Tag: beasiswa singapura

  • Beasiswa S1 Singapura 2024, Bisa Gratis Kuliah Plus Penempatan Kerja



    Jakarta

    The Association of Banks in Singapore (ABS) membuka pendaftaran Beasiswa Dr Goh Keng Swee (GKS) sampai 25 Maret 2024 pukul 23.59, waktu Singapura. Siswa asal Indonesia bisa mendaftar beasiswa S1 ini.

    Beasiswa GKS dibentuk komunitas keuangan di Singapura untuk menghormati mantan Wakil Perdana Menteri Dr Goh Keng Swee. Dikutip dari laman resminya, ia dikenal atas jasanya dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Singapura sebagai salah satu pusat keuangan internasional bereputasi.

    Beasiswa ini diperuntukkan bagi pelajar asal 15 negara Asia Pasifik, yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Tiongkok, Hong Kong SAR, India, Indonesia, Jepang, Korea, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.


    Penerima beasiswa GKS dapat digunakan untuk membiayai kuliah S1 di National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Singapore Management University (SMU) dan Singapore University of Technology and Design (SUTD). Syaratnya, siswa juga mendaftar dan diterima di salah satu kampus tersebut.

    Beasiswa 4 tahun jenjang sarjana ini termasuk uang kuliah dan biaya wajib lainnya, tiket negara asal-Singapura PP, tunjangan pemeliharaan tahunan SGD 6500 (Rp 75,7 juta), tunjangan asrama, dan tunjangan satu kali SGD 200 (Rp 2,3 juta) setibanya di Singapura. Beasiswa ditinjau tiap tahun dan bergantung pada kinerja akademik awardee.

    Kandidat yang berhasil akan diminta untuk bekerja selama 3 tahun setelah menyelesaikan studi mereka. Penempatannya yakni di perusahaan yang disetujui di Singapura atau perusahaan berbasis di Singapura yang disetujui di negara asalnya.

    Syarat Beasiswa

    1. Siswa warga negara/pemegang paspor Brunei, Kamboja, Tiongkok, Hong Kong SAR, India, Indonesia, Jepang, Korea, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Taiwan, Thailand, dan Vietnam
    2. Memenuhi syarat masuk universitas tujuan untuk mengikuti ujian masuk
    3. Mendaftar ke NUS, NTU, SMU, atau SUTD sesuai tenggat waktu dan pedoman penerimaan universitas
    4. Memiliki kualitas kepemimpinan yang kuat, prestasi akademik, dan kokurikuler (CCA) yang baik
    5. Sudah mengikuti Tes Bakat Skolastik (SAT) dalam 5 tahun terakhir, atau berencana untuk mengikuti SAT
    6. Hasil SAT harus sudah diserahkan paling lambat 25 Maret 2024

    Informasi lebih lanjut tentang pendaftaran beasiswa S1 di Singapura ini bisa diakses di sini. Semoga berhasil, detikers!

    (twu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Siap-siap, Beasiswa Indonesia – NTU Singapura Agustus 2024



    Jakarta

    Beasiswa Indonesia – NTU Singapore Talent Programme (INSTEP) akan dibuka pada Agustus 2024. Beasiswa ini digelar untuk program S2 Master by Coursework dan Master by Research di Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

    Beasiswa Pemerintah RI ini merupakan kerja sama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan NTU. Beasiswa INSTEP menjadi bagian kerja sama RI-Singapura bidang pendidikan, riset, dan industri.

    Beasiswa INSTEP akan mendanai hingga 200 mahasiswa RI setiap tahun. Para alumnus NTU asal Indonesia diharapkan menjadi lulusan yang memahami budaya, tata kelola, dan peluang bisnis di Singapura dan Indonesia.


    Beasiswa ini juga melengkapi program penelitian kolaboratif bidang perubahan iklim dan pembangun berkelanjutan, Indonesia-NTU Singapore Institute of Research for Sustainability and Innovation (INSPIRASI). Fase pertama program kerja sama Kemendikbudristek, LPDP, dan NTU tersebut akan berlangsung selama 5 tahun.

    Usai upacara penandatanganan dan peluncuran beasiswa INSTEP, Kamis (6/6/2024), Kantor INSPIRASI di NTU juga secara resmi dibuka.

    Sebelumnya pada April 2024, NTU dan LPDP membuka dua beasiswa pascasarjana. Beasiswa Pascasarjana LPDP-NTU dibuka untuk jenjang S3, sedangkan beasiswa LPDP-NTU Fellows MBA dibuka untuk jenjang S2 Master of Business Administration (MBA) di Nanyang Business School.

    Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Kemendikbudristek, Abdul Haris mengatakan beasiswa INSTEP merupakan investasi bagi masa depan mahasiswa RI dan Indonesia sendiri.

    “Dengan membuka jalan bagi mahasiswa kita untuk melanjutkan pendidikan melalui program master, kita berinvestasi pada masa depan mereka sekaligus juga masa depan Indonesia,” katanya dalam peluncuran beasiswa, dikutip dari keterangan resminya.

    “Program ini akan menjembatani keberagaman budaya, mendorong inovasi, dan semakin memperkuat upaya transfer pengetahuan serta kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Singapura,” sambung Haris.

    Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto, Presiden NTU Profesor Ho Teck Hua, Mendikbudristek RI Nadiem Anwar Makarim, dan Menteri Pendidikan Singapura Chan Chun Sing hadir dalam peluncuran beasiswa INSTEP.

    Andin mengatakan dukungan LPDP atas beasiswa ini diharapkan bantu memberdayakan para akademisi Indonesia untuk menjadi katalis perubahan positif, mendorong inovasi dan kemajuan di bidang masing-masing setelah para pelajar RI kembali ke Indonesia.

    “Saya berharap program ini akan terus berkembang dan mendorong kolaborasi yang lebih besar antara negara kita, dengan berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia di Indonesia,” ucap Andin.

    Presiden NTU Ho Teck Hua mengatakan beasiswa ini diharapkan menarik mahasiswa terbaik asal Indonesia untuk kuliah di kampusnya. Ia mencatat saat ini NTU memiliki 4.700 alumni asal Indonesia.

    “Kami yakin bahwa program ini akan menghasilkan lulusan-lulusan yang beragam dan kaya budaya yang mampu bekerja di bidang yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Mereka akan menjadi duta masa depan untuk hubungan yang lebih erat antara Indonesia dan Singapura,” ucap Ho Tech Hua.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Sekolah Pemerintah Singapura 2026, Siswa-Ortu Cek!


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Singapura menyediakan beasiswa sekolah 2026 untuk siswa kelas 6, 7, 8, atau 9 asal RI yang ingin melanjutkan pendidikan di Singapura. Pendaftaran beasiswa Pemerintah Singapura akan dibuka pada Januari 2026 mendatang.

    Dikutip dari laman resminya, beasiswa ASEAN Scholarship for Indonesia ini terdiri dari beasiswa Secondary 1 untuk studi 6 tahun dan Secondary 2 untuk studi 4 tahun di sekolah menengah Singapura. Biaya sekolah ditanggung, plus sejumlah tunjangan dan fasilitas lainnya.


    Beasiswa Sekolah Pemerintah Singapura 2026

    ASEAN Scholarship for Indonesia meliputi:

    • Biaya sekolah
    • Biaya ujian GCE O-Level dan A-Level satu kali, jika berlaku
    • Subsidi layanan kesehatan dan asuransi kecelakaan
    • Tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi
    • Tunjangan menetap
    • Tunjangan tahunan dan akomodasi asrama.

    Sasaran Beasiswa

    • Secondary 1: siswa kelas 6 SD atau 7 SMP, kelahiran 2 Januari 2012-1 Januari 2015
    • Secondary 2: siswa kelas 8 atau 9 SMP, kelahiran 2 Januari 2010-1 Januari 2013

    Lulusan sekolah dengan beasiswa Secondary 1 maupun 2 ini akan memiliki kualifikasi Singapore-Cambridge GCE A-Level atau yang setara. Diketahui, kualifikasi ini memungkinkan siswa mendaftar ke perguruan tinggi luar negeri.

    Syarat Beasiswa

    • Warga Negara Indonesia
    • Mahir berbahasa Inggris
    • Hasil ujian sekolah baik dan konsisten
    • Tercatat aktif berpartisipasi dalam kegiatan kokurikuler

    Jadwal ASEAN Scholarship for Indonesia

    Berikut jadwal seleksi tentatif beasiswa Pemerintah Singapura ini:

    • Pendaftaran daring: 5 Januari-16 Februari 2026
    • Tes seleksi: 11-12 April 2026
    • Wawancara: Mei-awal Juni 2026
    • Pengumuman penerima beasiswa: Juni 2026
    • Kedatangan di Singapura: November 2026

    Jika kandidat mencukupi, tes akan dilaksanakan di Bandung, Batam, Jakarta, Makassar, Medan, Palembang, dan Surabaya.

    Informasi selengkapnya mengenai beasiswa sekolah di Singapura ini bisa diakses di https://www.moe.gov.sg/ atau klik di SINI.

    Semoga bermanfaat dan selamat menyiapkan diri, detikers.

    (twu/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com