Tag: beasiswa lpdp

  • Hanya Penerima Beasiswa LPDP dengan Ikatan Dinas yang Wajib Pulang


    Jakarta

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan, penerima beasiswa LPDP kini diperbolehkan tetap tinggal di luar negeri kecuali yang memiliki ikatan dinas di Tanah Air. Contohnya seperti awardee dari kementerian atau lembaga.

    “Kalau yang berangkat dengan ikatan dinas, departemen misalkan sekolahkan untuk dia belajar di sana, dia harus pulang segera,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

    Berdasarkan catatan kementerian, Satryo mengatakan beberapa penerima beasiswa LPDP yang belum pulang ke Indonesia saat ini masih mencari pengalaman di luar negeri. Ia mengatakan, selama bukan pegawai dengan ikatan dinas, awardee dapat melakukan hal tersebut.


    “Nggak ada masalah selama dia bukan pegawai dari institusi yang ada di Indonesia, pemerintahan; yang sekolah ke luar untuk balik lagi, itu harus pulang. Yang nggak, nggak ada masalah,” kata Satryo.

    Penerima Beasiswa LPDP yang Boleh Tidak Pulang

    Sementara itu, penerima beasiswa LPDP yang tidak wajib pulang ke Tanah Air, menurut Satryo, adalah mereka yang tidak memiliki ikatan dinas di Indonesia.

    Dengan begitu, mereka dapat meneliti maupun bekerja di luar negeri pada lembaga dan perusahaan internasional sambil tetap membawa nama Indonesia.

    “Kalau dia di luar negeri itu berprestasi, membawa nama Indonesia dengan baik, kan juga baik ya, nggak ada masalah,” ucapnya.

    Agar dapat menetap di luar negeri, para alumni LPDP tersebut wajib mendapat izin terlebih dahulu dari Indonesia. Satryo mencontohkan, penerima beasiswa LPDP boleh tidak pulang ke Tanah Air jika mendapat izin untuk bekerja di lembaga internasional dan menjadi perwakilan RI di lembaga-lembaga berkapasitas internasional.

    “Kita beri izin selama dia memang masih membawa manfaatnya untuk Indonesia dalam berbagai cara,” imbuhnya.

    Alasan Tidak Wajibnya Awardee LPDP untuk Pulang

    Satryo mengatakan tidak wajibnya awardee LPDP pulang ke Tanah air juga merespons kurangnya lahan pekerjaan yang sesuai bagi mereka di Indonesia. Ia mengakui pemerintah sendiri kekurangan dana untuk mengatasi soal lahan kerja bagi alumni LPDP.

    “Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” terangnya.

    Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu di sini!

    (twu/faz)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Soal Penerima Beasiswa LPDP Tak Wajib Pulang ke Indonesia, Mendikti: Tetap Harus Berizin


    Jakarta

    Penerima beasiswa LPDP disebut tidak lagi harus pulang ke Tanah Air usai studi, kecuali yang memiliki ikatan dinas di Indonesia. Kabar ini viral dan meraih sejumlah respons, salah satunya para warganet yang menilai rencana tersebut membuat uang pajak yang ia bayarkan seharusnya tidak untuk membiayai para awardee kuliah dan tidak kembali mengabdi di Indonesia.

    Merespons tanggapan warganet tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan para penerima beasiswa LPDP ke depannya tetap bisa berkontribusi untuk Indonesia dengan berkarya di luar negeri.

    “Sekarang kan dilihat aja, kalau dia di luar negeri itu berprestasi, membawa nama Indonesia dengan baik kan juga baik iya kan gak ada masalah. Pasti pulang suatu hari,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).


    Tetap Harus Berizin

    Satryo mengatakan penerima beasiswa LPDP yang mau menetap di luar negeri tetap harus memperoleh izin dahulu dari Indonesia.

    “Izinnya apa? Dia bekerja di lembaga internasional atau jadi perwakilan kita di lembaga-lembaga yang memang punya kemampuan internasional, itu seizin kita,” ucapnya.

    “Kita beri izin selama dia memang masih membawa manfaatnya untuk Indonesia dalam berbagai cara,” ucapnya.

    Kurang Lahan Pekerjaan

    Pemberian izin bagi penerima beasiswa LPDP untuk tidak pulang ke Tanah Air menurut Satryo juga akibat kurangnya lahan pekerjaan yang sesuai bagi mereka di Indonesia dan kekurangan dana pemerintah untuk mengatasi masalah ini sekarang.

    “Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” ucapnya.

    Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu di sini!

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Kita Lihat Optimal atau Tidak



    Jakarta

    Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) akan mengkaji ulang manfaat dana Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa yang dimulai pada 2013 itu diketahui telah menyalurkan beasiswa kepada 45.577 orang sampai Mei lalu.

    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengatakan saat ini pihaknya sedang memeriksa penggunaan danaLPDP. Temuan pemeriksaan akan dianalisis berbasis pengeluaran dan manfaat yang didapatkan atau cost-benefit analysis.

    “Alokasi dana (LPDP) itu memang perlu kita lihat kembali, apakah dana yang sekarang dipakai, misalnya bahwa kebanyakan dana dipakai untuk program magister itu apakah optimal atau tidak,” katanya dalam Antara dikutip Jumat (1/11/2024).


    Stella menekankan asas optimal adalah berkeadilan dan berkualitas dalam pengkajian ulang ini. Ia mengatakan jika hasil pengkajian ulang akan dikeluarkan sebentar lagi.

    “Sebentar lagi akan kami keluarkan temuan dan rekomendasi kami, bagaimana untuk bisa mengoptimalkan dana LPDP supaya jelas,” ujarnya.

    Kendati demikian, Stella menyebut kewenangan terhadap dana LPDP berada di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sehingga pihaknya tidak dapat membuat kebijakan terkait optimalisasi dana LPDP. Namun, ia mengatakan pihaknya siap bekerja sama dan berkolaborasi dengan Kemenkeu dalam optimalisasi dana Beasiswa LPDP.

    “Tujuannya hanya satu, supaya kita bisa mengoptimalkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan,” kata Stella.

    Tentang Beasiswa LPDP

    Beasiswa LPDP adalah beasiswa yang menjadi ‘primadona’ di Indonesia. Bagaimana tidak, setiap tahunnya beasiswa tersebut menggelontorkan dana untuk ribuan mahasiswa pascasarjana.

    Menurut Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, jumlah penerima Beasiswa LPDP dari 2013 hingga akhir Mei 2024 sudah mencapai 45.577 orang.

    Pendaftar beasiswaLPDP dari tahun ke tahun juga terus meningkat. Pada tahun 2023, jumlah pendaftarLPDP tercatat sebanyak 33.337 orang. Pada pendaftaran seleksi tahap pertama tahun 2024, tercatat 20.210 orang mendaftar program beasiswa tersebut.

    BPK Juga Kaji Pengelolaan Dana LPDP

    Terkait pengelolaan keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mengeluarkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2024 untukLPDP. Dari hasil pemeriksaan itu, BPK menyimpulkan pengelolaan pendapatan, belanja, dan investasi tahun 2021-2023 padaLPDP serta instansi terkait lainnya dilaksanakan sesuai dengan kriteria.

    Namun, BPK masih menemukan masalah dalam penetapan penerima dan pemenuhan kewajiban penerima LPDP, di antaranya:

    1. Dalam proses seleksi program penerima beasiswa, terdapat perbedaan data peserta antara yang tercantum dalam SK dengan rekapitulasi peserta lulus. Terdapat inkonsistensi dalam penilaian profiling peserta dan peserta yang terindikasi tidak memenuhi batas minimal standar kelulusan

    2. Terdapat penerima beasiswa yang telah mendapatkan dana ujian tesis/disertasi/studi tetapi belum melakukan ujian tesis/disertasi atau belum menyelesaikan studinya.

    Atas permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan Direktur Utama LPDP agar lebih cermat dalam melakukan seleksi calon peserta penerima beasiswa, meminta pertanggungjawaban atas realisasi dana ujian tesis/disertasi yang tidak didukung bukti, atau meminta pengembalian dana ke LPDP.

    “Serta melakukan monitoring dan evaluasi dan tindak lanjut atas mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan masa studinya sesuai ketentuan,” demikian bunyi rekomendasi dalam IHPS I Tahun 2024 BPK.

    (nir/twu)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Beasiswa LPDP Indonesia-China Perpanjang Masa Pendaftaran, Cek Infonya!



    Jakarta

    Masa pendaftaran beasiswa kerja sama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Indonesia dan Central South University China diperpanjang sampai 1 Agustus 2024. Warga Negara Indonesia termasuk pegawai negeri sipil (PNS) dan calon PNS (CPNS) dengan dapat mendaftar, kecuali personel TNI/Polri.

    Beasiswa LPDP di CSU China dibuka di program S2 bidang ekonomi dan perdagangan internasional untuk logam nonbesi dan bidang transportasi. Pendaftar beasiswa ini akan menjalani seleksi administrasi dan seleksi substansi. Jika lolos seleksi substansi, pendaftar akan diberikan letter of acceptance (LoA) unconditional oleh CSU.

    Syarat Beasiswa LPDP di CSU China 2024

    Untuk dapat mendaftar, peminat beasiswa perlu memenuhi sejumlah syarat, antara lain:


    • Memenuhi syarat usia:
      • – Maksimal 35 tahun bagi kelompok masyarakat umum.
      • – Maksimal 37 tahun khusus bagi pendaftar dari kelompok CPNS dan PNS
      • – Maksimal 42 tahun khusus bagi pendaftar dari kelompok PNS fungsional medis, paramedis, peneliti, perekayasa, atau pendidik.
    • Mengantongi indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3.0 dari 4.0.
    • Memiliki sertifikat bahasa Inggris dengan skor minimal TOEFL iBT 61, IELTS 6.0, atau Duolingo English Test 80.
    • Peserta mendaftar program Beasiswa Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional dan Bidang Transportasi melalui laman LPDP.
    • Sudah menyelesaikan studi pada program D4 atau sarjana.
    • Calon pendaftar yang sudah menyelesaikan studi magister (S2) tidak diizinkan mendaftar.
    • Pendaftar yang sedang menempuh studi (on going) dapat mendaftar jika mendaftar pada prodi/kampus tujuan berbeda dan bersedia mundur dari prodi saat ini sesuai aturan.
    • Melampirkan surat rekomendasi atau usulan yang diterbitkan pada tahun pendaftaran sesuai ketentuan.
    • Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan pada aplikasi pendaftaran LPDP dengan keseluruhan poin-poin terlampir.
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia.
    • Isi riwayat publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi pada aplikasi pendaftaran jika ada.
    • Ketentuan pendayagunaan alumni:
      • – Wajib kembali dan berkontribusi di Indonesia selama 2 kali masa studi ditambah 1 tahun (2n + 1) secara berturut-turut.
      • – Masyarakat umum dapat mendapat peluang kerja sesuai kompetensi dan rencana strategis pemerintah pada bidang terkait
      • – CPNS atau PNS menyesuaikan kebijakan kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah asal masing-masing.

    Komponen Beasiswa

    • Biaya kuliah
    • Tunjangan buku
    • Dana bantuan penelitian tesis
    • Dana bantuan seminar internasional
    • Dana publikasi jurnal internasional
    • Dana hidup bulanan
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana transportasi
    • Dana keadaan darurat (jika diperlukan)
    • Dana kedatangan, dan
    • Dana aplikasi visa/permohonan izin tinggal

    Bagaimana detikers, berminat mendaftar? Cek informasi lebih lanjut DI SINI.

    (twu/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Pendaftaran LPDP 2024 Gelombang 2 Dibuka hingga 18 Juli, Ini Tips agar Lolos Seleksi!



    Jakarta

    Beasiswa LPDP 2024 Gelombang 2 sudah dibuka pendaftarannya sejak 19 Juni 2024. Bagi detikers yang akan mendaftar, harus tahu dulu nih strategi agar bisa lolos.

    Universitas Negeri Surabaya (Unesa) lewat acara Sosialisasi Beasiswa LPDP Batch 2 mengundang Senior Executive Secretary di LPDP Kementerian Keuangan RI, Tri Susilo beserta beberapa penerima beasiswa LPDP untuk memberikan tips dan trik kepada para pelamar.

    “Kami di sini memfasilitasi mahasiswa calon penerima LPDP, hal ini semata-mata untuk membantu agar teman-teman bisa mengetahui kebijakan dan tips dan trik untuk lolos beasiswa LPDP,” kata Fajar selaku Pembina LPDP Unesa, dikutip dari laman kampusnya, Minggu (23/6/2024).


    Lantas bagaimana tips dan trik supaya bisa lolos? Simak selengkapnya yuk!

    Tips dan Trik Lolos Seleksi Beasiswa LPDP

    1. Cari Tahu Informasi Soal LPDP

    Hal pertama yang harus diketahui oleh pelamar adalah apa itu beasiswa LPDP? Setelah itu, kenali juga jenis-jenis beasiswa LPDP hingga rank eligible-nya.

    “Pertama mengenali apa itu LPDP, harus tahu jenis beasiswanya, harus tahu ranking eligiblenya, harus pahami banyak sekali orang di luar sana yang berjuang lebih keras daripada diri kalian sendiri, jadi 88 orang mengapresiasi diri kalian sendiri dan memastikan kepada diri sendiri bahwa perjuangan kita lebih keras daripada mereka,” kata Tri.

    Selain itu, pelamar harus mengetahui detail syarat sesuai jenis beasiswa yang dipilih. Adapun informasi lengkap syarat-syaratnya bisa dilihat di laman LPDP resmi.

    2. Perhatikan Jadwal Pendaftaran

    Tri juga melihat banyak kasus pelamar yang tertinggal waktu pendaftaran. Oleh karena itu ia mengimbau pelamar beasiswa untuk mencatat tanggal daftar hingga pengumumannya.

    “Jangan mendaftar di hari yang mepet deadline, takutnya nanti ada berkas yang kurang tapi pendaftarannya sudah ditutup,” katanya.

    Adapun jadwal pendaftaran beasiswa LPDP Tahun 2024 Gelombang 2 dibuka mulai 19 Juni hingga 18 Juli 2024.

    3. Manajemen Waktu Tes-Wawancara

    Hal yang tak kalah penting untuk keberhasilan tembus beasiswa LPDP lain menurut Tri adalah kemampuan manajemen waktu. Terlebih pada saat mengunggah berkas hingga tes skolastik dan wawancara.

    “Pas administrasi kalau kamu nggak punya time management yang bagus, kamu akan salah, kamu harus selalu berpikir kapan akan melakukan sesuatu seperti kapan upload essay ataupun upload berkas-berkas yang lain,” kata Tri.

    Peserta juga diajak untuk lebih giat dalam berlatih soal. Menurutnya, belajar menjadi penting agar dapat mengenali jenis materi yang kira-kira akan keluar.

    “Pas tes skolastik jangan terlalu sombong merasa bisa segalanya, kamu harus belajar belajar, belajar, berlatih, berlatih, berlatih simulasi. Orang yang merasa pintar dan tidak belajar dan lemah berlatih maka akan tidak berhasil,” ucapnya.

    “Pas interview persiapkan dengan matang apa yang sudah kamu pelajari, jangan nervous, jadilah diri kamu sendiri,” tambahnya.

    4. Jelaskan Latar Belakang Diri Secara Detail

    Dari sudut pandang awardee yang pernah menerima beasiswa ini, Fauzan Atsari megingatkan kepada pelamar agar fokus saat diwawancara. Pelamar harus bisa mendeskripsikan diri hingga rencana penelitian jika diterima.

    “Pertanyaan di wawancara itu tergantung seleksi berkas, pewawancara cenderung menanyakan tentang penelitian yang akan difokuskan. Akan tetapi, pewawancara juga bisa menanyakan hal lain,” ujarnya.

    “Saat wawancara, latar belakang diri akan digali lebih dalam dari CV yang telah disubmit, jadi pastikan dirimu untuk mempersiapkan diri dengan baik dan jangan melenceng dari CV yang sudah disubmit,” lanjutnya.

    Demikian tips agar lolos seleksi beasiswa LPDP 2024. Semoga bermanfaat ya.

    (cyu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • 4 Afirmasi di Beasiswa LPDP Tahap 2 2024, Begini Kriterianya


    Jakarta – Pendaftaran beasiswa LPDP Tahap 2 2024 sedang dibuka hingga 18 Juli 2024. Para peminat beasiswa Pemerintah RI yang memenuhi kriteria bisa mengajukan lamaran lewat sejumlah Beasiswa Afirmasi LPDP.

    Ada empat jenis beasiswa magister dan doktor dalam Beasiswa Afirmasi LPDP. Khusus Beasiswa Prasejahtera dibuka di jenjang magister saja. Dikutip dari laman resmi LPDP Kemenkeu, berikut kriteria khusus tiap jenisnya.

    Beasiswa Afirmasi LPDP, Apa Saja?

    Beasiswa Prasejahtera

    • Pendaftar Beasiswa Prasejahtera merupakan WNI yang terdaftar dan aktif sebagai penerima atau anggota Kartu Keluarga (KK) penerima:
      • – Program Keluarga Harapan (PKH)
      • – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
      • – Penerima Bantuan Iuran (PBI) pada sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial yang telah terhubung dengan laman pendaftaran beasiswa LPDP, diverifikasi melalui nomor KTP/NIK dan Nomor KK (Kartu Keluarga) pada aplikasi pendaftaran
    • Terdaftar atau tercantum pada KK Kepala Keluarga penerima PKH, BPNT, dan atau PBI.
    • Pendaftar diutamakan anggota keluarga pertama di keluarganya yang mendapatkan gelar S1, atau yang mengejar gelar S2, dibuktikan dengan KKdan surat pernyataan bermeterai Rp 10.000 dari pendaftar.
    • Tidak berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Negeri Sipil (PNS), prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), atau anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri)
    • Batas usia maksimal 42 tahun per 31 Desember 2024
    • IPK minimal 3,00 dari 4,0 atau yang setara, dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau salinan yang telah dilegalisasi
    • Sertifikat kecakapan bahasa Inggris yang masih berlaku pada 21 Agustus 2024 dengan skor minimal:
      • – Pendaftar S2 luar negeri: TOEFL ITP 500 (daril lembaga resmi penyelenggara TOEFL ITP di Indonesia), TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELT 6.0, Duolingo English Test 95, TOEP 66 atau ekuivalen 500
      • – Pendaftar S2 dalam negeri: –
    • Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi, bisa diisi di online form atau unggah surat

    Beasiswa Daerah Afirmasi

    • Pendaftar merupakan masyarakat asal daerah afirmasi di Sumatera hingga Papua, cek daftarnya di sini
    • Menamatkan pendidikan dasar dan atau menengah dari daerah afirmasi, dibuktikan dengan ijazah; atau sudah tinggal minimal 10 tahun di daerah afirmasi, dibuktikan dengan surat keterangan dari lurah atau kepala desa
    • Batas usia 47 tahun bagi pendaftar S2 dan 50 tahun bagi pendaftar doktor per 31 Desember 2024
    • Sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang berlaku paling lambat 2 tahun terakhir hingga 21 Agustus 2024 dengan ketentuan:
      • – Pendaftar S2 & S3 luar negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 60, Duolingo English Test 95, TOEP 66 atau ekuivalen 500
      • – Pendaftar S2 dan S3 dalam negeri: –
    • Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi, bisa diisi di online form atau unggah surat

    Beasiswa Penyandang Disabilitas

    • Pendaftar Beasiswa Penyandang Disabilitas merupakan penyandang diabilitas kategori disabilitas fisik, intelektual, mental, sensorik, atau ganda (multi), dengan menyertakan surat keterangan kondisi disabilitas untuk berpartisipasi penuh/efektif yang ditandatangani dokter, psikolog, psikiater, atau audiologis
    • Batas usia pendaftar S2 maksimal 42 tahun dan S3 47 tahun per 31 Desember 2024
    • IPK minimal 2,5 dari 4,0 atau setara untuk pendaftar S2 dan 3,0 dari 4,0 untuk pendaftar S3
    • Khusus pendaftar S3 dari program S2 tanpa IPK wajib menyertakan surat keterangan dari kampus asal dan transkrip nilai
    • Sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang berlaku paling lambat 2 tahun terakhir hingga 21 Agustus 2024 dengan ketentuan:
      • – Pendaftar S2 & S3 luar negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, IELTS 60, Duolingo English Test 95, TOEP 66 atau ekuivalen 500
      • – Pendaftar S2 dan S3 dalam negeri: –
    • Khusus penyandangdisabilitas rungu, kriteria kemampuan bahasa Inggris minimal yang digunakan yaitu:
      • – Pendaftar S2 dalam negeri: rata-rata TOEFL ITP 40 kecuali listening comprehension; IELTS rata-rata 4,5 kecuali listening
      • – Pendaftar S3 luar negeri: rata-rata TOEFL ITP 50 kecuali listening comprehension; IELTS rata-rata 6,0 kecuali listening
        Pendaftar S3 dalam negeri: rata-rata TOEFL ITP 45 kecuali listening comprehension; IELTS rata-rata 5,0 kecuali listening
        Pendaftar S3 luar negeri: rata-rata TOEFL ITP 50 kecuali listening comprehension; IELTS rata-rata 6,0 kecuali listening
    • Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi, bisa diisi di online form atau unggah

    Beasiswa Putra-Putri Papua

    • Mengunggah surat pernyataan bertanda tangan orang tua/wali pendaftar yang menyatakan salah satu kriteria berikut:
      • – Bermarga asli Papua
      • – Ibu kandung atau bapak kandung adalah Orang Asli Papua
    • KTP dan KK
    • Pendaftar yang tinggal di luar Papua menyertakan ijazah pendidikan dasar atau menengah dari sekolah di Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, atau Papua Barat Daya
    • Batas usia maksimal 47 tahun bagi pendaftar S2 dan 50 tahun bagi pendaftar S3 per 31 Desember 2024
    • Ijazah sarjana untuk pendaftar S2 dan ijazah magister untuk pendaftar S3
    • Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi, bisa diisi di online form atau unggah
    • Tidak disyaratkan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris

    Jadwal Beasiswa LPDP Tahap 2 2024

    • Pendaftaran: 19 Juni – 18 Juli 2024
    • Seleksi administrasi: 22 Juli – 7 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: Pengumuman hasil seleksi administrasi
    • Pengajuan sanggah hasil seleksi administrasi: 10-11 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi: 21 Agustus 2024
    • Seleksi bakat skolastik: 27-31 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 5 September 2024
    • Seleksi substansi: 10-25 Oktober 2024
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 7 November 2024

    Informasi beasiswa LPDP Tahap 2 2024 lebih lanjut dapat dilihat di laman https://lpdp.kemenkeu.go.id. Semoga bermanfaat, detikers.

    (twu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • Siap-siap Daftar Beasiswa LPDP Tahap 2 2024, Tak Harus Punya LoA



    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 segera dibuka pada 19 Juni 2024. Calon pendaftar bisa menyiapkan dokumen persyaratan pendaftaran dari sekarang.

    Dikutip dari laman resmi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu, pendaftar beasiswa LPDP tidak harus mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) Unconditional atau surat pernyataan diterima tanpa syarat oleh kampus tujuan atau LoA saja. Namun, peserta dengan LoA Unconditional dapat melewatkan tahap seleksi bakat skolastik.

    Dokumen Beasiswa LPDP Reguler 2024

    Berikut dokumen pendaftaran Beasiswa LPDP Reguler yang bisa detikers siapkan jelang pembukaan masa pendaftaran dan jadwal Beasiswa LPDP Tahap 2 2024 selengkapnya.


    1. KTP
    2. Hasil pindai ijazah S1 atau S2 (dari dokumen asli atau hasil legalisir) atau Surat Keterangan Lulus (SKL)
    3. Jika tidak menyelesaikan studi pada jenjang yang sedang ditempuh, sertakan surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi sebelumnya
    4. Hasil pindai transkrip nilai S1 atau S2, bukan transkrip profesi
    5. Dokumen penyetaraan ijazah dari Kemendikbudristek/Kemenag, atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah jika merupakan lulusan luar negeri
    6. Dokumen konversi IPK dari Kemendikbudristek/ Kemenag, atau tangkapan layar pengajuan konversi IPK jika tidak menggunakan skala 4
    7. Sertifikat bahasa asing yang disyaratkan dan masih berlaku:
      – S2 dalam negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6,0
      – S2 luar negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5
      – Doktor dalam negeri: TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0
      – Doktor luar negeri: TOEFL iBT 94, PTE Academic 65, atau IELTS 7,0
    8. Letter of Acceptance (LoA) Unconditional yang masih berlaku (tidak wajib), sesuai dengan kampus dan prodi pilihan
    9. Surat rekomendasi dari akademisi atau tokoh masyarakat, terbit paling lambat 1 tahun terakhir pada bulan yang sama dari tanggal pendaftaran
    10. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit
    11. Surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM sesuiai ketentuan, khusus bagi pendaftar PNS/TNI/Polri
    12. Profil diri pada formulir pendaftaran online
    13. Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia dalam 1.500-2.000 kata
    14. Proposal penelitian 1.500-2.000 kata, khusus bagi pendaftar program doktor
    15. Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan atau nonkejuaraan, dan pengalaman organisasi

    Kapan Beasiswa LPDP Tahap 2 2024 Berlangsung?

    • Pendaftaran: 19 Juni 2024
    • Seleksi administrasi: 22 Juli 2024
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 9 Agustus 2024
    • Masa sanggah hasil seleksi administrasi: 10 Agustus 2024
    • Pemrosesan sanggah hasil seleksi administrasi: 12 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi: 21 Agustus 2024
    • Seleksi bakat skolastik: 27 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 5 September 2024
    • Seleksi substansi: 10 September 2024
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 7 November 2024

    Syarat Khusus Beasiswa LPDP Reguler 2024

    • Usia maksimal 35 tahun bagi pendaftar S2 dan 40 tahun bagi pendaftar S3
    • IPK minimal 3.00 dari 4.00 bagi pendaftar S2 dan 3.25 dari 4.00 bagi pendaftar program doktor
    • Khusus pendaftar program doktor dari program S2 tanpa IPK wajib melampirkan surat keterangan dari kampus asal
    • Memenuhi batas skor kemampuan bahasa Inggris seperti dijelaskan dalam syarat dokumen
    • Menyertakan surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi, baik melalui dokumen yang dunggah maupun formulir online

    Selamat menyiapkan diri dalam pendaftaran Beasiswa LPDP 2024, detikers.

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • Beasiswa LPDP Kini Langsung Termasuk Dana Tunjangan Keluarga, Begini Ketentuannya



    Jakarta

    Penerima beasiswa LPDP kini bisa langsung membawa keluarga dan mendapat Dana Tunjangan Keluarga. Ketentuan ini berlaku bagi awardee beasiswa LPDP jenjang S3, dokter spesialis, dan dokter subspesialis.

    Dikutip dari akun Instagram resmi @lpdp_ri, besaran Dana Tunjangan Keluarga LPDP masing-masing 25 persen dari Dana Hidup Bulanan Awardee. Dana ini diberikan sejak anggota keluarga tersebut ikut pindah dan tinggal bersama awardee di kota atau negara tujuan.

    Pada ketentuan sebelumnya, komponen tunjangan keluarga baru dapat digunakan paling cepat 1 tahun setelah awardee beasiswa LPDP kuliah. Kebijakan baru diharapkan mendukung penerima beasiswa lulus tepat waktu.


    Ketentuan Dana Tunjangan Keluarga Beasiswa LPDP

    1. Berlaku bagi awardee beasiswa LPDP Program Doktor, Program Dokter Spesialis, dan Program Dokter Subspesialis
    2. Diberikan paling banyak untuk 2 orang anggota keluarga
    3. Untuk suami atau istri dan anak yang dibawa dan tinggal bersama awardee selama studi berlangsung
    4. Bagi awardee penyandang disabilitas yang sudah mendapat Dana Pendamping Disabilitas, Dana Tunjangan Keluarga diberikan pada 1 orang anggota keluarga
    5. Bagi awardee penyandang disabilitas yang belum menikah, Dana Tunjangan Keluarga dapat diberikan pada orang tua
    6. Besaran tunjangan masing-masing 25 persen dari Dana Hidup Bulanan Awardee
    7. Dana diberikan sejak anggota keluarga ikut pindah dan tinggal bersama di awardee di kota/negara tujuan
    8. Tunjangan keluarga dihentikan jika anggota keluarga berada di luar area studi atau pulang ke Indonesia

    Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 2024 akan dibuka mulai 19 Juni 2024. Selamat menyiapkan berkas dokumen persyaratan dan memanfaatkan kebijakan baru Dana Tunjangan Keluarga di beasiswa LPDP, detikers.

    (twu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • Jadwal Seleksi Substansi LPDP 2024 Beserta Bocoran Pertanyaannya, Catat!



    Jakarta

    Seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) batch 1 tahun anggaran 2024 memasuki tahap terakhir. Peserta mulai menerima pengumuman hasil Seleksi Bakat Skolastik pada 27 Maret 2024 melalui akun pendaftaran masing-masing.

    Peserta yang berhasil lolos akan melanjutkan ke seleksi akhir beasiswa LPDP 2024 yakni Seleksi Substansi. Seleksi Substansi atau tahap wawancara menguji peserta dengan pertanyaan-pertanyaan yang digali lebih dalam.

    Pertanyaan ini didapatkan dari CV, esai, proposal bisnis (untuk program Targeted Kewirausahaan) dan proposal penelitian (untuk S3) yang dicantumkan peserta dalam proses Seleksi Administrasi sebelumnya. Dalam prosesnya, peserta akan diuji oleh tiga orang pewawancara yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi dan psikolog.


    Seleksi Substansi akan dimulai dari tanggal 2 April 2024 mendatang selama tujuh pekan. Hal ini untuk mengakomodir seluruh peserta yang terdaftar dalam beasiswa LPDP 2024.

    Untuk mempersiapkan dirimu, berikut jadwal dan bocoran pertanyaan yang akan diuji dalam Seleksi Substansi dikutip dari postingan Instagram LPDP RI, Sabtu (30/3/2024).

    Jadwal Seleksi Substansi LPDP 2024

    Seleksi Substansi akan diselenggarakan pada rentang:

    • Pekan ke-1: 2-5 April 2024
    • Pekan ke-2: 23-26 April 2024
    • Pekan ke-3: 29-30 April 2024
    • Pekan ke-4: 6-8 Mei 2024
    • Pekan ke-5: 14-17 Mei 2024
    • Pekan ke-6: 20-22 Mei 2024
    • Pekan ke-7: 28-31 Mei 2024

    Bocoran Pertanyaan Seleksi Substansi LPDP 2024

    Karena telah memenuhi syarat ketentuan bahasa, peserta akan diwawancarai dalam bahasa Inggris maupun Indonesia. Hal ini tergantung pewawancara yang akan mengujimu. Pertanyaan wawancara akan meliputi seputar:

    1. Latar belakang

    Pewawancara akan mengkonfirmasi dan menggali latar belakang diri peserta dari CV yang telah disubmit. Berbagai pertanyaan yang mungkin muncul adalah:

    • Perkenalan diri
    • Alasan memilih studi lanjut daripada melanjutkan karier
    • Aktivitas terkini yang tengah dilakukan di luar pendidikan atau pekerjaan

    2. Esai

    Peserta akan dikonfirmasi dan menggali lebih dalam substansi esai yang telah disubmit berupa rencana studi dan rencana pengabdian. Pertanyaan yang mungkin keluar yaitu:

    • Kebermanfaatan studi untuk masyarakat Indonesia
    • Pandangan mengenai komitmen/rencana kontribusi di dalam negeri

    3. Kepribadian

    Pertanyaan terakhir akan membuat pewawancara menantang pandangan atau pola pikir peserta berdasarkan pengalamannya, misalnya:

    • Analisis kelebihan dan kelemahan diri sendiri
    • Pengalaman dan persiapan diri menghadapi situasi sulit
    • Hal lain yang membuatmu berbeda dari kandidat lainnya.

    Tips Persiapan Diri Hadapi Seleksi Substansi LPDP 2024

    Dari berbagai bocoran pertanyaan tersebut, berbagai hal yang bisa dilakukan peserta yakni:

    1. Baca lagi CV, esai, dan proposal yang disubmit saat proses administrasi lalu
    2. Renungkan dan gali lagi kira-kira pengalaman atau cerita hidup seperti apa yang linear dengan pengalaman dan rencana studi, rencana karir, pengabdian atau rencana hidup secara umum
    3. Coba tentukan kata kunci yang bisa meyakinkan pewawancara bahwa kamu layak dinilai lebih baik daripada kandidat lainnya
    4. Latih kemampuan menjawab atau public speaking dengan mockup interview bersama teman dan mentor
    5. Mengikuti berbagai acara yang dilakukan komunitas-komunitas awardee untuk mendapat tips tambahan lainnya.

    Itulah informasi tentang Seleksi Substansi yang akan jadi langkah terakhir dari seleksi LPDP 2024. Semoga berhasil detikers!

    (det/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • Beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 Ditutup Besok, Cek Cara Daftarnya di Sini!



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 akan ditutup besok, 18 Juli 2024. Bagi detikers yang masih belum melakukan registrasi bisa segera menyelesaikannya hari ini.

    Beasiswa LPDP ini sayang apabila dilewatkan karena mempunyai banyak program pilihan serta kampus tujuan dari dalam juga luar negeri. Beasiswa ini sendiri disediakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    Dengan begitu, bagi calon mahasiswa yang kini ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang master atau doktor bisa mencoba beasiswa LPDP. Pendaftar yang lolos beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 ini akan menerima bantuan mulai Januari 2025.


    Bagaimana, tidak mau ketinggalan bukan? Dikutip dari laman LPDP Kemenkeu, berikut informasi lengkapnya seputar pendaftaran beasiswa:

    Jenis Beasiswa LPDP 2024

    1. Program Umum

    • Beasiswa Reguler
    • Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
    • Beasiswa Parsial

    2. Program Afirmasi

    • Beasiswa Penyandang Disabilitas
    • Beasiswa Putra-putri Papua
    • Beasiswa Daerah Afirmasi
    • Beasiswa Prasejahtera

    3. Program Targeted

    • Beasiswa PNS, TNI, POLRI
    • Beasiswa Kewirausahaan
    • Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
    • Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis

    4. Program Prioritas

    • Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program Doktor
    • Beasiswa Prioritas LPDP – UNSW Program Doktor
    • Beasiswa Prioritas LPDP – NUS Program Master Bidang Kewirausahaan
    • Beasiswa Prioritas LPDP – University of Dundee Program Doktor

    5. Program Kerja Sama

    • Beasiswa Kerja Sama – BRIN
    • Beasiswa Kerja Sama – USTB
    • Beasiswa Kerja Sama – Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional dan Bidang Transportasi

    6. Program Double Degree/Joint Degree

    Syarat Daftar Beasiswa LPDP 2024

    • WNI
    • Lulus D4/S1 dan ingin mengambil beasiswa master, S2 untuk doktor, atau D4/S1 langsung doktor
    • Pendaftar D4/S1 langsung doktor wajib mempunyai LoA unconditional dari kampus tujuan
    • Pendaftar yang lulus S2 tidak diizinkan mendaftar beasiswa S2, demikian juga pada pendaftar lulusan S3
    • Pendaftar beasiswa doktor yang lulusan dokter spesialis/subspesialis dapat menggunakan transkrip nilai sebagai syarat bukti IPK
    • Lulusan luar negeri wajib melampirkan hasil penyetaraan ijazah, hasil konversi IPK, tangkapan layar ajuan penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK dan/atau konversi IPK untuk pendaftar yang penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK-nya belum terbit.
    • Menyetujui surat pernyataan yang sudah disediakan
    • Menulis profil diri
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia
    • Menulis proposal penelitian untuk pendaftar program doktor
    • Jika memiliki publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non-kejuaraan, pengalaman organisasi, maka perlu dituliskan saat daftar
    • Pendaftar yang pernah menempuh studi, tetapi tidak menyelesaikannya, bisa mendaftar di jenjang studi yang sama.
    • Melampirkan surat rekomendasi sesuai syarat program yang diterbitkan maksimal 1 tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran
    • Pendaftar yang sedang menempuh studi bisa mendaftar dengan ketentuan yaitu mendaftar di prodi dan/atau perguruan tinggi tujuan yang berbeda, membuat, dan menandatangani surat pengunduran diri yang diajukan ke kampus atas prodi yang sedang ditempuh dan menyampaikan ke LPDP maksimal 2 pekan setelah pengumuman kelulusan seleksi substansi, wajib menyerahkan surat pemberhentian resmi dari prodi/kampus, pendaftar yang mendapat gelar sebelum seleksi substansi, maka LPDP bisa membatalkan statusnya sebagai penerima beasiswa
    • Pendaftar PNS dan CPNS wajib melampirkan surat usulan minimal dari pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan/pengembangan SDM di kementerian/lembaga/pemda.
    • Pendaftar TNI wajib melampirkan surat usulan/rekomendasi minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes TNI/TNI AD/TNI AL/TNI AU
    • Pendaftar berstatus Polri wajib melampirkan surat usulan minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes Polri
    • Memilih kampus dan prodi tujuan sesuai ketentuan LPDP
    • Beasiswa tidak ditujukan untuk kelas eksekutif, kelas khusus, karyawan, jarak jauh, yang diselenggarakan bukan di kampus induk, kelas internasional untuk pendaftar tujuan studi dalam negeri, kelas yang diselenggarakan di lebih dari satu negara perguruan tinggi, kelas lain yang tidak memenuhi ketentuan LPDP

    Cara Daftar Beasiswa LPDP 2024

    1. Mendaftar secara online pada situs https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    2. Melengkapi dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan pada aplikasi pendaftaran
    3. Pastikan melakukan submit aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran.
    4. Pastikan dokumen-dokumen pendukung seperti Surat Rekomendasi, Surat Keterangan atau yang sejenis masih dalam masa berlaku dan diterbitkan sesuai ketentuan LPDP

    Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP 2024 Tahap 2

    • Pendaftaran: 19 Juni – 18 Juli 2024
    • Seleksi administrasi: 22 Juli – 7 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 9 Agustus 2024
    • Masa sanggah hasil seleksi administrasi: 10 – 11 Agustus 2024
    • Proses sanggah hasil seleksi administrasi: 12 – 16 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi: 21 Agustus 2024
    • Seleksi bakat skolastik: 27 – 31 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 5 September 2024
    • Seleksi substansi: 10 September – 25 Oktober 2024
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 7 November 2024

    Itulah informasi seputar pendaftaran beasiswa LPDP 2024 tahap 2. Ayo buruan daftar sebelum ketinggalan!

    (cyu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey