Tag: beasiswa lpdp

  • Beasiswa 2026 Fokus di Bidang STEM & Prodi Tertentu



    Jakarta

    Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Mohammad Lukmanul membocorkan tentang skema pendanaan beasiswa 2026. Ia mengatakan beasiswa LPDP akan difokuskan untuk bidang tertentu.

    Hal ini juga termasuk penyediaan kuota dan penentuan perguruan tinggi. Daya tampung akan disesuaikan dengan kebutuhan bidang serta prodi.

    Lukmanul mengatakan pihaknya akan meminta hasil pemetaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam menyelaraskan kebutuhan beasiswa.


    “Jika Kemdiktisaintek melihat program beasiswa LPDP perlu difokuskan pada bidang tertentu yang perlu diakselerasi, kami mendukung. Penyesuaian mungkin dimulai tahun 2026,” kata Lukmanul saat ditemui di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (9/8/2025).

    Menurutnya, skema tersebut belum bisa direalisasikan tahun ini. Pasalnya, seleksi LPDP 2025 sudah berlangsung.

    “Tentu ini baru informasi yang kami dapat, mudah-mudahan ini akan bisa berjalan di tahun depan. Tidak di tahun ini, karena di tahun ini memang sudah berjalan seleksinya,” katanya.

    Pendaftar Bidang STEM Diprioritaskan

    Selain itu, ia juga mengatakan bidang yang difokuskan negara yakni science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Meski demikian, pendaftar masih bisa bebas mendaftar tujuan perguruan tingginya.

    “Tidak serta merta diterapkan sistem kuota yang kaku. Tapi ada formula, orang yang lulus seleksi itu jumlahnya akan lebih besar STEM daripada yang non-STEM. Ada penilaian berbeda antara yang STEM dan non-STEM,” kata Lukmanul.

    “Pendaftar akan diarahkan untuk memilih bidang-bidang keahlian yang dibutuhkan negara,” tambahnya.

    Adapun bidang STEM yang jadi fokus riset dan pengembangan antara lain pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

    Dalam penentuan bidang spesifik yang lebih jelas serta jurusan apa saja yang difokuskan, LPDP menyerahkannya kepada Kemendiktisaintek dan Kemenko PMK

    “Pak Brian (Mendiktisaintek) dan Pak Pratikno (Menko PMK), beliau akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destination dan bidang apa,” tutur Lukmanul.

    Lukmanul menjamin pengguliran dana LPDP untuk beasiswa akan terus berjalan. Sekalipun ada efisiensi, LPDP tetap membuka beasiswa karena adanya dana abadi.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa LPDP 2026 Lebih Fokus pada Prodi STEM, Kerja Sama dengan BRIN?



    Jakarta

    Pemilihan bidang studi beasiswa LPDP 2026 akan berfokus pada science, technology, engineering and mathematics (STEM). Hal itu disampaikan Plt. Direktur Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto usai menghadiri Apresiasi Talenta Unggul Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2025 di Gedung BRIN, Jakarta, Senin (11/8).

    “Jadi intinya bahwa kita nanti akan fokus kepada STEM dan non-STEM. Karena pada saat ini memang fokus pembangunan kita kan lebih ke arah sana,” ujarSudarto.

    Mengenai teknis dan skema ke depan, Sudarto mengatakan pihaknya masih akan membahas lebih lanjut. Namun, tidak menutup kemungkinan ada kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    “Tapi nanti detail dan sebagainya, setelah kami kerjakan bersama dengan Pak Handoko (Kepala BRIN) dan juga dengan tim desain teknis dan kementerian/lembaga terkait,” tuturnya.

    Sebelumnya, kabar skema beasiswa LPDP 2026 yang berfokus pada STEM muncul dari Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul. Ia mengatakan beasiswa LPDP akan difokuskan untuk bidang tertentu.

    Daya tampung penerima beasiswa juga akan disesuaikan dengan kebutuhan bidang serta prodi. Pihaknya akan meminta hasil pemetaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam menyelaraskan kebutuhan beasiswa.

    “JikaKemdiktisaintek melihat program beasiswaLPDP perlu difokuskan pada bidang tertentu yang perlu diakselerasi, kami mendukung. Penyesuaian mungkin dimulai tahun 2026,” kataLukmanul saat ditemui di GedungSasana BudayaGanesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (9/8/2025).

    Selain itu, ia juga mengatakan bidang yang difokuskan negara yakni science, technology, engineering and mathematics (STEM). Meski demikian, pendaftar masih bisa bebas mendaftar perguruan tinggi tujuannya.

    “Tidak serta merta diterapkan sistem kuota yang kaku. Tapi, ada formula orang yang lulus seleksi itu jumlahnya akan lebih besar STEM daripada yang non-STEM. Ada penilaian berbeda antara yang STEM dan non-STEM,” kata Lukmanul.

    “Pendaftar akan diarahkan untuk memilih bidang-bidang keahlian yang dibutuhkan negara,” tambahnya.

    Bidang STEM yang jadi fokus riset dan pengembangan antara lain pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

    Dalam penentuan bidang spesifik yang lebih jelas serta jurusan apa saja yang difokuskan, LPDP menyerahkannya kepada Kemendiktisaintek dan Kemenko PMK.

    “Pak Brian (Mendiktisaintek) dan Pak Pratikno (Menko PMK), beliau akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destination dan bidang apa,” tutur Lukmanul.

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • 15 Provinsi Terbanyak Penerima Beasiswa LPDP, Mayoritas dari Pulau Jawa



    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah mengeluarkan daftar provinsi terbanyak penerima beasiswa LPDP 2024. Apa provinsi terbanyak?

    Menurut laporan tersebut, per 31 Desember 2024 ada 54.149 orang. penerima beasiswaLPDP yang telah memiliki kontrak dengan universitas di 45 negara di seluruh dunia. Negara dengan tujuan terbanyak penerimaLPDP 2024 adalah Indonesia yaitu 25.473 orang.


    Putra-putri terbaik bangsa itu tersebar dari seluruh provinsi di Indonesia. Namun, ada 15 provinsi terbanyak penyumbang penerima beasiswa LPDP 2024.

    15 Provinsi Terbanyak Penerima Beasiswa LPDP

    Menurut unggahan Instagram @lpdp_ri, berikut 15 provinsi terbanyak penerima beasiswa LPDP 2024:

    1. Jawa Barat (17,3%)
    Sebanyak 9.317 orang

    2. Jawa Timur (12,7%)
    Sebanyak 6.902 orang

    3. DKI Jakarta (11,8%)
    Sebanyak 6.412 orang

    4. Jawa Tengah (10,3%)
    Sebanyak 5.570 orang

    5. Daerah Istimewa Yogyakarta (5,3%)
    Sebanyak 2.852 orang

    6. Banten (4,7%)
    Sebanyak 2.564 orang

    7. Nusa Tenggara Timur (4,3%)
    Sebanyak 2.335 orang

    8. Sulawesi Selatan (4,3%)
    Sebanyak 2.337 orang

    9. Sumatera Utara (2,7%)
    Sebanyak 1.489 orang

    10. Sumatera Barat (2,5%)
    Sebanyak 1.358 orang

    11. Aceh (2,1%)
    Sebanyak 1.126 orang

    12. Maluku (1,9%)
    Sebanyak 1.010 orang

    13. Nusa Tenggara Barat (1,9%)
    Sebanyak 1.103 orang

    14. Lampung (1,6%)
    Sebanyak 886 orang

    15. Papua (1,6%)
    Sebanyak 865 orang

    10 Negara Favorit untuk Studi LPDP 2024

    Negara tujuan terbanyak penerima LPDP 2024 adalah Indonesia dengan total 25.473 orang. Jika melihat ke luar negeri, ada 10 negara lainnya yang menjadi negara favorit untuk studi LPDP, berikut daftarnya:

    1. Inggris Raya (United Kingdom/UK): 6.966 orang

    2. Australia: 4.373 orang

    3. Amerika Serikat: 2.624 orang

    4. Belanda: 2.479 orang

    5. Jepang: 714 orang

    6. Swedia: 373 orang

    7. Selandia Baru: 351 orang

    8. Jerman: 308 orang

    9. Singapura: 290 orang

    10. China: 248 orang

    10 Kampus Tujuan Studi LPDP Dalam Negeri Tahun 2024

    Jika di dalam negeri, penerima LPDP paling banyak memilih UGM sebagai kampus untuk melanjutkan studi pasca sarjana mereka. Diikuti dengan UI, ITB, dan IPB University. Berikut daftarnya:

    1. Universitas Gadjah Mada (UGM)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 6.187 orang

    2. Universitas Indonesia (UI)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 4.055 orang

    3. Institut Teknologi Bandung (ITB)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 2.433 orang

    4. IPB University

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 1.636 orang

    5. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 1.227 orang

    6. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 1.151 orang

    7. Universitas Airlangga (Unair)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 1.001 orang

    8. Universitas Padjadjaran (Unpad)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 957 orang

    9. Universitas Brawijaya (UB)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 785 orang

    10. Universitas Hasanuddin (Unhas)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 671 orang

    Itulah 15 provinsi terbanyak penerima beasiswa LPDP 2024. Ada wilayahmu?

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Hasil Seleksi Administrasi LPDP 2025 Tahap 2 Diumumkan, Cek di Sini!



    Jakarta

    Rangkaian seleksi beasiswa LPDP 2025 tahap 2 telah memasuki tahap pengumuman hasil seleksi administrasi. Hasil diumumkan hari ini, Jumat, 22 Agustus 2025.

    Beasiswa LPDP 2025 tahap 2 membuka penawaran bantuan pendidikan bagi calon mahasiswa S2 dan S3. Pilihan tujuan kampus yang disediakan LPDP terdapat di dalam maupun luar negeri.

    Tahun ini, ada tiga jenis beasiswa LPDP yang tersedia yakni beasiswa reguler, beasiswa afirmasi, dan beasiswa targeted. Penyeleksian administrasi beasiswa ini didasarkan pada kelengkapan dan kesesuaian dokumen pelamar.


    Di mana bisa cek hasil seleksi administrasi beasiswa LPDP 2025 tahap 2? Cek informasi selengkapnya.

    Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi LPDP 2025 Tahap 2

    1. Buka laman pengumuman resmi LPDP di https://pengumumanlpdp.kemenkeu.go.id/
    2. Isikan Nomor Induk Kependudukan (NIK)
    3. Isikan alamat email
    4. Isikan tempat lahir
    5. Isikan bulan, tanggal, dan tahun lahir
    6. Pilih menu “Daftar Beasiswa”
    7. Klik “Status”
    8. Website akan menampilkan status kelulusan
    9. Peserta yang lulus akan mendapatkan keterangan “Selamat Anda telah lulus seleksi administrasi” sedangkan jika tidak lolos keterangannya adalah “Mohon maaf Anda tidak lulus seleksi administrasi”.

    Cara Sanggah Hasil Seleksi Administrasi LPDP 2025 Tahap 2

    Sanggah merupakan bentuk klarifikasi pendaftar atas hasil seleksi administrasi. Masa sanggah bisa dimanfaatkan peserta jika menemukan kekeliruan terkait hasil seleksi padahal semua dokumen sudah lengkap dan sesuai ketentuan.

    Berikut cara ajukan sanggah hasil seleksi administrasi LPDP 2025 tahap 2:

    1. Buka laman pengumuman resmi LPDP di https://pengumumanlpdp.kemenkeu.go.id/
    2. Cek hasil seleksi
    3. Jika tidak lolos, akan disediakan kolom sanggah
    4. Klik kolom sanggah
    5. Tuliskan sanggahan di dalam kolom/kotak tersebut
    6. Sanggahan ditulis maksimal 100 kata
    7. Agar sanggahan diterima, maka alasan yang dituliskan harus masuk akal sehingga bisa disetujui
    8. Cek website pengumuman secara berkala untuk mendapatkan respons LPDP terkait sanggahan
    9. Perlu diingat, fitur sanggah tidak bisa digunakan untuk menambahkan atau memperbaiki dokumen.

    Jadwal Seleksi LPDP 2025 Tahap 2

    • Pendaftaran: Ditutup 30 Juni 2025
    • Seleksi administrasi: 1-21 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 22 Agustus 2025
    • Masa sanggah hasil seleksi administrasi: 23 Agustus 2025
    • Pemrosesan sanggah hasil seleksi administrasi: 26 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi: 8 September 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 15 September 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Oktober 2025
    • Seleksi substansi: 7 Oktober 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 27 November 2025

    Cakupan Pendanaan Beasiswa LPDP 2025

    1. Dana Pendidikan

    • Biaya pendaftaran
    • Uang kuliah
    • Tunjangan buku
    • Penelitian tesis/disertasi
    • Seminar internasional
    • Publikasi jurnal internasional

    2. Dana Pendukung

    • Transportasi
    • Aplikasi visa
    • Asuransi kesehatan
    • Kedatangan
    • Biaya hidup bulanan
    • Lomba internasional
    • Tunjangan keluarga (khusus doktor)
    • Keadaan darurat (jika diperlukan)

    Demikian informasi cara cek hasil seleksi administrasi beasiswa LPDP 2025 tahap 2. Semoga detikers mendapat hasil yang bagus ya.

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Soal Jurusan LPDP Ditentukan Pemerintah, Menko PMK Bilang Begini



    Jakarta

    Skema Beasiswa LPDP 2026 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun depan, jurusan LPDP dikabarkan akan ditentukan oleh pemerintah.

    Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) MohammadLukmanul saat ditemui di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (9/8/2025).

    Dalam penentuan bidang spesifik yang lebih jelas serta jurusan apa saja yang difokuskan, LPDP menyerahkannya kepada Kemendiktisaintek dan Kemenko PMK

    “Pak Brian (Mendiktisaintek) dan Pak Pratikno (Menko PMK) beliau akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destination dan bidang apa,” tutur Lukmanul.

    Termasuk juga penyediaan kuota dan penentuan perguruan tinggi. Daya tampung pun akan disesuaikan dengan kebutuhan bidang serta prodi. Pihaknya akan meminta hasil pemetaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam menyelaraskan kebutuhan beasiswa.

    “Jika Kemendiktisaintek melihat program beasiswa LPDP perlu difokuskan pada bidang tertentu yang perlu diakselerasi, kami mendukung. Penyesuaian mungkin dimulai tahun 2026,” kata Lukmanul Menurutnya, tahun ini belum bisa direalisasikan. Pasalnya, seleksi LPDP 2025 sudah berlangsung.

    “Tentu ini baru informasi yang kami dapat, mudah-mudahan ini akan bisa berjalan di tahun depan. Tidak di tahun ini, karena di tahun ini memang sudah berjalanseleksinya,” katanya.

    Adapun bidang STEM yang jadi fokus riset dan pengembangan antara lain pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

    Mengikuti kabar tersebut, Pratikno selaku Menko PMK mengatakan hal itu akan ditentukan oleh Dewan Penyantun.

    “Oh nggak, itu Dewan Penyantun. Jadi kami rapat Dewan Penyantun, Dewan Penyantun itu memang, Ketua Dewan Penyantun itu Menko PMK, tetapi anggota Dewan Penyantun termasuk Menteri Kebudayaan dan lain-lain. Nanti memang pendidikan, apa yang menjadi prioritas itu nanti, terutama dari Kementerian Pendidikan,” tuturnya usai upacara Hari Pramuka ke-64 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Kamis (14/8/2025).

    Saat ditanya mengenai bidang prioritas, Pratikno mengatakan hal tersebut yang dinilai mendukung program pemerintah.

    “Kalau sementara ini, memang mendukung program-program pemerintah, hilirisasi, dan lain-lain,” ujarnya.

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Syarat, Jadwal Pendaftaran, dan Cara Lolos


    Jakarta

    Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjadi salah satu bantuan pendidikan tinggi bergengsi dari pemerintah Indonesia. Bantuan ini meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, dan transportasi, aplikasi visa, asuransi kesehatan, dan lainnya untuk kampus dalam dan luar negeri.

    Setiap tahunnya, LPDP membuka 2 tahap pendaftaran. Untuk LPDP 2025 sendiri, kedua tahap pendaftaran sudah rampung dilaksanakan.

    LPDP tahap 1 membuka pendaftaran pada Januari lalu, sedangkan tahap 2 dimulai Juni-Juli lalu. Saat ini, seleksi LPDP tahap 2 tahun 2025 masih berlangsung dan segera memasuki tes Seleksi Bakat Skolastik.


    Meskipun pendaftaran LPDP 2025 pada dua tahap tersebut telah selesai, detikers tetap bisa mempersiapkan diri untuk seleksi tahun mendatang, mengingat beasiswa ini dibuka setiap tahun. Dirangkum dari laman resmi LPDP dan arsip detikEdu, Jumat (12/9/2025), berikut penjelasannya.

    Syarat Pendaftaran LPDP 2025

    Pada dasarnya, LPDP memiliki berbagai program beasiswa di mana setiap program memiliki syarat pendaftaran yang berbeda-beda. Namun, ada syarat umum yang harus dipenuhi seluruh pendaftar LPDP, yaitu:

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)

    2. Telah menyelesaikan studi D4/S1 untuk program magister dan S2 untuk jenjang doktor

    3. Pendaftar yang menyelesaikan studi D4/S1 langsung doktor diperbolehkan mendaftar dengan ketentuan tambahan.

    4. Pendaftar yang telah menyelesaikan S2/S3 tidak diizinkan mendaftar di jenjang yang sama.

    5. Pendaftar jenjang S3 diutamakan bagi yang melampirkan surat ketentuan tambahan.

    6. Pendaftar jenjang S3 yang merupakan lulusan dokter spesialis atau subspesialis dapat menggunakan transkrip nilainya untuk memenuhi syarat IPK.

    7. Bagi pendaftar lulusan kampus luar negeri pada jenjang pendidikan sebelumnya wajib melampirkan penyetaraan ijazah dan hasil konversi IPK dari Kemdiktisaintek.

    8. Mahasiswa on going bisa mendaftar dengan ketentuan tambahan.

    9. Mahasiswa dokter spesialis/subspesialis yang tengah berkuliah bisa mendaftar program S2/S3 dengan ketentuan tambahan.

    10. Pendaftar yang pernah menempuh studi S2/S3, tapi tidak selesai diperbolehkan mendaftar dengan bukti surat pemberhentian/sejenisnya.

    11. Melampirkan surat rekomendasi yang diterbitkan paling lama 1 tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran.

    12. Pendaftar PNS wajib melampirkan surat usulan atau rekomendasi dari pejabat sekurang-kurangnya setingkat eselon II.

    13. Lulusan sekolah kedinasan bisa mendaftar, asal belum diangkat menjadi CPNS dan mendapatkan izin.

    14. Pendaftar prajurit TNI wajib melampirkan usulan atau surat rekomendasi yang ditandatangani pejabat pada MABES TNI/TNI AD/TNI AL/TNI AU.

    15. Pendaftar berstatus POLRI wajib melampirkan surat usulan atau surat rekomendasi yang ditandatangani pejabat pada MABES POLRI.

    16. Memilih perguruan tinggi tujuan dan program studi sesuai dengan ketentuan LPDP

    17. Beasiswa LPDP hanya diperuntukkan bagi kelas reguler/kelas yang ditetapkan oleh LPDP.

    18. Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan

    19. Menulis profil diri termasuk riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan pada aplikasi pendaftaran

    20. Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia

    21. Menulis Proposal Penelitian untuk pendaftar S3

    22. Jika memiliki publikasi ilmiah, prestasi, dan pengalaman organisasi maka harus dilengkapi pada aplikasi pendaftaran.

    Jadwal Pendaftaran LPDP 2025

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, LPDP 2025 dibuka dalam dua tahap. Jadwal dari kedua tahap tersebut yakni:

    Tahap 1

    • Pendaftaran: 17 Januari 2025
    • Seleksi administrasi: 18 Februari 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 7 Maret 2025
    • Pengajuan sanggah: 8 Maret 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 24 Maret 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 14 April 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Mei 2025
    • Seleksi substansi: 6 Mei 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 19 Juni 2025

    Tahap 2

    • Pendaftaran seleksi: 30 Juni – 31 Juli 2025
    • Seleksi administrasi: 1 Agustus – 21 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 22 Agustus 2025
    • Pengajuan sanggah: 23 – 25 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 8 September 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 15 – 25 September 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Oktober 2025
    • Seleksi substansi: 7 Oktober – 19 November 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 27 November 2025
    • Periode perkuliahan dimulai: Paling cepat Bulan Januari 2026

    Cara Lolos Beasiswa Bergengsi LPDP 2025

    Tips untuk lolos beasiswa LPDP biasanya diberikan para awardee. Salah satunya disampaikan oleh Muhammad Arif Raihannur, awardee LPDP yang berhasil menerima tiga letter of acceptance (LoA) dari kampus tersohor dunia.

    Ketiganya yaitu, University of Manchester, University of New South Wales (UNSW) Sydney, dan The University of Auckland. Tips yang diberikan Raihan yakni:

    1. Harus mengerti esai yang dibuat dan belajar wawancara secara mendalam

    2. Percaya diri dan jangan takut untuk mengakui kegagalan yang pernah terjadi di masa lalu

    3. Mengetahui isu terkini di Indonesia akan sangat membantu saat proses wawancara dan penulisan esai

    4. Mematangkan tujuan setelah lulus bahkan dari sebelum mendaftar

    Selain Raihan, ada tips lain yang diberikan oleh awardee LPDP sekaligus alumnus Universitas Airlangga, Umar Syaroni. Menurutnya ada tiga tips utama untuk lolos program LPDP terutama studi S3 di luar negeri, yaitu:

    1. Perencanaan Matang

    Berdasarkan pengalaman Umar, ia memerlukan waktu minimal enam bulan untuk mempersiapkan berbagai berkas pendaftaran beasiswa LPDP.

    Berbagai berkas yang dibutuhkan itu seperti tes bahasa Inggris, transkrip ijazah, surat rekomendasi, commitment essay, proposal penelitian studi S2 dan surat lainnya. Berkas-berkas tersebut wajib diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah.

    2. Surat Rekomendasi

    Surat rekomendasi merupakan salah satu berkas yang disyaratkan dalam pendaftaran beasiswa LPDP. Menurut Umar, mintalah surat rekomendasi dari seseorang yang mengenal kita dari segi pribadi maupun profesional.

    Dari pengalamannya, ia meminta surat rekomendasi dari tiga sosok akademisi yang dekat dengannya. Dari dosen, dosen pembimbing hingga dosen pembimbing akademik.

    3. Promotor

    Promotor adalah dosen di perguruan tinggi yang memiliki kepakaran dengan topik penelitian yang akan diajukan. Kesesuaian pakar dengan topik penelitian ini akan mendukung detikers untuk bisa lolos LPDP dengan mudah.

    Promotor juga akan mendampingi proses riset selama menjalani pendidikan di kampus tujuan. Untuk itu, hal ini juga harus diperhatikan.

    Umar menyebutkan, cara paling mudah untuk mencari promotor adalah melalui Google Scholar. Pertama, cari penelitian yang mirip dengan tema yang akan dilakukan.

    Selanjutnya, lihat dosen serta kepakaran beliau. Lalu kirimkan CV, proposal penelitian dan motivation letter via email dan tunggu balasannya.

    Itulah berbagai serba-serbi pendaftaran LPDP 2025. Semoga bermanfaat untuk menyiapkan pendaftaran di 2026 ya detikers!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP, Jangan Lupa Simulasi Ini


    Jakarta

    Rangkaian seleksi beasiswa LPDP telah melalui pengumuman hasil sanggah pada 8 September 2025. Selanjutnya, pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan sanggahnya akan melalui Seleksi Bakat Skolastik (SBS).

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan mengingatkan, ada simulasi Seleksi Bakat Skolastik yang harus diikuti peserta.


    “Peserta SBS wajib mengikuti Simulasi SBS sesuai jadwal yang ditentukan LPDP yaitu di tanggal 10 sampai 12 September 2025,” tulis LPDP pada laman resminya, dikutip Rabu (10/9/2025).

    Adapun peserta beasiswa LPDP tahap 2 program Beasiswa Reguler yang harus mengikuti Seleksi Bakat Skolastik yakni mereka yang belum memperoleh dokumen persyaratan Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari kampus tujuannya.

    Seleksi Bakat Skolastik dijadwalkan berlangsung pada 10-25 September 2025. Pengumuman hasil SBS akan disampaikan pada 2 Oktober 2025

    Sementara itu, peserta Beasiswa Reguler yang mendaftar dengan LoA Unconditional sesuai dengan ketentuan LPDP bisa melanjutkan ke tahap Seleksi Substansi tanpa mengikuti Seleksi Bakat Skolastik. Seleksi Substansi akan berlangsung pada 7 Oktober-19 November, dengan pengumuman hasil pada 27 November 2025 .

    Seleksi Bakat Skolastik & Simulasi

    Seleksi Bakat Skolastik menguji aspek-aspek kemampuan berpikir kritis dan logis pelamar beasiswa. Seleksi ini terdiri dari penalaran verbal, penalaran kuantitatif, dan pemecahan masalah.

    Simulasi Seleksi Bakat Skolastik bertujuan untuk mengecek kesiapan perangkat, memahami prosedur tes, dan mengenali tampilan aplikasi ujian, dikutip dari unggahan akun Instagram @lpdp_ri.

    Siapkan perangkat komputer atau laptop serta smartphone untuk ujian. Pasang juga aplikasi exam browser versi terbaru sesuai panduan LPDP.

    Informasi Seleksi Bakat Skolastik beasiswa LPDP lebih lanjut bisa dicek di buku panduan resminya pada akun masing-masing di https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Hasil Sanggah Administrasi Beasiswa LPDP Tahap 2 Diumumkan, Tahap Selanjutnya?


    Jakarta

    Hasil sanggah seleksi administrasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahap 2 tahun 2025 diumumkan sejak Senin (8/9/2025). Pengumuman hasil seleksi bisa diakses melalui tautan https://pengumumanlpdp.kemenkeu.go.id/.

    Seperti yang diketahui, sanggah adalah tahapan untuk mengakomodir putusan ketidaklulusan pada seleksi administrasi. Tahap ini ditujukan untuk peserta yang tidak lulus seleksi administrasi tapi merasa sudah memenuhi semua ketentuan dan persyaratan yang sedang berlaku.

    Peserta yang hasil sanggahnya diterima oleh tim LPDP akan dinyatakan lolos seleksi administrasi dan melanjutkan ke tahap Seleksi Bakat Skolastik dan Seleksi Substansi. Lalu bagaimana cara cek hasil sanggah administrasi beasiswa LPDP ini?


    Dikutip dari media sosial Instagram LPDP dan arsip detikEdu, Selasa (9/9/2025) cek informasinya di sini ya!

    Cara Cek Hasil Sanggah Administrasi Beasiswa LPDP

    Adapun untuk melihat hasil sanggah administrasi beasiswa LPDP sama seperti cara cek hasil seleksi administrasi sebelumnya, tahapannya yaitu:

    1. Buka laman pengumuman resmi LPDP di https://pengumumanlpdp.kemenkeu.go.id/
    2. Isikan Nomor Induk Kependudukan (NIK)
    3. Isikan alamat email
    4. Isikan tempat lahir
    5. Isikan bulan, tanggal, dan tahun lahir
    6. Pilih menu “Daftar Beasiswa”
    7. Klik “Status”
    8. Website akan menampilkan status kelulusan
    9. Peserta yang akan mendapatkan keterangan apakah sanggah diterima atau tidak.

    Untuk peserta yang diterima, tim LPDP mengucapkan selamat dan menunggu informasi tentang tes tahap selanjutnya. Sedangkan yang belum berhasil, diharapkan untuk tidak berkecil hati.

    “Buat yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Ini saatnya belajar dari pengalaman, persiapkan diri lebih matang untuk kesempatan berikutnya,” kata LPDP dalam postingan Instagram resminya.

    Tahap Lanjutan Seleksi Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2025

    Peserta yang lolos seleksi administrasi akan melanjutkan ke tahapan Seleksi Bakat Skolastik. Berdasarkan jadwal resminya, Seleksi Bakat Skolastik akan berlangsung pada 15 September 2025 mendatang.

    Tes Bakat Skolastik LPDP adalah ujian berbasis komputer (Computer Based Test/CBT) yang bertujuan menilai potensi akademik peserta. Seleksi ini akan fokus mengujikan kemampuan berpikir kritis, numerik, dan verbal yang menjadi pondasi keberhasilan dalam studi lanjutan.

    Mengutip arsip detikEdu, Seleksi Bakat Skolastik terdiri dari tiga subtes, yaitu:

    • Penalaran Verbal (23 soal dalam 30 menit): Mengukur kemampuan memahami informasi dan menarik kesimpulan dari teks tertulis.
    • Penalaran Kuantitatif (25 soal dalam 40 menit): Menilai kemampuan matematika dasar, logika numerik, dan analisis data.
    • Pemecahan Masalah (12 soal dalam 20 menit): Menguji kemampuan menyelesaikan persoalan kompleks melalui logika dan pemikiran strategis.
    • Total waktu tes bakat skolastik adalah 90 menit.

    Informasi lebih lanjut terkait tahap simulasi dan sesi ujian akan diumumkan lebih lanjut oleh tim LPDP.

    Jadwal Seleksi LPDP 2025 Tahap 2

    • Pendaftaran: Ditutup 30 Juni 2025
    • Seleksi administrasi: 1-21 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 22 Agustus 2025
    • Masa sanggah hasil seleksi administrasi: 23 Agustus 2025
    • Pemrosesan sanggah hasil seleksi administrasi: 26 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi: 8 September 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 15 September 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Oktober 2025
    • Seleksi substansi: 7 Oktober 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 27 November 2025

    Itulah informasi terkait pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi LPDP tahap 2 tahun 2025. Semoga hasil milikmu sesuai ya detikers!

    (det/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Kini, Daftar Beasiswa LPDP Afirmasi Dalam Negeri Tak Perlu Lagi Sertifikat Bahasa Inggris



    Jakarta

    Detikers ingin daftar beasiswa LPDP tapi belum punya sertifikat kemahiran bahasa Inggris? Tak perlu khawatir, tidak semua jenis beasiswa mewajibkan dokumen tersebut.

    Kepala Subdivisi Komunikasi LPDP, Ari Kuncoro mengatakan, para pemburu beasiswa LPDP kategori Afirmasi dengan tujuan dalam negeri tidak diwajibkan menyertakan syarat tersebut seperti TOEFL atau IELTS.

    “Jadi bagi yang hanya ingin studi (afirmasi) di dalam negeri, LPDP tidak mensyaratkan sertifikat bahasa Inggris,” kata Ari dalam seminar The Future Festival 2025 di Pullman Central Park, Jakarta, Minggu (28/9/2025).


    Ari mengatakan LPDP akan menyediakan kelas dan pelatihan bahasa Inggris setelah peserta dinyatakan lolos beasiswa. Pematangan bahasa Inggris bagi pelamar LPDP ini akan dilakukan selama tiga bulan.

    “Nanti kalau kalian dapat beasiswa LPDP, kami yang akan menyekolahkan kalian untuk belajar bahasa Inggris,” katanya.

    Meski tidak jadi syarat wajib, Ari mengimbau pelamar LPDP dalam negeri agar tidak menyepelekan syarat ini. Ia mengimbau pelamar tetap serius mengikuti kelas bahasa Inggris.

    “Jadi kemampuan bahasa Inggris memang perlu. Nanti LPDP akan sekolahin 3 bulan,” ujarnya.

    Syarat Melamar Beasiswa LPDP Afirmasi

    Adapun syarat lebih lengkap untuk mendaftar beasiswa LPDP Afirmasi dalam negeri yakni:

    1. Status Kewarganegaraan

    Wajib Warga Negara Indonesia (WNI).

    2. Latar Belakang Pendidikan

    – Magister (S2): lulusan D4/S1.

    – Doktor (S3): lulusan S2, atau D4/S1 langsung ke doktor (dengan syarat memiliki LoA unconditional dan memenuhi semua kriteria S3).

    – Tidak boleh daftar ke jenjang yang sama/lower dari gelar yang sudah dimiliki (misalnya lulusan S2 tidak bisa daftar S2 lagi).

    3. Dokumen Tambahan (Khusus)

    – Pendaftar S3: diutamakan melampirkan surat pernyataan promotor atau surat dukungan instansi/lembaga.

    – Lulusan dokter spesialis/subspesialis: bisa pakai transkrip nilai spesialis sebagai syarat IPK.

    – Lulusan luar negeri: wajib sertakan hasil penyetaraan ijazah dan konversi IPK dari Kemdikbudristek/Kemenag, atau minimal bukti ajuan jika belum terbit.

    4. Pendaftar Tidak Sedang Menempuh Studi (On Going)

    Pendaftar yang berstatus on going bisa tidak bisa daftar magister maupun doktor baik di kampus dalam negeri maupun luar negeri.

    5. Rekomendasi

    Harus melampirkan surat rekomendasi dari akademisi bagi yang belum bekerja dan atasan yang sudah bekerja.

    6. Perguruan Tinggi & Program Studi

    Hanya untuk kelas reguler. Tidak berlaku untuk kelas eksekutif, karyawan, jarak jauh, khusus, internasional (untuk studi dalam negeri), multi-kampus lintas negara, atau kelas non-reguler lainnya.

    7. Komitmen & Dokumen Lain

    – Setuju dengan surat pernyataan LPDP.
    – Menulis profil diri termasuk riwayat pendidikan yang tidak selesai.
    – Menulis rencana pasca studi,
    – Menulis rencana kontribusi di Indonesia.
    – Untuk S3 wajib menulis proposal penelitian.
    – Jika ada, lampirkan publikasi ilmiah, prestasi, atau pengalaman organisasi.

    Dokumen Melamar Beasiswa LPDP Afirmasi

    Berkas Utama

    • Biodata diri (isi di formulir pendaftaran).
    • KTP.
    • Ijazah & Transkrip sesuai jenjang (S1/D4/S2) atau SKL (jika baru lulus).
    • Surat pemberhentian studi (jika pernah kuliah tapi tidak selesai).
    • Penyetaraan ijazah & konversi IPK (khusus lulusan luar negeri).

    Dokumen Tambahan

    • LoA Unconditional (jika sudah ada).
    • Surat rekomendasi dari akademisi/tokoh masyarakat.
    • Surat usulan khusus untuk pendaftar PNS/TNI/POLRI.
    • NIDN (khusus dosen tetap).

    Dokumen Khusus Doktor (S3)

    • Surat pernyataan promotor (opsional).
    • Surat keterangan pimpinan instansi/lembaga (opsional).
    • Proposal penelitian.
    • Surat pernyataan & komitmen
    • Menyetujui surat pernyataan LPDP di aplikasi.
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan kontribusi.
    • Mengisi profil diri (termasuk riwayat pendidikan yang tidak selesai).
    • Publikasi ilmiah.
    • Prestasi (akademik/non-akademik).
    • Pengalaman organisasi.

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Perubahan Beasiswa LPDP 2026, Skema-Pemberdayaan Alumni


    Jakarta

    Plt Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto mengungkap pihaknya sedang melakukan transformasi beasiswa LPDP 2026. Transformasi ini dilakukan agar beasiswa bisa lebih tepat sasaran sesuai prioritas pembangunan pemerintah.

    Sudarto menyebut, konsep transformasi beasiswa kini tengah difinalisasi dari penggodokan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah; serta Kementerian Agama. Ia berharap rancangan ini selesai pada akhir Oktober 2025.

    “Sedang melihat kembali, me-review kembali skema beasiswa LPDP. Untuk apa? Untuk lebih pas lagi, lebih berdampak dalam mendukung program prioritas pembangunan. Mudah-mudahan nanti kita, ya akhir bulan ini mungkin konsepnya sudah final,” kata Sudarto di kawasan Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/10/2025), melansir detikFinance.
    3 Perubahan Beasiswa LPDP 2026


    Sudarto menyebut ada tiga aspek transformasi yang terjadi di LPDP. Berikut penjelasannya.

    3 Perubahan Beasiswa LPDP 2026

    1. Perubahan Bentuk Skema Beasiswa

    Transformasi LPDP pertama yakni dalam hal dorongan akselerasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Pada 2026, akan ada berbagai perubahan bentuk skema beasiswa, seperti:

    • Fokus beasiswa untuk bidang sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) dan non-STEM dengan STEM Adjective. Hal ini digunakan untuk mendukung delapan industri prioritas nasional (pangan, energi, maritim, kesehatan, digitalisasi, pertahanan, hilirisasi, dan manufaktur maju).
    • Penetapan program studi dan universitas kelas dunia prioritas, tujuannya agar sesuai dengan kepentingan nasional. Langkah ini bisa dilakukan melalui program Joint/Dual/Double Degree Prioritas (Co-Funding) sehingga meningkatkan kapasitas penerima manfaat.
    • Mengalokasikan beasiswa secara tematik, agar sesuai dengan kebutuhan industri prioritas nasional.
    • Mensinergikan lulusan LPDP dalam dan luar negeri sehingga sesuai kebutuhan stakeholder industri.
    • Pengembangan keahlian prioritas untuk mencetak pemimpin nasional melalui program non-degree.
    • Sinergi pengelolaan beasiswa mulai dari sosialisasi, seleksi, pembekalan, pelayanan, dan pengelolaan alumni.
    • Memaksimalkan kontribusi alumni pada sektor industri strategis sehingga berkontribusi secara optimal pada peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB).

    2. Pendayagunaan SDM Dalam Negeri

    Perubahan kedua yakni memfokuskan beasiswa dalam negeri untuk bidang-bidang yang sudah dikuasai oleh universitas dalam negeri. Langkah ini bisa dilakukan dengan program Joint/Dual/Double Degree dengan Universitas kelas dunia.

    Sudarto juga mengungkap kemungkinan kerja sama beasiswa doktor (S3) antar profesor. Tujuannya untuk mendukung berbagai riset prioritas.

    “Di sini juga dengan mendorong program kerja sama Beasiswa Doktor (S3) antar profesor, antar Universitas dalam negeri dan luar negeri untuk mendukung Riset Prioritas kelas dunia,” ucapnya.

    3. Pendayagunaan Alumni LPDP

    Terakhir, transformasi beasiswa LPDP 2026 akan termasuk pendayagunaan talenta atau alumni yang dihasilkan. Caranya melalui kerja sama dengan bentuk seperti ikatan dinas dengan industri, seperti Danantara/BUMN, kementerian, atau lembaga.

    Sudarto juga menegaskan akan memberikan perhatian khusus bagi alumni LPDP dari daerah-daerah afirmasi.

    “Serta akan ada perhatian khusus untuk talenta alumni Beasiswa Putra-Putri Papua dan daerah afirmasi lainnya,” tandasnya.

    (det/twu)



    Sumber : www.detik.com