Jakarta –
Makanan yang dikonsumsi saat buka dan sahur bisa saja berupa makanan gorengan atau bersantan. Tubuhpun mengasup banyak lemak. Kenali ciri-cirinya!
Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak bisa menimbulkan dampak negatif bagi tubuh, termasuk masalah pencernaan dan kualitas tidur.
Makanan berlemak banyak ditemukan dalam daging dan produk sampingan hewani, seperti keju dan susu. Ada beberapa tanda utama yang menunjukkan bahwa Anda mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh.
Ahli jantung dan pendiri Step One Foods, Dr. Elizabeth Klodas, MD, FACC, merinci beberapa tanda peringatan tersebut dan menjelaskan beberapa efek jangka panjang dari mengonsumsi terlalu banyak lemak yang dapat diderita tubuh.
Berikut paparannya seperti dilansir dari Eat This Not That.
1. Berat badan bertambah
Lemak memasok kalori dua kali lebih banyak daripada karbohidrat atau protein. Hal ini membuat berat badan Anda bertambah.
Sebagai konteks, lemak menyediakan sembilan kalori per satu gram, sedangkan karbohidrat dan protein sama-sama menyediakan empat kalori per gram.
2. Kadar kolesterol meningkat
makanan mengandung kadar kolesterol tinggi Foto: Ilustrasi Getty Images/enviromantic |
Orang yang mengonsumsi lemak jenuh dalam jumlah berlebihan cenderung menunjukkan peningkatan kadar kolesterol LDL. Kolesterol LDL juga dikenal sebagai jenis kolesterol jahat.
Mereka yang mengikuti diet keto sangat rentan memiliki kadar LDL yang lebih tinggi dari normal karena mereka mengonsumsi lemak.
3. Napas akan berbau tidak sedap
“Jika kamu menggunakan lemak sebagai sumber energi utama, Anda memproduksi keton, yang menyebabkan kamu mengeluarkan bau napas yang tidak sedap,” kata Klodas.
Banyak orang yang menjalani diet tinggi lemak dan sangat mengurangi asupan karbohidrat perlu menggosok gigi beberapa kali sehari untuk mengurangi efek samping ini.
4. Alami ketidaknyamanan gastrointestinal
Jika makanan kamu tinggi lemak, kemungkinan besar kamu tidak mengonsumsi banyak sayuran, buah, atau biji-bijian utuh, yang semuanya merupakan sumber serat yang baik.
Diet rendah serat dapat menyebabkan sembelit dan masalah pencernaan lainnya. Ini juga merupakan efek samping umum bagi mereka yang makan terlalu banyak daging.
5. Sering kembung
perut kembung Foto: Getty Images/iStockphoto/ |
Klodas mengatakan bahwa lemak jenuh dan lemak trans sama-sama diketahui menyebabkan peradangan dalam tubuh, yang dapat membuat kamu merasa kembung dan lesu, di antara hal-hal lainnya.
Efek samping dalam jangka panjang
Jika kamu lebih suka mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, seperti daging, jenis ikan tertentu, dan bahkan kacang-kacangan daripada mengonsumsi berbagai jenis makanan yang seimbang seperti sayuran berdaun hijau, buah, dan biji-bijian utuh, kamu bisa kekurangan beberapa vitamin dan mineral penting.
Hal lain yang diperingatkan Klodas adalah perubahan biokimia bawaan tubuh. Jika kamu secara teratur mengonsumsi makanan padat kalori atau makanan yang tinggi lemak dan menyadari bahwa berat badan bertambah dan dapat meningkatkan risiko terkena resistensi insulin. Hal itu dapat menyebabkan diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak, dan hipertensi.
Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak makanan lemak secara terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko penyakit kanker.
“Studi yang mengamati kebiasaan makan berbagai populasi dan metrik kesehatan menunjukkan hubungan yang konsisten antara asupan lemak tinggi dan tingkat kanker keseluruhan yang tinggi,” ungkapnya.
(yms/odi)
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Santap Daging hingga Mentega, Wanita Ini Justru Turun BB 31 Kg Jakarta – Wanita ini mengungkap keberhasilan diet karnivor yang dijalaninya. Diet itu tak hanya membuat berat badannya turun, tetapi juga menunjang kesehatannya. Banyak orang melakukan diet karena memang ingin menurunkan berat badan atau mau membuat tubuhnya lebih sehat. Namun, berbagai macam jenis diet mungkin membuat seseorang ragu akan manfaatnya dan tidak percaya sebelum mereka melakukannya sendiri. Seperti wanita ini yang awalnya menjalani diet untuk membuktikan manfaatnya sendiri.
Rachel Ashby mulai menjalani diet karnivora tahun 2019. Setelah turun 3 kilogram dalam seminggu, ia baru sadar akan manfaatnya. Menurut laporan, selama menjalani diet wanita ini hanya makan 3 steak, 10 telur, satu blok mentega, dan 1 kilogram ayam, lapor themirror.co.uk (04/02/2025). Sejak menjalani diet ini, wanita itu memang hanya fokus pada makanan berbasis hewani. Ia belum pernah membeli sayuran apapun, bahkan tidak untuk anak-anaknya. Rachel bahkan mengubah kebiasaan dietnya menjadi usaha komersial. Menciptakan produk kecantikan dari lemak sapi untuk digunakan pada wajah, rambut, dan tubuh. Terlepas dari reaksi yang diterima secara online dari komunitas vegan, Rachel masih merasa percaya diri dengan hal tersebut.
“Saya mendapat banyak serangan dari mereka yang vegan. Mereka bilang ‘Anda tidak bisa jadi karnivora karena Anda tidak makan daging mentah’ – saya makan daging mentah tapi saya lebih suka kalau di panggang sedikit,” jelasnya. Pola makan karnivora atau diet karnivora hanya memperbolehkan konsumsi daging, unggas, seafood, ikan, beberapa produk dairy, dan air putih. Diet ini mengecualikan produk, seperti biji-bijian, legume, kacang-kacangan, gandul ganduman utuh, dan lain sebagainya. Pada tahun 2015 dan 2018, Rachel memiliki berat badan sekitar 95 kilogram. Bertahun-tahun dirinya mencoba berbagai macam diet untuk menurunkan berat badannya. Dia bereksperimen dengan segala hal, termasuk menjalani diet keto, tetapi selalu kembali ke berat badan awal. Ia juga merasa lesu dan kembung. Pada tahun 2019, ia menemukan video Dr Shawn Baker, seorang dokter yang menganjurkan diet karnivora sebagai sarana untuk mengatasi penyakit kronis, autoimun, dan mental. Dokter itu menyebutkan kalau pola makannya hanya terdiri dari produk hewani, termasuk daging, ikan, telur, lemak hewani, dan sejumlah susu rendah laktosa. Terlepas dari kekhawatiran banyak orang terkait diet ini, Rachel membuktikan sendiri pandangan tersebut. Ternyata dalam tiga hari saja dia sudah merasa berenergi. Ia juga percaya bahwa selama ini yang membuatnya lemas adalah sayuran.
Sejak menjalani diet ini, Rachel mengonsumsi kurang lebih 5.000 kalori hewani. Pola makan ini pun membuat berat badannya turun dari dari 95 kilogram menjadi 63 kilogram. Rachel mengungkap, “Sejujurnya saya makan lemak hanya karena rasanya. Jadi ketika rasanya sudah tidak enak, saya berhenti memakannya.” Untuk sarapan, wanita ini biasanya makan 10 telur dengan satu blok mentega dan garam. Makan siangnya adalah 1 kilogram chicken wings yang dimasak dalam air fryer, dengan tambahan mentega. Menu makan malamnya termasuk dua steak rib eye. Untuk menambah energi, terkadang wanita ini memasaknya dengan tambahan mentega. Selain membantu menurunkan berat badan, wanita ini juga merasa kalau diet karnivora membuat kesehatan mentalnya lebih baik. Sebelumnya ia mengalami agoraphobic atau gangguan kecemasan. Namun dengan diet ini, dia merasa jadi lebih bisa mengendalikan mentalnya. (aqr/adr) |
![]() |
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
17 Buah yang Bagus untuk Turunkan BB, Rendah Kalori-Tinggi Serat
Jakarta – Sudah tidak zaman diet turunkan berat badan (BB) dengan cara yang menyiksa. Untuk mencapai defisit kalori, pelaku diet tetap bisa ngemil makanan manis nan mengenyangkan kok seperti buah-buahan. Buah umumnya rendah kalori dan tinggi serat. Makanan ini bantu menurunkan berat badan dengan membuat perut kenyang lebih lama. Dengan begitu, nafsu makan cenderung menurun sehingga asupan kalori yang masuk ke tubuh hanya sedikit. Lantas, apa saja buah yang bagus agar badan kurus? Buah yang Cocok untuk DietMengutip Healthline dan Health, berikut deretan buah yang bagus untuk diet menguruskan badan:
1. ApelApel kaya akan serat yang meningkatkan rasa kenyang. Kandungan serat apel utamanya berada pada kulitnya. Selain itu, penelitian menunjukkan kulit apel mengandung antioksidan dan senyawa yang bantu mengurangi risiko obesitas. Di sisi lain, buah ini juga mengandung polifenol yang antiinflamasi dan mencegah penumpukan lemak visceral. Jadi, jangan kupas kulit apel sebelum dimakan ya. 2. BluberiBluberi termasuk buah rendah kalori dengan kisaran 85 kalori per 100 gramnya. Antioksidan antosianin dalam buah ini dukung berat badan yang ideal. Asupan antosianin yang tinggi menunjukkan massa lemak dalam tubuh yang lebih rendah, sekitar 3-9 persen saja. 3. KiwiBuah manis dengan rasa asam menyegarkan ini merupakan sumber serat yang baik. Satu buah kiwi berukuran 75 gram menyediakan kurang dari 50 kalori dan 6,7 gram gula. Serat kiwi terdapat pada daging dan kulitnya. Meski buah ini mengandung gula yang cukup tapi indeks glikemiknya rendah. Sehingga hanya terjadi lonjakan gula darah yang kecil. 4. StroberiStroberi yang memiliki kalori dan gula rendah namun tinggi serat. Ukuran 100 gram stroberi menyimpan berkisar 32 kalori, 2 gram serat, dan kurang dari 5 gram gula. Selain itu, buah ini tinggi vitamin C dan tinggi antioksidan. Buah beri termasuk stroberi bahkan diusulkan sebagai pengobatan untuk obesitas yang bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker. 5. RasberiMasih dari buah beri, ada rasberi yang juga rendah kalori dan gula. Buah ini kaya akan polifenol dan lebih tinggi serat dibandingkan buah beri lainnya. Ukuran 100 gram rasberi mengandung 52 kalori, 4,4 gram gula, dan 6,5 gram serat. Serat yang tinggi diketahui bisa membuat perut kenyang lebih lama. Rasberi juga terbukti bantu mengatur kadar gula darah pada orang dewasa yang obesitas dengan pradiabetes dan resistensi insulin. Menurut penelitian, buah yang menimbulkan respons gula darah rendah pasca memakannya dapat berguna untuk memerangi obesitas. 6. MarkisaSatu buah markisa berukuran 18 gram hanya mengandung sekitar 17,5 gram kalori. Serat yang disimpan buah ini juga cukup tinggi sekitar 1,8 gram. Makanan berserat bantu memperlambat pencernaan sehingga meningkatkan rasa kenyang dan mengendalikan nafsu makan. 7. MelonBuah tinggi kandungan air ini bagus untuk mengendalikan berat badan. Ukuran 100 gram potongan melon hanya mengandung sekitar 36 kalori. Kandungan airnya disebut dukung penurunan berat badan dan bantu tubuh tetap terhidrasi. Di samping itu, buah ini kaya akan serat, kalium, dan antioksidan. 8. JerukSelain rendah kalori, jeruk kaya akan vitamin C dan serat. Asupan vitamin C yang cukup terbukti bisa meningkatkan pembakaran lemak lebih banyak selama berolahraga. Penelitian juga menemukan orang obesitas mungkin perlu mengkonsumsi lebih banyak vitamin C. Satu jeruk berukuran 140 gram diketahui menyediakan 73 kalori dan 82 mg vitamin C. Nominal vitamin C ini mencukupi kisaran 90 persen dari nilai harian yang dibutuhkan. 9. PisangPisang mungkin banyak dihindari oleh para pelaku diet karena kandungan kalori dan gulanya yang tinggi. Padahal, pisang lebih padat nutrisi dibanding buah lainnya dengan menyediakan serat, kalium, magnesium, antioksidan, serta vitamin C. Indeks glikemik buah ini pun cukup rendah sehingga bantu mengendalikan kadar gula darah dan mengelola berat badan ideal, terutama bagi pengidap diabetes. Pisang yang belum matang mentah juga pilihan terbaik untuk diet karena kandungan gulanya lebih rendah dan pati resisten. Pati resisten baik untuk pencernaan lantaran tidak bisa dipecah oleh enzim lambung. Dengan begitu, membuat seseorang dapat kenyang lebih lama. 10. CeriBuah ceri menyediakan vitamin C, serat, dan antioksidan bersifat antiinflamasi. Manfaatnya untuk kontrol berat badan seimbang berkaitan dengan khasiatnya yang pola tidur sehat. Berdasarkan penelitian, orang yang cukup tidur rata-rata memiliki indeks massa tubuh (BMI) dan potensi obesitas yang lebih rendah. 11. ManggaPotongan mangga berukuran 100 gram menyediakan 60 kalori. Meski kalorinya cukup tinggi, orang yang rutin menyantap mangga memiliki asupan serat, magnesium, kalium, folat dan berbagai vitamin yang lebih tinggi karena padatnya nutrisi. Mangga dapat dimakan berseling dengan buah rendah kalori lain sehingga menurunkan badan bisa dengan cara diet sehat. 12. PirSatu buah pir besar berukuran 230 gram mengandung 7 gram serat. Jenis serat dalam buah ini diketahui adalah serat larut, di mana bisa mencegah penumpukan lemak visceral di tubuh hingga 3,7 persen. Senyawa alami lain dalam pir terbukti menurunkan kadar gula darah. Dengan begitu, tidak perlu khawatir ada lonjakan glukosa sesaat setelah memakannya terutama bagi pengidap diabetes. 13. DelimaBuah delima menyimpan banyak serat. Satu buahnya yang berukuran 282 gram menyediakan sekitar 11,3 gram serat. Delima juga kaya polifenol yaitu antioksidan yang melindungi tubuh dari berbagai penyakit dan mengurangi peradangan. Penelitian juga menunjukkan bahwa polifenol memiliki efek antiobesitas. Hal ini mungkin disebabkan oleh sifat antiinflamasinya sehingga bantu dorong pemecahan lemak dalam tubuh. 14. SemangkaSemangka berair dan manis sehingga sangat menyegarkan. Di sisi lain, buah ini mengandung nutrisi, antioksidan, dan serat yang dukung penurunan berat badan. Dilaporkan penelitian, orang yang menyantap semangka merasa kenyang lebih lama dan menurunkan nafsu makan. Potongan 100 gram semangka diketahui juga memiliki sekitar 30 kalori saja, lho. 15. AlpukatAlpukat termasuk buah berlemak dan padat kalori. Setengah buah alpukat berukuran 100 gram mengandung kisaran 161 kalori. Meski begitu, penelitian menemukan bahwa alpukat tetap bantu menurunkan berat badan. Buah ini dapat menurunkan kadar lemak visceral, jenis lemak yang berada tepat di bawah kulit. Penelitian lain menunjukkan konsumsi alpukat meningkatkan rasa kenyang, mengurangi nafsu makan, dan menstabilkan kadar kolesterol. 16. LemonLemon kaya akan vitamin C, rendah kalori juga gula. Satu buah lemon utuh mengandung kurang dari 20 kalori dan 2 gram gula. Walau dagingnya dapat disantap, kebanyakan orang mencampurkan air perasannya ke air, teh, atau salad dressing. Kemungkinan karena buah ini sangat asam sehingga mereka tidak kuat memakannya langsung. Pelaku diet tetap perlu berhati-hati karena perasan lemon terbukti mengikis email gigi. Jadi, konsultasikan dengan dokter gigi terlebih dahulu yang sebelum mengkonsumsinya secara teratur. 17. PersikBuah persik termasuk buah rendah kalori dan tinggi vitamin A dan C, kalium, maupun serat. Satu buah persik berukuran 150 gram mengandung sekitar 63 kalori dan 2,2 gram serat. Serat bagus untuk membuat perut kenyang lebih lama dan mengurangi nafsu makan. Aturan Makan Buah untuk Diet Turunkan BBUntuk menurunkan badan, buah-buahan di atas dapat dikonsumsi sebagai camilan di selang jam makan maupun pengganti makanan berkalori tinggi lainnya. Tidak ada penelitian yang membuktikan waktu khusus tertentu dapat bantu menurunkan berat badan. Jadi, pelaku diet bisa menyantapnya kapan saja dengan porsi cukup. Akan tetapi, buah segar yang dikonsumsi langsung lebih bagus daripada diolah menjadi jus atau puree. Hal ini karena kandungan seratnya komplet sehingga membuat perut kenyang lebih lama dan mencegah lonjakan gula darah. Pelaku diet dapat menyantap buah cukup dengan memotongnya dan beberapa buah tidak perlu dikupas kulitnya. Bisa juga dipadukan dengan oatmeal atau yoghurt alami. Nah, itu tadi sederet buah yang cocok untuk diet dan aturan makannya yang berkhasiat turunkan berat badan. Jangan lupa terapkan pola hidup sehat lainnya untuk hasil lebih baik. (row/row) |
![]() |
Source : unsplash.com / Lily Banse
25 Makanan Rendah Kalori yang Cocok untuk Menurunkan Berat Badan
Jakarta – Makanan rendah kalori yang dipadukan dengan kandungan tinggi protein cocok untuk menurunkan berat badan. Keduanya bisa ditemukan di buah-buahan, sayur, maupun umbi-umbian. Makanan tersebut bersifat mengenyangkan dan menyehatkan bagi tubuh. Gizi seimbang antara lemak dan kalori akan mendorong peningkatan kesehatan organ. Namun tentunya harus diimbangi dengan asupan air dan serat yang cukup. Pastikan untuk memperhatikan asupan serat agar diet kalori yang dilakukan efektif. Berikut daftar makanan rendah kalori yang bergizi dan baik untuk kesehatan tubuh.
Daftar Makanan Rendah Kalori Cocok untuk DietDilansir dari laman Healthline, strategi utama untuk diet adalah mengkonsumsi makanan rendah kalori namun padat energi. Berikut daftar makanan rendah kalori dan kandungan gizinya. Buah-buahan1. ApelApel adalah makanan rendah kalori yang mengandung berbagai nutrisi lainnya seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, potasium, dan seng. Buah segar yang memiliki cita rasa manis dan asam ini baik untuk kesehatan gigi, otak, dan mata. Disarankan untuk tidak mengupas kulit apel sebelum dikonsumsi karena baik untuk kesehatan kulit. Setiap 109 gram apel mengandung 62 kalori dan 3 gram serat makanan. 2. Jeruk ClementineClementine adalah jeruk mini yang sering dijadikan camilan oleh masyarakat Amerika. Buah tersebut memiliki kandungan vitamin C yang tinggi dan baik untuk imunitas tubuh. Kombinasi vitamin C dan bioflavonoid di dalamnya dapat menangani stres penyebab turunnya kekebalan tubuh. Setiap 74 gram atau 1 buah jeruk Clementine mengandung 35 kalori dan 40% nilai harian (DV) dari kebutuhan vitamin C. 3. StroberiStroberi adalah buah yang cocok dijadikan sebagai pelengkap hidangan apapun. Selain enak, buah ini juga diklaim mampu mencegah tubuh dari penyakit Alzheimer. Kandungan vitamin C, antioksidan, serat, gula, kalsium, magnesium, dan asam folat di dalamnya sangat baik untuk ibu hamil. Stroberi juga sangat cocok untuk diet karena hanya mengandung 53 kalori di setiap 166 gram sajian buahnya. 4. PepayaBuah tropis berikut memiliki kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk menurunkan berat badan. Terdapat provitamin A, vitamin C, folat, dan potasium yang baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Pepaya juga dikenal sebagai makanan untuk menurunkan berat badan karena kandungan seratnya yang tinggi. Tidak hanya untuk melancarkan pencernaan tetapi juga membuat kenyang lebih lama. Penelitian menyebut setiap 157 gram pepaya hanya mengandung 68 kalori. 5. SemangkaSemangka adalah buah manis yang memiliki kadar air yang tinggi. Buah tersebut mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin B, asam folat, dan mineral lain seperti kalium dan magnesium. Dalam 154 gram semangka terdapat 46 kalori yang efektif untuk menurunkan berat badan. 6. LeciDikutip dari laman Medical News Today, leci mengandung banyak vitamin C yang baik untuk ketahanan tubuh. Setiap 1 buah leci (7 gram) memiliki kandungan 7 kalori. Hal ini membuatnya efektif untuk menurunkan berat badan. 7. Anggur Anggur banyak diolah sebagai campuran salad buah yang lezat. Buah ini memiliki senyawa antosianin yang baik untuk melawan bakteri dan mikroba. Konsumsi 12 gram atau 5 biji anggur hanya mengandung 10 kalori. 8. MelonMelon adalah buah berair yang mengandung banyak vitamin A, C, dan B6. Oleh sebab itu, buah ini juga dipercaya mampu menjaga kesehatan tulang. Efektivitasnya untuk menurunkan berat badan tampak dari kandungan 37 kalori di setiap 88 gram penyajiannya. 9. Tomat CeriTomat ceri memiliki rasa yang enak dan bisa dikonsumsi mentah tanpa harus dimasak. Hal inilah yang menyebabkan seseorang yang sedang diet menyukai buah ini. Penelitian menyebutkan kandungan likopen di dalamnya berperan untuk melindungi tubuh dari penyakit stroke, jantung, dan kanker tertentu. Per 149 gram sajian tomat ceri hanya mengandung 27 kalori yang cocok untuk menurunkan berat badan. 10. PaprikaPaprika adalah makanan yang mengandung antioksidan tinggi seperti vitamin C dan likopen. Tidak hanya baik untuk menurunkan berat badan, paprika juga mengandung vitamin B6 yang berguna untuk memperbaiki sel saraf yang rusak. Setiap 92 gram paprika merah hanya mengandung 24 kalori. Kandungan serat yang tinggi akan membuat perut seseorang yang mengkonsumsinya kenyang lebih lama. Sayur-sayuran Berdaun Hijau1. Chard (Bayam Bit)Bayam bit adalah tanaman berdaun hijau yang mengandung kalori rendah. Sayuran ini mengandung vitamin K yang tinggi sehingga baik untuk pembekuan darah dan kesehatan tulang. Kandungan betakaroten yang ada juga baik untuk indra penglihatan. Setiap 36 gram daun chard hanya memiliki 7 kalori. Hal ini membuatnya cocok untuk dipadukan dengan beberapa sayur lainnya. 2. KaleKale adalah sayuran dari keluarga kubis yaitu brokoli, kembang kol, dan sawi. Sayuran ini sering dikonsumsi oleh seseorang yang diet untuk campuran salad maupun smoothie. Kandungan provitamin A, vitamin C, vitamin K, mangan, dan tembaga yang tinggi sangat baik untuk meremajakan kulit. Sayuran tersebut mencakup lebih dari 100% nilai kebutuhan harian (DV) vitamin C dan K. Tidak hanya itu, makanan ini juga hanya mengandung 49 kalori per 130 gram penyajian. 3. BayamBayam adalah sayuran rendah kalori yang kaya akan vitamin dan mineral. Sayuran ini mengandung vitamin K, provitamin A, folat, dan senyawa bioaktif seperti karotenoid, lutein, dan zeaxanthin yang baik untuk kesehatan mata. Sayur tersebut dipercaya dapat menurunkan berat badan tubuh dengan cepat. Pasalnya dalam 30 gram bayam hanya mengandung 7 kalori yang efektif untuk menjaga perut kenyang dalam waktu lebih lama. 4. BrokoliPenelitian menyebutkan jika seseorang yang mengkonsumsi brokoli memiliki risiko lebih rendah terkena serangan jantung dan kanker. Hal ini karena kandungan antioksidan dan sulforaphane yang ada di dalamnya. Setiap 155 gram brokoli mengandung 54 kalori yang mencukupi lebih dari 100% DV kebutuhan vitamin C harian tubuh. 5. Kubis BrusselKubis brussel mengandung vitamin C yang baik untuk melindungi sel dari kerusakan oksidasi. Sayuran ini dapat mengendalikan gula darah yang efektif untuk menurunkan berat badan. Makanan rendah lemak ini hanya mengandung 70 kalori di setiap 155 gram penyajiannya. 6. KubisKubis terdiri dari berbagai varian yaitu hijau, merah, dan putih. Kubis biasanya dijadikan sebagai campuran salad atau asinan (kimchi) yang dibuat dari hasil fermentasi. Kubis memiliki kalori yang rendah yaitu 22 kalori per 89 gram sajiannya. 7. Kembang KolKembang kol menjadi makanan rendah kalori yang umumnya berwarna ungu, oranye, atau kuning. Beberapa tahun terakhir, tren mengganti karbohidrat dengan kembang kol menjadi sangat populer di kalangan orang diet. Pasalnya setiap 155 gram kembang kol hanya mengandung 40 kalori dan 8 gram karbohidrat. 8. SeledriSeledri adalah sayuran dengan kandungan air yang tinggi dan sering disandingkan dengan makanan berlemak. Paduan seledri dengan makanan kaya protein, lemak, dan serat dapat membantu mempercepat proses penurunan berat badan. Diketahui 120 gram seledri hanya mengandung 17 kalori sehingga baik untuk seseorang yang diet. 9. TimunTimun adalah sayuran yang sering dicampurkan dalam hidangan salad. Sayuran ini berperan sebagai penetralisir makanan lain yang berprotein tinggi seperti ayam dan tuna. Hanya ditemukan 8 kalori setiap konsumsi 52 gram timun. 10. Iceberg LettuceSelada Iceberg atau selada bokor memiliki daun yang mirip dengan kubis. Kandungan vitamin A, vitamin K, dan folat di dalamnya baik untuk meredakan infeksi, radang, dan kerusakan sel penyebab diare atau flu. Sayur yang sering digunakan pada campuran burger ini memiliki 8 kalori per 57 gram penyajian. Umbi-umbian atau Sayuran Akar1. BitBit adalah tanaman umbi yang mengandung folat mangan, dan fitonutrien yang baik untuk kesehatan jantung. Varian tanaman ini sangat beragam yaitu berwarna merah dan oranye. Setiap 170 gram bit matang mengandung kalori yang rendah yaitu 74 kalori. 2. LobakLobak adalah sayuran umbi-umbian yang sering diolah menjadi salad atau campuran biji-bijian. Rasanya renyah dengan rasa yang sedikit pedas. terdapat 19 kalori setia 116 gram sajian lobak lengkap dengan vitamin C, potasium, dan folat. 3. RutabagaRutabaga adalah sayuran umbi terkenal di Swedia yang sering dijadikan sebagai pengganti kentang. Makanan rendah kalori ini mampu menggantikan karbohidrat yang ada di nasi. Setiap 170 gram rutabaga mengandung 51 kalori beserta serat dan vitamin lainnya yaitu vitamin C, kalsium, potasium, dan magnesium. 4. Bawang BombayBawang bombay menjadi sayuran akar yang rendah kalori dan kaya manfaat. Penelitian menyebut jika olahan makanan tinggi bawang dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan gagal ginjal. Diketahui setiap 148 gram bawang bombay mengandung 70 kalori yang baik untuk diet. 5. TurnipTurnip adalah jenis lobak dari keluarga yang sama dengan pakcoy dan kubis. Umumnya bagian bawah umbi ini berwarna putih dan sedikit keunguan dengan rasa yang pahit. Sayuran umbi ini mengandung 34 kalori per 156 gram turnip yang disajikan dalam bentuk sup atau semur. Demikian makanan rendah kalori yang baik untuk diet dan kesehatan tubuh. Namun bukan berarti konsumsi makanan rendah kalori lebih baik daripada makanan berkalori tinggi. Perlu dukungan makanan tinggi lemak sehat seperti telur, biji-bijian, dan alpukat agar diet semakin optimal. Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Konsumsi Kopi Bikin Anak Jadi Pendek’: (fds/fds) |
![]() |
Source : unsplash.com / Brooke Lark
Kisah Diet Jessica Mila yang Berhasil Turunkan Berat Badan 10 Kg
Jakarta – Diet merupakan salah satu cara yang efektif untuk menurunkan berat badan (BB). Adapun sejumlah artis yang berhasil menjalankan diet untuk menurunkan berat badan, salah satunya Jessica Mila. Menariknya, Jessica Mila juga sempat menaikkan berat badannya sampai 10 kilogram. Hal itu ia lakukan demi perannya dalam film Imperfect. Setelah itu, menjelang pernikahannya dengan Yakub Hasibuan pada 2023, aktris cantik ini terlihat lebih ramping dalam balutan busana pengantin. Penampilan Jessica Mila saat itu menarik perhatian banyak orang, terutama lekuk tubuhnya yang tampak langsing saat memakai baju pernikahan.
Untuk menjaga penampilannya tersebut, Jessica Mila diketahui menjalani program diet. Meski begitu, diet yang dilakukannya tak semulus yang ia bayangkan. Bahkan, Jessica Mila sampai pernah menjalani diet tidak sehat sampai berhasil menurunkan berat badannya tanpa terasa tersiksa. Kisah perjalanan dietnya itu ia ceritakan dalam sebuah video di kanal YouTube Enzy Storia. Bagaimana kisahnya? Simak dalam artikel ini. Pernah Menjalani Diet Tidak SehatJessica Mila pernah menjalani diet tidak sehat untuk mendapatkan tubuh yang ramping. Diet itu ia lakukan ketika memainkan peran dalam sinetron ‘Ganteng-ganteng Serigala’ atau disingkat GGS. Kala itu, ia hanya memakan sup tahu yang diberi tambahan paprika dan tomat selama seminggu. “Inget banget waktu syuting GGS, gue pernah seminggu cuma makan sop tahu. Sop tahunya pakai paprika dan tomat. Padahal diet kayak gitu jadinya gak sehat juga,” kata Mila, sapaan akrabnya. Enzy Storia yang saat itu juga ikut berperan dalam sinetron GGS membenarkan cara diet tak sehat Jessica Mila. Bahkan, Enzy mengatakan kalau Mila juga hanya memakan buah-buahan ketika di lokasi syuting. Sempat Menaikkan Berat Badan hingga 10 KgJessica Mila juga pernah menaikkan berat badannya hingga 10 kilogram demi menjalankan perannya dalam film Imperfect (2019). Dalam film tersebut, Jessica Mila berperan sebagai Rara yang digambarkan sebagai wanita terlahir dengan gen gemuk dan kulit sawo matang, warisan dari sang ayah. Lewat kanal YouTube miliknya, Mila menceritakan kalau ia ditargetkan untuk menaikkan berat badan sampai 10 kg hanya dalam waktu 1 bulan 10 hari. Awalnya, ia mengira menambah berat badan merupakan hal mudah dengan hanya mengkonsumsi makanan enak yang disukainya. Tapi ternyata tidak segampang itu karena jika Mila makan sembarangan dikhawatirkan malah sulit untuk menurunkan BB-nya kembali. Untuk menaikkan berat badan, ia pun makan makanan sehat berkalori tinggi dalam porsi lebih banyak dari biasanya dan juga diimbangi dengan olahraga secara rutin. Ketika film Imperfect selesai digarap, Jessica Mila pun berupaya mengembalikan berat badannya seperti semula. Untungnya, dietnya saat itu terasa lebih mudah karena Mila mengkonsumsi makanan sehat seperti ketika diminta menaikkan berat badan pada awal syuting. “Karena lemak yang aku makan dari makanan sehat, bukan lemak jenuh yang sulit dibakar,” ujar Mila. Di sisi lain, ia juga menjalani olahraga kardio untuk bantu menurunkan berat badan dengan lebih cepat. “Yang terpenting adalah lo makan makanan yang sehat, porsinya cukup, olahraga, dan bersyukur,” lanjutnya. Menurutnya, perjalanan menaikkan maupun menurunkan berat badannya ini sama-sama menantang dan menguji kesabaran. Akan tetapi, diet menjadi lebih mudah saat menerapkan pola makan sehat dan berolahraga. Tips Diet yang Sehat untuk Turunkan Berat BadanAda banyak cara yang bisa dilakukan untuk menerapkan diet sehat demi menurunkan berat badan. Mengutip situs Healthline, berikut sejumlah tipsnya:
Itu dia kisah diet Jessica Mila yang berhasil menurunkan berat badan hingga 10 kilogram. Semoga cerita dari aktris berusia 31 tahun ini bisa menginspirasi detikers. (ilf/fds) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Jannis Brandt |









Selama diet, ia menikmati 11 makanan saja. Foto: TikTok @amber_c_fitness



Minuman teh hijau yang mengandung katekin juga bisa meningkatkan metabolisme. Foto: Getty Images/PamelaJoeMcFarlane




