Tag: bekas banjir

  • Rumah Pasca Banjir Banyak Lumpur dan Bau? Begini Tips Bersihkannya


    Jakarta

    Saat rumah terendam banjir, bagian yang repot bukan hanya ketika air masuk dan mengotori semua ruangan, melainkan setelah air surut.

    Air yang masuk ke rumah, tidak mungkin bening seperti kondisi air keran. Pasti ada tanah, lumpur, kotoran, sampah, hingga hewan. Jadi bagian yang paling repot dan melelahkan adalah membersihkan rumah setelah terendam banjir.

    Tahapan untuk membersihkan bekas banjir sebenarnya sama seperti membersihkan rumah pada umumnya. Tambahannya adalah semua perabotan yang terendam harus dicuci bersih dan ditunggu sampai kering. Apabila air yang masuk cukup tinggi biasanya membersihkannya cukup lama, lebih dari sehari terutama untuk mengeringkan perabotan.


    Apabila ada detikers yang sedang mengalami hal serupa, yuk simak tips berikut agar bersih-bersih rumahnya cepat dan mudah.

    Cara Membersihkan Rumah yang Terendam Banjir

    Dilansir dari NSW Health ada tata cara untuk membersihkan rumah sehabis terendam banjir, berikut langkah-langkahnya.

    1. Siram Air ke Seluruh Ruangan

    Lantai merupakan bagian di rumah yang paling kotor setelah ruangan tersebut terendam banjir. Selain kotor, lumpur yang tertinggal juga mengeluarkan bau dan membuat lantai jauh lebih licin. Untuk mempermudah bersih-bersih, pastikan lantai bebas dari kotoran dan lumpur.

    Caranya adalah keluarkan barang-barang yang rentan basah dan ukurannya besar. Lalu siapkan beberapa ember air untuk disiram ke seluruh ruangan. Sebelum disiram pastikan mengetahui arah air harus keluar agar air tersebut tidak menggenang di dalam rumah. Penyiramannya bisa dengan selang atau dengan disiram biasa.

    2. Keringkan Rumah

    Setelah kotoran di lantai berkurang, gosok-gosok hingga bersih, bilas lagi, dan keringkan. Area yang dikeringkan bukan hanya lantai, melainkan keseluruhan rumah yang terendam banjir. Hal ini untuk mencegah rumah jadi lembap dan jamur tumbuh cepat di perabotan dan sisi rumah.

    Ketika mengeringkan pastikan seluruh ventilasi, seperti jendela dan pintu terbuka agar udara dan suhu panas di luar masuk ke dalam. Bisa juga menyalakan kipas angin untuk mempercepat proses pengeringan. Cek juga apakah ada sisa air atau lumpur yang terperangkap di rongga atau lantai rumah.

    3. Bersihkan Furniture

    Sembari menunggu ruangan kering, perabotan atau furnitur bisa sembari dibersihkan, misalnya dijemur, dicuci, atau dikeringkan. Apabila tidak pernah membersihkan barang tersebut, bisa meminta bantuan ahli atau mengajak anggota keluarga lain gotong royong. Perabotan yang sebaiknya tidak digunakan lagi setelah terendam banjir adalah kasur, bantal, guling, hingga perangkat elektronik.

    Untuk furnitur seperti kasur atau sofa dapat dicuci dengan air hangat dan detergen. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

    4. Cuci Bahan Kain

    Untuk seprai, selimut, dan pakaian yang terendam banjir juga wajib dicuci. Caranya adalah dengan direndam di air panas, jika bahan tersebut memang tahan panas. Selain itu, bahan kain juga bisa dicuci dengan metode dry clean.

    5. Disinfektan Benda-benda di Rumah

    Barang-barang yang sudah terendam air kotor selama beberapa jam pasti terjadi kontaminasi bakteri dan kuman. Oleh karena itu, pemilik rumah bisa melakukan disinfektan pada seluruh benda, seperti peralatan makan, alat masak, hingga mainan anak-anak agar benar-benar bersih.

    Seluruh benda tersebut wajib dicuci dengan air panas dan dibersihkan pakai sabun antiseptik. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari hingga kering.

    6. Atasi Jamur dan Lumut

    Cara membersihkan noda mirip jamur, pakai cairan pemutih yang dicampurkan ke dalam air. Lalu oleskan ke bagian noda tersebut, diamkan, dan bilas hingga bersih. Namun, sebelum itu pastikan bahan yang kotor tersebut aman dibersihkan dengan cairan pemutih.

    7. Pakai Sarung Tangan dan Alas Kaki

    Sebagai tambahan pengaman, selama membersihkan rumah lindungi badan dengan menggunakan sarung tangan sekali pakai dan alas kaki, seperti sepatu boot. Hal ini untuk mencegah kaki menginjak atau tangan memegang benda yang kotor dan dipenuhi banyak kuman. Kita tidak tahu jika air tersebut membawa kotoran hewan dan manusia, pecahan kaca, serpihan kayu, sampah medis, atau barang kotor lainnya.

    Itulah langkah-langkah membersihkan rumah yang terendam banjir, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Alasan Mobil Bekas Banjir Susah Laku



    Jakarta

    Bencana banjir yang melanda Jabodetabek akhir-akhir ini turut merendam sejumlah mobil milik warga. Mobil yang terendam banjir memiliki banyak risiko kerusakan. Makanya, mobil bekas banjir kerap dihindari oleh calon pembeli mobil bekas.

    Membeli mobil bekas memang menjadi solusi hemat. Tapi, tidak semua kendaraan bekas bebas masalah. Mobil yang pernah terendam air bisa membawa risiko kerusakan serius pada mesin dan sistem kelistrikan.

    Mobil bekas yang pernah terkena banjir sering kali membawa berbagai masalah tersembunyi yang tidak langsung terlihat. Dikutip dari situs resmi Suzuki Indonesia, setidaknya ada 6 risiko membeli mobil bekas yang terkena banjir.


    Kerusakan Mesin

    Salah satu dampak terburuk dari mobil bekas banjir adalah kerusakan mesin. Air yang masuk ke ruang mesin dapat merusak komponen penting, seperti sistem pembakaran dan transmisi. Mesin yang terendam berpotensi mengalami water hammer, yaitu kerusakan akibat tekanan air di dalam silinder. Akibatnya, mesin menjadi tidak berfungsi optimal dan membutuhkan perbaikan besar yang memakan biaya tinggi.

    Kerusakan Sensor dan Kelistrikan

    Air banjir dapat menyebabkan korsleting pada sensor dan sistem kelistrikan mobil. Komponen seperti ECU (Engine Control Unit) dan kabel kelistrikan sangat rentan terhadap kerusakan akibat air. Kerusakan ini tidak hanya mempengaruhi kinerja mesin, tetapi juga sistem pendukung lainnya, seperti lampu, wiper, hingga AC. Mungkin saja perbaikannya membutuhkan penggantian komponen yang harganya cukup mahal.

    Bagian Bawah Mobil Karatan

    Air banjir biasanya mengandung garam atau zat kimia lain yang mempercepat korosi pada logam. Bagian bawah mobil, seperti rangka dan sistem suspensi, menjadi area paling rentan terkena dampak ini. Jika dibiarkan, korosi dapat melemahkan struktur mobil dan membahayakan keselamatan pengemudi. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh penting dilakukan untuk menghindari risiko ini.

    Masalah Sistem Rem

    Sistem rem juga sangat rentan terhadap dampak banjir. Air yang menggenangi rem dapat menyebabkan kelembapan berlebih, yang pada akhirnya mempengaruhi performa pengereman. Dalam beberapa kasus, komponen seperti kampas rem dan cakram bisa mengalami karat atau kerusakan permanen. Hal ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Juga membutuhkan penggantian komponen rem secara menyeluruh.

    Biaya Perbaikan Tinggi

    Mobil bekas banjir memerlukan perbaikan besar dan biayanya tidak sedikit. Masalah seperti perbaikan atau penggantian mesin, kelistrikan, hingga penghilangan karat membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Selain itu, risiko kerusakan yang terus muncul setelah perbaikan membuat pemilik harus mengeluarkan uang lebih banyak dalam jangka panjang. Membeli mobil semacam ini justru bisa merugikan daripada menguntungkan.

    Kebocoran Oli

    Kendaraan yang pernah terkena banjir rentan mengalami kebocoran oli. Sebab, mungkin seal melemah atau rusak. Air yang masuk ke dalam mesin dapat menyebabkan seal kehilangan elastisitasnya, sehingga oli dapat merembes keluar. Kebocoran ini berbahaya karena dapat merusak komponen internal mesin jika tidak segera ditangani. Selain itu, oli yang tercampur air juga dapat menurunkan performa mesin secara signifikan.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Teliti Lagi, Ini 7 Ciri Mobil Bekas Pernah Terendam Banjir



    Jakarta

    Dalam membeli mobil bekas kita harus selektif. Jangan sampai mobil bekas yang kita pilih justru malah bikin susah ke depannya karena banyak perbaikan yang harus dilakukan. Salah satu jenis mobil bekas yang banyak dihindari adalah mobil bekas banjir.

    Mobil bekas yang pernah terkena banjir sering kali membawa berbagai masalah tersembunyi yang tidak langsung terlihat. Untuk itu, kamu yang sedang mencari mobil bekas harus lebih teliti agar tidak mendapatkan unit bekas banjir.

    Dikutip Auto2000, setidaknya ada 7 ciri mobil bekas pernah terendam banjir yang perlu dihindari. Apa saja?


    Berkarat

    Mobil bekas yang pernah terendam banjir biasanya akan menimbulkan karat di berbagai komponennya. Mungkin secara kasat mata sulit dikenali. Tapi coba cek beberapa bagian seperti baut di bagian rem tangan. Kalau sudah bahasa atau berkarat, ada kemungkinan mobil tersebut pernah terendam banjir. Periksa dengan teliti hingga detail seperti di bagian bumper agar bisa melihat kondisinya lebih jelas.

    Interior Rusak

    Biasanya, meski sudah dibersihkan dan dikeringkan, mobil bekas banjir memiliki interior yang kurang baik. Misalnya ada bau kurang sedap, karpet dasar bernoda, doortrim rusak, dan jok berbau atau berjamur.

    Bunyi Mesin Kasar

    Suara mesin juga bisa menjadi indikasi mobil bekas banjir. Mobil yang pernah terendam banjir biasanya mengeluarkan bunyi mesin yang lebih kasar. Hal itu disebabkan oleh air yang masuk ke mesin dan bercampur dengan oli sehingga menyebabkan gesekan berlebih.

    Bunyi kasar juga bisa disebabkan oleh bearing fan belt atau bearing kompresor AC. Di dalam bearing terdapat butiran atau bola besi berlapis gemuk untuk pelumas saat berputar. Bila komponen itu terendam banjir, gemuk akan menghilang dan menyebabkan bola besi kering dan korosif. Imbasnya muncul bunyi kasar ketika mesin bekerja akibat bearing yang berputar seret.

    Harga Terlalu murah

    Kalau mendapat tawaran harga mobil bekas terlalu murah dibanding harga pasaran, sebaiknya lebih hati-hati. Mungkin itu menjadi salah satu ciri mobil bekas banjir.

    Ada Bau Tidak Sedap

    Banjir yang sampai masuk ke bagian interior akan meninggalkan aroma tidak sedap. Aroma ini bisa muncul seperti bau apek atau menyengat. Terkadang masih ada endapan kotoran atau lumpur.

    Daerah Asal Mobil

    Ada beberapa daerah yang langganan banjir. Maka, sebaiknya calon pembeli mobil bekas mengecek asal muasal atau lokasi mobil tersebut. Jika memang berasal dari daerah rawan banjir, sebaiknya pikir-pikir lagi untuk membeli mobil bekas tersebut.

    Riwayat Perawatan Mobil

    Mobil yang dirawat dengan baik memiliki perawatan yang jelas. Pembeli mobil bekas bisa melakukan pengecekan riwayat perawatan mobil dari perangkat elektronik, mesin, hingga jok. Mungkin ada juga riwayat klaim asuransi sehingga kita sebagai calon pembeli mobil bekas bisa dapat gambaran apakah mobil tersebut bekas banjir atau tidak.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Bersihkan Mobil Setelah Terendam Banjir



    Jakarta

    Banjir melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek. Banjir turut merendam beberapa kendaraan milik warga. Usai banjir melanda, pekerjaan membersihkan mobil dari bekas banjir menanti. Simak cara membersihkan kabin mobil setelah terendam banjir.

    Mobil yang terendam banjir tidak hanya mesinnya yang menjadi perhatian. Bagian interior juga harus segera dibersihkan. Jika tidak segera dibersihkan, bekas air dan lumpur banjir dapat membuat karpet mobil menjadi bau apek. Bahkan, lebih parahnya bisa menimbulkan karat di bagian bawah mobil.

    Cara Bersihkan Mobil Setelah Terendam Banjir

    Dikutip dari situs resmi Mitsubishi, untuk membersihkan kabin mobil, pastikan bagian kabin sudah kering, tidak ada lagi air yang menggenang di dalam kabin. Berikutnya, segera lepas semua karpet mobil dan bersihkan karpet dasar menggunakan air bertekanan dan sabun. Kemudian, keringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari.


    Pembersihan untuk jok mobil juga perlu dilakukan. Agar lebih mudah pengeringannya, lebih baik jok dilepas dari kabin mobil. Sebab, bahan jok mobil cenderung mudah menyerap air sehingga tidak cukup hanya dikeringkan dengan hairdryer. Kalau keringnya jok tidak maksimal, maka bakal terasa lembab di bagian dalamnya. Jika menggunakan kain pelapis jok, perlu juga dilepas dan dicuci.

    Selain karpet dan jok, lepaskan juga doortrim pintu untuk memastikan semua bagian di baliknya dapat dibersihkan dengan maksimal. Pintu mungkin relatif mudah dibersihkan karena tidak banyak menyerap air.

    Perlu menjadi perhatian, dalam membersihkan kabin mobil dengan cara ini, pemasangan kembali harus dilakukan dengan sempurna. Pastikan juga kabel-kabel sudah kering dan kembali berada di posisi semula.

    Setelah melakukan pembersihan sendiri, sangat direkomendasikan mobil langsung dibawa ke bengkel resmi untuk dilakukan pembersihan dan pengecekan secara lebih detail.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com