Tag: bakti bca

  • Beasiswa Bakti BCA 2025 untuk S1, Bantuan UKT-Uang Saku Bulanan



    Jakarta

    Bank BCA kembali membuka pendaftaran Beasiswa Bakti BCA 2025. Pembukaan pendaftaran dimulai pada 25 Agustus dan berakhir 30 Agustus 2025.

    Beasiswa ini diperuntukkan mahasiswa S1 dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Dengan memperoleh beasiswa ini, mahasiswa akan dibantu pembiayaan uang semesteran dan uang saku bulanan.

    Mau dapat beasiswa ini? Mengutip laman Bakti BCA, berikut ketentuan yang harus dipenuhi calon pelamar.


    Keuntungan Dapat Beasiswa Bakti BCA 2025

    1. Uang saku bulanan Rp 500 ribu
    2. Subsidi uang kuliah tunggal (UKT) minimal Rp 2 juta per semester
    3. Kesempatan berjejaring
    4. Bakti Champions Program (transformational workshop, social community, empowerment, financial literacy, dll)
    5. Mengikuti national summit.

    Kategori Beasiswa Bakti BCA 2025

    1. Beasiswa Bantuan Finansial: Ditujukan untuk mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu
    2. Beasiswa Prestasi Akademis: Ditujukan bagi mahasiswa yang mempunyai prestasi akademis
    3. Beasiswa Prestasi Non-Akademis: Ditujukan bagi mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang olahraga, kesenian, kebudayaan, dan sejenisnya minimal tingkat provinsi.

    Syarat Daftar Beasiswa Bakti BCA 2025

    • Warga Indonesia
    • Belum menikah
    • Mahasiswa aktif S1 non vokasi di perguruan tinggi negeri dan sedang menempuh semester 3
    • Berusia maksimal 22 tahun per 31 Desember 2025
    • Tidak sedang menerima beasiswa lain
    • Mempunyai komitmen belajar tinggi, kepedulian sosial, aktif berorganisasi/kepanitian, dan tidak terikat bekerja full time atau terikat secara dinas
    • Siap mengikuti seluruh rangkaian program beasiswa jika diterima
    • Memenuhi kriteria khusus sesuai kategori beasiswa yang dipilih.

    Dokumen Syarat Daftar Beasiswa Bakti BCA 2025

    • E-KTM
    • Surat keterangan aktif kuliah dari prodi/universitas
    • Sertifikat prestasi atau kegiatan organisasi/komunitas (maksimal 3 tahun terakhir)
    • Surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari RT/RW setempat
    • Link video (untuk kategori Prestasi Non-Akademis)

    Jadwal Seleksi Beasiswa Bakti BCA 2025

    • Pendaftaran online: 25-30 Agustus 2025
    • Pengumuman peserta lolos seleksi administrasi: 13 Oktober 2025
    • Asesmen dan interview: 15-17 Oktober 2025
    • Pengumuman penerima: 24 November 2025

    Jika detikers tertarik bisa mendaftar pada https://bca.id/beasiswabaktibca. mulai 25 Agustus 2025 nanti. Semoga berhasil.

    (cyu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • 2 Beasiswa Bank BCA Bakal Tutup Pendaftaran September Ini, Dapat Uang Saku-Asrama



    Jakarta

    Bank Central Asia (BCA) akan segera menutup pendaftaran Beasiswa BCA dan Beasiswa Bakti BCA pada akhir September ini. Penasaran bagaimana cara pendaftarannya?

    Sebelumnya, kedua beasiswa ini telah membuka pendaftaran sejak pertengahan tahun. Meski sama-sama beasiswa, kedua beasiswa ini memiliki target, syarat, hingga manfaat yang berbeda.


    Apa saja perbedaannya?

    Perbedaan Beasiswa BCA dan Beasiswa Bakti BCA

    Pada Beasiswa BCA 2026, peserta yang merupakan lulusan SMA/sederajat akan dibagi dalam Program Pendidikan Bisnis dan Perbankan (PPBP) atau Program Pendidikan Teknik Informatika (PPTI). Program pendidikan akan berlangsung selama 2,5 tahun di BCA Learning Institute.

    Selain belajar di kelas, peserta akan menjalani on job training (OJT) di unit kerja BCA. Setelah lulus dari BCA Learning Institute, penerima beasiswa bisa lanjut kuliah, merampungkan skripsi, dan memperoleh gelar dari universitas rekanan BCA.

    Kemudian Beasiswa Bakti BCA dibuka untuk mahasiswa S1 dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN). Dengan memperoleh beasiswa ini, mahasiswa akan dibantu pembiayaan uang semesteran dan uang saku bulanan.

    Syarat Beasiswa BCA dan Beasiswa Bakti BCA

    Nah jangan sampai tertukar, karena kedua beasiswa ini memiliki syarat yang cukup berbeda. Dilansir dari laman resmi BCA, berikut syarat-syaratnya:

    Syarat Beasiswa BCA

    Warga Negara Indonesia

    Siswa SMA/SMK maupun MA, yang akan kuliah di tahun ajaran 2026

    Usia maksimal 19 tahun

    Nilai rata-rata rapor jenjang SMA/SMK minimal 75

    Memiliki keinginan belajar dan berprestasi

    Syarat Beasiswa BaktiBCA

    Warga Negara Indonesia

    Belum menikah

    Mahasiswa aktif S1 non vokasi di perguruan tinggi negeri dan sedang menempuh semester 3

    Berusia maksimal 22 tahun per 31 Desember 2025

    Tidak sedang menerima beasiswa lain

    Mempunyai komitmen belajar tinggi, kepedulian sosial, aktif berorganisasi/kepanitian, dan tidak terikat bekerja full time atau terikat secara dinas

    Siap mengikuti seluruh rangkaian program beasiswa jika diterima

    Memenuhi kriteria khusus sesuai kategori beasiswa yang dipilih

    Manfaat Beasiswa BCA dan Beasiswa Bakti BCA

    Manfaat Beasiswa BCA

    Beasiswa BCA 2026 meliputi komponen manfaat sebagai berikut:

    Pendidikan gratis

    Uang saku

    Buku pelajaran

    Laptop (khusus bagi pesertaPPTI)

    Shuttle bus

    Makan siang

    Asrama

    Penawaran kerja di BCA

    Manfaat Beasiswa Bakti BCA

    Kemudian manfaat yang didapat penerima Beasiswa Bakti BCA adalah:

    Uang saku bulanan Rp 500 ribu

    Subsidi uang kuliah tunggal (UKT) minimal Rp 2 juta per semester

    Kesempatan berjejaring

    Bakti Champions Program (transformational workshop, social community, empowerment, financial literacy, dll)

    Mengikuti national summit.

    Perlu diingat jika pendaftaran Beasiswa BCA ditutup pada 22 September 2025, sedangkan Beasiswa Bakti BCA ditutup pada 30 September 2025. Informasi lebih lanjut dapat kamu cek melalui https://karir.bca.co.id/beasiswa-bca dan https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/CSR/Bakti-BCA/bakti-pendidikan/beasiswa-bakti-bca. Tertarik mendaftar?

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Beasiswa Bank BCA Bakal Tutup Pendaftaran September Ini, Dapat Uang Saku-Asrama



    Jakarta

    Bank Central Asia (BCA) akan segera menutup pendaftaran Beasiswa BCA dan Beasiswa Bakti BCA pada akhir September ini. Penasaran bagaimana cara pendaftarannya?

    Sebelumnya, kedua beasiswa ini telah membuka pendaftaran sejak pertengahan tahun. Meski sama-sama beasiswa, kedua beasiswa ini memiliki target, syarat, hingga manfaat yang berbeda.


    Apa saja perbedaannya?

    Perbedaan Beasiswa BCA dan Beasiswa Bakti BCA

    Pada Beasiswa BCA 2026, peserta yang merupakan lulusan SMA/sederajat akan dibagi dalam Program Pendidikan Bisnis dan Perbankan (PPBP) atau Program Pendidikan Teknik Informatika (PPTI). Program pendidikan akan berlangsung selama 2,5 tahun di BCA Learning Institute.

    Selain belajar di kelas, peserta akan menjalani on job training (OJT) di unit kerja BCA. Setelah lulus dari BCA Learning Institute, penerima beasiswa bisa lanjut kuliah, merampungkan skripsi, dan memperoleh gelar dari universitas rekanan BCA.

    Kemudian Beasiswa Bakti BCA dibuka untuk mahasiswa S1 dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN). Dengan memperoleh beasiswa ini, mahasiswa akan dibantu pembiayaan uang semesteran dan uang saku bulanan.

    Syarat Beasiswa BCA dan Beasiswa Bakti BCA

    Nah jangan sampai tertukar, karena kedua beasiswa ini memiliki syarat yang cukup berbeda. Dilansir dari laman resmi BCA, berikut syarat-syaratnya:

    Syarat Beasiswa BCA

    Warga Negara Indonesia

    Siswa SMA/SMK maupun MA, yang akan kuliah di tahun ajaran 2026

    Usia maksimal 19 tahun

    Nilai rata-rata rapor jenjang SMA/SMK minimal 75

    Memiliki keinginan belajar dan berprestasi

    Syarat Beasiswa BaktiBCA

    Warga Negara Indonesia

    Belum menikah

    Mahasiswa aktif S1 non vokasi di perguruan tinggi negeri dan sedang menempuh semester 3

    Berusia maksimal 22 tahun per 31 Desember 2025

    Tidak sedang menerima beasiswa lain

    Mempunyai komitmen belajar tinggi, kepedulian sosial, aktif berorganisasi/kepanitian, dan tidak terikat bekerja full time atau terikat secara dinas

    Siap mengikuti seluruh rangkaian program beasiswa jika diterima

    Memenuhi kriteria khusus sesuai kategori beasiswa yang dipilih

    Manfaat Beasiswa BCA dan Beasiswa Bakti BCA

    Manfaat Beasiswa BCA

    Beasiswa BCA 2026 meliputi komponen manfaat sebagai berikut:

    Pendidikan gratis

    Uang saku

    Buku pelajaran

    Laptop (khusus bagi pesertaPPTI)

    Shuttle bus

    Makan siang

    Asrama

    Penawaran kerja di BCA

    Manfaat Beasiswa Bakti BCA

    Kemudian manfaat yang didapat penerima Beasiswa Bakti BCA adalah:

    Uang saku bulanan Rp 500 ribu

    Subsidi uang kuliah tunggal (UKT) minimal Rp 2 juta per semester

    Kesempatan berjejaring

    Bakti Champions Program (transformational workshop, social community, empowerment, financial literacy, dll)

    Mengikuti national summit.

    Perlu diingat jika pendaftaran Beasiswa BCA ditutup pada 22 September 2025, sedangkan Beasiswa Bakti BCA ditutup pada 30 September 2025. Informasi lebih lanjut dapat kamu cek melalui https://karir.bca.co.id/beasiswa-bca dan https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/CSR/Bakti-BCA/bakti-pendidikan/beasiswa-bakti-bca. Tertarik mendaftar?

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Desa Wisata Cantik di RI yang Butuh Perhatian



    Lampung

    Indonesia adalah negeri kepulauan yang kaya akan desa wisata cantik. Dari sekian banyak desa wisata di RI, ada empat yang butuh perhatian pemerintah. Apa saja?

    Desa wisata di Indonesia menyimpan banyak permata tersembunyi yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan. Desa-desa ini tentu saja memiliki keanekaragaman alam dan budaya yang patut dikunjungi wisatawan.

    Namun empat desa wisata berikut ini butuh perhatian lebih agar pengembangan yang berbasis potensi budaya lokal, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat membuka jalan menuju masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan. Berikut empat desa wisata tersebut:


    1. Desa Wisata Teluk Kiluan di Lampung

    Desa wisata Kiluan Negeri di Lampung dikenal karena keberadaan kawanan lumba-lumba yang bermigrasi di Teluk Kiluan. Lumba-lumba yang saling berenang berkejaran dengan kapal menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

    Teluk Kiluan LampungTeluk Kiluan Lampung Foto: Nopi_kikie/d’traveler

    Laguna Gayau dan pantai-pantai berbatu di teluk Kiluan juga menjadi bagian dari kekayaan alam pesisir yang ditawarkan di desa wisata ini. Sayangnya, di balik keindahan tersebut, teluk Kiluan menghadapi realitas keterbatasan infrastruktur, akses layanan kesehatan yang minim, serta persoalan pengelolaan sampah.

    2. Desa Wisata Wonokitri di Jawa Timur

    Berada di ketinggian hampir 2.000 mdpl, desa wisata Wonokitri di Kabupaten Pasuruan ini menjadi gerbang menuju kawasan Bromo dari sisi utara.

    Tidak hanya menawarkan lanskap pegunungan yang menakjubkan, Wonokitri juga menjadi pusat budaya masyarakat Suku Tengger, yang masih mempertahankan adat dan tradisi dalam kehidupan sehari-hari.

    Kebun Edelweis WonokitriKebun Edelweis di desa wisata Wonokitri Foto: (Muhajir Arifin/detikcom)

    Budidaya bunga edelweiss yang bersifat sakral, kini telah dikembangkan sebagai bagian dari ekowisata berbasis konservasi di desa wisata itu.

    Di balik sektor pariwisata yang terus tumbuh, ternyata desa Wonokitri juga dihadapkan dengan risiko kerusakan alam, contohnya longsor akibat deforestasi. Tantangan itu mendorong kebutuhan terhadap praktik agroforestri yang berkelanjutan di desa ini.

    3. Desa Wisata Pulau Derawan di Kalimantan Timur

    Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Pulau Derawan menawarkan pemandangan bawah laut yang memesona. Terumbu karang, penyu hijau, ubur-ubur tak menyengat, hingga pari manta menjadikan perairannya salah satu kawasan biodiversitas laut yang penting.

    Namun, di balik pesonanya, pulau Derawan menghadapi tantangan seperti abrasi pantai, pemukiman yang kian padat, dan berkurangnya hasil tangkapan laut.

    4. Desa Wisata Dayun di Riau

    Kunjungan Sandiaga Uno ke Desa Wisata Dayun, Siak, Riau.Desa Wisata Dayun di Siak, Riau. Foto: Dok. Kemenparekraf

    Desa wisata Dayun di Kabupaten Siak, Riau, berdiri di tengah bentang alam gambut yang kaya, sekaligus rentan. Di sini, berbagai spesies langka seperti harimau Sumatera dan burung rangkong menemukan rumahnya.

    Desa wisata Dayun pernah dikunjungi oleh Menparekraf Sandiaga Uno kala itu. Sebagai andalan, desa ini mengedepankan wisata edukasi berbasis alam dan buatan.

    Namun, perubahan fungsi lahan untuk industri dan perkebunan sawit, ditambah dengan ancaman kebakaran hutan, menempatkan desa wisata Dayun dalam tekanan sehingga butuh perhatian dari pemerintah.

    Tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan infrastruktur, dan tekanan ekonomi memperlihatkan perlunya pendekatan pembangunan yang berbasis komunitas dan kolaborasi lintas sektor.

    Lewat kolaborasi lintas sektor, desa-desa wisata ini tidak hanya menjadi destinasi perjalanan, tetapi juga bisa menjadi cermin masa depan pembangunan berkelanjutan Indonesia.

    EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn pun mengajak anak-anak muda dari multi-disiplin ilmu untuk berkontribusi langsung di desa-desa tersebut lewat program Genera-Z Berbakti.

    “Genera-Z Berbakti merupakan bagian dari campaign Bakti BCA. Tahun ini kami mengadakan call for proposal. Kami memanggil anak-anak muda di kampus-kampus seluruh Indonesia dari multi-disiplin ilmu. Mereka diberi kesempatan untuk join mengidentifikasi masalah, kemudian turun, live in, dan berkontribusi langsung di empat desa binaan Bakti BCA,” terang Hera.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com