasi uduk enak di Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Foto: detikFood

    Jika warung nasi uduk khas Betawi biasanya hanya fokus menyanyikan lauk ayam goreng dan tahu tempe saja, berbeda dengan di Lahap yang memiliki puluhan lauk agar pengunjung tak gampang bosan.

    Di menu daging ada Empal (Rp 26.000), Oseng Paru Cabe Ijo (Rp 15.000) dan Sate Udang (Rp 26.000). Ketiga menu ini bisa jadi alternatif pilihan bagi yang bosan makan nasi uduk dengan ayam goreng atau bakar.

    Aneka menu lauk dan nasi uduk enak di Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap di Tanjung Duren, Jakarta Barat,Aneka menu lauk dan nasi uduk enak di Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Foto: detikFood

    Potongan empal di sini cukup besar dan teksturnya empuk, dengan bumbu manis gurihnya yang terasa sampai ke dalam. Begitu juga dengan oseng paru yang ditumis menggunakan sambal cabe ijo pedas serta sate udang yang digoreng garing. Dijamin bakal tambah terus nasi uduk!

    Selain menu-menu di atas, Nasi Uduk dan Ayam Goreng Lahap masih punya banyak menu lainnya dengan harga yang masih ramah di kantong. Cocok untuk tempat makan siang atau makan malam.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979


    Jakarta

    Sudah berjualan lebih dari 45 tahun dan tetap diantre pembeli. Warung ayam goreng legendaris di bogor ini setiap harinya bisa menjual 350 ekor ayam.

    Penggemar ayam goreng dan masakan rumahan khas Sunda pasti sudah tidak asing lagi dengan tempat makan satu ini. Namanya Ayam Goreng Warung Doyong 1 yang terletak di Jalan Pahlawan No. 43 di Kota Bogor, Jawa Barat.

    Sering diulas oleh berbagai acara kuliner di tv sampai food vlogger ternama, tempat makan tradisional ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 1979 dan kian ramai sampai sekarang.


    Bahkan dalam satu hari bisa menghabiskan lebih dari 200-350 ekor ayam pejantan yang menjadi menu andalan.

    1. Ayam Goreng Serundeng Legendaris

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    Menurut Ibu Yuniawati selaku pemilik dari Warung Doyong 1, usahanya ini pertama kali ia dirikan di kota Bogor sejak taun 1979. Saat itu kondisinya memang tidak seramai sekarang, menu makanan yang dijual juga awalnya hanya fokus ke ayam goreng saja.

    Puluhan tahun berselang dan usaha ayam gorengnya ini makin terkenal dan ramai pengunjung, Ibu Yuniawati inisiatif mulai menambahkan aneka masakan rumahan khas Sunda sebagai pelengkap untuk makan ayam goreng di tempatnya.

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    “Di sini kita pakai ayam penjantan, karena ayam kampung kan harganya lebih mahal ya. Di sini kita lebih fokus pada penggunaan bumbu ungkepnya ya, kita di sini pakai honje atau kecombrang,” ungkap Ibu Yuniawati ke detikFood (24/02).

    2. Menggunakan Racikan Bumbu Jadul

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    “Kalau dulu konsepnya sistem pesan baru kita keluarkan ayam gorengnya. Nah, karena pengunjungnya semakin banyak jadi saya memutuskan untuk mengubah konsep menjadi prasmanan. Agar orang lebih cepat mendapatkan makanan dan ayam gorengnya,” ungkap Ibu Yuniawati yang memastikan bahwa ayam goreng di sini siap tersaji tanpa perlu menunggu.

    Ketika ditanya apa yang membedakan ayam goreng di Warung Doyong 1 dengan yang lain, Ibu Yuniawati menjawab bahwa semua racikan bumbunya masih terbilang jadul.

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    “Selain bumbu ungkepnya pakai kecombrang, ayam goreng kita punya serundeng yang beda dari tempat lain. Serundeng kita itu pakai lengkuas, kecombrang sama sereh. Jadi makan serundeng sama nasi saja sudah enak karena kaya rempah,” sambung Ibu Yuniawati.

    3. Jualan dari Harga Rp 4.000

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    Karena racikan bumbu yang sederhana inilah yang membuat orang-orang justru ketagihan dengan rasa ayam goreng gurih di Warung Doyong 1. Menurut Ibu Yuniawati, warungnya selalu diserbu para pembeli dari pagi sampai siang hari.

    “Setiap hari Warung Doyong 1 ini buka dari jam 08.00 sampai jam 14.00 saja. Tapi memang kalau di atas jam 11.00, itu makanan prasmananannya sudah tidak lengkap. Orang ke sini memang untuk sarapan sekaligus makan siang,” sambung Ibu Yuniawati.

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    Ia juga bercerita bahwa di awal ia mendirikan warung ayam goreng ini, ia menjual sepotong ayam goreng di harga Rp 4.000 saja.

    “Awal buka saya jual ayam gorengnya per potong itu Rp 4.000 saja, sekarang kita jual harganya Rp 18.000 per potong sejak empat tahun lalu belum naik lagi,” tuturnya.

    4. Ayam Goreng dan Makanan Sunda Enak

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    Meski pengunjungnya selalu ramai tapi tak perlu khawatir untuk mengantre lama, karena area makannya cukup luas. Di meja prasmanan, Ibu Yuniawati setiap harinya menyuguhkan 20 jenis masakan rumahan yang dibuat secara fresh sehingga rasa dan kualitasnya terjaga.

    “Selain ayam goreng bisa ambil prasmanan lauk lainya seperti udang balado, tempe orek, tumis toge tahu, perkede, tahu isi, kikil, tumis oncom, paru goreng hingga sayur asem,” tuturnya.

    Gurih Wangi! Ayam Goreng Serundeng Legendaris Warung Doyong Sejak 1979Ibu Yuniawati pemilik Warung Doyong Sejak 1979 Foto: detikFood

    Rasa ayam gorengnya memang sudah tidak diragukan lagi, bumbu ungkepan yang meresap hingga sempurna ditambah dengan serundengnya yang gurih. Meski menggunakan ayam penjantan tapi tekstur dagingnya tetap juicy dan tidak keras sama sekali. Lauk lain seperti tumis oncom hingga kentang kecap juga menambah kelezatan dari ayam goreng legendaris ini.

    “Untuk sambal dan teh tawar hangat bisa tambah sepuasnya dan gratis. Kita buka setiap hari kecuali hari senin dan kita tidak ada cabang,” pungkas Ibu Yuniawati.

    Bagi yang tertarik ingin mencicipi ayam goreng legendaris satu ini wajib datang di bawah jam 11.00 siang, agar tidak kehabisan. Yuk mampir!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Hidden Gem! Ayam dan Bebek Goreng Serundeng Bumbu Bali di Dalam Gang


    Jakarta

    Di Jalan Pintu Air Pasar Baru ada warung makan hidden gem yang lokasinya di dalam gang. Mereka menawarkan ayam dan bebek goreng serundeng dengan bumbu Bali spesial!

    Tempat makan di Pasar Baru Jakarta tidak sebatas di dalam jalanan utama Pasar Baru atau di Pasar Atom saja, tetapi juga di area sekitarnya seperti di Jalan Pintu Air.

    Di jalanan ini, kamu bisa menemukan tempat makan ayam dan bebek goreng yang unik. Mereka tidak memakai bumbu hitam ala Madura, tetapi menggunakan racikan bumbu khas Bali.


    Tidak hanya bumbu Balinya yang spesial, tetapi serundeng hingga sambalnya juga terkenal bikin pelanggan ketagihan.

    Meskipun tempatnya ‘tersembunyi’, tetapi warung makan ini ramai dipadati pelanggan. Kebanyakan yang datang juga orang-orang perkantoran yang bekerja di sekitar kawasan Pasar Baru.

    Penasaran dengan kelezatan nasi ayam dan bebek goreng ini, detikFood ikut mencobanya. Kami memesan nasi ayam, bebek, dengan sate-satenya yang komplet. Kami juga sempat berbincang dengan pemiliknya yang punya kisah menarik di balik warung makannya ini.

    1. Berawal dari hobi makan bebek

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiWarung ini menawarkan hidangan ayam dan bebek goreng serundeng yang pakai bumbu Bali spesial. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Warung ini merupakan usaha Andi. Dahulu ia kerja di bidang yang berbeda dari sekarang. Sampai suatu saat Andi merasa sangat jenuh dengan pekerjaannya, lalu memutuskan untuk usaha ini.

    Warung makan ini pun ia dirikan pada tahun 2011. Awalnya Andi hanya menawarkan hidangan bebek goreng saja, tidak ada ayam dan sate-satean lengkap seperti sekarang.

    Ide usahanya ini juga muncul akibat rasa hobi. Andi mengaku hobi makan bebek dan sering berkeliling makan bebek.

    Suatu hari ia makan bebek di Indramayu, Jawa Barat dan menemukan warung makan itu menawarkan bebek pedas. Dari situ ia pun memiliki ide untuk buka usaha nasi bebek.

    “Dari situ akhirnya saya buka usaha nasi bebek, tapi saya gak mau disamakan dengan nasi bebek Madura. Akhirnya coba bikin nasi bebek bumbu Bali.” ujarnya.

    2. Lokasinya di dalam gang

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiWarung makannya memang tidak begitu kelihatan dar luar karena lokasinya ada di dalam gang seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Warung Ayam Bebek Serundeng Bang Andi lokasinya cukup tersembunyi karena memang berada di dalam gang jalan Pintu Air Pasar Baru.

    Tidak jauh dari area masuk Jalan Pintu Air kamu bisa menemukan tempat makan yang bentuknya tidak seperti warung atau restoran pada umumnya. Bahkan, tidak ada plang atau papan nama sebagai pertanda.

    Namun, tidak perlu khawatir salah tempat karena lokasinya tepat di depan gang. Kalau sudah bisa melihat pelanggan makan di pinggir jalan atau kompor-kompor berjejer, di situlah keberadaan ayam bebek serundeng ini.

    Warung makannya memang tidak luas, hanya menempati gang kecil pinggir jalan. Awalnya, mereka juga tidak berencana untuk membuka area dine-in di gang tersebut.

    Area gang cuma dijadikan dapur untuk memasak. Sedangkan mereka menjualnya pakai gerobakan di depan Hotel Classic. Namun, setelah beberapa bulan jualan, mereka mendapat banyak peminat dari karyawan yang berlalu lalang di depan gang tersebut.

    Andi, pemilik warung mengungkap, banyak karyawan yang meminta agar mereka membuka layanan makan di area gang tersebut. Akhirnya Andi inisiatif untuk membuka layanan makan langsung di tempat.

    Seiring berjalannya waktu, menurut Andi, pengunjung yang datang pun lebih ramai di gang daripada di gerobakan depan Hotel Classic.

    Area makannya memang kecil, hanya ada satu mejja panjang menempel di dinding gang, dan 2 atau 3 meja di depan gang. Kurang lebih hanya bisa ditempati oleh 10 orang.

    Mereka buka Senin-Sabtu, minggu dan tanggal merah tutup. Buka mulai pukul 10.30 – 16.00. Namun, mereka buka lagi gerobakan di depan hotel Classic mulai pukul 16.30 – 21.00 WIB.

    3. Bumbu Bali yang jadi daya tarik

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiKeunikan dari ayam dan bebek goreng di tempat ini yaitu penambahan bumbu Bali seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Meskipun lokasinya tersembunyi, tetapi warung ayam dan bebek ini rupanya memiliki banyak penggemar. Sebab, ayam dan bebek goreng yang mereka tawarkan dimasak dengan bumbu Bali.

    Andi punya saudara orang Bali, mereka akhirnya saling berbagi ide terkait bumbu tersebut.

    “Saya punya saudara orang Bali. Terus saya tanya kalau mau diadakan bumbu, kalau misalnya dia punya resep masakan Bali saya pengen dijadiin bumbu bisa gak. Akhirnya saya dikasih resepnya dan jadi bumbu Bali ini,” jelas Andi kepada detikFood (05/06/24).

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiSelain bumbu Bali, di sini juga menyediakan serundeng yang spesial. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bumbu Balinya juga sengaja tidak dibuat pedas karena menurut Andi tidak semua pelanggan suka masakan pedas.

    Selain bumbu Bali, hal yang banyak digemari pelanggan di sini yaitu serundeng. Andi mengaku serundengnya dibuat dengan kelapa yang benar-benar tua sehingga hasilnya lebih gurih.

    Omzet hingga kenikmatan ayam dan bebek gorengnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Raih omzet Rp 40 juta per bulan

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiDalam satu bulan, jika ramai, penjualannya bisa mendapat omzet sampai Rp 40 juta. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Keunikan dan kelezatan ayam dan bebek goreng membuat warung makan milik Andi selalu ramai pembeli.

    Andi mengaku setiap hari bisa menghabiskan sekitar 20 ekor untuk potongan ayam besar dan 15 ekor untuk ayam potongan kecil. Sedangkan bebeknya bisa habis 15 ekor per hari.

    Soal omzet, Andi mengaku jika warung nya sedang ramai, bisa menyentuh angka Rp 35 sampai Rp 40 juta. Sebenarnya omzet ini lebih kecil dibandingkan sebelum pandemi. Namun, sudah cukup lumayan meningkat dibandingkan kondisi ketika pandemi melanda.

    “Dulu itu lebih besar lagi karena lebih rame. Pandemi merosot banget, dari ayam 30 dan bebek 15, jadi ayam 5 bebek cuma 3. Jatoh banget kan,” jelas Andi.

    Setelah pandemi redup, usahanya mulai naik kembali tetapi tetap tidak bisa seperti sebelum pandemi. Andi pun merasa terbantu oleh konten kreator, meskipun keadaannya belum bisa membalikkan keadaan seperti dulu.

    5. Nikmatnya nasi ayam dan bebek goreng serundeng bumbu Bali

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiBegini tampilan ayam goreng serundeng bumbu Bali yang ditawarkan oleh warung makan tersebut. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Detikfood memesan dua porsi nasi ayam goreng dan bebek goreng yang dilengkapi dengan sate usus goreng dan perkedel.

    Untuk ayam, mereka punya dua pilihan potongan, yaitu potongan besar dan potongan kecil. Harga untuk nasi dengan sepotong ayam kecil dibanderol (Rp 16.000) dan ayam besar (Rp 21.000).

    Untuk saat ini, ayam yang digunakan adalah ayam broiler. Kalau ada pengunjung yang request ayam kampung, barulah mereka menyiapkannya dengan ayam kampung.

    “Untuk saat ini sih pake ayam broiler. Tapi kalau ada yang pesen ayam kampung baru kita gorengin ayam kampung,” ujar Andi.

    Setelah memesan, ayam yang sudah diungkep dengan bumbu kuning ini kemudian digoreng langsung. Disajikan dengan nasi, sambal bawang dan sambal ijo, serundeng, dan bumbu bali.

    Rasa ayam gorengnya seperti ayam goreng pada umumnya. Namun, digoreng sampai tingkat kematangan yang pas. Ayamnya baru terasa berbeda ketika dimakan dengan bumbu Bali, serundeng, dan sambal.

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiKalau ini hidangan bebek gorengnya yang juga tidak kalah enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bumbu Balinya memang tidak pedas, tetapi terasa aroma dan rasa rempah-rempahan, seperti kencur dan kunyitnya cukup terasa. Meskipun memang sentuhan rasa rempahnya sangat ringan. Adapun sedikit sentuhan pedas dari bumbu Bali itu.

    Untuk serundengnya punya butiran halus dan garing. Rasa kelapanya juga tidak begitu kuat, tetapi ada sentuhan rasa manis gurih yang datang dari serundeng tersebut.

    Bebek gorengnya tidak kalah enak karena memang dimarinasi dengan bumbu Bali, baru digoreng. Mereka hanya punya satu potongan bebek yang dibanderol dengan harga Rp 20.000 sudah termasuk nasi.

    Warung Ayam dan Bebek Goreng Bang AndiNasi ayam dan bebeknya pun dilengkapi dengan sambal bawang merah dan sambal ijo. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tekstur dagingnya lembut dan kenyal. Bebeknya tidak mau amis dan bumbu Balinya meresap sampai ke dalam daging.

    Sate ususnya juga garing dan tidak bau. Begitupun dengan perkedelnya yang punya rasa kentang cukup kuat, teksturnya lembut, dengan rasa gurih yang pas.

    Kalau baru buka, menu-menu pelengkap lainnya masih komplet, mulai dari bakwan jagung, tahu, tempe, perkedel, sate usus, sate ati ampela, sate ceker, dan masih banyak lagi.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ayam Goreng Legendaris di Thailand Predikat Michelin


    Bangkok

    Ramai dikunjungi turis dari berbagai negara, tempat makan ayam legendaris di kota Bangkok ini sukses meraih predikat Michelin Bib Gourmand.

    Di tengah banyaknya restoran modern dan mewah yang bermunculan di Bangkok, ada tempat makan ayam goreng sederhana. Disebut sebagai salah satu makanan legendaris paling enak di Thailand.

    Tempat makan ini dikenal dengan nama Gai Tord Jae Kee atau Polo Fried Chicken, yang berlokasi di jalan Soi Polo tak jauh dari pusat kota Bangkok. Tempat makan ini berhasil mempertahankan predikat Michelin Bib Gourmand mereka sejak tahun 2018. Menu andalan mereka ayam goreng mereka yang tak penar berubah rasanya sejak puluhan tahun lalu.


    Berikut beberapa menu hingga kisah di balik suksesnya Polo Fried Chicken.

    1. Bertahan Selama 3 Generasi

    Polo Fried ChickenPolo Fried Chicken dikenal sebagai salah satu daftar tempat makan yang mendapat Michelin Bib Gourmand. Foto: Detikcom / Sonia Permata

    Setiap tahun Michelin Guide merilis daftar tempat makan mewah hingga tempat makan kaki lima yang enak. Daftar ini dikenal juga dengan nama ‘Michelin Bib Gourmand’. Gelar inilah yang selalu didapatkan oleh Polo Fried Chicken sejak enam tahun lalu.

    Polo Fried ChickenIni menu yang ditawarkan oleh Polo Fried Chicken. Foto: Detikcom / Sonia Permata

    Tempat makan ini sudah ada lebih dari 50 tahun lalu dan kini dikelola oleh generasi ketiga. Berbeda dengan restoran khas Thailand lainnya, di Polo Fried Chicken menu utamanya adalah ayam goreng dengan kremesan bawang putih goreng. Serta beberapa menu pelengkap lainnya yang berasal dari wilayah Thailand bagian selatan.

    Di sini pengunjung bisa memesan setengah ekor ayam goreng atau satu ekor ayam goreng, dengan kisaran harga dari 130 Baht (Rp 59.000) saja

    2. Ayam Goreng ‘Michelin’

    Polo Fried ChickenPolo Fried Chicken terkenal dnegan ayam gorengnya yang unik. Foto: Detikcom / Sonia Permata

    Ada alasan tersendiri mengapa Michelin selalu memasukkan Polo Fried Chicken ke dalam daftar Michelin Bib Gourmand di Thailand. Salah satunya karena cita rasa ayam goreng di Polo Fried Chicken cukup unik. Ayam yang masih segar, digoreng dalam minyak panas menggunakan metode ‘slow cooking’.

    Karenanya daging ayam matang sempurna, sekaligus mengeluarkan lemak dan minyak yang membuat tekstur daging dan kulit ayamnya jadi garing. Selain itu bumbu utama yang membuat rasa ayam goreng ini gurih, terletak pada taburan ‘kremesan’ bawang putih goreng yang ditaburkan di atas ayam goreng.

    “Tempat makan ini sudah menyajikan makanan yang enak dan murah selama 50 tahun lebih. Terutama ayam gorengnya yang garing dengan kremesan bawang putih goreng, dengan resep yang diwariskan secara turun temurun dari generasi pertama,” puji Michelin Guide.

    Menu makanan yang ditawarkan Polo Fried Chicken bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3 Tempat Makan Legendaris yang Viral

    Polo Fried ChickenTempat maan ayam ini juga viral dikalangan orang Korea dan legendaris. Foto: Detikcom / Sonia Permata

    Selain harga ayamnya yang murah dan rasanya yang enak, Polo Fried Chicken kini menjadi destinasi kuliner utama para turis dari berbagai negara. Terutama turis asal Korea Selatan. Popularitas Polo Fried Chicken ini semakin meningkat usai salah satu aktris asal Korea Selatan, Yoona makan ayam goreng di sini.

    Hampir sebagian besar pengunjung Polo Fried Chicken adalah turis yang penasaran dengan kelezatan ayam goreng ini.

    4. Menu Makanan di Polo Fried Chicken

    Polo Fried ChickenSelain ayam, mereka juga menawarkan hidangan Larb Sapi yang tidak kalah enak. Foto: Detikcom / Sonia Permata

    Selain ayam goreng, tempat makan ini juga terkenal dengan menu makanan khas Thailand lainnya. Salah satunya ada Larb, salad daging tradisional ala Thailand dengan pilihan daging sapi, B2 atau ayam panggang. Sebelum menjual ayam goreng, menu inilah yang awalnya dijual di Polo

    Seporsi Larb Beef (sapi) harganya 100 Baht (Rp 46.000). Ciri khasnya terletak pada potongan daging sapi yang menggunakan lemak, agar tetap juicy dan gurih saat dicocol ke saus asam pedasnya.

    Perlu diingat restoran ayam goreng ini menjual menu B2, sehingga belum bisa dikatakan sebagai tempat makan halal.

    Bagi yang tertarik ingin mencoba kelezatan ayam goreng legendaris di Bangkok ini, sebaiknya hindari waktu sarapan dan makan siang agar tidak perlu mengantre. Siapkan juga uang tunai untuk makan di sini.

    Polo Fried Chicken

    137/1-2 Soi Polo, Bangkok, Thailand.

    Jam Buka: 07.00 – 22.00

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Raos Pisan! Ayam Goreng dan Prasmanan Sunda Sejak 1989


    Jakarta

    Berasal dari Bogor, tempat makan prasmanan ala Sunda ini bertahan sejak tahun 1989. Menu andalannya ayam goreng hingga nasi liwet daun kemangi.

    Restoran Ayam Goreng Fatmawati pertama kali berdiri di Kota Bogor pada tahun 1989 sebagai restoran yang mengangkat masakan khas Nusantara, lebih tepatnya masakan rumahan khas Sunda.

    Di tengah kemunculan banyak kafe dan resto kekinian, restoran ini tetap konsisten mempertahankan cita rasa tradisional Indonesia. Ayam Goreng Fatmawati bahkan telah membuka banyak cabang di berbagai kota, termasuk Jakarta.


    Ciri khas restoran Ayam Goreng Fatmawati terletak pada konsep prasmanan semi self-service, yang memudahkan pelanggan memilih langsung aneka lauk yang telah dimasak setengah matang dan akan digoreng kembali saat dipesan. Hidangannya diolah dengan bumbu rempah asli Indonesia tanpa bahan pengawet. Jadi rasanya tetap otentik dan segar.

    Menu andalan yang paling digemari adalah Ayam Goreng Kuning yang gurih dan renyah. Selain itu, tersedia juga sate udang, pepes teri, tempe orek balado, nasi liwet kemangi, serta aneka sambal dan lalapan segar yang bisa diambil sepuasnya. Kisaran harga makanannya pun masih terjangkau, dari Rp 6.000 saja.

    Berikut beberapa makanan favorit di Ayam Goreng Fatmawati:

    Detail Informasi Ayam Goreng Fatmawati
    Nama Tempat Makan Ayam Goreng Fatmawati
    Alamat Jl. DI. Panjaitan No.16 2, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur.
    No Telp (021) 8560684
    Jam Operasional 08.00-17.00
    Estimasi Harga Rp 20.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Masakan Sunda
    Fasilitas
    • Parkir
    • Pembayaran Non Tunai

    1. Restoran Prasmanan Ala Sunda

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang JakartaMenu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta Foto: detikFood

    Cabang Ayam Goreng Fatmawati di Cipinang, Jakarta Timur menghadirkan nuansa sederhana dan tradisional ala rumah makan Sunda ala tempo dulu. Namun jangan salah, pilihan menunya luar biasa lengkap. Pengunjung akan disambut dengan meja panjang berisi aneka makanan prasmanan yang bisa dipilih sesuai selera.

    Menu andalannya Ayam Goreng Kuning yang gurih dan renyah. Selain itu tersedia aneka lauk seperti Ayam Bakar, gepuk, sate udang dan cumi, pepes jamur, tempe orek, teri kacang, sayur asem, hingga nasi liwet kemangi. Untuk nasi liwet disajikan langsung dalam satu kastrol.

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang JakartaAneka sambal di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta. Foto: detikFood

    Lauk-lauk yang ada di prasmanan disiapkan setengah matang, lalu digoreng ulang saat dipesan, menjamin kehangatan dan kerenyahan saat dimakan.

    Selain itu ada juga area prasmanan isi makanan yang sajikan makanan matang, isinya ada anek sayuran tumis, teri kacang sampai orek balado. Pengunjung juga bisa mengambil aneka sambal dan lalapan segar sepuasnya secara gratis.

    2. Nasi Liwet Kemangi dan Ayam Goreng Kuning

    Menu Pepes dan Aneka Makanan di Ayam Goreng FatmawatiNasi Liwet dan lauk Ayam Kuning Favorit di Ayam Goreng Fatmawati. Foto: detikFood

    Salah satu menu makanan yang paling banyak dipesan di sini adalah Ayam Goreng Kuning (Rp 22.000/ per potong). Berbeda dengan restoran ayam goreng lainnya yang kebanyakan menggunakan ayam kampung, kalau di sini pakainya ayam pejantan.

    Tapi rasanya tak kalah gurih dari ayam kampung. Apalagi ayamnya sudah diungkep pakai bumbu kuning khas Ayam Goreng Fatmawati. Ayam digoreng garing ditambahkan serundeng lengkuas yang menambah rasa gurihnya.

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta Seporsi nasi liwet ini disajikan menggunakan kastrol ukuran sedang dan isiannya banyak. Foto: detikFood

    Menu ini cocok disantap dengan Nasi Liwet Teri (Rp 41.000). Seporsi nasi liwet ini disajikan menggunakan kastrol ukuran sedang dan isiannya banyak bisa untuk 2-4 orang. Bagian dalam nasi liwetnya penuh dengan teri Medan, irisan cabe rawit dan daun kemangi yang menambah aroma harum. Dijamin rasa ayam kuningnya semakin gurih saat dimakan dengan nasi liwet ala Sunda ini.

    3. Aneka Pepes hingga Gepuk

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang JakartaMenu pepes jamurnya yang menggunakan jamur kancing di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta Foto: detikFood

    Karena ukuran ayam gorengnya yang kecil, kebanyakan pengunjung di sini memilih lauk lebih dari satu. Salah satu yang tak kalah populer dari ayamnya, ada lauk Gepuk Sapi (Rp 22.000), Pepes Teri (Rp 18.000), dan Pepes Jamur (Rp 10.000).

    Untuk menu gepuknya digoreng garing, tapi tekstur daging sapinya tak alot sama sekali. Rasanya pun kombinasi dari rasa manis dan gurih khas gepuk Sunda. Begitu juga dengan menu pepesnya yang dibakar sebentar agar tetap hangat saat dimakan.

    Menu Pepes dan Aneka Makanan di Ayam Goreng FatmawatiLauk Gepuk Sapi di Ayam Goreng Fatmawati, Foto: detikFood

    Menu pepes terinya tampil berbeda karena menggunakan teri Medan berukuran kecil dan tambahan parutan kelapa yang diberi bumbu kuning. Jadi rasanya asin dari teri, tapi ada sentuhan rasa manis dari kelapa.

    Terakhir menu pepes jamurnya yang menggunakan jamur kancing, diiris kecil dan ditumis dengan sambal dan irisan cabe merah. Rasanya cukup pedas dan bikin nafsu makan bertambah saat disantap dengan nasi liwet.

    4. Gorengan dan Menu Makanan Rumahan

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang JakartaMenu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta Foto: detikFood

    Tak lengkap rasanya menyantap nasi liwet tanpa tambahan gorengan dan makanan pelengkap. Di Ayam Goreng Fatmawati, menu gorengan seperti tahu dan tempe (Rp 4.000) serta Bakwan Jagung (Rp 6.000) jadi menu pelengkap primadona. Semuanya digoreng sampai garing dan rasanya enak.

    Begitu juga dengan menu makanan rumahan yang juga jadi ciri khas dari Ayam Goreng Fatmawati. Ada Orek Tempe (Rp 13.000) dengan bumbu balado manisnya yang medok dan tak pelit bumbu.

    Menu Makanan dan Prasmanan di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang JakartaMenu Orek Tempe dan Teri Kacang di Restoran Ayam Goreng Fatmawati Cabang Jakarta Foto: detikFood

    Kemudian ada juga lauk Teri Kacang (Rp 25.000), sedikit mahal tapi sebanding dengan kualitasnya yang menggunakan teri Medan. Selain itu semua menu makanan rumahan ini bisa diambil sepuasnya dan sebanyak mungkin jadi terhitungnya tetap murah jika untuk dimakan bersama-sama.

    Selain menu di atas, Ayam Goreng Fatmawati juga punya menu andalan lainnya seperti Sayur Asem, Ayam Bakar, Ikan Goreng, Paru Goreng dan masih banyak lagi dengan kisaran lauk utama dari Rp 20.000.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Nikmatnya Cumi Bunting Gemoy hingga Ayam Goreng ala Angbeen Rishi


    Jakarta

    Berawal dari jualan peyek online, istri Adly Fairuz, Angbeen Rishi kini punya usaha rumah makan. Ia menawarkan masakan Sunda dengan lauk ayam goreng hingga cumi bunting.

    Angbeen Rishi merupakan pemain sinetron yang dikenal piawai memasak. Dalam kesehariannya, Angbeen selalu menyajikan aneka makanan lezat untuk keluarga kecilnya.

    Makanan-makanan favorit keluarga tersebut kemudian menjadi ladang uang baginya. Awalnya hanya jualan online, sekarang ibu satu anak itu punya bisnis rumah makan.


    Rumah makan tersebut bernama Warung Oyot yang berlokasi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Menunya khas Sunda dengan berbagai pilihan lauk-pauk.

    Detail Informasi Warung Oyot
    Nama Tempat Makan Warung Oyot
    Alamat Jalan Cik Ditiro No 53, Menteng, Jakarta Pusat.
    No Telp 0812-5237-2555
    Jam Operasional 10.00
    22.00
    Estimasi Harga Mulai Rp 15.000
    Tipe Kuliner Makanan Sunda
    Fasilitas

    Berawal dari jualan online

    Warung Oyot.Warung Oyot buka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Angbeen memulai bisnis kuliner dari skala kecil. Awalnya ia hobi membuat peyek untuk camilan suaminya. Kemudian, ia terpikirkan untuk menjual peyek tersebut.

    Ada dua varian, yakni varian peyek kacang tanah dan varian kacang tanah daun jeruk. Peyek tersebut dijual dengan kisaran harga Rp 30.000-Rp 100.000, tergantung ukuran.

    Tak disangka dagangan peyeknya laris manis. Kemudian ia menambah menu jualan, yakni sambal cumi asin. Menu tersebut kemudian laris hingga 300 pesanan per hari.

    Buka rumah makan di Menteng Jakarta Pusat

    Warung Oyot.Warung Oyot. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Melihat antusias pembeli yang tinggi, wanita kelahiran 27 Agustus 1997 itu putuskan membuka rumah makan. Hal ini dilakukan untuk memutarkan uangnya agar tetap cuan.

    Rumah makan milik Angbeen Rishi tersebut bernama Warung Oyot yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat. Tepatnya di Jalan Teuku Cik Ditiro nomor 53.

    Warung Oyot berada tepat di perempatan lampu merah. Warung Oyot menempati teras sebuah rumah. Jadi, area makanya berada di outdoor.

    Menu yang ditawarkan Warung Oyot ada di halaman berikutnya.

    Ada paket menu nasi ayam

    Warung Oyot.Warung Oyot menawarkan pake mene nasi ayam Rp 40.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Warung Oyot menawarkan paket menu nasi ayam seharga Rp 40.000. Seporsinya disajikan nasi putih, ayam goreng, sambal goang, tahu, tempe, hingga lapan timun dan kol.

    Porsinya cukup mengenyangkan. Untuk ayam gorengnya menggunakan ayam negeri yang empuk dan lembut. Ayamnya digoreng menggunakan bumbu kuning yang meresap hingga ke bagian dalam.

    Aroma kunyitnya terasa harum. Enak dimakan pakai sambal goang yang punya sensasi pedas membakar. Selain itu, pengunjung juga bisa tambah sambal bawang yang pedasnya lebih sedikit.

    Lauk cumi bunting yang padat

    Warung Oyot.Warung Oyot ada lauk cumi bunting. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Selain ayam goreng, Warung Oyot juga menawarkan lauk Cumi Bunting. Cumi buntingnya disajikan utuh, harganya Rp 30.000. Harga tersebut disajikan hanya lauk, tanpa nasi.

    Untuk cuminya berukuran besar, terlihat gendut dan padat dari luar. Teksturnya kenyal, tapi tidak alot. Rasanya gurih, asin, dan tidak berbau amis.

    Dinamakan cumi bunting karena ukurannya yang besar, tapi di dalam cuminya tidak ada isinya. Saat dimakan juga terasa agak juicy.

    Menawarkan pancong lumer

    Warung Oyot.Warung Oyot punya menu pancong lumer. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Untuk menu penutup, Warung Oyot punya kue pancong yang jadi favorit. Pengunjung bisa pesan pancong yang adonannya matang, atau setengah matang.

    Seporsi kue pancongnya dibanderol Rp 15.000. detikFood pesan yang setengah matang dengan topping cokelat keju. Teksturnya lumer di bagian atas dan lembut di bagian bawah.

    Adonannya terasa manis tipis, ditambah pakai topping meses cokelat yang menambah manis. Namun jadi seimbang dengan tambahan keju yang gurih dan milky.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Baru Buka! Ada Ayam Goreng dan Iga Bakar Viral yang Laris 30 Kg per Hari


    Jakarta

    Di Tebet ada tempat makan yang baru buka dan populer menawarkan ayam goreng hingga iga bakar. Namanya Ayam Goreng dan Iga Bakar Andalan yang punya menu komplet dan sedap.

    Tebet sudah terkenal sebagai tempat berkumpul sejak zaman dahulu. Seiring berkembangnya zaman, banyak kuliner viral yang meramaikan kawasan Tebet.

    Mulai dari camilan hingga menu makanan berat yang mengenyangkan. Salah satunya kedai spesialis ayam bakar dan iga bakar yang baru buka.


    Racikan sambal dua jenis dengan pelengkap kangkung goreng yang gurih jadi andalannya. Saat menyambangi Ayam Goreng dan Iga Bakar Andalan, tim detikfood mencicipi beberapa menu-menu andalannya di sana.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Ayam Goreng dan Iga Bakar Andalan
    Alamat Jalan Tebet Raya No.76, Tebet, Jakarta Selatan
    Instagram @ayamigabakarandalan
    Jam Operasional Setiap hari, 24 jam
    Estimasi Harga Rp 13.000 – Rp 78.000
    Tipe Kuliner Tradisional
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Bawa Pulang
    • Parkir
    • Pembayaran Non-tunai
    • Pembayaran Tunai
    • dll
    Baru Buka! Ada Ayam Goreng dan Iga Bakar Viral yang Laris 30 Kg per HariPadat saat jam makan siang dan malam, iga bakar di sini bisa laris 30 kilogram per hari. Foto: Tim detikfood

    Laris 30 Kilogram per Hari

    Ayam Goreng dan Iga Bakar Andalan baru buka pertengahan tahun ini. Menempati sebuah bangunan kios yang berlokasi di Jalan Tebet Raya, pada waktu-waktu tertentu tempat makan ini ramai pengunjung.

    Salah satu pekerja di sana mengungkapkan biasanya waktu makan siang dan menjelang makan malam pelanggan akan datang berbondong-bondong. Untuk iga bakarnya saja, tempat makan ini menghabiskan hingga 30 kilogram dalam sehari.

    Selain racikan bumbunya, ada dua jenis sambal yang pedasnya bikin makan ketagihan. Pelengkap berupa kangkung goreng yang tak ditemukan di tempat lain membuat sensasinya terasa berbeda.

    Baru Buka! Ada Ayam Goreng dan Iga Bakar Viral yang Laris 30 Kg per HariSelain iga bakar, ayam goreng dengan dua jenis sambalnya juga tak kalah enak. Foto: Tim detikfood

    Ayam Goreng yang Empuk Gurih

    Harga makanan yang dibanderol murah meriah dan aman di kantong. Mulai dari Rp 13.000an saja sudah bisa memesan lauknya yang sedap. Sesuai namanya, ayam goreng yang disajikan di sini tak boleh ketinggalan.

    Seporsi ayam goreng dengan nasi putih dan lauk pauk sambal lengkap dibanderol Rp 27.000. Potongan ayamnya besar, bagian dada mendapat 1/4 bagian dari seekor ayam.

    Penyajian ayam goreng di sini cocok untuk penikmat ayam goreng yang renyah dan kering. Sambalnya disajikan terpisah berupa sambal merah dan sambal hijau.

    Menikmatinya tak boleh lupa menyampur sepotong ayam, dua jenis sambal, serta kangkung goreng diaduk bersama dengan nasi lalu disuap ke dalam mulut. Perpaduan rasa gurih pedas dengan tekstur kangkung yang renyah semakin menambah selera makan.

    Baru Buka! Ada Ayam Goreng dan Iga Bakar Viral yang Laris 30 Kg per HariAda aroma smoky dan caramilsed dari iga bakar yang disajikan. Foto: Tim detikfood

    Iga Bakar yang Smoky

    Salah satu menu unggulan yang tak boleh ketinggalan adalah iga bakar. Ada dua jenis iga bakar yang dibedakan berdasarkan ukuran porsinya, yakni iga bakar sedang dan jumbo.

    Menu iga bakar sedang dengan nasi putih dibanderol Rp 47.000. Potongan iganya tebal dan minim tulang, dagingnya dan bagian uratnya kenyal sehingga tak butuh tenaga kuat untuk mengunyahnya.

    Iga bakarnya gurih dengan kecap yang pekat. Namun rasanya tak hanya manis karena iganya benar-benar dibakar di atas piring gerabah hingga caramelised.

    Menyantapnya selagi hangat dengan nasi putih memberikan rasa yang paling maksimal. Jika suka dengan rasa pedas yang lebih segar dapat memadukan sambal hijau dalam setiap suapannya.

    Baru Buka! Ada Ayam Goreng dan Iga Bakar Viral yang Laris 30 Kg per HariBebek penyetnya juga tak alot maupun amis, bumbunya gurih meresap hingga ke bagian dekat tulang. Foto: Tim detikfood

    Bebek Penyet yang Tak Kalah Enak

    Selain ayam dan iga, di sini juga ada menu bebek penyet. Bebek yang digunakan adalah bebek hibrida dengan daging yang tebal dan empuk.

    Bebek penyetnya seolah sudah dipresto terlebih dahulu, sebab dagingnya tak alot maupun berbau amis. Teksturnya cukup kenyal karena bagian kulit bebek yang tebal.

    Pada menu bebek penyet yang dilengkapi nasi putih seharga Rp 37.000 di bagian atasnya sudah dilumuri sambal hijau dan sambal merah. Tak lupa ada kangkung goreng sebagai pelengkap seperti menu lainnya.

    Rasa bebeknya gurih hingga ke bagian dekat tulang. Bebek yang sebelumnya dimasak terlebih dahulu dipertahankan tekstur juicy pada dagingnya yang memberikan rasa gurih khas daging bebek alami.

    Selain lauk pauk utamanya, beberapa menu tambahan juga dapat dipesan untuk menambah momen makan di sini makin lengkap. Seperti sate kulit yang per tusuknya dibanderol Rp 6.000 dengan tekstur renyah di luar dan kenyal di dalam.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com