Tag: beasiswa indonesia

  • 45 Awardee Beasiswa Garuda di AS Bisa Pindah ke UK



    Jakarta

    Sebanyak 45 awardee Beasiswa Garuda akan segera berangkat ke Amerika Serikat (AS) untuk menempuh studi mereka. Namun, ada kemungkinan mereka dipindahkan ke Inggris Raya atau United Kingdom (UK) karena kebijakan Presiden Trump.

    Seperti diketahui, pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump telah melarang penerbitan visa, baik untuk pelajar asing maupun peserta pertukaran pelajar.

    “Untuk seluruh dunia itu pada saat ini visa untuk ke Amerika Serikat, appointment atau new appointment untuk visa ke Amerika Serikat, visa pelajar dan exchange program itu semuanya dihentikan,” jelas Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, kepada wartawan di Gedung D Komplek Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin (16/6/2025).


    Stella menuturkan, dari 256 siswa penerima Beasiswa Garuda, sebanyak 45 orang diterima di kampus AS. Usai kebijakan baru Trump keluar, Kemendiktisaintek langsung menindaklanjuti pemberangkatan ini.

    “Dan pada hari setelahnya, kebetulan Bapak Presiden memang waktu itu mengundang (pihak) UK, dari Russell Group University, untuk berbicara dengan beliau untuk membangun secara keseluruhan ekosistem sains dan teknologi bangsa di negara ini,” tutur Stella.

    “Dan pada malam harinya, saya berbicara dengan mereka juga untuk melihat bagaimana, apakah bisa diakomodir mereka yang tadinya ke US untuk mungkin dipindahkan ke UK,” imbuhnya.

    Stella menambahkan, proses pemindahan mahasiswa ini sudah berjalan dan para siswa bisa dipindahkan. Asalkan, siswa yang bersangkutan mau pindah universitas.

    “Dan itu sudah berjalan, dan alhamdulillah syukurlah kita sudah bisa mendapatkan itu, dan sedang berjalan dan akan bisa dipindahkan jika siswanya mau pindah,” ujarnya.

    Tentang Beasiswa Garuda

    Beasiswa Garuda merupakan pengganti Beasiswa Indonesia Maju (BIM) yang diperuntukkan bagi siswa yang sedang berada di kelas 12 jenjang SMA/sederajat. Para siswa akan berkesempatan untuk dibiayai kuliah di universitas top dunia.

    Beasiswa ini memberikan kesempatan bagi para siswa-siswi berprestasi, tetapi diprioritaskan untuk yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu.

    Pendaftaran Beasiswa Garuda 2025 dibuka dalam dua gelombang. Gelombang pertama telah ditutup dan diumumkan pada April kemarin. Sementara itu, hasil akhir gelombang kedua diumumkan pada Jumat, 6 Juni 2025.

    (nir/twu)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Program Diputus, Ortu Siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Pertanyakan Nasib Anak


    Jakarta

    Sekitar 40 orang tua siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 menyampaikan aspirasi dan petisi soal keberlanjutan rangkaian beasiswa di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

    Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Siswa Penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 H Ishandawi mengatakan aksi kunjungan orang tua siswa sehubungan dengan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4.

    Ishandawi menjelaskan, berdasarkan surat tersebut, komponen konseling perkuliahan dan penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri ditiadakan pada beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4.


    Perubahan tersebut mengakibatkan siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional yang tidak mampu membayar biaya pendaftaran perguruan tinggi mancanegara jadi mengurungkan harapan untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, sesuai peluang yang dijanjikan pada awal penyelenggaraan program beasiswa.

    Sejumlah siswa penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 tersebut juga terkendala dengan ketiadaan pembimbingan pendaftaran hingga penulisan esai.

    Sementara itu, sebelumnya, mereka telah dibekali kursus IELTS dan meraih skor di atas persyaratan. Tak sedikit pula yang telah memperoleh nilai sekitar 1.200-1.400, di atas persyaratan Puspresnas.

    “Jadi sayang, miris, Asta Cita ke-4 kan penguatan sumber daya manusia nanti menuju Indonesia Emas 2045, ini sudah ada (talentanya),” ucap Ishandawi pada detikEdu sebelum penyerahan petisi pada perwakilan Puspresnas.

    Perubahan Rangkaian BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4

    Berdasarkan Surat Puspresnas, nama BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 telah diubah menjadi BIM Persiapan Program Sarjana 4. Program ini meliputi pengayaan akademik berupa kursus dan tes resmi IELTS dan SAT/ACT serta pengayaan nonakademik berupa webinar series, proyek sosial, dan summer program.

    Dalam surat itu, Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemendikbudristek menyatakan bahwa program persiapan tersebut akan berakhir.

    Untuk itu, kepala sekolah diminta mengabari siswa BIM Persiapan S1 Angkatan 4 atas sejumlah perubahan berikut.

    Tidak Ada Konseling Kuliah

    Program pengayaan BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4 tidak meliputi college counseling.

    Sedangkan berdasarkan booklet beasiswa Indonesia Maju Program Sarjana Luar Negeri Angkatan 4, biaya layanan college counseling 2024-2025 termasuk komponen beasiswa.

    Jika konseling diadakan, siswa sedianya akan dibimbing untuk memenuhi tiap kriteria dan persyaratan pendaftaran, termasuk esai, hingga mendapat LoA. Siswa juga dibimbing untuk menetapkan pilihan perguruan tingginya.

    Tidak Ada Penggantian Biaya Pendaftaran Universitas Luar Negeri

    Pemberian bantuan biaya pendaftaran universitas (reimbursement) juga ditiadakan pada program pengayaan BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4 menurut surat Puspresnas Kemendikbudristek tanggal 3 November 2024 tersebut.

    Sedangkan biaya aplikasi atau pendaftaran ke perguruan tinggi luar negeri 2024-2025 dijanjikan sebagai komponen beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4.

    “(Sebelumnya) Bisa sampai empat perguruan tinggi luar negeri,” kata Ishandawi.

    Adanya komponen ini seharusnya memungkinkan beban biaya pendaftaran pendidikan tinggi luar negeri ditanggung negara sehingga meringankan beban finansial orang tua dan siswa.

    Ishandawi mencontohkan, biaya pendaftaran ke University of British Columbia (UBC), Kanada sendiri mencapai CAD 160-an atau sekitar Rp 1,9 juta. Sedangkan biaya pendaftaran ke Massachusetts Institute of Technology (MIT) mencapai USD 75 atau sekitar Rp 1,2 juta.

    Biaya pendaftaran perguruan tinggi yang relatif tinggi dan kini tidak masuk komponen beasiswa BIM Persiapan S1 tersebut membuat sejumlah siswa dan orang tua mengurungkan niat mendaftar ke kampus luar negeri laiknya rencana awal mereka.

    BIM Persiapan Sarjana Kini Hanya Program Pengayaan

    BIM Persiapan Program Sarjana yang digelar Puspresnas kini hanya meliputi program pengayaan untuk mempersiapkan siswa bisa bersaing dalam pendaftaran ke universitas luar negeri dan dalam negeri.

    Sedangkan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dijanjikan meliputi program berikut:

    • Pengayaan akademik:
      • Kursus persiapan tes TOEFL/IELTS/bahasa asing lainnya
      • Kursus persiapan tes SAT/ACT
    • Pengayaan talenta nonakademik
    • Program konseling pendidikan tinggi (college counseling)
    • Pembinaan penguatan karakter kebangsaan

    Diminta Mendaftar Sendiri ke Beasiswa S1

    Siswa BIM Persiapan Program Sarjana yang ingin mendaftar ke beasiswa program S1 kini dapat mendaftar ke Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) atau beasiswa lain yang dibiayai pemerintah/lembaga lain.

    Sedangkan pada BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4, diatur bahwa siswa yang sudah menerima Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri akan mengikuti Seleksi Lanjutan untuk ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa.

    Siswa pemegang LoA calon penerima beasiswa sedianya direkomendasikan pada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan) untuk ditetapkan sebagai Penerima Beasiswa Sarjana Luar Negeri.

    Opsi Mendaftar ke Kampus Dalam Negeri

    Siswa BIM Persiapan Program Sarjana kini disebut juga dapat didaftarkan ke universitas dalam negeri lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau seleksi penerimaan perguruan tinggi dalam negeri lainnya.

    Lebih lanjut, hasil pengayaan siswa peserta disampaikan dalam Rapor Program Pembinaan BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4 Tahun 2024 pada awal 2025.

    Sedangkan dalam BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 diatur bahwa pada akhir tahapan persiapan, termasuk konseling pendidikan tinggi dan biaya pendaftaran ke universitas luar negeri, penerima beasiswa persiapan seharusnya mendaftarkan diri ke perguruan tinggi luar negeri (PTLN).

    Daftar perguruan tinggi yang bisa dilamar oleh siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 sendiri ditetapkan oleh panitia Beasiswa Indonesia Maju.

    Termasuk di antaranya yaitu tiga universitas terbaik di dunia versi QS World University (WUR) 2025 Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat; Imperial College London, Inggris; dan University of Oxford, Inggris.

    Ishandawi berharap aksi orang tua siswa di kantor Puspresnas tidak dipandang negatif. Ia menyatakan pihaknya mendukung Puspresnas agar melanjutkan program ini sesuai kesepakatan awal siswa penerima beasiswa dan panitia BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4, yang diketahui dan diteken orang tua.

    “Kami mendukung Puspresnas, dan saya minta Pemerintah tidak membubarkan Puspresnas, karena ini adalah tempat anak muda yang punya prestasi secara nasional, yang akan menjadi calon generasi emas Indonesia di tahun 2045,” ucapnya pada penyampaian petisi di halaman Kantor Puspresnas.

    “Oleh karena itu, sama-sama kita para orang tua siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (Persiapan S1) Angkatan 4 ini dengan Puspresnas bergandengan, sama-sama agar programnya berjalan sesuai dengan harapan kita, bahwa anak-anak disiapkan secara mental, secara karakter, dan secara skill, bahasa Inggris maupun SAT-nya untuk bisa mendaftar ke perguruan tinggi di luar negeri.

    Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

    “Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya.

    “Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” imbuhnya.

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Kapan Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2024 Dibuka? Ini Infonya



    Jakarta

    Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama (Kemenag) 2024 menjadi salah satu beasiswa incaran mahasiswa Indonesia. Namun, kapan pendaftarannya akan dibuka?

    BIB Kemenag 2024 adalah bantuan dana pendidikan melalui program gelar ataupun non-gelar hasil kerjasama antara Kemenag dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Program gelar yang tersedia terbuka untuk pendaftaran jenjang S1, S2, dan S3 di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

    Bila melihat seleksi tahun sebelumnya, pendaftaran BIB 2024 seharusnya sudah dibuka sejak bulan Juni-Juli. Namun melalui media sosial Instagram resminya, Tim BIB menjelaskan di tahun 2024 seleksi belum digelar hingga saat ini.


    “Saat ini Beasiswa Indonesia Bangkit belum membuka pendaftaran untuk tahun 2024. Informasi terkait pendaftaran akan disampaikan melalui website dan Instagram official,” kata tim BIB dalam keterangan tertulis.

    Meskipun belum membuka pendaftaran, calon awardee tetap bisa mempersiapkan diri lo. Berikut ini informasi yang bisa kamu ketahui tentang BIB Kemenag RI dikutip dari Pedoman Pendaftaran BIB Program Beasiswa Gelar Tahun 2023, Senin (8/7/2024).

    Jenis Beasiswa Gelar BIB Kemenag RI

    BIB terbagi dalam tiga jenis beasiswa gelar, yakni:

    1. Beasiswa Umum

    • S1: Beasiswa Umum S1 dalam negeri
    • S2: Beasiswa Umum S2 dalam negeri dan luar negeri
    • S3: Beasiswa umum S3 dalam negeri dan luar negeri

    2. Beasiswa Prestasi

    • S1: Beasiswa Prestasi S1 dalam negeri dan luar negeri
    • S2: Beasiswa double degree S2 luar negeri

    3. Beasiswa Target

    • S1: Beasiswa tahfidz S1 dalam negeri dan Beasiswa S1 PJJ-PAI

    Syarat Pendaftaran BIB Kemenag RI

    1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi ketentuan persyaratan pada masing-masing program terutama:

    • Alumni pesantren
    • Lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI)/Ma’had Aly/program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)
    • Alumni perguruan tinggi umum (PTU)
    • Guru dan tenaga kependidikan pada pendidikan agama Islam
    • Pendidik dan tenaga kependidikan madrasah
    • Dosen pada perguruan tinggi keagamaan dan ma’had aly
    • Dosen pendidikan agama Islam
    • Pegawai kementerian agama

    2. Kriteria pendaftar beasiswa degree untuk jenjang S1 antara lain:

    • Siswa madrasah aliyah (MA)
    • Siswa madrasah aliyah kejuruan (MAK)
    • Siswa pendidikan diniyah formal/pendidikan mu’adalah/pendidikan kesetaraan pada pesantren salafiyah/SMA/SMK pada pondok pesantren dan sederajat.
    • Jenjang S1 bisa mengikuti program: Beasiswa Umum S1 dalam negeri, Beasiswa Prestasi S1 dalam dan luar negeri, Beasiswa Target Tahfidz S1 dalam negeri dan Beasiswa Target S1 PJJ-PAI.

    3. Kriteria pendaftar beasiswa degree untuk jenjang S2 antara lain:

    • Lulusan PTKI
    • Lulusan Ma’had Aly
    • Lulusan PBSB
    • Lulusan PTU
    • Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah/Pendidikan Pesantren
    • Guru PAI dan Pengawas PAI pada sekolah
    • Pegawai di Kementerian Agama
    • Jenjang S2 bisa mengikuti program: Beasiswa Umum S2 dalam dan luar negeri dan Beasiswa Prestasi Double Degree S2 dalam dan luar negeri.

    4. Kriteria pendaftar beasiswa degree untuk jenjang S3 antara lain:

    • Dosen perguruan tinggi keagamaan
    • Dosen PAI pada perguruan tinggi umum
    • Lulusan PTKI
    • Lulusan PTU
    • Jenjang S3 bisa mengikuti program: Beasiswa Umum S3 dalam dan luar negeri.

    Jalur Pendaftaran BIB Kemenag RI

    Seleksi Beasiswa Gelar BIB terdiri dari tiga jalur yakni:

    1. Jalur LoA (Letter of Acceptance/Admission unconditional)

    Ditujukan bagi pendaftar yang telah memiliki LoA unconditional atau surat penerimaan tanpa syarat dari perguruan tinggi tujuan.

    2. Jalur Kemitraan (Partnership/Collaborative Program)

    Pendaftar dapat memiliki program studi pada perguruan tinggi kemitraan yang ditetapkan oleh Kemenag. Jika dinyatakan lulus seleksi sebagai calon penerima beasiswa, peserta akan mendapatkan LoA/diterima di perguruan tinggi yang sudah ditetapkan.

    3. Jalur Reguler

    Ditujukan bagi pendaftar yang belum memiliki LoA. Pendaftar bisa memiliki maksimal 3 program studi pada perguruan tinggi tujuan. Ketika lolos seleksi beasiswa, pendaftar diberikan batas waktu untuk mendapatkan LoA.

    Komponen BIB Kemenag RI

    1. Biaya Pendidikan

    • Biaya pendaftaran
    • Biaya SPP (Tuition Fee)
    • Bantuan penelitian skripsi/tesis/disertasi
    • Bantuan seminar internasional (S2/S3)
    • Bantuan publikasi jurnal internasional (S2/S3)

    2. Biaya Pendukung

    • Transportasi
    • Asuransi kesehatan
    • Biaya hidup bulanan (Living Cost)
    • Settlement allowance
    • Family allowance (S3)
    • Biaya aplikasi visa/residence permit (LN)
    • Dana darurat

    3. Biaya Tambahan (Disabilitas)

    • Biaya transportasi pendamping
    • Biaya asuransi kesehatan pendamping
    • Biaya pendukung lainnya yang disetujui

    4. Biaya Peningkatan Kemampuan Bahasa (Afirmasi)

    • Biaya program
    • Biaya hidup bulanan
    • Biaya transportasi

    Itulah informasi tentang BIB Kemenag RI 2024. Semoga pendaftarannya segera dibuka ya detikers!

    (det/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Cara Dapat Beasiswa di University of Pennsylvania, Simak!



    Jakarta

    University of Pennsylvania (UPenn) sedang ramai dibahas di media sosial. Kampus yang terletak di Amerika Serikat ini memang termasuk ke dalam universitas top.

    Berdasarkan pemeringkatan QS WUR 2025, UPenn menjadi kampus terbaik di dunia urutan ke-11. UPenn mempunyai 52 program sarjana dan 15 program pascasarjana.

    Selain itu, kampus UPenn menyediakan berbagai beasiswa bagi mahasiswanya. Baik beasiswa dari pemerintah, organisasi, alumni, perusahaan, dan masing-masing negara asal (mahasiswa internasional).


    Lantas, bagaimana cara mendapatkan beasiswa di UPenn? Mengutip berbagai sumber, ini langkah-langkahnya:

    Lewat Beasiswa Dalam Negeri

    Cara lazim dicoba oleh mahasiswa untuk meraih beasiswa di UPenn adalah lewat bantuan yang disediakan Pemerintah Indonesia sendiri. Berikut beberapa beasiswa dalam negari dengan pilihan kampus UPenn:

    1. Beasiswa LPDP

    Beasiswa LPDP disediakan oleh pemerintah RI lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Jika detikers ingin meraih beasiswa pendanaan di UPenn bisa mencoba daftar beasiswa LPDP.

    Dikutip dari laman LPDP, kampus UPenn termasuk perguruan tinggi tujuan paling banyak dipilih. UPenn menduduki urutan ke-13 sebagai kampus luar negeri paling banyak dipilih dalam beasiswa LPDP.

    2. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)

    Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) merupakan skema beasiswa yang disediakan oleh Kementerian Agama dan LPDP bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengembangakan karier, pengalaman, dan jaringan kampus di dalam dan luar negeri.

    Ada berbagai banyak pilihan program dalam BIB yakni S1, S2, S3, kemitraan, dan double degree. Pelamar beasiswa BIB bisa memilih UPenn sebagai pilihan kampus luar negeri.

    3. Beasiswa Indonesia Maju

    Beasiswa Indonesia Maju (BIM) juga menyediakan banyak pilihan kampus tujuan luar negeri bagi mahasiswa Indonesia. Salah satunya University of Pennsylvania.

    BIM bisa dicoba untuk beberapa kalangan seperti calon guru SMK, dosen, dan pelaku budaya. Salah satu syarat untuk mendapat beasiswa BIM adalah sudah diterima di UPenn dibuktikan lewat Letter of Acceptance.

    Lewat Beasiswa dari Pemerintah AS

    Pemerintah AS menyediakan dana pendidikan bagi mahasiswa internasional termasuk Indonesia. Bantuan tersebut disalurkan lewat beasiswa Fulbright.

    Beasiswa Fulbright bisa dicoba bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi master maupun doktoral. UPenn pun termasuk ke dalam salah satu pilihan kampus di beasiswa ini lho.

    Lewat Beasiswa Langsung di UPenn

    Mengutip laman resminya, UPenn menyediakan berbagai beasiswa untuk mahasiswa sarjana hingga pascasarjana. Berikut beberapa beasiswa yang tersedia:

    1. Penn Grant

    Penn Grant ditujukan bagi mahasiswa sarjana. Beasiswa ini dapat membiayai kuliah mahasiswa hingga semester 8.

    2. Named Scholarship

    Beasiswa jenis ini dibiayai oleh para alumni UPenn. Named Scholarship berlaku bagi mahasiswa S1.

    3. Graduate Grants and Scholarships

    Beasiswa ini tersedia di 12 sekolah pascasarjana UPenn, tapi dengan kuota terbatas. Penilaian beasiswa berdasarkan pada prestasi akademis dan profesional. Informasi lebih lengkapnya bisa dilihat di https://srfs.upenn.edu/financial-aid/grants-and-scholarships ya.

    Itulah beberapa cara memperoleh beasiswa di University of Pennsylvania. Semoga membantu ya!

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 Diputus, Begini Kata BPPT



    Jakarta

    Orang tua penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 menyampaikan petisi pada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek, Rabu (20/111/2024).

    Pada petisi tersebut, orang tua siswa penerima beasiswa meminta agar program BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dilanjutkan sesuai kesepakatan. Sebab, berdasarkan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4, komponen beasiswa berupa college counseling (konseling pendidikan tinggi) dan penggantian biaya pendaftaran di universitas luar negeri ditiadakan.

    Terkait perubahan program dan komponen pembiayaan dalam BIM Persiapan S1 Luar Negeri, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi (BPPT), Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek Ratna Prabandari mengatakan pihaknya akan membahas hal ini lebih lanjut dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Stella Christie.


    “Belum tahu, ini kita lagi mau rapat sama Bu Stella untuk membicarakan itu. Jadi aku belum bisa jawab itu,” ucapnya di sela kegiatan pemberian Beasiswa Eramet 2024 di Hotel Bidakara, Pancoran, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (22/11/2024).

    “Karena sepertinya nanti BIM akan di-cover di sana juga. Sepertinya, ya,” ucapnya.

    Ratna mengatakan, BPPT, Puspresnas saat ini masih tercatat berada di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

    Diketahui, pada pemerintahan Prabowo-Gibran 2014-2029, Kemendikbudristek dibagi tiga menjadi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dan Kementerian Kebudayaan (Kemennbud).

    “Masih, sementara masih di bawah Kemendikbudristek ya. Sekarang namanya masih kemendikbudristek. Tapi nanti saya nggak ngerti mulai kapan, mungkin awal tahun depan, itu harusnya sudah mulai diumumkan bahwa ada Kemendikdasmen sama ada Kemendiktisaintek.

    Ratna mengatakan, pihaknya masih menunggu penetapan penempatan BPPT di salah satu kementerian pecahan Kemendikbudristek ini.

    “Belum tahu karena belum ada keputusan. Kami juga masih menunggu keputusan untuk BPPT sendiri, di mana kita juga masih belum tahu,” ucapnya.

    Sementara itu, ia mengatakan penerima beasiswa pemerintah yang dikelola Kemendikbudristek seperti Beasiswa Indonesia Maju (BIM) dan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).

    “Yang jelas, yang sekarang diamankan adalah mereka yang sudah mendapatkan beasiswa pasti akan diamankan anggaranya, itu yang pertama. Nggak akan terlantar. Nah untuk programnya, apakah nanti berubah? Masih belum tahu,” ucapnya.

    “Tapi yang jelas, fokus utama (anggaran Kemendikbudristek) kayaknya prioritasnya adalah untuk pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan dulu,” imbuhnya.

    Perubahan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4

    Konseling pendidikan tinggi pada BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 sedianya meliputi bimbingan pemilihan perguruan tinggi dan prodi, penulisan esai, hingga wawancara bersama perguruan tinggi luar negeri.

    Lebih lanjut, siswa yang sudah menerima Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri akan mengikuti Seleksi Lanjutan untuk ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa.

    Siswa pemegang LoA calon penerima beasiswa sedianya direkomendasikan pada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan untuk ditetapkan sebagai Penerima Beasiswa Sarjana Luar Negeri.

    Sedangkan berdasarkan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4, layanan college counseling dan pembiayaan pendaftaran ke perguruan tinggi luar negeri ditiadakan.

    Lebih lanjut, siswa BIM Persiapan Program Sarjana yang ingin mendaftar ke beasiswa program S1 kini dapat mendaftar ke Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) atau beasiswa lain yang dibiayai pemerintah/lembaga lain. Mereka juga disebut dapat mendaftar ke perguruan tinggi dalam negeri lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

    (twu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Nasa, Siswa Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri yang Programnya Diputus


    Jakarta

    Muhammad Fazil Ihsan Lanasa ingin kuliah teknik dirgantara di luar negeri seperti idolanya, BJ Habibie. Peraih medali emas World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2023 ini sudah mengantongi skor IELTS dan SAT untuk bekal mendaftar di perguruan tinggi luar negeri.

    Nasa, begitu ia akrab dipanggil, merupakan salah satu dari 350 siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4. Sejak awal tahun, siswa kelas 12 MAN 4 Jakarta ini mengikuti rangkaian program beasiswa, mulai dari webinar series untuk kuliah luar negeri, kursus IELTS dan SAT, summer program, dan proyek sosial.

    Namun pada 3 November 2024, Surat Puspresnas Nomor 1645/J3/PN.06/2024 menyatakan beasiswa persiapan kuliah di luar negeri ini tidak lagi menyelenggarakan college counseling. Penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri juga ditiadakan.


    College counseling ini penting karena selain yang di-planning tadi, seharusnya juga ada pendampingan soal esai, terutama untuk universitas di Amerika Serikat ataupun buat scholarships,” tuturnya pada detikEdu jelang penyampaian petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

    Tak Ada Konseling, Pembiayaan Ditiadakan

    Dikutip dari laman BIM Puspresnas, college counseling merupakan bimbingan pendidikan tinggi untuk memilih perguruan tinggi dan prodi tujuan, penulisan esai, hingga persiapan wawancara.

    College counseling sedianya digelar sekitar September-Oktober, tetapi tidak kunjung diadakan sampai terbit surat Puspresnas tentang peniadaan bimbingan pendidikan tinggi dan reimbursement biaya pendaftaran ke kampus luar negeri bagi awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri.

    Sedangkan peniadaan reimbursement biaya pendaftaran universitas luar negeri menurut Nasa berdampak pada teman-teman sesama penerima beasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

    Ia mencontohkan, salah satu rekannya yang peraih medali olimpiade sains nasional (OSN) mengalami keterbatasan finansial. Akibatnya, awardee tersebut tak mampu membayar biaya pendaftaran di universitas luar negeri tujuannya.

    “Karena saya tahu sendiri, nggak semua awardee BIM Persiapan ini yang punya kapabilitas finansial bagus, karena mereka dinilai dari merit (prestasi),” tuturnya.

    Nasa sendiri membayar CAD 170 atau sekitar Rp 1,9 juta untuk mendaftar ke University of British Columbia (UBC), Kanada. Sedangkan rencana untuk mendaftar ke University of California (UC) Berkeley dan University of Rhode Island ia urungkan.

    “UC Berkeley kemungkinan saya drop, karena harganya lumayan mahal 85 dolar (USD, sekitar Rp 1,3 juta). Dan juga University of Rhode Island 65 dolar (USD, sekitar Rp 1,03 juta),” tuturnya.

    Tak hanya dirinya, Nasa menuturkan siswa sesama penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dari madrasahnya pun mengalami kendala biaya pendidikan tinggi yang sama.

    “Teman saya itu nilai IELTS-nya udah jauh di atas kualifikasi BIM, dan juga ada SAT-nya yang jauh di atas kualifikasi BIM. tapi karena keputusan itu (tidak ada lagi reimbursement biaya pendaftaran), dia sering drop beberapa universitas gara-gara biaya,” ucapnya.

    Mencari Kuliah Gratis di Luar Negeri

    Ia kini pikir-pikir lagi untuk mengeluarkan biaya pendaftaran ke universitas di luar negeri. Bersama empat teman awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di MAN 4 Jakarta, Nasa bagi-bagi tugas mencari peluang beasiswa di berbagai negara dan benua. Khususnya pada kampus yang menyediakan biaya pendaftaran gratis.

    “Salah satu teman saya nyari semua universitas yang ada beasiswanya di Australia. Satu yang di Eropa, satu yang di Amerika,” tuturnya.

    “Kita buat kategori, dan apa-apa cari sendiri,” imbuhnya.

    Nasa juga mendaftar ke International Scholars Program, sejenis BIM untuk mahasiswa internasional di Kanada. Beasiswa ini menyediakan gratis uang kuliah dan uang saku per tahun.

    “Pengumumannya sendiri, kalau tidak salah, Maret. Jadi pas tahu pengumuman ini, bisa lanjut ke BIM (reguler S1) atau scholarship ini,” imbuhnya.

    Ia semula ingin masuk Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, perguruan tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking (WUR) 2025. Namun, beasiswa di kampus-kampus AS lazimnya bersifat parsial, tidak menyediakan tempat tinggal dan tunjangan hidup per tahun.

    “Saya jadi nge-rescale tujuan saya. Jadi kalau universitasnya nggak ada kepastian soal beasiswa atau apapun, saya drop,” ucapnya.

    Kini, Nasa menarget Monash University, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), hingga Korea Advanced Institute of Science Technology (KAIST). Kampus terakhir terkenal dengan pendidikan gratis, uang saku, plus asrama bagi mahasiswanya.

    Melanjutkan Riset

    Tak berdiam diri, Nasa juga kini melanjutkan proyek risetnya. Sebelumnya, ia harus berpandai-pandai membagi waktu sekolah, persiapan IELTS dan SAT, serta kompetisi riset.

    Minatnya di bidang riset sains dan teknologi terutama diasah sejak menginjak kelas 10 madrasah. Saat itu, dia membuat kompensator energi dari barang rongsokan. Kompensator daur ulang ini dapat menghemat listrik rumah tangga hingga 1.000 Watt.

    Gagasannya terinspirasi dari flywheel alias roda gila yang digunakan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) yang komponennya relatif jarang ditemukan secara umum. Berkonsultasi dengan kepala sekolah SMK PGRI Telagasari, Karawang, Jawa Barat, ia pun berinovasi memanfaatkan flywheel dari bearing truk diesel dan generator bekas hydro generator.

    Risetnya itu kelak diganjar dengan medali emas International Research Competition for Young Scientist (IRCYS) 2022.

    Kini, Nasa berencana membuat inovasi yang berdampak untuk membantu krisis kemanusiaan. Ia menuturkan, proyek ini berangkat dari kondisi di Palestina.

    “Situasi di lapangannya nggak ada jalur. Misal ada camp refugee di sini, tapi jalur logistik ke camp-nya udah hancur banget. Kaya truk yang didesain buat off-road pun susah ke sananya,” tuturnya.

    “Jadi inginnya, inovasinya nanti bisa diaplikasikan di tempat-tempat yang lagi krisis,” pungkasnya.

    Terkait petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri untuk Nasa dan kawan-kawannya, Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

    “Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya di Kantor Puspresnas, Jakarta Selatan.

    “Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” sambungnya.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa LPDP, BPI, dan BIB Kemenag Tak Kena Efisiensi Anggaran!



    Jakarta

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan sejumlah beasiswa atau bantuan pendidikan untuk mahasiswa di perguruan tinggi tidak kena imbas efisiensi anggaran.

    Seperti beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Kemendiktisaintek serta Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama.

    Keputusan ini perlu diperhatikan masyarakat, terutama bagi penerima beasiswa yang tengah berjalan. Para penerima beasiswa diharapkan tidak perlu khawatir karena mereka akan tetap menerima haknya sesuai kontrak yang telah disepakati.


    “Sementara itu beasiswa yang sedang berjalan yaitu 40.030 siswa penerima LPDP Kemendiktisaintek,” tutur Sri Mulyani dikutip dari detikNews, Jumat (14/2/2025).

    “Beasiswa pendidikan Indonesia dan beasiswa Indonesia bangkit di Kementerian Agama juga tetap berjalan sesuai dengan kontak beasiswa yang sudah dilakukan,” imbuhnya.

    Kekhawatiran Kemendikti dan Komisi X DPR RI

    Sebelumnya, Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro menjelaskan banyak anggarannya terkena efisiensi anggaran hingga Rp 14,3 triliun. Hal tersebut disampaikan Satryo kala rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (12/2/2025) lalu.

    Salah satu pagu anggaran yang terpotong adalah bantuan sosial atau beasiswa. Pagu ini terdiri dari beasiswa KIP-K, BPI, Beasiswa ADIK, KNB (Kemitraan Negara Berkembang), dan beasiswa dosen dan tenaga pendidik.

    Dari jumlah Rp 15,428 triliun, pagu beasiswa terpotong 9% atau sekitar Rp 1,432 triliun. Sehingga jumlah yang tersisa adalah sekitar Rp 14 triliun.

    Satryo meminta agar seluruh pagu beasiswa dikembalikan kepada total anggaran awal dan tidak dilakukan efisiensi.

    “Bantuan sosial beasiswa kami usulkan kembali supaya tetap pada pagu semula. Karena ini termasuk kategori yang tidak kena efisiensi,” tutur Satryo dikutip dari tayangan YouTube TVR Parlemen, Jumat (14/2/2025).

    Menanggapi pemaparan Mendiktisaintek, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mempertanyakan mengapa Kemenkeu memotong anggaran beasiswa.

    Karena berdasarkan peraturan lanjutan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran yang disampaikan usai pertemuan dengan Sekretariat negara menjelaskan belanja pegawai dan belanja bantuan sosial tidak boleh di efisiensi.

    “Beasiswa yang tadi sudah jelas itu bantuan sosial juga kenapa kok dipotong gitu. Mungkin teman-teman komisi 10 perlu memberikan perhatian khusus,” ujarnya.

    Hal serupa juga disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB Muhammad Khadafi. Pemotongan anggaran beasiswa pada mahasiswa ongoing bisa berdampak buruk.

    “Ada pengurangan (anggaran) bukan hanya 200 ribu calon mahasiswa baru tetapi juga berdampak ternyata kepada mahasiswa ongoing,” tuturnya.

    “Adik-adik mahasiswa yang mendapatkan beasiswa jadi deg-degan ini saya kena giliran pemangkasan anggaran atau tidak. Mahasiswa penerimaan manfaat di luar negeri gimana nasibnya mereka ini,” ungkap Khadafi.

    Meski sempat dikhawatirkan, pada akhirnya Kemenkeu mewakili pemerintah memastikan bila beasiswa baik LPDP, BPI, dan BIB Kemenag tidak terkena efisiensi anggaran.

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • LPDP-Kemendiktisaintek Alokasikan Dana Rp 2 Triliun untuk Beasiswa



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) perbaharui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Jumat (28/2/2025). Pembaharuan kerja sama ini mengalokasikan dana sebesar kurang lebih Rp 2 triliun untuk beasiswa.

    Wamendiktisaintek Stella Christie menjelaskan beasiswa LPDP berdasarkan Dana Abadi Pendidikan (DAP). Beasiswa ini akan diberikan pada siswa yang berprestasi agar mendapat pendidikan tinggi berkualitas jenjang S1 hingga S3.

    “Kita menandatangani kerja sama program kolaborasi Kemdiktisaintek dengan LPDP menggunakan Dana Abadi Pendidikan (DAP), khususnya beasiswa. Momen ini menjadi salah satu tumpuan atau poros untuk membangun sumber daya manusia di Indonesia,” ujar Wamen Stella dikutip dari laman resmi Kemdiktisaintek, Sabtu (1/3/2025).


    Penggunaan Dana LPDP Rp 2 Triliun

    Dana LPDP kurang lebih Rp 2 triliun itu akan digunakan untuk pelaksanaan pendanaan dan pengelolaan program kolaborasi yang selama ini ada. Baik program beasiswa bergelar/degree dan beasiswa tanpa gelar/non-degree.

    Pendanaan akan diberikan pada program yang telah berjalan tahun sebelumnya dan program baru yang akan dibuka pada 2025.

    Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto menjelaskan pihaknya akan berusaha memberikan layanan terbaik. Caranya dengan memaksimalkan pelayanan dan sportivitas.

    “Untuk hasil yang optimal, tepat, dan berdampak positif bagi bangsa dan negara,” katanya.

    Turut hadir dalam prosesi penandatanganan PKS, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang berharap kerja sama ini bisa membangun generasi hebat masa depan. Seluruh prosesnya juga dilakukan Kemdikti secara transparan sehingga masyarakat bisa ikut mengawasinya.

    “Kami berharap PKS ini dapat meningkatkan kolaborasi antara LPDP dan Kemdiktisaintek, serta membangun generasi sumber daya manusia yang lebih baik dimasa depan,” kata Togar.

    Beasiswa LPDP Tidak Kena Efisiensi

    Sebelumnya sempat ramai bila beasiswa LPDP terkena dampak efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah. Kendati demikian hal ini kemudian dibantah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

    Dengan tegas, Sri Mulyani menyebutkan 40.030 penerima beasiswa LPDP akan tetap menerima haknya sesuai kontrak yang telah disepakati. Sosok yang akrab dipanggil Ani itu juga menyebut dua beasiswa lain yang tidak kena efisiensi anggaran.

    Yakni Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Kemendiktisaintek serta Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama.

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 Dibuka 1 April, Cek Syaratnya!



    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) tahun ini akan dibuka pada 1 April 2025. BIB adalah beasiswa kerja sama antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.

    “Pengumuman pendaftaran BIB 2025 akan dilakukan pada 21 Maret 2025. Sementara untuk pendaftarannya, dibuka mulai 1 April 2025,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag), Prof Phil Kamaruddin Amin dilansir dari laman Kemenag Sulawesi Barat, Kamis (20/3/2025).

    Beasiswa Indonesia Bangkit adalah beasiswa kolaborasi antara Kemenag danLPDP. Beasiswa ini menyediakan biaya pendidikan untuk jenjang S1, S2 dan S3. Pilihan kampus tujuan beasiswa pun beragam. Ada yang di dalam negeri juga di luar negeri.


    Sejak 2022, BIB telah mendanai 6.000 mahasiswa. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal Kemenag Ruchman Basori mengatakan BIB bisa dicoba juga oleh dosen dan tenaga kependidikan.

    “Boleh para dosen mengambil studi ke Tiongkok dan negara-negara yang dikehendaki para dosen, agar setidaknya lima dosen dalam setiap program studi bergelar doktor,” jelasnya.

    Syarat Daftar Beasiswa Indonesia Bangkut

    • Berumur maksimal 40 tahun untuk S2 dan 45 tahun untuk S3 Memiliki ijazah atau surat keterangan lulu
    • Bagian dari keluarga besar Kementerian Agama RI
    • Mempunyai kemampuan bahasa Inggris (TOEFL) atau bahasa Arab (TOAFL)
    • Melengkapi persyaratan administrasi lainnya

    Dokumen Syarat Daftar Beasiswa Indonesia Bangkit

    Berdasarkan persyaratan di tahun 2024, berikut dokumen syarat daftar Beasiswa Indonesia Bangkit:

    • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Ijazah/surat keterangan lulus
    • Transkrip nilai bagi pendaftar S2 atau S3
    • Surat rekomendasi kepala satuan pendidikan atau tokoh masyarakat
    • Sertifikat kompetensi bahasa Inggris TOEFL ITP, TOEFL IBT, TOEFL CBT, TOEIC, IELTS atau Duolingo English Test
    • Personal statement atau motivasi diri
    • Bagi pelamar yang telah bekerja bisa menyertakan surat izin pimpinan beserta surat keterangan masa kerja dan pernyataan bebas tugas kerja dari pimpinan
    • Rencana studi berisi 1.500-2.000 kata bagi pelamar S2
    • Rencana penelitian dan karya akademik (jika ada) bagi pelamar S3

    Komponen Pembiayaan Beasiswa Indonesia Bangkit

    Beasiswa Indonesia Bangkit ini menanggung pembiayaan atas kebutuhan berikut:

    Biaya Pendidikan

    • Biaya pendaftaran
    • Biaya SPP
    • Bantuan publikasi jurnal internasional bagi awardee S2/S3
    • Bantuan seminar internasional
    • Bantuan penelitian skripsi/tesis/disertasi
    • Biaya hidup bulanan

    Biaya Pendukung

    • Biaya hidup bulanan (living cost)
    • Biaya aplikasi visa/residence permit (luar negeri)
    • Transportasi
    • Family allowance (S3)
    • Asuransi kesehatan
    • Dana darurat
    • Settlement allowance

    Biaya Tambahan bagi Disabilitas

    • Biaya asuransi kesehatan pendamping
    • Biaya transportasi pendamping
    • Biaya pendukung lainnya yang disetujui
    • Biaya Peningkatan Kemampuan Bahasa bagi Awardee Afirmasi
    • Biaya hidup bulanan
    • Biaya transportasi
    • Biaya pendidikan
    • Biaya program

    Itulah bocoran pembukaan pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025. Yuk segera siapkan dokumen-dokumen persyaratannya!

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemendiktisaintek Kenalkan Pengganti Beasiswa Indonesia Maju, Apa Itu?


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengenalkan pengganti Beasiswa Indonesia Maju (BIM) untuk calon mahasiswa baru. Diketahui, beasiswa penggantinya yang bernama Beasiswa Garuda sudah memulai pendaftaran pada April lalu.

    Sebagai informasi, BIM merupakan beasiswa studi sarjana yang diluncurkan untuk calon mahasiswa baru. Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan dan tunjangan hidup.

    Setelah empat angkatan, beasiswa ini akan ditutup. Namun, siswa tak perlu cemas karena Kemendiktisaintek telah meluncurkan penggantinya.


    Wamendiktisaintek Stella Christie pada Senin (21/4/2025) menyebut program Beasiswa Garuda merupakan wujud gagasan Asta Cita nomor 4.

    Gagasan Asta Cita nomor 4 berbunyi, ” Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.”

    Beasiswa ini diperuntukkan bagi siswa yang sedang berada di kelas 12 jenjang SMA/sederajat. Penerima manfaat akan mendapat beasiswa untuk berkuliah jenjang S1/D4 di luar negeri.

    Perlu diketahui, pendaftaran Beasiswa Garuda telah dibuka pada 21 April hingga 23 April 2025. Total, ada 256 siswa yang berhasil menjadi penerima beasiswa.

    Para penerima beasiswa diketahui telah diterima di universitas top dunia, seperti Singapore National University, Nanyang Technological University, hingga University of California Berkeley.

    “Beasiswa Garuda adalah program bagi sebagai bagian dari Sekolah Unggul Garuda. Bila BIM sudah selesai dan tidak dibuka lagi, maka Beasiswa Garuda akan dibuka lagi untuk tahun seterusnya,” ujar Ahmad Najib Burhani selaku Direktorat Jenderal Pendidikan Sains dan Teknologi di Pembekalan Penerima Beasiswa Garuda dan BIM di Gedung D Komplek Kemendiktisaintek, Senin (16/6/2025).

    “Dan semoga terus berlanjut sampai kita terus mendapatkan talenta-talenta,” imbuhnya.

    Komponen Pembiayaan Beasiswa Garuda

    1. Bantuan Biaya Pendidikan

    • Dana SPP
    • Dana pendaftaran
    • Dana tunjangan buku

    2. Bantuan Biaya Pendukung

    • Dana transportasi
    • Dana aplikasi visa
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana kedatangan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana keadaan darurat.

    Syarat Beasiswa Garuda

    • WNI
    • Tengah menempuh kelas 12 jenjang SMA atau sederajat.
    • Diterima di program sarjana atau sarjana terapan/diploma 4 di salah satu perguruan tinggi luar negeri dalam daftar yang ditetapkan Kemendiktisaintek.
    • Bersedia melaporkan setiap beasiswa non gelar pada komponen pendanaan yang sama atau beasiswa bergelar dari sumber lain sebelum dan setelah ditetapkan sebagai penerima beasiswa.

    Dokumen Syarat Beasiswa Garuda

    • Data Dukung dan Data Ekonomi
    • Salinan digital kartu keluarga
    • Salinan digital KTP/KIA/akta kelahiran
    • Slip gaji ayah dan ibu apabila ada
    • Rekening koran orang tua dalam tiga bulan terakhir
    • Foto meteran listrik, terlihat kode CL
    • Surat pertanggungjawaban mutlak dengan meterai Rp 10 ribu.
    • LoA
    • Rincian biaya studi (tuition fee saja).

    Dokumen Pendukung untuk Penyandang Disabilitas

    • Surat keterangan sebagai penyandang disabilitas dan ragam disabilitasnya dari fasilitas layanan kesehatan, rumah sakit, atau dokter sesuai ketentuan UU.
    • Melampirkan surat persetujuan dari orang tua/wali dan membubuhkan tanda tangan di atas meterai Rp 10 ribu.
    • Melampirkan surat permohonan pendampingan sesuai kebutuhan aktivitas disabilitas.

    Jadwal Beasiswa Garuda

    • Submit dokumen ekonomi: 21-23 April 2025
    • Pengisian data LoA: Gelombang 1 (21-23 April 2025), gelombang 2 (2-24 Mei 2025)
    • Proses seleksi administrasi: Gelombang 1 (24-27 April 2025), gelombang 2 (5-15 Juni 2025)
    • Pengumuman seleksi: Gelombang 1 (28 April 2025), gelombang 2 (16 Juni 2025).

    Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa Garuda dapat dicek melalui https://beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id. Selamat bagi para penerima beasiswa!

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com