Tag: bank muamalat

  • 5 Tips Mudah Mengatur Keuangan Selama Ramadan agar Nggak Boros

    Jakarta

    Mengatur keuangan selama bulan Ramadan sangat penting untuk dilakukan. Sebab, pengeluaran saat bulan puasa terkadang lebih boros dari bulan-bulan lainnya.

    Selama Ramadan, kebutuhan seseorang cenderung meningkat dari biasanya, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal ini yang membuat pengeluaran lebih boros karena membeli barang yang diinginkan, bukan dibutuhkan.

    Apalagi jika sudah mendapatkan THR. Barang apapun yang terlihat bagus langsung dibeli. Tanpa sadar, uang THR langsung habis dalam sekejap. Sedih bukan?


    Maka dari itu, penting untuk mengatur keuangan selama Ramadan agar tidak boros pengeluaran. Bagaimana caranya? Simak tips mengatur keuangan selama Ramadan dalam artikel ini.

    Tips Mudah Mengatur Keuangan Selama Ramadan

    Ada sejumlah cara untuk memastikan pengelolaan keuangan tetap terjaga selama Ramadan. Simak tips mudah mengatur keuangan selama Ramadan yang dikutip dari catatan detikFinance:

    1. Memiliki Rencana Keuangan

    Tips yang pertama adalah memiliki perencanaan keuangan selama Ramadan. Langkah ini dapat mempermudah detikers untuk mengatur uang sesuai dengan pos-pos yang telah ditentukan.

    Selain itu, cara ini juga mempermudah dalam menyusun alokasi pengeluaran selama bulan Ramadan, mulai dari belanja bulanan, sahur, buka puasa, bersedekah, bayar zakat, membagikan THR, dan lain sebagainya.

    2. Catat Setiap Pengeluaran

    Penting untuk mencatat setiap pengeluaran, meskipun jumlah uangnya kecil. Cara ini dilakukan untuk mengetahui secara detail pengeluaran selama Ramadan.

    Apabila tidak dicatat, terkadang kita suka lupa karena terlalu asyik berbelanja. Alhasil, ketika mengecek saldo di rekening ternyata uangnya sudah habis.

    Langkah ini juga dapat mengerem hasrat untuk berbelanja yang tidak dibutuhkan. Sebab, jika jumlah pengeluaran sudah cukup besar maka saatnya untuk setop belanja dahulu.

    3. Disiplin Pengeluaran

    Agar tidak boros pengeluaran selama Ramadan, penting untuk menerapkan sikap disiplin dalam berbelanja. Misalnya, memastikan uang yang dikeluarkan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.

    Lalu, usahakan membeli barang yang harganya sesuai atau di bawah budget kamu. Jika membeli barang yang harganya jauh di bawah budget, sisa uangnya bisa dimanfaatkan untuk menabung atau dialokasikan guna membeli barang lainnya.

    Jangan tergiur dengan barang-barang yang harganya mahal dan melebihi budget. Jika berniat untuk membeli barang tersebut, sebaiknya ditahan dahulu hingga uangnya sudah terkumpul.

    4. Belanja Kebutuhan Secara Bertahap

    Saat bulan puasa, kebutuhan bahan pokok untuk rumah tangga justru lebih banyak dari bulan-bulan lainnya. Agar tidak boros pengeluaran, sebaiknya belanja kebutuhan secara bertahap.

    Mengutip laman Bank Muamalat, sebaiknya terapkan strategi belanja secara bertahap agar seluruh kebutuhan dapat terpenuhi. Misalnya, sebelum bulan puasa dapat membeli bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, kurma, dan bahan makanan lainnya.

    Ketika memasuki Ramadan, beli bahan-bahan makanan seperti sayur, daging, ikan, ayam, dan buah-buahan untuk memenuhi asupan saat sahur dan berbuka puasa.

    Ketika mendekati Lebaran, saatnya untuk berbelanja kebutuhan seperti pakaian muslim baru, membeli kue kering, atau memberikan hampers kepada saudara dan teman-teman.

    5. Cek Promo Menarik

    Saat Ramadan dan menjelang Lebaran, biasanya ada banyak promo-promo menarik yang ditawarkan, mulai dari diskon hingga cashback. Manfaatkan promo tersebut untuk membantu menjaga keuangan tetap sehat.

    Misalnya, kamu sudah menyiapkan dana sebesar Rp 1 juta untuk membeli sepatu baru. Jika ada toko yang menawarkan diskon hingga 30%, jangan ragu untuk segera membeli sepatu tersebut karena kamu dapat menghemat pengeluaran.

    (ilf/fds)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Mutiara Ramadan Adiwarman Karim: Apa Itu Ekonomi Syariah?



    Jakarta

    Minat masyarakat pada sistem perekonomian syariah semakin meningkat. Seperti apa sebenarnya ekonomi syariah dijalankan, dan apa bedanya dengan ekonomi konvensional?

    Adiwarman Karim selaku Praktisi Ekonomi Syariah dalam Mutiara Ramadan detikcom, Sabtu (8/4/2023), menjelaskan tentang ekonomi syariah dan juga cirinya.

    Menurut Adiwarman, ekonomi syariah bukanlah sebuah hal yang aneh. Ada beberapa hal yang membuat sistem ekonomi syariah berbeda dengan sistem ekonomi yang dijalankan secara konvensional.


    Ada tiga hal dalam sistem ekonomi syariah yang juga menjadi cirinya.

    1. Halal, artinya sistem perekonomian dijalankan secara halal
    2. Thayyib, artinya sistem perekonomian dijalankan secara baik dan profesional
    3. Berkah, ekonomi syariah harus membawa keberkahan dan memberikan banyak manfaat

    “Karena tiga hal itu, sudah sepantasnya ekonomi syariah menjadi tuan di rumahnya sendiri. Ekonomi syariah menginspirasi pelaku ekonomi Indonesia melalui 3 hal ini, InsyaAllah masyarakat akan dapat menerima ekonomi syariah dengan baik,” ujar Adiwarman.

    Sistem ekonomi syariah di Indonesia sendiri sudah banyak diterapkan dalam berbagai sektor, seperti sektor finansial hingga sektor riil. Adiwarman mengatakan sekarang ini banyak sektor bank, asuransi hingga multifinance syariah. Sementara di sektor riil, ada hotel syariah, rumah sakit syariah dan lain sebagainya.

    “Masyarakat ingin kepastian halal, dilakukan dengan baik, membawa keberkahan untuk dirinya dan orang sekitarnya,” lanjut Adiwarman.

    Dijelaskan pula bahwa sistem ekonomi syariah mulai dijalankan di Indonesia pada tahun 1992 melalui Bank Muamalat di zaman Presiden Soeharto. Seiring perkembangan zaman, kini di masa pemerintahan Presiden Jokowi sudah ada 3 anak usaha BUMN yakni Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah dan Bank BRI Syariah yang dimerger jadi satu menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

    “Sekarang Bank Syariah Indonesia menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia dengan tingkat profitabilitas yang tinggi. Itu satu hal, satu sisi keberhasilan Bank Syariah Indonesia,” jelas Adiwarman.

    Pemilik nama lengkap Adiwarman Azwar Karim juga menyampaikan pentingnya terbentuk ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

    “Yang lebih penting dari itu yakni terbentuknya suatu ekosistem ekonomi syariah sehingga bukan hanya maju sendirian tapi maju bareng-bareng,” ujarnya.

    Bank Syariah Indonesia juga saat ini tercatat sebagai pembayar zakat terbesar di Indonesia.

    Mau tahu lebih jelas tentang sistem ekonomi syariah? Simak video selengkapnya di Mutiara Ramadan: Apa Itu Ekonomi Syariah? tonton DI SINI.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com