Tag: bahasa inggris

  • Beasiswa FLTA 2024 Dibuka, Guru Bisa Ngajar Bahasa Indonesia di Kampus Amerika!



    Jakarta

    American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) bersama Fulbright Indonesia menyediakan beasiswa non gelar bagi guru di Tanah Air. Beasiswa ini memberikan kesempatan guru bahasa Indonesia atau bahasa Inggris mengajar di kampus Amerika.

    Awardee akan menjadi asisten pembelajaran dan mengajar selama satu tahun akademik. Per minggu, para guru berkesempatan mengajar hingga 20 jam.

    Selain mengajar, penerima beasiswa diberikan kesempatan belajar sebagai mahasiswa di beragam mata kuliah, minimal di dua mata kuliah Kajian Amerika dan Mengajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua. Kesempatan ini memungkinkan awardee sekaligus meningkatkan kemahiran bahasa Inggris dan memperluas jejaring sosial dengan mahasiswa di kampus tujuannya.


    Bagi yang tertarik, pendaftaran masih dibuka hingga 15 April 2024. Apa saja syarat mendaftar beasiswa ini? Dikutip dari laman Aminef, berikut informasi lengkapnya:

    Persyaratan Pengajar Bahasa Asing Fulbright 2024

    Syarat Umum

    • Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia selama mendaftar dan proses seleksi
    • Bukan penduduk tetap atau warga negara AS, atau sedang tinggal di AS
    • Berbakat dalam memimpin dan melakukan pelayanan sosial
    • Siap dan berkomitmen terhadap bidang studi pilihan mereka
    • Mahir berbahasa Inggris
    • Memiliki catatan akademis yang baik
    • Mempunyai kesungguhan dapat menyelesaikan program profesional di AS
    • Bukan karyawan atau anggota keluarga dekat atau tanggungan karyawan Aminef, atau Kedutaan Besar AS, atau Departemen Luar Negeri AS
    • Tidak menerima beasiswa lain saat mengajukan beasiswa ini
    • Menunjukkan komitmen yang kuat untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan fellowship

    Syarat Khusus

    • Mempunyai pengalaman minimal satu tahun sebagai guru penuh waktu bahasa Inggris atau bahasa Indonesia di sekolah menengah atau universitas
    • Dapat menjadi asisten pengajar dan mahasiswa di kampus tujuan
    • Lulusan S1 atau S2
    • Memiliki skor TOEFL ITP minimal 550, atau skor TOEFL iBT 80, atau skor IELTS 6,5, atau skor Duolingo 110

    Dokumen Persyaratan Pengajar Bahasa Asing Fulbright 2024

    1. Formulir pendaftaran
    2. Salinan skor TOEFL ITP, atau TOEFL iBT, atau skor IELTS, atau Duolingo terbaru (maksimal dua tahun)
    3. Tiga surat referensi dari atasan kerja saat ini, instruktur atau profesor
    4. Salinan transkrip akademik dan ijazah (dalam bahasa asli dan bahasa Inggris)
    5. Salinan KTP atau paspor
    6. Daftar riwayat hidup

    Cara Daftar Pengajar Bahasa Asing Fulbright 2024

    1. Buka laman https://stu.aminef.or.id/grantee/
    2. Membuat akun sesuai instruksi yang ada
    3. Mengisi formulir pendaftaran dan mengunggah berkas sesuai ketentuan
    4. Setelah formulir dan berkas dikirim, pelamar tidak bisa mengubahnya. Oleh karena itu, perhatikan baik-baik data yang diisikan sebelum mengirimkan data diri
    5. Jika ada kendala atau informasi yang kurang dipahami bisa menanyakannya langsung ke infofulbright_ind@aminef.or.id

    Nah, itulah informasi seputar beasiswa mengajar bahasa Indonesia di Amerika Serikat. Yuk segera daftarkan dirimu, detikers!

    (cyu/twu)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Beasiswa LPDP 2024 Dibuka, Cek Syarat Skor TOEFL dan IELTS di Sini



    Jakarta

    Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP kembali dibuka pada 2024. Pendaftaran tahap pertama dibuka melalui laman https://lpdp.kemenkeu.go.id/ mulai Kamis, 11 Januari 2024.

    Beasiswa LPDP memiliki berbagai kategori untuk kuliah gratis di jenjang S2 atau S3 pada 2024. Kategori beasiswa LPDP tersebut yakni:

    1. Reguler (umum): Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD), beasiswa reguler, dan beasiswa co-funding.


    2. Afirmasi: Beasiswa Putra-Putri Papua, Beasiswa Daerah Afirmasi, Beasiswa Penyandang Disabilitas, dan Beasiswa Prasejahtera.

    3. Targeted: Beasiswa Pendidikan Kader Ulama; Beasiswa PNS, TNI, dan Polri; Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis; Beasiswa Kewirausahaan; Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional

    4. Targeted Prioritas: Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program MBA; Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program Doktor; Beasiswa Prioritas LPDP – Campus France Program Master; Beasiswa Prioritas LPDP – UC Davis Program Doktor; Beasiswa Prioritas LPDP – UNSW Program Doktor; Beasiswa Prioritas Diktiristek-LPDP-OKP Program Master; Beasiswa Proritas LPDP – NUS Program Master Bidang Kewirausahaan

    5. Program Double Degree/Joint Degree

    Detikers yang tertarik mendaftar beasiswa LPDP 2024 perlu menyiapkan dokumen sesuai dengan persyaratan berikut ini, sebagaimana dikutip dari laman resmi LPDP.

    15 Dokumen untuk Mendaftar Beasiswa LPDP Reguler 2024

    1. Biodata diri;

    2. Kartu tanda penduduk;

    3. Pindaian ijazah S1/S2 (asli atau legalisir) atau surat keterangan lulus;

    4. Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi bagi yang tidak menyelesaikan studi;

    5. Pindaian transkrip nilai S1/S2;

    6. Dokumen penyetaraan ijazah dan konversi indeks prestasi kumulatif (IPK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi atau Kementerian Agama; atau tangkapan layar pengajuannya;

    7. Sertifikat bahasa asing yang dipersyaratkan dan masih berlaku (asli);

    8. Letter of acceptance (LoA) unconditional yang masih berlaku dan sesuai dengan perguruan tinggi serta program studi yang dipilih;

    9. Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi;

    10. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit.

    Selain itu, terdapat syarat khusus yang harus dipenuhi oleh pendaftar, termasuk skor kemampuan bahasa Inggris yang sesuai standar LPDP.

    Syarat Khusus Beasiswa LPDP Reguler

    1. Ketentuan batas usia pada 31 Desember di tahun pendaftaran bagi pendaftar Beasiswa Reguler yaitu:

    – Pendaftar jenjang pendidikan magister berusia maksimal 35 tahun.

    – Pendaftar jenjang pendidikan doktor berusia maksimal 40 tahun.

    2. Mengunggah dokumen Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan ketentuan berikut:

    – Pendaftar jenjang magister wajib memiliki IPK pada jenjang studi sebelumnya minimal 3,00 pada skala 4,00 atau setara dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau telah dilegalisir.

    – Pendaftar jenjang doktor wajib memiliki IPK pada jenjang studi sebelumnya minimal 3,25 pada skala 4,00 atau yang setara dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau telah dilegalisir. Khusus untuk pendaftar jenjang doktor dari program magister tanpa IPK, wajib melampirkan surat keterangan dari perguruan tinggi asal.

    3. Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diterbitkan paling lambat pada 2 tahun terakhir dari tahun pendaftaran. Sertifikat diterbitkan oleh ETS (www.ets.org), PTE Academic (www.pearsonpte.com), atau IELTS (www.ielts.org) dengan ketentuan seperti di bawah ini.

    4. Melampirkan surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi (dapat memilih online form atau unggah).

    Syarat TOEFL dan IELTS Beasiswa LPDP 2024 Reguler

    1. Pendaftar program magister dalam negeri memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:

    – TOEFL ITP 500

    – TOEFL iBT 61

    – PTE Academic 50

    – IELTS 6,0

    2. Pendaftar program magister luar negeri memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:

    – TOEFL iBT 80

    – PTE Academic 58

    – IELTS 6,5.

    3. Pendaftar program doktor dalam negeri memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:

    – TOEFL ITP 530

    – TOEFL iBT 70

    – PTE Academic 50

    – IELTS 6,0

    4. Pendaftar program doktor luar negeri memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris:

    – TOEFL iBT 94

    – PTE Academic 65

    – IELTS 7,0

    Untuk diketahui, sertifikat TOEFL ITP yang berlaku harus berasal dari lembaga resmi penyelenggara tes TOEFL ITP di Indonesia.

    Nah, bagi detikers yang ingin mendaftar LPDP 2024, semoga berhasil, ya!

    (faz/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa Non Gelar bidang Bahasa Inggris untuk Guru SD Nih, Cek Syaratnya!



    Jakarta

    Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuka beasiswa non gelar bidang bahasa Inggris khusu guru SD di Indonesia.

    Bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), guru SD akan menjalani pendidikan bahasa Inggris singkat pada Buckeye Language Education Resource (BuckLER) Center, Ohio State University, Amerika Serikat secara daring.

    Bukan baru, beasiswa non gelar atau micro credential ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2021 dan diikuti oleh guru tingkat PAUD hingga SMA, termasuk SMK dan SLB. Meskipun non gelar, program ini bekerja sama dengan berbagai mitra perguruan tinggi terbaik dunia seperti Monash University, Columbia University, Ohio State University, Harvard University dan masih banyak lagi.


    Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Santi Ambarrukmi menjelaskan melalui program ini guru bisa meningkatkan kompetensi dan wawasannya sehingga bisa memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Guru akan mendapatkan pelatihan jangka pendek dengan topik materi yang sangat teknis dan spesifik.

    “Yakni bidang keilmuan yang sangat dibutuhkan untuk percepatan transformasi pendidik dalam Merdeka Belajar, seperti literasi dan numerasi,” ungkap Santi dikutip dari rilis di laman resmi Kemendikbudristek, Kamis (4/4/2024).

    Saat ini, bidang yang telah dibuka adalah pelatihan bahasa Inggris dengan The Ohio State University, Amerika Serikat. Pendaftarannya masih dibuka hingga 25 Mei 2024 dengan syarat-syarat sebagai berikut.

    Syarat Beasiswa Non Gelar Bahasa Inggris Guru SD

    Syarat Umum

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)
    2. Guru ASN atau guru tetap yayasan
    3. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
    4. Memiliki kualifikasi akademik bahasa Inggris
    5. Sedang mengajar/membimbing/bertugas paling sedikit dua tahun berturut-turut di satuan pendidikan SD yang dibuktikan dengan surat tugas mengajar
    6. Sekurang-kurangnya memiliki kualifikasi akademik studi program S1
    7. Tidak sedang menerima atau akan menerima beasiswa degree maupun non-degree dari sumber lain selama menjadi penerima beasiswa
    8. Memiliki kemampuan penggunaan TIK
    9. Memiliki jaringan internet yang memadai
    10. Melampirkan surat rekomendasi atasan
    11. Melampirkan surat pernyataan pernah/sedang mengajar bahasa Inggris
    12. Melampirkan surat keterangan sehat
    13. Mengisi profil diri pada formulir pendaftaran daring

    Syarat Khusus

    1. Batas usia pendaftar adalah 50 tahun per 31 Desember 2024
    2. Memiliki IPK jenjang sebelumnya sekurang-kurangnya 3,00 pada skala 4 atau setara yang dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau dilegalisir serta diunggah pada aplikasi pendaftaran
    3. Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal: TOEFL ITP 450, Duolingo 80/ TOEFL iBT 45/IELTS 5.0/TOEIC 440
    4. Mengunggah bukti telah diterima sebagai peserta diklat
    5. Mengunggah SK penetapan ASN atau SK pegawai tetap dari ketua yayasan
    6. Mengunggah surat izin mendaftar beasiswa dan mengikuti pendidikan dan pelatihan dari dinas pendidikan kabupaten/kota
    7. Melampirkan esai/personal statement
    8. Menandatangani surat pernyataan kesanggupan melaksanakan studi

    Informasi pendaftaran lain bisa dilihat di sini. Semoga berhasil detikers!

    (det/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa Pelatihan Bahasa Inggris bagi Dosen dan Tendik, Yuk Daftar!



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah membuka pendaftaran beasiswa Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris (PKBI) bagi dosen dan tenaga kependidikan.

    Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan dosen perguruan tinggi untuk studi jenjang doktor ke luar negeri dan meningkatkan kinerja administrasi perkantoran tenaga kependidikan.

    PKBI mempunyai fokus peningkatan skor IELTS dan kinerja administrasi perkantoran. Nantinya, peserta akan menjalani kursus selama dua bulan dari Agustus-Oktober 2024.


    Pelaksanaan PKBI digelar secara hybrid (daring dan luring). Beberapa tahapan kursus yang akan dijalani peserta dimulai dari placement test, kegiatan pembelajaran, hingga tes IELTS dan TOEFL.

    Lantas apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mengikuti PKBI? Berdasarkan informasi dari laman Dikti Kemdikbud, berikut syarat-syaratnya:

    Syarat Daftar PKBI Guru dan Tendik 2024

    Syarat Umum

    • Dosen tetap atau tenaga kependidikan di institusi naungan Dikti Kemendikbudristek.
    • Mendapat izin tertulis dari pimpinan instansial untuk menjalani kursus dan meninggalkan tugas pekerjaan selama kursus.
    • Bersedia mengikuti kursus dari awal hingga akhir.

    Syarat Khusus

    1. Dosen

    • Memiliki NIDN atau NIDK yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
    • Mempunyai sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor IELTS 6.0, atau
    • TOEFL ITP 530, atau TOEFL iBT 70, atau PTE Academic 50 yang masih berlaku (2 tahun sejak tanggal terbit sertifikat).
    • Berusia tidak lebih dari 40 tahun per 31 Desember di tahun pendaftaran.
    • Pendidikan terakhir jenjang Magister (S2), belum memiliki gelar doktor, dan tidak sedang mengikuti pendidikan jenjang doktor.

    2. Tenaga Kependidikan

    • Memiliki NIP atau NITK.
    • Mempunyai sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor IELTS 5.0, atau
    • TOEFL ITP 425, atau TOEFL iBT 40, atau PTE Academic 40, atau Duolingo 90 yang masih berlaku (dua tahun sejak tanggal terbit sertifikat).
    • Berusia tidak lebih dari 45 tahun per 31 Desember di tahun pendaftaran.
    • Pendidikan terakhir minimal jenjang Diploma III (D3).

    Komponen Pembiayan PKBI Dosen dan Tendik 2024

    • Biaya kursus (at cost)
    • Biaya tes IELTS atau TOEIC
    • Subsidi biaya hidup saat kursus secara luring
    • Biaya perjalanan PP saat mengikuti kursus secara luring atau mengikuti tes IELTS di lokasi tertentu.

    Tata Cara Daftar PKBI Dosen dan Tendik 2024

    1. Memenuhi syarat khusus dan umum terlebih dahulu.
    2. Buka laman https://beasiswadosen.kemdikbud.go.id/
    3. Pilih jenis pendaftaran “Dosen” atau “Tenaga Kependidikan”
    4. Membuat akun dengan memasukkan NIDN/NIDK atau NIP/NTK.
    5. Mengisi data diri pada formulir pendaftaran sesuai permintaan.
    6. Mengunggah dokumen persyaratan yang diperlukan.

    Jadwal Pendaftaran PKBI Dosen dan Tendik 2024

    • Pendaftaran: Mei – 22 Juni 2024
    • Seleksi administrasi: Juni – Juli 2024
    • Penetapan penerima: Juli 2024
    • Pelaksanaan: Agustus – Oktober

    Demikian informasi seputar beasiswa pelatihan bahasa Inggris bagi dosen dan tendik. Semoga membantu ya.

    (cyu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Update Terbaru! Pendaftar LPDP 2024 Jalur Ini Tak Perlu Sertifikat Bahasa Inggris



    Jakarta

    Beasiswa LPDP baru saja menginformasikan ketentuan terbaru bagi pendaftar jalur afirmasi 2024. Ketentuan baru tersebut tak mewajibkan pendaftar jalur satu ini memiliki sertifikat bahasa Inggris.

    Akan tetapi, keringanan tersebut tak berlaku bagi semua pendaftar LPDP 2024 jalur afirmasi. Calon mahasiswa yang memilih kampus luar negeri masih dikenakan syarat sertifikat bahasa Inggris.

    “Ada yang baru di ketentuan bahasa kali ini! Pendaftar program S2/S3 dalam negeri dari jalur afirmasi, sekarang tidak perlu upload sertifikat bahasa lho,” tulis unggahan Instagram @lpdp_ri, dikutip Selasa (25/6/2024).


    Mulai seleksi LPDP 2024 tahap 2 ini pendaftar jalur afirmasi akan mendapatkan fasilitas pengayaan bahasa setelah dinyatakan lulus seleksi substansi. Untuk lebih memahaminya, berikut penjelasan mengenai syarat kemampuan bahasa Inggris pendaftar LPDP 2024 tahap 2:

    Syarat Kemampuan Bahasa Inggris Pendaftar LPDP 2024

    1. Beasiswa Afirmasi Penyandang Disabilitas

    • S2 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S2 Luar Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo EngTest 95 atau TOEP 66
    • S3 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S3 Luar Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo EngTest 95 atau TOEP 66

    2. Beasiswa Afirmasi Khusus Penyandang Disabilitas Rungu/Tuli

    • S2 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S2 Luar Negeri: TOEFL ITP rata-rata 50 untuk reading dan structure (listening diabaikan), IELTS rata-rata 6.0 untuk speaking, reading, dan writing (listening bisa diabaikan)
    • S3 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S3 Luar Negeri: TOEFL ITP rata-rata 50 untuk reading dan structure (listening diabaikan), IELTS rata-rata 6.0 untuk speaking, reading, dan writing (listening bisa diabaikan)

    3. Beasiswa Afirmasi Prasejahtera

    • S2 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S2 Luar Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo EngTest 95 atau TOEP 66
    • S3 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris

    4. Beasiswa Putra-putri Papua

    • S2 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S2 Luar Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S3 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S3 Luar Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris

    5. Beasiswa Daerah Afirmasi

    • S2 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S2 Luar Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo EngTest 95 atau TOEP 66
    • S3 Dalam Negeri: tidak disyaratkan sertifikat bahasa Inggris
    • S3 Luar Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 6,0, Duolingo EngTest 95 atau TOEP 66

    6. Beasiswa Reguler dan Parsial

    • S2 Dalam Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0
    • S2 Luar Negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5
    • S3 Dalam Negeri: TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0
    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 94, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0

    7. Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia

    • S2 Luar Negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5
    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 94, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0

    8. Beasiswa PNS/TNI/POLRI

    • S2 Dalam Negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0
    • S2 Luar Negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5
    • S3 Dalam Negeri: TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0
    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5

    9. Beasiswa Kewirausahaan

    • S2 Luar Negeri: TOEFL iBT 61, PTE Academic 65, atau IELTS 6,0

    10. Beasiswa Pendidikan Kader Ulama

    • S2 Dalam Negeri: TOEFL ITP 400, TOEFL iBT 33, PTE Academic 30, IELTS 4,5 Duolingo EngTes 65, atau TOEP 36
    • S3 Dalam Negeri: TOEFL ITP 450, TOEFL iBT 45, PTE Academic 36, IELTS 5,0, Duolingo EngTes 75, atau TOEP 46

    11. Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis

    • S3 Luar Negeri: TOEFL ITP 475, TOEFL iBT 51, IELTS 5,5 atau PTE Academic 43

    12. Beasiswa Prioritas LPDP-NTU

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 100 atau IELTS 7,0

    13. Beasiswa Prioritas LPDP-UNSW

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 100 atau IELTS 7,0

    14. Beasiswa Prioritas LPDP-Dundee University UK

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 94, IELTS 7,0, atau PTE Academic 65

    15. Beasiswa Prioritas LPDP-NUS Business School

    • S2 Luar Negeri: TOEFL iBT 100 atau IELTS 6,5

    16. Beasiswa Doktor Talenta Riset & Inovasi Nasional BRIN

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 80, IELTS 6,5, atau Duolingo EngTest 58

    17. Beasiswa Kerja Sama Bidang Ekonomi & Perdagangan Internasional dan Bidang Transportasi CSU

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 61, IELTS 6,0, atau Duolingo EngTest 80

    18. Beasiswa Kerja Sama Bidang Metallurgical Engineering USTB

    • S3 Luar Negeri: TOEFL iBT 61, IELTS 6,0, atau Duolingo EngTest 80

    Itulah syarat sertifikat bahasa Inggris terbaru untuk daftar beasiswa LPDP 2024 tahap 2. Semoga bermanfaat.

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemenag Buka Beasiswa Bahasa Inggris untuk Guru MI, Klik https://s.id/KursusguruMI



    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah membuka program kursus bahasa Inggris untuk guru madrasah ibtidaiyah (MI). Kemenag akan memberikan beasiswa untuk 300 guru yang terpilih.

    Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru MI dalam pengajaran bahasa Inggris supaya selaras dengan tuntutan kurikulum dan kebutuhan peserta didik.

    “Ini adalah bentuk ikhtiar serius kami untuk mempersiapkan guru MI agar mampu mengajar Bahasa Inggris dengan pendekatan yang tepat, menyenangkan, dan berbasis kebutuhan anak,” kata Direktur GTK Madrasah, Thobib Al Asyhar di Jakarta (25/7/2025), dikutip dari keterangan resmi dalam situs Kemenag RI.


    Ia menyebut dengan penguasaan metodologi dan alat asesmen yang baik, maka guru akan lebih percaya diri dan terampil dalam menyalurkan keterampilan bahasa kepada peserta didik.

    Program ini dilaksanakan secara daring dan terbuka untuk semua guru MI dari seluruh wilayah Indonesia. Pendaftarannya dibuka pada 24-31 Juli 2025 melalui https://s.id/KursusguruMI.

    Apa Saja yang Akan Dipelajari?

    Pada program ini, guru akan dibekali keterampilan memetakan kebutuhan bahasa Inggris siswa, menguasai teknik pengajaran keterampilan bahasa (listening, speaking, reading, dan writing), kosakata, tata bahasa, dan memahami pendekatan pembelajaran serta asesmen yang sesuai perkembangan usia.

    Thobib menyebut program ini merupakan kolaborasi antara Direktorat GTK Madrasah dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta melalui Regional English Language Office (RELO), serta kerja sama dengan asosiasi pengajar Bahasa Inggris internasional, TESOL.

    Ia menyebut, kolaborasi ini merupakan bukti penguatan guru madrasah tak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh dukungan jejaring global. Maka, dengan melibatkan RELO-TESOL, pihaknya ingin memastikan standar pelatihan terbaik untuk guru MI.

    Direktorat GTK Madrasah berharap program ini mampu membuat ekosistem pembelajaran bahasa Inggris di MI semakin berkembang dan mampu menjawab tantangan globalisasi sejak dini.

    (nah/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Biarkan Sempurna Atau Dibantu, Yang Mana?



    Jakarta

    Di sebuah Universitas Swasta. Di salah satu kota terbesar di Indonesia. Ada seorang mahasiswi. Ia mengambil jurusan arsitektur. Putri tunggal keluarga berada. Walau dua orang tuanya tinggal di kota yang sama. Mahasiswi itu disiapkan tempat tinggal kos di dekat kampusnya. Pasti tujuannya supaya setiap berangkat dan pulang kuliah, tidak perlu bermacet ria. Menghabiskan waktu tiada berguna.

    Namun sayangnya. Pagi, siang, sore, malam orang tuanya terbiasa selalu menjaga. Melakukan komunikasi telpon atau melalui WA. Terutama tentang sarapan dan makan siang. Bila putrinya bilang belum makan. Mamanya gelisah lalu berangkat menuju kos-kosan. Minta ijin pemilik kos untuk menjenguk putrinya.

    Itu rutin dilakukan. Hampir setiap hari orang tuanya pulang-pergi kos-kosan.


    Berbeda yang dialami putri seorang ibu yang suaminya sudah berpulang. Ibu dan putrinya ini malah tinggal di kota besar yang paling besar. Di sana kehidupan jauh lebih menantang.

    Boleh jadi karena tidak cukup uang. Putri itu dibiarkan pulang-pergi sekolahnya. Tak pernah dikawal. Bahkan dikala menjadi mahasiswi. Ia ikut bergelantungan di bus kota. Walau kadang perlu berganti bus kota lebih dari sekali. Natural, layaknya kebanyakan orang.

    Belakangan sang putri tumbuh menuju dewasa dengan pengalaman segudang. Mampu bertahan dalam kondisi yang semuanya menantang. Bahkan popularitasnya di Indonesia bisa dijadikan gambaran kesuksesan. Kesempurnaan natural yang secara alamiah dibiarkan tumbuh dan berkembang.

    Ibundanya hanya menjelaskan keadaan sebenarnya yang harus dihadapi. Menuntun pola lika-liku hidup yang biasa dihadapi semua orang. Lalu meneladankan kekuatan kemandirian agar mampu menjadi individu yang pantang menyerah. Kokoh bertahan menghadapi segala tantangan. Melalui nikmat kehidupan yang telah sempurna dianugerahkan Tuhan.

    Jika kita jujur memandang. Seberapa besar putra-putri yang bersandarkan kawalan dan bantuan penuh orang tua? Dalam arti bantuan yang melenakan. Menjadikan kekuatan natural yang sejatinya bisa berkembang. Terpaksa tidur pulas tertutup perlakuan yang belum bisa dibenarkan.

    Pasti jawabnya tidak banyak. Boleh jadi kurang dari sekian persen. Ukuran statistik yang memang perlu dibuktikan. Tapi hasil pasti sepertinya tidak menyangkal dugaan kebanyakan orang.

    Orang-orang sukses hampir di seluruh jaman, hampir di seluruh pelosok penjuru bumi. Kebanyakan mereka adalah hasil publikasi alam secara natural. Sebagaimana putri janda yang kemudian tumbuh berkembang menjadi bintang terkenal. Andai saja dia memperoleh model pendidikan seperti mahasiswi arsitektur itu. Sulit diharap akan meraup sukses besar seperti sekarang.

    Membiarkan mereka (putra-putri) mengembangkan kemampuan natural. Adalah kebijaksanaan yang perlu ditumbuhkan. Memang pada sekian sisi perlu dibantu. Perlu didukung. Paling tidak pendidikan yang memotivasi. Penjelasan fakta nyata yang sejatinya wajar dihadapi semua orang. Boleh jadi itu bantuan yang membuat kemampuan natural tumbuh dan berkembang optimal.

    Bukan bantuan yang melenakan. Bantuan yang menjadikan individu selalu ketergantungan kepada bantuan. Kekuatan naturalnya seolah hilang. Sayang, jika karunia Tuhan tidak ditumbuhkembangkan.

    Semisal dengan kekuatan natural dua orang putri di atas. Semisal itu pula situasi diskusi yang ada di salah satu grup medis internasional. Diskusi tentang vaksinasi.

    Ada pertanyaan wajar. Pertanyaan dalam bahasa Inggris tentang apakah seorang individu sebaiknya divaksin atau tidak. Terhadap penyakit influenza. Terutama pada kehamilan?

    Salah satu pakar medis berpendapat bahwa secara natural manusia diciptakan Tuhan sudah sempurna. Disiapkan segala kebutuhan untuk menghadapi segala keadaan. Termasuk menghadapi tantangan diserang penyakit.

    Secara umum, manusia dibekali sistem kekebalan/isistem imun, imunitas yang sempurna untuk dirinya. Imunitas yang mampu menjadikan dirinya tetap survive, mampu betahan hidup dan tetap sehat. Termasuk untuk menghadapi penyakit. Antara lain influenza.

    Namun, di dalam perjalanan hidupnya. Imunitas ini biasanya mengalami penurunan kualitas. Salah satu sebab utamanya adalah stress. Terutama cemas. Kecemasan yang berlebihan akan mengundang ketakutan. Tingginya tingkat ketakutan ini akan menurunkan kualitas imunitas, bahkan sampai membahayakan.

    Ketakutan yang berlebihan bahkan bisa membuat imunitas salah melakukan mekanisme pertahanan. Imunitas demikian bahkan bisa membuatnya keliru melakukan pengenalan. Mengenali dirinya sendiri sebagai musuh yang harus ditaklukkan. Serangan yang malah sulit dikendalikan.

    Jadi, sesuai pakar ini, tindakan utama pada kasus ini adalah melepaskan kecemasan. Menggantinya dengan keyakinan positif, optimis. Mengembalikan kepercayaan diri dan membuang seluruh pengaruh negatif. Antara lain informasi yang seringnya menambah-nambah ketakutan.

    Ketakutan hilang, kecemasan sirna, imunitas kembali sempurna. Untuk kasus ini tindakan vaksinasi bukan merupakan pilihan.

    Sesuai pakar tadi, inti dari penanggulangan infeksi, adalah mengembalikan kesempurnaan imunitas individu itu sendiri. Imunitas yang sudah sempurna, anugerah dari Tuhan. Tinggal dipelihara, dan dijaga agar tidak menurun. Dijaga terutama dari pengaruh sejumlah besar informasi yang menakutkan!

    Tentu saja upaya seperti di atas perlu pemahaman dan dukungan masyarakat secara keseluruhan. Bagaimana tidak, media massa lebih senang menjual informasi yang sering menambah ketakutan. Anehnya informasi yang meninggikan kecemasan, ketakutan justru yang diminati awam mau pun sebagian ilmuwan. Informasi demikian lebih punya pangsa pasar. Lebih laris dijual.

    Boleh jadi ketika kita mulai sadar. Kita pun berusaha menumbuh kembangkan imunitas natural yang kualitasnya memang andalan. Antara lain melalui menahan diri dari menyebarkan informasi yang membuat ketakutan.
    Tetapi justru sebaliknya, terus berupaya menyebarkan informasi yang berisikan ajakan kasih sayang di jalan Tuhan.

    Betapa pun, semoga semakin hari, kekuatan imunitas tubuh setiap kita semakin sempurna. Mari jauhkan segala bentuk informasi yang justru mengakibatkan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan.

    Dengan begitu, imunitas kita semakin berkualitas, kesehatan meningkat, kondisi negara bertambah kuat. Kita pun lebih ceria menyongsong masa depan!

    Abdurachman

    Penulis adalah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Pemerhati spiritual medis dan penasihat sejumlah masjid di Surabaya.

    Artikel ini adalah kiriman dari pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih-Redaksi)

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com