Tag: banjir jakarta

  • Barang Elektronik Kamu Basah Terendam Banjir, Buruan Rendam Pakai Beras!


    Jakarta

    Sejumlah kawasan di Jabodetabek dilanda banjir setelah hujan mengguyur dalam durasi yang cukup panjang kemarin. Air yang menggenang masuk rumah berpotensi bisa merusak barang elektronik.

    Banjir akan semakin jadi mimpi buruk bila sudah menimbulkan kerusakan terhadap barang-barang elektronik berharga seperti ponsel, laptop, televisi dan lainnya. Bila tak segera ditangani, barang elektronik kesayangan kamu akan rusak dan tak lagi bisa dipakai.

    Namun tenang, ada solusi cepat yang bisa menyelamatkan barang elektronik kamu yang terlanjur tergenang air. Bahannya cukup sederhana, yaitu beras!


    Ya, beras dipercaya salah satu cara yang cukup ampuh untuk menyelamatkan barang elektronik yang terkena air. Sifat beras dipercaya bisa menyerap air dan kelembapan dengan cepat.

    Begini cara menyelamatkan barang elektronik yang terkena air dengan beras:

    1. Jangan Dinyalakan

    Hal pertama yang harus kamu lakukan saat barang elektronik terkena air adalah tidak menyalakannya atau putuskan semua sambungan listrik ke barang tersebut. Jangan coba menghidupkannya dulu, karena aliran listrik yang ada pada perangkat yang terkena air akan menimbulkan korsleting dan berujung pada rusaknya komponen pada barang tersebut.

    2. Buka penutup

    Buka penutup perangkat. Hal ini ditujukan agar kamu bisa mengetahui sejauh mana air masuk ke dalam komponen perangkat. Selain itu, dengan dibukanya penutup perangkat, proses pengeringan bisa lebih cepat. Bila perangkat kamu terdapat baterai seperti ponsel, lepaskan juga baterai dari perangkat tersebut.

    3. Rendam perangkat dengan beras

    Ambil beras secukupnya ke dalam wadah dan masukan barang elektronik ke dalam wadah tersebut. Pastikan seluruh bagian perangkat tersebut tertutup beras dan biarkan hingga 24 jam.. Apabila setelah itu masih bermasalah, segera masukan kembali ke dalam beras untuk 24 jam berikutnya. Ingat, jangan dulu menyalakan perangkat hingga benar-benar kering.

    4. Gunakan Silica Gel

    Silica Gel terkenal sebagai zat penyerap lembab yang baik. Kamu dapat mencoba menggunakan benda ini dengan cara yang sama seperti menggunakan beras.

    5. Jangan pakai hair dryer atau jemur ponsel di bawah sinar matahari langsung

    Cara ini mungkin terlihat instan dan menjanjikan dalam proses pengeringan. Namun perlu kamu ketahui, suhu yang tinggi dapat merusak sebagian komponen dari perangkat kamu.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • BPBD Ramal Pesisir DKI Akan Diterjang Banjir Rob, Ini yang Harus Dilakukan


    Jakarta

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memprediksi adanya potensi terjadinya banjir pesisir (rob) selama 19-23 Februari 2024. BPBD meminta 9 wilayah di pesisir utara Jakarta untuk mewaspadai bencana alam tersebut.

    “Wilayah pesisir utara DKI Jakarta, seperti di Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, dan Kalibaru, diimbau agar dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya banjir pesisir (rob),” sebut BPBD DKI Jakarta melalui Instagram resminya, @bpbddkijakarta seperti yang dikutip pada Selasa (20/2/2024).

    Lebih lanjut, BPBD DKI Jakarta mengatakan penyebab banjir rob ini adalah fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase bulan baru (purnama) yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta.


    Kondisi puncak pasang maksimum air laut diprediksi terjadi sekitar pukul 06.00-10.00 WIB di sembilan wilayah tersebut.

    Masyarakat DKI Jakarta khususnya daerah pesisir diminta untuk rajin mengecek status gelombang pasang melalui situs BPBD. Melansir dari Buku Panduan Kesiapsiagaan milik BPDB DKI Jakarta, gelombang pasang bisa diprediksi dari curah hujan lebat (50-150 mm/hari) yang mengguyur DKI Jakarta selama 1-2 hari.

    Penilaian gelombang pasang ini dikategorikan ke dalam siaga 1, siaga 2, dan siaga 3. Peringatan dini gelombang pasang ini bisa dilihat dari situs BPBD DKI Jakarta atau aplikasi JAKI.

    “Bila menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi call center Jakarta Siaga 112,” kata BPBD DKI Jakarta.

    Selain mengecek status siaga, menurut Buku Panduan Kesiapsiagaan milik BPDB DKI Jakarta, masyarakat perlu melakukan beberapa langkah ini untuk mengamankan rumahnya sebelum banjir terjadi.

    Matikan Jaringan Listrik dan Persiapkan Tas Siaga Bencana

    Kamu perlu mengecek sumber listrik di rumah yang berpotensi berbahaya jika terendam banjir seperti stop kontak di dekat lantai, alat elektronik yang diletakkan di meja yang rendah atau lantai seperti TV, mesin cuci, dan mesin air.

    Mempersiapkan Tas Siaga Bencana sebaiknya dilakukan sebelum banjir rob merendam rumah. Isi dari Tas Siaga Bencana diantaranya pakaian 3 hari, obat-obatan, selimut, dokumen penting, kantong plastik, uang tunai, senter, power bank, masker dan handsanitizer, air mineral, dan foto keluarga yang pas di dalam tas.

    BPBD DKI Jakarta meminta setiap rumah selokannya tidak ditutup meski nantinya air akan tetap meluap. Selokan yang terbuka membantu air mengalir ke dalam selokan jauh lebih cepat.

    Perbaiki Saluran Air

    Banjir bisa berasal dari saluran air di dalam rumah karena selokan sudah tidak dapat mengalirkan air yang datang terus menerus. Pastikan saluran air tidak tersumbat agar pembuangan air lebih cepat saat selokan di depan rumah sudah surut.

    Letakkan Barang di Tempat yang Lebih Tinggi

    Banjir rob akan merusak beberapa barang termasuk barang elektronik di rumah seperti meninggalkan bekas genangan di permukaan barang atau sistemnya. Maka dari itu, letakkan perabotan rumah di atas meja atau tempat yang cukup tinggi melebihi paha manusia untuk menghindari genangan air.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Warga Cuci Motor Pakai Air Genangan Banjir, Padahal Bahaya



    Jakarta

    Banjir masih menggenangi sejumlah titik di wilayah Jakarta pagi ini (8/7). Warga pun ada yang memanfaatkan air banjir untuk mencuci motor. Sebenarnya mencuci motor menggunakan air banjir tidak direkomendasikan, sebab banyak risikonya.

    Salah satu warga di Jakarta Selatan, Sunhaji, mencuci motornya menggunakan air banjir. Sunhaji mengatakan sengaja memanfaatkan banjir karena airnya yang melimpah. Biasanya, dia jarang mencuci meski beberapa kali motornya kehujanan.

    “Kalau nggak banjir nggak dicuci. Ini mumpung banyak airnya, kita pakai buat nyuci (motor) aja,” ujar Sunhaji seperti dikutip dari detikNews.


    Tentunya mencuci motor menggunakan air banjir tidak disarankan. Air banjir membawa banyak kotoran dan lumpur yang malah bisa bikin rusak komponen kelistrikan motor Selain itu air banjir juga mengandung zat asam yang diturunkan dari air hujan, sehingga berpotensi membuat korosi komponen logam yang ada di motor.

    Mengutip laman Astra Honda Motor (AHM), mencuci motor sebaiknya menggunakan air bersih yang mengalir. Semprot bagian kolong dan kaki-kaki motor menggunakan air bersih. Pada motor berpenggerak rantai, bersihkan juga area rantai dan gear. Disarankan juga menggunakan sabun cair atau sampo khusus untuk mencuci motor.

    Jika motor tersebut aktif digunakan saat musim hujan dan kerap melewati genangan banjir, jangan lupa juga untuk melakukan pengecekan oli mesin dan oli gardan. Kalau diperlukan, gantilah oli mesin dan oli gardan sesegera mungkin untuk menjaga kondisi mesin tetap baik dan mencegah kerusakan pada komponen internal.

    Untuk motor berpenggerak rantai, jangan lupa untuk membersihkan rantai dan melumasinya kembali setelah terpapar air banjir. Hal ini penting agar rantai tetap lancar dan tidak karat atau cepat rusak.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com