Tag: beasiswa lpdp

  • Link Buku Panduan Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2025 Semua Program, Cek Sekarang!


    Jakarta

    Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahap 2 Tahun 2025 masih membuka pendaftaran hingga 31 Juli mendatang. Sebelum mendaftar pastikan calon awardee mengetahui seluruh syarat yang perlu dipenuhi.

    Seperti yang diketahui, terdapat 12 jenis beasiswa dibuka pada pendaftaran LPDP Tahap 2 Tahun 2025. Ke-12 beasiswa ini terbagi dalam 3 program utama yakni umum, afirmasi, dan targeted

    Setiap jenis beasiswa memiliki syarat khusus yang harus dipenuhi pendaftar. Calon awardee bisa melihat syarat tersebut di buku panduan beasiswa LPDP Tahun 2025.


    Dikutip dari laman resmi LPDP, Jumat (4/7/2025) berikut link download buku panduan beasiswa LPDP Tahun 2025. Cek di sini ya!

    Program Umum

    Program Afirmasi

    Program Targeted

    Komponen Dana LPDP Tahap 2 Tahun 2025

    1. Dana Pendidikan

    • Biaya pendaftaran
    • Uang kuliah
    • Tunjangan buku
    • Penelitian tesis/disertasi
    • Seminar internasional
    • Publikasi jurnal internasional

    2. Dana Pendukung

    • Transportasi
    • Aplikasi visa
    • Asuransi kesehatan
    • Kedatangan
    • Biaya hidup bulanan
    • Lomba internasional
    • Tunjangan keluarga (khusus doktor)
    • Keadaan darurat (jika diperlukan)

    Jadwal Seleksi LPDP Tahap 2 Tahun 2025

    • Pendaftaran seleksi: 30 Juni – 31 Juli 2025
    • Seleksi administrasi: 1 Agustus – 21 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 22 Agustus 2025
    • Pengajuan sanggah: 23 – 25 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 8 September 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 15 – 25 September 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Oktober 2025
    • Seleksi substansi: 7 Oktober – 19 November 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 27 November 2025
    • Periode perkuliahan dimulai: Paling cepat Bulan Januari 2026

    Seluruh syarat lengkap pendaftaran bisa dilihat melalui buku panduan masing-masing program. Selamat mendaftar detikers!

    (det/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Beasiswa LPDP-China di CSU Buka Pendaftaran, S2 Ekonomi hingga Teknik


    Jakarta

    Beasiswa LPDP di China dibuka di kampus Central South University (CSU). Periode pendaftaran berlangsung hingga 10 Juli 2025.

    Beasiswa LPDP di CSU 2025 merupakan program beasiswa master 3 tahun (termasuk 1 tahun internship) dengan pendanaan bersama dari LPDP, Central South University, dan GEM Co. Ltd. Dikutip dari laman LPDP Kementerian Keuangan (Kemenkeu), beasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM, teknologi, dan manajemen untuk mendukung hilirisasi mineral RI.

    Penerima beasiswa wajib kembali dan mengabdi di Indonesia setelah selesai studi sesuai dengan ketentuan LPDP. Di samping itu, awardee juga akan mendapatkan fasilitasi peluang untuk bekerja di bidang metalurgi, transportasi, dan perdagangan internasional.


    Beasiswa LPDP CSU China 2025

    Beasiswa ini meliputi komponen berikut:

    • Tunjangan buku
    • Dana bantuan penelitian tesis
    • Dana bantuan seminar internasional
    • Dana publikasi jurnal internasional
    • Dana hidup bulanan
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana transportasi
    • Dana keadaan darurat (jika diperlukan)
    • Dana kedatangan
    • Dana aplikasi visa atau permohonan izin tinggal

    Prodi Beasiswa LPDP CSU

    Berikut pilihan prodi yang dibuka bagi pelamar beasiswa LPDP CSU 2025:

    • Materials and Chemicals, School of Metallurgy and Environment
    • Applied Economics – International Economics and Trade
    • Transportation, School of Traffic and Transportation Engineering

    Syarat Beasiswa LPDP CSU 2025

    • Warga Negara Indonesia, termasuk CPNS atau PNS
    • Bukan anggota TNI dan Polri
    • Sudah lulus program sarjana atau D4
    • Pendaftar bidang metalurgi dan sains material diutamakan lulusan prodi kimia, teknik kimia, fisika, material sains, teknik material, metalurgi, teknik pertambangan, teknik mesin, teknik industri, teknik produksi, teknik manufaktur, dan teknik geologi dan program studi yang relevan lainnya.
    • Pendaftar bidang ekonomi dan perdagangan internasional diutamakan lulusan dari program studi sains, teknik, ekonomi dan manajemen atau program yang studi yang relevan dengan bidang matematika dan statistik.
    • Pendaftar bidang transportasi diutamakan lulusan dari program studi transportasi, mesin, fisika, matematika, ilmu komputer, komunikasi elektronik, material, mekanika dan program studi yang relevan.
    • Belum pernah menyelesaikan pendidikan magister (S2)
    • Batas usia per 31 Desember 2025 yaitu 35 tahun untuk WNI umum, 37 tahun bagi PNS/CPNS, dan 42 tahun bagi PNS jabatan fungsional peneliti, perekayasa, medis, paramedis, atau pendidik
    • IPK minimal 3.00 dari 4.00 atau yang setara
    • Skor bahasa Inggris TOEFL iBT minimal 61, IELTS 6.0, atau Duolingo English Test 80

    Jadwal Beasiswa LPDP CSU 2025

    • Pendaftaran: 12 Juni-10 Juli 2025
    • Seleksi administrasi: 11-17 Juli 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 18 Juli 2025
    • Masa sanggah: 19-21 Juli 2025
    • Pemrosesan sanggah: 22-25 Juli 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 31 Juli 2025
    • Seleksi substansi: 2-8 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 14 Agustus 2025
    • Penyampaian LoA Unconditional CSU kepada LPDP: Pekan 3-4 Agustus 2025
    • Mulai kuliah: September 2025

    Informasi terkait beasiswa LPDP di China 2025-2028 ini bisa dicek lebih lanjut pada menu Beasiswa di laman LPDP Kemenkeu. Semoga berhasil!

    (twu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Beasiswa LPDP Dokter Spesialis di RSPPU 2025 Dibuka, Non-PNS Bisa Daftar


    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka pendaftaran beasiswa LPDP Dokter Spesialis pada Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (DS RSPPU). Periode pendaftaran berlangsung mulai 5 Mei sampai 2 Juni 2025 mendatang.

    WNI yang sudah berprofesi sebagai dokter, punya Surat Tanda Registrasi (STR), dan punya Surat Izin Praktik (SIP) aktif bisa mendaftar beasiswa LPDP Dokter Spesialis RSPPU. Simak tahap seleksi, syarat, komponen beasiswa, dan jadwalnya di bawah ini.

    Beasiswa LPDP Dokter Spesialis RSPPU 2025

    Beasiswa LPDP Dokter Spesialis pada RSPPU meliputi:


    • Dana biaya operasional pendidikan (BOP)/dana SPP
    • Dana penugasan jejaring
    • Dana bantuan penelitian tesis/disertasi
    • Dana bantuan seminar/konferensi internasional
    • Dana bantuan publikasi jurnal internasional
    • Dana pelatihan kursus wajib
    • Dana ujian keterampilan dan/atau dana uji kompetensi
    • Dana transportasi
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana kedatangan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana lomba internasional
    • Dana tunjangan keluarga
    • Insentif kelulusan
    • Dana keadaan darurat (force majure)
    • Dana transportasi dan akomodasi selama pelatihan kursus wajib
    • Dana transportasi dan akomodasi selama ujian keterampilan, dan/atau uji kompetensi

    Syarat Beasiswa LPDP Dokter Spesialis RSPPU

    • WNI
    • Usia maksimal 35 tahun pada 31 Desember 2025
    • Dokter aktif
    • Pengalaman klinis minimal 1 tahun, tidak termasuk masa internship, dibuktikan dengan Surat Izin Praktik (SIP) yang telah berlaku minimal
    • STR Dokter Umum dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang masih berlaku
    • Dokter PNS bersedia kembali ke daerah tugas asal setelah pendidikan
    • Dokter non-PNS bersedia ditempatkan di daerah prioritas atau daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) usai pendidikan sesuai kebutuhan dan ketentuan Kementerian Kesehatan
    • Bukan dokter yang sedang pendidikan (on-going) dokter spesialis atau subspesialis
    • Buka dokter yang sudah selesai studi dokter spesialis atau subspesialis
    • Jika pernah menempuh studi dokter spesialis atau subspesialis tetapi tidak selesai, calon pendaftar bisa melamar pada jenjang studi yang sama dengan menyertakan surat pemberhentian/sejenis dari RSPPU/kampus bersangkutan
    • Lulusan magister atau doktor boleh mendaftar
    • Tidak menerima beasiswa lain yang berpotensi double funding
    • IPK minimal 2,75 dari 4,00
    • Skor bahasa Inggris minimal TOEFL ITP 450, TOEFL IBT 45 IELTS 5.0, PTE Academic 36

    Cara Daftar Beasiswa LPDP Dokter Spesialis RSPPU 2025

    1. Selesaikan pendaftaran PPDS RSPPU pada aplikasi SatuSehat Kementerian Kesehatan
    2. Mendaftar secara online beasiswa LPDP pada situs https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id
    3. Lengkapi dan unggah dokumen pendaftaran
    4. Submit aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi dan pendaftaran

    Seleksi Beasiswa

    Rangkaian seleksi LPDP Dokter Spesialis RSPPU 2025 terdiri dari:

    • Seleksi administrasi: didasarkan pada pemenuhan persyaratan beasiswa dari LPDP dan persyaratan PPDS RSPPU dari Kementerian Kesehatan
    • Seleksi substansi: didasarkan pada hasil seleksi substansi beasiswa LPDP dan tes tulis serta tes wawancara PPDS RSPPU Kementerian Kesehatan

    Jadwal Beasiswa LPDP Dokter Spesialis RSPPU 2025

    • Pendaftaran: 5 Mei-2 Juni 2025
    • Seleksi administrasi: 3-25 Juni 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 26 Juni 2025
    • Seleksi substansi: 22-31 Juli 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 8 Agustus 2025
    • Mulai kuliah: Minggu ke-3 atau minggu ke-4 Agustus 2025

    Informasi beasiswa LPDP Dokter Spesialis RSPPU 2025 lebih lanjut dapat diakses dengan klik DI SINI. Semoga bermanfaat, detikers.

    (twu/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Tampil Meyakinkan di Wawancara LPDP Tak Perlu Pamer, Begini Tipsnya



    Jakarta

    Ada satu titik krusial yang tak bisa dilewatkan dalam seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan yaitu wawancara substansi. Momen ini menjadi penentu, apakah seorang kandidat hanya membawa daftar panjang prestasi, atau benar-benar siap memberi makna bagi Indonesia.

    Tahap wawancara kerap menjadi sumber kegelisahan bagi kandidat pelamar beasiswa. Kegugupan muncul bukan hanya karena khawatir salah bicara, tetapi juga karena dilema antara tampil percaya diri dan tidak terkesan menyombongkan diri.

    Dalam situasi ini, banyak justru jatuh dalam jebakan humble bragging. Humble bragging adalah sikap seolah merendah tapi sebenarnya ingin menunjukkan kehebatan. Sikap ini sering kali justru menjadi bumerang.


    Alih-alih memperkuat kesan positif, humble bragging bisa mengaburkan kesan tulus dan mengurangi kredibilitas. Sikap ini bahkan bisa menurunkan kesan autentik dan kredibel yang sebenarnya ingin ditampilkan.

    Untuk diketahui pelamar beasiswa akan diuji oleh 3 orang pewawancara yang memiliki latar belakang psikolog, akademisi, dan praktisi-profesional.

    Lalu, bagaimana caranya menampilkan diri secara elegan tanpa terkesan pamer di depan para pewawancara tersebut? Berikut tipsnya seperti dikutip dari media sosial LPDP.

    1. Gunakan “Kami” Saat Relevan

    Tak semua prestasi harus diklaim secara individual. Jika pencapaian merupakan hasil kolaborasi, tak ada salahnya menggunakan kata “kami”.

    Ini menunjukkan pelamar menghargai kerja tim dan memiliki sikap rendah hati. Kedua sikap tersebut merupakan kualitas yang sangat diapresiasi dalam dunia profesional maupun akademik.

    2. Hindari Merendah untuk Meninggi

    Ucapan seperti “Saya biasa saja, tapi sering diminta jadi pembicara” bisa menimbulkan kesan tidak tulus. Lebih baik, bicarakan pengalaman secara objektif. Contohnya, “Kesempatan menjadi pembicara membantu saya membangun rasa percaya diri dan memperluas jaringan.”

    Intinya jujur, konkret, dan tetap profesional.

    3. Tekankan Proses, Bukan Sekadar Hasil

    Sebuah prestasi memang penting, tetapi proses mencapainya jauh lebih menarik bagi pewawancara.

    Daripada hanya mengatakan “Saya juara nasional”, akan lebih bermakna jika menjelaskan prosesnya: “Selama tiga bulan saya belajar secara mandiri sambil bekerja paruh waktu. Itu mengasah kedisiplinan dan manajemen waktu saya.”

    4. Tampilkan Dampak, Bukan Ego

    Pewawancara lebih menghargai kontribusi yang berdampak dibanding sekadar daftar penghargaan.

    Misalnya, daripada menyebut “Saya memenangkan 10 lomba”, lebih baik katakan “Saya menginisiasi program literasi yang menjangkau 20 siswa di desa saya.” Dampak riil jauh lebih berkesan dibanding pencapaian personal semata.

    (pal/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Dokumen Persyaratan Beasiswa LPDP, Siapkan dari Sekarang!


    Jakarta

    Jelang pembukaan pendaftaran beasiswa LPDP 2025, detikers dapat menyiapkan dokumen persyaratan. Secara umum, beasiswa LPDP mensyaratkan ijazah pendidikan tinggi tingkat sebelumnya dan komitmen untuk kembali ke Tanah Air.

    Sejumlah jenis beasiswa LPDP tidak mensyaratkan sertifikat bahasa Inggris atau TOEFL. Simak selengkapnya di bawah ini.

    Dokumen Persyaratan Beasiswa LPDP

    Dokumen yang perlu disiapkan untuk pendaftaran beasiswa LPDP berbeda-beda sesuai jenisnya. Simak rinciannya di bawah ini.


    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP Reguler

    Beasiswa LPDP Reguler adalah beasiswa LPDP untuk kuliah magister dan doktor di dalam dan luar negeri. Berikut dokumen pendaftarannya:

    • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Hasil scan (pindai) ijazah S1/S2 asli atau legalisir, atau Surat Keterangan Lulus (SKL)
    • Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi (bagi yang tidak menyelesaikan studi)
    • Hasil scan transkrip nilai S1/S2, bukan transkrip profesi
    • Dokumen penyetaraan ijazah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) atau Kementerian Agama (Kemenag), atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah
    • Dokumen konversi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari Kemendikbudristek/Kementerian Agama, atau tangkapan layar pengajuan konversi IPK
    • Dokumen asli sertifikat bahasa asing yang disyaratkan dariETS,PTE Academic, atauIELTS yang masih berlaku paling lambat 2 tahun terakhir, terhitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode berjalan, dengan ketentuan skor minimal:
      • Magister dalam negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0.
      • Magister luar negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5.
      • Doktor dalam negeri: TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0.
      • Doktor luar negeri: TOEFL iBT 94, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0.
    • Letter of Acceptance (LoA) Unconditional atas perguruan tinggi dan prodi tujuan yang masih berlaku
    • Surat rekomendasi dari akademisi atau tokoh masyarakat yang terbit paling lama satu tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa
    • Bagi pendaftar PNS/TNI/Polri, sertakan juga surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM
      Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pascastudi, dan rencana kontribusi di Indonesia sepanjang 1.500-2.000 kata
    • Khusus pelamar program doktor, sertakan juga proposal penelitian 1.500-2.000 kata meliputi:
      • Judul penelitian
      • Latar belakang
      • Perumusan masalah
      • Pertanyaan atau tujuan penelitian
      • Kelogisan
      • Metode dan desain
      • Signifikansi/manfaat
      • Kesimpulan dan saran
      • Daftar pustaka

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP PTUD

    Beasiswa LPDP Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD) adalah beasiswa umum LPDP untuk WNI yang sudah mendapat Letter of Admission/Acceptance dari salah satu Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD) LPDP untuk kuliah program magister atau doktor. Berikut syarat dokumennya:

    • KTP
    • Hasil scan (pindai) ijazah S1/S2 asli atau legalisir, atau Surat Keterangan Lulus (SKL)
    • Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi (bagi yang tidak menyelesaikan studi)
    • Dokumen penyetaraan ijazah dari Kemendikbudristek atau Kemenag, atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah
    • Dokumen konversi IPK dari Kemendikbudristek/Kementerian Agama, atau tangkapan layar pengajuan konversi IPK
    • Dokumen asli sertifikat bahasa asing yang disyaratkan dari ETS, PTE Academic, atau IELTS yang masih berlaku paling lambat 2 tahun terakhir, terhitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode berjalan, dengan ketentuan skor minimal:
      • Magister luar negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5.
      • Doktor luar negeri: TOEFL iBT 94, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0.
    • Letter of Acceptance (LoA) Unconditional atas perguruan tinggi utama dunia dan prodi tujuan yang masih berlaku
    • Surat rekomendasi dari akademisi atau tokoh masyarakat yang terbit paling lama satu tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa
    • Bagi pendaftar PNS/TNI/Polri, sertakan juga surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM
    • Dokumen Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) bagi pendaftar yang berprofesi dosen tetap
    • Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pascastudi, dan rencana kontribusi di Indonesia sepanjang 1.500-2.000 kata
    • Khusus pelamar program doktor, sertakan juga proposal penelitian 1.500-2.000 kata meliputi:
      • Judul penelitian
      • Latar belakang
      • Perumusan masalah
      • Pertanyaan atau tujuan penelitian
      • Kelogisan
      • Metode dan desain
      • Signifikansi/manfaat
      • Kesimpulan dan saran
      • Daftar pustaka
    • Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/nonkejuaraan, dan pengalaman organisasi

    Dokumen Beasiswa LPDP Parsial

    Beasiswa LPDP Parsial adalah beasiswa umum LPDP untuk jenjang magister dan doktor dengan pendanaan bersama dari pemerintah dan penerima beasiswa. Berikut syarat dokumennya:

    • Dokumen persyaratan Beasiswa LPDP Reguler
    • Bagi pendaftar yang berprofesi sebagai dosen tetap, sertakan juga dokumen Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN)
    • Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi
    • Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) bahwa dana yang berasal dari individu calon penerma beasiswa tidak bersumber dari APBN/APBD

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP Daerah Afirmasi

    Beasiswa LPDP Daerah Afirmasi atau Beasiswa LPDP Afirmasi adalah beasiwa magister dan doktor dalam dan luar negeri bagi calon penerima beasiswa yang berasal dari daerah afirmasi. Berikut syaratnya:

    • Dokumen persyaratan Beasiswa LPDP Reguler, dengan catatan pelamar S2 atau S3 dalam neger tidak wajib menyertakan sertifikat kemahiran bahasa Inggris
    • Bagi pelamar S2/S3 luar negeri, sertakan dokumen sertifikat kemahiran bahasa Inggris yang disyaratkan dari ETS, PTE Academic, atau IELTS yang masih berlaku paling lambat 2 tahun terakhir, terhitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode berjalan, dengan ketentuan skor minimal TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0, Duolingo English Test 95, TOEP 66 atau setara 500
    • Surat keterangan dari lurah/kepala desa yang menyatakan pendaftar beasiswa bertempat tinggal di daerah afirmasi
    • Hasil scan ijazah SD, SMP, atau SMA, atau surat keterangan lurah/kades bahwa sudah tinggal minimal 10 tahun di daerah afirmasi
    • Surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 yang menyatakan pendaftar adalah anggota keluarga pertama di keluarga yang mendapatkan gelar sarjana (S1) pertama di keluarga yang akan mengejar gelar magister (tidak wajib)

    Dokumen Persyaratan Beasiswa LPDP Prasejahtera

    Beasiswa Prasejahtera LPDP adalah beasiswa magister (S2) di dalam negeri dan luar negeri. Berikut syarat dokumennya:

    • Kartu Keluarga (KK)
    • Dokumen persyaratan Beasiswa LPDP Reguler, dengan catatan Khusus pendaftar S2 dalam negeri tidak perlu menyertakan sertifikat kemahiran bahasa Inggris.
    • Bagi pelamar perguruan tinggi luar negeri, sertakan dokumen asli sertifikat bahasa asing yang disyaratkan dari ETS, PTE Academic, atau IELTS yang masih berlaku paling lambat 2 tahun terakhir, terhitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode berjalan, dengan ketentuan skor minimal TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0, Duolingo English Test 95, TOEP 66 atau setara 500
    • Surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 yang menyatakan pendaftar adalah anggota keluarga pertama di keluarga yang mendapatkan gelar sarjana (S1) pertama di keluarga yang akan mengejar gelar magister (tidak wajib)

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas

    Beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas diperuntukkan bagi penyandang disabilitas fisik, intelektual, mental, sensorik, dan disabilitas ganda/multi untuk kuliah S2 atau S3. Berikut syaratnya:

    • Dokumen persyaratan Beasiswa LPDP Reguler, dengan catatan Khusus pendaftar S2 dan S3 dalam negeri tidak perlu menyertakan sertifikat kemahiran bahasa Inggris.
    • Bagi pelamar perguruan tinggi luar negeri, sertakan dokumen asli sertifikat bahasa asing yang disyaratkan dari ETS, PTE Academic, atau IELTS yang masih berlaku paling lambat 2 tahun terakhir, terhitung sampai tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode berjalan, dengan ketentuan skor minimal TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0, Duolingo English Test 95, TOEP 66 atau setara 500
    • Khusus pelamar beasiswa luar negeri disabilitas rungu, sertakan dokumen kemahiran bahasa Inggris di atas dengan ketentuan skor minimal:
      • S2 dalam negeri: rata-rata TOEFL ITP 40 pada semua bagian kecuali listening, rata-rata IELTS 4.5 kecuali listening
      • S2 luar negeri: rata-rata TOEFL ITP 50 pada semua bagian kecuali listening, rata-rata IELTS 6.0 kecuali listening
      • S3 dalam negeri: rata-rata TOEFL ITP 45 pada semua bagian kecuali listening, rata-rata IELTS 5.0 kecuali listening
      • S3 luar negeri: rata-rata TOEFL ITP 50 pada semua bagian kecuali listening, rata-rata IELTS 6.0 kecuali listening
    • Surat keterangan disabilitas dari RS pemerintah atau puskesmas sesuai format
    • Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi
    • Surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 yang menyatakan pendaftar adalah anggota keluarga pertama di keluarga yang mendapatkan gelar sarjana (S1) pertama di keluarga yang akan mengejar gelar magister (tidak wajib)

    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP Putra-Putri Papua

    Beasiswa LPDP Putra-Putri Papua diperuntukkan bagi anak-anak Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya untuk kuliah S2 dan S3. Calon pendaftar wajib bermarga asli Papua atau ayah/ibu adalah Orang Asli Papua.

    Berikut dokumen persyaratan beasiswa yang bisa disiapkan:

    • KK
    • Dokumen persyaratan Beasiswa LPDP Reguler, kecuali sertifikat kemampuan bahasa Inggris
    • Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi
    • Hasil scan ijazah SD, SMP, dan SMA bagi pendaftar yang bertempat tinggal di luar provins-provinsi di Papua
    • Surat pernyataan yang menyatakan pendaftar bermarga asli Papua, Ibu kandung adalah Orang Asli Papua, atau Bapak kandung adalah Orang Asli Papua, ditandatangani oleh orang tua/wali pendaftar
    • Surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 yang menyatakan pendaftar adalah anggota keluarga pertama di keluarga yang mendapatkan gelar sarjana (S1) pertama di keluarga yang akan mengejar gelar magister (tidak wajib)

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan berbagai pihak untuk menyediakan jenis-jenis Beasiswa LPDP Targeted, termasuk beasiswa LPDP prioritas. Dokumen persyaratannya lebih lanjut dapat diakses di laman https://lpdp.kemenkeu.go.id.

    (twu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • 4 Beasiswa S1-S3 Luar Negeri yang Buka Awal Tahun 2025, Ayo Segera Daftar!


    Jakarta

    Penawaran beasiswa bagi mahasiswa sarjana (S1), magister (S2) hingga doktor (S3) terbuka setiap tahun dari berbagai institusi baik itu berasal dari pemerintah Republik Indonesia maupun lembaga dan pemerintah asing.

    Pendaftaran sejumlah beasiswa luar negeri masih ada yang terbuka atau baru dibuka pada awal tahun 2025 mendatang. Detikers yang berminat untuk berkuliah atau melanjutkan studi di luar negeri dapat menggunakan informasi ini untuk mempersiapkan melamar beasiswa tersebut.

    Dikutip dari unggahan Instagram @satudikti milik Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek), berikut beberapa beasiswa yang bisa detikers coba.


    Daftar Beasiswa Luar Negeri yang Buka Awal Tahun 2025

    1. Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST)

    Siapa nih detikers yang mau melanjutkan pendidikan ke negara Korea Selatan? Beasiswa KAIST bisa jadi pilihan yang tepat untuk menjawabnya.

    Pendaftaran beasiswa KAIST dibuka sejak 6 November 2024 sampai 7 Januari 2025. Beasiswa KAIST akan menanggung biaya kuliah S2-S3 selama 4-10 semester.

    Selain itu, penerima beasiswa memperoleh tunjangan hidup sebesar 350.000 KRW (± Rp 3,9 juta) per bulan untuk jenjang S2 dan 400.000 KRW (± Rp 4,5 juta) per bulan untuk jenjang S3.

    Bagi detikers yang ingin mencoba beasiswa ini, bisa dipersiapkan syarat pentingnya terlebih dahulu yakni nilai TOEFL iBT minimal 83/IELTS minimal 6,5/TOEIC listening dan reading minimal 720/TEPS minimal 326.

    Untuk informasi lebih lengkap tentang beasiswa KAIST dan formulir pendaftaran bisa detikers akses pada laman ini ya https://www.kaist.ac.kr/en/.

    2. Doha Institute

    Doha Institute menyediakan beasiswa untuk studi S2 di Qatar. Batas pendaftaran beasiswa ini untuk tahun ajaran 2025 yakni 15 Januari 2025.

    Beasiswa S2 Doha Institute akan menanggung biaya kuliah secara penuh. Selain itu, penerima tak usah repot mencari asrama karena beasiswa ini sudah ikut menanggungnya.

    Syarat daftar beasiswa Doha Institute cukup mudah yakni pelamar tidak boleh mendapatkan beasiswa lain, mengumpulkan dokumen yang diminta, memiliki skor IELTS minimal 5,5 atau TOEFL iBT minimal 59 serta surat keterangan resmi yang menyatakan bahwa perkuliahan S1 pelamar sebelumnya menggunakan bahasa Inggris.

    Mau coba daftar beasiswa ini? Detikers bisa kunjungi langsung website resminya di https://www.dohainstitute.edu.qa/en/Admissions-Office/Pages/default.aspx

    3. Beasiswa LPDP

    Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini disediakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setiap tahunnya. Beasiswa LPDP termasuk beasiswa yang tinggi peminatnya.

    Tak hanya memberikan opsi kampus luar negeri, beasiswa LPDP juga dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan S2 atau S3 di kampus dalam negeri. Pendaftaran LPDP terdiri dari dua kloter.

    Kloter pertama dibuka pada Januari – Februari 2025. Sementara kloter 2 dibuka pada Juni – Juli 2025.

    Sebelum mendaftar beasiswa LPDP, alangkah baiknya detikers menyiapkan syarat penting ini sesuai dengan tujuan jenis beasiswanya. Syarat untuk pendaftar magister dalam negeri berupa nilai TOEFL ITP minimal 500, TOEFL iBT minimal 61, TOEFL PTE minimal 50, atau IELTS minimal 6,0.

    Sedangkan bagi pendaftar kampus luar negeri harus mempunyai minimal nilai TOEFL iBT 80, PTE 58, IELTS 6,5. Kemudian bagi pelamar doktor luar negeri wajib mempunyai minimal nilai TOEFL iBT 94, PTE 65, dan IELTS 7,0.

    Agar tidak ketinggalan informasi pendaftaran beasiswa LPDP, detikers bisa pantau website resmi LPDP di https://lpdp.kemenkeu.go.id/.

    4. Fulbright

    Beasiswa selanjutnya yang masih buka hingga awal tahun 2025 adalah Fulbright. Beasiswa Fulbright membuka pendaftaran hingga Februari 2025.

    Beasiswa ini bisa digunakan untuk melanjutkan pendidikan S2 (1-2 tahun) atau S3 (3 tahun). Penyedia beasiswa ini adalah American Indonesian Exchange Foundation (Aminef) sehingga pilihan kampus yang bisa dipilih hanya berada di Amerika Serikat.

    Salah satu keunggulan beasiswa Fulbright adalah tidak ada syarat minimal usia. Namun, beasiswa ini menekankan pada kemampuan calon mahasiswa dalam berbahasa Inggris.

    Syarat minimal nilai TOEFL ITP untuk jenjang S2 yakni 550, TOEFL iBT 80, IELTS 6,5 atau Duolingo 125. Sedangkan untuk pelamar S3 mempunyai nilai minimal TOEFL ITP 575, TOEFL iBT 90, IELTS 7,0 atau Duolingo minimal 135.

    Pendaftaran bisa dilakukan lewat laman resmi Aminef yakni https://stu.aminef.or.id/grantee/.

    Demikian, informasi seputar daftar beasiswa yang masih buka hingga awal tahun 2025. Selamat mencoba ya detikers!.

    (cyu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Negara Harus Memfasilitasi Alumni Beasiswa LPDP Agar Tak Rugi


    Jakarta

    Pakar kebijakan pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Dr Arif Rohman MSi mengatakan wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air harus diperjelas. Khususnya bagi awardee dengan bidang studi yang dibutuhkan di Indonesia.

    “Kalau keilmuannya sangat dibutuhkan untuk pembangunan Indonesia, harus difasilitasi. Jangan disuruh di luar negeri dulu, tapi di Indonesia tidak disiapkan. Ini saya kira kurang bertanggung jawab,” kata Arif dalam detikSore: Saat Negara Menuntut Return dari Alumni LPDP di kanal Youtube detikcom, Kamis (7/11/2024).

    “Harus disiapkan juga untuk pascakelulusan. Jadi taruhlah ilmu-ilmu yang spesifik, unik, di Indonesia tidak ada, saya kira perlu disiapkan (lahan kerjanya). Karena itu memang bagian dari perencanaannya,” sambungnya.


    Arif menggarisbawahi, membuka kesempatan bagi alumni beasiswa LPDP untuk dapat magang dan memperoleh pengalaman kerja di luar negeri di sisi lain juga positif. Namun, ia menekankan tetap perlu ada rancangan beasiswa oleh negara bagi penerima beasiswa LPDP baik sebelum, saat, maupun setelah studi.

    “Tapi kalau itu (magang) kan tidak direncanakan sejak awal ya. Jadi harus dirancang sejak awal sebagai sebuah kebijakan. Kalau mau disebut good content policy, harus dirancang sejak awal baik sebelum beasiswa, sedang beasiswa, setelah beasiswa seperti apa,,” ucapnya.

    Pertanggungjawaban atas Beasiswa

    Perencanaan beasiswa yang matang oleh negara menurut Arif memungkinkan alumni beasiswa LPDP bisa mempertanggungjawabkan pendanaan pendidikan yang mereka terima. Ia mengingatkan formulasi dan pelaksanaan kebijakan beasiswa harus cocok (match), serta implementasinya harus efektif.

    “Itu menjadi tugas negara untuk mengembangkan sumber daya yang dibutuhkan. Kalau tidak ada, kan jadi lucu. Dan kalau dimanfaatkan oleh orang (negara) lain kan kita yang rugi. Berapa investasi yang kita keluarkan, yang menikmati malah orang (negara) lain, oleh karena itu harus sejak awal dipertimbangkan,” ucapnya.

    Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan pemberian izin bagi penerima beasiswa LPDP untuk tidak pulang ke Tanah Air juga akibat kurangnya lahan pekerjaan yang sesuai bagi mereka di Indonesia dan kekurangan dana pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut saat ini.

    “Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” ucapnya.

    Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu di sini!

    (twu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Soal Lahan Kerja Alumni Beasiswa LPDP Kurang, Begini Saran Pakar UNY



    Jakarta

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan alasan penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air juga karena kurangnya lahan kerja yang cocok di Indonesia. Ia mengakui saat ini pemerintah juga masih kekurangan dana untuk mengatasi masalah ini.

    “Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

    Evaluasi Bidang Ilmu di Beasiswa LPDP

    Soal pengkajian ulang tersebut, pakar kebijakan pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Dr Arif Rohman MSi menilai beasiswa LPDP pada dasarnya positif untuk mendorong penciptaan sumber daya manusia yang memang bermanfaat untuk Indonesia.


    Namun, merespons kondisi kurangnya lahan pekerjaan yang cocok untuk lulusan LPDP, ia menyarankan agar bidang ilmu yang dapat dilamar pada beasiswa LPDP dievaluasi kembali agar sesuai dengan kebutuhan di Indonesia.

    “Perlu ada semacam evaluasi, selama ini keilmuan mana yang dibutuhkan, apakah selama ini sudah match atau mismatch. Kan tidak semua ilmu yang dibutuhkan, ada kajian atau keilmuan yang oversupply lulusannya, ada yang undersupply,” kata Arif dalam detikSore: Saat Negara Menuntut Return dari Alumni LPDP, Kamis (7/11/2024).

    Arif mengatakan kuota beasiswa LPDP pada cabang keilmuan yang sangat membutuhkan talenta baru bisa ditambahkan. Sedangkan kuota pada cabang keilmuan yang sudah jenuh atau oversupply tidak perlu diberi terlalu banyak.

    Adapun pada bidang ilmu yang tidak dibutuhkan dan tidak relevan menurutnya tidak perlu dibuka dengan kuota tinggi.

    “Disesuaikan dengan kebutuhan agar tingkat relevansinya pas dengan kebutuhan. Ini perlu dilakukan, mumpung ada pemerintahan baru, pejabat kementerian baru, saya kira tepat untuk melakukan reevaluasi untuk kebijakan LPDP,” ucapnya.

    Ia menggarisbawahi, peninjauan ulang bidang keilmuan yang dibuka untuk pelamar beasiswa LPDP ke depannya diharapkan tidak mengurangi kuota penerimaan, tetapi justru meningkatkan dan mengembangkannya.

    Memilah Jurusan yang Dibuka di Beasiswa LPDP

    Arif menilai pengelola beasiswa LPDP ke depannya juga perlu mempertimbangkan orientasi beasiswa LPDP. Ia menyarankan perlu ada jalan tengah antara pilihan elitis dan populis.

    Ia menjelaskan, pada orientasi elitis, cabang keilmuan yang dapat diambil pelamar beasiswa LPDP akan harus benar-benar dibutuhkan. Pelamarnya juga hanya yang benar-benar berkompetensi. Mereka didorong dan difasilitasi untuk dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas kendati berbiaya tinggi.

    “Jadi terseleksi dari segi keilmuan dan pendaftar yang akan mengambil. Pada akhirnya, pemanfaatan alumninya sekaligus disusun, dirancang untuk pengembangan pembangunan ke depan,” jelas Arif.

    Sedangkan jika beasiswa LPDP akan diorientasikan populis, maka tujuannya untuk mencetak sebanyak mungkin ilmuwan, termasuk pada ilmu yang sudah oversupply. Pada orientasi populis, kuota yang diterima pada cabang ilmu yang sudah oversupply tetap dibuka dengan jumlah besar.

    “Atau tengah-tengah, tidak terlalu populis dan tidak terlalu populis. Ini menjadi kuasi. Sebab kalau elitis, banyak pihak kecewa. Jadi peminat yang melimpah ruah (tapi tidak lolos beasiswa),” ucapnya.

    Prioritas Beasiswa LPDP

    Sementara itu, Mendiktisaintek Satryo mengatakan penerimaan beasiswa LPDP ke depan akan fokus mendukung program Presiden Prabowo Subianto, yaitu dalam swasembada pangan, swasembada energi, persediaan air, dan hilirisasi.

    Ia mengatakan prioritas di atas tidak menutup kemungkinan bagi peminat beasiswa LPDP di bidang ilmu lain. Penerima beasiswa LPDP ke depan menurutnya juga diharapkan juga akan terus naik.

    “Yang bidang lain, kalau memang ada yang menonjol dan patut didanai, kita danai,” ucapnya.

    “Kalau jumlah penerimanya kita inginkan tiap tahun naik terus, berarti hanya fokusnya saja (yang ke program pemerintah),” sambung Satryo.

    Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu, klik di sini!

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Kepala BRIN Janji Gaji Periset RI Setara dengan Malaysia agar Tak Ogah Pulang


    Jakarta

    Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan pihaknya akan memastikan talenta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) Indonesia akan diberi penghasilan yang setidaknya setara dengan talenta iptek negara tetangga, Malaysia.

    “Kita akan memastikan bahwa putra-putri terbaik kita bisa mendapat gaji, penghasilan, take home pay yang saya tidak bicara terbaik, tapi minimal setara, comparable dengan yang di Malaysia,” kata Handoko pada acara Anugerah Talenta Unggul Habibie Prize 2024 di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, Senin (11/11/2024).

    Handoko mengatakan janji tersebut merupakan bagian dari memastikan Indonesia memberi opsi pada putra-putri terbaiknya untuk berkiprah sesuai kepakaran di negaranya sendiri.


    “Kita tidak ingin, kita tidak memaksa semua orang bekerja di negara ini, itu adalah hak dan semua orang bisa berkontribusi dari manapun. Tetapi, negara ini tidak boleh tidak memberikan opsi (bagi) putra-putri terbaik kita kesempatan. Dan tidak ada alasan untuk tidak bisa berkiprah sesuai bidang kepakaran dan passion-nya di negara kita,” katanya.

    Infrastruktur dan Hibah

    Terkait kesempatan riset dan inovasi di dalam negeri, ia menjelaskan negara melalui BRIN menyelenggarakan infrastruktur, skema mobilitas periset, dan skema hibah riset.

    Handoko menjelaskan pihaknya tidak memberikan infrastruktur bagi talenta iptek RI, tetapi akses pada infrastruktur yang sudah ada. Sedangkan skema hibah riset bersifat kompetisi.

    “Itu yang membedakan skema yang ada di kami dan Kemendikti Saintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) saat ini. Karena di Kemendikti Saintek masih ada program yang bersifat afirmasi, kelembagaan. Tetapi di BRIN, semuanya harus kompetisi murni,” ucapnya.

    “Itu untuk memastikan kita dapat memberikan opsi sehingga tidak boleh ada alasan putra-putri terbaik kita itu tidak pulang, misalnya, ke Indonesia karena tidak ada kesempatan dan seterusnya,” sambung Handoko.

    Peluang Mendapat Pendanaan

    Handoko mengatakan hibah riset BRIN berdasarkan pada penilaian proposal riset dan rekam jejak, termasuk di antaranya yakni publikasi yang bereputasi.

    “Yang memberikan penilaian dan yang kami lihat penilaiannya itu dari pihak ketiga, dari komunitas globalnya. Jadi kita tidak pernah melakukan penilaian sendiri, tetapi pada pihak ketiga yang paham ilmu Bapak-Ibu sekalian,” ucapnya.

    “Publikasi bereputasi global, penghargaan tertinggi, itu bukan tujuan, tetapi adalah alat ukur, indikator, dan kontrol kualitas untuk QC bahwa apa yang sudah dilakukan itu memenuhi standar dan juga norma komunitas global,” sambung Handoko.

    Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan penerima beasiswa LPDP tak wajib pulang ke Tanah Air jika memperoleh izin dan tidak terikat ikatan dinas. Contohnya adalah alumni beasiswa LPDP yang bekerja di lembaga internasional mewakili Indonesia, seperti PBB, IMF, dan IDF.

    Berdasarkan aturan LPDP, alumni beasiswa LPDP juga dapat mengurus izin tidak pulang ke Indonesia jika magang di lembaga internasional paling lambat 3 bulan sejak tanggal lulus dan paling lama berdurasi 2 tahun.

    Satryo mengatakan penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air salah satunya karena kurangnya lahan pekerjaan yang cocok dengan mereka sepulangnya ke Tanah Air. Sementara itu, pemerintah juga masih kekurangan dana untuk mengatasi masalah ini.

    “Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

    (twu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Peraih Habibie Prize 2024 Dukung Penerima Beasiswa LPDP Pulang: Berkarya dalam Negeri


    Jakarta

    Sejumlah peraih penghargaan Habibie Prize 2024 mendukung agar penerima beasiswa LPDP pulang dan berkarya di Tanah Air. Mereka yakni pakar kebijakan pendidikan Prof Anita Lie MA EdD dan pakar rekayasa nanomaterial Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD.

    Anita menuturkan, penerima beasiswa LPDP dapat memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, meriset, dan berinovasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah, dan institusi lain setelah kembali pulang ke Tanah Air.

    “Dari Kepala BRIN sudah ada tadi dibuka kesempatan-kesempatan agar lulusan LPDP itu bisa kembali pulang, supaya bisa berkontribusi,” ucapnya pada detikEdu usai menerima penghargaan Habibie Prize 2024 Bidang Ilmu Sosial, Ekonomi, Politik, dan Hukum di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, BRIN, Jakarta, Senin (11/11/2024).


    Pertimbangan Gaji

    Terkait komparasi gaji di dalam dan dalam negeri, Guru Besar Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya ini menuturkan penerima beasiswa LPDP pada dasarnya juga perlu mempertimbangkan aspek kepuasan batin dan hal-hal nonkeuangan.

    “Gaji besar di luar negeri, biaya hidup juga tinggi. Living cost juga tinggi. Kalau di Indonesia, ada hal-hal yang nggak bisa diukur dengan uang, ya. Kalau kembali, kita bekerja juga untuk kepuasan batin juga, agar bisa berkontribusi untuk bangsa,” ucapnya.

    Fasilitas Penelitian

    Anita mengakui fasilitas atau peralatan riset di dalam negeri bisa jadi tidak semuanya tercukupi di dalam negeri. Di sisi lain, ia mengingatkan agar hal ini perlu disampaikan agar bisa diatasi di dalam negeri ataupun lewat kolaborasi dengan luar negeri.

    “Nah, itu ya bisa memberi masukan, mungkin bisa kerja sama-kerja sama dengan luar negeri ya,” ucapnya.

    Contoh di Bidang Rekayasa Nanomaterial

    Penerima Habibie Prize 2024 Bidang Ilmu Rekayasa Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD mengatakan, untuk bidang rekayasa nanomaterial, ia menilai peralatan riset di Indonesia sudah sama dengan yang di luar negeri. Kendalanya yakni jumlah peralatan yang jauh lebih sedikit dari jumlah periset sehingga waktu antre jadi panjang.

    “Karena pengguna kita banyak sekali dan jumlah alat juga tidak sebanyak di luar negeri, sehingga mungkin butuh waktu lebih untuk menunggu bisa menggunakan alat-alat itu. Tetapi, tetap kita bisa lakukan sebenarnya, ya,” ucapnya pada detikEdu pada kesempatan yang sama.

    Soal gaji, Brian menilai tiap orang dapat memiliki standar berbeda. Di sisi lain, ia mengamini bahwa tantangan periset Indonesia relatif lebih tinggi dari aspek nonpenelitiannya sendiri seperti di atas. Untuk itu, ia menilai bekal pengalaman di luar negeri memungkinkan talenta iptek yang pulang ke Tanah Air bisa menghadapi tantangan tersebut.

    “Saya yakin justru setelah dikirim ke luar negeri, teman-teman kita, para anak-anak muda itu bisa mencari jalan-jalan keluar ya, untuk mengatasi keterbatasan, sehingga kita (Indonesia) bisa maju juga seperti di kampus luar negeri, meskipun kita lakukan riset di Indonesia,” ucapnya.

    Janji Kepala BRIN Soal Pulang dan Berkarya di Indonesia

    Sebelumnya Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan lima peraih Anugerah Talenta Unggul Habibie Prize 2024 dapat memberi inspirasi dan teladan bahwa putra-putri iptek Indonesia bisa berkiprah di dalam negeri.

    “Bahwa di Indonesia pun kita bisa berkiprah, berkontribusi, menyumbangkan pengetahuan, dan pada akhirnya memberikan dampak ekonomi berbasis pengetahuan untuk Indonesia maju ke depan,” pada pidato pemberian penghargaan.

    Untuk memastikan talenta iptek Indonesia mau berkarya di dalam negeri seusai kepakarannya, Handoko mengatakan pihaknya akan memastikan talenta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) Indonesia akan diberi penghasilan yang setidaknya setara dengan peneliti negara tetangga, Malaysia.

    “Kita akan memastikan bahwa putra-putri terbaik kita bisa mendapat gaji, penghasilan, take home pay yang saya tidak bicara terbaik, tapi minimal setara, comparable dengan yang di Malaysia,” ucapnya.

    “Kita tidak ingin, kita tidak memaksa semua orang bekerja di negara ini, itu adalah hak dan semua orang bisa berkontribusi dari manapun. Tetapi, negara ini tidak boleh tidak memberikan opsi (bagi) putra-putri terbaik kita kesempatan. Dan tidak ada alasan untuk tidak bisa berkiprah sesuai bidang kepakaran dan passion-nya di negara kita,” sambung Handoko.

    Di samping gaji, ia mengatakan negara melalui BRIN memberikan akses infrastruktur, skema mobilitas periset, dan skema hibah riset kompetitif. Pendanaan riset diperoleh berdasarkan hasil penilaian atas substansi proposal riset dan rekam jejak, seperti publikasi di jurnal bereputasi.

    “Yang memberikan penilaian dan yang kami lihat penilaiannya itu dari pihak ketiga, dari komunitas globalnya. Jadi kita tidak pernah melakukan penilaian sendiri, tetapi pada pihak ketiga yang paham ilmu Bapak-Ibu sekalian,” ucapnya.

    “Publikasi bereputasi global, penghargaan tertinggi, itu bukan tujuan, tetapi adalah alat ukur, indikator, dan kontrol kualitas untuk QC bahwa apa yang sudah dilakukan itu memenuhi standar dan juga norma komunitas global,” kata Handoko.

    Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan penerima beasiswa LPDP tak wajib pulang ke Tanah Air jika memperoleh izin dan tidak terikat ikatan dinas. Salah satunya karena kurangnya lahan pekerjaan yang cocok dengan mereka sepulangnya ke Tanah Air. Sementara itu, pemerintah juga masih kekurangan dana untuk mengatasi masalah ini.

    “Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

    Berdasarkan aturan LPDP, penerima beasiswa LPDP yang tidak wajib pulang tersebut antara lain alumni beasiswa LPDP yang bekerja di lembaga internasional mewakili Indonesia, seperti PBB, IMF, dan IDF. Calon pemagang di lembaga internasional paling lambat 3 bulan sejak tanggal lulus dengan durasi maksimal 2 tahun juga bisa mengurus izin tidak langsung pulang ke Tanah Air paling lambat 90 hari usai tanggal lulus.

    (twu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5