Tag: beasiswa s1 s2 s3

  • Serba-serbi Beasiswa Unggulan, Begini Manfaat dan Syaratnya



    Jakarta

    Beasiswa Unggulan adalah beasiswa di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Risetk, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yang kini menjadi Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kerap menjadi incaran pemburu beasiswa, apa saja manfaat hingga syarat Beasiswa Unggulan?

    Beasiswa Unggulan adalah bantuan biaya pendidikan yang dibuka untuk putra-putri terbaik bangsa. Beasiswa ini dibuka untuk jenjang pendidikan S1, S2, dan S3.

    Setiap tahunnya, beasiswa ini dibuka pada Juni atau Juli di tahun berjalan. Beasiswa Unggulan lazimnya dibuka dalam dua jalur, yakni Beasiswa Masyarakat Berprestasi dan Beasiswa Pegawai.


    Manfaat Beasiswa Unggulan

    Dikutip dari Pedoman Pendaftaran Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi Tahun 2024, manfaat Beasiswa Unggulan termasuk:

    1. Biaya Pendidikan
    2. Biaya hidup
    3. Biaya buku

    Syarat Beasiswa Unggulan

    Persyaratan Beasiswa Unggulan dapat berbeda untuk tiap jenjang pendidikan. Syarat-syarat yang perlu dipenuhi pelamar adalah sebagai berikut:

    1. Persyaratan Umum

    – Diutamakan memiliki sertifikat yang membuktikan prestasi akademik/nonakademik tingkat internasional dan/atau nasional.

    – Mendapatkan rekomendasi minimal dari guru bimbingan konseling di sekolah asal bagi pendaftar jenjang S1, dan dari pimpinan perguruan tinggi asal atau pembimbing akademik/skripsi/tesis untuk pendaftar jenjang S2 dan S3.

    – Tidak sedang mendaftar dan/atau menerima beasiswa dari pihak manapun termasuk APBN/APBD dengan komponen pembiayaan yang sama.

    – Belum pernah menempuh pendidikan pada jenjang yang sama.

    – Diterima di perguruan tinggi dalam negeri yang telah terakreditasi paling rendah B/Baik Sekali dan pada program studi terakreditasi paling rendah B/Baik Sekali, serta masuk dalam daftar Perguruan Tinggi tujuan Beasiswa Unggulan (sebagaimana daftar terlampir) atau di perguruan tinggi di luar negeri yang diakui oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

    – Tidak berstatus sebagai dosen, guru, tenaga kependidikan, dan pelaku budaya.

    – Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler dan tidak untuk kelas sebagai berikut:

    a. Kelas Eksekutif
    b. Kelas Khusus
    c. Kelas Karyawan
    d. Kelas Jarak Jauh
    e. Kelas Internasional (bagi pendaftar tujuan studi dalam negeri)
    f. Kelas yang diselenggarakan di lebih dari satu negara perguruan tinggi.
    – Berkomitmen untuk mempertahankan indeks prestasi semester (IPS) minimal 3,00 pada program sarjana (S-1), atau IPS minimal 3,25 pada program magister (S2) dan doktor (S-3) selama menjadi penerima Beasiswa Unggulan.

    2. Persyaratan Khusus Program Sarjana (S1)

    a. Lulusan pendidikan menengah yang lulus pada tahun berjalan atau maksimal lulus 2 (dua) tahun sebelumnya.

    b. Memiliki surat penerimaan/keterangan lulus/letter of acceptance (LoA) unconditional dari perguruan tinggi bagi mahasiswa baru.

    c. Memiliki surat keterangan aktif kuliah minimal dari dekan fakultas perguruan tinggi untuk mahasiswa on-going.

    d. Bagi mahasiswa on-going program sarjana (S1), yang sudah memulai perkuliahan maksimal sedang berada di semester 3 atau memiliki bukti KHS maksimal semester 2 dan memiliki nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) paling rendah 3,25 pada skala 4.

    e. memiliki kemampuan bahasa Indonesia, dibuktikan dengan sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), untuk tujuan perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri dengan ketentuan sebagai berikut:

    – Paket UKBI yang diambil adalah Paket 1
    – Predikat sekurang-kurangnya Madya (skor 482-577)

    f. Memiliki kemampuan bahasa Inggris dari lembaga resmi yang dibuktikan dengan sertifikat untuk tujuan perguruan tinggi luar negeri dengan skor minimal; ITP/PBT: 500, PTE Academic: 34, IBT: 52, IELTS: 5.0.

    g. Membuat esai dalam bahasa Indonesia dengan ketentuan sebagai berikut:

    – judul/tema esai adalah “Karya Hebatku untuk Kemajuan Indonesia”

    – Esai ditulis pada kolom esai paling sedikit 1.000 kata dan paling banyak 1.500 kata.

    – Esai berisi deskripsi diri, deskripsi tentang karya yang pernah dihasilkan, karya hebat yang akan dihasilkan setelah menyelesaikan studi, dan bagaimana karya hebat yang akan dihasilkan tersebut dapat berguna bagi kemajuan Indonesia.

    3. Persyaratan Khusus Program S2

    a. Belum memasuki usia 32 tahun pada tanggal 31 Desember tahun pendaftaran bagi mahasiswa baru atau belum memasuki usia 33 tahun untuk yang sedang menempuh perkuliahan.

    b. Memiliki surat penerimaan/keterangan lulus/letter of acceptance (LoA unconditional dari perguruan tinggi bagi mahasiswa baru dan sudah harus memulai perkuliahan pada semester ganjil tahun akademik 2024/2025 (tidak diperkenankan untuk menunda perkuliahan atau tidak diperkenankan untuk mengikuti matrikulasi).

    c. Memiliki surat keterangan aktif kuliah minimal dari dekan fakultas/direktur pascasarjana perguruan tinggi bagi mahasiswa on going.

    d. Bagi mahasiswa on-going program magister (S2), yang sudah memulai perkuliahan maksimal sedang berada di semester 3 atau memiliki bukti KHS maksimal semester 2 dan memiliki nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) paling rendah 3,25 pada skala 4.

    e. Memiliki nilai IPK S1 paling rendah 3,25 pada skala 4.

    f. Memiliki kemampuan bahasa Indonesia, dibuktikan dengan sertifikat UKBI yang diterbitkan oleh Badan Bahasa, Kemendikbudristek, untuk tujuan perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri dengan ketentuan sebagai berikut:

    – Paket UKBI yang diambil adalah Paket 1.
    – Predikat sekurang-kurangnya Unggul (skor 578-640).

    g. Memiliki kemampuan bahasa Inggris dari lembaga resmi yang dibuktikan dengan sertifikat untuk tujuan perguruan tinggi luar negeri dengan skor minimal; ITP/PBT: 550, PTE Academic: 58, IBT: 80, IELTS: 6.5.

    h. Memiliki rencana studi dengan ketentuan berikut:

    – Memuat gambaran tentang alasan memilih bidang/prodi

    – Topik yang akan ditulis dalam tesis

    – Rencana studi dari awal semester hingga selesai

    – Dokumen rencana studi diunggah pada kolom yang tersedia di sistem.

    i. Membuat esai dalam bahasa Indonesia dengan ketentuan sebagai berikut:

    – Judul/tema esai adalah “Karya Hebatku untuk Kemajuan Indonesia”.

    – Esai ditulis pada kolom esai paling sedikit 1.500 kata dan paling banyak 2.000 kata.

    – Esai berisi deskripsi diri, deskripsi tentang karya yang pernah dihasilkan, karya hebat yang akan dihasilkan setelah menyelesaikan studi, dan bagaimana karya hebat yang akan dihasilkan tersebut dapat berguna bagi kemajuan Indonesia.

    4. Persyaratan Khusus Program S3

    a. Belum memasuki usia 46 tahun pada tanggal 31 Desember tahun pendaftaran bagi mahasiswa baru atau belum memasuki usia 47 tahun untuk yang sedang menempuh perkuliahan.

    b. Memiliki surat penerimaan/keterangan lulus/letter of acceptance (LoA) unconditional dari perguruan tinggi bagi mahasiswa baru dan sudah harus memulai perkuliahan pada semester ganjil tahun akademik 2024/2025 (tidak diperkenankan untuk menunda perkuliahan atau tidak diperkenankan untuk mengikuti matrikulasi).

    c. Memiliki surat keterangan aktif kuliah minimal dari dekan fakultas/direktur pascasarjana perguruan tinggi bagi mahasiswa on going bagi mahasiswa on-going program doktor (S3) yang sudah memulai perkuliahan maksimal sedang berada di semester 3 atau memiliki bukti KHS maksimal semester 2 dan memiliki nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) paling rendah 3,40 pada skala 4; memiliki nilai IPK S2 paling rendah 3,40 pada skala 4.

    d. Memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang dibuktikan dengan sertifikat UKBI yang diterbitkan oleh Badan Bahasa, Kemendikbudristek, untuk tujuan perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri dengan ketentuan sebagai berikut:

    – Paket UKBI yang diambil adalah Paket 1
    – Predikat sekurang-kurangnya Unggul (skor 578-640)

    e. Memiliki kemampuan bahasa Inggris dari lembaga resmi yang dibuktikan dengan sertifikat untuk tujuan perguruan tinggi luar negeri dengan skor minimal; ITP/PBT: 550, PTE Academic: 58, IBT: 80, IELTS: 6.5.

    f. Memiliki proposal penelitian disertasi dengan ketentuan sebagai berikut:

    – Proposal sekurang-kurangnya memuat judul, latar belakang, rumusan masalah, pertanyaan penelitian, metode, manfaat, simpulan dan saran, dan daftar pustaka.

    – Dokumen proposal penelitian disertasi diunggah pada kolom yang tersedia di sistem.

    g. Membuat esai dalam bahasa Indonesia dengan ketentuan sebagai berikut:

    – Judul/tema esai adalah “Karya Hebatku untuk Kemajuan Indonesia”.

    – Esai ditulis pada kolom esai paling sedikit 1.500 kata dan paling banyak 2.000 kata.

    – Esai berisi deskripsi diri, deskripsi tentang karya yang pernah dihasilkan, karya hebat yang akan dihasilkan setelah menyelesaikan studi, dan bagaimana karya hebat yang akan dihasilkan tersebut dapat berguna bagi kemajuan Indonesia.

    5. Kelengkapan Berkas
    – Kartu Tanda Penduduk (KTP).

    – Kartu Tanda Mahasiswa (khusus mahasiswa on-going).

    – Surat Penerimaan/Keterangan lulus/LoA unconditional dari perguruan tinggi (khusus mahasiswa baru).

    – Surat keterangan aktif kuliah yang diterbitkan oleh perguruan tinggi (khusus mahasiswa on-going).

    – Kartu hasil studi (KHS) semester 1 dan 2 (khusus mahasiswa on-going).

    – Ijazah dan transkrip nilai terakhir.

    – Sertifikat UKBI untuk tujuan perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri yang diterbitkan oleh Badan Bahasa, Kemendikbudristek.

    – Sertifikat bahasa Inggris untuk tujuan perguruan tinggi luar negeri.

    – Rencana studi bagi program magister.

    – Proposal penelitian disertasi bagi program doktor.

    – Surat rekomendasi dari akademisi atau institusi terkait.

    – Surat pernyataan pendaftar Beasiswa Unggulan.

    – Sertifikat prestasi dan kompetensi.

    Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa Unggulan dapat diakses melalui https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/.

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa ICCR, Kesempatan Mahasiswa Indonesia Bisa Kuliah Gratis di India


    Jakarta

    India merupakan negara dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, keanekaragaman budaya yang kuat, serta salah satu pusat peradaban masa lampau tertua di Asia. Bagi mahasiswa internasional termasuk Indonesia yang ingin belajar atau menempuh studi di India, terdapat penawaran beasiswa gratis.

    Beasiswa yang dimaksud yakni Indian Council for Cultural Relations (ICCR), beasiswa dari Dewan Hubungan Kebudayaan India. Beasiswa ini terbuka untuk jenjang sarjana (S1), pascasarjana (S2), magister filsafat (M Phil) hingga doktoral (PhD).

    Mengutip Embassy of India di Jakarta, pendaftaran beasiswa biasanya dibuka setiap Januari. Namun, untuk penerimaan 2025/2026, pendaftaran beasiswa dibuka mulai Februari hingga April.


    Untuk tahun akademik 2026/2027 belum ada pengumuman pendaftaran resminya. Namun, mahasiswa yang tertarik dengan ICCR bisa mulai mempersiapkan diri, ya! Simak persyaratan dan prediksi jadwal pelaksanaan untuk periode 2026/2027 berikut ini.

    Ada 21 Skema Beasiswa dan Menerima Ribuan Mahasiswa

    Mengutip laman Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India, ICCR mengelola 21 skema berbeda dalam beasiswanya. Enam di antaranya didanai oleh ICCR, sedangkan yang lainnya dikelola atas nama MEA dan Ministry of Ayush.

    Skema yang terkenal antara lain Beasiswa Umum Atal Bihari Vajpayee (A1201). Beasiswa ini memiliki lebih dari 600 kuota pada tahun akademik 2025/2026.

    Kemudian ada skema Beasiswa Tari & Musik Lata Mangeshkar (A1209), yang terbuka bagi mahasiswa asing untuk studi di bidang seni tari, musik, teater, seni pertunjukan, patung, bahasa, hingga kuliner. Pada 2025/2026, skema ini memiliki 100 kuota penerima beasiswa.

    Selain itu ada juga ‘Beasiswa Pertukaran Budaya Dr. S. Radhakrishnan’ dan ‘Beasiswa Ayush’. Setiap tahunnya, ICCR menerima sekitar lebih dari 3.000 mahasiswa asing dari 180 negara. Setiap tahun juga, ICCR mampu meluluskan sekitar 6.000-an sarjana asing yang belajar di berbagai institusi pendidikan tinggi di India.

    Adapun secara umum, beasiswa-beasiswa dari ICCR memiliki manfaat antara lain:

    – Tiket pesawat pulang pergi (untuk skema tertentu)

    – Biaya pendidikan

    – Tunjangan hidup

    – Biaya akomodasi

    Persyaratan Umum Pendaftaran ICCR

    Berikut ini persyaratan umum yang dibutuhkan untuk mendaftar ICCR, dikutip dari laman PPI India.

    1. Persyaratan bagi pendaftar S1

    – Passport

    – Kartu identitas

    – Ijazah dan transkrip nilai SMP dan SMA yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris

    – Surat keterangan sehat dari rumah sakit/klinik

    – Essay (500 kata)

    – Pas photo latar belakang putih

    – 2 Surat rekomendasi

    – Sertifikat kemampuan Bahasa Inggris

    2. Persyaratan bagi pendaftar S2

    – Passport

    – Kartu identitas

    – Ijazah dan transkrip nilai SMP, SMA dan S1 yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris

    – Surat keterangan sehat dari rumah sakit/klinik

    – Essay (500 kata)

    – Pas photo latar belakang putih

    – 2 Surat rekomendasi

    – Sertifikat kemampuan Bahasa Inggris

    – GMAT (hanya untuk MBA)

    3. Persyaratan bagi pendaftar S3

    – Passport

    – Kartu identitas

    – Ijazah dan transkrip nilai SMP, SMA dan S1 yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris

    – Surat keterangan sehat dari rumah sakit/klinik

    – Essay (500 kata)

    – Pas photo latar belakang putih

    – 2 Surat rekomendasi

    – Sertifikat kemampuan Bahasa Inggris

    – Proposal research

    Jadwal Pelaksanaan Seleksi ICCR

    Mengacu pada pembukaan beasiswa untuk tahun akademik 2025/2026, berikut ini jadwal seleksi ICCR, dikutip dari Embassy of India.

    • 20 Februari-30 April 2025: Pendaftaran online
    • 31 Mei 2025: Pengumuman dari kampus tujuan
    • 15 Juni 2025: Pengalokasian beasiswa dan pembuatan surat penawaran
    • 22 Juni 2025: Finalisasi mahasiswa untuk menerima atau menolak beasiswa
    • 1 Juli 2025: Jika kuota beasiswa belum terpenuhi, mahasiswa yang belum diterima akan diberi kesempatan penawaran beasiswa lain
    • 10 Juli 2025: Finalisasi bagi mahasiswa yang diberi penawaran kedua

    Meski belum ada pengumuman resmi untuk periode tahun depan, detikers bisa cek informasi lanjut mengenai beasiswa ICCR dan cara daftarnya dengan login di Portal Beasiswa A2A http://a2ascholarships.iccr.gov.in.

    Dengan adanya ICCR, menunjukkan bahwa kerja sama Indonesia dan India di bidang pendidikan terjalin dengan kontinu. Kedua negara tengah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya melalui pendidikan tinggi, sehingga bisa mempersiapkan generasi muda yang bersaing secara global.

    (faz/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com