Tag: beasiswa pendidikan indonesia

  • Beasiswa Pendidikan Indonesia untuk Guru dan Tenaga Kependidikan 2025 Dibuka!


    Jakarta

    Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah membuka pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Beasiswa jenjang S1/D4 guru dan S1/D4 calon guru ini dibuka pada 18-27 September 2025.

    Bagi guru yang ingin meningkatkan kompetensi, simak kriteria penerima hingga persyaratannya berdasarkan pedoman resminya ya!

    Kriteria Program Studi yang Diampu

    1. BPI D4/S1 Calon Guru diberikan kepada peserta calon guru untuk kategori program studi:


    • Pendidikan anak usia dini
    • Pendidikan sekolah dasar
    • Pendidikan khusus/pendidikan luar biasa
    • Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan
    • Mata pelajaran kejuruan pada sekolah menengah kejuruan
    • Bimbingan konseling.

    2. BPI D4/S1 untuk guru diberikan bagi pendidik dengan kategori:

    • Mata pelajaran umum jenjang SMA dan SMK
    • Mata pelajaran kejuruan
    • Pendidikan luar biasa.

    Syarat Umum Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)

    1. Syarat D4/S1 Calon Guru

    • WNI, dibuktikan dengan kartu identitas berupa KTP atau KK
    • Belum berusia 30 tahun ketika mendaftar
    • Diterima sebagai mahasiswa baru di perguruan tinggi pada program studi sesuai kategori
    • Mempunyai ijazah atau surat keterangan lulus (SKL) dan transkrip jenjang pendidikan sebelumnya
    • Belum pernah atau tidak sedang menjalankan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi S1 atau D4
    • Tidak sedang menerima beasiswa yang bersumber dari pembiayaan lain.

    2. Syarat Umum D4/S1 Guru

    • WNI, dengan dibuktikan melalui KTP atau KK
    • Belum berusia 47 tahun saat mendaftar, bagi guru mata pelajaran umum jenjang SMA/SMK negeri atau swasta
    • Belum berusia 50 tahun saat mendaftar bagi guru mata pelajaran kejuruan
    • Belum berusia 55 tahun saat mendaftar bagi guru pendidikan luar biasa
    • Terdata sebagai guru minimal 3 tahun di Dapodik
    • Diterima sebagai mahasiswa baru pada program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di perguruan tinggi dan prodi terakreditasi minimal B/baik sekali, yang terdaftar dalam sistem informasi Sierra Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
    • Menempuh pendidikan pada prodi sesuai mapel/jurusan yang diampu sebagai guru
    • Mempunyai ijazah atau surat keterangan lulus dan transkrip jenjang pendidikan sebelumnya
    • Belum pernah atau tidak sedang melaksanakan pendidikan pada jenjang S1/D4
    • Tidak sedang menerima beasiswa yang bersumber dari pembiayaan lain.

    Jadwal Seleksi Beasiswa Pendidikan Indonesia

    • Pendaftaran: 18-27 September 2025
    • Seleksi administrasi dan substansi: Cek melalui situs https://beasiswa.kemendikdasmen.go.id
    • Pengumuman hasil seleksi tahap administrasi dan substansi: Cek di https://beasiswa.kemendikdasmen.go.id
    • Seleksi wawancara: Cek di https://beasiswa.kemendikdasmen.go.id
    • Pengumuman hasil seleksi substansi/wawancara: Cek di https://beasiswa.kemendikdasmen.go.id
    • Pembekalan dan penjelasan teknis tanda tangan kontrak: Cek di https://beasiswa.kemendikdasmen.go.id

    Informasi lain mengenai Beasiswa Pendidikan Indonesia 2025 bisa dilihat di SINI.

    (nah/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Beberapa Beasiswa Kemdiktisaintek Ini Berpotensi Terpangkas Gegara Efisiensi



    Jakarta

    Anggaran beberapa beasiswa dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI berpotensi mengalami pengurangan akibat efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah.

    Perihal beasiswa yang dimaksud dipaparkan oleh Mendiktisaintek RI, Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam rancangan perubahan anggaran Kemdiktisaintek melalui rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta pada Rabu (12/2/2025).

    Adapun beasiswa-beasiswa tersebut adalah KIP Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), Beasiswa Kerja Sama Negara Berkembang (KNB), dan beasiswa dosen dan tenaga kependidikan.


    Meski demikian, Satryo menyebutkan yang disampaikan langsung kepada perguruan tinggi atau kepada mahasiswa dan dosen sebenarnya sangat tidak mungkin dilakukan efisiensi.

    “Anggaran Kemdiktisaintek itu sebetulnya anggaran yang sifatnya numpang lewat. Jadi kami terima anggaran semula berdasarkan pagu awal Rp 56,607 triliun itu sebagian besar langsung disampaikan ke perguruan tinggi penerima maupun mahasiswa penerima beasiswa,” kata Satryo.

    “Jadi yang dikelola oleh kantor kementerian kami itu sangat minim. Kira-kira dari pengalaman kami selama ini yang dikelola oleh kantor kementerian tidak lebih dari 10 persen dari total pagu anggaran Kemdiktisaintek,” katanya lagi.

    Potensi Besaran Pemangkasan Beasiswa

    Meski terdapat usulan efisiensi oleh Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terhadap beasiswa di bawah Kemdiktisaintek, Kementerian mengusulkan kembali untuk tetap pada pagu semula.

    “Bantuan sosial beasiswa ada KIP Kuliah pagu awalnya Rp 14,698 triliun, kemudian efisiensi oleh Ditjen Anggaran sebesar Rp 1,31 triliun. Kami usulkan kembali supaya tetap pada pagu semula yaitu Rp 15,698 triliun karena ini termasuk kategori yang tidak kena efisiensi,”ungkap Mendiktisaintek Satryo.

    “BPI pagu awalnya 194,7 miliar. Kena efisiensi oleh DJA sebesar Rp 19,47 miliar atau 10 persen. Kami kembalikan lagi ke pagu semula karena ini tidak terkena efisiensi,” lanjutnya.

    Kemudian untuk beasiswa ADik, pagu awalnya Rp 213,73 miliar. Kemdiktisaintek mengembalikan ke pagu semula Rp 213,73 miliar, meskipun dipotong oleh efisiensi DJA 10 persen.

    Untuk beasiswa KNB pagu awalnya Rp 85,348 miliar dipotong oleh DJA 25 persen. Kemdiktisaintek juga mengembalikan pada pagu semula Rp 85,348 miliar karena kategorinya tidak kena efisiensi.

    Sementara untuk beasiswa dosen dan tendik dalam dan luar negeri Rp 236,8 miliar, efisiensi DJA 25 persen. Kemdiktisaintek mengembalikan lagi pada pagu awal Rp 236, 8 miliar.

    “Sehingga untuk komponen ini, gaji tunjangan dan beasiswa pagu yang kami usulkan yaitu pagu semula sebesar Rp 31,645 triliun,” jelas Satryo.

    “Jadi total yang akan dilakukan oleh efisiensi Kemdiktisaintek jumlahnya sebesar Rp 6,785 triliun dari Rp 14,3 triliun yang diusulkan oleh DJA,” imbuhnya.

    Besaran tersebut belum termasuk tunjangan kinerja dosen PNS sebesar Rp 2,5 triliun yang sudah disepakati Kemenkeu untuk dibayarkan.

    “Dengan posisi ini saya berharap Bapak-Ibu yang terhormat Komisi X (DPR) bisa memperjuangkan supaya pemotongan atau efisiensi Kemdiktisaintek tidak Rp 14,3 triliun, tetapi menjadi hanya Rp 6,785 triliun,” pungkas Mendiktisaintek.

    (nah/twu)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia Diperpanjang, Peserta Unggah Ulang Dokumen


    Jakarta

    Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek mengumumkan layanan elektronik Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dapat diakses kembali. Sebelumnya, layanan ini terdampak oleh masalah Pusat Data Nasional (PDN).

    Sehubungan dengan masalah PDN tersebut, masa pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia Dalam Negeri dan BPI Pathway Program Doktoral Luar Negeri bagi dosen LPTK/PPG dan vokasi 2024 diperpanjang menjadi 18-31 Juli 2024.

    Jika sudah memiliki akun, pendaftar BPI Dalam Negeri dan BPI Pathway Program Doktoral tersebut diminta untuk reset password. Kemudian, log in di portal BPI dan lengkapi semua berkas pendaftaran.


    Sedangkan bagi peminat BPI Dalam Negeri dan BPI Pathway Program Doktoral di atas yang belum memiliki akun, maka diminta untuk membuat akun dan log in di portal pendaftaran. Kemudian, lengkapi semua berkas pendaftaran.

    Peserta BPI Luar Negeri Diminta Unggah Ulang Dokumen

    Sedangkan pendaftar Beasiswa Pendidikan Indonesia Luar Negeri Tahun 2024 diminta untuk unggah ulang dokumen persyaratan pendaftaran. Dalam hal ini, pendaftar juga diminta mengecek akun dan surel masing-masing.

    Jenis Beasiswa Pendidikan Indonesia Dalam Negeri 2024

    Dikutip dari laman resminya, berikut jenis-jenis BPI Dalam Negeri:

    • BPI Calon Guru SMK S1/D4
    • BPI Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) S1/D4
    • BPI Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) S1/D4
    • BPI Pelaku Budaya S1/D4, S2, dan S3
    • Beasiswa Indonesia Maju S1/D4
    • BPI Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) S1/D4
    • BPI Pendidikan PTA S2 dan S3
    • BPI Pendidikan PTV S2 dan S3
    • BPI Pendidik dan Tenaga Kependidikan S2

    Informasi pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024 bisa diakses di https://beasiswa.kemdikbud.go.id. Jangan terlewat, detikers!

    (twu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Mau Kuliah Pascasarjana di ITB? Ini 4 Jenis Beasiswa yang Bisa Dicoba



    Jakarta

    Menempuh pendidikan pascasarjana memang membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan vokasi atau sarjana. Pasalnya, mahasiswa pascasarjana dituntut sering melakukan riset.

    Oleh karena itu, kini sudah banyak beasiswa yang bermunculan bagi mahasiswa S2 dan S3. Baik yang berasal dari kementerian, lembaga, atau perusahaan swasta.

    Nah, bagi detikers yang ingin melanjutkan S2 atau S3 di Institut Teknologi Bandung (ITB), tidak perlu banyak khawatir soal biaya pendidikan. Kampus ini sudah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra untuk menyediakan beasiswa bagi mahasiswanya.


    Dilansir dari laman ITB, berikut adalah jenis-jenis beasiswa yang disediakan oleh ITB untuk mahasiswa pascasarjana:

    Jenis-Jenis Beasiswa ITB bagi Mahasiswa Pascasarjana

    1. Beasiswa LPDP

    Siapa yang tidak tahu beasiswa satu ini? Beasiswa LPDP adalah bantuan pendidikan bagi mahasiswa vokasi, sarjana maupun pascasarjana yang disediakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

    LPDP memiliki ragam pilihan kampus baik dalam maupun luar negeri. Selain itu, beasiswa ini juga bisa dicoba oleh penyandang disabilitas hingga mahasiswa yang berasal dari daerah pedalaman.

    Untuk mendaftar beasiswa LPDP di ITB, pastikan terlebih dahulu mahasiswa memiliki Letter of Acceptance (LoA) dari ITB. Selain itu, perhatikan juga syarat-syarat lainnya.

    2. Beasiswa BPI Kemendikbudristek

    Sama seperti LPDP, beasiswa ini juga disediakan oleh pemerintah yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Beasiswa Pendidikan Indonesia atau BPI ini bisa dicoba oleh mahasiswa S2 dan S3 ITB.

    Beasiswa ini secara khusus ditujukan bagi calon guru SMK, guru SD, guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. BPI pun menyediakan beasiswa asrama mahasiswa nusantara.

    Demikian juga bagi calon dosen S2 dan S3 bisa menerima beasiswa ini asalkan memenuhi kriteria yang ada sesuai Permendikbud Nomor 27 tahun 2022.

    3. Beasiswa BRIN

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) setiap tahunnya menyediakan beragam beasiswa riset bagi mahasiswa magister dan doktoral. Beasiswa dari BRIN dibagi menjadi dua yakni degree by research dan doktor strategis.

    Untuk memaksimalkan riset, BRIN juga menggandeng LPDP membagikan beasiswa prioritas. Selain itu, BRIN juga sering mengadakan kompetisi hasil riset bagi mahasiswa S2 dan S3, tentunya dengan hadiah yang nominalnya jutaan rupiah.

    4. Beasiswa JFLS

    Detikers warga Jawa Barat? Maka bisa mencoba daftar beasiswa Jabar Future Leader Scholarship (JFLS). Cakupan beasiswa ini termasuk luas karena diperuntukkan bagi mahasiswa D3, D4, S1, S2, hingga S3.

    Bantuan berupa biaya pendidikan bagi mahasiswa yang berprestasi dan sesuai nama beasiswanya, memiliki jiwa kepemimpinan. Tak hanya dalam uang, bantuan JFLS juga berupa pendampingan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan soft skill lainnya.

    Keuntungan mahasiswa S2 dan S3 dalam mendaftar beasiswa ini adalah menjadi prioritas penerima. Syaratnya hanya perlu memiliki LoA dari ITB dan dokumen diri lainnya.

    Itulah beberapa beasiswa yang disediakan oleh pascasarjana ITB bagi mahasiswanya. Mau coba daftar yang mana nih?

    (cyu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Cara Usul Kurasi Prestasi untuk Daftar BPI Luar dan Dalam Negeri, Catat!



    Jakarta

    Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) 2024 masih membuka pendaftaran baik untuk perguruan tinggi luar negeri (hingga 31 Mei) dan dalam negeri (hingga 15 Juni). Jadi salah satu program beasiswa favorit dari pemerintah Indonesia, BPI memiliki 14 jenis pembiayaan.

    Salah satunya adalah Beasiswa S1 Indonesia Maju (BIM) dalam dan luar negeri. BIM merupakan jenis beasiswa khusus peserta didik berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik.

    Beasiswa ini bisa diikuti oleh lulusan SMA/SMK/sederajat yang dibuktikan dengan ijazah/surat keterangan lulus beserta transkrip dari sekolah di dalam atau luar negeri yang terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah yang berprestasi.


    Prestasi yang dikirim bisa berupa ajang talenta tingkat nasional/internasional yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) maupun pihak lain. Namun jika peserta mengikuti ajang yang diselenggarakan pihak lain, prestasinya harus diakui resmi Kemendikbudristek melalui proses kurasi.

    Puspresnas mengeluarkan jadwal untuk proses usulan kurasi bagi pendaftar BPI. Bagi pendaftar BPI Luar Negeri usulan kurasi bisa dilakukan hingga 18 Mei dan BPI Dalam Negeri hingga 1 Juni 2024 mendatang.

    Pada dasarnya kurasi bisa dilakukan oleh penyelenggara ajang, sekolah, ataupun secara mandiri. Namun, dengan waktu yang singkat ini peserta perlu sesegera mungkin melalui proses usulan kurasi.

    Untuk itu, yuk simak langkah-langkah usulan kurasi mandiri dikutip dari Tutorial Pengisian Kurasi Peserta Didik Mandiri, Selasa (14/5/2024).

    Cara Usul Kurasi Talenta untuk Daftar BPI

    1. Buka laman https://kurasi-prestasi.kemdikbud.go.id/login dan pilih bagian “Peserta”
    2. Siapkan akun yang tertaut pada akun Google
    3. Pilih data yang akan digunakan karena siswa pilih bagian NISN
    4. Masukkan NISN dan klik Cek
    5. Jika data berhasil ditemukan, maka akan masuk ke halaman formulir pendaftaran
    6. Lengkapi data sesuai yang diminta, jika sudah klik “Daftar” dan peserta akan masuk dalam dashboard peserta
    7. Untuk mengajukan prestasi, klik bagian “Prestasi” lalu klik “Tambah Prestasi”
    8. Nantinya ada 2 kategori yakni ajang kompetisi dan ajang non-kompetisi, pilih salah satunya
    9. Akan muncul tabel data cabang, ajang, dan penyelenggara yang telah terverifikasi dan menyelesaikan proses penginputan instrumen oleh pengusul. Pilih prestasi sesuai ajang yang detikers ikuti
    10. Jika ditemukan, klik daftarkan prestasi dan muncul laman ajuan prestasi
    11. Isi data sesuai prestasi yang diikuti termasuk keperluan kurasi prestasi untuk didaftarkan ke Beasiswa Indonesia Maju dan klik “Simpan” sehingga data tersimpan pada tabel prestasi
    12. Namun, jika data yang dicari tidak ada, peserta dapat melakukan pengajuan data melalui menu “Pengajuan ajang dan non-ajang”
    13. Isi seluruh data yang ditentukan dan klik “Simpan”. Data ajang akan muncul pada tabel pengajuan dengan statusnya.
    14. Jika ditolak, peserta perlu cek catatan yang diberikan dari usulan data milikmu. Jika diterima, lanjutkan untuk isi pengajuan instrumen kurasi
    15. Klik isi instrumen hingga selesai dan kembali ajukan prestasi di menu “Prestasi”
    16. Bila data tampil di menu prestasi, berarti detikers telah melakukan proses pengusulan kurasi beserta klaim prestasi atas nama peserta didik.

    Jadwal Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024

    Tujuan Luar Negeri

    • Pembukaan pendaftaran: 2 Mei 2024
    • Penutupan pendaftaran: 31 Mei 2024
    • Seleksi administrasi dan wawancara: Juni 2024
    • Penetapan penerima dan registrasi ulang: Juli 2024
    • Pembekalan studi: Agustus 2024

    Tujuan Dalam Negeri

    • Pembukaan pendaftaran: 2 Mei 2024
    • Penutupan pendaftaran: 15 Juni 2024
    • Seleksi administrasi dan wawancara: Juli 2024
    • Sinkronisasi data dengan perguruan tinggi: Agustus 2024
    • Penetapan penerima dan registrasi ulang: September 2024
    • Pembekalan studi: September 2024

    Nah demikianlah cara kurasi ajang talenta untuk daftar Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024. Jangan lupa mendaftar ya detikers!

    (det/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis-jenis Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024 untuk S1/D4 hingga S3


    Jakarta – Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) 2024 dibuka mulai 2 Mei 2024 kemarin. BPI merupakan beasiswa pemerintah Indonesia yang dikelola Kemendikbudristek melalui pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

    BPI menyediakan dukungan pendidikan untuk berbagai jenjang. Simak jenis-jenis beasiswa yang tersedia!

    Jenis-jenis Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024

    1. Jenjang S1/D4

    • Beasiswa S1/D4 calon guru SMK (dalam negeri)
    • Beasiswa S1 pelaku budaya (dalam negeri)
    • Beasiswa S1 Indonesia Maju (BIM) (dalam dan luar negeri)
    • Beasiswa S1 pendidikan guru sekolah dasar (PGSD)
    • Beasiswa S1 pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK)

    2. Jenjang S2

    • Beasiswa S2 (perguruan tinggi akademik/PTA) calon dosen PTA (dalam negeri dan luar negeri)
    • Beasiswa S2 (perguruan tinggi vokasi/PTV) calon dosen PTV (dalam negeri dan luar negeri)
    • Beasiswa S2 pendidik dan tenaga kependidikan (dalam negeri dan luar negeri)
    • Beasiswa S2 pelaku budaya (dalam negeri dan luar negeri)

    3. Jenjang S3

    • Beasiswa S3 PTA (dalam negeri dan luar negeri)
    • Beasiswa S3 PTA joint degree/dual degree
    • Beasiswa S3 pelaku budaya (dalam negeri dan luar negeri)
    • Beasiswa S3 dosen lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK)/pendidikan profesi guru (luar negeri)
    • Beasiswa S3 PTV (dalam negeri dan luar negeri).

    Syarat Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024

    • WNI atau WNA khusus darmasiswa.
    • Guru, dosen, dan tendik wajib memiliki nomor identitas seperti NUPTK, NUP, NIDN, NIDIK, NITK dan bekerja di instansi di bawah Kemendikbudristek.
    • Memiliki ijazah dan transkrip jenjang sebelumnya. Lulusan luar negeri wajib melakukan penyetaraan ijazah.
    • Memiliki LoA Unconditional atau Conditional (hanya apabila syarat tidak mengubah status kelulusan)
    • Mengikuti ketentuan Permenpan RB
    • Memiliki skor kemampuan bahasa Inggris minimal TOEFL IBT/ 80, TOEFL PTE 58, IELTS 6,5, Bahasa Arab TOAFL 450, Bahasa Prancis C1/Bahasa Spanyol C1/Bahasa Cina: HSK Level 5 Point 180
    • Menyerahkan surat keterangan sehat dan bebas narkoba dengan masa berlaku 6 bulan sejak diterbitkan hingga masa pendaftaran.
    • Mempunyai surat pernyataan pendaftaran
    • Memiliki SK penyandang disabilitas dari rumah sakit (untuk penyandang disabilitas), surat persetujuan dari orang tua, dan surat permohonan pendamping.

    Jadwal Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024

    1. Tujuan Dalam Negeri

    • Pembukaan pendaftaran: 2 Mei 2024
    • Penutupan pendaftaran: 15 Juni 2024
    • Seleksi administrasi dan wawancara: Juli 2024
    • Sinkronisasi data dengan perguruan tinggi: Agustus 2024
    • Penetapan penerima dan registrasi ulang: September 2024
    • Pembekalan studi: September 2024

    2. Tujuan Luar Negeri

    • Pembukaan pendaftaran: 2 Mei 2024
    • Penutupan pendaftaran: 31 Mei 2024
    • Seleksi administrasi dan wawancara: Juni 2024
    • Penetapan penerima dan registrasi ulang: Juli 2024
    • Pembekalan studi: Agustus 2024

    Demikian jenis-jenis beasiswa pendidikan indonesia 2024 dari jenjang S1-S3. Detikers sudah siap mendaftar?

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024 Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya!



    Jakarta

    Kabar baik! Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) 2024 telah dibuka mulai 2 Mei – 15 Juni 2024. Beasiswa ini disediakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

    “Kami mengajak seluruh guru dan dosen yang ingin melanjutkan studi untuk bisa mendapatkan beasiswa ini lewat seleksi yang sesuai ketentuan,” tutur Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Abdul Haris dalam webinar sosialisasi BPI 2024 di Youtube Puslapdik Kemdikbud, Kamis (2/5/2024).

    Haris mengatakan beasiswa ini bisa digunakan untuk melanjutkan pendidikan S1, S2 hingga S3. Adapun pilihan kampus yang tersedia ada yang di dalam maupun luar negeri.


    “Tujuan dari BPI ini terus dikembangkan dan telah dilakukan koordinasi yang baik antara Diktiristek dan BPPT, juga dengan institusi-institusi yang sudah bersedia menjadi tujuan studi,” ujar Guru Besar bidang Ilmu Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia itu.

    Kemudian, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti mengatakan BPI ini ditujukan bagi para guru, calon tenaga pendidik dosen, hingga pelaku budaya.

    “Beasiswa Pendidikan Indonesia diluncurkan pada tahun 2021 dan dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik, pendidik (guru), dosen serta insan budaya untuk menempuh pendidikan bergelar maupun non gelar baik di dalam atau luar negeri,” ujar Suharti.

    Untuk informasi lengkap seputar BPI 2024, berikut selengkapnya:

    Komponen Pembiayaan BPI 2024

    Dana Pendidikan

    1. Dana pendaftaran
    2. Dana SPP
    3. Dana tunjangan buku
    4. Dana bantuan penelitian/tesis/disertasi
    5. Dana bantuan seminar internasional
    6. Dana bantuan publikasi jurnal internasional

    Dana Pendukung

    1. Dana transportasi
    2. Dana aplikasi visa
    3. Dana asuransi kesehatan
    4. Dana hidup bulanan
    5. Dana kedatangan
    6. Dana tunjangan keluarga (khusus doktor)
    7. Program pengayaan afirmasi dan pengayaan bahasa (khusus afirmasi)

    Biaya Pendukung Disabilitas

    1. Dana aplikasi visa pendamping
    2. Dana transportasi pendamping
    3. Dana asuransi kesehatan pendamping
    4. Dana tunjangan visa pendukung
    5. Biaya pendukung lainnya yang ditetapkan BPPT
    6. Jenis Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024
    7. Beasiswa Calon Guru SMK (S1)
    8. Beasiswa Asrama Mahasiswa Nusantara (S1)
    9. Beasiswa PGSD (S1)
    10. Beasiswa Pendidikan PJOK (S1)
    11. Beasiswa Indonesia Maju (S1)
    12. Beasiswa Pelaku Budaya (S1-S3)
    13. Beasiswa Perguruan Tinggi Akademik (S2-S3)
    14. Beasiswa Perguruan Tinggi Vokasi (S2-S3)

    Syarat Daftar Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024

    • WNI atau WNA khusus darmasiswa.
    • Khusus guru, dosen, tendik harus mempunyai nomor identitas seperti NUPTK, NUP, NIDN, NIDIK, NITK dan bekerja di instansi di bawah naungan Kemendikbudristek.
    • Mempunyai ijazah dan transkrip jenjang sebelumnya. Bagi lulusan luar negeri wajib melakukan penyetaraan ijazah.
    • Mempunyai LoA Unconditional atau Conditional (hanya jika syarat tidak mengubah status kelulusan)
    • Mengikuti ketentuan Permenpan RB
    • Mempunyai skor kemampuan bahasa Inggris minimal TOEFL IBT/ 80, TOEFL PTE 58, IELTS 6,5, Bahasa Arab TOAFL 450, Bahasa Prancis C1/Bahasa Spanyol C1/Bahasa Cina: HSK Level 5 Point 180
    • Mempunyai surat keterangan sehat dan bebas narkoba dengan masa berlaku 6 bulan sejak diterbitkan hingga masa pendaftaran.
    • Mempunyai surat pernyataan pendaftaran
    • Bagi penyandang disabilitas mempunyai SK penyandang disabilitas dari rumah sakit, surat persetujuan dari orang tua, dan surat permohonan pendamping.

    Jadwal Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024

    Tujuan Luar Negeri

    • Pembukaan pendaftaran: 2 Mei 2024
    • Penutupan pendaftaran: 31 Mei 2024
    • Seleksi administrasi dan wawancara: Juni 2024
    • Penetapan penerima dan registrasi ulang: Juli 2024
    • Pembekalan studi: Agustus 2024

    Tujuan Dalam Negeri

    • Pembukaan pendaftaran: 2 Mei 2024
    • Penutupan pendaftaran: 15 Juni 2024
    • Seleksi administrasi dan wawancara: Juli 2024
    • Sinkronisasi data dengan perguruan tinggi: Agustus 2024
    • Penetapan penerima dan registrasi ulang: September 2024
    • Pembekalan studi: September 2024

    Itulah informasi seputar pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024. Untuk mengetahui detail persyaratan daftar beasiswa ini, detikers bisa melihatnya di https://beasiswa.kemdikbud.go.id/ ya.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Hasil Seleksi Administrasi BPI Luar Negeri 2024 Diumumkan, Begini Cara Ceknya!



    Jakarta

    Hasil seleksi administrasi Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) luar negeri tahun 2024 diumumkan hari ini, Senin (10/6/2024). Pelamar beasiswa bisa langsung mengeceknya pada akun pendaftaran masing-masing di laman http://www.beasiswa.kemdikbud.go.id/.

    Peserta yang berhasil lolos administrasi akan mengikuti tahapan selanjutnya yakni seleksi substansi atau wawancara. Informasi terkait hal ini akan diumumkan lebih lanjut melalui media sosial resmi BPI yakni @awardee_bpi.

    Lalu bagaimana cara melihat hasil seleksi administrasi BPI luar negeri 2024 ini? Berikut langkah-langkahnya dikutip dari laman resmi Beasiswa Kemendikbud selengkapnya.


    Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi BPI Luar Negeri 2024

    Adapun cara cek hasil seleksi administrasi BPI luar negeri 2024, yakni:

    1. Buka laman Beasiswa Kemendikbduristek pada tautan https://beasiswa.kemdikbud.go.id/

    2. Klik menu “Pendaftaran” lalu klik “Pendaftaran Peserta”

    3. Masukkan username/NIK dan password yang telah didaftarkan

    4. Masukkan hasil penjumlahan Captcha yang tampil pada layar dengan benar

    5. Klik “Sign In”

    6. Peserta akan masuk ke dalam dashboard dan melihat hasil seleksi administrasi.

    Selain melalui akun BPI, peserta pendaftar juga bisa melihat pengumuman di surel masing-masing yang digunakan saat pendaftaran. Jika dinyatakan lolos, peserta akan melanjutkan langkah ke seleksi substansi atau wawancara.

    Namun jika dinyatakan tidak lolos seleksi, peserta bisa melakukan sanggah hasil keputusan ini dengan ketentuan yang sudah tertera di email masing-masing. Masa sanggah akan diberikan kurun waktu selama 3 hari dengan jadwal:

    • Masa Sanggah skema selain Beasiswa Indonesia Maju: 10-12 Juni 2024
    • Masa Sanggah skema Beasiswa Indonesia Maju: 19-21 Juni 2024.

    Tips Seleksi Wawancara BPI 2024

    Namun untuk detikers yang berhasil seleksi administrasi, ada beberapa tips yang bisa diperhatikan sebelum menghadapi wawancara mendatang, seperti:

    1. Banyak persiapan: peserta harus tahu alasan kenapa memilih universitas dan program studi (prodi) tujuan. Tunjukan bila pilihanmu ini unggul di bidangnya.

    2. Kuasai personal statement: persiapkan tentang penelitian dan hal lain yang mendukung personal statement milikmu. Untuk studi S2 dan S3 jelaskan proposal secara lugas saat proses wawancara berlangsung.

    3. Tepat dan efektif: saat ditanya pewawancara jawablah secara tepat dan efektif. Jangan berbelit-belit dan terangkan semua hal penting sesuai topik yang ditanyakan. Pada proses ini kamu harus banyak berlatih sebelum wawancara dimulai.

    4. Tenang: Tenangkan hati agar kamu bisa menjawab pertanyaan dengan baik serta jangan lupa banyak latihan bersama orang lain atau diri sendiri di depan cermin agar rasa percaya diri terbentuk.

    Sebagai informasi BPI 2024 merupakan beasiswa pemerintah Indonesia yang terbuka dari jenjang S1, S2 dan S3. BPI terbagi menjadi dua skema yakni untuk perguruan tinggi tujuan dalam dan luar negeri.

    Meskipun skema luar negeri sudah memasuki tahapan pengumuman seleksi administrasi, skema BPI dalam negeri masih membuka pendaftaran hingga 15 Juni 2024 mendatang.

    Informasi tentang BPI dalam negeri bisa dilihat di sini ya detikers, yuk buruan daftar!

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemendikbudristek Temukan 4 Kecurangan Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia


    Jakarta

    Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi (BPPT) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menemukan tiga kecurangan yang dilakukan mahasiswa penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Kecurangan ini datang dari mahasiswa dan bisa berakibat fatal.

    Karena bila melanggar, mahasiswa bisa kehilangan statusnya. Hal ini telah tertera dalam Buku Panduan Pendaftaran BPI Tahun 2024.

    Disebutkan bila penerima beasiswa diketahui melanggar ketentuan dan persyaratan seleksi dan/atau tidak memenuhi pernyataan yang disampaikan pada surat pernyataan, maka ia akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BPPT. Namun, bila penerima beasiswa ketahuan memberikan informasi atau dokumen yang tidak benar/palsu, maka akan dikenakan sanksi administratif berat.


    Sanksi berupa pemberhentian sebagai penerima beasiswa dan berkewajiban pengembalian dana studi yang telah diterima. Ia juga akan diblokir untuk mengikuti program BPPT di masa mendatang.

    Dikutip dari Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Kemendikbudristek berikut 4 temuan kecurangan yang dilakukan mahasiswa penerima BPI.

    4 Kecurangan Penerima BPI

    1. Berkuliah Daring Dalam Waktu Lama

    Mahasiswa penerima BPI tidak diperbolehkan melakukan perkuliahan secara online/daring atau hybrid dalam waktu lama. Walaupun pihak perguruan tinggi memperbolehkannya.

    Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPPT, Ratna Prabandari menyebutkan ketentuan ini dilakukan karena BPI memberikan skema living allowance atau biaya hidup bulanan. Sehingga mahasiswa penerima BPI harus tinggal dan berada di kota di mana perguruan tinggi berada.

    Menurut temuannya, ada mahasiswa BPI yang melakukan perkuliahan daring di berbeda kota dengan letak kampus hingga 2 semester. Hal ini merupakan tindakan terlarang.

    “Kami menemukan adanya mahasiswa penerima BPI yang melakukan perkuliahan online di tempat tinggal yang berbeda kota dengan kampusnya dalam waktu satu sampai dua semester. Kami tegaskan itu tidak boleh dalam alasan apapun,” katanya.

    2. Mahasiswa Masih Bekerja

    BPPT juga menemukan ada mahasiswa penerima BPI yang masih melakukan pekerjaan sambil berkuliah. Hal ini menurut Ratna sudah jelas aturannya dan tidak boleh dilanggar.

    “Itu kan sudah jelas aturannya, bahwa penerima BPI harus dalam posisi tugas belajar, artinya cuti dari pekerjaannya. Termasuk hal ini berlaku bagi mahasiswa yang diterima atau diangkat sebagai CPNS atau PPPK,” tambahnya.

    Ratna menyebutkan mahasiswa penerima BPI masih boleh bekerja dengan mengabaikan tugas belajar. Dengan catatan pekerjaan yang dilakukannya merupakan bagian wajib dari studi, seperti menjadi teaching assistant atau research assistant.

    3. Pemalsuan Dokumen Akademik

    Kecurangan berkaitan dengan pemalsuan dokumen akademik juga tak luput dari temuan BPPT. Seperti tandatangan promotor tesis atau disertasi dan pemalsuan transkrip nilai akademik pada Kartu Hasil Studi (KHS).

    4. Double Funding dari Pemerintah Daerah

    Double funding adalah sebuah keadaan ketika penerima beasiswa mendapat pendanaan tambahan dari lembaga pemberi beasiswa lain. Dalam hal ini temuan yang ditemukan adalah double funding dari pemerintah daerah.

    Hal ini juga perlu menjadi catatan oleh perguruan tinggi dan BPPT. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek, Mohammad Alipi menjelaskan memang beasiswa yang berada dari program Puslapdik lainnya mungkin bisa dipantau terkait keadaan double funding.

    Seperti Beasiswa Unggulan, KIP Kuliah dan juga Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik). Sayangnya beasiswa dari pemerintah daerah sulit untuk dipantau penerimaannya.

    “Sebetulnya bila sesama beasiswa yang dikelola Puslapdik itu relatif bisa terpantau. Yang agak sulit terjangkau adalah double funding dengan beasiswa sejenis dari pemerintah daerah,” jelas Alipi.

    Progres Mahasiswa Penerima BPI Dipantau

    Penjelasan Ratna dan Alipi disampaikan dalam Kegiatan Sinkronisasi Data Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Tahun 2021-2023 dan Pendaftar BPI dalam Negeri Tahun 2024 Wilayah II di Medan, 26 September 2024 lalu. Kegiatan ini dilakukan untuk sinkronisasi data mahasiswa penerima BPI ongoing dan mahasiswa baru 2024.

    Sebagai catatan setiap progres masing-masing awardee pada dasarnya dipantau BPPT dan Kemendikbduristek. Sehingga setiap kecurangan pasti akan ditemukan.

    Pertemuan itu juga bertujuan mempercepat proses pembayaran biaya pendidikan dan meningkatkan layanan beasiswa. Alipi meminta pihak perguruan tinggi untuk memberikan kemudahan bagi awardee BPI dalam pengisian KHS. Sehingga proses pembayaran bisa segera dilakukan.

    “Pada ujungnya mempercepat dan memperlancar proses pembayaran, baik pembayaran biaya pendidikan ke perguruan tinggi maupun biaya hidup ke mahasiswa,” ungkap Alipi.

    Terkait peningkatan layanan, Alipi mengusulkan agar pihak perguruan tinggi melakukan upload dokumen secara langsung tidak melalui mahasiswa terutama KHS. Karena BPPT menemukan ada beberapa dokumen yang kurang valid terkait data mahasiswa.

    Meskipun begitu, Alipi menegaskan pihaknya dan BPPT selalu pemutakhiran sistem. Sehingga layanan pada mahasiswa penerima BPI bisa terus dipermudah dan cepat.

    “Tentunya inti dari semua itu adalah kerja sama dan komunikasi intensif antara perguruan tinggi dengan BPPT untuk meningkatkan layanan,” tutupnya.

    (det/det)



    Sumber : www.detik.com

  • Soal Lulusan LPDP Tak Harus Pulang ke RI, Pakar BRIN dan Awardee Beri Tanggapan


    Jakarta

    Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan pernyataan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro yang menegaskan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak harus kembali ke Indonesia.

    Hal ini bisa dilakukan karena menurutnya Indonesia belum bisa menjamin pekerjaan bagi para alumni. Oleh karena itu, ia menyarankan agar mereka bisa berkembang di luar negeri.

    “Kasihan dia nanti. Ilmunya tinggi, di sini tidak ada wadahnya. Lebih baik kamu teruskan ke sana saja. Yang penting merah putih,” kata Satryo, sebagaimana dikutip dari arsip detikEdu, Senin (25/11/2024).


    Mahasiswa diberikan kebebasan di luar negeri untuk meniti karier dan prestasi yang baik di perusahaan internasional atau bahkan multinasional. Kemudian ketika suatu hari ia menemukan inovasi, bisa ikut membanggakan Indonesia.

    “Kemudian, dia suatu hari menemukan inovasi. Kan kita bilang, Indonesia yang menemukan inovasi itu. Meskipun di luar negeri. Kan masih merah putih dia,” sambungnya.

    Respons dari Pakar BRIN

    Menanggapinya, Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yanuar F Wismayanti PhD menjelaskan memang ada multitafsir dari pernyataan Mendiktisaintek. Bukan serta-merta tidak pulang ke RI, lulusan LPDP kini diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi.

    “Dalam artian nggak pulang ke Indonesia itu maksudnya memang diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi. Ke depannya (untuk) membangun bangsa kembali gitu, bukan berarti melepaskan,” kata Yanuar kepada detikEdu usai acara Berembuk Berdampak 10 tahun Seruni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) di Balai Sidang UI, Depok, Senin (25/11/2024).

    Lebih lanjut, Yanuar menjelaskan pemerintah Indonesia memiliki salah satu program bernama manajemen talenta atau pembangunan talenta. Pengalaman alumni LPDP yang bekerja di luar negeri bisa menjadi sebuah investasi.

    “Investasi tidak selalu dengan bisnis ekonomi dan seterusnya. Tetapi investasi supaya nanti begitu kita ada di sana akan bisa membawa 10 orang lagi ke sana. Manajemen talenta balik lagi ke Indonesia. Jadi sebenarnya prosesnya seperti itu,” sambung Yanuar.

    Menguntungkan Awardee LPDP

    Sementara dari sisi penerima beasiswa, Fathia Fairuza awardee LPDP 2022, menjelaskan bahwa keputusan pemerintah memperbolehkan alumni berkembang di luar negeri membuka banyak opsi. Karena saat kembali ke Indonesia, banyak sekali awardee yang justru sulit mencari pekerjaan.

    Terlebih bagi mereka yang mengambil bidang studi yang belum memiliki industri di Indonesia. Kondisi ini membuat mereka kebingungan ketika kembali ke Tanah Air.

    “Nah harapannya sih dengan adanya opsi tersebut kita bisa explore karier yang lebih luas,” ucap Fathia pada acara yang sama.

    Ketika keputusan ini berjalan, Fathia memberikan catatan bagi para awardee. Menurutnya, mereka (awardee) tetap harus memberikan kontribusi dengan cara apapun ke Indonesia.

    Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa awardee LPDP jangan sampai pindah kewarganegaraan ketika sudah bekerja di luar negeri.

    “Karena bagaimanapun juga kita bisa menempuh pendidikan tinggi S2 atau S3 dibiayai negara yang mana itu juga uang rakyat, uang pajak rakyat,” ungkapnya.

    “Jadi aku setuju kalau misalnya boleh berkarier di luar (negeri) tapi harus tetap berkontribusi. Jangan sampai pindah kewarganegaraan,” sambung Fathia dengan tegas.

    Evaluasi LPDP

    Yanuar menilai penyelenggaraan LPDP saat ini sudah tepat dan tidak ada masalah bila dilihat dari soal pengelolaan keuangannya ataupun mekanismenya. Sebab LPDP tidak bergantung pada APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

    “LPDP sudah mempunyai mekanisme yang bagus dan itu dirasakan teman-teman penerima beasiswa. Secara pengelolaan keuangannya (juga) sudah cukup bagus,” ungkap Yuniar.

    Alih-alih LPDP, Yuniar menyarankan untuk melakukan evaluasi pada penyelenggaraan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Karena BPI menggunakan anggaran APBN.

    Sedangkan dari sisi awardee, Fathia menilai perlu dilakukannya evaluasi terkait penerima LPDP. Menurutnya, banyak oknum-oknum yang malah memanfaatkan dana beasiswa bukan untuk pendidikan.

    “Masih ada oknum-oknum yang memanfaatkan beasiswa, (bukan) untuk pendidikan tapi misalnya flexing atau batu loncatan untuk berkarier di sana (luar negeri) dan keluar dari Indonesia,” urai Fathia.

    Evaluasi juga diperlukan perihal monitoring lulusan LPDP. Alumnus Columbia University jurusan Human Right Study itu menjelaskan setelah lulus, awardee hanya mengisi satu formulir tracer study.

    “Jadi, setelah lulus kita diberikan form dari LPDP. Padahal kan siapa tahu saat form itu dibagikan kita belum dapat pekerjaan. Lalu 2 tahun padahal masa baktinya itu misalnya 4 tahun kan gak ke track lagi, karena formnya itu hanya sekali,” ceritanya.

    “Nah mungkin bisa ditingkatkan lagi monitoring prosesnya setelah awardee lulus,” tambahnya lagi.

    Kalaupun nanti kebijakan tetap mengharuskan awardee pulang ke Indonesia, Fathia berharap agar pemerintah bisa memberikan rekomendasi pekerjaan yang sesuai bagi alumni. Agar tidak menambah angka pengangguran di Indonesia.

    Minta LPDP Dikaji

    Sebagai alumni LPDP, Fathia berharap agar beasiswa ini kembali dikaji ulang. Sehingga awardee-awardee bisa menciptakan kontribusi yang luar biasa di masa mendatang.

    “Aku sangat menantikan kontribusi awardee LPDP apalagi kalau misalnya bidangnya mirip dengan keilmuan ku. Aku sangat ingin sekali bekerja sama, berkolaborasi, dan bisa berjejaring dengan awardee LPDP lainnya,” ungkapnya.

    Fathia juga berharap agar Mata Garuda atau ikatan alumni LPDP bisa lebih aktif lagi, sehingga awardee pada tahun terbaru bisa mengenal alumni lain tahun-tahun sebelumnya.

    “Kebanyakan kenalnya yang satu angkatan atau di bawah angkatan. Tapi yang dahulu kurang kenal karena kurangnya ada acara bersama, sehingga nggak bisa networking ke angkatan yang jauh,” pungkas Fathia.

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com