Tag: bayi

  • Minum Susu 2 Liter Sehari Tidak Realistis, Bukan Solusi Tinggi Badan


    Jakarta

    Profesor ilmu nutrisi dan penyakit metabolik anak angkat bicara soal testimoni minum susu 2 liter sehari yang disebut punya dampak positif bagi pertumbuhan tinggi badan anak. Ditegaskan, minum susu dalam jumlah tersebut tidak realistis dan malah membahayakan.

    Pendapat ini disampaikan oleh Prof dr H Dida Akhmad Gurnida, SpA, Subsp.NPM, pakar penyakit metabolik anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Ia menegaskan, mengonsumsi susu 2 liter sehari punya risiko bagi kesehatan.

    “Mengonsumsi 2 liter susu per hari bukan praktik yang realistis atau aman untuk semua anak,” katanya dalam penjelasan tertulis kepada detikcom, Jumat (30/5/2025).


    Prof Dida menuturkan, kapasitas lambung anak usia sekolah bervariasi antara 500 hingga 1.000 mililiter. Karenanya, mustahil asupan makanan lain bisa masuk jika anak mengonsumsi susu hingga 2 liter.

    “Meskipun susu memiliki nutrisi penting untuk pertumbuhan, konsumsi berlebihan bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan penyerapan nutrisi dan anemia,” tegasnya.

    Catatan penting lainnya adalah soal kandungan protein di dalam susu sapi. Menurut Prof Dida, mayoritas kandungan protein dalam susu sapi adalah kasein yang secara biologis memang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak sapi.

    “Kebutuhan buat bertumbuh anak manusia jauh lebih kompleks, butuh protein yang lebih bervariasi, seperti leusin, lisin, histidin, dan juga asam amino esensial lainnya,” tegasnya.

    Mengutip rekomendasi IDAI, Prof Dida merinci batasan konsumsi susu pada anak berdasarkan kategori usia:

    • Bayi (0-6 bulan): ASI (Air Susu Ibu) eksklusif selama 6 bulan pertama sangat disarankan. Jumlah ASI yang dibutuhkan bervariasi, tergantung kebutuhan bayi
    • Anak (1-2 tahun): Anak usia 1-2 tahun yang sudah mulai MPASI (Makanan pendamping ASI) dapat diberikan susu pertumbuhan 2-3 gelas per hari (sekitar 400-600 ml) untuk melengkapi asupan nutrisi harian
    • Anak (2-5 tahun): Anak usia 2-5 tahun disarankan mengonsumsi sekitar 2-2,5 gelas susu per hari, setara dengan 500 ml.
    • Anak (5-8 tahun): Disarankan 2,5 gelas susu per hari
    • Anak (9-12 tahun): Disarankan 3 gelas susu per hari

    Berlebihan mengonsumsi susu sapi, menurut Prof Dida berisiko memicu berbagai masalah kesehatan. Di antaranya konstipasi, obesitas, hingga kekurangan gizi karena asupan sumber nutrisi lain jadi berkurang.

    “Pemberian susu dua liter per hari bukan solusi tepat untuk menambah tinggi badan anak,” tegasnya lagi.

    NEXT: Alternatif sumber nutrisi dan faktor penentu tinggi badan

    Menurut Prof Dida, pola makan sehat dan seimbang lebih penting bagi pertumbuhan tinggi badan. Sumber nutrisi yang mengandung protein, kalsium, dan vitamin D, termasuk telur, ayam, hingga sayuran dan kacang-kacangan, paling dibutuhkan untuk tujuan tersebut.

    “Pada dasarnya, protein hewani dapat merangsangsan produksi IGF-1 atau Insulin light Growth Factor 1, yaitu hormon yang penting dalam pertumbuhan linear/pembentukan masa tulang dan masa otot buat manusia,” jelas Prof Dida.

    Terkait faktor yang mempengaruhi tinggi badan, Prof Dida menyebut genetik punya peran sebesar 60-80 persen dalam berbagai penelitian. Gen HMGA2 merupakan salah satu yang punya peran penting.

    “Perubahan pada salah satu huruf dasar dalam kode genetik HMGA2, yaitu perubahan dari huruf C (Cytosine) menjadi T (Thymine), dapat mempengaruhi tinggi badan,” jelas Prof Dida.

    “Seseorang yang hanya memiliki C dari salah satu orangtuanya akan lebih tinggi dari yang hanya memiliki T ganda,” tandasnya.

    Perkiraan tinggi akhir anak saat dewasa antara lain dapat dihitung dari tinggi badan orang tua, dengan rumus Tinggi Potensi Genetik (TPG).

    • TPG anak laki-laki = ((TB ibu (cm) + 13 cm) + TB ayah (cm))/2 ± 8,5 cm
    • TPG anak perempuan = ((TB ayah (cm) – 13 cm) + TB ibu (cm))/2 ± 8,5 cm

    (up/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Minum Susu 2 Liter Sehari Tidak Realistis, Bukan Solusi Tinggi Badan


    Jakarta

    Profesor ilmu nutrisi dan penyakit metabolik anak angkat bicara soal testimoni minum susu 2 liter sehari yang disebut punya dampak positif bagi pertumbuhan tinggi badan anak. Ditegaskan, minum susu dalam jumlah tersebut tidak realistis dan malah membahayakan.

    Pendapat ini disampaikan oleh Prof dr H Dida Akhmad Gurnida, SpA, Subsp.NPM, pakar penyakit metabolik anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Ia menegaskan, mengonsumsi susu 2 liter sehari punya risiko bagi kesehatan.

    “Mengonsumsi 2 liter susu per hari bukan praktik yang realistis atau aman untuk semua anak,” katanya dalam penjelasan tertulis kepada detikcom, Jumat (30/5/2025).


    Prof Dida menuturkan, kapasitas lambung anak usia sekolah bervariasi antara 500 hingga 1.000 mililiter. Karenanya, mustahil asupan makanan lain bisa masuk jika anak mengonsumsi susu hingga 2 liter.

    “Meskipun susu memiliki nutrisi penting untuk pertumbuhan, konsumsi berlebihan bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan penyerapan nutrisi dan anemia,” tegasnya.

    Catatan penting lainnya adalah soal kandungan protein di dalam susu sapi. Menurut Prof Dida, mayoritas kandungan protein dalam susu sapi adalah kasein yang secara biologis memang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak sapi.

    “Kebutuhan buat bertumbuh anak manusia jauh lebih kompleks, butuh protein yang lebih bervariasi, seperti leusin, lisin, histidin, dan juga asam amino esensial lainnya,” tegasnya.

    Mengutip rekomendasi IDAI, Prof Dida merinci batasan konsumsi susu pada anak berdasarkan kategori usia:

    • Bayi (0-6 bulan): ASI (Air Susu Ibu) eksklusif selama 6 bulan pertama sangat disarankan. Jumlah ASI yang dibutuhkan bervariasi, tergantung kebutuhan bayi
    • Anak (1-2 tahun): Anak usia 1-2 tahun yang sudah mulai MPASI (Makanan pendamping ASI) dapat diberikan susu pertumbuhan 2-3 gelas per hari (sekitar 400-600 ml) untuk melengkapi asupan nutrisi harian
    • Anak (2-5 tahun): Anak usia 2-5 tahun disarankan mengonsumsi sekitar 2-2,5 gelas susu per hari, setara dengan 500 ml.
    • Anak (5-8 tahun): Disarankan 2,5 gelas susu per hari
    • Anak (9-12 tahun): Disarankan 3 gelas susu per hari

    Berlebihan mengonsumsi susu sapi, menurut Prof Dida berisiko memicu berbagai masalah kesehatan. Di antaranya konstipasi, obesitas, hingga kekurangan gizi karena asupan sumber nutrisi lain jadi berkurang.

    “Pemberian susu dua liter per hari bukan solusi tepat untuk menambah tinggi badan anak,” tegasnya lagi.

    NEXT: Alternatif sumber nutrisi dan faktor penentu tinggi badan

    Menurut Prof Dida, pola makan sehat dan seimbang lebih penting bagi pertumbuhan tinggi badan. Sumber nutrisi yang mengandung protein, kalsium, dan vitamin D, termasuk telur, ayam, hingga sayuran dan kacang-kacangan, paling dibutuhkan untuk tujuan tersebut.

    “Pada dasarnya, protein hewani dapat merangsangsan produksi IGF-1 atau Insulin light Growth Factor 1, yaitu hormon yang penting dalam pertumbuhan linear/pembentukan masa tulang dan masa otot buat manusia,” jelas Prof Dida.

    Terkait faktor yang mempengaruhi tinggi badan, Prof Dida menyebut genetik punya peran sebesar 60-80 persen dalam berbagai penelitian. Gen HMGA2 merupakan salah satu yang punya peran penting.

    “Perubahan pada salah satu huruf dasar dalam kode genetik HMGA2, yaitu perubahan dari huruf C (Cytosine) menjadi T (Thymine), dapat mempengaruhi tinggi badan,” jelas Prof Dida.

    “Seseorang yang hanya memiliki C dari salah satu orangtuanya akan lebih tinggi dari yang hanya memiliki T ganda,” tandasnya.

    Perkiraan tinggi akhir anak saat dewasa antara lain dapat dihitung dari tinggi badan orang tua, dengan rumus Tinggi Potensi Genetik (TPG).

    • TPG anak laki-laki = ((TB ibu (cm) + 13 cm) + TB ayah (cm))/2 ± 8,5 cm
    • TPG anak perempuan = ((TB ayah (cm) – 13 cm) + TB ibu (cm))/2 ± 8,5 cm

    (up/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Benarkah Anak-anak yang Wafat dalam Islam Langsung Masuk Surga?


    Jakarta

    Wafatnya seorang anak tentu meninggalkan luka mendalam bagi orang tuanya. Ajal tidak mengenal usia dan waktu.

    Dalil mengenai kematian disebutkan dalam sejumlah ayat suci Al-Qur’an, salah satunya surah Al Ankabut ayat 57.

    كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ


    Artinya: “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kemudian, hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”

    Setiap muslim yang sudah baligh dan meninggal dunia akan dihisab serta dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Lalu, bagaimana dengan anak-anak yang belum baligh?

    Anak yang Wafat sebelum Baligh Dijamin Masuk Surga

    Menukil dari buku Seni Menjemput Kematian susunan Brilly El Rasheed, anak yang wafat sebelum usia baligh akan langsung masuk surga tanpa dihisab. Selain itu, mereka juga disebut menjadi syafaat bagi kedua orang tuanya.

    Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits,

    “Wahai Ummu Sulaim, tidaklah dua orang muslim yang telah ditinggal mati tiga orang anaknya kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga karena kasih sayangnya kepada mereka.” Ummu Sulaim kemudian bertanya, “Kalau dua?” Beliau menjawab, “Dua juga.” (HR Bukhari, An Nasa’i, dan Ahmad)

    Roh anak yang meninggal sebelum usia baligh berada di alam barzakh sejak wafat hingga kiamat tiba. Mereka akan selalu mengingat kedua orang tuanya.

    Apabila anak yang wafat itu diziarahi, mereka tahu dan melihat siapa saja yang mengunjungi mereka. Anak-anak tersebut juga menjawab salam, mendengarkan omongan dan doa yang dipanjatkan.

    Di alam barzakh, anak-anak yang belum baligh ini hanya beristirahat dan menunggu hingga kiamat tiba. Yusuf bin Muhammad bin Ibrahim al-Atiq melalui kitab Fataawa wa Ahkaam Khaashah li Ath-Thifl yang diterjemahkan Imron Rosadi menjelaskan bahwa anak-anak ini akan masuk surga mengikuti akidah kedua orang tuanya.

    Allah SWT berfirman dalam surah At Tur ayat 21,

    وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۗ كُلُّ امْرِئٍ ۢبِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ

    Artinya: “Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.”

    Apakah Anak-anak yang Bukan Keturunan Mukmin Juga Masuk Surga?

    Masih dari sumber yang sama, anak-anak yang bukan dari keturunan orang mukmin atau lahir dari orang tua yang bukan muslim hanya Allah SWT yang mengetahui nasib mereka di akhirat. Rasulullah SAW dalam haditsnya mengatakan hal berikut mengenai nasib mereka.

    “Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Mengetahui apa yang telah mereka lakukan.” (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim)

    Dalam riwayat lain yang diceritakan Aisyah RA, dia berkata:

    “Pada suatu ketika Rasulullah pernah diundang untuk melayat jenazah seorang bayi dari kaum Anshar. Kemudian saya berkata kepada beliau, ‘Ya Rasulullah bahagianya bayi kecil ini! Seekor dari burung-burung di surga.’

    Kemudian Rasulullah bersabda, ‘Hai Aisyah, sesungguhnya Allah telah menciptakan bagi surga penghuni yang akan mendiaminya, sedangkan mereka, kala itu masih dalam tulang rusuk orang tua mereka.”

    Hadits di atas menjelaskan larangan bagi Aisyah RA memberi kepastian tentang tempat kembalinya seseorang di akhirat, apakah itu surga atau neraka meskipun ia anak kecil yang tidak mempunyai dosa. Ini dikarenakan bisa jadi anak tersebut mengikuti keyakinan kedua orang tuanya yang bukan muslim.

    Anak yang Meninggal sebelum Baligh Jadi Perisai Orang Tua dari Neraka

    Dijelaskan dalam Kitabul Kabaair susunan Imam Ad Dzahabi terjemahan Asfuri Bahri, anak yang meninggal dunia akan menjadi perisai kedua orang tuanya dari neraka. Hal ini tertuang dalam hadits Rasulullah SAW dari Abu Sa’id Al Khudri,

    “Barang siapa mempunyai tiga orang anak meninggal sebelum baligh mereka menjadi perisai baginya dari neraka.” Abu Darda bertanya, “Aku hanya mempunyai dua orang anak?” Rasulullah SAW bersabda, “Dua juga demikian.” Ubay bin Ka’ab, sayyidul-qurra’ (pemimpin para qari) bertanya, “Aku hanya mempunyai satu anak (meninggal)?” Rasulullah SAW menjawab, “Satu juga, namun disertai dengan sabar pada saat pertama (mendapat musibah).”

    Nabi Ibrahim AS dan Siti Sarah Mengasuh Anak-anak di Surga

    Abdul Muhsin Al Muthairi melalui Buku Pintar Hari Akhir yang diterbitkan Serambi Ilmu Semesta, anak-anak yang meninggal sebelum balig akan diasuh di surga oleh Nabi Ibrahim AS dan Siti Sarah. Dalam sebuah hadits dijelaskan Rasulullah SAW pernah bermimpi melihat lelaki tinggi bersama banyak anak.

    “Adapun lelaki tinggi di dalam Raudhah itu adalah Ibrahim AS dan sekeliling baginda itu ialah wildan (anak yang meninggal dunia pada waktu kecil). Mereka semua yang dilahirkan pada waktu kecil itu mati di atas fitrah (yakni Islam dan dimasukkan ke dalam surga).

    Selain itu, anak-anak tersebut akan dijaga sampai kiamat tiba sebelum dipertemukan kembali dengan orang tua mereka. Dari Abu Hurairah RA berkata bahwa Nabi SAW bersabda,

    “Anak-anak kecil orang muslim (yang sudah meninggal dunia) tinggal di sebuah gunung di surga. Mereka diasuh oleh Ibrahim dan Sarah hingga dikembalikan lagi ke pangkuan orang-orang tua mereka pada hari kiamat.”

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengapa Bayi Lahir Langsung Menangis? Ini Alasan Menurut Hadits


    Jakarta

    Tangisan bayi yang baru lahir telah dijelaskan dalam Islam melalui sejumlah hadits. Dikatakan, hal ini berkaitan dengan perbuatan setan.

    Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya, bayi yang baru lahir langsung menangis disebabkan karena sentuhan setan. Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan bahwa Nabi SAW pernah bersabda,

    “Setiap anak yang terlahir pasti akan disentuh oleh setan saat ia dilahirkan, maka anak itu akan berteriak menangis karena sentuhan tersebut. Lain halnya ketika Siti Maryam melahirkan anaknya.”


    Ibnu Katsir dalam Qashash Al-Anbiyaa mengatakan, setelah Abu Hurairah RA menyampaikan riwayat tersebut, ia menyebut firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, “Dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.” (QS Ali Imran: 36)

    Hadits tersebut turut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari Bab Tafsir bagian Firman Allah, “Dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya…” dan Imam Muslim dalam Shahih Muslim bab Keutamaan, bagian Keutamaan Nabi Isa.

    Ibnu Jarir dalam Tafsir Ibnu Jarir turut meriwayatkan hadits serupa dengan sanad yang berbeda namun dengan matan yang sama. Ia meriwayatkan dari Ahmad bin Faraj, dari Baqiyah, dari Abdullah bin Zubaidi, dari Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah RA.

    Ada pula hadits yang menyebut bahwa setan akan memukul dada si bayi yang dilahirkan oleh ibunya sehingga ia akan menangis. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad dari Haitsam, dari Hafsh bin Maisarah, dari Ala, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW.

    “Setiap manusia ketika dilahirkan oleh ibunya pasti dipukul oleh setan di kedua dadanya, kecuali ketika Maryam melahirkan anaknya. Lihatlah bagaimana teriakan seorang bayi ketika ia dilahirkan.”

    Para sahabat menjawab, “Benar sekali wahai Rasulullah SAW.”

    Nabi SAW berkata,” Teriakan itu adalah akibat pukulan setan di kedua dadanya.”

    Menurut riwayat Imam Ahmad lainnya, setan akan menikam pinggang bayi yang dilahirkan. Hal itulah yang kemudian membuat bayi langsung menangis saat lahir. Menurut Ibnu Katsir, sanad riwayat ini memenuhi syarat shahih Bukhari dan Muslim, namun keduanya tidak meriwayatkan dengan sanad ini dalam Shahih-nya.

    Dua Bayi yang Tak Menangis saat Lahir

    Dalam hal ini, ada dua bayi yang tidak menangis saat lahir. Mereka adalah Maryam binti Imran dan putranya, Nabi Isa AS. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

    “Setiap manusia yang terlahir pasti akan disentuh oleh setan dengan jarinya, kecuali Maryam binti Imran dan anaknya, Isa.” (HR Ahmad dalam Musnad Ahmad)

    Syaikh Ali Ahmad Ath-Thahthawi dalam kitab Iltiqa’ Al-Masihain fi Akhir az-Zaman turut menyebutkan riwayat serupa yang bersumber dari Imam Bukhari dan Muslim masing-masing meriwayatkan dalam Shahih-nya.

    Adapun, mengacu pada riwayat yang menyebut bahwa setan akan menikam pinggang bayi ketika dilahirkan, saat setan akan menikam Maryam dan Isa AS, ia justru menikam hijab yang menutupinya. Hal ini menjadi alasan mengapa bayi Maryam dan Isa AS tidak menangis saat dilahirkan.

    Anjuran Azan saat Kelahiran Bayi

    Islam menganjurkan agar mengumandangkan azan dan ikamah bagi bayi yang baru lahir. Anjuran ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan Hasan ibnu Ali sebagaimana dinukil Syamsul Rizal Hamid dalam buku 1500++ Hadits & Sunnah Pilihan. Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa yang telah lahir anaknya, lalu diazankan pada telinga kanan anak itu dan ikamah pada telinga kirinya, maka anak tersebut tidak akan mudah diganggu jin dan terlepas dari penyakit (yang sering menimpa anak-anak).”

    Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar menyebut sebuah hadits bahwa Rasulullah SAW mengumandangkan azan untuk cucunya, Husain bin Ali, ketika dilahirkan oleh Fathimah. Riwayat ini termuat dalam Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan lainnya dari Abu Rafi RA.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Aqiqah Anak sesuai Sunnah: Arab, Latin dan Artinya



    Jakarta

    Doa adalah salah satu sarana yang sangat penting dalam Islam. Dalam berbagai momen penting dalam hidup seorang Muslim, doa digunakan sebagai cara untuk berkomunikasi dengan Allah SWT, mengungkapkan rasa syukur, dan memohon petunjuk serta berkah-Nya.

    Demikian juga ketika momen aqiqah, umat muslim dianjurkan melantunkan doa.

    Aqiqah adalah satu momen penting dalam kehidupan seorang Muslim yang merupakan tradisi sunnah dalam Islam.


    Abu Nur Ahmad al-Khafi Anwar bin Shabri Shaleh Anwar dalam bukunya Aqiqah (Tata Cara & Doanya) mengartikan aqiqah secara istilah adalah penyembelihan hewan kurban karena kelahiran seorang bayi dalam suatu keluarga merupakan rasa syukur atas karunia Allah SWT.

    Rasulullah SAW bersabda,

    عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: كُلُّ غُلامٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُخْلَقُ وَ يُسَمَّى

    “Dari Sumurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda: ‘Setiap bayi dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari tujuh, dicukur dan diberi nama.” (HR Abu Daud, Tirmidzi, dan lain-lainya)

    Doa Aqiqah

    Mengutip buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh Dr. KH. M. Hamdan Rasyid, MA dan Saiful Hadi El-Sutha, bacaan niat aqiqah dapat dibacakan bagi orang tua maupun wali dari sang bayi. Bacaan niat yang dilafalkan Rasulullah SAW untuk cucunya saat hendak menyembelih hewan aqiqah di antaranya sebagai berikut:

    …. بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] هَذِهِ عَقِيْقَةُ

    Bacaan latin: Bismillâhi wallâhu akbar allahumma minka wa laka hadzihi ‘aqiqatu (sebutkan nama bayi yang hendak dilakukan aqiqah)

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, milikmulah hewan aqiqah ini. Inilah aqiqahnya (sebutkan nama bayi yang hendak dilakukan aqiqah),”

    Kemudian saat mengadakan walimah aqiqah, bisa dilanjutkan dengan membaca doa berikut:

    اللَّهُمَّ احْفَظْهُ مِنْ شَرِّ الْحِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُودَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ النَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِمَا عَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتِنَا مِنْ حُقُوقِ رُبُوْبِيَتِكَ الْكَرِيمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَ الظُّلْمِ وَالطَّغْيَانِ

    Bacaan latin: Allaahummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyaani wa min jamii’is sayyiaati wal ‘ishyaani wahrishu bihadhaanatika wa kafaalatika al-mahmuudati wa bidawaami ‘inaayatika wa ri’aayatika an-nafiidzati nuqaddimu bihaa ‘alal qiyaami bimaa kalaftanaa min huquuqi rububiyyaatika al-kariimati nadabtanaa ilaihi fiimaa bainanaa wa baina khalqika min makaarimil akhlaaqi wa athyabu maa fadhdhaltanaa minal arzaaqi. Allaahummaj’alnaa wa iyyaahum min ahlil ‘ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur’aani wa laa taj’alnaa wa iyyaahum min ahlisy syarri wadh dhairi wadz dzalami wath thughyaani.

    Artinya: “Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada di antara kami makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela.”

    Hikmah Disyariatkannya Aqiqah

    Dikutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari karya Hamdan Rasyid, hikmah disyariatkannya aqiqah yaitu,

    – Aqiqah adalah wujud pengorbanan dari kedua orang tua bayi untuk mendapatkan dirinya kepada Allah SWT, pada saat-saat pertama bayi mereka saat lahir ke dunia

    – Aqiqah merupakan fidyah atau tebusan untuk menyelamatkan sang bayi dari segala penyakit ataupun bencana.

    – Aqiqah merupkan pintu pembuka gadaian anak, supaya sang anak dapat memberian syafa’at kepada kedua orangtuanya di akhirat kelak.

    – Aqiqah menjadi perwujudan dari kebahagiaan, keriangan, kegembiraan dan suka cita dengan cara menegakkan syariat Islam. Diharapkan agar bayi yang baru lahir akan senantiasa berada dalam keimanan dan selalu menegakkan syari’at Islam.

    – Menyembelih hewan aqiqah atas kelahiran anak mengandung pengertian kurban, syukur atas nikmat, syukur atas nikmat, dan bersedekah, hal tersebut sama halnya dengan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT

    – Aqiqah hendaknya dilakukan demi menguatkan tali ikatan kekeluargaan dan persaudaraan di antara anggota masyarakat.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa untuk Bayi yang Baru Lahir, Yuk Panjatkan!


    Jakarta

    Anak adalah anugerah yang dititipkan oleh Allah SWT kepada orang tua. Pada masa kelahirannya, seorang anak disambut dengan suka cita oleh kedua orang tuanya.

    Tak jarang, orang tua selalu mengiringi sang anak dengan doa, bahkan ketika ia baru lahir. Doa yang ditujukan kepada anak tentu berisi hal-hal baik seperti harapan agar ia tumbuh menjadi pribadi yang soleh atau soleha.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyebut setiap anak dilahirkan dengan keadaan yang suci.


    “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Anak adalah tanggung jawab orang tua selama hidup. Sejak dalam kandungan, kelahiran, masa kanak-kanak hingga dewasa. Anak menjadi buah dari kerja keras sekaligus doa yang dipanjatkan oleh orang tuanya.

    Doa untuk Bayi yang Baru Lahir

    Berikut doa yang dapat dipanjatkan untuk bayi yang baru lahir sebagaimana dinukil dari buku Kumpulan Doa Makbul oleh Dra Neni Nuraeni M Ag.

    أعِيْدُ كَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَآمَةٍ

    Arab latin: U’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaaniw wa haammatiw wamin kulli ‘ainil laammah

    Artinya: “Aku memohonkan perlindungan untukmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari godaan setan dan binatang yang berbisa dan dari setiap mata yang jahat.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas)

    Rangkaian Doa dan Dzikir untuk Bayi yang Baru Lahir

    Dalam al-Wasail al-Syafi’ah fi al-Adzkar al-Nafi’ah wa al-Aurad al-Jami’ah susunan Sayyid Muhammad bin Ali al-Tarimi dipaparkan juga sejumlah doa dan dzikir yang diperuntukkan bagi bayi yang baru lahir. Seperti apa? Berikut rangkaiannya.

    1. Membaca adzan pada telinga bayi sebelah kanan
    2. Membaca iqamah pada telinga bayi sebelah kiri
    3. Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan:

    اللهم اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا

    Arab latin: Allâhummaj’alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil islâmi nabâtan hasanan

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam islam dengan pertumbuhan yang baik.”

    4. Membaca surah Al Ikhlas pada telinga bayi sebelah kanan
    5. Membaca surah Al Qadr pada telinga bayi sebelah kanan
    6. Membaca ayat QS Ali Imran (3: 36) pada telinga bayi sebelah kanan,

    وَإِنّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    Arab latin: Wa innî u’îdzu bika wadzurriyyatahâ minasysyaithânir rajîm

    Artinya: “Aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari pada setan yang terkutuk.”

    7. Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan:

    أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَآمَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَآمَّةٍ

    Arab latin: A’ûdzu bikalimatiLlâhi at-tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wamin kulli ‘ainin lâmmatin
    Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari segala setan, kesusahan, dan pandangan yang jahat.”

    Demikian sejumlah doa yang dapat dipanjatkan untuk bayi yang baru lahir. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa untuk Bayi Baru Lahir agar Anak Tumbuh Saleh-Salihah


    Jakarta

    Ketika bayi baru lahir, pada umumnya sanak keluarga, kerabat, dan tetangga akan datang untuk menjenguk dan mendoakannya. Bagaimana sebaiknnya doa dan dzikir untuk bayi tersebut?

    Melahirkan anak dengan selamat dan dalam keadaan sehat wal afiat merupakan impian dan harapan semua orang tua yang di dunia ini. Tentunya, mereka sangat bersyukur atas karunia Allah SWT apabila anak yang lahir sesuai dengan harapan.

    Rasa syukur ini tak jarang diungkapkan dengan curahan doa dan harapan kepada bayi yang baru lahir tersebut. Orang tua, kakek nenek, keluarga, dan lainnya banyak yang memberikan harapan terbaiknya dengan cara bersholawat atau doa kepada bayi itu. Lantas, bagaimana doa dan dzikir untuk bayi baru lahir tersebut?


    5 Pilihan Doa untuk Bayi Baru Lahir

    1. Doa untuk Bayi yang Baru Lahir Versi Pertama

    Doa dan dzikir untuk bayi baru lahir yang pertama diambil dari buku Lengkap & Praktis Doa Dzikir Harian Khusus Ibu Hamil karya Syaifurrahman El-Fati. Doa itu berbunyi,

    اعِيدُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَةٍ

    Arab-latin: U’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaaniw wa haammatiw wamin kulli ‘ainil laammah

    Artinya: “Aku memohonkan perlindungan untukmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari godaan setan dan binatang yang berbisa dan dari setiap mata yang jahat.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas)

    2. Doa untuk Bayi yang Baru Lahir Versi Kedua

    Doa ini dapat dibacakan untuk bayi yang sudah diazankan. Berikut bacaannya,

    أُعِيدُهُ (هَا) بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ كُلِّ شَرِّ ذِي حَسَدٍ

    Arab-latin: U’idzuhu (haa) bil waahidis shamadi min kulli syarrin dzii hasad

    Artinya: “Aku berlindung kepada-Mu yang Maha Esa dan tempat meminta jagalah anak ini dari segala kejahatan dan dari orang yang dengki.”

    Apabila bayi yang didoakan adalah laki-laki, maka doa yang dilafalkan persis seperti di atas. Sedangkan untuk bayi perempuan kata ganti “hu” diganti dengan “haa”.

    3. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Ketiga

    أُعِيدُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةِ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

    Arab-latin: U’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaaniw wa haammatiw wamin kulli ‘ainil laam- maah

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, binatang yang berbisa, dan pandangan mata yang jahat.” (HR Bukhari)

    4. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Keempat

    Dinukil dari buku Tanya Jawab Islam: Piss KTB karya PISS KTB, TIM Dakwah Pesantren, ketika itu, Rasulullah SAW pernah mendoakan kedua cucunya dengan sebuah doa. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA bahwasanya Rasulullah SAW berdoa,

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ : إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوَّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنِ لَامَّةٍ (صحيح البخاري)

    Artinya: Dari Ibn Abbas RA bahwa Nabi SAW berdoa mohon perlindungan Allah untuk cucu Beliau SAW yaitu Hasan dan Husein, seraya bersabda: “Sungguh Ayahanda kalian (kakek moyang kalian yaitu Nabi Ibrahim AS) meminta perlindungan Allah untuk Ismail dan Ishak (putra Nabi Ibrahim AS yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Ishaq) dengan doa: Aku berlindung Demi kalimat kalimat Allah kesemuanya, dari segala syaitan, dan segala racun, dan dari segala penyakit penyakit akal dan kegilaan.” (HR Bukhari)

    5. Doa untuk Bayi yang Baru Lahir Versi Kelima

    Doa dan dzikir untuk bayi baru lahir yang terakhir khusus dilakukan ketika bayi terus menerus menangis di malam hari. Orang tua bisa membacakan doa kemudian ditiupkan ke ubun-ubun sang bayi.

    بسم الله الرحمن الرحيم

    بسم الله الشافي

    بسم الله الكافي

    بسم الله المعافي

    بسم الله لا يضر مع اسمه شيء في الارض ولا في السماء وهو السميع العليم

    Arab-latin: Bismillahir rohmaanir rohiim
    Bismillahisy syafi
    Bismillahil kaafi
    Bismillahil mu’afi
    Bismillahi la yadhurru ma’as mihi syai’ un fil ardhi wa la fis samai wahuwas sami’ul ‘alim

    Apabila bayi menangis keras karena demam, maka bacalah lima macam basmalah ini 19 kali kemudian ditiupkan ke air. Lalu, air itu digunakan untuk memberi kompres pada bayi demam tersebut.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Anak Kecil yang Meninggal Disebut Jadi Syafaat Orang Tua, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Meninggalnya seorang anak tentu menjadi duka yang mendalam bagi orang tua maupun kerabatnya. Akan tetapi, dalam hadits disebutkan bahwa anak-anak yang meninggal kelak jadi syafaat orang tua.

    Anak yang dimaksud dalam hal ini adalah mereka yang belum baligh. Dikatakan, mereka kelak akan membawa orang tuanya masuk surga.

    Menukil kitab At-Tadzkirah Jilid 2 karya Imam Syamsuddin Al-Qurthubi yang diterjemahkan oleh Anshori Umar Sitanggal, menurut riwayat Muslim, dari Abu Hassan, ia berkata, “Saya pernah berkata kepada Abu Hurairah RA, ‘Sesungguhnya dua orang anakku telah meninggal dunia. Maka, apa yang bisa Anda ceritakan dari Rasulullah SAW, agar hati kami menjadi tenang atas meninggalnya keluarga kami itu?’


    ‘Ya,’ jawab Abu Hurairah RA, ‘Anak-anak kecil, mereka bagaikan jentik-jentik air dalam surga. Salah seorang dari mereka menjemput bapaknya (atau dia katakan: kedua orang tuanya). Maka, anak itu memegang pakaian ayahnya itu (atau ia katakan: tangannya) sebagaimana aku memegang pakaianmu yang bagus ini. Anak itu tidak menghentikan (atau ia berkata: tidak berhenti) sehingga Allah memasukkan dia bersama kedua orang tuanya ke dalam surga’.” (Shahih Muslim)

    Terdapat pula hadits yang diriwayatkan dari Abu Dawud Ath-Thayalisi. Ia berkata,

    “Telah menceritakan kepada kami, Syu’bah, dari Mu’awiyyah bin Qurrah, dari ayahnya, bahwasanya ada seorang Anshar yang sering datang bolak-balik kepada Rasulullah SAW bersama seorang anaknya. Pada suatu hari, Rasulullah SAW bertanya kepadanya, ‘Apakah kamu mencintainya, hai Fulan?’ Orang itu menjawab, ‘Ya.’

    Rasulullah SAW pun berkata, ‘Semoga Allah mencintaimu, sebagaimana kamu mencintainya.’

    Pada suatu ketika Rasulullah SAW merasa kehilangan orang tersebut. Beliau pun menanyakan dia. Para sahabat mengabarkan, ‘Ya Rasulullah, anaknya telah meninggal.’

    Rasulullah SAW pun bersabda, ‘Tidakkah kamu rela (atau bukankah kamu ridha) bahwa tidak satu pun pintu yang kamu datangi di antara pintu-pintu surga, melainkan anakmu itu akan datang bergegas membukakannya untukmu?’

    Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah ini bagi dia sendiri, ataukah bagi kami semua?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Bahkan, untuk kamu semua’.” (Shahih Musnad Ath-Thayalisi)

    Dalam Musnad-nya, Abu Dawud Ath-Thayalisi juga mengisahkan hadits yang diceritakan dari Hisyam, dari Qatadah, dari Rasyid, dari Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Para wanita yang (mati pada saat) melahirkan, pada hari kiamat akan ditarik anaknya dengan tali pusatnya menuju ke surga.” (Musnad Ath-Thayalisi)

    Anak-anak yang meninggal mendahului orang tuanya kelak membawa syafaat bagi ayahnya untuk masuk dalam surga. Hal ini dikatakan dalam sebuah hadits yang terdapat dalam buku Adab Kehidupan Berumah Tangga Sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah karya Syaikh Khalid Abd Ar-Rahman, Rasulullah SAW bersabda,

    “Dikatakan kepada mereka, ‘Masuklah kalian semua ke dalam surga.’ Mereka berkata, ‘Sampai ayah-ayah kami memasukinya.’ Maka dikatakan kepada mereka, ‘Masuklah kalian semua dan ayah-ayah kalian semua’.” (HR An-Nasa’i)

    Dikisahkan pula dalam Shahih Muslim dari riwayat Abu Hurairah RA, seorang wanita berkata kepada Rasulullah SAW, “Aku telah memakamkan tiga orang anak.”

    Rasulullah SAW pun bersabda, “Engkau telah memelihara diri dengan benteng yang sangat kuat dari neraka.”

    Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meninggal sedangkan ia memiliki tiga orang anak yang meninggal sebelum baligh, maka pasti Allah akan memasukkannya ke dalam surga karena keutamaan rahmat dari-Nya untuk dirinya.”

    Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, dan juga dua anak?”

    Rasulullah SAW menjawab, “Dan dua anak.” (HR Al-Bukhari dan Ahmad)

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Bayi yang Baru Lahir Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Doa untuk bayi baru lahir bisa dibaca muslim untuk anaknya atau anak dari kerabatnya. Berdoa ditujukan agar anak memiliki kepribadian yang saleh dan salehah baik bayi perempuan maupun laki-laki.

    Allah SWT memerintahkan muslim untuk senantiasa berdoa kepada-Nya dalam surah Gafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ


    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Doa untuk bayi baru lahir juga dikatakan sebagai salah satu sunnah Rasulullah SAW menyambut kelahiran anak. Menurut buku Ya Allah, Berkahilah Anak Kami oleh Ummu Azzam, doa termasuk ucapan syukur karena ibu telah diselamatkan oleh Allah SWT.

    Doa untuk Bayi Baru Lahir: Arab, Latin dan Artinya

    Berikut ini merupakan doa untuk bayi yang baru lahir seperti dinukil dari Buku Lengkap & Praktis Doa Dzikir Harian Khusus Ibu Hamil oleh Syaifurrahman El-Fati.

    1. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Pertama

    اعِيدُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَةٍ

    Arab latin: U’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaaniw wa haammatiw wamin kulli ‘ainil laammah

    Artinya: “Aku memohonkan perlindungan untukmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari godaan setan dan binatang yang berbisa dan dari setiap mata yang jahat.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas)

    2. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Kedua

    أُعِيدُهُ (هَا) بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ كُلِّ شَرِّ ذِي حَسَدٍ

    Arab latin: U’idzuhu (haa) bil waahidis shamadi min kulli syarrin dzii hasad

    Artinya: “Aku berlindung kepada-Mu yang Maha Esa dan tempat meminta jagalah anak ini dari segala kejahatan dan dari orang yang dengki.”

    Jika bayi yang didoakan adalah laki-laki maka doa yang dilafalkan persis seperti di atas. Sementara itu, untuk bayi perempuan kata ganti “hu” diganti dengan “ha”.

    3. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Ketiga

    Doa untuk bayi baru lahir selanjutnya berasal dari hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA. Berikut bacaannya,

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ : إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوَّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنِ لَامَّةٍ (صحيح البخاري)

    Artinya: Dari Ibn Abbas RA bahwa Nabi SAW berdoa mohon perlindungan Allah untuk cucu Beliau SAW yaitu Hasan dan Husein, seraya bersabda: “Sungguh Ayahanda kalian (kakek moyang kalian yaitu Nabi Ibrahim AS) meminta perlindungan Allah untuk Ismail dan Ishak (putra Nabi Ibrahim AS yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Ishaq) dengan doa: Aku berlindung Demi kalimat kalimat Allah kesemuanya, dari segala syaitan, dan segala racun, dan dari segala penyakit penyakit akal dan kegilaan.” (HR Bukhari)

    4. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Keempat

    بسم الله الرحمن الرحيم

    بسم الله الشافي

    بسم الله الكافي

    بسم الله المعافي

    بسم الله لا يضر مع اسمه شيء في الارض ولا في السماء وهو السميع العليم

    Arab latin: Bismillahir rohmaanir rohiim
    Bismillahisy syafi
    Bismillahil kaafi
    Bismillahil mu’afi
    Bismillahi la yadhurru ma’as mihi syai’ un fil ardhi wa la fis samai wahuwas sami’ul ‘alim

    Artinya: “Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
    Bismillah, penyembuh
    Bismillah, Yang Maha Cukup
    Bismillah, penyembuh
    Dengan menyebut nama Allah tidak ada sesuatu pun yang dirugikan dengan nama-Nya di bumi dan di langit, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Anjuran Mengumandangkan Azan saat Kelahiran Bayi

    Menukil dari buku 1500++ Hadits & Sunnah Pilihan oleh Syamsul Rizal Hamid, setelah bayi muslim dianjurkan untuk mengumandangkan azan dan ikamah di telinga sang anak. Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,

    “Barang siapa yang telah lahir anaknya, lalu diazankan pada telinga kanan anak itu dan ikamah pada telinga kirinya, maka anak tersebut tidak akan mudah diganggu jin dan terlepas dari penyakit (yang sering menimpa anak-anak).” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi)

    Itulah doa untuk bayi yang baru lahir beserta informasi terkaitnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Siapakah Ibu Susuan Nabi Muhammad SAW? Ini Sosoknya



    Jakarta

    Ibu susuan Nabi Muhammad SAW cukup banyak, tetapi yang paling dikenal adalah Tsuwaibah dan Halimah as-Sa’diyah. Ibu susuan ini termasuk tradisi bangsa Arab yang menyusukan anaknya kepada wanita lain.

    Menukil dari Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri yang diterjemahkan Kathur Suhardi, tradisi menyusui bayi wanita lain ini dimaksudkan agar anak-anak terhindar dari penyakit yang menjalar. Hal tersebut juga memiliki anggapan agar bayi menjadi kuat, memiliki otot yang kekar dan keluarga yang menyusui bisa melatih bahasa Arab dengan fasih.

    Sebelum disusui oleh Halimah, Nabi Muhammad SAW pernah disusui wanita lain yang bernama Tsuwaibah. Dijelaskan dalam Sejarah Terlengkap Nabi Muhammad SAW: Dari Sebelum Masa Kenabian hingga Sesudahnya oleh Abdurrahman bin Abdul Karim, Tsuwaibah adalah ibu susuan Rasulullah SAW yang paling awal


    Tsuwaibah merupakan wanita yang pernah menjadi budak Abu Lahab dan telah dimerdekakan. Selama di Makkah, Nabi Muhammad SAW selalu mencari dan menjalin hubungan kekeluargaan dengan Tsuwaibah ketika ia dewasa. Begitu pula dengan sang istri, Khadijah RA yang sangat memuliakan Tsuwaibah.

    Setelah Tsuwaibah, barulah Rasulullah SAW disusui Halimah. Waktu itu, Abdul Muthalib yang merupakan kakek Nabi Muhammad SAW mencari ibu susuan untuk sang rasul. Wanita yang dicari berasal dari bani Sa’d bin Bakr yaitu Halimah binti Abu Dzu’aib dengan didampingi suaminya yang bernama Al-Harits bin Abdul Uzza atau Abu Kabsyah.

    Atas kuasa Allah SWT, Halimah merasakan berkah yang dibawa oleh Muhammad kecil. Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa Halimah bercerita ketika ia pergi ke negerinya bersama sang suami, anaknya dan wanita dari bani Sa’d. Mereka bertujuan mencari anak yang bisa disusui karena sedang mengalami kesulitan.

    Kala itu, Halimah membawa seekor keledai dan unta betina yang sudah tua. Ini menyebabkan air susu unta tersebut tidak dapat diperah.

    Wanita-wanita lainnya tidak pernah tidur karena harus meninabobokan bayi-bayi mereka yang menangis. Setibanya di Makkah, banyak wanita yang menolak menjadi ibu susuan Nabi Muhammad SAW.

    Sebab, sang rasul merupakan anak yatim. Wanita tersebut mengharapkan imbalan besar dari ayah kandung anak yang mereka susui, karenanya mereka menolak untuk menyusui Muhammad kecil.

    Lain halnya dengan Halimah yang bersedia menjadi ibu susuan Nabi Muhammad SAW. Setiap menggendongnya, Halimah tidak pernah merasa repot. Ia kembali menunggangi keledai dan menyusui Muhammad kecil.

    Atas izin Allah SWT, unta milik Halimah yang semula tidak mengeluarkan air susu tiba-tiba susunya penuh. Akhirnya, Halimah dan sang suami meminum susu dari unta tersebut sampai kenyang. Semenjak itulah, keluarga Halimah terus diberi limpahan rahmat dan rezeki dari Allah SWT.

    Halimah mengasuh Nabi Muhammad SAW selama empat tahun. Ketika sang rasul menginjak usia dua tahun, Halimah menghentikan susuannya dan Muhammad kecil hendak dikembalikan kepada ibunya, Aminah.

    Tetapi, saking sayangnya Halimah terhadap Rasulullah SAW ia meminta agar anak tersebut dirawat di dusunnya. Aminah yang waktu itu takut anak yang tumbuh subur dan sehat terganggu penyakit yang ada di Makkah, ia mengizinkan Halimah untuk merawat Muhammad kecil kembali.

    Selama menjadi ibu susuan Nabi Muhammad SAW, Halimah sangat menyayanginya lebih dari anak-anak kandungnya yang lain. Allah SWT bahkan mengangkat dan melimpahkan rezeki yang baik kepada keluarga Halimah.

    Wallahu ‘alam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com