Tag: baisa

  • 14 Finalis Unjuk Bakat Nyanyi hingga Monolog di Grand Final Emeron Hijab Hunt

    Jakarta

    Grand final Emeron Hijab Hunt 2024 digelar hari ini 31 Agustus 2024 di P7 Ballroom Kuningan City Jakarta. 14 finalis Emeron Hijab Hunt 2024 menampilkan bakat di hadapan juri yakni Anang Hermansyah, Indah Nada Puspita dan Intan Nuraini yang menilai bakat para finalis.

    Indah Nada sendiri mengaku kagum dengan para bakat yang dimiliki oleh para finalis. “Aku sudah sempat lihat dan ngobrol aku mendengar bakatnya dan luar baisa sekali,” kata Nada.

    14 Emeron Hijab Hunt 2024 tampil dalam acara Grand Final di Kuningan City, Jakarta, Sabtu (31/8/2024).14 Emeron Hijab Hunt 2024 tampil dalam acara Grand Final di Kuningan City, Jakarta, Sabtu (31/8/2024). Foto: Andhika Prasetia.

    Anang Hermansyah yang tampil dengan setelan jas serba hitam mengatakan wanita berhijab terutama di daerah lebih bisa menggali potensi dan bakatnya masing-masing.


    “Harapannya teman-teman yang punya kemampuan di Indonesia banyak, justru jika terlahir dari daerah justru akan bagus ke depan Indonesia dengan 17.000 pulau bisa menghasilkan artis yang hebat. Karena di negara lain tidak ada. Sudah tidak zamannya malu untuk menunjukkan bakatnya,” terang Anang.

    Juri Emeron Hijab Hunt 2024 di kota kota dan audisi online, Intan Nuraini mengaku haru dan bahagia melihat perkembangan bakat dan penampilan para finalis.

    “Yang jelas aku beruntung banget bisa melihat bakat-bakat di kota yang aku datangi dari Jakarta, Solo dan Bandung. Aku salah satunya yang memilih lho,” ujar Intan.

    Suasana Emeron Hijab Hunt 2024 di Kuningan City, Jakarta, Sabtu (31/8/2024).Suasana Emeron Hijab Hunt 2024 di Kuningan City, Jakarta, Sabtu (31/8/2024). Foto: Rafida Fauzia.

    Ada yang berbeda dengan grand final Emeron Hijab Hunt tahun ini, Wolipop berkolaborasi dengan bazar GlamLocal di Emeron Hijab Hunt Festival. Ada lebih dari 70 brand lokal yang memberikan promo dan potongan harga yang menarik khusus di GlamLocal.

    Kamu bisa menyaksikan secara langsung grand final Emeron Hijab Hunt 2024 melalui www.hijabhunt.com. Yuk ajak kerabat dan keluarga kamu untuk datang ke grand final Emeron Hijab Hunt 2024.

    Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Shopee Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah, Casio dan GIS Travel Sahabat Umroh dan Haji Anda. Official Hospitality Partner Aryaduta Suites Semanggi.

    (gaf/gaf)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Menakjubkan, Sarang Rayap Raksasa di Taman Wisata 1.000 Musamus



    Jakarta

    Taman Wisata 1.000 Musamus yang berada di Kampung Salor Indah sebagai Desa Brilian berhasil mengoptimalkan potensi desa untuk pariwisata. Padahal, dulu adalah lahan tidur.

    Taman Wisata 1.000 Musamus berada di Kampung atau Desa Salor Indah, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Sejak diresmikan pada 2019, musamus menjadi daya tarik wisatawan karena jumlahnya yang sangat banyak serta menjulang tinggi melebihi tinggi manusia.

    Ya, musamus. Itu adalah sarang rayap. Bukan sarang rayap biasa, namun sarang rayap raksasa.


    Taman Wisata 1.000 Musamus dapat dijangkau setelah 1,5 hingga 2 jam perjalanan dengan mobil dari pusat Kota Merauke.

    Awal Mula Menjadi Desa Wisata

    Taman Wisata 1.000 Musamus itu awalnya dianggap baisa saja. Barulah pada 2015 hingga 2016 saat dilakukan pemetaan tata ruang di wilayah Kampung Salor Indah kepala kampung atau kepala desa dan seorang advokat melihat gundukan tanah di lahan seluas 29 hektare milik masyarakat. Tidak main-main gundukan-gundukan itu tingginya mencapai 3 meter.

    Gundukan tanah tersebut rupanya merupakan sarang rayap dengan nama latin Macrotermes sp. Sarang-sarang itu menyebabkan lahan di area 29 hektare tersebut tak bisa digarap karena jumlahnya terus bertambah. Sudah begitu, sarang yang terbuat dari campuran serbuk kayu, tanah, dan rumput tersebut memiliki tekstur yang keras sehingga sulit untuk dihancurkan.

    Dari diskusi warga desa dan pengurus desa serta advokat itu, muncullah ide untuk dijadikan area itu sebagai tempat wisata. Musamus itu jumlahnya ribuan.

    “Sejarah pembuatan Taman Wisata 1.000 Musamus ini sebenarnya tahun 2015 atau 2016 oleh mantan Kepala Kampung Bapak Tohaman dan Bapak Guntur, seorang advokat di Merauke yang membuat tata ruang kampung Salor Indah ini, menemukan tempat ini,” kata Ketua Badan Usaha Kampung (BUMKam) Bintang Terang Edi Dirhanto seperti dikutip dari detikNews.

    Kemudian, Taman Wisata 1.000 Musamus itu dikelola oleh BUMKam Bintang Terang di bawah naungan Pemerintah Desa Salor Indah. Sebanyak 25% pemasukan dari taman wisata tersebut dianggarkan untuk pendapatan asli desa (PAD). Selebihnya, karena merupakan lahan milik 29 KK warga Salor Indah maka pendapatan wisata pun dibagikan kepada pengelola dan masyarakat pemilik lahan.

    Jumlah Sarang Rayap di Taman Wisata 1.000 Musamus

    Edi mengungkapkan sekitar tahun 2021 mahasiswa program (KKN) Kuliah Kerja Nyata dari Universitas Musamus telah melakukan penghitungan jumlah sarang-sarang rayap di Taman Wisata 1.000 Musamus. Meski tak menjangkau secara keseluruhan, namun sarang rayap berukuran besar berjumlah 800 sarang.

    Meski demikian, sarang rayap kecil berukuran kurang dari 1 meter pun jumlahnya sangat banyak. Sehingga masih dapat dinamakan sebagai Taman Wisata 1.000 Musamus.

    Lokasi Taman Wisata 1.000 Musamus

    Taman Wisata 1.000 Musamus berada di Kampung Salor Indah, bisa digapai dengan waktu 1,5 hingga 2 jam dari Kota Merauke dengan kendaraan. Jalan menuju desa itu belum begitu mulus, bahkan sebagian masih berupa tanah, pengunjung dari Merauke disarankan agar menggunakan kendaraan roda empat.

    Selain itu datanglah saat musim kemarau, karena sebagian jalan yang masih berbentuk tanah akan berlumpur dan tergenang jika musim hujan.

    Di momen akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu jumlah pengunjung bisa mencapai 200 orang. Di sana pengunjung bisa melihat gundukan tanah setinggi 3 meter berisi koloni ribuan bahkan jutaan rayap. Namun, tak perlu khawatir digigit karena rayap-rayap tersebut hanya beraktivitas di dalam tanah

    Harga Tiket dan Fasilitas di Taman Wisata 1.000 Musamus

    Untuk berwisata, pengunjung harus membeli tiket terlebih dahulu senilai Rp 10 ribu. Fasilitas yang dimiliki Taman Wisata 1.000 Musamus pun terbilang lengkap.

    Di sana tersedia toilet, musala, dan banyak warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman. Pengunjung juga dapat melihat pemandangan ke penjuru taman wisata dengan menaiki menara pemantau.

    Beberapa fasilitas lainnya yang dapat dinikmati pengunjung adalah kolam renang, berkuda, grandong (traktor yang dimodifikasi menjadi alat angkut), serta ATV. Semuanya bisa dicoba untuk menyusuri taman wisata seluas 29 hektare tersebut.

    Bagian dari Desa Brilian BRI

    Kampung Salor Indah merupakan salah satu Desa BRILian yang dibina oleh BRI. Desa BRILian dibentuk untuk meningkatkan kapabilitas desa agar mendorong kemajuan desa. Melalui Desa BRILian, desa yang ikut serta diharapkan dapat mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.

    Sementara itu pengelolaan taman wisata 1.000 Musamus dikelola oleh Badan Usaha Kampung (BUMKam/BUMDes) Bintang Terang di bawah naungan Pemerintah Desa Salor Indah.

    BRI pernah menyalurkan bantuan kepada Desa Salor Indah berupa 110 bibit kelengkeng sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) yang mendukung dalam kelestarian lingkungan dan mengurangi emisi karbon.

    Direktur Utama BRI Sunarso dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025 pada 30 Januari menyampaikan telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada desa-desa potensial produktif melalui Desa Brilian. Sebanyak 4.327 Desa Brilian di Indonesia sejauh ini telah didorong untuk mengoptimalisasi keunggulan yang dimiliki dan menumbuhkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

    Desa Brilian merupakan program inkubasi desa yang diselenggarakan oleh BRI bekerjasama dengan pihak ketiga sebagai komitmen perusahaan dalam mengembangkan potensi desa binaan BRI.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com