Tag: beasiswa knb

  • 31 Universitas Siap Terima 222 WNA Lewat Beasiswa KNB 2024, Ada Kampusmu?



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuka pendaftaran Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) 2024. Pendaftaran dilakukan secara daring di laman https://knb.kemdikbud.go.id/.

    Bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), KNB 2024 memberikan kesempatan kepada 222 mahasiswa asing yang berasal dari 50 negara berkembang di dunia.

    Dikutip dari KNB Scholarship Guide, Kamis (8/2/2024) beasiswa KNB sudah digagas dalam Konferensi Kepala Negara Gerakan Non-Blok (GNB) kesepuluh pada 1-6 September 1992. Sejak saat itu, pemerintah RI menawarkan beasiswa kepada mahasiswa negara anggota GNB.


    Namun, eksklusivitas regional dicabut pada tahun 2002 dan resmi menjadi KNB. Penerimanya tidak lagi terbatas pada negara anggota GNB tapi juga negara berkembang lainnya di Asia, Pasifik, Amerika Selatan, Afrika dan Eropa Timur untuk mengenyam pendidikan jenjang Sarjana, Magister dan Doktor.

    Pada tahun 2024 Kemendikdbursitek menggandeng 31 perguruan tinggi sebagai tuan rumah dalam penerimaan 222 mahasiswa asing Beasiswa KNB. Kampus mana saja? Berikut daftar lengkapnya.

    31 Kampus Tujuan Beasiswa KNB 2024

    1. IPB University
    2. Institut Teknologi Bandung
    3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
    4. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
    5. Universitas Airlangga
    6. Universitas Atma Jaya Yogyakarta
    7. Universitas Diponegoro
    8. Universitas Gadjah Mada
    9. Universitas Hasanuddin
    10. Universitas Indonesia
    11. Universitas Katolik Parahyangan
    12. Universitas Muhammadiyah Malang
    13. Universitas Muhammadiyah Surakarta
    14. Universitas Negeri Malang
    15. Universitas Negeri Yogyakarta
    16. Universitas Padjadjaran
    17. Universitas Pendidikan Indonesia
    18. Universitas Sebelas Maret
    19. Universitas Telkom
    20. Universitas Islam Indonesia
    21. Universitas Brawijaya
    22. Universitas Negeri Semarang
    23. Universitas Negeri Surabaya
    24. Universitas Syiah Kuala
    25. Universitas Dian Nuswantoro
    26. Universitas Sanata Dharma
    27. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
    28. Universitas Jenderal Soedirman
    29. Universitas Sumatera Utara
    30. Universitas Negeri Jakarta
    31. Universitas Lampung

    Jadwal Seleksi Beasiswa KNB 2024

    • Pendaftaran: hingga 23 Februari 2024
    • Seleksi administrasi: 26 Februari-22 Maret 2024
    • Seleksi akademik, wawancara dan psikotes: 25 Maret-17 Mei 2024
    • Pengumuman: 10 Juni 2024
    • Daftar ulang: 11-21 Juni 2024
    • Pengurusan dokumen untuk visa pelajar: 8 Juli-9 Agustus 2024
    • Sampai di Indonesia: Agustus 2024
    • Pelaksanaan program BIPA: September 2024
    • Pelaksanaan perkuliahan: pertengahan Agustus 2024 atau sesuai kalender akademik universitas tujuan.

    Untuk informasi lebih lanjut terkait KNB, kamu bisa melihatnya https://knb.kemdikbud.go.id/. Semoga berhasil detikers!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Belum Resmi, Pembatalan Efisiensi Beasiswa KIP Kuliah-BPI Masih Tunggu Ketetapan



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengalami efisiensi anggaran pada komponen beasiswa. Meski sudah mengajukan pagu, pembatalan efisiensi beasiswa ini masih menunggu ketetapan.

    Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025,Kemendiktisaintek mengalami efisiensi anggaran Rp 14,3 triliun dari pagu anggaran 2025 senilai Rp 56,6 triliun. Salah satu komponen yangterdampak efisiensi adalah bantuan sosial beasiswa.

    Walaupun sudah diajukan pembatalan efisiensi, ketetapan pagu anggaran baru akan diproses setelah melaporkan hasil raker kepada DPR. Setelah memenuhi tenggat waktu pada 14 Februari 2025, hasil raker dari DPR kemudian diajukan ke Kementerian Keuangan.


    “Prosesnya melaporkan hasil raker dengan DPR ke Kemenkeu yang dengan waktu tengat 14 Februari 2024. Setelah itu baru ada ketetapan anggaran,” ujar Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Togar Simatupang, kepada detikEdu Jumat (14/2/2025).

    Adapun saat ditanya bagaimana langkah Kemendiktisaintek apabila beasiswa tetap terkena efisiensi, Togas menegaskan jika pemerintah akan mengambil jalan yang terbaik.

    “Jangan berandai dululah, pimpinan akan ambil jalan yang terbaik,” tegasnya.

    Menkeu: KIP Kuliah Tak Alami Efisiensi

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam jumpa pers di Gedung MPR/DPR hari Jumat (14/2/2025) ini menegaskan bahwa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebesar Rp14,6 triliun tidak mengalami efisiensi.

    Menkeu menjelaskan untuk tahun anggaran 2025 ada 1.040.192 mahasiswa yang akan menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Jumlah anggaran beasiswa tersebut mencapai Rp 14.698.000.000.000, sesuai dengan pagu anggaran sebelumnya.

    “Anggaran tersebut tidak terkena pemotongan dan tidak dikurangi,” tegas Menkeu Sri Mulyani dilansir dari detikNews.

    Menkeu pun meminta mahasiswa yang mendapatkan KIP Kuliah tidak khawatir dan bisa berkuliah dengan tenang. “Dengan demikian, seluruh mahasiswa yang telah dan sedang menerima beasiswa KIP dapat meneruskan program belajar seperti biasanya,” ujar dia.

    Sebelumnya, rencana efisiensi beasiswa itu dipaparkan Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro pada rapat kerja dengan Komisi X DPR, Rabu (12/2/2025) lalu. Dalam pemaparan, program beasiswa yang rencananya mengalami efisiensi itu:

    1. Program KIP Kuliah mengalami rencana efisiensi sebesar Rp 1,319 triliun dari pagu awal Rp14,698 triliun.
    2. Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) pagu awalnya Rp164,7 miliar juga rencana terkena efisiensi sebesar Rp19,47 miliar.
    3. Beasiswa ADiK yang pagu awalnya Rp213,73 miliar, rencana mengalami efisiensi sebesar 10 persen.
    4. Kemudian Beasiswa KNB (kerja sama negara berkembang) yang pagu awalnya Rp85,348 miliar, rencananya dipotong sekitar 25 persen atau Rp21 miliar.
    5. Beasiswa dosen dan tenaga pendidikan dalam dan luar negeri, pagu awalnya Rp236,8 miliar, rencana efisiensinya sebesar 25 persen atau Rp59 miliar.

    DPR Dorong Efisiensi 0% untuk Beasiswa

    Namun DPR berencana mengajukan efisiensi 0 persen ini karena beasiswa ini termasuk bantuan sosial. Bantuan sosial termasuk dalam komponen yang tidak terdampak efisiensi anggaran. Serupa dengan belanja pegawai.

    Hal tersebut kemudian termasuk dalam keputusan Rapat Kerja Komisi X DPR dengan Kemendiktisaintek, Kemendikdasmen, dan Kemenbud pada Rabu (12/2/2025).

    “Memahami usulan efisiensi versi Kemendiktisaintek RI sebagaimana paparan salindia 11. Oleh karena itu, alokasi anggaran untuk beasiswa seperti KIP K, ADiK, BPI, KNB, dan Beasiswa untuk Dosen dan Tendik Dalam dan Luar Negeri harus disesuaikan dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 di mana belanja pegawai dan belanja sosial tidak dilakukan efisiensi,” tegas Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian.

    Lebih lanjut, program dan kegiatan yang dinilai berdampak langsung ke masyarakat agar tidak terdampak efisiensi untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan.

    “Program dan kegiatan yang memiliki dampak langsung kepada masyarakat agar tidak dilakukan efisiensi agar program dan kegiatan tersebut tetap dalam kerangka memajukan dan mengembangkan kependidikan dan kebudayaan,” jelas Hetifah.

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com