Tag: bakso dan bakmi legendaris

  • Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986


    Jakarta

    Warung bakmi kaki lima sederhana ini ada sejak 38 tahun lalu. Kelezatannya konsisten dan tetap dicari pelanggan setianya hingga sekarang.

    Kuliner kaki lima legendaris mudah ditemukan di mana-mana. Termasuk tempat makan legendaris yang posisinya tersembunyi dan belum banyak orang yang tahu.

    Salah satunya warung bakmi kaki lima legendaris di wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Warung bakmi ini dikenal dengan nama Bakmi Doraemon dan sudah berjualan sejak tahun 1986.


    Warung Bakmi Doraemon ini tampilan dan suasana warungnya sederhana dan jadul di pertengahan Jalan Pramuka Sari III. Namun, tak pernah sepi pengunjung.

    Menu makanan yang ditawarkan juga tidak neko-neko hanya ada bakmi ayam dengan topping bakso, pangsit rebus dan ceker. Soal citarasa, tak perlu diragukan lagi.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Bakmi Doraemon
    Alamat Jl. Pramuka Sari III No.55A 2. Cempaka Putih, Jakarta Pusat
    No Telp
    Jam Operasional 09.00 – 22.00
    Estimasi Harga Rp 20.000 – Rp 50.000
    Tipe Kuliner Mie Ayam.
    Fasilitas

    1. Bakmi Kaki Lima Legendaris

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986 Foto: detikFood

    Bakmi Doraemon merupakan usaha kecil-kecilan milik Pak Wajab dan Bu Sakirah yang merantau dari Brebes ke Jakarta di tahun 1980-an. Pasangan suami istri ini akhirnya memutuskan untuk mengontrak warung kecil di kawasan Cempaka Putih untuk berjualan mie ayam.

    Kini Bakmi Doraemon lebih banyak dikelola oleh sang putra yaitu Zaki, yang sudah belajar meracik mie ayam dari 24 tahun lalu. Ada alasan tersendiri mengapa warung bakmi in dikenal dengan nama karakter kartun Doraemon.

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Zaki, putra dari pemilik Bakmi Doraemon. Foto: detikFood

    “Jadi dulu ada spanduk gambar Doraemon di depan warung pas awal baru buka di tahun 1986. Sebelumnya warung ini memang tidak ada namanya, tapi semenjak dipasang spanduk Doraemon itu, orang-orang mulai menyebutnya sebagai Bakmi Doraemon,” jelas Zaki.

    Menurut Zaki, ketika awal mendirikan warung ini, orangtuanya menjual seporsi bakmi dengan harga Rp 250 perak saja hingga kini harganya Rp15.000 semangkuk.

    2. Bakmi Ayam Komplet

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986 Foto: detikFood

    Menu yang paling banyak dipesan tentunya ada Bakmi Ayam Komplet (Rp 22.000). Bakmi bisa diracik menjadi yamin dengan topping bakso, pangsit rebus dan ayam kecap jamur. Untuk bakmi dan bakso memang bukan buatan sendiri, tapi untuk bumbu dan racikan semuanya masih menggunakan resep original dari tahun 1986.

    “Ciri khas di Bakmi Doraemon bisa dibilang lebih ke racikan bumbu kita. Karena kita ayam kecapnya pakai irisan jamur merang, kemudian untuk rasa gurih dari bakmi kita pakai minyak dari lemak ayam yang dicampur dengan minyak nabati. Kuah kaldu ayamnya kita sajikan terpisah biar pembeli bisa tahu rasa asli bakminya,” jelas Zaki.

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986 Foto: detikFood

    Benar saja, seporsi bakmi Doraemon yang komplet ini toppingnya royal. Pangsit rebus dibuat dadakan dengan isian ayam kecap jamur yang padat.

    Tekstur mie keriting berpadu dengan minyak ayam yang gurih dan rasa manis dari kecap untuk racikan yamin. Tanpa tambahan lada atau sambal, bakmi di sini sudah gurih dan enak dengan tingkat kematangan mie yang sempurna.

    3. Bakmi Ayam Bakso

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986 Foto: detikFood

    Bagi yang tak suka dengan rasa yamin yang manis, boleh coba menu Bakmi Ayam Bakso (Rp 18.000). Porsinya tak kalah banyak dengan yang komplet, racikannya sama-sama menggunakan minyak lemak ayam tapi tanpa kecap manis.

    Untuk penggemar makanan gurih, menu bakmi yang satu ini pastinya bikin nagih. Karena tetap ada sentuhan rasa manis dari ayam jamur kecapnya yang menyeimbangkan rasa bakmi, sehingga tidak terlalu asin.

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986 Foto: detikFood

    Potongan daging ayamnya di sini tanpa tulang dan jamurnya juga lembut ketika dikunyah. Tak lupa bakso sapinya yang enak. Oh ya, kalau mau pesan bakmi ayam tanpa bakso dan pangsit rebus harganya hanya Rp 15.000 saja.

    4. Ceker Jumbo dan Es Kelapa Aren

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986 Foto: detikFood

    Untuk menu pelengkapnya, Bakmi Doraemon juga punya menu Ceker Jumbo (Rp 10.000) isi tiga buah. Tapi jangan samakan ceker di sini dengan ceker lainnya, karena ukuran ceker ayam di sini sangat besar dan bisa dinikmati untuk dua orang.

    “Ceker Jumbo ini memang menu pelengkap, bisa dibuat pakai kuah kaldu ayam atau ada juga yang pesan ceker ayam pedas jadi nanti cekernya saya tumis pakai sambal. Kalau teksturnya pasti lembut, karena sudah saya rebus dan bumbui dulu jadi tidak amis lagi,” sambung Zaki.

    Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986Bakmi Doraemon : Dari Rp 250 Semangkuk, Bakmi Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1986 Foto: detikFood

    Tak lengkap rasanya makan bakmi di sini tanpa memesan Es Kelapa Aren (Rp 5.000). Di bagian depan warung terdapat puluhan buah kelapa muda yang masih segar. Rasa es kelapanya legit manis dari tambahan gula aren yang dibuat sendiri.

    Setiap harinya Zaki mengaku bisa menghabiskan 100-200 mangkok bakmi. Banyak juga YouTuber, Food Vlogger hingga acara kuliner di televisi yang sudah mampir sehingga warung bakminya kini semakin ramai.

    Bagi yang tertarik mampir ke Bakmi Doraemon, warung kaki lima legendaris ini buka dari jam 9 pagi hingga jam 10 malam. Siapkan uang tunai kalau mau makan di sini

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurih Menyegarkan! Bakso Yong Tau Fu di Pasar Baru Sejak 1998


    Jakarta

    Tidak hanya bakmi, di Pasar Baru juga ada kedai bakso ala Singapura yang punya pilihan menarik. Kelezatannya tidak perlu diragukan karena sudah terkenal sejak 1998!

    Banyak kuliner menarik yang bisa ditemui di kawasan Pasar Baru Jakarta dan sekitarnya. Pilihannya beragam, mulai dari kuliner tradisional hingga kuliner kekinian.

    Sejumlah kuliner di Pasar Baru juga ada yang kelezatannya terkenal sejak dulu. Salah satunya kedai bakso di dalam Pasar Atom Pasar Baru.


    Pondok Bakso Loncat merupakan salah satu kedai bakso legendaris di Pasar Baru, yang sudah mulai berjualan sejak tahun 1998.

    Menu yang ditawarkan di kedai ini sangat menarik, karena bukan seperti bakso khas Indonesia yang semangkuknya hanya terdiri dari bakso, mie, bihun, dan tahu.

    Namun, di sini mereka menawarkan bakso yong tau fu ala Singapura. Semangkuknya bisa dilengkapi dengan berbagai jenis bakso dan topping pelengkap lainnya.

    Sistem pemesanannya juga prasmanan, sehingga pengunjung bisa mengambil berbagai macam bakso sesuai selera.

    DetikFood menyambangi Pondok Bakso Loncat untuk mencicipi bakso di sini sekaligus merasakan sensasinya. Kami juga sempat berbincang dengan pemilik kedai yang saat ini sudah masuk ke generasi ke-3.

    1. Berjualan sejak 1998

    Pondok Bakso LoncatPondok Bakso Loncat sudah berjualan sejak tahun 1998. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Meskipun makanan yang ditawarkan tampak seperti bakso kekinian, tetapi Pondok Bakso Loncat termasuk ke dalam kuliner legendaris di Pasar Baru.

    Sebenarnya mereka sudah mulai berjualan sejak tahun 1996, tetapi dulunya bukan jualan bakso seperti ini.

    Menurut pemilik, Christianto, mereka mengawali bisnis kulinernya dengan jualan nasi rames. Barulah tahun 1998, mulai menawarkan hidangan bakso yong tau fu, tetapi memang pilihannya belum banyak seperti saat ini.

    Sejak awal beroperasi sampai sekarang Pondok Bakso Loncat pun masih ramai dipadati pengunjung. Bahkan, tidak sedikit pelanggan setia datang dan makan di tempat ini.

    DetikFood bertemu pelanggan bernama ibu Ria dari Bogor yang rupanya sudah menjadi pelanggan setia sejak lama. Kebetulan saat itu ia sedang berada di Jakarta, sehingga sekaligus mampir ke kedai bakso favorit di Pasar Baru.

    “Waktu gadis kan tinggal di Jakarta, jadi bakso ini memang sudah langganan,” jelasnya,

    Menurut Ria, bakso di tempat ini punya rasa konsisten sejak dulu, Ria juga sangat menyarankan untuk mencoba bakso ikan dan tahu isi disini karena menurutnya sangat lezat.

    “Rasanya sama sejak dulu, dan kalau ke sini wajib coba bakso ikan dan tahu isi,” ujar Ria.

    2. Ada lebih dari 20 jenis bakso

    Pondok Bakso LoncatTerdapat lebih dari 20 jenis bakso yang ditawarkan oleh Pondok Bakso Loncat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Berbeda dari bakso tradisional pada umumnya, di tempat ini pengunjung bisa mencoba bakso yong tau fu ala Singapura.

    “Kami memang menawarkan semacam bakso Singapura lah. Jadi orang pilih mau apa aja, nanti kita rebusin, kita kasih sayur, dan bumbu,” jelas Christianto

    Pondok Bakso LoncatBaksonya bisa dipilih sendiri sesuai dengan selera. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Terdapat 20 lebih jenis bakso yang bisa dipilih sesuai selera. Pilihannya mulai dari bakso urat, bakso biasa, bakso gepeng, otak-otak singapura, crab stick, bahkan, topping premium seperti teripang juga tersedia disini.

    Beberapa pilihan bakso di kedai ini juga diproduksi sendiri, sehingga kualitasnya selalu terjaga.

    Penasaran dengan rasa bakso yong tau fu di sini? bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Kenikmatan kaldu tulang ayam kampung

    Pondok Bakso LoncatBegini tampilan mangkuk bakso yang kami pesan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Ketika detikfood sampai sekitar 11.30 WIB, Pondok Bakso Loncat sudah ramai dipadati pengunjung.

    Kami mencicipi bakso andalan mereka, seperti bakso ikan dan tahu isi. Usai memilih, pegawai bertanya apakah baksonya mau dilengkapi dengan mie, bihun, atau nasi.

    Setelah itu kami diarahkan ke meja yang kosong untuk menunggu sampai bakso selesai direbus. Nantinya ketika sudah siap, akan langsung diantar ke meja.

    DetikFood memesan dua mangkuk bakso dengan isian yang berbeda. Mie pelengkapnya juga berbeda, satu mangkuk dilengkapi kwetiau dan satu lagi mie kuning.

    Kurang lebih 15 menit bakso akhirnya disajikan ke meja. Karena isian yang kami pilih cukup banyak, sehingga mangkuknya pun terlihat sangat penuh.

    Namun, tampak menggiurkan karena ada tambahan sayuran sawi hijau dan sawi putih juga yang membuat tampilan mangkuk ini menjadi segar.

    Untuk mangkuk pertama, diisi kwetiau (Rp 10.000), bakso urat (Rp 12.000), bakso gepeng (Rp 9.000), bakso ikan (Rp 12.000), otak-otak ikan (Rp 12.000), kepiting cangkang (Rp 10.000), dan tahu isi (Rp 12.000).

    Pondok Bakso LoncatBegini tampilan mangkuk kedua. Baksonya disajikan dengan kuah bening. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Mangkuk kedua kurang lebih isiannya serupa, tetapi kami memilih dilengkapi dengan mie kuning (Rp 15.000), ada juga udang gulung (Rp 12.000), otak-otak udang (Rp 12.000), dan empia (Rp 12.000).

    Dari tampilannya sudah sangat berbeda dengan bakso sapi tradisional. Begitu juga dengan kuahnya. Bakso pada umumnya punya kuah kaldu sapi yang berminyak, tetapi kuah bakso di sini sangat bening.

    Meskipun terlihat bening, tetapi saat diseruput, rasanya tidak hambar. Kuahnya gurih dengan rasa kaldu dan sentuhan bawang putih yang ringan.

    Menurut Christianto, kuah yang mereka pakai terbuat dari tulang ayam kampung. Mereka meraciknya dengan bumbu tambahan lainnya.

    Tanpa perlu ditambah sambal atau racikan lain, kuahnya juga sudah punya rasa yang enak dan pas. Namun, kalau mau agak pedas, kami sarankan tambah acar cabe ijo.

    Bakso uratnya punya ukuran yang tidak begtu besar, dengan urat yang masih halus. Bakso gepeng dan bakso biasanya pun punya tekstur garing tetapi masih kenyal.

    Bakso ikannya tidak boleh dilewatkan karena tekstur awalnya sedikit garing tetapi saat dikunyah, berubah menjadi sangat kenyal. Tahu isinya juga kenyal dengan isian yang padat. Beberapa otak-otak dan bakso lainnya juga punya rasa yang enak, tidak amis, dan segar.

    4. Mie ayam jamur tak kalah enak

    Pondok Bakso LoncatMie ayam jamur di Pondok Bakso Loncat juga tidak kalah enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain bakso, Pondok Bakso Loncat juga punya menu makanan lain, seperti mie ayam jamur, nasi goreng, capcay, sapo tahu, ikan kakap, ikan bawal, dan masih banyak lagi.

    Kami tertarik memesan mie ayam jamurnya yang juga jadi favorit di sini. Semangkuk mie ayam (Rp 35.000), dilengkapi dengan topping ayam, jamur, pangsit, dan kuah kaldu secara terpisah.

    Porsi mienya cukup besar dengan bentuk mie yang agak keriting dan pipih. Soal rasa, ternyata gurih sedap yang diimbangi dengan sedikit sekali sentuhan manis. Ayamnya juga dimasak dengan bumbu kecap tetapi rasa manisnya sangat ringan, tidak begitu dominan.

    Jamur yang mereka pakai pun berbeda, karena menggunakan jamur shitake yang dipotong menjadi kecil-kecil. Rasa dan aroma jamur shitake yang khas memberi sentuhan rasa baru pada mie ayam tersebut.

    Dimakan begitu saja mie ayamnya sudah sedap dengan perpaduan rasa yang pas. Namun, jika kamu ingin lebih gurih dan tekstur mie yang agak basah, bisa ditambah kuah kaldunya.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com