Tag: Bearish

  • Wedge Pattern Yang Wajib Kamu Kenali Pada Saat Trading Kripto!

    Dalam trading aset kripto, ada sebuah istilah yang bernama ‘wedge pattern

    Apa itu Wedge Pattern?

    Pada dasarnya istilah ini Wedge Pattern adalah pola grafik yang digunakan dalam menganalisis secara teknikal yang bisa menjadi parameter dari tren yang ada dalam jual beli aset kripto. Tak hanya mampu membantu para trader untuk menelaah aset mana yang sedang lemah atau kuat, namun, pola wedge ini juga membantu mereka untuk menentukan kapan harus beli atau menjual aset. 

    Dalam pola ini ada dua pola yang harus kita kenali, di antaranya Rising Wedge dan juga Falling Wedge. Nah, untuk lebih lengkapnya, yuk simak!

    Apa Itu Rising Wedge ?

    contoh rising wedge pattern

    Pola rising wedge adalah indikator yang menjadi penanda adanya pembalikan harga ke arah tren bearish. Dilansir dari website Investopedia, pola ini terjadi sewaktu harga sekuritas naik dari waktu ke waktu, namun juga dapat terjadi ketika tren sedang turun. Pola ini digambarkan dengan garis tren yang mengerucut ke atas. Para trader atau analis bisa mengantisipasi terjadinya reversal (perubahan harga aset).  

    Baca juga: Market Aset Kripto Alami Tren Bullish, Apa Penyebabnya?

    Apa Itu Falling Wedge ?

    contoh falling wedge pattern

    Berbeda dengan rising wedge, pola falling wedge menandakan pergerakan harga aset yang akan bullish. Sebagaimana dengan rising wedge pattern, para trader untuk menganalisis secara teknikal. Pada pola ini price action mengerucut ke bawah sebagaimana reaksi rendah dan tinggi bertemu di titik konvergensi. 

    Baik rising wedge maupun falling wedge, kedua pola ini memiliki dua jenis pola yang harus kita ketahui, apa saja itu?

    Jenis-jenis Falling dan Rising Wedge Pattern

    Pola Reversal

    Pada dasarnya, pola reversal atau reversal pattern ini merupakan pola yang mampu memprediksi dan mengidentifikasi perubahan tren dari perubahan pasar. Kedua wedge pattern di atas memiliki pola ini. Namun, yang membedakan keduanya adalah apabila falling wedge mengacu pada bullish, sedangkan untuk rising mengacu pada bearish.

    Pola Continuation

    Selain pola reversal, ada pola lain, yakni pola continuation pattern. Berdasarkan Investopedia, continuation pattern atau pola continuation menandakan bahwa harga akan terus bergerak pada arah yang sama setelah pola ini selesai seperti sebelumnya. 

    Bagaimana Cara Menggunakan Wedge Pattern Pada Trading?

    Tentu, trading tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan tanpa persiapan. Pasalnya, meski kini terkesan populer, trading kripto sangatlah tricky, sehingga para trader atau calon trader perlu mempelajarinya. Maka dari itu, untuk mendapatkan hasil yang optimal, para trader perlu merancang strategi dan memahami bagaimana skema dari trading kripto ini sendiri.

    Dari penjelasandi atas, ada beberapa strategi jitu untuk memaksimalkan aktivitas trading melalui pola rising dan juga falling wedge. Apa sajakah itu?

    1. Menentukan Target Profit dan Risiko

    Trading kripto adalah aktivitas yang memiliki risiko. Dengan demikian, sebaiknya trader harus mengkalkulasikan kerugian dan keuntungan, serta mempertimbangkan target profit sebelum terjun ke pasar aset kripto.

    1. Mengonfirmasi Pola 

    Setelah menentukan target profit dan juga risiko, sebagai trader, Anda harus menganalisa pergerakan pola harga aset. Sebelum membeli aset, Anda harus memperhatikan apakah harga melewati garis tren atas atau menembus garis tren bawah.

    1. Menentukan Kapan Waktu yang Tepat untuk Stop-loss

    Stop-loss merupakan salah satu teknik dalam trading kripto yang mampu memitigasi kerugian. Dengan menggunakan teknik ini, para trader bisa mendapatkan keuntungan seperti mempertahankan uang yang diinvestasikan, menghasilkan keuntungan, dan mencegah kerugian yang lebih besar. 

    Kendati begitu, teknik ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada dua cara agar Anda dapat menentukan kapan harus melakukan stop-loss, di antaranya adalah dengan trailing stop-loss  

    1. Mengkonfirmasi Keaslian Wedge Pattern

    Ketika sedang melakukan aktivitas trading, trader terkadang menemukan pattern yang diragukan keabsahannya. Lantas, apabila menemukan hal seperti itu, apa yang harus dilakukan para trader bisa menganalisa pola dengan tepat? Ada dua metode yang bisa trader lakukan untuk mengkonfirmasi keaslian pola ini. Yang pertama adalah dengan memastikan naik atau turunnya nilai perdagangan aset.

    Kemudian, metode kedua yang bisa trader lakukan adalah memeriksa pergerakan harga aset apakah berada di bawah level Fibonacci 50% atau tidak. 

    Begitulah pembahasan tentang wedge pattern, kedua jenisnya, dan juga bagaimana cara menggunakan pola ini. Agar aktivitas trading kripto Anda tetap aman dan terhindar dari scam, sebaiknya Anda melakukan riset terlebih dahulu. Untuk mendapatkan informasi yang komprehensif terkait dunia aset kripto, kunjungi website Tokonews dan bergabung di komunitas Tokocrypto sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Akumulasi 1,10 Juta Ethereum, Sinyal Bullish atau Strategi?

    Dalam dua hari terakhir, investor besar atau whale telah mengakumulasi 1,10 juta Ethereum (ETH).

    Sebagaimana dilaporkan Ambcrypto pada Minggu (9/3), langkah ini memicu spekulasi di pasar kripto mengenai kemungkinan pergeseran besar atau bahkan potensi breakout.

    Meskipun akumulasi besar-besaran ini terjadi, harga Ethereum masih berada dalam tren menurun, menunjukkan adanya tarik-menarik antara tekanan jual dan akumulasi oleh pemain besar.

    Strategi atau Tanda Perubahan Pasar?

    Total pasokan Ethereum saat ini mencapai sekitar 120 juta ETH. Dengan jumlah akumulasi sebesar 0,92% dari total pasokan, aksi whale ini menjadi perhatian utama.

    Banyak yang bertanya-tanya apakah mereka memiliki wawasan atau informasi yang belum diketahui pasar secara luas.

    Pola Akumulasi Whale di Awal 2025

    Akumulasi besar-besaran oleh whale bukanlah kejadian yang terisolasi. Pada Januari 2025, para pemegang besar telah membeli lebih dari 330.000 ETH dalam satu minggu, senilai lebih dari $1 miliar.

    Hal ini mengindikasikan adanya pola yang berulang, terutama di tengah pergerakan harga Ethereum yang lesu.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 9 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Apa yang Mendorong Lonjakan Aktivitas Whale?

    Beberapa faktor yang mendorong akumulasi whale antara lain dukungan dari pemerintah Amerika Serikat (AS).

    Pada 2 Maret lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana cadangan kripto strategis AS dan menyatakan dukungannya terhadap Ethereum.

    Selain itu, tren ini juga dipengaruhi penyelenggaraan White House Crypto Summit. Acara yang dijadwalkan pada 7 Maret ini menambah sentimen positif di kalangan investor.

    Terakhir, karena dominasi Ethereum di pasar stablecoin. Dengan kepemilikan 56% dari total nilai stablecoin, Ethereum tetap menjadi aset kripto yang krusial.

    Menariknya, meskipun ada akumulasi besar dari whale, harga ETH masih dalam tren turun. Saat ini, ETH diperdagangkan di kisaran $2.195 (Rp 35 juta), dengan indikator teknikal menunjukkan dominasi tekanan jual.

    Indikator Teknis: Bearish Masih Kuat

    RSI (Relative Strength Index) di 37,32 menunjukkan ETH mendekati wilayah oversold.

    MACD (Moving Average Convergence Divergence) masih berada di zona negatif, menandakan momentum bearish masih akan berlanjut.

    Sementara itu, grafik harga menunjukkan pola lower highs dan lower lows, yang memperkuat tren penurunan.

    Level Penting: Support dan Resistance ETH

    Tanpa adanya katalis positif yang kuat, ETH bisa menguji level support $2.000 (Rp 32 juta) dalam waktu dekat.

    Untuk membalikkan tren bearish ini, ETH perlu menembus level resistance di $2.500 (Rp 40 juta). Jika gagal, tekanan jual bisa semakin kuat.

    Akumulasi besar-besaran oleh whale menunjukkan keyakinan terhadap Ethereum dalam jangka panjang. Namun, tanpa dorongan fundamental atau katalis kuat, harga ETH masih dalam tekanan.

    Investor sebaiknya tetap waspada dan memperhatikan level teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Open Interest Anjlok, Tren Bearish Menguat

    Shiba Inu (SHIB), salah satu meme coin terpopuler, mengalami tekanan pasar yang signifikan.

    Dalam 24 jam terakhir, open interest—indikator jumlah kontrak derivatif terbuka—turun tajam sebesar 24,59%, mencerminkan penurunan minat spekulatif terhadap aset ini.

    Open Interest Menurun: Apa Artinya?

    Penurunan open interest sebesar 24,59% menunjukkan bahwa banyak trader menutup posisi mereka, baik karena realisasi keuntungan maupun menghindari kerugian lebih lanjut.

    Hal ini mencerminkan sentimen pasar yang negatif dan ketidakpastian terhadap pergerakan harga Shiba Inu dalam waktu dekat.

    Baca Juga: Shiba Inu Melemah: Minat Sosial Turun, Harga Terkoreksi

    Analisis Teknikal: Pola Descending Triangle dan Risiko Penurunan Harga

    Secara teknikal, SHIB membentuk pola descending triangle, yang sering kali menjadi pertanda kelanjutan tren bearish.

    Jika harga menembus batas bawah pola ini, ada potensi penurunan lebih lanjut menuju level support berikutnya.

    Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Sabtu, 31 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Aktivitas Pembakaran Token: Upaya Mengurangi Pasokan

    Dalam upaya meningkatkan nilai token, komunitas SHIB telah membakar lebih dari 143 juta token dalam seminggu terakhir. Meskipun pembakaran ini bertujuan untuk mengurangi pasokan dan meningkatkan harga, dampaknya terhadap harga SHIB belum signifikan.

    Baca Juga: Tingkat Pembakaran Shiba Inu Naik Drastis 1866%, Apa Penyebabnya?

    Waspadai Tren Bearish

    Penurunan open interest yang tajam, pola teknikal bearish, dan sentimen pasar yang negatif menunjukkan bahwa SHIB berada dalam fase koreksi.

    Investor dan trader disarankan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil posisi dalam aset ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pergerakan Whale Senilai $17,55 Juta Mengguncang Harga Solana (SOL)

    Pada awal Mei 2025, pasar kripto dikejutkan oleh aksi seorang investor besar alias whale yang melakukan unstake terhadap 120.197 token Solana (SOL) senilai sekitar $17,55 juta dan mentransfernya ke bursa Binance.

    Langkah ini memicu kekhawatiran akan potensi tekanan jual yang signifikan terhadap harga SOL.

    Detail Transaksi Whale

    Whale tersebut telah mengunci token SOL-nya selama enam bulan dan memperoleh imbalan staking sebesar 3.802 SOL.

    Namun, meskipun mendapatkan imbalan tersebut, whale ini mengalami kerugian sebesar $7,8 juta akibat penurunan harga SOL selama periode staking.

    Transfer ke Binance sering kali diinterpretasikan sebagai niat untuk menjual, yang dapat menambah tekanan jual di pasar.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 8 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 8 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Harga Solana Potensi Menguat Seiring Pump.fun Lampaui Ethereum

    Dampak terhadap Harga SOL

    Pada saat kejadian, harga Solana sempat turun di bawah level dukungan kritis $143,5.

    Namun, berkat lonjakan harga Bitcoin sebesar 3%, SOL berhasil pulih dan diperdagangkan di sekitar $147,50, dengan volume perdagangan meningkat 40% dalam 24 jam terakhir.

    Analisis Teknikal dan Prospek Harga

    Secara teknikal, SOL menunjukkan pola konsolidasi dalam rentang $143,5 hingga $154 selama dua minggu terakhir.

    Pola ini sering kali dianggap sebagai fase akumulasi sebelum pergerakan harga selanjutnya.

    Jika SOL berhasil menembus di atas $154, ada potensi kenaikan hingga 15% menuju $180. Sebaliknya, jika harga turun di bawah $143,5, SOL mungkin mengalami penurunan lebih lanjut ke sekitar $132.

    Sentimen Pasar dan Aktivitas Whale Lainnya

    Selain aksi whale ini, terdapat juga laporan tentang whale lain yang mentransfer 494.153 SOL senilai $72 juta ke Coinbase Institutional, yang juga memicu kekhawatiran akan potensi tekanan jual lebih lanjut.

    Namun, laporan AMB Crypto pada Kamis (8/5) menyebut bahwa tidak semua aktivitas whale bersifat bearish.

    Beberapa whale justru memanfaatkan penurunan harga untuk mengakumulasi SOL, menunjukkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang aset ini.

    Baca Juga: Memecoin Solana Menarik Saat Ini, Potensi Persetujuan ETF SOL Spot

    Dengan begitu, aksi whale yang melakukan unstake dan mentransfer SOL ke bursa menunjukkan potensi tekanan jual jangka pendek terhadap harga SOL.

    Namun, pola konsolidasi harga dan aktivitas akumulasi oleh whale lain memberikan harapan akan stabilitas dan potensi kenaikan harga di masa depan.

    Investor disarankan untuk memantau level dukungan dan resistensi kunci serta aktivitas whale untuk mengantisipasi pergerakan harga selanjutnya.

    Baca Juga: Harga Solana Potensi Menguat Seiring Pump.fun Lampaui Ethereum


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • HBAR Jadi Primadona Kripto! Inilah Daftar Koin Paling Bullish dan Bearish

    Komunitas kripto di CoinMarketCap kembali menunjukkan sentimen pasar yang menarik. Dari ratusan aset digital yang dipantau, muncul daftar koin dengan tingkat dukungan paling tinggi (bullish) dan sebaliknya, yang paling banyak dijauhi (bearish). Hasilnya cukup mengejutkan!

    Koin dengan Sentimen Paling Bullish

    Berdasarkan suara komunitas, Hedera (HBAR) berhasil menduduki posisi pertama dengan 96,6% suara bullish, diikuti oleh:

    1. Hedera (HBAR) – $0,2341 (+4,39%)
    2. Kaspa (KAS) – $0,08271 (+6,61%)
    3. Sui (SUI) – $3,54 (+6,77%)
    4. TRON (TRX) – $0,3464 (+1,12%)
    5. Pi (PI) – $0,3469 (+5,78%)

    Angka ini menandakan mayoritas komunitas percaya aset-aset tersebut siap melanjutkan tren positif di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak.

    Koin dengan Sentimen Paling Bearish

    pola candlestick

    Di sisi lain, ada deretan koin yang justru menjadi “bulan-bulanan” komunitas. MemeCore (M) menempati urutan pertama dengan 54,8% suara bearish, disusul oleh:

    1. MemeCore (M) – $2,51 (+0,20%)
    2. MYX Finance (MYX) – $11,65 (+3,97%)
    3. Story (IP) – $9,92 (+2,37%)
    4. OFFICIAL TRUMP (TRUMP) – $8,58 (+3,96%)
    5. Fartcoin (FARTCOIN) – $0,8238 (+10,81%)

    Meski beberapa di antaranya justru mengalami kenaikan harga harian, komunitas tampaknya belum yakin dengan prospek jangka panjang mereka.

    Apa Artinya Bagi Investor?

    Sentimen komunitas sering kali menjadi sinyal penting yang memengaruhi psikologi pasar. Aset dengan dukungan besar berpotensi menarik lebih banyak investor baru, sementara koin dengan banyak suara bearish bisa menghadapi tekanan jual lebih besar.

    Namun, perlu diingat: sentimen bukan satu-satunya indikator, investor tetap harus melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan.

    Baca juga: Enam Alasan Harga Chainlink Bisa di Atas $20


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Ambil Untung, Sinyal Bullish Bitcoin Jadi Buntung


    Jakarta

    Aset keuangan kripto, Bitcoin (BTC) menghadapi sejumlah tantangan untuk membalikkan kondisi bearish, kendati sinyal bullish tampak pada perdagangan hari ini, Jumat (8/8/2025). Pasalnya, BTC tengah mengalami aksi profit taking atau ambil untung yang dilakukan investor jangka panjang.

    Berdasarkan data CoinShare, terjadi arus keluar pertama dalam 15 minggu terakhir dengan nilai US$ 223 juta dari produk investasi aset digital. Aksi profit taking ini terjadi menyusul pertemuan FOMC yang bernada hawkish dan rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan.

    Mengutip data perdagangan Coinmarketcap, BTC tercatat menguat 1,75% pada perdagangan 24 jam terakhir. Kemudian menguat 1,31% selama sepekan dengan harga sebesar US$ 116.856 atau sekitar Rp 1,90 miliar (asumsi kurs Rp 16.294).


    Angka tersebut tercatat jauh lebih menguat dibanding perdagangan di hari sebelumnya, di mana harga BTC tercatat sebesar US$ 114.721 atau sekitar Rp 1,87 miliar. Meski begitu, perdagangan kripto secara umum disebut masih akan menghadapi tantangan.

    “Momentum pemulihan Bitcoin terhenti karena banyaknya sinyal bearish yang muncul di pasar on-chain dan derivatif,” tulis analisis Coinmarketcap dalam laman resminya, Jumat (8/8/2025).

    Penguatan BTC hari ini juga diikuti mata uang kripto lainnya. Ethereum (ETH) misalnya, menguat 5,89% 24 jam terakhir, kemudian menguat 5,38% ke harga US$ 3.889 atau sekitar Rp 63,37 juta.

    Kemudian untuk mata uang BNB tercatat menguat 1,59% sepanjang perdagangan 24 jam. Akan tetapi, BNB melemah 0,76% sepekan terakhir. BNB berada di harga US$ 782,52 atau sekitar Rp 12,75 juta.

    Sementara untuk Solana (SOL) berada di harga US$ 174,45 atau sekitar Rp 2,84 juta. SOL menguat 3,90% sepanjang 24 jam terakhir, dan melanjutkan tren penguatan sepekan terakhir 2,60%.

    Sedangkan untuk mata uang XRP tercatat melonjak signifikan sebesar 10,99% selama 24 jam dan 10,84% sepekan terakhir. Dengan koreksi tersebut, harga XRP saat ini berada di posisi US$ 3,31.

    Di sisi lain, harga stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC) cenderung variatif pada perdagangan hari ini. USDC melemah 0,01% sepekan terakhir, sedangkan USDT menguat 0,03% sepekan terakhir. Masing-masing stablecoin asal Amerika Serikat (AS) itu berada di harga US$ 0,99 dan US$ 1.

    Lihat juga Video: Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Ramalan Harga Kripto: Bullish Gagal Total?


    Jakarta

    Aset keuangan digital kripto diramal sulit kembali ke tren bullish atau kenaikan harga, kendati sinyal penguatan mulai tampak. Sebab saat ini, dinamika pasar kripto sedang mengalami aksi profit taking.

    Berdasarkan data CoinShare, terjadi arus keluar pertama dalam 15 minggu terakhir dengan nilai US$ 223 juta dari produk investasi aset digital. Aksi profit taking ini terjadi menyusul pertemuan FOMC yang bernada hawkish dan rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan.

    Dalam kondisi ini, Bitcoin (BTC) menjadi koin yang paling terdampak. Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap Jumat kemarin, BTC tercatat menguat 1,75% pada perdagangan 24 jam terakhir. Kemudian menguat 1,31% selama sepekan dengan harga sebesar US$ 116.856 atau sekitar Rp 1,90 miliar (asumsi kurs Rp 16.294).


    Angka tersebut tercatat jauh lebih menguat dibanding perdagangan di hari sebelumnya, di mana harga BTC tercatat sebesar US$ 114.721 atau sekitar Rp 1,87 miliar. Meski begitu, perdagangan kripto secara umum disebut masih akan menghadapi tantangan.

    “Momentum pemulihan Bitcoin terhenti karena banyaknya sinyal bearish yang muncul di pasar on-chain dan derivatif,” tulis analisis Coinmarketcap dalam laman resminya, Jumat kemarin.

    Sementara di Indonesia sendiri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya penurunan transaksi kripto yang signifikan secara bulanan (month-to-month/mtm). Transaksi mata uang digital ini tercatat sebesar Rp 32,31 triliun pada Juni 2025, turun 34,83% dari Rp 49,57 triliun di bulan Mei.

    Chairman Indodax, Oscar Darmawan, menjelaskan penurunan transaksi kripto merupakan hal yang normal terjadi dalam dinamika pasar. Ia menyebut, pelemahan jumlah transaksi itu juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor global dan domestik.

    “Penurunan nilai transaksi kripto dari Rp 49,57 triliun di bulan Mei menjadi Rp 32,31 triliun di bulan Juni 2025 memang mencerminkan adanya siklus normal dalam dinamika pasar kripto,” terang Oscar saat dihubungi detikcom.

    Secara global, terang Oscar, dinamika pasar pada bulan Juni sempat mengalami fase konsolidasi usai bullish rally dari pertama kali konfirmasi kenaikan pada bulan April. Dalam kondisi tersebut, banyak investor yang ambil untung atau profit taking.

    “Beberapa investor cenderung melakukan profit-taking, sehingga volume transaksi menurun,” terangnya.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com