Source : unsplash.com / Eater Collective
Jakarta –
Belum lama ini ahli mengungkap konsumsi dua makanan saja bisa meningkatkan kesehatan usus dan mencegah gejala flu. Lantas, makanan apa yang dimaksud?
Beberapa jenis penyakit seringkali menyerang seseorang, mulai dari batuk dan flu hingga pencernaan yang tidak lancar. Terlebih, pada musim hujan seperti ini, seseorang biasanya lebih rentan terpapar virus dan bakteri yang membuatnya jatuh sakit.
Menjaga pola makan adalah salah satu hal yang bisa membantu mencegah paparan penyakit. Terutama, ketika makanan yang dikonsumsi tepat dan memang memiliki nutrisi berkhasiat.
Seorang ahli kesehatan di Landys Chemist bernama Rhysa Phommachanh mengungkap dua makanan yang perlu dimakan lebih banyak. Makanan itu adalah bawang putih dan madu yang menurutnya telah terbukti menyehatkan, lapor getsurrey.co.uk (07/01/2025).
Rhysa menjelaskan bawang putih kaya akan serat prebiotik insulin yang bisa meningkatkan kesehatan usus dan diyakini memiliki sifat antimikroba dan antivirus untuk melawan penyakit dan meredakan gejala flu.
Madu dan bawang putih diyakini bisa membantu menyehatkan usus dan mencegah penyakit flu. Foto: Getty Images/Anantaradhika
|
Sedangkan madu juga kaya akan antioksidan, seperti flavonoid dan polifenol yang dapat menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh dan menangkal penyakit.
Meskipun dua makanan ini disarankan oleh ahli Rhyse, tetapi pakar gizi lainya juga menyarankan untuk menambah beberapa jenis makanan lain supaya sistem kekebalan tubuh meningkat.
Ahli gizi dari Ski Famille menyarankan untuk menambah bayam dan buah jeruk ke dalam makanan sehari-hari. Bayam kaya akan antioksidan, vitamin C, dan beta-karoten yang dapat meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.
Bayam bisa dimasak sebentar saja, misalnya direbus supaya sayuran ini mempertahankan nutrisinya sekaligus membuat nutrisinya lebih mudah diserap tubuh.
Buah-buahan jeruk dan sayur bayam juga disarankan untuk dikonsumsi. Foto: Twitter/Visual
|
Buah-buahan citrus, seperti jeruk, jeruk lemon, atau jeruk nipis juga bisa ditambahkan. Konsumsi jeruk bisa melawan pilek dan penyakit lainnya. Jeruk juga merupakan buah dengan kandungan vitamin C dan antioksidan tinggi yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga bisa melawan infeksi dan flu.
Sophia Moore, ahli gizi dari Ski Famille sempat mengungkap, “Sistem imun adalah garis pertahanan terbaik tubuh. Mendukungnya melalui asupan nutrisi tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan. Perubahan sederhana, seperti menggabungkan lebih banyak makanan berkhasiat ke dalam makanan harian bisa membantu tubuh tetap kuat dan tangguh sepanjang tahun.”
Jika tubuh kekurangan gizi atau gizi di dalam tubuh seseorang berkurang, maka mereka akan mengalami penurunan fungsi imun. Oleh karenanya, mendukung sel imun dengan mengonsumsi makanan dan minuman bernutrisi sangatlah penting.
Terutama jika ingin menghindari penyakit selama musim flu dan batuk, kamu perlu memberi bahan bakar pada sel imun dengan cara mengonsumsi makanan seperti disarankan oleh para ahli ini.
(aqr/adr)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Selain menjadi penambah aroma dan rasa, bawang putih juga bisa diracik menjadi teh. Minum teh bawang putih mendatangkan manfaat serta efek samping ini!
Bawang putih yang memiliki aroma menyengat sejak lama dipakai sebagai bumbu rempah dalam berbagai macam masakan. Tidak hanya itu, bawang putih juga sering dimanfaatkan sebagai obat herbal.
Bawang putih bisa dimakan mentah, diolah bersama bahan makanan lain, diambil ekstraknya, sampai dibuat jadi teh.
Teh bawang putih merupakan racikan populer untuk menghindari gejala flu. Terbuat dari berbagai macam bahan, mulai dari bawang putih, lemon, dan madu. Hanya perlu merebus air, kemudian menambah beberapa siung bawang putih yang sudah dikupas. Barulah ditambah dengan air jeruk lemon dan madu.
Namun, konsumsinya perlu dibatasi dan disesuaikan kondisi masing-masing orang karena bisa juga menimbulkan efek samping.
Manfaat teh bawang putih
1. Meningkatkan kekebalan tubuh
Minum teh yang terbuat dari rebusan bawang putih dikenal bisa meningkatkan imunitas tubuh karena senyawa alicilin di dalamnya. Foto: iStock
|
Bawang putih yang terkandung di dalam racikan teh ini memiliki senyawa allicin dengan sifat antimikroba dan antivirus.
Saat diracik jadi teh, senyawa allicin membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh melawan infeksi, termasuk flu dan batuk.
Beberapa senyawa di dalam bawang putih juga dapat membantu tubuh menyerap seng lebih efisien.
Menurut Mayo Clinic, zinc membantu sistem kekebalan tubuh dengan mendukung pertumbuhan sel imun, seperti limfosit, neutrofil, dan makrofag, lalu membantu meningkatkan fungsinya, lapor Everyday Health (06/09/2024). Pasalnya, kekebalan tubuh bisa saja menurun karena tubuh kekurangan zinc atau seng.
2. Menjaga kesehatan jantung
Senyawa alicilin di dalamnya juga bisa menurunkan tekanan darah hingga meningkatkan kesehatan jantung. Foto: Ilustrasi iStock
|
Senyawa allicin pada bawang putih juga bisa menurunkan tekanan darah dan kolesterol LDL (kolesterol jahat). Hal ini juga dikaitkan dengan manfaat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke jika bawang putih dikonsumsi rutin.
Ahli gizi Victoria Taylor juga mengungkap bahwa bawang putih terkenal mampu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Manfaat ini didukung oleh kandungan nutrisi di dalamnya, seperti vitamin C dan B6, mangan dan selenium, dan beberapa zat kimia lainnya.
Namun, untuk mengatasi risiko penyakit jantung, penting untuk memikirkan juga pola makan secara keseluruhan. Jangan hanya mengandalkan minum teh bawang putih.
3. Meningkatkan aliran darah
Menurut situs Everyday Health, sebuah penelitian dilakukan dengan melibatkan dua kelompok partisipan. Satu mengonsumsi tablet bubuk bawang putih dan yang lain mengonsumsi plasebo (obat palsu) mengandung tepung maizena.
Penelitian tersebut menemukan bahwa kelompok yang mengonsumsi bubuk bawang putih memiliki fungsi lebih baik dalam lapisan pembuluh darah atau endotelium. Endotelium ini yang membantu mengendalikan aliran darah.
Manfaat dan efek samping konsumsi teh bawang putih bisa dilihat pada halaman selanjutnya!
4. Memiliki efek detoksifikasi
Minum teh bawang putih juga bagus untuk detoksifikasi tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Teh bawang putih memiliki efek detoksifikasi yang dapat mengeluarkan racun dari tubuh. Alhasil organ hati dan ginjal tetap sehat dan berfungsi dengan baik.
Bawang putih juga bisa membantu meningkatkan metabolisme tubuh, serta mengurangi rasa lapar. Sehingga membantu mengendalikan nafsu makan dan membakar lemak lebih efektif.
5. Efek samping minum teh bawang putih
Penting untuk perhatikan konsumsinya karena bawang putih maupun bahan tambahan di dalam teh ini bisa timbulkan efek samping. Foto: Getty Images/Liliia Bila
|
Meski punya banyak manfaat, bukan berarti teh bawang putih tidak punya efek samping.
Efek samping paling umum tentu meliputi bau mulut, bau badan, serta sakit perut. Selain masalah pencernaan, seperti kembung dan perut bergas, bawang putih juga bisa menyebabkan rasa mulas pada sebagian orang.
Melansir Very Well Fit (09/05/2025), National Institutes of Health (NIH) mengungkap bahwa konsumsi bawang putih bisa meningkatkan risiko pendarahan.
Jika mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin atau habis menjalani operasi, lebih baik tanyakan dulu kepada layanan kesehatan medis sebelum minum teh ini.
Teh bawang putih juga biasanya ditambah dengan lemon. Namun perlu diwaspadai, lemon bisa menyebabkan erosi gigi karena sifatnya yang asam. Oleh karena itu, lebih baik langsung berkumur setelah meminumnya.
Tambahan madu juga membuat asupan gula menjadi lebih besar karena madu mengandung gula tinggi. Akan lebih baik menambahkan madu dalam jumlah sedikit.
(aqr/adr)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Bawang putih mengandung senyawa penting untuk mendukung kesehatan. Namun, ada beberapa manfaat bawang putih yang ternyata hanya mitos belaka.
Bawang putih tidak hanya berguna menyedapkan masakan tetapi juga sebagai metode pengobatan alami. Ini karena bawang putih mengandung zat dengan sifat antimikroba yang ampuh.
Mengonsumsi bawang putih dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Kisah tentang kemampuan penyembuhan bawang putih bermula dari Yunani Kuno.
Sayangnya, kini banyak bertebaran mitos-mitos yang salah kaprah tentang manfaat bawang putih. Dikutip dari The Daily Mail (30/03/25) berikut mitos tentang bawang putih yang masih dipercaya.
1. Menyembuhkan demam
Bawang putih ilustrasi. Foto: Ilustrasi iStock
|
Ada cerita rakyat yang menyebut bahwa mengoleskan bawang putih mentah ke telapak kaki anak dapat menurunkan demam. Hal ini masih dilakukan hingga sekarang.
Padahal, tidak ada penjelasan secara ilmiah yang dapat membuktikan hal tersebut, meskipun bawang putih memiliki sifat anti bakteri.
Justru, sebuah penelitian mengimbau agar menghentikan praktik ini karena bisa berbahaya. Menurut peneliti yang diterbitkan dalam jurnal Pediatric Emergency Care, cara tersebut dapat mengakibatkan cedera yang tidak sengaja.
2. Menyembuhkan jerawat
Pada 2024 lalu, sempat ada tren kecantikan yang menyarankan orang untuk mengonsumsi bawang putih mentah setiap hari untuk menghilangkan jerawat hormonal.
Ini dipercaya karena hubungan antara produksi sebum di kulit dan kemampuan bawang putih yang diketahui dapat melawan peradangan. Meskipun kedengarannya masuk akal, tetapi hal tersebut tidak benar adanya.
Para ahli berpendapat tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa bawang putih dapat menyembuhkan jerawat.
Meskipun makan bawang putih dalam jumlah sedang mungkin aman, tetapi jika berlebihan justru bisa menimbulkan masalah tersendiri, seperti baru mulut, bau badan, dan sakit perut
Mitos tentang bawang putih ada di halaman selanjutnya.
3. Mengobati infeksi telinga
Infeksi telinga merupakan penyakit yang umum di kalangan anak-anak. Biasanya diobati dengan pengobatan rumahan yakni menggunakan bawang putih sebagai bahan alami untuk melawan infeksi.
Hal ini dilakukan karena bawang putih memang memiliki sifat antimikroba allium yang sangat efektif. Namun, kemanjuran metode ini masih diperdebatkan dalam dunia medis.
Para ahli secara kolektif setuju bahwa memasukkan satu siung bawang putih langsung ke telinga anak bukanlah ide yang baik. Cara ini bahkan berbahaya karena berisiko merusak gendang telinga, menyebabkan ruam, dan infeksi.
4. Membantu menurunkan berat badan
Bawang putih tidak dapat menurunkan berat badan. Foto: Pixabay/stevepb
|
Bawang putih mengandung allicin atau senyawa yang mengandung sulfur. Karena hal ini, banyak yang berpendapat bahwa mengonsumsi bawang putih saja bisa menurunkan berat badan.
Namun, hal tersebut faktanya tidak didukung oleh penjelasan ilmiah. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Nutrition memang menemukan bahwa bawang putih dapat bermanfaat untuk diet.
Namun, manfaat itu tidak didapatkan dengan hanya mengonsumsi bawang putih saja, tetapi juga dibarengi dengan diet rendah kalori.
5. Dapat mendetoksifikasi darah
Kaitan antara konsumsi bawang putih dan kesehatan darah sering kali diteliti. Maka tak heran jika memunculkan mitos bahwa bawang putih dapat mendetoksifikasi darah.
Penelitian menunjukkan bahwa bawang putih dapat bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan trigliserida serum, membantu dalam pencegahan dan pengobatan penyakit kardiovaskular.
Namun, meskipun benar, tetapi tidak ada bukti yang menyebutkan bahwa bawang putih dapat mendetoks darah. Terlebih lagi, untuk mendapatkan efek yang diinginkan, bawang putih kemungkinan besar perlu bekerja sama dengan tindakan lain.
(raf/odi)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Bawang putih bukan bumbu dapur biasa, melainkan rempah kaya kaya khasiat untuk kesehatan. Begini manfaat bawang putih dan cara tepat menggunakannya.
Bawang putih sejak lama digunakan sebagai bumbu dapur karena aroma dan rasanya yang khas. Banyak masakan pun bakal lebih enak jika ditambahkan bawang putih.
Namun, bawang putih juga terkenal akan manfaat sehatnya. Jenis bawang ini disebut bersifat antibakteri dan antivirus sehingga bisa mengatasi beberapa masalah kesehatan.
Dalam menggunakan bawang putih sebagai solusi masalah kesehatan, ada hal yang perlu diperhatikan. Kamu bisa mengonsumsi bawang putih atau justru menggunakannya secara topikal alias ke kulit.
Mengutip Times of India, ini 7 manfaat bawang putih untuk kesehatan dan cara menggunakannya:
1. Jerawat
Jerawat adalah kondisi peradangan kulit yang dialami banyak orang. Pada kasus parah, jerawat dapat membuat penderitanya merasakan nyeri dan pastinya mengganggu penampilan.
Untuk mengatasinya, coba cara alami menggunakan bawang putih, Senyawa antimikroba dan antiinflamasi, allicin pada bawang putih bantu menghambat bakteri penyebab jerawat dan mengurangi inflamasi.
Cara menggunakannya, lumatkan satu siung bawang putih dan campur dengan madu hingga berbentuk seperti pasta. Taruh pasta ini di area berjerawat. Diamkan 10-15 menit. Bilas bersih dengan air hangat.
2. Masalah pencernaan
Foto: Getty Images/iStockphoto/Burhanuddin Helmi
|
Masalah pencernaan seperti perut kembung dan bergas tentu bikin tidak nyaman. Coba manfaatkan bawang putih untuk membuat sistem pencernaan yang lebih sehat.
Bawang putih menstimulasi produksi enzim pencernaan, mendorong mikrobioma usus yang sehat, dan bantu mengurangi gejala gangguan pencernaan.
Coba tambahkan bawang putih mentah atau yang sudah dimasak sebentar ke makanan sehari-hari. Cara lain, minum air rebusan bawang putih.
3. Rambut rontok
Tak sedikit orang yang mengalami rambut rontok hingga membuat was-was karena jumlahnya sangat banyak. Kalau mau atasi dengan cara alami, coba pakai bawang putih.
Bawang putih bantu pertumbuhan rambut yang sehat dan mengatasi kerontokan dengan cara meningkatkan sirkulasi darah untuk kulit kepala, menyediakan nutrisi esensial, dan bersifat antimikroba.
Caranya dengan menghancurkan bawang putih dan mencampurnya bersama minyak kelapa atau minyak zaitun. Ambil minyaknya dan oleskan ke kulit kepala. Diamkan 30 menit hingga 1 jam, lalu bilas pakai shampo. Gunakan seminggu untuk hasil optimal.
4. Tekanan darah tinggi
Foto: Getty Images/iStockphoto/Everyday better to do everything
|
Manfaat terkenal dari konsumsi bawang putih adalah menurunkan tekanan darah tinggi. Sebab bawang putih bantu pembuluh darah rileks dan meningkatkan sirkulasi darah yang berujung pada tekanan darah lebih rendah. Semua ini berkat kandungan allicin.
Kamu hanya perlu mengonsumsi bawang putih mentah secara rutin. Jika tidak tahan aromanya, bisa dengan konsumsi suplemen bawang putih.
Selengkapnya di halaman selanjutnya.
5. Bau mulut
Bau mulut adalah masalah kesehatan yang mengganggu penampilan secara keseluruhan. Bau mulut salah satunya bisa diatasi dengan bawang putih yang bersifat antibakteri.
Efek antibakteri pada bawang putih bantu mengeliminasi bakteri penyebab bau mulut. Cara pakainya mudah, kunyah sedikit potongan bawang putih mentah. Kamu juga bisa minum jus bawang putih dan air. Setelah itu pakai obat kumur mint untuk menyingkirkan aroma bawang putih yang mungkin tertinggal.
6. Infeksi telinga
Foto: iStock
|
Masalah infeksi telinga sangat mungkin menyakitkan dan sulit diobati. Bawang putih dengan sifat antibakteri alaminya bisa jadi solusi. Minyak bawang putih mengandung senyawa antimikroba dan antiinflamasi yang meredakan infeksi.
Caranya, teteskan minyak bawang putih ke telinga. Dibuat dari bawang putih yang dihancurkan bersama minyak zaitun. Ambil minyaknya pakai pipet sebanyak 2-3 tetes. Biarkan minyak itu di telinga selama beberapa menit.
7. Kutil
Kutil adalah masalah kulit yang umumnya disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Kutil bisa diatasi dengan bawang putih karena bumbu dapur ini mengandung allicin yang mampu melawan virus penyebab kutil.
Sifat antivirus dan antimikroba pada bawang putih menjadi khasiat hebat di baliknya. Kamu bisa menghancurkan beberapa siung bawang putih segar untuk mendapatkan jusnya. Oleskan langsung ke kutil. Tutupi dengan plester dan biarkan selama beberapa jam atau semalaman. Ulangi sehari-hari sampai kutil mulai menghilang.
(adr/odi)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Bawang putih dan madu dapat dikonsumsi bersamaan. Kombinasi keduanya dapat meningkatkan manfaat kesehatan kulit yang membuatnya lebih cerah. Ini penjelasannya!
Bawang putih dan madu diketahui sebagai dua bahan yang umum dikonsumsi karena manfaat sehatnya. Bahkan, keduanya bisa dikonsumsi secara bersamaan.
Dilansir dari Food NDTV (9/8), kombinasi bawang putih dan madu menghasilkan manfaat kesehatan yang beragam. Salah satunya dapat meningkatkan kesehatan kulit.
Sonia Narang, selaku ahli gizi mengungkapkan kalau mengonsumsi bawang putih dan madu sebelum tidur dapat meningkatkan kecerahan kulit pada wajah. Penjelasan ini disampaikannya melalui video Instagram dengan akun @sonianarangdietclinics.
bawang putih campur madu Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Bawang putih dan madu sama-sama mengandung zat antioksidan yang tinggi. Mereka juga memiliki khasiat antibakteri. Kedua zat tersebut penting untuk kesehatan kulit yang optimal.
Bawang putih juga dikenal dapat menyegarkan kulit dengan melindunginya dari efek radikal bebas. Akibat radikal bebas itu dapat memperlambat penipisan kolagen yang bisa menyebabkan kulit menua lebih cepat.
Menurut Fat Secret, 100 gram madu mengandung sekitar 304 kalori dengan total karbohidrat 84,2 gram, protein 0,3 gram, serat 0,2 gram, kalsium 6 mg, potasium 52 mg, dan lainnya. Sedangkan, dalam 100 gram bawang putih mengandung 149 kalori, 0,5 gram lemak, 33,06 gram karbohidrat, 6,36 protein, dan lainnya.
Jadi, bagaimana cara mengonsumsi kombinasi bawang putih dan madu agar kulit bercahaya?
Untuk mengonsumsi kombinasi makanan ini, cukup siapkan cuci 1 siung bawang putih lalu potong-potong kecil. Setelah itu, taruh bawang putih cincang dengan sendok dan tuangkan madu ke atasnya.
Kamu bisa mengonsumsi kombinasi keduanya sebelum tidur setiap malam. Sonia mengklaim kalau hasilnya akan terlihat ketika pagi hari tiba. Apalagi jika rutin mengonsumsinya.
Untuk menghindari bau mulut setelah makan bawang putih, Sonia menyarankan untuk mendiamkan bawang putih cincang selama 10 menit. Kemudian, barulah mencampurkannya dengan madu.
Sonia juga merekomendasikan untuk menelan bawang putih dengan air daripada mengunyahnya. Ia juga menekankan untuk menyikat gigi 10 menit setelah mengonsumsinya.
(yms/odi)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
TikToker ini menunjukkan penggunaan kulit bawang. Pasalnya, kulit itu bisa diolah jadi bumbu halus yang enak untuk masakan dan berkhasiat bagi kesehatan.
Banyak orang menganggap kulit bawang putih, bawang merah, atau bawang bombai hanyalah sisa yang perlu dibuang. Rupanya, kulit itu bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi bumbu halus yang tidak kalah enak.
Melalui TikTok @elle_kvi, Elle menghimbau banyak orang untuk tidak membuang kulit bawang bombai atau bawang putih ke tempat sampah. Pasalnya, kulit itu memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, lapor dailyexpress.com (06/10/2024).
Dalam video tersebut, ia terlihat mencuci kulit bawang dan memasukkannya ke dalam loyang kue lalu meanggangnya di oven. Selanjutnya kulit bawang yang sudah dipanggang dihaluskan hingga jadi bubuk. Bubuk halus inilah yang kemudian digunakan untuk memasak.
Dalam keterangan ia juga menjelaskan jika kulit bawang bombai dan bawang putih merupakan sumber serat, antioksidan, dan flavonoid, yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. Selain itu, kulit bawang bombai dan bawang putih juga menjadi sumber vitamin A, C, dan E yang sangat baik.
Tiktoker ini memperingati banyak orang untuk tidak membuang kulit bawang ke tempat sampah. Foto: TikTok @elle_kvi, Elle
|
Sayangnya, hal ini tidak begitu dipercayai banyak orang. Beberapa netizen masih ada yang ragu-ragu dan bertanya apakah kulit bawang punya rasa.
Elle menanggapinya dengan mengungkap, “Ya! Saya menggunakannya untuk membumbui dan memberi rasa pada hampir semua makanan!”
Menurut TikToker ini, bagian kulit bawang bombai dan bawang putih yang teksturnya seperti kertas ternyata kaya akan rasa.
Sarannya untuk tidak membuang kulit bawang ini sebenarnya baik untuk diikuti. Dr, Karan Raj, belum lama ini juga menekankan bahwa kulit buah atau sayuran tertentu memiliki manfaat kesehatan yang besar.
Kulit bawang bisa dipanggang dan dihaluskan menjadi bumbu halus untuk masakan. Foto: TikTok @elle_kvi, Elle
|
Dokter bedah ini memberi contoh bagaimana kulit jeruk juga bisa digunakan untuk memberi nutrisi tambahan bagi tubuh. Menurutnya, kulit jeruk mengandung banyak nutrisi, mulai dari serat larut yang disebut pektin, kadar vitamin C tinggi, hingga karotenoid dan polifenol yang merupakan senyawa anti-inflamasi.
Dokter ini juga menyarankan untuk memanfaatkan kulit jeruk itu sebagai topping pada es krim, kue, hingga yogurt.
Melansir Alodokter, kulit bawang memang bisa diolah atau diekstrak jadi bubuk. Ekstraknya bisa dicampur dalam masakan, dijadikan suplemen, atau campuran dalam teh.
Kulit bawang itu juga berkhasiat untuk kesehatan tubuh, Foto: TikTok @elle_kvi, Elle
|
Berbagai khasiat bisa didapatkan dari kulit bawang ini, mulai dari membantu menurunkan berat badan, mencegah keparahan gejala asma, meredakan radang sendi, hingga mencegah penyakit jantung.
Selain bermanfaat bagi kesehatan, ekstrak kulit bawang juga bisa digunakan dalam proses pengolahan berbagai macam makanan. Mulai dari membantu mengawetkan roti agar tidak mudah berjamur, mencegah reaksi oksidasi pada minyak goreng, hingga meningkatkan kandungan serat pada mie dan pasta.
(aqr/adr)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Bawang putih memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya dengan membantu menurunkan kadar kolesterol secara alami sampai 10%.
Pola makan tak teratur hingga asupan lemak berlebih bisa memicu lonjakan kolesterol dalam darah yang berakibat pada risiko penyakit serius. Seperti gangguan jantung hingga serangan stroke.
Kolesterol atau kandungan lemak darah ada dua jenis, yaitu kolesterol buruk atau LDL (Low-Density Lipoprotein) dan kolesterol baik atau HDL (High Density Lipoprotein). Pada dasarnya ada jenis kolesterol yang memang dibutuhkan oleh tubuh.
Kolesterol buruk merupakan kolesterol yang berbahaya untuk kesehatan. Sedangkan kolesterol baik berfungsi untuk membersihkan kolesterol yang berbahaya dalam darah. Kemudian mengalirkan kembali ke hati untuk dikeluarkan oleh tubuh sebagai racun.
Rutin Makan Bawang Putih Bisa Turunkan Kolesterol Sampai 10% Foto: Ilustrasi iStock
|
Dilansir dari Mirror UK (25/12), rupanya ada cara mudah membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Salah satunya dengan rutin mengonsumsi bawang putih segar seberat 3-6 gram per hari.
Cara ini dipercaya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol sampai 10%. Ada beberapa penelitian yang mengklaim bahwa konsumsi bawang putih ini bisa menurunkan kolesterol secara signifikan. Hal ini karena kandungan allicin yang tinggi. Allicin merupakan antioksidan yang terdapat di bawang putih dan membuat aroma bawang putih menyengat.
Allicin merupakan salah satu jenis antioksidan yang juga memberikan aroma khas pada bawang putih. Kandungan itu disebut menghalangi produksi kolesterol jahat atau LDL di organ hati dengan mengikat reseptor LDL pada sel-sel hati.
Efeknya seringkali bergantung pada dosis, yang berarti bahwa dosis bawang putih lebih tinggi dapat menyebabkan penurunan LDL yang lebih besar.
Rutin Makan Bawang Putih Bisa Turunkan Kolesterol Sampai 10% Foto: Ilustrasi iStock
|
Beberapa peneliti percaya bahwa jenis dan bentuk bawang putih yang dikonsumsi memberikan efek yang berbeda. Ada peneliti yang merekomendasikan bahwa ekstrak bawang putih tua paling bagus untuk menurunkan kolesterol.
Sementara, penelitian lain menyebut bawang putih yang dijual dalam bentuk cincang halus atau buliran disebut sudah tidak efektif dalam menurunkan kolesterol darah.
Meski bawang putih memiliki manfaat yang baik untuk membantu menurunkan kolesterol, ahli diet senior dari British Heart Foundation, Victoria Taylor menyebut bumbu dapur ini hanyalah sebagian kecil dari langkah menurunkan kolesterol.
Penerapan gaya hidup secara keseluruhan tetap diperlukan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dan menghindarkan diri dari berbagai penyakit faktor risiko kolesterol.
“Bawang putih dapat menambah rasa pada makanan tanpa menambahkan garam. Namun, untuk mengatasi risiko penyakit jantung dan peredaran darah, penting untuk memikirkan pola makan Anda secara keseluruhan, bukan hanya satu bahan. Jangan hanya mengandalkan bawang putih untuk menurunkan risiko,” pungkasnya.
(sob/odi)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Mengiris bawang bombai seringkali membuat kita berderai air mata. Bukan karena sedih, ini karena kandungan yang ada pada bawang.
Baik ditumis, dipanggang, atau mentah, bawang bombai adalah bahan pokok dalam banyak resep makanan. Namun, rasa bawang bombai ini harus dibayar dengan harga yang mahal: air mata. Tetapi, mengapa mengiris bawang bombai membuat kita menangis?
Penyebabnya disebut faktor lakrimasi, suatu zat kimia yang mengiritasi saraf di kornea. Ketika bawang bombai utuh, sekelompok senyawa yang disebut sistein sulfoksida dipisahkan dari enzim yang disebut alliinase.
Tapi, ketika kamu mengiris atau menghancurkan bawang bombai, penghalang yang memisahkan senyawa dan enzim tersebut rusak. Keduanya bergabung dan memicu reaksi, menyebabkan sistein sulfoksida menjadi asam sulfenat.
Pada bawang bombai, terdapat dua kemungkinan keberadaan asam sulfenat. Pertama, ia dapat mengembun secara spontan dan menjadi senyawa organosulfur. Senyawa organosulfur inilah yang memberi bawang bombai aroma dan rasa yang kuat. Reaksi serupa terjadi pada bawang putih, itulah sebabnya ia juga memiliki rasa yang begitu tajam.
Namun, kemungkinan kedua untuk asam sulfenat hanya terdapat pada bawang bombai dan beberapa jenisallium lainnya. Enzim lain, yang disebut sintase faktor lakrimasi, yang tersembunyi di dalam sel, berperan dan mengubah asamsulfenat menjadi faktorlakrimasi, yang dikenal oleh para ahli kimia sebagai propanethial S-oksida.
Faktor lakrimasi adalah cairan yang mudah menguap, artinya ia berubah menjadi uap dengan sangat cepat. Begitulah cara zat tersebut mencapai mata dan mengiritasi saraf sensorik.
“Mata Anda mulai berair untuk menghilangkan zat yang mengiritasi itu,” kata Josie Silvaroli, seorang peneliti di bidang pendidikan dan inovasi farmasi di Ohio State University dan penulis pertama studi tahun 2017 tentang faktor lakrimasi dalam Live Science, Senin (20/10/2025).
Kemungkinan besar senyawa organosulfur yang memberi bawang bombai rasa yang kuat dan faktor lakrimasi yang memicu air mata berevolusi sebagai mekanisme pertahanan. Senyawa-senyawa tersebut dimaksudkan untuk mencegah serangga, hewan, atau parasit yang dapat merusak tanaman bawang bombai.
Cara Memotong Bawang Bombai Tanpa Menangis
Silvaroli memberi beberapa tips agar kamu tidak perlu menitihkan air mata saat memotong bawang bombai. Berikut langkah-langkahnya:
1. Menggunakan kacamata pelindung
2. Memotong dengan pisau tajam
3. Jangan dinginkan bawang bombai
(nir/faz)

Sumber : www.detik.com
|