Tag: base

  • Gawat! Solana Curiga Base Mau Mengambil Alih Ekosistem Mereka

    Solana dan Base, dua jaringan blockchain dengan pertumbuhan tercepat, tengah berseteru panas setelah peluncuran jembatan baru yang disebut “bidirectional bridge.” Solana menuding Base menggunakan proyek tersebut sebagai alat kompetisi terselubung, bukan sebagai infrastruktur netral seperti yang diklaim.

    Konflik mencuat setelah Anatoly Yakovenko, salah satu pendiri Solana, mengkritik keras langkah Base, jaringan Layer-2 Ethereum yang didukung Coinbase. Yakovenko menyebut strategi Base sebagai “alignment bullshit”, menuduh jembatan itu dirancang untuk mengalihkan aktivitas, biaya transaksi, dan perhatian developer dari ekosistem Solana ke Base.

    Solana Serang Balik: “Ini Bukan Kolaborasi, Ini Perebutan Ekonomi”

    Dilaporkan BeInCrypto, Yakovenko menuding bahwa Base seharusnya jujur bahwa tujuan mereka bersifat kompetitif. Ia menegaskan bahwa aktivitas aplikasi Base idealnya dijalankan di Solana, sehingga manfaat ekonomi tetap masuk ke validator Solana.

    “Kalau aplikasi Base pindah ke Solana dan dieksekusi di Solana, itu baru menguntungkan developer kami. Selain itu, itu cuma alignment bullshit,” tegas Yakovenko.

    Pernyataan ini muncul setelah Jesse Pollak, pimpinan Base, mengumumkan jembatan dua arah yang disebut bisa membuka pergerakan aset tanpa batas antara Base dan Solana. Pollak mengeklaim proyek tersebut dibangun selama sembilan bulan untuk memenuhi kebutuhan developer.

    Namun, Solana menolak narasi itu sepenuhnya. Yakovenko menyebut istilah “alignment” hanyalah jargon pemasaran untuk menyembunyikan niat mengambil likuiditas dari ekosistem lain.

    Eksekutif Solana: Base Bertindak Sepihak

    Tokoh Solana lainnya, termasuk Vibhu Norby dan Akshay BD, menyebut Base meluncurkan jembatan tersebut tanpa koordinasi apa pun dengan tim teknis maupun pemasaran Solana.

    Lebih jauh, mereka mengungkap adanya komunikasi internal Base yang disebut-sebut membahas strategi untuk “mem-flip” Solana, yang dianggap sebagai bukti niat kompetitif.

    “Kami bersedia berdiskusi secara komersial dengan tulus, bukan basa-basi yang tidak bermakna,” kata Akshay BD.

    Base Membantah: “Kami Tidak Ingin Merebut, Kami Ingin Menghubungkan”

    Pollak membalas kritik tersebut dengan nada damai. Ia menegaskan bahwa Base tidak meminta developer Solana pindah secara penuh, melainkan hanya ingin mempermudah akses aset ke permintaan yang tumbuh di Base.

    “Jika Anda builder Solana, kami menyambut Anda dengan tangan terbuka, tanpa ekspektasi Anda pindah total ke Base,” ujar Pollak.

    Ia menyebut kegaduhan ini sebagai masalah komunikasi, bukan masalah kompetisi.

    Pengamat: Base Pernah Lakukan Hal Serupa di Ethereum

    Di tengah perseteruan, sejarawan NFT Leonidas mengingatkan bahwa Base pernah memakai strategi serupa di tahun 2023 terhadap ekosistem Ethereum — mempromosikan “alignment,” menarik developer, lalu membangun ekonomi sendiri dengan cepat.

    “Kampanye Base terhadap Solana terasa tidak tulus. Jika ekosistem Solana percaya propaganda alignment seperti Ethereum dulu, mereka akan bernasib sama,” ujar Leonidas.

    Dua Raksasa Perebut Likuiditas

    Solana dan Base kini menjadi dua jaringan dengan pertumbuhan TVL (total nilai terkunci) tercepat.
    Menurut data DeFiLlama:

    • Solana: ~US$12 miliar TVL
    • Base: ~US$6 miliar TVL

    Keduanya kini memegang hampir US$20 miliar nilai terkunci, dan kian jelas bahwa keduanya bersaing ketat untuk aset, likuiditas, dan developer.

    Baca juga: Token SKR Segera Meluncur, Solana Mobile Bagikan 3 Miliar Token Gratis!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tingkatkan Transparansi, DAO Bongkar Rahasia Kelola Token!

    Ekosistem Decentralized Autonomous Organization (DAO) kembali menghadirkan inisiatif baru untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan token.

    Proposal BIP045 saat ini sedang menjalani proses voting komunitas pada 3–7 Maret untuk meresmikan Yecho Buyback Dashboard sebagai tracker resmi pembelian kembali (buyback) token BIM di jaringan Base.

    Inisiatif ini bertujuan memberikan visibilitas yang lebih jelas kepada komunitas mengenai aktivitas buyback token yang berlangsung di ekosistem BIM.

    Dengan adanya dashboard tersebut, data mengenai pembelian kembali token dapat dipantau secara real-time, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap mekanisme yang berjalan di dalam proyek.

    Baca Juga: Gawat! Solana Curiga Base Mau Mengambil Alih Ekosistem Mereka

    Meningkatkan Transparansi Buyback Token

    Buyback token merupakan salah satu strategi yang cukup umum digunakan dalam ekosistem kripto untuk mengelola suplai token di pasar.

    Melalui mekanisme ini, proyek membeli kembali token dari pasar dengan tujuan tertentu, seperti stabilisasi harga atau penguatan nilai ekosistem.

    Namun, dalam banyak kasus, komunitas sering kali kesulitan memverifikasi sejauh mana proses buyback benar-benar dilakukan oleh tim proyek.

    Proposal BIP045 mencoba menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan dashboard pelacakan buyback yang dapat diakses secara terbuka oleh publik.

    Melalui Yecho Buyback Dashboard, komunitas dapat melihat aktivitas pembelian kembali token BIM secara langsung di jaringan Base, termasuk volume transaksi dan data yang relevan lainnya.

    Dengan pendekatan ini, DAO berharap dapat menciptakan tingkat transparansi yang lebih tinggi dalam ekosistem serta memberikan kejelasan mengenai implementasi kebijakan buyback.

    Peran Jaringan Base dalam Ekosistem

    Menurut laporan Coinmarketcal, integrasi dashboard buyback dengan jaringan Base juga menjadi bagian penting dari proposal ini.

    Base merupakan jaringan Layer 2 Ethereum yang dirancang untuk menawarkan transaksi lebih cepat dan biaya yang lebih rendah dibanding jaringan utama Ethereum.

    Dengan memanfaatkan infrastruktur Base, proses pencatatan dan pelacakan transaksi buyback dapat dilakukan secara efisien sekaligus tetap mempertahankan transparansi berbasis blockchain.

    Penggunaan jaringan Layer 2 juga memungkinkan lebih banyak aktivitas on-chain tanpa menimbulkan biaya transaksi yang terlalu tinggi, sehingga mempermudah pemantauan data oleh komunitas.

    Fokus pada Transparansi dan Pengalaman Pengguna

    Menurut pengamat industri, proposal BIP045 lebih menekankan pada peningkatan transparansi dan pengalaman pengguna (user experience) daripada perubahan mendasar dalam struktur ekonomi token.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa inisiatif ini dapat memperkuat kepercayaan komunitas terhadap proyek, meskipun dampaknya terhadap harga token kemungkinan tidak terlalu signifikan dalam jangka pendek.

    “Ini upgrade di sisi transparansi dan UX, bukan perubahan tokenomik (jumlah buyback nggak nambah). Bagus buat kepercayaan komunitas jangka panjang, tapi pengaruh ke harga kemungkinan minim karena nggak ada mekanisme value-accrual baru,” papar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meskipun langkah ini penting dari sisi tata kelola dan akuntabilitas, investor biasanya mencari mekanisme tambahan yang secara langsung dapat meningkatkan nilai ekonomi token.

    Pentingnya Transparansi dalam DAO

    Dalam ekosistem DAO, transparansi menjadi salah satu prinsip utama yang membedakan model ini dari organisasi tradisional.

    Karena keputusan dan pengelolaan proyek dilakukan secara kolektif oleh komunitas, akses terhadap informasi yang jelas dan terbuka menjadi hal yang sangat penting.

    Dashboard seperti yang diusulkan dalam BIP045 dapat membantu menciptakan sistem yang lebih transparan dan mudah diaudit oleh publik.

    Dengan data yang tersedia secara real-time, komunitas dapat memantau apakah kebijakan yang disepakati benar-benar dijalankan sesuai rencana.

    Langkah ini juga dapat meningkatkan partisipasi anggota komunitas dalam proses governance karena mereka memiliki akses terhadap informasi yang lebih lengkap sebelum mengambil keputusan dalam voting.

    Baca Juga: Jupiter DAO Gelar Voting Net-Zero Emissions, Dampak ke Harga JUP?

    Dampak terhadap Ekosistem BIM

    Jika proposal BIP045 disetujui dalam voting DAO, maka Yecho Buyback Dashboard akan menjadi alat resmi untuk memantau aktivitas buyback token BIM.

    Meski tidak menghadirkan perubahan pada jumlah buyback atau mekanisme tokenomik baru, kehadiran dashboard tersebut tetap memiliki nilai penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang di dalam komunitas.

    Dalam industri kripto yang sering menghadapi isu transparansi dan kepercayaan, inisiatif seperti ini dapat menjadi langkah strategis untuk menunjukkan komitmen proyek terhadap tata kelola yang lebih terbuka.

    Ke depan, keberhasilan implementasi dashboard ini juga dapat menjadi contoh bagi proyek DAO lainnya untuk menghadirkan sistem pemantauan yang lebih transparan bagi komunitas mereka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Base Bidik Ekonomi AI Agent 2026: Jadi Settlement Layer Utama!

    Jaringan layer-2 besutan Coinbase, yakni Base, mulai mengarahkan visinya ke masa depan yang lebih ambisius.

    Menurut laporan Cointelegraph, tahun 2026 diposisikan sebagai momentum penting untuk membangun infrastruktur pasar yang dirancang khusus bagi ekonomi berbasis AI agent atau agentic economy.

    Langkah ini mencerminkan evolusi baru dalam industri kripto, di mana integrasi antara kecerdasan buatan dan blockchain mulai bergerak dari sekadar konsep menuju implementasi nyata.

    Baca Juga: Gawat! Solana Curiga Base Mau Mengambil Alih Ekosistem Mereka

    Infrastruktur untuk AI Agent

    Dalam roadmap terbarunya, Base mengembangkan sejumlah komponen kunci yang dirancang untuk mendukung aktivitas AI agent di jaringan blockchain. Beberapa di antaranya meliputi:

    • Smart accounts berbasis agent (agent-native)
    • Akses melalui CLI (command-line interface) dan MCP
    • Payment rails online untuk transaksi otomatis
    • Dukungan untuk berbagai instrumen seperti spot trading, perpetuals, hingga prediction markets

    Dengan pendekatan ini, Base ingin menciptakan ekosistem di mana AI agent dapat beroperasi secara mandiri: melakukan transaksi, mengelola aset, hingga berinteraksi dengan berbagai protokol tanpa intervensi manusia secara langsung.

    Lonjakan RWA dan Stablecoin

    Ambisi Base juga didukung oleh pertumbuhan signifikan di sektor aset dunia nyata (real-world assets/RWA).

    Nilai on-chain RWA dilaporkan melonjak hingga 240% dalam 12 bulan terakhir, mencerminkan meningkatnya minat terhadap tokenisasi aset tradisional seperti obligasi, properti, dan instrumen keuangan lainnya.

    Di sisi lain, kapitalisasi stablecoin juga mengalami kenaikan sebesar 32%, menegaskan peran penting stablecoin sebagai fondasi likuiditas dalam ekosistem kripto.

    Kombinasi antara RWA dan stablecoin ini menjadi pilar utama bagi Base untuk membangun settlement layer yang mampu mendukung transaksi dalam skala besar, termasuk untuk kebutuhan AI agent.

    Menjadi Settlement Layer Ekonomi Agentic

    Dengan berbagai pengembangan tersebut, Base secara terbuka memposisikan dirinya sebagai settlement layer bagi ekonomi agentic, sebuah sistem di mana AI agent berperan sebagai pelaku ekonomi aktif.

    Dalam skenario ini, AI tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga entitas yang dapat melakukan aktivitas ekonomi secara mandiri, seperti melakukan pembayaran, trading, atau mengelola portofolio.

    Jika berhasil, pendekatan ini dapat mengubah cara interaksi dalam ekosistem digital, sekaligus membuka peluang baru dalam efisiensi dan otomatisasi.

    Dari Narasi ke Eksekusi

    Meski terlihat menjanjikan, strategi Base tetap menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal eksekusi dan adopsi. Pasar kripto dikenal sangat kompetitif, dan banyak proyek dengan narasi besar gagal membuktikan utilitas nyata.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa pendekatan Base cukup menarik, namun tetap membutuhkan validasi dari sisi penggunaan.

    “Ini bukan sekadar narasi AI tempelan, karena Base mencoba mengaitkan pembayaran, tokenisasi, dan account abstraction ke use case agent economy yang konkret. Kalau eksekusinya jalan, Base bisa memperkuat posisi sebagai L2 dengan utilitas paling dekat ke distribusi user Coinbase, tapi pasar tetap akan menuntut bukti traffic dan activity nyata, bukan cuma roadmap futuristik,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Dengan demikian, keberhasilan Base akan sangat bergantung pada kemampuannya menghadirkan aktivitas nyata di jaringan, bukan hanya sekadar visi jangka panjang.

    Posisi Strategis Base

    Sebagai bagian dari ekosistem Coinbase, Base memiliki keunggulan distribusi pengguna yang signifikan. Integrasi langsung dengan platform exchange besar ini memberikan akses ke jutaan pengguna yang dapat menjadi katalis adopsi.

    Selain itu, sebagai jaringan berbasis Ethereum, Base juga mendapatkan manfaat dari ekosistem developer yang luas serta kompatibilitas dengan berbagai aplikasi terdesentralisasi (dApps).

    Hal ini menempatkan Base dalam posisi strategis untuk menjadi salah satu pemain utama dalam gelombang inovasi berikutnya di industri kripto.

    Baca Juga: Coinbase Tolak RUU Kripto AS Terkait Yield Stablecoin

    Ambisi Base untuk membangun infrastruktur bagi AI agent pada 2026 menandai arah baru dalam perkembangan blockchain.

    Dengan fokus pada integrasi pembayaran, tokenisasi, dan otomatisasi berbasis AI, Base berupaya menjadi settlement layer utama dalam ekonomi digital masa depan.

    Namun, seperti halnya inovasi besar lainnya, keberhasilan strategi ini akan sangat ditentukan oleh eksekusi dan tingkat adopsi di dunia nyata.

    Jika mampu menghadirkan utilitas yang konkret, Base berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu layer-2 paling relevan di era AI-driven economy.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Memecoin? Kripto Unik yang Lagi Dilirik Investor


    Jakarta

    Dalam beberapa tahun terakhir, dunia keuangan global telah memasuki fase transisi besar. Ketidakpastian geopolitik, suku bunga yang fluktuatif, dan kelelahan terhadap sistem keuangan konvensional mendorong generasi baru investor untuk mencari bentuk investasi alternatif dan di antara semua opsi yang muncul, kripto tetap menjadi magnet utama.

    Namun, arah pasar kripto sendiri telah berubah secara fundamental. Dari dominasi proyek-proyek teknologi berat dan institusi besar, kini sentimen pasar mulai bergeser ke arah narasi, komunitas, dan partisipasi terbuka. Memecoin, yang dulu dianggap hanya sebagai lelucon pasar, justru menjadi ujung tombak dari gelombang ini. Apa itu memecoin?

    Mengutip Investopedia, Selasa (3/6/2025), memecoin adalah altcoin, mata uang kripto selain Bitcoin, yang diberi nama berdasarkan tren, topik humor atau hal-hal lucu, atau apa pun yang terlintas di benak seseorang. Biasanya, koin ini dibuat untuk membangun keterlibatan komunitas dan dapat digunakan dalam pembayaran antar pengguna, investasi spekulatif, atau perdagangan.


    Dalam banyak kasus, memecoin disertai dengan situs web bertema komedi, istilah-istilah yang kadang tidak masuk akal, serta promosi rasa kebersamaan oleh penciptanya dan para penggemar untuk menarik minat orang lain.

    Secara umum, memecoin bekerja dengan cara yang mirip seperti mata uang kripto lainnya: seseorang atau sekelompok orang menciptakan sebuah token-biasanya di atas blockchain yang sudah ada-dan mulai memasarkan koin tersebut. Misalnya, Solana dan Base menjadi blockchain paling populer yang digunakan pembuat memecoin sepanjang tahun 2024.

    Sebagian besar memecoin tidak diciptakan dengan tujuan penggunaan tertentu, selain sebagai aset yang bisa diperdagangkan dan dikonversi. Meski begitu, koin-koin ini menjadi sangat populer di kalangan trader kripto di bursa-dengan volume perdagangan harian secara konsisten melampaui $6 miliar di awal tahun 2025.

    Memecoin biasanya tersedia untuk publik melalui bursa terdesentralisasi, meskipun beberapa bursa tersentralisasi juga mulai mencantumkan meme coin yang lebih populer-dan jumlahnya sangat banyak.

    Situs agregator data dan analisis kripto CoinGecko melaporkan bahwa terdapat 5,3 juta memecoin yang diluncurkan hanya di platform Pump.fun, sejak tanggal peluncurannya pada 19 Januari 2024 hingga 1 Januari 2025. Ini berarti rata-rata 15.229 memecoin diluncurkan setiap hari hanya di satu platform.

    “Banyak investor ritel yang merasa terasing dari proyek-proyek besar mulai berbondong-bondong masuk ke proyek berbasis komunitas. Di ruang ini, humor, cerita, dan loyalitas kolektif sering kali lebih berarti daripada whitepaper teknis. Ke depan memang perlu menggabungkan simbolisme budaya lokal dengan mekanisme tokenomics canggih, menawarkan bukan hanya keuntungan jangka pendek, tapi arah jangka panjang yang selaras dengan identitas komunitasnya. Salah satunya $KOKOK yang bisa menjadi simbol ketahanan baru,” ujartrader legendaris asal Thailand, Srisiamseorang.

    Srisiam menegaskan bahwa $KOKOK bukan sekadar memecoin biasa, tetapi fondasi dari gerakan baru yang akan mengubah lanskap komunitas Web3 Asia.

    “$KOKOK lahir dari semangat bertahan hidup di tengah ketidakpastian global. Komunitas yang terus solid meski saat pasar runtuh. Karakter Kokok bukan fiksi semata. Ia hidup dari kekuatan komunitas,” ujar Srisiam.

    Setelah melakukan pembakaran 80% dari total pasokan awal (800 juta dari 1 miliar token), $KOKOK kini hanya memiliki 200 juta token beredar, menciptakan kelangkaan ekstrem yang memicu gelombang minat pasar dan supply shock. Pasangan perdagangan KOKOK/SOL di Raydium melonjak, dengan beberapa analis menyebut potensi 10x hingga menuju kapitalisasi $100 juta.

    Srisiam menjelaskan bahwa narasi “Roach Runner” menjadi elemen kunci dari daya tarik $KOKOK. Kecoa makhluk yang dikenal bisa bertahan hidup bahkan setelah kiamat menjadi simbol ideal untuk semangat para investor yang dimana tak bisa dibunuh, dan selalu kembali bangkit.

    “$KOKOK bukan anjing, bukan kucing. Ia serangga blockchain. Unik. Tak tergantikan. Dan justru karena itu, dia akan meledak. Ini akan seperti $FARTCOIN tapi lebih cepat dan lebih liar,” tambah Srisiam.

    Memasuki fase pertumbuhan berikutnya, $KOKOK tidak hanya mengandalkan kekuatan narasi dan komunitas semata. Ekosistem ini kini tengah bergerak menuju penguatan utilitas nyata melalui pengembangan fitur staking dan alat investasi berbasis komunitas. Langkah ini ditujukan untuk memperpanjang siklus hidup token dan memberi ruang partisipasi yang lebih dalam bagi pemiliknya, tanpa harus bergantung pada hype semata.

    Salah satu inisiatif utama yang tengah dikembangkan adalah mekanisme staking untuk token $KOKOK. Pengguna akan memiliki opsi untuk mengunci aset mereka dalam periode tertentu guna memperoleh imbal hasil, sekaligus mendapatkan status loyalitas khusus dalam komunitas. Model ini diharapkan bisa memperkuat rasa kepemilikan dan menumbuhkan insentif jangka panjang bagi para holder.

    Di saat yang sama, tim pengembang juga tengah merancang RoachHub DAO, sebuah platform tata kelola berbasis blockchain yang memungkinkan komunitas mengambil peran langsung dalam menentukan arah proyek. Melalui DAO ini, para anggota “Roach Army” akan dapat melakukan voting terhadap berbagai keputusan penting, seperti pendanaan inisiatif meme, pengembangan produk baru, hingga penunjukan mitra ekosistem.

    Sebagai pelengkap dari ekosistem ini, akan hadir pula dashboard investasi komunitas, yaitu seperangkat alat analitik dan sosial yang membantu pengguna dalam mengambil keputusan berbasis data dan diskusi terbuka. Berbeda dengan alat investasi tradisional yang sering hanya berpihak pada “whale” atau pemain besar, dashboard ini dirancang untuk mendukung keputusan kolektif komunitas kecil-menengah-mereka yang selama ini dianggap pinggiran, namun justru menjadi tulang punggung dari dunia Web3.

    “Kami tidak sedang membangun koin untuk hari ini. Kami membangun pergerakan jangka panjang. $KOKOK adalah energi sosial, dan masa depan Web3 akan dimenangkan oleh komunitas, bukan institusi,”ujarnya.

    (igo/fdl)



    Sumber : finance.detik.com